Snowy Love

Chapter 3: winter game

Desclaimer: this story is original from me. But the original maker of game is cheritz [Masih gaya2an pake bahasa inggris]

Summary chapter 3: game tentu saja paling penting di hidupku! Tapi jika dibandingkan denganmu, tetap saja kau yang terpenting

Warning from author: yoosung sangat OOC di chapter ini. Silahkan siapkan kantung muntah jika perlu (author lebay nih...)

Penjelasan dari author: kalo misalkan cuma pake tanda putik satu (') itu berarti suara orang yang di sana (yang ditelepon)

Spesial third Gift Of Love: Mirae (OC) X yoosung

Original POV

Dimana mana. Orang gak peka itu biasanya cowok kan? Gimana kalo yang gak peka malah cewenya?

"Mi-mirae... Soal pesta..."

'Apa?'

"Mau... Kesana bareng gak?"

Orang yang menelepon sekarang sedang gugup berat. Kesempatan yang tinggal sekali. Sebelum tahun berakhir. Hanya ini yang dapat seorang yoosung kim lakukan. Agar dapat membahagiakan pujaan hatinya

'Kamu mau nganterin aku ke pesta pakai mobilmu? Makasih. Lumayan, hemat ongkos kesana.'

Tapi kenapa... Pujaan hatinya sangat tidak peka...

Yoosung POV

"Gimana?" Kata temanku yang memakai jas putih seperti dokter, sama seperti yang dipakai olehku

Karena aku dan dia memang dokter (kalian lupa aku dokter hewan?)

Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku hanya berlutut dan menanggis. Dia pasti mengerti maksud gerakanku

"Hah... Susah ya. Kalo pacarmu gak peka gitu.." Kata temanku yang masih setia menemaniku yang masih menanggis

Memang, setelah aku menembaknya pun. Itu tak terlalu memberikan perbedaan yang terlalu berarti. Membuatku mengerti maksud orang yang sering mengatakan "bodoh dan polos itu bedanya tipis banget"

"Yaudah, aku mau izin titip klinik ya..." Kataku dengan tegas (baca: pura pura tegas)

"Walaupun Kamu gak ngomong gitu. Pasti akan kujagaain lah..."

Oh ya, aku belum perkenalkan temanku ini ya? Dia adalah temanku yang bersama bekerja di klinik ini. Sangyeon nim. Temanku ini tampan dan pintar. Kadang aku suka merasa kalah darinya

Umurnya 28, Tingginya 178 cm, berat badan 70kg. Rambutnya yang coklat pendek dan wajahnya yang rupawan memiliki banyak pasien (baca:fans) yang membuat klinik kami kadang ramai.

Tapi banyak yang taktahu saja. Dia punya tunanggan yang sangat cantik (walaupun masih kalah dari mirae)

"Siaplah... Aku pulang ya." Kataku lalu mengendarai mobil untuk pulang karena capek. Lebih tepatnya capek hati

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

KRING! (Ceritanya ringtone hp yoosung)

"Ya, halo?" Kataku langsung menjawab telepon tampa melihat display namanya

'Hoi, yoosung' kata seseorang dengan suara, yang hanya miliknya. Ini suara Zen

"Tumben, ada apa?" Kataku

'Kok dingin gitu sih~ aku pengen bantu nih~'

"Hah? Bantu apaan?"

'Love Game~'

"Maksud?"

'Yaampun, kalian berdua... Tumpul banget sih...'

'Kamu pengen mirae ngerti perasaan kamu kan? Kamu pengen lamar dia kan?'

Katanya benar benar... Tepat. Kapan dia tahu kalau aku ingin menikahinya?

'Makanya. Kita buat rencana.'

"Ren... Cana? Apaan?"

'Gini...'

Mirae POV

Aku sedang bermain hpku dan mengchat dengan saeyoung dan MC. Tapi...

MC: nanti udah siap kan keperluannya?

707: pesta yang buat kapan? Yang nanti malem apa yang buat natal?

MC: sae-saeyoung! Diem!

Mirae: kalian lagi di rumah saeyoung ya?

707: *surprise

MC: ka-kamu tau?!

Mirae: nebak. Tapi udah, aku udah siap buat pesta

MC: pasangan udah siap juga?

707: ngomong apa sih~ mirae mah udah ada yoosung

Entah mengapa. Antara ingin ikut senang, geli, iri, males. Padahal udah 3 tahun menikah tapi masih begini. Hebat

MC: tapi yoosung udah siap kan?

