THE HALF BLOOD VAMPIRE
.
Chapter 3
.
Cast : Kai, Sehun, Luhan, Chanyeol, Suho, Baekhyun
.
Genre : Fantasy, Roman, Sad
.
Author KILLA8894
.
Rated T dulu yaaa
.
HAPPY READING
.
Suho menatap ke sekelilingnya, sepi, tak ada satupun pengawal yang terlihat di taman itu, ia mendesah pelan sebelum kembali menatap pria jangkung di hadapannya.
" Suho- ya... "
Suho menunduk, tak tahan melihat tatapan tajam itu. " Hamba permisi tuan... " gumamnya, membungkuk sekilas, sebelum berbalik.
" Tak adakah yang ingin kau katakan padaku setelah sebelas tahun menghilang dari hidupku, park Suho ?" satu tangan Chanyeol menahan lengan kiri Suho.
" Hubungan kita sudah berakhir tuan Park. " Ucap Suho lirih.
Chanyeol menggeleng. " Aku akan ingatkan kalau kau lupa, sampai detik ini kau masih berstatus istriku, dan aku tak pernah berniat menceraikanmu seumur hidupku. "
Suho mendongak menatap wajah tampan Chanyeol dengan matanya yang berkaca kaca. " Tidak bisakah kau melepaskan aku ? Kau sudah bahagia bersama anak dan istrimu. Jangan kau rusak lagi dengan kehadiranku. "
" Aku mencintaimu Suho- ya, tidak bisakah kau terus bertahan disisiku, seperti dulu. "
" Maaf, aku tak bisa... "
Chanyeol maju selangkah dan menarik tubuh mungil Suho ke dalam pelukannya. " Suho- ya, dengar, aku tak peduli meskipun kau hanya manusia biasa, yang suatu saat akan menua, aku ingin kau tetap disisiku, bahkan meski kau tak bisa memberiku anak, aku akan tetap mencintaimu. Kau dengar itu, hanya kau yang aku inginkan. "
" Tapi kau sudah punya anak dan istri yang begitu mencintaimu. " Ucap Suho.
" Tapi aku mencintaimu... "
" Chan, kau tahu apa yang kita lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan. Tidak seharusnya manusia biasa sepertiku berhubungan dengan seorang vampire sepertimu. Seperti yang kau bilang, bahkan untuk memiliki anakpun itu adalah mustahil. Bagaimana mungkin aku bisa membahagiakanmu kelak. Tidak bisalah kau lepaskan aku saja? " Jelas Suho.
" Tidak. " Ucap Chanyeol tegas. " Aku sudah pernah kehilanganmu, sekarang tidak akan pernah ku biarkan kau pergi lagi dari sisiku. " Namja tampan itu mempererat dekapannya di tubuh mungil Suho.
" Lalu bagaimana dengan istrimu? "
' Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan. Aku tidak takut kalau harus menghadapi Baekhyun sekali lagi, tapi bagaimana dengan nasib anakku? ' Batin Suho.
" Ya Tuhan anakku... " Permaisuri menutup mulutnya saat melihat kondisi Jongin.
" Tenanglah permaisuriku, anak kita sedang di obati tabib. Jongin pasti akan baik baik saja. "
" Tapi sayangku, kutukan itu... "
Raja tampan itu menoleh pada tabib istana yang sedang mengobati anaknya. " Apa yang terjadi pada anakku, bukankah seharusnya kutukan itu baru akan terjadi sebulan lagi? "
" Maafkan hamba yang mulia, sepertinya ada sesuatu yang dilakukan pangeran Jongin yang membuat kutukan itu menghampirinya lebih cepat. " Jelas sang tabib.
" Apa yang bisa ku lakukan untuk mencegah kutukan itu semakin menyebar di tubuh anakku? " Tanya Raja.
