Overdose with Love Chap 3
Main Cast :
Park Chanyeol EXO
Byun Baekhyun EXO
Other Cast :
Wu Yi Fan a.k.a Kris , and Others (akan bertambah sesuai kebutuhan cerita)
Genre :
Romance - Angst - Drama
Rate :
M
Length :
Chaptered
Disclaimer :
Semua pemeran dalam fanfic ini terlahir dari orangtua dan agensi pemeran
Warning :
This is EXO Fanfiction specially ChanBaek Pair. GENDERSWITCH . and this is Real my Fiction .
If you don't like Main Cast, Genre, Rate, and Genderswitch you can leave my fic.
DON'T LIKE = DON'T READ = DON'T BASH
Sorry for Typo's
.
.
Anggi Xui Xiu Lay
.
"Proudly Present"
.
Overdose with Love
.
.
Chapter 3
.
.
.
.
Recommended Song : Baekhyun Chen EXO – Really I didn't know - | Marsya – Tegar - | EXO – Heart Attack -
Chanyeol membenturkan kepala Baekhyun. Yeoja itu berteriak tertahan. "Lalu apa yang kau lakukan, huh? Memukuli dirimu sendiri yang bahkan menyakiti seorang malaikat yang bernyawa didalam sana? Bagaimana dengan 'hadiah' yang kukirimkan, sayang? Kau suka? Ah, bukan... apa suamimu menyukainya? Aku harap tidak. Karena itu akan membuatku melakukan hal yang lebih membuatnya menderita."
Chanyeol tiba-tiba merubah raut wajahnya menjadi lembut. Mengarahkan pandangannya kepada bagian tubuh yang tadi sudah dipukul oleh pemiliknya. "Kau harus kuat, sayang. Eomma mungkin akan memukul lagi saat Appa tidak ada." katanya dengan nada penuh kasih, yang justru terdengar mengerikan di telinga Baekhyun.
"Aku akan membunuh anak ini." ujar Baekhyun, namun sarat luka.
Chanyeol menyeringai, "Benarkah? Apa kau bisa melakukannya? Hmm... apa kau tau? Satu-satunya alasan mengapa sampai saat ini aku tidak mengikat tangan dan kakimu adalah... kau tidak akan bernyali untuk membunuh serangga sekalipun. Apalagi objekmu saat ini adalah seorang bayi tak bersalah, anakmu—anak kita."
Baekhyun menatap Chanyeol tajam, Ia mendorong jauh-jauh tubuh tegap Chanyeol, kemudian ia mengeluarkan cutter dari dalam tasnya, mengarahkan cutter itu ke tangannya, tepatnya ke denyut nadinya.
"Pikiranmu salah Chanyeol-ssi, aku bahkan berniat membunuh diriku sendiri tepat di hadapanmu". Ia tertawa, kemudian menyeringai kearah Chanyeol.
Chanyeol tercekat, ia takut jika itu terjadi. Bagaimana jika Baekhyun melakukan hal nekat itu? Berarti ia sudah tidak punya mainannya lagi terhadap Kris? Tapi kemudian dia merubah raut wajahnya, ia tersenyum mengejek kearah Baekhyun.
"Lakukanlah, lakukan sesuka hatimu. Bahkan aku sudah menyiapkan ekspresi wajahku ketika melihatmu terkapar. Aku akan berwajah seperti ini". Chanyeol membuat ekspresi terkejut kemudian menangis. Kemudian ia berkata "Bagaimana? Apa aku kurang ekspresif?" Chanyeol bertanya, seolah-olah dia akan memasuki sebuah audisi dan meminta seseorang berpendapat tentang ekspresinya.
Baekhyun menangis, ia ingin sekali mengakhiri hidupnya depan namja ini. Tetapi ketika mengetahui apa yang namja ini katakan, ia seperti seorang yeoja yang mengancam kekasih oranglain untuk tidak meninggalkannya. Murahan.
"Terbuktikan omonganku? Pikirkanlah semuanya. Aku tidak akan main-main kali ini. Kau melanggar kesepakatan, maka suamimu akan habis!" Chanyeol menancam. Ia duduk di kursi kebanggaannya dengan angkuh.
Tatapan Chanyeol seperti hampir tak waras. Ia mengunci potret wanita cantik itu dengan satu cengkeraman kuat di otak dan hatinya. Semenjak hari dimana sosok tersebut datang sendiri ke hadapannya dengan sukarela. Saat itu, sebuah tanda 'kau-akan-jadi-milikku' sudah ia torehkan.
Baekhyun telah jatuh kedalam permainan seorang Park Chanyeol. Namja yang tidak akan melepaskan apapun yang dia inginkan selama itu masih dalam daftar obsesinya. Namja dengan sejuta kepicikannya hanya sebuah obsesi. Baekhyun salah, ia selalu salah terhadap pemikiran awalnya tentang Namja di hadapannya ini.
