Secret of My Heart
Cast :
Byun Baek Hyun, Park Chan Yeol, Wu Yi Fan (Kris Wu), And Other
Genre :
Romance, Friendship, Hurt/comfort
Recomended Song:
Secret of My Heart - Kuraki Mai
Pairing:
ChanBaek, KrisBaek
Aku sangat takut untuk menunjukkan segalanya
Karena itu aku berjalan agak terpisah darimu
Baek Hyun membuka matanya perlahan, ia terbangun. Kepalanya masih terasa berputar. Seluruh badannya terasa pegal. Ia mengingat-ingat kejadian kemarin. Berita yang menghebohkan Korea mengenai hubungannya dengan Tae Yeon Girls Generation, fandom yang semakin berkurang dan mulai membencinya, fans yang mengejar-ngejar dia dan hampir membunuhnya, Chan Yeol yang menyusul dan membantunya bersembunyi, di cafe itu, dan blush. Pipi Baek Hyun kembali menghangat. Ia lalu tersenyum kecil.
Baek Hyun melempar tatapan ke ranjang di sudut lain kamar. Semua telah tertata rapi, selimut, bantal dan gulingnya. Chan Yeol kemana? Baek Hyun mengerutkan alis. Pria mungil itu terbangun dan menatap ke sekeliling. Apa dia ada jadwal pagi-pagi buta? Ck. Kenapa tidak berpamitan?
Baek Hyun akhirnya menyambar handuk di sudut kamar, memilih beberapa kaos santai untuk pakaian ganti, lalu ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Tak berapa lama ia keluar dengan rambut sedikit basah. Lalu ia mematut dirinya di cermin. Ia tidak bisa tersenyum lepas saat ini, kehidupannya yang penuh tekanan terus membayangi, tapi itu sudah menjadi takdir yang ia jalani sekarang.
Baek Hyun kemudian melangkahkan kaki menuruni tangga menuju ruang makan. Di sana tampak Suho tengah membaca surat kabar, Kyung Soo yang membuat susu untuk masing-masing anak, Se Hun yang terlihat sibuk memandang omelet miliknya yang terlihat lezat namun sesekali berbicara di sudut telepon, Kai yang baru saja turun bersamaan dengan Baek Hyun sambil menguap, pasti dia baru bangun tidur.
"Hai hyung..." Kai menyapa dengan muka kusutnya.
"Hai–" Belum selesai Baek Hyun menjawab sapaannya tapi Kai sudah terlebih dulu menarik kursinya dan mencomot omelet buatan Kyung Soo yang terkenal lezat itu. Baek Hyun hanya bisa mendecak sambil duduk di kursi lajur kanan yang dua deretnya masih kosong.
"Kim Jong In!" pekik Kyung Soo tertahan. Kai menghentikan aktivitasnya lantas nyengir ke arah sang kekasih. Perlu diberitahu, dalam hubungan ini Kai dan Kyung Soo adalah sepasang kekasih. Tidak ada yang mengetahui hubungan mereka selain EXO member, bahkan manajer pun tidak tahu. Itu berarti mereka gay, tapi tidak masalah bukan asal mereka saling mencintai? Pendukung KaiSoo juga lumayan banyak.
"Kenapa sayang?"
Kyung Soo mendelik. "Cuci mukamu sekarang! Aku tidak menerima penolakan!"
Kai skak mat. Kalau Kyung Soo sudah mengomel seperti itu mau tidak mau ia harus melaksanakan titahnya, jika tidak bisa jadi jatah sarapan paginya akan menghilang. "Baiklah..." Pemuda itu akhirnya berjalan menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur.
Kyung Soo tampak tersenyum. Kai begitu manis saat patuh seperti ini.
"Selamat pagi." Baek Hyun terlambat memberikan ucapan, ia tentu tidak mau menginterupsi insiden yang baru saja terjadi karena ia sebagai penyimak. Namun, sebagai bentuk kesopanan ia juga harus menyapa yang lain.
