Warning : Fic gaje, ide pasaran , mengkin bikin ilfil, typo, hati² kadang tulisan hilang bikin pembaca bingung . . . 😕
.
.
sumary : Naruto berkelahi dengan saudaranya malam itu. Hingga Naruto meluapkan emosinya pada keluarga. Sejak saat itu Naruto seolah membentengi hatinya dangan keluarganya.
.
.
.
Disclaimer : Naruto dan kawan² milik Masashi kishimoto aku cuma pinjam sebentar ^_^
.
.
Rated : T
.
.
Pair : Naruto x , , , ?
.
.
.
Hati yang terluka
Chapter : 3
.
.
Naruto baru pulang sekalah ia langsung melangang masuk tanpa mengucap salam dulu ia selalu mengucap salam setiap masuk kerumah tapi yang menyuhuti selalu maid atau kepala palayan rumah ini yaitu Iruka Umino yang selalu memberinya perhatian padanya dan menghiburnya disaat ia sedih atau memberi selamat saat ia mendapat nilai bagus atau memenangkan kejuaraan diklub basket ya Iruka selalu ada untuknya mereka akan merayakan berdua meski hanya dengan ditraktir ramen tapi Naruto sangat senang. Naruto sangat menghormati Iruka dan menyeganinya meski dirumah ini Iruka hanya kepala pelayan tapi bagi Naruto Iruka sudah dia anggap seperti ayah olehnya karna Iruka tak segan untuk memarahinya disaat ia melakukan kesalahan dan memberi nasihat setelahnya. Naruto berjalan memasuki rumah hendak menuju tangga.
"Okaeri tuan muda" ucap seorang pria berambut coklat yang diikat dan ada luka melintang dihidungnya.
Naruto menghentikan langkahnya dan melihat orang yang baru saja menyapanya ia hanya menatap datar pria tersebut. Yang ditatap hanya mengela nafas lalu tersenyum.
"Okaeri Naruto-kun" ucapanya sembil tersenyum. Ia tau betul maksud tatap tuan muda didepannya ini.
"Tadaima paman Iruka" jawab Naruto dengan lembut.
"Bagaimana sekolah mu hari ini" tanya Iruka sambil berjalan bersampingan dengan Naruto.
"Biasa tak ada yang istimewa paman" menjawab pertanyaan Iruka ia berjalan menaiki tangga dan Iruka berberjalan lurus menuju halaman belakang.
.
.
.
Didapur Kushina sedang memasak ramen berharap Naruto mau memakannya. Ya Kushina tau makanan kesukaan Naruto setelah bertanya ini dan itu pada Iruka karna menurutnya dirumah ini Iruka yang paling dekat dengan Naruto makanya iya bertanya segala yang ingin iya tau tentang anaknya dari Iruka. Kushina tersenyum puas setelah masakanya telah jadi iya segera menyiapkanya diatas meja.
.
.
Naruto turun dari lantai atas ia sudah berganti dengan baju ia memakai kaos putih bergambar rubah berekor sembilan dan memakai jaket orange hitam (seperti jaket yang dipakai Naruto diNS ya) lalu memakai jelana jeans berwarna hitam. Naruto bersiap untuk pergi ia melihat Kushina sedang menata makanan diatas meja. Kushina melihat Naruto yang baru turun dari tangga lantas berjalan menghampirinya ia berdiri disamping tangga.
"Kau sudah pulang Naru"ucap Kushina pada Naruto dengan senyum dibibirnya. Naruto menatap datar Kushina.
"Hn" jawab Naruto seadanya lalu berbalik hendak pergi namun terhenti saat merasa ada yang mencekal lengannya.
Kushina yang melihat Naruto akan pergi mencekal tangan anaknya. Naruto berbalik menghadap ibunya memandang datar Kushina.
"Kamu mau kemana Naru? tidak kah kau mau makan dulu kaa san sudah memasakkan ramen untuk mu" ujar Kushina pada Naruto. Naruto melepaskan tangan ibunya lalu melihat jam tangan yang ia kenakan.
"Aku ada urusan.! aku akan makan diluar.! dan bersikaplah seperti biasa jangan hiraukan aku"ucap Naruto lalu melengang pergi.
Kushina mentap kepergian Naruto dengan pandangan sedih.
' Inikah rasanya diabaikan' tanya Khusina dalam hati
Flahsback on.
