DISCLAIMER : Hiro Mashima

WARNING : OOC, Typo, Newbie, Author Gaje dan Garing -_-

Aye Chapter 3 :D

Semoga chapter ini tidak mengecewakan seperti chapter sebelumnya

Happy reading kalian para exceed :P

Fairy Tail Castle – Ruang kesehatan.

=Natsu POV=

"Luce…" kataku lirih ketika melihat kekasih hatiku terbaring lemah di kasur. Bertahanlah Luce, aku tau kamu pasti bisa menghadapi ini. Luce telah koma 2 minggu dan polyrusca tidak bisa menebak kapan dia bangun. Aku harus tetap disampingnya walaupun itu berarti selamanya. Setidaknya aku bisa mati disampingmu. "I Love you Luce" bisikku sambil mencium kening Lucy.

=Lucy POV=

Ehh dimana aku? Ruang kesehatan? Dan terlihat seseorang dengan rambut pink salmon. Natsu? Tidur ternyata. Imut banget ya mukanya kalau lagi tidur. Ingin ku cubit pipinya tapi kasian. Kenapa aku di ruang kesehatan ya? Emang aku sakit apaan? Dan Sudah berapa lama aku disini? Huaaaaaa terlalu banyak yang ingin ku tanyakan.

"Luce…" ehhh Natsu ngigau tambah gemes ngeliatnya. "Luce… Pantsu… Hehehe" Natsu mengigau lagi dan sekarang dimukanya terbentuk senyum cabul. (bagi yang ngga tau pantsu itu artinya celana dalam)

P-Pantsu? Kyaaaaaa! Baka! Ngigau apaan sih dia -_- dan kenapa ada namaku disitu apa mungkin dia… "Kyaaaaaaa! Natsu kau Pervert!" Secara respon tanganku menjitak kepaa Natsu yang sedang tertidur.

"Aduh! Luce Kau sudah bangun! Syukurah Aku sangat senang" Dia tersenyum dan tiba tiba memelukku dengan erat. Hangat , Tapi ko ada yang aneh ya kenapa kakiku mati rasa?

"E-Eto Luce. Kenapa kau tadi memukulku , bila kau ingin membangunkanku cukup goyangkan saja badanku tak perlu kau pukul" Natsu bersweetdrop.

"Itu karena kau cabul" kataku dengan membuang muka.

"Heh cabul?" Natsu kebingungan. "Apa maksudmu Luce?"

"Lupakan saja yang penting kau pervert" Aku menjulurkan lidahku yang sekseh ini :P "Ooo ya Natsu ngomong ngomong apa yang terjadi? Dimana aku?"

"Sekarang kamu ada di ruang kesehatan Fairy Tail." Jawab Natsu dengan muka sedih.

"Betul kan dugaanku kalau aku sedang di ruang kesehatan. Lucy Heartfillia memang jenius. Tapi Natsu kenapa aku bisa ada disini?" Aku melirik ke arah Natsu yang terlihat gugup. Natsu Kawaii banget kalau lagi gugup. Tapi kenapa dia gugup ya? Ngga seperti biasanya.

"E-Eto Luce. Kamu kecelakaan , Di perempatan dekat rumahmu saat kau pulang tiba tiba ada mobil yang melaju kencang dan menabrakmu" Sekarang aku baru ingat , aku di tabrak saat itu dan pandanganku langsung berbayang bayang.

"Ooo pantas saja aku langsung pingsan , sudah berapa lama aku pingsan?"

"Lebih dari 2 minggu" Jawab Natsu datar. 2 minggu? Bused lama banget , oo iya aku juga belum bayar uang sewa matilah aku bakal tidur di jalan T_T

"Luce aku akan memberi tau kamu sesuatu." Natsu menatap mataku dengan serius. Aku hanya bisa menganggung dan menatap matanya. Apa yang mau dia katakan? Tidak seperti biasanya Natsu serius.

"Sebelum itu aku akan bertanya , Luce apa yang kau rasakan sekarang? " Pertanyaan macam apa itu? Apa yang aku rasakan? "Hemmm apa yang aku rasakan? Oooo ya yang aku rasakan sekarang gatal di punggungku. Pasti gara gara panuku" Jawabku polos.

"Bukan itu yang kumaksudkan" Natsu bersweetdrop. "Yang ku maksud apa yang kau rasakan di bagian kakimu?" oooo aku salah jawab dan aku malah membeberkan rahasia panuku , Bodohnya aku. "Oooo ya now you mention it aku baru ingat , Natsu kenapa kakiku terasa mati rasa?"