Pemuda bermata doe itu lantas meletakkan susu terakhir di meja Baek Hyun. Khusus untuknya susu strawberry kesukaan sang kurcaci.
"Pagi Baek Hyun-ah."
"Gomawo Kyung Soo-ya." Baek Hyun tidak menyunggingkan senyum seperti biasa, ekspresinya datar, dan itu membuat Kyung Soo tertegun. Ia mengerti.
Suho melipat surat kabarnya, lalu menatap Baek Hyun. "Pagi Baek.."
"Sudah dulu ya... Kita lanjutkan nanti, bye hyung!" Se Hun menutup teleponnya, kemudian menatap lurus ke arah Baek Hyun yang duduk tepat menghadapnya. "Pagi Baek Hyun hyung!"
Baek Hyun hanya mengangguk. Ia malas bicara entah mengapa. Kai pada akhirnya telah kembali dari kamar mandi dan langsung mengambil posisi di dekat Se Hun, sedangkan Kyung Soo duduk di kepala meja yang lain, bersinggungan dengan Baek Hyun dan Kai.
Mereka mulai makan dengan tenang, tak ada suara. Kecanggungan masih melingkupi mereka sejak insiden kemarin. Mereka bukannya tidak mau bicara, setiap orang di ruangan itu mempunyai pikiran yang berkecamuk pada masing-masing benak mereka.
Baek Hyun sendiri memilih menghabiskan omeletnya dalam diam sambil sesekali melirik kursi Chan Yeol. Suho menyadari itu, ia lantas berdehem. "Ehem..."
Se Hun yang menyadarinya juga jadi ikut bertanya. "Aku baru sadar, Chan Yeol hyung tidak ada. Dia kemana? Apakah kau tau Baek Hyun hyung?" Sang magnae penasaran. Kai mengangkat bahu.
Baek Hyun menggeleng. Sungguh ia tidak tahu.
"Pagi-pagi tadi dia buru-buru pergi." Kyung Soo menyahut. Ia masih tenang memakan omelet miliknya.
"Dia pamit padaku akan pulang telat hari ini." Suho berujar. Saat itulah Baek Hyun menghela nafas panjang. Ia akan merasa kesepian.
"Hyungh! Janghan lemhas sepwerthi itwu! Adha khamwi di swini!" (re: Hyung! Jangan lemas seperti itu! Ada kami di sini!) Se Hun mencoba mencairkan suasana. Ia memamerkan pipinya yang gembung berisi penuh omelet pada Baek Hyun yang sedaritadi diam, mencoba menyemangati.
"Jangan makan sambil bicara!" Kyung Soo kembali mengomel. Ia memang sangat menyayangi makanan, dan dia cinta kebersihan.
"Bodoh," gerutu Kai.
"Aphwa maksdumwu!" (re: Apa maksudmu!) Se Hun membentak Kai membuat sebagian makanannya terciprat.
"OH SE HUN!"
Kai mengusap wajahnya garang, dan Kyung Soo terlihat marah, sedangkan Suho hanya menonton. Di sisi lain Baek Hyun tersenyum kecil.
Lucu sekali keluarga kecilnya ini.
~XXX~
Chan Yeol sudah dua hari ini menghindari Baek Hyun dan ini membuatnya gusar. Entah dengan alasan syuting, siaran radio, variety show, atau hal lain yang pastinya membuat Baek Hyun semakin sedih. Wajah pemuda itu semakin tirus. Ia mendengar banyak hal yang buruk dari sekelilingnya. Ia masih mencoba menutup telinga. Namun, saat ini ia lelah.
Baek Hyun akhirnya memutuskan untuk mengisi jadwal yang sementara di cancel dengan membaca berita melalui ponsel androidnya. Kris hyung berada di Korea! Namun, ia juga melihat ada beberapa teaser sebuah film yang beredar, Kris akan membintangi "Somewhere Only We Know".
"Astaga hyung! Kau semakin tampan di sana!?" teriak Baek Hyun. Ia benar-benar tidak habis pikir bahwa hyungnya itu akan segera debut menjadi aktor.