Saat ini Kushina baru pulang dari sekolah Menma dan Naruto. Ia berjalan menuju sofa Menma dan Naruto berjalan mengekor dibelakangnya. Kushina duduk diapit kedua anaknya dengan Menma duduk disebelah kanan dan Naruto duduk disebelah kirinya mereka duduk disofa panjang.
"Ne. Menma mana rapornya kaa san ingin lihat? kaa san ingin melihat lihat nilai mu.!"tanya Kushina pada Menma.
Menma membuka tasnya dan mengambil rapornya lalu memberikannya pada Kushina. Kushina mengambil rapor dari tangan Menma lalu membuka dan ia tersenyum cerah melihat lihat nilai Menma lalu memeluk dan menciumi kedua pipi anaknya.
"Kya. . .kamu selalu membuat kami bangga sayang.! Selamat ya kamu peringkat satu lagi" ujar Kushina sambil memeluk Menma . tanpa mempedulikan Naruto yang kini menatap mereka.
Naruto membuka tasnya dan mengambil rapornya lalu menyodorkannya pada Kushina.
"Ano. . .kaa san ini rapor ku" ujar Naruto pada Kushina sambil menyodorkan rapornya.
Kushina mengambil rapot ditangan Naruto lalu membuka dan melihat lihat lalu memberikannya lagi pada Naruto.
"Kamu harus belajar lebih giat Naru.! Biar bisa seperti Menma" ujar Kushina pada Naruto. Naruto mengambil rapornya lalu bergegas meninggalkan mereka. Kushina tak tau saat Naruto memandang dari tangga.
Naruto berjalan menuju tangga saat ia baru menaiki beberapa anak tangga ia berbalik sejenak melihat Kushina yang sedang memeluk Menma dengan pandangan terluka. Naruto berbalik kembali melanjutkan langkahnya.
Flahsback of.
Air mata Kushina mengalir membasahi pipinya saat mengingat masa lalu. Ia menutup mulutnya dengan tangannya guna menahan isakannya
"Hisk. . .hisk. . .gomen . .hisk. gomen. .Naru. ." Ucap Kushina dengan lirih disela sela isakannya.
.
.
.
Naruto dari dalam rumahnya dan langsung menaiki motornya lalu memakai hlemnya dan menstater motornya. Saat mau menjalan kan motornya ia melihat mobil Menma memasuki gerbang dan berjalan memasuki pekarangan. Naruto menjalankan motornya setelah mobil Menma melewati gerbang. Menma baru pulang dan memsuki gerbang menuju pekaran ia melihat Naruto sedang duduk diatas motor yang sudah menyala ia menghentikan mobilnya dan melihat Naruto pergi dengan motornya dari dalam mobil. Menma keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumah.
.
.
.
"Tadaima" Menma mengcapkan salam saat memasuki rumah dan dijawab oleh maid.
"Kaa san ada dimana? Miyo san (oc)"tanya Menma pada maid yang menjawab salamnya barusan.
"Emm. . Ano nyonya sedang berada dimeja makan tuan muda" jawab maid pada Menma. Maid bersurai hijau berkulit putih dan beriris hitam menjawab dengan kepala menunduk.
"Terima kasih" lalu Menma melengang pergi.
.
.
.
Menma berjalan menuju kedalam menuju ruang keluara yang terhubung dengan ruang makan. Ia melihat pundak ibunya bergetar seperti sedang menahan tangis Menma menatap sedih ibunya. Lalu Menma berjalan menghampiri Kushina dan berdiri dibelakangnya lalu mengusap kedua bahu ibunya. Bukannya tenang bahu Kushina bergetar lebih kencang.
"Hisk. . .hisk. . .kau. .tau. .hisk. .Menma. . .kaa san. . .hisk. . .memasakan . .hisk. .ramen untuk siapa. . .hisk. . .ini untuk Naruto. . .hisk. . .akhirnya. . .hisk . . .akhirnya kaa san . . .tau makanan kesukaan Naruto. . .hish. .hisk. .!" Ucap Kushina dengan isakan sambil tanganya menyuapkan ramen kemulutnya sendiri. Menma hanya dapat memeluk ibunya guna menenangkan ibunya.
.
.
.
.