Namja itu berdiri, menghampiri Baekhyun yang masih terduduk lemah. Kini ekspresi di wajahnya berubah lagi. Ia membantu Yeoja itu berdiri, memapah dengan kelembutan seakan Chanyeol takut jika 'sesuatu' dalam pelukannya saat ini bisa hancur.
Sebuah ciuman mendarat di puncak kepala Baekhyun. "Kau harus tahu, kalau aku juga mencintaimu Byun."
"Cinta? Kau tidak pantas mengucapkan kata itu, Park." Baekhyun menyahut. Sinis. Namun tidak melakukan apapun saat lengan panjang di sana merengkuh tubuhnya. Jiwa dan raganya sudah positif tak menyatu.
"Kau hanya perlu bersabar, sayang." bisik Chanyeol.
.
.
.
_Overdose with Love_
.
.
.
Chua's Café
"Minumlah.." Namja itu meletakkan secangkir Americano di depan seseorang yang menundukkan kepalanya.
"Terimakasih.." Kris, namja itu menengadahkan kepalanya, melihat adiknya telah duduk di seberang meja yang sekarang ia pakai.
Lama kedua namja itu berdiam, salah satu diantara mereka hanya terduduk diam, memandangi foto pernikahannya dengan seorang yeoja yang sangat ia cintai. Sedangkan satunya lagi hanya menatap kakak didepannya ini dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Kau ada masalah? Ceritalah denganku hyung, aku tau kau sedang tidak baik-baik saja". Sehun membuka percakapan. Ia mengetukkan jarinya diatas meja.
"Sehun-ah.. Bagaimana perasaanmu ketika JongIn temanmu sendiri merebut Minseok darimu ?" Kris bertanya, membuat Sehun tergagap.
"M-mwo ? mwo-mwo ra neun goya?" Sehun membentak Kris. Ia tidak suka jika masalalunya dibahas. Kejadian itu begitu menyakitkan bagi dirinya.
"Jawab saja, aku sedang tidak ingin berbelit". Kris merubah ekspresinya. Ia kesal dengan alis yang hampir menyatu itu.
"Tentu saja, aku.. sakit". Sehun menjawab pertanyaan Kris dengan nada melemah. Matanya menatap meja dengan tatapan kosong.
"Seberapa sakitnya?" Kris bertanya, matanya mulai berkaca-kaca.
"Pokoknya sakit sekali, hyung jebaal. Jangan membahas tentang itu lagi. Ceritakanlah masalah yang sedang kau alami, aku juga tidak ingin berbelit. Kau tau? Pekerjaanku masih banyak di dalam sana". Sehun merubah posisi duduknya yang semula bersandar kini telah tegap.
"Baekhyun berselingkuh, dia bahkan sudah tidur dan mengandung anak dari pria lain. Aku tidak tau pria itu siapa, tapi.. aku seperti mengenal postur dari pria itu". Kris berkata, ia meneteskan airmata ketika mengingat hal yang paling tidak ingin ia ingat.
"Yak! Hyung yang aku kenal tidak mudah menangis, kau yakin Baekhyun noona berselingkuh? Apa kau sudah mendengar penjelasannya ? Bagaimana jika itu hanya sebuah jebakan?" Sehun menyampaikan praduga yang dia pikirkan, mungkin saja kan dugaannya benar?
"Apakah sebuah jebakan bisa membuatnya bergumul bahkan hamil?" Kris menatap Sehun. Sehun hanya menanggukan kepala.
"Cobalah dengarkan penjelasannya hyung, kau mencintainya.. tapi kau tidak ingin mendengar penjelasannya, pikirkanlah baik-baik". Sehun tersenyum. Kemudian ia melihat jamnya. Sudah pukul 2 siang, waktu istirahatnya telah habis.
"Aku harus kembali bekerja hyung, kau juga. Pikirkanlah ucapanku tadi". Sehun menepuk pundak Kris, sekedar memberinya semangat. Kemudian berlalu.
Haruskah aku mendengarnya? Bagaimana dengan bukti yang kemarin aku terima?, kris bermonolog dalam hatinya sendiri.
Tanpa ia sadari sepasang mata menatapnya dengan tajam.
"Ingin bermain denganku lebih lama ternyata" Namja yang sedari tadi memperhatikan Kris itu menyeringai.
.
.
.
_Overdose with Love_
.
.
.
Baekhyun POV
Kini aku memasuki istana yang sudah 2tahun ini menjadi saksi bisu atas percintaanku dengan Kris. rasanya baru kemarin kami menikah, baru kemarin kami membina kebahagiaan dan sekarang tuhan sudah menguji kami lewat permasalahan dengan seseorang yang bahkan tidak aku ketahui sama sekali latar belakangnya.