Natsu terdiam, pandangannya kosong, ia seperti kehabisan kata kata dan tak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diriku. Kakiku mati rasa ya? Dan itu terjadi setelah aku tertabrak mobil? Mungkinkah ini!

"Lu-Luce sebenernya itu yang akan ku beritau, saat kau tertabrak aku memanggil polyrusca , dan dia memeriksamu" Terliat Natsu menahan air matanya sebentar lalu melanjutkan penjelasannya. "Saatku tanya apa yang terjadi pada dirimu polyrusca hanya bilang Bahwa kamu .."

Sebelum Natsu menyelesaikan kata katanya aku langsung memotong "Aku lumpuh kan?" Jawabku pasti yang membuat Natsu terkejut. Mata Natsu dipenuhi menatapku tidak percaya.

"Kamu sudah tau?" Tanyanya tak percya. "Tau apa? Bahwa aku lumpuh? Hahaha dari tadi aku juga berasumsi begitu aku kan jenius :P tapi aku hanya menunggu kepastian darimu saja." Jawabku tertawa kecil.

"Dan kamu tidak kaget saat mengetahuinya? Apa kamu tau kamu tidak bisa jalan selamanya Luce!" Natsu protes terhadap ketenanganku. "Ini hanya lumpuh Natsuku sayang. Ini bukanlah apa apa." Aku tersenyum lembut mengetahui Natsu mengkhawatirkanku. Kamisama terima kasih telah memberiku kekasih yang perhatian.

"Luce kau sungguh kuat. Kukira kau akan terkejut, shok, dan .." Aku langsung memotong lagi "Dan menangis lalu Langsung lari memelukmu?" aku langsung melemparkan tubuhku ke badan Natsu lalu memeluk Natsu yang tidak jauh dariku.

"Lu-Luce.." Natsu kaget ketika mendapati aku memeluk dirinya.

"Natsu , mungkin kau benar aku akan kaget,shok dan menangis saat mengetahui bahwa aku lumpuh dari mulut orang lain. Dan jujur sebenarnya aku takut Natsu. Tapi karena kau ada di sisiku dan kau yang menjelaskannya , ketakutanku menghilang , aku tau kalau aku berada di dekatmu aku akan aman. Dan karenamu juga aku bisa menghadapi fakta bahwa aku lumpuh dan menganggap ini hanya hal sepele." Jelasku melepas pelukanku dari Natsu dan memegang tangannya. Aku tersenyum menatap mata Natsu yang melihat diriku iba.

"Lu-Luce tapi kau" Natsu seperti tidak percaya perkataanku

"Natsu kau tidak perlu merasa iba. Aku tidaklah sengsara karena lumpuh. Itu pasti Natsu dan itu semua karena adanya kamu disisiku. Coba jika kau tidak ada dan yang ada di sini erza pasti aku akan ketakutan. Kamu adalah alasanku berani , tanpamu mungkin aku rapuh. Tapi bila kamu di sini , di sisiku aku akan kuat" entah dari mana asal kata itu berasal. Aku tidak menyangka bisa berkata seperti itu didepan Natsu.

"Lucy Bagaimana kau bisa begitu tenang? Kau tidak bisa berjalan lagi dan kau harus menggunakan kursi roda" Terlihat kesedihan di raut muka Natsu.

"Kursi roda? Kyaaaa dari dulu aku ingin naik itu tapi tak kusangka harus lumpuh dulu baru naik kursi roda"jawabku sambil tertawa kecil. "Natsu kau harus tau ini , sekarang alasanku untuk hidup dan alasanku bisa tenang sampai sekarang adalah karena kamu di sisiku. Karena aku ditemani oleh orang yang kucintai Natsu. Aku sangat mencintaimu dan itu adalah alasan ketenanganku ketika bersamamu"

Mukaku Sekarang sungguh panas dan kuliat juga muka natsu yang berubah merah semerah lilin cina. Natsu tidak menjawab ia masih kaget dengan jawabanku.

"Aku juga Mencintaimu Luce , Aku mencintaimu aku bangga mempunyai kekasih yang kuat sepertimu." Kekagetan Natsu berubah dan menjadi senyuman yang mengahangatkan diriku. Wajahku sangat panas ketika mendengar dia berbicara seperti itu. "Aku juga Bahagia Natsu" Aku tertawa salting.

"Lu-Luce apa kau ingat sebelum kau tertabrak aku memanggilmu?" Natsu keliatan sangat gugup ada apa dengannya?