Naruto menjalankan motornya dengan kecepata sedang. Setelah menempuh perjalan kurang lebih satu setengah jam ia sampai dikafe Akatsuki ia segera memakirkan motornya lalu berjalan masuk kedalam kafe. Ia langsung masuk dan disapa beberapa pelayan setelah balik menyapa Naruto berjalan memasuki ruang staf dan mengganti bajunya dengan seragam pelayan. Inilah kesibukan Naruto setiap harinya sebenernya kafe ini dulunya cuma buat berkumpul dengan teman-temannya untuk mencari kesibukan diluar rumah. Ia melamar kerjaan saat melihat lowongan dan diterima kerja disana karna Naruto pikir tak mungkin ia mengajak teman-temannya nongkrong tiap hari jadi lebih baik kerja sambilan dari pada dirumah sekaligus belajar mencari uang agar tak bergantung pada orang tuannya.
.
.
.
Naruto berjalan menuju teman kerjanya, wanita bersurai pirang pucat yang diikat seperti ekor kuda tinggi dan poninya menutupi sebagian dari wajahnya, berkulit putih bersih tanpa cacat, iris matanya biru, dia adalah salah satu pegawai di cafe ini ia bernama Ino Yamanaka cantik seperti boneka berbie hidup selalu ingin terlihat rapi cerewet, ceria, mudah bergaul, Naruto berjalan menghampiri Ino yang sedang berdiri dimeja kasir yang sedang melayani pelangan, Ino yang melihat kedatangan Naruto mendengus kecil.
"Untung menejer sedang tidak ada saat ini. Kalau tidak telinga mu akan panas mendengar ceramah dari meneger kita"ujar Ino pada Naruto yang sudah didepannya.
.
.
"Aku hanya telat lima menit nona"jawab Naruto dengan suara datar.
"Ingat dan catat baik-baik.! Kau tau kan menejer Kakuzu diotaknya hanya ada uang dan uang tak peduli meski kita hanya telat satu menit saja pasti dapat ceramah panjang lebar"ujar Ino pada Naruto dengan setangah berbisik.
"Hn"jawab Naruto sambil mengambil buku kecil untuk mencatat pesanan pengunjung. Ino mendengus mendengar jawaban dari Naruto.
"Gah kau menybalkan. Sana-sana layani pelanggan saja"usir Ino pada Naruto sambil mengibas-ngibaskan tangannya seperti mengusir ayam. Naruto hanya mendengus dan melengang pergi. Menghampiri meja pelangan dan mulai mencatat pesanan pengunjung lalu memberi senyum tipis bagian dari pekerjaan meski tak jarang para pengunjung wanita memerah.
.
.
.
.
Menma menjatuhkan tubuhnya diatas kasur king sizenya. Ia tiduran telentang dengan salah satu lengannya berada dikeningnya. Ia teringgat pertengkarannya dengan Naruto.
Flahsback on
Pagi hari setelah pertengkaran Naruto dan keluarganya. Naruto keluar kamar bersiap turun untuk sarapan ia melihat Menma sedang bersandar pada pintu kamarnya sendiri dengan tas tersampir dipundaknya, ia hanya melirik sekilas pada Menma dan berjalan acuh tak memperdulikan tapi panggilan dari Menma menghentikan langkahnya. Menma melihat Naruto keluar dari kamar sudah rapi dan meneteng tasnya ia memang menunggu Naruto karna yang ingin ia bicarakan. Menma yang melihat Naruto hendak pergi langsung memanggil.
"Tunggu Naru.! Ada yang ingin aku tanyaka"ujar Menma pada Naruto yang masih membelakanginya.
"Aku ingin bertanya mengapa semalam kau datang dan tiba-tiba langsung memukul ku"tanya Menma pada Naruto.
Naruto berbalik mengahadap Menma memandangnya tanpa ekspresi apa pun. Naruto berdiri dengan melipat tangannya didepan dada.
"Apa yang akan kau rasakan dan apa yang akan lakukan jika melihat pria lain mencium kekasih mu" tanya Naruto dengan datar. Naruto balik tanya pada Menma
"Marah, cemburu, dan mungkin aku akan memukli pria tersebut hingga babak belur" jawab Menma meski dalam hati bertanya apa hubungannya dengan pertanyaan yang ia lontarkan pada Naruto.
"Itu lah kulakukan semalam" jawab Naruto sambil berbalik berjalan.