Aku menghela napas, ku buka pintu besar ini. Aku langkahkan kakiku untuk memasuki istana kami lebih dalam. Jujur, aku sangat merindukan suamiku, aku masih ingin menjelaskan bahwa aku tidaklah salah, bahwa aku tidak seperti yang ia pikirkan.
"Kris.. aku pulang.." Ucapku pelan, aku menatap sekeliling rumah tak ada sahutan dari suamiku. Kulihat jam menunjukkan pukul 2 siang, itu artinya Kris masih di kantor.
Aku menaiki tangga, menuju kamarku dan suamiku. Kulihat rangkaian bingkai foto di sepanjang dinding tangga menuju lantai 2. Aku termenung, menatapi satu persatu cerita dibalik setiap bingkainya.
Ku pandangi foto pertama, dimana aku dan Kris masih menggunakan seragam Tingkat Senior. Aku tersenyum.. foto itu diambil ketika aku dan Kris merayakan kemenangan atas Tim Sience kami menduduki peringkat 1 dalam olimpiade tingkat nasional, dimana kami telah sah menjadi sepasang kekasih.
Ku naiki 2 tangga berikutnya, ku pandangi bingkai dengan corak coklat cerah itu. Foto itu.. saat kami merayakan kelulusan tingkat akhir kami. Saat itulah Kris mengenalkanku kepada keluarganya. Selanjutnya foto ketika aku dan Kris memasuki universitas pilihan kami, dan dilanjut dengan foto berikutnya yang mengisahkan perjalanan kesuksesan kami dalam kehidupan dan perasaan.
Hingga foto terakhir, di letakkan ditangga paling ujung, paling atas. Tepat bersebelahan dengan foto pernikahan kami, ada sebuah tulisan tangan yang dibingkai. Ya, itu adalah tulisan Kris dan aku. dimana kami berjanji suatu saat nanti akan mengisi bingkai itu dengan kehadiran buah hati, kehadiran sosok malaikat yang merupakan perpaduan dari wajah dan sikap kami berdua.
"Apa kalian penasaran kenapa bingkai ini kosong?"
"kami sengaja, kkk~. Tunggulah.."
"suatu saat nanti bingkai ini akan terisi foto pertama kami dengan sikecil"
"penasaran bukan bagaimana perpaduan seorang Byun Baekhyun dengan Kris Wu?"
"Kami akan memajangnya nanti disini"
"Yakso~"
Aku menangis, lagi-lagi aku merasakan sakit. Aku benar-benar telah berdosa.. bagaimana aku bisa mengikat janji dengan Kris sedangkan saat ini dalam rahimku hadir sesosok benih dari namja lain? Tuhaaan.. berilah petunjukmu.. aku ingin kehadirannya, tapi bukan berarti hasil dari percintaan yang tidak dilandasi cinta.
Ku usap lelehan airmataku, segera ku buka pintu kamar didepanku ini. Ahh~ aku merindukan suasana kamar ini.
Aku menduduki sisi ranjang, ku hirup aroma kamar yang sangat dominan wangi parfum Kris, maskulin. Aku sangat merindukan suamiku, ingin sekali memeluk tubuh tegap itu.
Buggh..
Tak sengaja tanganku menyenggol sebuah kotak, ku perhatikan kotak itu.
"Apa ini? Apa harus ku buka?" aku semakin penasaran ketika ku baca tulisan diatas kotak itu.
Bukalah, kau akan mendapatkan kejutanmu Kris.
Dalam kotak tersebut aku melihat sebuah amplop, amplop itu seperti surat tulisan tangan. Aku periksa isinya semakin dalam, ternyata masih ada DVD dan juga sebuah.. surat medis? Jantungku berdetak kencang..
Tidak mungkin..
Apa Kris mengetahuinya dari semua ini ?
Apa Chanyeol yang mengirimkan bukti semua ini?
Drrt..drrt..
Handphone ku berbunyi, kulihat wallpaper Kyungsoo disana. Ada apa dengan Kyungsoo? Tanpa banyak bermonolog aku geser tombol hijau itu.
"Yeob-"
"Baekhyun-ah kau dirumah? Aku kerumahmu ya? Aku tiba 15menit lagi. Annyeong~" Pip. Belum sempat aku menyapanya dia sudah berbicara, belum sempat aku menjawab omongannya dia sudah menutup teleponnya. Ada apa dengan anak itu.
Aku segera membereskan bukti yang Chanyeol kirimkan, aku harus klarifikasi semuanya pada Kris, ini semua salah.
.
.