" Sekarang sudah terlambat Yang Mulia, andai saja kita bisa menemukan seseorang yang bisa mematahkan kutukan itu dengan darahnya, pangeran Jongin mungkin masih bisa diselamatkan. "
" Tak ada manusia yang bisa bertahan dengan sperma dari kaum kami, jadi apakah kali ini aku akan benar benar kehilangan anakku? " Lirih Raja.
" Hamba akan berusaha dengan mempertaruhkan nyawa hamba demi kesembuhan pangeran Jongin yang mulia. "
Yang mulia raja menutup matanya dengan gusar, sesaat ia membuka matanya dan menatap tajam pengawalnya. " Junsu- ah, panggilkan peramal Choi kemari. " Perintahnya.
" Baik yang mulia. " Setelah membungkuk hormat, dalam sekejap pengawal kepercayaan raja Yunho itu menghilang.
Raja menatap permaisurinya yang menangis tersedu sedu di samping tempat tidur Jongin. " Tenanglah sayangku, kita pasti berhasil menyelamatkan putra kita. dengan apa pun caranya. "
" Hiks, aku hanya bisa mengandung sekali dan aku tak bisa kalau harus kehilangan anak yang kita dapatkan dengan susah payah. " Lirih Jaejoong.
" Jongin pasti akan baik baik saja, kita harus percaya pada tabib Zhang. " Yunho berlutut di hadapan Jaejoong istrinya dan memeluknya dengan erat.
' Maafkan ayah, putraku, karena keegoisan ayah yang ingin memilikimu dalam kehidupan kami, dirimu yang akhirnya menjadi korban. '
" Tak bisakah aku menukar nyawaku dengan nyawa putraku, suamiku. Aku tak tega kalau harus melihatnya menderita. " Isak Jaejoong.
" Kalau itu bisa dilakukan, aku sudah melakukannya sejak dulu sayang, tapi sayangnya kita tak bisa melakukannya. Tubuh Jongin menolaknya. " Ucap Yunho sedih.
' Seandainya half-blood itu benar-benar ada... '
" Paduka, anda memanggil hamba? " suara serak Minho membuyarkan lamunan Yunho. Ia segera melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya dan beranjak dari posisinya untuk berdiri dihadapan peramal Choi yang menunduk di hadapannya.
" Ya, aku memintamu untuk sekali lagi meramalkan tentang nasib putraku. " Yunho sedikit menunduk untuk membantu istrinya berdiri.
Minho menengakkan badannya dan segera melangkah ke samping tmepat tidur pangeran Jongin, dan menggenggam tangannya yang dingin itu dengan tangannya yang mulai keriput.
Yunho memperhatikan dengan serius saat peramal Choi itu memejamkan matanya. Berharap ada sedikit keajaiban yang di temukan.
Untuk sesaat tubuh Minho tersentak mundur. Sekilas sekelebat bayangan seraut wajah melintas di depannya. Kemudia beralih ke sebuah pemandangan air terjun dan juga bunga mawar biru di genggaman seseorang. Secepat kilat Minho membuka matanya dan menatap tepat ke manik mata rajanya.
' Apa yang ku lihat, siapa pemilik wajah itu, wajahnya sepintas mirip dengan Sehun, tapi... '
" Apa yang aku lihat peramal Choi... "
" Aku melihat bayangan seraut wajah yang mulia, mungkin dia lah petunjuk yang selama ini kita cari. " Ucap Minho.
" Siapa ?" tanya Raja tak sabaran.
Minho mengalihkan pandangannya pada sosok yang berdiri tak jauh dari mulia, orang yang sejak awal kehadirannya hanya berdiri memperhatikan. " Putri Luhan... "
" Bagaimana bisa, bukankan putri Luhan adalah vampire keturunan murni. " Raja menatap terkejut pada tunangan anaknya.
" Hamba tidak tahu yang mulia, wajah di bayangan hamba mirip dengan wajah putri Luhan. " Minho menunduk dalam.
Raja menghembuskan nafas lega " kalau begitu kita memilih calon pendamping yang tepat untuk putraku. Darah luhan akan menyembuhkannya. Bisakah kita melakukan itu sekarang. Aku tak ingin membuat putraku menderita lebih lama."