"Hnnn aku ingat. Kenapa emang?" Aku penasaran kenapa Natsu bertanya tentang hal itu.

"Itu sebenarnya aku ingin ngomong sesuatu sama kamu" Natsu terliat lebih gugup lagi , mukanya lucu banget rasanya ingin ketawa tapi ngga tega.

"Ngomong sesuatu? Apa itu? Ucapkan saja sekarang"

"Ok aku akan bilang tapi jangan marah. Gini sebenernya aku waktu itu anu E-eto" Natsu keliatan lebih gugup dari biasanya.

"Ah kelamaan nih ngomong kalau kelamaan aku ngga mau dengerin :P" Godaku ketika meliat Natsu grogi. Dengan sengaja aku membuang muka hanya untuk iseng tapi tiba tiba.

"Luce Menikahlah denganku" Tiba tiba tanganku ditarik dan tangan natsu memegang cincin yang datang entah dari mana.

"Kyaaaaaaaa! Natsu apa kau serius!" Aku sangat malu. Kamisama dia melamarku apa ini mimpi?

"Luce aku bersungguh sungguh" Natsu sekarang tersenyum. Sepertinya dia telah lega mengucapkan kata kata itu.

"Na-Natsu.." ini bukan mimpi dia telah melamarku , dia telah melamar gadis sepertiku. Maksudku gadis cacat yang tidaklah bisa berjalan lagi

"Lu-Luce apa kau marah?" Tidak bodoh tentu saja aku tidak marah aku bahagia tapi.

"Tapi Natsu" Mukaku yang tadi merah berubah menjadi sangat suram.

"Tapi apa Luce? Apa kau kira aku melamarmu karena dirimu lumpuh? Luce aku tulus melamarmu"

"Natsu tapi aku lumpuh" Itu yang ada dipikiranku.

"Luce! Aku tidak peduli walaupun kamu lumpuh aku akan tetap mencintaimu" Bagaimana dia bisa menebak pikiranku? Natsu Aku sangat mencintaimu.

"Natsu Aku tidak bisa berjalan lagi apa itu tidak menjadi beban bagimu" air mata kepedihan mulai mengalir dengan deras. Dengan seketika Natsu merangkul tubuhku.

"Aku tidak perduli" Jawab Natsu yang membuat hatiku kaget tapi senang "walaupun kamu lumpuh masih ada kursi roda dan aku dengan senang hati aku membantu mendorongnya untukmu." Jawab Natsu menenangkan diriku.

"Natsu kau …" Air mataku terus mengalir.

"Aku bahkan dengan senang hati akan menggendongmu Luce" Dia melepas pelukannya dan tersenyum ke arahku. Dia berhasil meyakinkanku.

"Natsu Aku mencintaimu. Iya Natsu aku bersedia menikah denganmu" Air mata bahagia turun dari mataku dengan deras dan natsu segera menghapus air mata tersebut lalu memasangkan cincin putih yang indah tersebut di jari manisku.

Tidak kusangka aku akan menikah dengan Natsu. Aku sangat Bahagia. Tanpa kusadari kepalaku dan kepala natsu mulai mendekat semakin mendekat dan bibir kami pun menempel. First kiss ku telah di ambil oleh Natsu tapi aku ikhlas dan sangat bahagia.

"Aku dan Natsu akan menikah. Berjanjilah kau akan selalu bersamaku Natsu" aku tersenyum lebar ke arah Natsu. Natsu pun tersenyum dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan kelingkingku.

"Ya aku berjanji" Natsu mengatakannya "Dan kita akan mempunya 31 anak" Natsu Tertawa.

31 anak? Apa dia meminta 31 anak? Kurang ajar! "Baka!" kupukul kepalanya "cukup 2 anak aku tak ingin ada banyak Natsu dirumahku. Satu aja uda buat rumahku berantakan. BAKA!"

"Hahahaha" Natsu tertawa sambil meringis kesakitan aku juga ikutan tertawa.

Chapter 3 Selesai!

Gimana Minna ceritanya?

Auto correct yang menyesatkan -_- bagaimana cara matiinnya ya?

RnR nya ya minna saran pastinya aku terima dengan ikhlas apa lagi pujian :P

Tapi kalau flame tak tau harus ku apakan -_-

Reply Review:

Berlian Cahyadi : Gomen kak typoku emang uda akut mau digimanain lagi hahaha… and makasih saran dan bantuan tanda bacanya. Sangat membantu.