Normal POV
Ting..Tong..
"Kyungsoo-ya kyaaa!" Baekhyun membuka pintu rumahnya, ia menemukan sahabat seprofesinya itu. Kyungsoo, yeoja itu mengenakan sheath dress berwarna biru cerah dengan rambut sebahunya yang di jepit sebelah kanan. Terlihat imut dan juga seksi.
Kyungsoo tersenyum, ia membalas pelukan Baekhyun dengan erat. Tak lama muncul wanita lain yang baru saja memarkirkan Honda Civic ke garasi rumah Baekhyun.
"Ya..ya..ya.. Kalian melupakan aku eoh?" Wanita dengan tinggi 170cm itu merengut dengan tangan yang ia lipat di depan dadanya. Ia mengenakan jenis dress yang sama dengan Kyungsoo, hanya saja lengannya panjang berwarna merah maroon.
"Tao-ya? Kau juga datang? Kyaaaa !" Baekhyun berteriak layaknya seorang fangirl yang baru saja bertemu dengan artis idolanya.
"Ada apa kalian berkunjung kemari? Aku kira kalian sibuk, bukankah ini hari kerja?" Baekhyun bertanya setelah melepas pelukannya dari Tao. Ia menatap kedua temannya ini secara gentian.
"Kau bertanya pada kami? Apa begini caramu menyambut tamu yang baru saja datang?" Kyungsoo bertanya, ia mendekati wajahnya ke wajah Baekhyun, matanya bermain.
"Iya, kau benar-benar sopan eonni". Tao membalas perkataan Kyungsoo, ia mengalihkan wajahnya dari hadapan Baekhyun. Agar Baekhyun mengetahui bahwa ia sedang marah.
"hey.. aku kan hanya bertanya. Ayo silahkan masuk.. Kyungsoo ku yang manis dan ZiTao ku yang mempesona" Baekhyun membuka pintunya lebar-lebar. Tangannya yang kanan menarik tangan Kyungsoo dan tangannya yang kiri menarik tangan Tao.
Tao dan Kyungsoo tersenyum. Mereka serempak melepaskan genggaman tangan Baekhyun dan berlari menuju ruang tamu. Baekhyun yang melihat kelakuan absurd kedua temannya itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menutup pintu utama dan segera ke dapur, membuat minuman untuk kedua temannya itu.
"Baekhyun.. tidak usah repot-repot. Kami kesini hanya ingin mencari sesuatu." Kyungsoo berseru. Posisinya tiduran di sofa dan memejamkan matanya. Sepertinya Kyungsoo lelah.
"Iya. Kami hanya ingin mencari dan memastikan sesuatu." Tao menyahut, posisinya dengan Kyungsoo sama. Tiduran di sofa, hanya saja Tao tidak memejamkan mata, ia sibuk memainkan smartphone nya.
"Tidak apa-apa, sudah kewajibanku menyiapkan jamuan untuk tamuku. Chaa.. silahkan di minum chingu-ya" Baekhyun datang membawa Orange juice dan beberapa kue kering. Ia meletakkan jamuan itu diatas meja. Kemudian ia duduk di single sofa, tepat disamping sofa yang tao tiduri.
"Gomawo.." Tao dan Kyungsoo mengucap bersamaan. Katanya tadi tidak usah repot-repot, ku sediakan pun kalian melahapnya, ucap Baekhyun dalam hati.
"Kalian tidak bekerja?" Baekhyun bertanya kepada kedua temannya.
"Aku sedang tidak ada siaran, berita siang ini Hyemin yang membawakan. Lagipula nanti malam aku yang akan membawakan acara penyelidikan kasus Politik yang terjadi di Indonesia, jadi siang ini aku bersantai". Kyungsoo berucap dan menjelaskan pertanyaan Baekhyun, ia menenggak habis Orange juice itu.
"Pekerjaanku sudah selesai, aku hanya disuruh me make up penyiar yang sejak subuh tadi sampai jam 12 siaran, setelahnya pekerjaanku digantikan oleh Jooyoung". Tao pun menjelaskan jadwal pekerjaannya yang sebagai make up journalistic.
Baekhyun yang mendengarkan penjelasan kedua temannya hanya mampu menganggukkan kepala."Ahh~ aku sangat rindu dunia jurnalis, bagaimana aku membawakan prediksi cuaca, membawakan debat para menteri dan pengamat, membawakan sekilas info, aah aku merindukan suasana kerjaku dulu" Baekhyun mengungkapkannya. Sejak ia menikah dengan Kris, ia tidak diizinkan lagi bekerja, sebagai reporter. Kris hanya menyuruh Baekhyun menjadi ibu rumah tangga.