Menma mencekal tangan Naruto dan memaksa menghadapnya.
"Apa maksud mu.! jelaskan buat aku mengerti" ucap Menma dengan kedua tangannya memegang bahu Naruto.
Naruto menepis tangan Menma lalu menarik kerah seragamnya dan mendorongnya ketembok. Naruto melihat Menma dengan pandangan nyalang.
"Aku memukul mu karna kau mencium kekasih ku aniki " ucap Naruto dengan nada agak tinggi.
"Apa maksud ucapan mu Naru dan siapa kekasih mu" ucap Menma sambil menarik kerah Naruto dan memandang Naruto tajam ia tak terima atas tuduhan Naruto.
"Aku melihat sendiri dengan mata ku kau menciumnya. Kau mencium kekasih ku Matsuri, dari dulu kau selalu mendapatkan semua perhatian dari orang tua kita aku tak mengeluhkan itu tapi kenapa kau juga mengambilnya dari ku Menma, dia tempatku selama ini untuk berbagi tapi kau mengambilnya katakan apa yang harus kulakukan Menma" ucap Naruto dengan getir dan meninggalkan Mwnma yang mematung mendengar ucapan dari Naruto.
Flahsback of
Menma mengacak rambutnya dengan kasar apa yang harus ia lakukan ia bingung bahkan hingga saat ini ia sulit untuk berbicara dengan Naruto ia ingin menjelaskan yang terjadi diantara mereka tapi Naruto selalu menolak saat ia ingin menjelaskan.
.
.
.
.
Minato sedang duduk dikursi kerjanya sambil memeriksa dokumen-dokumennya tapi fikirannya tak fokus akibat percakapan dengan ibunya bererapa waktu yang lalu.
Flahsback on
Minato berjalan menyusuri lorong rumah sakit Konoha hospital ibunya bekerja atau bisa dibilang rumah sakit mendiang sang kakek yang kini dikelola oleh sang ibu yang merangkap sebagai dokter. Ia sampai di depan ruangan sang ibu ia mengetuk pintunya dan masuk setelah mendengar jawaban dari dalam. Tsunade sedang melihat lapor pasien yang ia tangani ia mendongak untuk melihat siapa yang datang. Tsunade melihat kedatang anak langsung menutup laporan yang sedang ia baca, Tsunade langsung menatap sang anak saat Minato telah duduk dikursi depan.
"Tumben sekali kamu kesini, apa ada yang sakit?" Tanya Tsunade pada Minato
"Tidak ada yang sakit kaa-sama, ada yang ingin aku bicara kan dengan kaa-sama" jawab Minato pada ibunya yang sedang berjalan menuju kulkas mini yang ada didalam ruangan ini.
Tsunade mengambil jus jeruk dan menaruh didepan Minato ia kembali duduk dikursinya sambil menatap Minato.
"Apa ada masalah serius sampai-sampai mendatangi ku kesini"ujar Tsunade dengan lembut saat melihat wajah kusut anaknya. Minato menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan ibunya.
"Ini masalah Naruto kaa-sama" ucap Minato. Tsunade langsung khawatir mendengar itu
"Ada apa dengannya apa dia sakit atau terlibat tawuran ata_ kaa-sama" ucap Tsunade belum selesai Minato mengitrupsinya lebih dulu.
Minato hanya mendengus mendengar ucapan ibu lalu memangil sang ibu agar berhenti meracau. Tsunade belum selesai bicara mendengar sang anak memangilnya ia pun langsung menatap anak serius.
"Naruto sehat-sehat saja tapi dia seperti tak memperdulikan kami kaa-sama ia hanya menjawab acuh ketika sedang ditanya dan seperti menghindar jika aku hendak mengacak berbicara" curhat Minato pada sang ibu.
"Memang apa yang terjadi sebelumnya sampai Naruto seperti ini" tanya Tsunade Minato dengan tegas pasalnya ia sangat mengenal Naruto jadi tak mungkin dia berubah tanpa sebab.