Kris atau sekarang biasa dipanggil Wu Yi Fan memang hyung favoritnya di EXO, anggap saja sekaligus bias Baek Hyun. Jadi, Baek Hyun benar-benar mengidolakan hyungnya itu, dan meresmikan diri sebagai fanboy-nya. Untuk itulah ia sangat merasa terpukul ketika Kris memutuskan hengkang dari kelompok mereka dengan mengajukan gugatan lawsuit.
"Apakah aku harus mengunjunginya? Kudengar lusa dia akan segera terbang kembali ke China untuk memulai syuting."
Setelah menimbang-nimbang agak lama akhirnya Baek Hyun di sini. Ia telah berdiri di sebuah apartemen bernomor 79. Ia memencet bel untuk yang ketiga kalinya karena sudah sejak tadi tidak terdengar ada aktivitas bergerak di dalam sana. Jangan-jangan Baek Hyun datang di waktu yang tidak tepat?
Hampir pemuda itu melangkahkan kakinya untuk pergi tapi suara pintu di depannya yang terayun dan suara berat yang memanggil namanya itu menghentikan langkahnya.
"Baek Hyun?"
~XXX~
Baek Hyun mulai bercengkerama dengan Kris saat itu. Ia berbasa-basi menanyakan keadaan Kris, membahas hyungnya yang mau debut menjadi aktor, dan ia terlihat antusias saat membicarakan drama terbaru Kris. Baek Hyun sama sekali tidak menyinggung masalah dirinya, keanehan Chan Yeol atau member EXO yang lain karena itu akan jadi topik sensitif.
"Hai fans!" Kris mulai menaikkan satu kakinya ke meja dan melakukan wink menggoda ke arah Baek Hyun. Pria tinggi dengan bibir seksi ini memang suka sekali mengerjai dongsaeng yang lebih muda darinya itu.
Baek Hyun terdiam di tempat. Ia hanya memutar bola matanya menatap Kris. "Yeah, aku memang mengidolakanmu tapi jangan menggodaku, Kris hyung."
"Ani. Siapa yang menggodamu ck.. Percaya diri sekali." Kris melirik Baek Hyun, ia tersenyum licik. Baek Hyun pikir, sepertinya pria di hadapannya mulai sibuk memainkan ekspresi untuk drama terbarunya.
"Aku merasa kau menggodaku! Senyummu aneh!" Baek Hyun mulai waspada, sedangkan Kris hanya bisa tertawa melihat ekspresi Baek Hyun yang terlalu serius. Baek Hyun mendecak, ia melirik arlojinya. Sudah pukul tujuh malam, ia harus pulang jika tidak ingin kehabisan bus. Ia cukup membawa peralatan menyamar yang sempurna. "Aku pamit pulang, kau tidak mau bermain ke dorm hyung?" Baek Hyun memakai jaketnya. Ia melirik Kris yang tiba-tiba terpaku di tempat. Topik yang sensitif.
"Hm... Ke dorm? Aku merindukan dorm, sayang sekali aku ragu untuk ke sana." Suasana hening yang tercipta beberapa saat lalu seketika lenyap. Kris terlihat merenggangkan ototnya. Beban di pundaknya banyak, namun ia membawanya dengan santai.
"Kurasa member yang lain pasti merindukanmu?" Baek Hyun memiringkan alisnya. Ia penasaran bagaimana perasaan Kris yang sesungguhnya saat ini. Dan Baek Hyun lihat ada kabut di matanya.
"Merindukanku? Hm mungkin, tapi aku ragu pada Suho. Kau tau kan kalau marah dia seperti..." Kris tiba-tiba membuat tangannya seperti bentuk mencakar, dan wajahnya dibuat semenakutkan mungkin. Yeah, itu untuk visualisasi Suho yang marah.
Baek Hyun tersenyum kecil melihat itu. "Suho hyung ikut stress akhir-akhir ini karena masalahku haha..." Ia menghentikan ucapannya, Kris menatap wajah Baek Hyun yang tiba-tiba berubah murung. Topik yang sensitif lagi. Ia juga telah mengetahui semua itu. Masalah besar yang menimpa Baek Hyun.