"Kaulah yang memutuskan dan mengundurkan diri dari duniamu, nikmatilah" Kyungsoo menyahut, ia tersenyum meledek kea rah Baekhyun.
"Baek, kau menganggap kami sahabatmu kan? Kau dulu pernah bilang, meskipun ada rahasia dibalik rahasia kita satu sama lain harus saling menceritakannya, mau itu suka ataupun duka. Permasalahan hati dan kehidupan. Cinta keluarga ataupun persahabatan? Benar kan Baek?" Tao bertanya pada Baekhyun.
"Ya.. lalu.. apa hubungannya dengan kalian yang datang ke sini? Apa sesuatu terjadi pada kalian? Ceritakanlah" Baekhyun melipat kakinya di atas sofa, ia mengambil bantalan untuk menutupi pahanya yang terekspos.
"kamilah yang akan meminta penjelasan darimu Baek, tolong jawab yang jujur.." Kyungsoo merubah posisi tidurnya menjadi duduk, menyilangkan kakinya.
"Kami, sekitar jam 10tadi mendapat telepon dari Minseok eonni, ia menyuruh kami untuk datang kerumahmu dan menemanimu. Minseok eonni juga bilang, kau sedang ada masalah dengan Kris. Dan… Minseok eonni juga bilang bahwa kau… sedang… mengandung… itu benar kan Baek?" Kyungsoo bertanya dengan hati-hati. Ia tidak mau menyinggung masalah Baekhyun dengan Kris, ia hanya ingin memastikan bahwa ia tidak salah dengar dengan perkataan Minseok eonni bahwa Baekhyun telah mengandung.
Baekhyun tertunduk. Lagi, masalah ini lagi-lagi dibahas. Lagi-lagi pertanyaan tentang bingung, apakah ia harus berkata jujur pada kedua temannya ini? Apa ia harus menceritakan semuanya? Apa ia harus memberitahu kedua temannya ini perihal Chanyeol?
"Y-ya.. aku.. beb-benar bahwa aku.. hamil.." Baekhyun gugup, airmatanya telah tergenang, jika saja ia mengedipkan matanya, krystal itu akan jatuh.
"Kau ada masalah? Ceritalah pada kami.. kami mendengar semua dari Minseok eonni bahwa kau ada masalah yang sangat berat sehubungan dengan Kris dan kandunganmu itu. Baekhyun kita ini teman, bagaimanapun ceritamu, sepahit apapun ceritamu kami akan mendengarkan dan berusaha mencari solusinya" Tao berkata, ia menggenggam tangan Baekhyun erat, seolah memberikan kekuatan.
"Hiks.. Kyungsoo-ya.. Hiks.. Tao-ya.. aku memang ada masalah dengan Kris, aku salah. Aku terjebak. Aku hamil karna ini hanya sebuah jebakan. Kris marah padaku, dia tidak ingin mendengar penjelasannya dariku, dia tidak ingin anak ini, aku harus bagaimana?" Baekhyun terus meracau, ia menceritakan semuanya. Tapi hal itu justru membuat Kyungsoo dan Tao bingung.
"Terjebak? Kris marah padamu? Jadi kandunganmu bukan hasil dari buah cintamu dengan Kris? Lalu.." Kyungsoo bertanya dengan terburu-buru, tetapi ketika ia hendak mengutarakan pertanyaan selanjutnya, tangannya di genggam Tao. Ia mendapat isyarat dari Tao untuk tenang.
"Menangislah.. aku tau kau butuh tempat untuk mencurahkan segala kesahmu" Tao memeluk Baekhyun, ia bisa merasakan tangan Baekhyun melingkar dengan erat dibelakang punggungnya.
Kyungsoo datang, ia memeluk Tao dan Baekhyun. Ia jugaa ikut menangis, jadi omongan Minseok eonni melalui telepon itu benar? Baekhyun terjebak dan hamil? Ia hamil bukan dari Kris, tapi dari oranglain.
.
.
15menit kemudian..
"Jadi.. kau menemui laki-laki itu karna sebuah ancamannya yang bilang kalau Kris akan di PHK? Dan pada saat bertemu di hotel itu kau sedang masa suburmu? Lalu dia memasukan sesuatu yang membuatmu mabuk dan tak bisa melawannya?" Kyungsoo menyimpulkan. Baekhyun sudah bercerita tentang semuanya.
"Siapa lelaki itu Baek? Siapa atasan Kris itu?" Tao bertanya, perasaannya berkecamuk. Semoga pikirannya salah. Ia takut atasan Kris itu adalah orang yang selama ini ia kenal, orang yang selama ini ia bantu kepindahannya ke Korea. Ia takut orang yang membuat Baekhyun hamil adalah Park-..