"Begini beberapa hari yang lalu kami bertengkar. Saat itu aku baru pulang dan melihat ketegangan antara Kushina dan Naruto lalu Naruto berucap pada Kushina bahwa orang tuanya telah mati dengan suara lantang aku yang mendengar itu langsung saja menamparnya hingga akhirnya Naruto menggeluarkan semua emosi yang sepertinya ia pendam selama ini. Dan saat itu aky baru tersadar akan kesalahan ku selama ini bahkan Kushina menangis semalaman" ujar Minato dengan kepala menunduk. Minato juga menceritakan tentang insiden pemukulan Naruto terhadap Menma setelah mendengar cerita dari istrinya.
Tsunade hanya menghela nafas sudah ia duga suatu hari ini pasti akan terjadi. Tsunade beranjak dari kursi dan berjalan menuju jendela ia menatap pemandangan kota.
"Sudah kuduga hal ini akan terjadi.! syukurlah kau dan Kushina telah menyadari kesalahan yang selama ini kalian perbuat, jika kedatangan mu kesini ingin meminta saran agar kalian berbaikan dengan Naruto aku tidak bisa dia memiliki sifat keras turunan dari Kushina jadi susah untuk membujuknya ditambah lagi dengan suasana hatinya yang sepertinya sedang buruk mendengar cerita mu perkelahian anatra Menma dan Naruto" jelas Tsunade sambil membelakangi Minato.
"Lalu apa yang harus kulakukan kaa-sama? Aku tak tega melihat Kushina bersedih berlarut-larut karna masalah ini terkadang aku memergokinya sedang menagis jika sendirian" ujar Minato dengan lesu.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu" ujar Tsunade dengan tenang.
"Tapi sampai kapan kaa-sama?. " ujar Minato.
"Hingga lukanya terobati dan hanya waktu yang bisa menjawab" jawab Tsunade.
"Tapi mau sampai kapan aku harus melihat Kushina bersedih terus seperti ini kaa-sama hati ku sakit melihatnya"ucap Minato dengan lirih. Tsunde terkekeh ringan mendengar ucapan anaknya.
"Baru beberapa hari kau sudah mengeluh. Bagaimana dengan perasaan Naruto yang selama ini kalian abaikan, aku masih teringat saat Naruto masih smp dia datang kesini dengan wajah pucat dan badannya demam tinggi saat ku tanya apa kalian tau dia sedang sakit Naruto mengelengkan kepala. Aku hendak mengabari mu tapi Naruto tak memperbolehkan ia bilang kalian sedang ke suna untuk mengunjungi Karin dan sekalian berlibur akhir tahun. Ia juga bertanya padaku "Baa-chan kenapa mereka selalu mengabaikan ku apa mereka lupa jika aku ada dikeluarga ini terkadang aku berfikir apa kelahiran ku tak diharap kan oleh ayah dan ibu.! Katakan baa-chan apa yang harus kulakukan agar aku terlihat oleh mereka" Naruto bertanya dengan air mata yang mengalir. Saat itu aku emosi ingin sekali melabarak mu saat itu juga tapi Naruto mecegahku ia ingin kalian menyadarinya dengan sendiri tapi lagi dan lagi kalian menyakitinya tanpa kalian sadari dan pada puncaknya saat kalian merayakan ulang tahun Menma yang ke lima belas disana lah Naruto sudah menyerah untuk mendapatkan perhatian kalian. Saat itu bahkan kalian tak menulis nama Naruto pada kuenya padahal mereka lahir dihari yang sama. Jadi katakan Minato apa Naruto akan melupakan semua luka yang kalian torehkan dan memaafkan kalian begitu saja. Dia bahkan saat smp tidak mau satu sekolah dengan Menma kau tau karena apa?! dia berfikir jika satu sekolah dengan Menma dia tak kan bisa jadi peringkat satu, ia ingin diperlakukan sama seperti kakaknya jika dapat peringkat satu tapi apa yang ia dapatkan tidak seperti yang ia harapkan lagi lagi kalian mengecewakannya" ucap Tsunade dengan memandang langit dan air mata yang mengalir. Minato hanya menundukan kepalanya dengan air mata yang mengalir.
Flahsback of
Minato menyandarkan kepala pada kursi dan memejamkan matanya.
'Maafkan tou-san Naruto.! Apa yang harus ku lakukan untuk mengobati luka yang telah kami torehkan nak' ucap Minato dalam hati.
.
.
.