"Kami sebenarnya membutuhkanmu." Ia mengakhiri dan memberikan tatapan sendunya pada Kris.
"Belum untuk saat ini. Tapi kau harus tahu, aku tetap mencintai kalian." Kris merangkul Baek Hyun, menepuk pundaknya memberikan kekuatan. Pria mungil ini tampak rapuh sekarang.
Baek Hyun tahu itu. Kris takkan begitu kejam meninggalkan mereka jika tanpa alasan, dan ia memahami. "Maafkan kami. Kami juga mencintaimu hyung..." Baek Hyun tersenyum tulus saat ini, ya ini yang ia rasakan.
"EXO yang mencintaiku, atau kau yang mencintaiku karena aku adalah biasmu? Hahaha" Kris kembali bergurau. Sebenarnya ia juga ingin tahu perasaan Baek Hyun yang sebenarnya. Hey, diam-diam pria jangkung ini juga menyukaimu Tuan Byun!
"Bagaimana menurutmu saja haha," celetuk Baek Hyun. Ia kemudian menatap sekitar apartemen Kris yang kini menyita perhatiannya. "Aku belum sempat bilang ya, apartemenmu berantakan sekali. Inikah kehidupan seorang bujangan?"
Kris ikut melempar tatapan ke penjuru apartemennya. "Aku tidak peduli."
"Meskipun tempat ini seperti kapal Neptunus pecah, eoh? Kau jorok sekali!" Ia meninju pelan perut Kris. Baek Hyun terpaksa mengurungkan niat untuk pulang. Ia melepas jaketnya lantas memunguti sampah-sampah yang berserakan. Ada banyak bungkusan snack, botol cola, bahkan celana dalam yang tersangkut di sofa.
"Akh!" Si namja tiang merintih dibuat-buat dengan memegang perutnya. Ia pura pura sakit. Wajah datarnya ia tunjukkan saat melihat kelakuan Baek Hyun yang mulai memberesi ruangan itu. "Aish. Biarkan saja kenapa kau membersihkannya!" Kris terlihat gemas.
"Aku tak suka melihat tempat seberantakan ini." Baek Hyun menatap Kris yang masih memegang perutnya dan kembali memasang wajah kesakitan.
"Masih sakit, hyung? Sungguh, aku yakin melakukannya pelan!" Ia tampak khawatir, Kris hanya mengangguk tak memberikan balasan. Lalu Baek Hyun mencoba memegang wajah Kris, namun senyum itu membuatnya tahu bahwa pria ini menipunya. "Kau bohong ya!" Baek Hyun berwajah datar.
Kris melihat wajah Baek Hyun lebih dekat. "Aku tidak menyangka, kau cantik juga Baek dan ternyata kau adalah fansku." Ia tersenyum licik dan mengangkat satu alisnya.
Sungguh. Wajah Kris dari dekat juga tampan. Baek Hyun kau terpesona dengan itu? "A..aku tampan hyung!" Baek Hyun menjauhkan wajahnya dari Kris. "Kau beruntung punya fans setampan diriku!"
Baek Hyun kembali pada aktivitasnya, memunguti sampah-sampah itu dan membereskan segala hal yang berantakan.
"Aish. Kasihan fansku membereskannya." Kris tertawa. Ia senang sekali menggoda Baek Hyun seperti ini. Namun, pada akhirnya pemuda berdarah Cina-Kanada itu turun tangan membantu Baek Hyun membersihkan tempat itu. Ia tidak sengaja melempar sebuah handuk ke Baek Hyun, dan dengan acuh ia kembali membereskan.
"Ya! Hyung! Jangan menggangguku!" Baek Hyun memasang wajah kesal. Kris hanya melirik dan kembali tertawa. Ekspresi Baek Hyun yang seperti itu tampak lucu. Baek Hyun membuang muka lalu memegang handuknya dan berjalan ke belakang. Ia memasukkan benda lembut itu ke dalam mesin cuci.