"Park Chanyeol, namanya Park Chanyeol. Ia adalah Presiden Direktur diperusahaan Kris yang baru"
-Chanyeol.. shit! Mengapa perkiraannya benar. Park Chanyeol? Kau benar-benar..
"PARK CHANYEOL? ZiTao.. Bukankah nama itu sangat mirip dengan.."
Ting..Tong..
Ucapan Kyungsoo terhenti ketika bell rumah itu berbunyi. Baekhyun beranjak, ia menghapus airmatanya. Menyisakan Kyungsoo dan Tao yang saling bertatapan satu sama lain.
"K-Kris.." Nama itu ia ucapkan seiring dengan pintu yang terbuka memperlihatkan raut wajah Kris yang kusut. Ingin sekali ia memeluk namja dihadapannya. Menumpahkan segala keresahannya, kecemasannya, dan kerinduannya.
"Hm..Aku pulang.." Kris masuk, ia menghiraukan tatapan dan sambutan Baekhyun. Ia tau Baekhyun merindukannya, dan ia merasakan itu. Ia juga sama seperti Baekhyun ingin sekali memeluk yeoja yang sudah 8tahun ini menjadi cintanya, tapi ia urungkan niatnya begitu menyadari kejadian 2hari yang lalu.
"Eoh.. Kris-ssi. Annyeong~" Kyungsoo dan Tao menyapa Kris secara bersamaan. Mereka membungkuk.
Kris membungkuk, hanya sekedar membungkuk, setelahnya ia berlalu keatas. Menuju kamar utama untuk berganti baju.
"Baekhyun, kemari.." Tao menyuruh Baekhyun mendekat.
"Sepertinya kami harus segera pulang, Baekhyun-ah kami tau kau wanita yang kuat, bangkitlah~ kau tidak salah. Jelaskan semuanya pada Kris. Ini adalah waktunya" Tao memegang kedua bahu Baekhyun, sekedar memberinya semangat.
"Ya.. kau harus kuat. Tapi ingat, carilah moment yang pas untuk menjelaskannya dengan Kris, jangan sampai ketika kalian makan malam nanti kau berniat menjelaskannya. Kau tau? Kris pasti akan langsung meninggalkan meja makannya" Kyungsoo mengingatkan kebiasaan Baekhyun yang sangat ceroboh, menjelaskan sesuatu tidak pada momentnya.
"Hihihi~ kau bisa saja. Baiklah.. aku akan menjelaskannya nanti" Baekhyun tertawa, ia tidak ingin terulang lagi hal seperti itu.
"Kami pulang ya Baekkie~ Annyeong~" Tao melambaikan tangannya, diikuti Kyungsoo.
"Tao-ya, Kyungsoo-ya Gomawo.. Annyeong.." Baekhyun tersenyum. Mobil itu telah berlalu. Ia menghela napas, kemudian masuk kedalam lagi dan menuju lantai 2. Menemui Kris untuk sekedar mencairkan suasana rumah tangganya.
.
.
.
_Overdose with Love_
.
.
.
Seoul, 08.30 p.m
Suasana diruang TV itu sunyi.. maksudnya tidak ada percakapan antara dua orang yang sejak tadi duduk disitu. Hanya suara dari layar datar itu sajalah yang meramaikan suasana kedua anak manusia itu. Baekhyun menunduk, tangannya ia genggam sendirian. Ia gugup, harus memulai darimana.
Sedangkan Kris, ia sengaja sejak tadi mendiamkan Baekhyun, ia ingin Baekhyun yang memulai semuanya. Ia ingin mendengarkan penjelasan Baekhyun. Karna ketika dikamar tadi Baekhyun bilang ia ingin Kris mendengarkan penjelasannya, dan Kris sampai saat ini menunggu itu.
"Kris.. aku.. ingin kau mendengarkan penjelasanku tentang.. masalah tempo hari.. kau ingin mendengarkannya kan?" Baekhyun bertanya takut, ia hanya melirik Kris dari ekor matanya saja.
"Hm.. cepatlah.." Kris menjawab. Ia mematika TV. Kembali, suasana diruangan itu bertambah sepi. Kris merubah posisi duduknya. Ia meletakkan Sikunya pada pahanya, menautkan kedua tangannya dan menoleh kearah Baekhyun sekilas.
"S-ssoal it-itu.. ak-aku tidak ingin.. kita salah paham" Baekhyun membuka percakapan.
"Ak-aku.. aku dengan pria itu tidak ada hubungannya Kris, aku dengannya bertemu secara tidak sengaja di café dekat kantormu, kami berbincang sebentar.. kemudian aku tidak ingat lagi.. ku mohon percayalah.." Baekhyun berusaha menahan isakkannya, ia tau ia berbohong. Ia tau ia salah, tidak menjelaskan kejadian aslinya.