" Mohon ampun yang mulia, akan tetapi hal seperti itu hanya bisa dilakukan saat Pangeran genap berusia dua puluh tahun dan itu masih sebulan lagi, kalau itu dilakukan sekarang, maka pangeran akan mati. " Sela tabib istana.
" Lalu apa yang bisa membuat putraku sadar sekarang tabib Zhang? "
" Hamba akan mencoba untuk membuat ramuan untuk pangeran sekarang. Bisakah Yang Mulia meninggalkan hamba disini bersama dengan Pangeran Jongin dan peramal Choi. Hamba memerlukan bantuannya untuk membuat ramuan itu. "
Raja menatap wajah cemas istrinya sesaat. " Baiklah, lakukan apa yang bisa kau lakukan. "
Raja menoleh kepada Luhan yang masih berdiri kaku di tempatnya. " Ayo nak, biarkan tabib Zhang melakukan tugasnya. "
" Baik, yang mulia. " Ucap Luhan patuh.
Setelah semua orang pergi, tabib Zhang langsung mendekati peramal Choi dan menatapnya tajam. " Aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan Minho- ya. "
Minho tersenyum tipis. " Kau memang tak bisa dibohongi... "
" Apa yang membuatmu yakin kalau itu adalah putri Luhan? " Tanya Yixing.
" Wajah dibayanganku mirip dengan wajahnya. " Gumam Minho.
" Lalu petunjuk apa lagi yang kau dapatkan? "
" Kau tahu siapa orang di istana ini yang menyukai mawar biru Yixingie? "
Tabib Zhang terdiam sejenak mencoba mengingat. " Hanya satu orang yang aku ketahui setiap pagi selalu menghirup aroma mawar biru. "
" Siapa itu? " tanya Minho tak sabaran.
" Oh Sehun, pelayan pribadi pangeran. "
Minho tertegun, mengingat wajah Sehun, sekilas ia menyadari kemiripan di wajah putra sahabatnya itu dengan putri Luhan. Mungkinkah ?
" Aku akan mencari Oh Sehun sekarang. " Tegas Minho.
" Hei, tunggu kau belum jelaskan... "
Terlambat, Minho sudah lebih dulu menghilang dari hadapan Yixing.
' Jika Sehun berada di air terjun sekarang maka benar, dialah orang yang kami cari selama ini. Tapi bagaimana bisa Suho... '
" Aku pikir kau ingin ke air terjun Hunnie. " Ucap Chen, digenggamnya tangan mungil Sehun dengan jemarinya yang dingin.
" Entahlah hyung, tadinya aku memang ingin ke sana. Tapi pemandangan di sini juga bagus. " Sehun memperhatikan sekelilingnya yang dipenuhi hamparan bunga beraneka warna.
" Ini adalah taman pribadi permaisuri, kalau kita ketahuan berada di sini, kita pasti akan di hukum. " Ucap Chen cemas.
" Hanya sebentar hyung. " Sehun melepaskan genggaman tangan Chen dan melangkah ke sekumpulan tanaman mawar biru.
" Lihat hyung ini, indah sekali bukan. " Sehun mengacungkan tangannya, memperlihatkan setangkai mawar biru yang baru saja ia petik.
Namun senyuman itu hanya bertahan sebentar saat ia melihat kemunculan peramal Choi tepat di hadapannya.
Dengan kekuatan vampirenya, Chen dengan cepat sudah berada di hadapan Sehun, melindungi orang yang sudah di anggapnya seperti adik kandung sendiri itu dari tatapan tajam peramal Choi.
' Di tangannya ada setangkai mawar biru, tapi dia tidak berada di air terjun. Jadi ternyata memang bukan dia ya, tapi mawar itu dan wajah Luhan... ' batin Minho.
" Ada apa peramal Choi kemari? " pertanyaan Chen lebih terlihat sebagai kecurigaan namja itu atas kehadirannya yang mendadak.