Kemudian Baek Hyun mulai mengepel lantai. Ia benar-benar anak yang rajin bukan?
"Uhh..." Keringat mulai menetes dari sela-sela pelipisnya, turun dari ujung rambutnya yang kini lepek, tapi ia tetap terlihat tampan dan manis, malas semakin maskulin.
Kris yang melihat itu jadi ingin kembali menjahilinya. "Hei tidak perlu membersihkan lantainya! Sini!" Kris mengambil kain pelnya dan mengepel lantai itu secara abstrak. Alhasil bukannya bersih, lantai itu malah semakin kotor.
"Lihat kau merusak hasil kerja kerasku!" Baek Hyun sewot. Ia merebut kain pel dari hyungnya itu. "Diam dan duduklah, hyung! Sebentar lagi aku selesai!" Ia memperingatkan dan mengepel lantai itu lagi.
"Fans bawel." Kris mendecak. Ia kemudian lari ke dapur. Daripada tidak ada pekerjaan ia akhirnya membuat beberapa helai sandwich. "Suka tidak ya? Mulutnya itu bawel, kuharap dia tidak akan berkomentar macam-macam tentang ini ck." Bahkan Kris juga membuatkan susu strawaberry untuk Baek Hyun.
~XXX~
Chan Yeol terlihat uring-uringan. Ia akhir-akhir ini memang sengaja menghindari Baek Hyun, tetapi ia justru yang merasa merindukan kurcacinya itu. Baek Hyun mungkin tidak sadar akan perangai Chan Yeol, tapi pemuda itu sungguh ingin sekali menghilangkan perasaan yang meletup-letup di hatinya seperti sekarang ini.
Tiga jam yang lalu Baek Hyun mengirim pesan singkat ke ponselnya. Chan Yeol bermaksud mengabaikan segala hal yang dikirim Baek Hyun, karena jika ia mulai memperhatikan, ia takkan bisa berhenti.
From: Smurfy
Dobi, aku ke apartemen Kris hyung! Aku akan mengabari jika sudah kembali ke dorm. Kita harus bertemu.
Dan kini di lokasi syuting roommate Chan Yeol tampak gelisah. Mereka masih break sesaat dan meminum isotonik yang disediakan oleh staf. Nana member Afterschool yang satu program dengan Chan Yeol menyodorkan minuman itu pada Chan Yeol. Chan Yeol membungkuk dan berterima kasih. Masih terlalu formal sikapnya pada Nana, mengingat bahwa Afterschool debut jauh lebih dulu daripada EXO.
"Ayo minum bersama!" Nana terlihat bersemangat dan membuka softdrinknya pelan. Chan Yeol melakukan hal yang sama dan mereka menempelkan kaleng satu sama lain.
"Kau terlihat gelisah?" Nana bertanya dari balik kaleng yang ia minum.
Chan Yeol hampir tersedak saat itu. Apakah ekspesinya benar-benar gampang ditebak?
"Uhuk!" Ia menepuk-nepuk dadanya sendiri, sedangkan Nana menggeleng tak mengerti. "Tidak, aku hanya mengkhawatirkan sesuatu," ucapnya menerawang.
"Apa itu?" Nana terlihat ingin tahu.
"Ah, hanya saja aku sedang menghindari sesuatu." Chan Yeol terlihat menggaruk tengkuknya bingung.
Park Min Woo aktor yang juga ikut dalam program roommate tiba-tiba membalas. "Jangan pernah menghindari sesuatu seperti pengecut, karena hal itu bukan menyelesaikan masalah tapi akan menambah masalah. Sebaiknya kau selesaikanlah secara jantan. Bukankah kau ini laki-laki?"
Chan Yeol tertegun mendengar penuturan sang aktor. Nana menepuk pundak Min Woo menyetujui pemikiran dari teman sekamar Seo Kang Joon itu.