"Kau.. aku yakin masih ada yang kau sembunyikan.." Kris berucap dengan mata yang menatap Baekhyun dengan tajam.
"Han-hanya itu Kris, tak ada yang lain.." Baekhyun berusaha meyakinkan Kris. Ia menghadapkan tubuhnya kearah Kris, berusaha menguatkan dirinya depan Kris dan berusaha agar kebohongannya tidak terlihat.
"Untuk apa kau ke café dekat kantorku hah? Kau sengaja bukan melakukannya? " Kris betanya kembali, matanya kini menatap sorot mata Baekhyun.
"Ak-aku ke café hanya ingin membeli coffee untukmu, tapi karna.. karna antriannya panjang.. aku.. aku duduk dimejanya dan kami hanya mengobrol sebentar." Baekhyun berbohong lagi.
"Benarkah itu Byun Baekhyun? Aku tidak akan segan-segan memberitahu eomma dan omonim jika kau ketauan olehku berbohong." Kris mengancam Baekhyun. Ia berdiri. Ketika hendak pergi tangannya ditahan oleh Baekhyun.
"Aku tidak berbohong Kris.. ku mohon percayalah..hiks" Runtuh sudah pertahanan Baekhyun. Ia menggenggam tangan Kris dengan erat. Ia tidak ingin Kris pergi dan berakhir dengan penjelasannya yang belum tuntas.
Kris menutup matanya, sakit hatinya mendengar tangisan Baekhyun, benar kata Sehun.. mungkin untuk saat ini ia harus mempercayai Baekhyun.
Kris membalikkan badannya, ia mendekap Baekhyun. Mendekap istrinya dengan sangat erat. Menumpahkan segala perasaann yang berkecamuk didalam lubuk hatinya.
"Kumohon Baek.. jangan menangis.. maafkan sikapku selama ini yang tidak ingin mendengar penjelasanmu dulu. Maafkan aku.." Kris mengecup pucuk kepala Baekhyun. Jujur, jauh didalam lubuk hati Kris masih ragu, tapi ia berusaha menangkis perasaan ragunya itu, ia ingin mempercayai Baekhyun untuk saat ini.
"Tidak Kris, akulah yang salah.. akulah yang salah.. aku terlalu ceroboh" Baekhyun menjawab. Menjauhkan wajahnya dari dada bidang Kris, ia berusaha menatap mata Kris.
Kris membalas tatapan Baekhyun, mengusap airmata istri yang sangat ia cintai itu. Senyum tipis terpatri diwajah tampan Kris, tak lama ia memejamkan matanya. Mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. Hidung mereka bertemu namun pendekatan kedua manusia itu tidak sampai disitu, bibir mereka hampir menyatu hingga..
Ting..tong..ting..tong..
Bell rumah itu kembali berbunyi, kali ini dengan bunyi yang sangat terburu-buru. Kris dan Baekhyun menjauhkan wajah mereka dan tersenyum kikuk.
"B-bi-biar aku yang buka pintunya.." Baekhyun berkata gugup kemudian tersenyum dan berlalu.
Kris memperhatikan punggung Baekhyun yang semakin jauh ke depan.
Aku masih meraguimu Baek.. aku masih merasa ada yang kau tutupi.. tak semudah itu.. Kris bermonolog.
.
.
.
_Overdose with Love_
.
.
.
"Nuguya?" Baekhyun membuka pintunya, ia memperhatikan namja dengan setelan kemeja kotak biru dengan jeans panjangnya. Mata Baekhyun melotot, ia sangat kaget ketika tau siapa yang datang kerumahnya malam hari seperti ini.
"Park- Chanyeol?" Baekhyun mengucapkan nama itu dengan suara pelan. Lututnya sangat lemas sekarang.
"Hai cantik, aku datang untuk menemui suamimu.. ah tidak.. lebih tepatnya calon mantan suamimu.."Chanyeol, ia berujar santai sambil menunjukkan seringaiannya di depan Baekhyun.
"Apa kau bilang? Kau ingin apa Park?" Baekhyun melotot, ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan namja brengsek ini.
"Aku hanya ingin bilang pada suamimu bahwa akulah ayah dari anak yang ada dikandunganmu. Bagaimana? Lebih cepat.. lebih bagus bukan?" Chanyeol berkata santai. Tangannya ia sandarkan di pinggiran pintu.
"Siapa Baek?" Kris berseru dari kejauhan. Baekhyun panik , apa yang harus ia lakukan sekarang?
"Ku mohon Park pergilah.. jangan sekarang!" Baekhyun membentak Chanyeol. Yang dibentak hanya menatap Baekhyun santai.