Naruto sedang sibuk menlayani pengunjung cafe yang sedang ramai. Ia berjalan menghampiri salah satu meja pengunjung untuk menatat pesanannya. Naruto menghampiri meja yang ditempati tiga wanita cantik satu bersurai hitam dan mata beriris onyx, lalu satunya lagi bersurai pink mata beriris hijau, yang satunya bersurai indigo bermata amesthy beriris lavender. Naruto sampai dimeja mereka siwanita bersurai hitam memperhatikan Naruto dengan seksama dan terpikik saat mengingat sesuatu. Naruto menghampiri meja yang diduduki tiga wanita cantik pandangannya bertemu sesaat dengan wanita bersurai hitam lalu ia menanyakan mereka ingin pesan apa.
"Selamat datang di cafe kami kalian ingin memesang apa?. ." Ucap Naruto dengan ramah. Naruto berdiri disamping meja dengan buku kecil ditangannya serta bolpoin. Sebelum ada yang menjawab pertanyaan Naruto suara pekik kan mengalihkan ketiganya memandang gadis bersurai hitam.
"Ah.! Aku ingat sekarang kau yang cowok yang waktu itu kan" ucapnya sambil menunjuk Naruto dengan telunjuk.
Naruto melihat gadis tersebut dengan satu alis terangkat. sekilas ada raut terkejut sebelum memasang wajah datar.
"Hn" jawab Naruto datar.
"Hei dasar manusia tembok, setidaknya ucapkan terima kasih atau apa lah" ujar sang gadis dengan mencak-mencak mendapat tangapan datar dari pelayan didepan.
"Hn. Kalian mau pesan apa tidak kalau tidak silahkan keluar" ucap Naruto dengan suara datar.
Si wanita hendak membalas Naruto tapi suara temannya mengitrupsi lebih dulu mengatakan apa saja yang dipesan. Naruto pergi setelah menatat pesanan dan undur diri. Naruto berjalan menuju conter untuk memberikan catatan pesanan para pungunjung sambil mendecit dalam hati 'cih kenapa harus bertemu denganya disini merusak suasana saja'
.
.
.
.
Matahari telah tengelam tergantikan oleh rembulan langit pun telah gelap bertaburan bintang. Saat ini Naruto telah bersiap untuk pulang setelah selesai membereskan ini dan itu. Naruto berjalan menuju motornya sambil memainkan ponselnya entah mengetik apa lalu memasukan kembali kesaku. Ia memakai hlemnya lalu menjalankan motornya menuju seorang wanita bersurai pirang pucat yang sedang duduk dihalte. Naruto berhenti didepan halte dan melepaskan hlemnya lalu ia memanggil siwanita.
"Hei.! Nona bawel naiklah pangeran tidur mu tak bisa menjemput" ujar Naruto dari atas motor.
Si wanita mengalihkan pandangannya dari ponsel lalu berdiri menghampiri Naruto yang duduk diatas motorny dan menerima hlem dari Naruto.
"Apa tak merepotkan mu? Arah rumahmu kan berbeda. ." tanya siwanita sambil mengambil hlem dari tangan Naruto.
"Tak merepotkan Ino.! lagian bahaya jika membiarkan wanita pulang malam-malam sendiri. jika terjadi sesuatu padamu aku bisa habis ditangan kekasihmu" ujar Naruo dengan sedikit menggoda wanita didepannya. Ino langsung mencubit bahu Naruto dengan wajah memerah.
"aihs, kau ini.! maaf merepotkan mu Naru"ujar Ino setelah mencubit Naruto.
"Aku heran kenapa sipemalas mau dengan mu Ino" ujar Naruto pada Ino yang sedang memakai hlem.
"Apa maksud mu?" tanya Ino dengan lipat tangannya didepan dada dan memandang Naruto dengan mata memicing.
"Ya kau itu suka sekali main kekeras tak jarang aku kena pukul dikepala atau cubitan darimu kau dan kau juga cerewet tak anggun sama sekali" jelas Naruto sambil memakai hlem dan menyalakan motornya.
"Itu karena kau suka menggoda ku dan membuatku jengkel, dan kau lupa menyebutkan aku cantik, baik hati dan tidak sombong yang paling penting adalah karena sipemalas mencintaiku" jawab Ino sambil menaiki motor.
"Hn" jawab Naruto seadanya dan menjalankan motornya menuju kediaman Ino. Stelah menempuh perjalan kurang lebih empat puluh menit mereka sampai dikediaman Ino. Ino turun dari motor dan membuka hlemnya dan memberikannya pada Naruto.