Shin Sung Woo teman sekamar Chan Yeol juga tiba-tiba menginterupsi, "Selesaikan dengan cepat Chan Yeol, setelah ini kita akan libur dua hari untuk syuting. Jadi, kau akan punya waktu luang untuk memikirkan hal itu." Pria dewasa yang brewoknya telah dicukur habis oleh Park Bom 2NE1 pada awal-awal episode roommate itu lantas mengangkat kalengnya, seolah bersulang. Chan Yeol mengangguk lalu tersenyum. Ia harus bicara dengan Baek Hyun.
Akhirnya Chan Yeol mengetik sebuah pesan.
To: Smurfy
Aku akan menjemputmu. Tunggu aku.
~XXX~
"Wow! Kerja bagus Byun Baek Hyun!" Ia menatap sekeliling dengan pandangan puas. Ruangan ini benar-benar terlihat bersih, berbeda sekali dengan kondisinya satu jam yang lalu. Baek Hyun lalu menaruh kain pel ke belakang. Ia mencuci tangan dan mencuci mukanya untuk menghilangkan keringat yang membasahi wajah tampannya.
Selesai menyegarkan diri ia lalu keluar. Alis pemuda mungil itu berkerut karena tak mengetahui keberadaan si empunya apartemen.
"Kris hyung kemana ya?" Baek Hyun mencari ke berbagai sudut. Ia mendengar ada suara-suara dari dapur. Ia perlahan menuju tempat itu dan menemukan punggung lapang Kris yang terlihat sibuk membuat sesuatu. Baek Hyun mendekatinya. "Sedang membuat apa, hyungie?"
Kris terkejut mendengar suara Baek Hyun. Ia yang segera sadar langsung menyapa pria mungil yang cukup ingin tahu itu. "Hai cantik hahaha!"
"Aku tampan hyung!" Baek Hyun kembali memprotes. Ia mempoutkan bibirnya lucu karena kesal.
Kris membalikkan badan. Ia menutupi sandwich dan susu yang ia buat dengan punggungnya. Entah mengapa ketahuan seperti ini ia jadi sedikit gugup.
"Apa itu?" Baek Hyun terlihat penasaran dengan sesuatu yang disembunyikan Kris. Namun, Kris tetap kukuh di tempatnya tak mau bergeser. Sayangnya Baek Hyun lebih cekatan, entah sejak kapan ia sudah berdiri di samping Kris dan melongokkan kepalanya ke arah sandwich dan susu strawberry yang siap makan itu.
"Susu strawberry..." Ia tampak berbinar-binar. "Ahh itu pasti untukku kan hyung?" Baek Hyun melakukan wink imut ke arah Kris, dan astaga itu sungguh manis sekali. Bahkan Kris sampai terbengong-bengong melihatnya.
Setelah sadar ia baru merespon. "Oh? Ya.. ini untukmu, cantik." Kris langsung tersenyum kikuk.
"Ishh aku tidak cantik!" Baek Hyun memelototi hyungnya. Ia tampan, tapi mengapa semua orang setuju dengan kata-kata cantik untuk mendeskripsikan dirinya? Dunia ini tidak adil.
Baek Hyun lantas memandang sandwich itu. "Kebetulan aku lapar," celetuknya. Ia langsung mencomot sandwichnya tanpa permisi lalu menggigitnya.
"Eh.. Aish.. Dasar fans! Kenapa tidak ijin dulu, Byun baek Hyun!" Kris gemas. Ia mau tidak mau ikut menggigit ujung sandwich Baek Hyun yang lain. Ia menarik sandwich itu dengan bibir.
"Aku lupa. Aku makan ini hyung, kau ambil yang lain saja!" Baek Hyun bicara sambil tetap menggigit potongan roti itu. Ia terus memelototi Kris sambil menelan sandwich yang berhasil diraih, namun posisinya tetap menggigit benda malang yang diperebutkan itu.
"Tidak..afkan!" (re: Tidak akan!)
Kris tetap mempertahankan sandwich itu. Ia memakannya dengan pandangan menantang.