" Pangeran Jongin sedang sakit dan ku rasa ia membutuhkan pelayannya sekarang. "
" Apa, Pangeran sakit? " Sehun muncul dari belakang Chen dengan raut wajah cemas yang begitu kentara. " Aku harus pergi sekarang. "
" Tunggu Sehunie, aku akan mengantarmu. " Chen segera menyusul Sehun yang berlari mendahuluinya tanpa menghiraukan peramal Choi lagi.
Namja separu baya itu tampat diam terpaku di tempatnya, sekilas saat ia bertatapan dengan Sehun tadi ia melihat masa depan namja mungil itu dengan Pangeran Jongin. Dia matahari kedua.
' Lalu siapa yang pada akhirnya harus tersingkir ? Suho-ya, takdir yang buruk sedang menanti putramu. '
Peramal choi menatap ke arah punggung Sehun yang semakin menjauh. " Kau manusia yang baik, Nak. Tapi kenapa takdirmu harus sepahit itu. ku harap ada keajaiban yang akan membimbingmu pada jalan hidup yang lebih baik. "
Peramal Choi baru akan pergi dari tempat itu saat penciumannya yang tajam mencium bau yang tidak familiar untuknya.
" Bau ini, dia manusia. Tapi bagaimana bisa dia masuk kesini, dan kenapa dia mengikuti Sehun. aku harus menyelidikinya. " Peramal Choi memejamkan matanya dan dalam sekejap, ia sudah menghilang.
" Kenapa terburu buru Hunnie, kau tahu. Putri Luhan sudah ada di sana, menemani pangeran. Kau hanya akan di usir olehnya. " Ucap Chen.
" Tapi Chen hyung, entah kenapa aku bisa merasakan kalau Pangeran sedang membutuhkan aku sekarang. " Sahut Sehun tanpa mengurangi kecepatan langkahnya.
" Pangeran pasti lebih membutuhkan tunangannya dibandingkan dirimu Hunnie. "
Ucapan Chen, menyadarkan Sehun pada posisinya sebagai pelayan. " Hyung benar, bahkan selama ini Pangeran tidak pernah menatap wajahku. Bagaimana mungkin Pangeran membutuhkanku sekarang. " Sehun menunduk dengan wajah murung.
" Hei, jangan murung lagi Hunna, bagaimana kalau kita ke tempat Bibi Suho dulu, kau pasti lapar kan. Setelah itu baru aku akan mengantarmu ke tempat Pangeran. " Ajak Chen.
Mendengar nama ibunya di sebut, wajah Sehun langsung berubah cerah. " Benarkah kita akan ketempat ibu, hyung? "
Chen mengangguk.
" Kalau begitu, ayo! "
Baru dua langkah Sehun menarik lengan Chen. Suara yang asing terdengar menyapanya. Spontan ia berhenti dan menoleh ke arah samping kirinya. Di sana berdiri sekitar beberapa langkah darinya seorang laki laki bertubuh tinggi dan berparas tampan.
Chen langsung waspada, ia tak pernah melihat lelaki itu, dan dari baunya ia tahu, kalau laki laki itu adalah seorang manusia, sama seperti Sehun.
" Oh Sehun, benarkan? "
Sehun menatap bingung ke arah laki laki itu. " Ya, aku Oh Sehun. Tuan siapa? "
Laki laki itu tersenyum. " Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa melihatmu lagi. Kau tumbuh dengan baik, Nak. Wajahmu sangat cantik seperti ibumu. "
" Siapa kau? " tanya Chen.
" Ah, aku lupa memperkenalkan diriku. Sehun juga mungkin lupa ya, karena aku terakhir bertemu dengannya, saat ia baru lahir. Namaku Wu Yifan. "
" Wu Yifan? " Tanya Sehun bingung.
" Ya... dan Sehuna, bisakah kau mempertemukan aku dengan ibumu sekarang? "
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Seperti biasa review lebih dari dua puluh, aku akan lanjutkan.
