Rise of the Guardians (c) Dreamworks; William Joyce

by Ratu Obeng (id: 1658345)

.

.

.

—Drabble 03—

"Dingin"


Malam itu acara jalan-jalan Pitch kembali rusak ketika melihat hadirnya dua sosok di kejauhan.

Padahal sang raja mimpi buruk sudah sengaja tidak mengendarai nightmare-nya dan memilih menapakkan kaki di tanah agar tidak bertemu dengan 'pengganggu', tapi entah kenapa akhir-akhir ini nasibnya selalu sial.

Yang satu adalah pria berpostur mungil dengan rambut keemasan sewarna tubuhnya, satu lagi remaja berkulit pucat menyebalkan pembuat onar bermulut pedas berkelakuan buruk serta berpakaian kumal, setidaknya itu menurut Pitch.

Sandman dan Jack Frost.

"Yo, cowo! Sendiri aja nih?"

Pitch mendengus sebal pada sapaan tidak normal itu, Jack terdengar seperti om om mesum yang sedang mengincar mangsa dengan intonasinya yang menggoda. Pertanyaan Jack sama sekali tidak digubris, dia masih terus berjalan seakan tidak melihat siapapun sebelumnya.

Pria berwajah tirus itu juga mengacuhkan Sandy yang ikut melambaikan tangan sebagai pengganti sapaan. Langkahnya dipercepat agar dia tidak harus terlalu lama berada dalam situasi tidak nyaman. Betapa terkejutnya Pitch saat Jack dan Sandy malah memutuskan untuk berjalan santai mengikutinya.

"Betewe, kok buru-buru? Mau kemana sih?"

"Bukan urusanmu, Frost!" Ketus Pitch sambil menambah kecepatan langkahnya.

"Duh, galak bener…" Jack menyamakan langkah lalu menyenggol lengan Pitch dengan sikunya, membuat manik abu keemasan Pitch mendelik tajam ke arah manik lazuli jack.

Jemari gelap Pitch menepis debu-debu virtual yang ditempelkan Jack pada salah satu bagian jubahnya yang panjang elegan. Sebagai seorang anti-Guardian, Pitch berpikir kalau selera berpakaian seorang Jack Frost sangat di bawah rata-rata. Hoodie lusuh dengan celana kain 3/4, bahkan tanpa sepatu. Sungguh rasanya tidak ada rasa bangga dalam diri Pitch walau suatu saat dia berhasil mengalahkan sang winter spirit.

Pitch terus mempercepat langkahnya hingga kecepatan maksimum. Harga dirinya tidak mengijinkannya untuk mengambil langkah seribu. Lari memunggungi musuh sama sekali tidak ada dalam kamusnya, kalau jalan cepat mungkin masih bisa ditolerir.

"Woi, Pitch… jalannya jangan ngebut dong!"

Kalimat perintah itu diiringi dengan injakan kaki Jack pada ujung jubah Pitch sehingga,

BREEEEKKKKKKKK.

Pitch jatuh terjungkang, jumpalitan bak karakter game bertubuh biru yang konsol game terbarunya bakal keluar di PSP Vita musim panas tahun 2013 ini.

"YA AMPUN, PITCH! SORRY, SORRY!" panik Jack sambil berlari ke arah korban yang sudah mendarat manis di atas aspal. Diulurkan tangan pucatnya untuk membantu pria jangkung itu berdiri.

Hasil robekannya sungguh luar biasa, karena sekarang siapapun di sana—termasuk Pitch sendiri bisa melihat seluruh kaki polosnya yang terekspos. Dilihatnya Sandy berbalik untuk menahan tawa, membuat Pitch semakin malu campur kesal.

"Sorry, Pitch… Aku tidak sengaja menginjak jubahmu." ucap jack dengan nada penuh penyesalan, "Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka loh kamu tidak pakai apa-apa di dalam sana. Memangnya tidak dingin?

Pitch langsung menjawab pertanyaan itu dengan menempelkan telapak tangannya keras di salah satu pipi jack.


END

.

.

.

A/N:
Makasih idenya buat Hikari Rio yang penasaran banget sama dalemannya tuan raja, wkwkwwkwkwkw
Fic ini akan abadi, jadi jangan cemas… mari kita kupas satu2 rahasia kostum Pitch seperti bawang #plak

Spesial untuk Shirasaka Konoe yang doyan uke!Pitch.
Aura yaoinya sungguh tipis (atau malah ngga ada?) tapi semoga bisa memuaskan sedikit imajinasimu #apa

This fic have no purposes, targets or anything. It's purely just for f-u-n!
Review or ideas will GREATLY appreciated. Tell Me, and I will give you shout out in the next chapter \:D/