"Menyebalkan!" Baek Hyun menggembungkan pipinya. Ia menggigit roti itu banyak-banyak. Kini ia menatap mata pemuda itu. Tampan, membuatnya terkesima, inilah sorot mata Kris sang idola.
"Menantang ya?" Kris menyeringai. Ia kembali makan lebih banyak sandwich itu dan mendekatkan bibirnya ke bibir Baek Hyun. Dan ia mengunyah potongan sandwich terakhirnya tanpa sadar.
Baek Hyun menggigit potongan terakhir di mulut Kris. Saat itu tiba-tiba ponselnya bergetar dan "Uhuk!" Baek Hyun tersedak sebelum mencapai bibir Kris. Ia menepuk-nepuk dadanya, kesusahan bernafas.
"Eh Baek. Baek?" Kris tampak khawatir. Ia mendorong pemuda itu, lalu mendudukkannya di kursi. Ia segera mengambil air putih dari dispenser lalu menyodorkannya pada Baek Hyun yang masih menepuk-nepuk dadanya. "Aish cepat minum."
Baek Hyun meminum airnya. Ia lalu batuk-batuk kecil. Kemudian ia sedikit bisa mengambil nafas, mengatur napasnya pelan. "Ahh lega..." Ia mengurut dada lalur melirik Kris. Wajahnya tiba-tiba memerah jika mengingat kejadian tadi. Hampir saja ciumannya dicuri!
"Eh?" Kris menarik kursi di depan Baek Hyun. "Kau sudah lebih baik? Makanya makan hati-hati." Kris mengusak pelan kepala Baek Hyun. Kris kembali terkejut melihat wajah Baek Hyun berubah. "Tapi.. Wajahmu memerah Baek. Kau sakit?"
"Kau yang membuatku tersedak hyung! Aku tidak apa-apa!" Baek Hyun memalingkan wajahnya. Ia baru ingat ponselnya yang bergetar. Ia langsung merogoh sakunya, memeriksa. Tertera jelas Chan Yeol pengirimnya, dan hal itu membuat hatinya menghangat.
"Hyung... Aku harus pulang. Dobi sudah menjemputku di bawah." Baek Hyun mengucapkan dengan lantang. Ia senang Chan Yeol peduli padanya, setidaknya pesan itu menyelamatkannya dari terkaman Kris.
"Hmmm.. Yang dapat pesan dari pacarnya hahaha." Kris mulai mencolek-colek Baek Hyun. ia menggoda namja mungil itu.
"Apa-apaan kau!" Baek Hyun menjitak Kris. Ia segera meraih jaket dan memakainya, sedangkan Kris hanya meringis. "Sudah ya hyung. Jangan buat apartemenmu berantakan lagi. Annyeong!" Baek Hyun membungkuk lalu buru-buru turun ke bawah.
"Annyeong! Hati-hati!" Kris berteriak. "Ck... ChanBaek couple tukang berisik ketika di dorm." Ia lantas tersenyum. Setidaknya Kris tenang jika Baek Hyun bersama Chan Yeol, walau dia merasa sedikit cemburu. Entahlah. Kris berjalan menuju balkon. Ia mengantar kepergian Baek Hyun dengan ekor matanya.
Sesampainya di depan apartemen, Baek Hyun terlihat memasukkan tangannya ke jaket. Ia melihat sesekali ke jalanan. Mobil sudah mulai sepi berlalu lalang. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. "Dia kemana sih?" Baek Hyun bergumam karena tak melihat sosok Chan Yeol.
Ia hendak mengecek ponselnya lagi tapi sayang, saat itu tiba-tiba ponsel itu tiada. Kasihan sekali kau Byun Baek Hyun.
"Masa iya aku harus pulang jalan kaki?" Baek Hyun terlihat kesal. Ia tidak sabar. Dan akhirnya setelah menimbang-nimbang ia mulai berjalan kaki ke halte terdekat. Apa boleh buat. Ini semua salah Chan Yeol.