"Terima kasih sudah mengatar ku dan maaf karena merepotkan mu" ucap Ino sambil tersenyum pada Naruto.
"Sama-sama, aku tak merasa direpotkan Ino kau adalah kekasih Shikamaru. Dia sudah ku anggap saudaraku sendiri jadi kau sebagai kekasihnya pun sudah ku anggap saudaraku. Dan aku minta padamu tolong jangan sakiti hatinya. ." Ucap Naruto dengan memandang Ino.
"Tenang saja aku tak pernah menyakiti hatinya" ucap Ino dengan senyum manis dibibirnya. Naruto mengangukkan kepalanya dan menjalankan motornya.
.
.
.
Naruto sampai dirumah sudah pukul sepuluh malam lebih rumahnya sudah terlihat sepi hanya ada bebeorang yang berjaga ia berjalan menuju kamarnya. Naruto membuka pintu kamarnya dan membuka jaket serta bajunya ia berjalan menuju kamar mandi dan terdwngar suara gemericik air dari dalam. Setelah beberapa menit berlalu Natuto keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk menutupi bagian bawahnya ia berjalan menuju lemari dan mengambil piyama yang akan ia pakai. Naruto selesai berpakaian berjalan menuju meja belajar dan menggambil buku dan membukanya ia mengerjakan pr yang diberikan gurunya setelah beberapa menit berlalu akhirnya selasai juga ia merengangkan ototnya dan melihat jam sudah hampir setengah dua belas ia berjalan menuju kasurnya dan membaringkan tubuhnya lalu mematikan lampu kamarnya hingga akhirnya ia menutup matanya. Tak lama setelah Naruto menutup matanya pintu kamar Naruto masuklah wanita bersurai merah yang sudah mengenakan gaun tidurnya. Kushina menghampiri tempat tidur anaknya ia melihat wajah Naruto yang sedang tidur terlihat seperti anak kecil terlihat polos. Ia menyelimuti tubuh Naruto hingga ke dada ia duduk disamping Naruto dan membelai surai pirang anaknya dengan pelan takut mengusik Naruto dan memandang anaknya dengan sedih.
"Apa yang harus kami lakukan nak untuk mengobati luka hatimu dan memaafkan kami, kaa-san sungguh menyesal Naru bisakah kau memberi kaa-san kesempatan untuk menjadi ibu yang baik untuk mu"ucap Kushina dengan lirih sambil membelai surai pirang anaknya. Kushina mencium kening anaknya dengan meneteskan air mata dan bergegas meninggal kamar anaknya.
Setelah mendengar pintu terbuka dan tertutup Naruto membuka matanya. Sebenernya Naruto belum benar-benar terlelap ia hanya pura-pura tidur saat mendengar pintu kamarnya terbuka dan mendengarkan semua ucapan ibunya.
'Kenapa baru sekarang kaa-san kau menyadari kesalahan mu kaa-san' ucap Naruto dalam hati. Dan tidur menyamping serta memeluk guling Naruto menutup matanya dan air mata mengalir.
.
.
.
TBC
Tanks to : Uzunami hole. monkey D, Abrar. matarinegan. saputraluc000. zafreel G. Vin'DieseL D'.Newgates. enzans. Gun's884. RIAN7. 666-username. 28. Etrama D Raizel. queen. king. melia. ana. fais.
Dan terima kasih buat yang udah fav dan foll dan yang udah baca fic ini
.
.
.
Maaf baru up karna chapter yang udah aku buat tak sengaja kehapus dan hari kamis udah buat dan jadi tapi waktu mau disave eror jadi hilang semuanya. entah no ku yang rusak atau hpnya padahal digambar sinyal penuh, dan ini aku usaha ini buat lagi dan semoga tidak mengecewakan ya. . .
Maaf jika banyak typo dan membuat kalian bingung . . ^_^
Dan tolong kalau mau memberi saran atau kritikan pakai bahasa yang sopan saya sadar kok saya masih bodoh makanya aku minta saran dari para senpai yang sudah lama terjun didunia ffn, saya terbuka kok dengan semua kritikan atau saran dari para senpai jadi jangan sungkan oke ^_^
Jangan lupa tinggalkan kometar tentang chap ini kritik dan saran dikotak bawah lewat riview. . .