"Eoh? Chanyeol? Mari masuk, kau datang tepat waktu. Untung aku belum tidur." Kris berujar kemudian berbalik. Baekhyun memperhatikan Kris dengan takut. Bagaimana ini….?
"Kau kalah dariku cantik" Chanyeol berbisik seduktif ketika melewati Baekhyun, ia menyenggol bahu mungil Baekhyun dengan sedikit kasar.
.
.
.
"Silahkan duduk Chanyeol-ssi" Kris mempersilahkan Chanyeol duduk, ia tersenyum tipis kepada atasannya itu.
"Terimakasih Kris-ssi, apakah itu istrimu ? " Chanyeol bertanya sambil menunjuk Baekhyun yang berada di dapur sedang membuatkan teh.
"Ya.. dia.. istriku, Byun Baekhyun.." Kris mengikuti arah pandang dan tangan Chanyeol. Ia tersenyum sekilas melihat punggung Baekhyun.
"Tak ku sangka kau memiliki istri yang cantik luar biasa" Chanyeol berujar santai, ia sengaja mengucapkan itu, agar Kris sedikit geram.
Baekhyun datang membawa nampan yang berisi 2 gelas the hangat, dan 3 bungkus biscuit kering. Ia meletakkan nampan itu tepat di meja, matanya menatap Chanyeol tajam.
"Silahkan diminum Chan-Yeol-ssi" Baekhyun tersenyum, namun senyumannya sarat akan dendam. Ia mengucapkan nama Chanyeol dengan sedikit penekanan.
"Terimakasih Baekhyun-ssi" Chanyeol mengambil cangkir, matanya mengerling kearah Baekhyun.
"Baiklah.. seperti janji kita sebelumnya.. kau bilang ada yang ingin kau jelaskan kepadaku dirumah kan? Kau bilang tidak ingin menjelaskannya di kantor, karna kau bilang hal ini terlalu privasi. Jadi apa yang kau ingin jelaskan tuan Park?" Kris berkata, matanya menatap serius kearah Chanyeol.
"Ya.. aku hanya ingin menjelaskan tentang sesuatu yang sangat privasi, aku hanya akan mengucapkannya satu kali. Ku mohon dengarkan aku baik-baik Kris-ssi" Chanyeol membalas tatapan Kris, ia merubah posisi duduknya menjadi tegap.
"Ya.. apapun itu.. aku akan mendengarkanmu dengan sangat jelas" Kris berucap.
"Sebenarnya.. akulah.." Chanyeol menatap Baekhyun. Kemudian ia menyeringai.
Habis sudah Byun, Baekhyun membatin.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
HaaLoHaaa~
Saya kembali membawa OWL, gimana ? makin rumit ya?
Sengaja kok , kkk~
FF ini fix untuk menampilkan seluruh member EXO, hanya saja.. secara bertahap
Sesuai kebutuhan cerita
Disini sudah ada Kyungsoo dan Tao juga yang muncul, gimana? Ngerti sama perannya mereka kan ?
Aku sengaja gak terlalu ngebanyakin moment ChanBaeknya, aku rasa terlalu monoton aja kalo ChanBaek lagi yang dialog.
Daaan hubungan member EXO yang lain itu ada sangkut pautnya kok sama masalahnya ChanBaekKris.
.
Kemarin ada yang bilang gak ngerti sama jalan ceritanya?
Oke.. aku jelaskan dulu dari chap 1 sampe 3 ini.
Disini, Kris itu punya atasan yaitu Chanyeol, nah Chanyeol itu punya obsesi sama Baekhyun dan obsesinya itu menghancurkan Kris dengan cara manfaatin Baekhyun.
Obsesinya Chanyeol itu ada hubungannya sama masalalu dia sama Kris.
Dan untung other pairing yang muncul, aku sengaja gak menghadirkan official pairnya dulu.
Gak ada alasan khusus sih, Cuma pengen aja ada crackpair. Kan seru gitu. Kkk~
Tapi tenang aja endingnya semua official pair kok.
.
Big Thanks to :
Narsih. hamdan |alfiansheila | Byun Baekkie | Rly. C. JaeKyu | Parkbaekyoda | Riho Kagura | mpiet. Lee | ByunViBaek | bellasung21 | DoLove | exindira | neng. Cahyati. 338 | BaekChili | fajartaniayahoo. Co. id | Guest | chanchan10 | AngelPark | baekhyunnie | pinzame | secret angel | shinJiWoo920202 | younlaycious88 | niasw3ty | welcumbaek |SeluHana | Acha Kim | devrina | haneunahhh18 | ega. S. white | neli Amelia
Then..
Terimakasih yang sudah view dan review.
Review lagi yaa untuk Chap ke-3 ini.
Kan kesian kolom reviewnya sama sekali gak kalian usik.
Ppaing~