Kris yang berada di atas sana mengerutkan alis. "Baek Hyun berjalan sendiri? Aish... Katanya dijemput? Kemana si Chan Yeol itu eoh!" Buru-buru Kris menyambar kunci mobilnya. Ia masuk ke mobil lalu mencari Baek Hyun.
"Aish. Arahnya kemana tadi?" Kris tampak kebingungan.
"Padahal, jalanan di sekitar sini berbahaya jika malam hari."
~XXX~
"Aku akan membunuhnya kalau sudah sampai dorm! Lihat saja!" Baek Hyun mengepalkan tangannya geram. Ia menyembunyikan wajah di balik tudung jaket. Pemuda asal Bucheon itu berjalan terus ke halte terdekat. Jaraknya kurang lebih 200 meter dari apartemen Kris. Jarak yang lumayan.
Baek Hyun ingin cepat sampai ke dorm dan istirahat. Ia sudah tidak peduli lagi dengan Chan Yeol, terserah dia mau berkata apa dia tak akan mendengarkan. Seluruh badannya sudah pegal, dan ia hanya membayangkan kasur empuk di kamarnya terus melambai-lambai ingin ditiduri olehnya. Yeah, Baek Hyun berjanji akan menggumulinya lebih mesra dari apapun/?
Tiba-tiba langkah Baek Hyun diinterupsi oleh siluet mobil volvo hitam yang menepi ke arahnya. Mobil itu berjalan pelan di samping Baek Hyun, dengan pengemudi yang memakai topi dan berkacamata. Ia menurunkan kaca jendela mobilnya dan bersiul.
"Hai nona?"
Suaranya seperti om-om.
Sial.
Baek Hyun bahkan malas untuk meliriknya. Nona siapa pula yang dia panggil?
Sinting.
Baek Hyun melirik ke samping. "Buang kacamata hitammu itu ahjussi, kau perlu memeriksakan matamu ke dokter!" Baek Hyun lantas berjalan cepat menjauhi mobil hitam itu.
Namun sayang, mobil hitam itu terus mengikutinya. Mengekor seperti anak ayam mencari induknya, atau lebih tepatnya seperti serigala yang mencari mangsa.
"Ikutlah aku. Masuk ke mobilku. Lalu berikan aku kecupan untuk malam ini!" Pria itu tampak menyeringai.
Baek Hyun memutar bola matanya jengah. "Aku akan membungkam mulut mesummu dengan sepatuku!" Baek Hyun sudah tak ingin berurusan dengannya. Lantas ia mengabaikan orang gila mesum tadi. Ia memilih cepat-cepat berjalan ke halte yang jaraknya beberapa meter lagi dari kakinya.
"Ayolah nona. Kau tahu kan malam seperti ini tidak ada bis?" Orang itu menarik tangan Baek Hyun secara mendadak. Ia membenarkan kacamatanya.
Baek Hyun terkejut akan perlakuan tidak sopan orang gila mesum ini. Ia lantas mengamati orang itu. Mengamatinya lekat-lekat.
"Tunggu... Aku sepertinya mengenalmu?"
Baek Hyun membuka kacamata orang itu dan terbelalak.
~To Be Continued~
Akhirnya chapter 3 update :3
BIG THANKS TO :
Dimasdobi, DuchenneKae, fxjnriw, Lady Unicorn, Yongin21, meliarisky7, alightphoenix, dandelionleon, park baekyeol, BaekHyo, Chanbaek forever, bebefujo
Balesan review:
dimasdobi: Yah kita liat saja nanti :v Thanks reviewnya
Lady Unicorn: Saeng juga suka adegan itu unn xD feelingnya dapet/? Chan Yeol hanya ingin menata hatinya/? Thanks for review unn ^^
ChanBaek Forever: iya di kafe juga adegan favorit xD gomawo udah dukung Baek Hyun /angkat banner chanbaek/? Thans for review ^^
Oke bagaimana tentang chapter ini? Kritik dan saran author terima untuk perbaikan chapter selanjutnya ^^
So, mind to review?