Mirae: maksud?

Apaan? Siap apa? Saat aku berpikir. Aku melihat yoosung meneleponku. Aku mengangkatnya

"Hai"

'Halo juga, mirae'

"Ada apa nelpon?"

'Eh... Mau ngasih tahu nih. Tapi jangan marah ya...'

"Apa?"

'Aku ada pertemuan LOLOL nih... Pas tanggal pesta. Jadi, maaf ya...' Katanya dengan nada santai

Ap... APA?!

"Gak... Bisa ditunda?"

'Eventnya khusus, nih... Kapan lagi. Harus dateng'

Kok sakit ya? Rasanya kayak ditolak. Jadi males nunggu pesta...

"Ya, yaudah... Ga papa"

Setelah telepon terputus aku langsung membuka chatroom. Syukurlah, MC dan jaehee sedang on

Mirae: jaehee... MC... *cry

MC: ada apa?

Jaehee kang: apa ada sesuatu pada yoosung?

Mirae: jadi...

Setelah aku menceritakan panjang lebar pada mereka. Mereka juga diam. Memikirkan solusi dari masalah ini

MC: gimana kalo kamu pergi sama zen aja?

Mirae: WHAT?! *surprice

Jaehee kang: *surprice

Mirae: se-serius?!

MC: ya!

Jaehee kang: no comment

MC: ya... Soalnya siapa lagi? V pasti gak bisa.

MC: aku sudah dengan saeyoung. Yoosung dan V gak bisa

MC: dan jaehee sudah dengan jumin

Mirae: HEH?! Jumin dengan jaehee?!

Jaehee kang: itu karena dipaksa tuan han. Kuminta Jangan singkut itu

MC: jadi tinggal zen yang nganggur. Paling juga zen mau

Sama zen? Serius tuh?

*malemnya

Besok udah pesta. Tapi yoosung ada acara. Apa... Saran MC ada benernya

TRING!

"Halo"

'Good night, mirae'

"Zen? Ada apa?"

'Katanya yoosung ga ikut'

"Iya, gara gara LOLOL"

'Jangan sedih. Ada aku kok'

"Makasih"

'Oh ya, nanti ke pesta bareng ya!'

"Boleh"

'Yes! Good night mirae...'

Tut... Tut... Tut...

Sama zen aja deh...

*hari H

"Ramainya..." Kataku melihat tempat yang ramai ini

"MC! Jaehee!" Kataku sambil berlari melihat mereka berdua

"Ah, mirae. Selamat datang" salam jaehee dengan sopan. Dan MC yang hanya melambaikan tangan padaku

"Jadinya gimana?" Kata MC dengan nada kepo

"Ya... Jadinya sama zen"

"V sudah datang. Siap siap acaranya mau dimulai" kata jaehee setelah melihat V datang

"Selamat datang, semua. Hari ini saya ingin mengucapkan terimakasih atas donasinya. Untuk memeriahkan acara. Kita akan menarikan waltz. Selamat menikmati" kata V memulai acara utama. Orang orang mulai mencari pasangan

MC dan jaehee mulai didatangi saeyoung dan jumin. Dan mengajak mereka menari

Zen datang lalu menawarkan dirinya untuk menari bersamaku.

"Mirae, ayo" kata zen sambil menyambut tanganku

"Fansmu?" Tanyaku

"Bisa nanti. Ayo" katanya sambil menarik badanku dengan posisi dansa. Aku ingin menolaknya. Tapi...

BRAK!

Ada yang mendorong zen dan memeluk tubuhku dari belakang

"Maaf, tapi anak ini sudah sold out." Kata seseorang itu. Aku mengadahkan kepalaku dan melihat. Surai rambut berwarna kuning-emas itu. Iris berwarna violet itu. Be- benarkah?!

"Yo-yoosung?!" Kataku kaget saat melihatnya. Lalu ia memposisikan posisi menari

"Diam. Lanjutkan saat selesai saja"

Setelah selesai menari, ia mengajakku ke taman belakang.

"Kau... Bukannya ada..." Kataku. Tapi ia memotong kataku dengan menaruh telunjuknya di bibirku

Tampa aba aba ia memelukku, erat sekali. Tapi hangat dan nyaman. lalu ia berbisik didekat telingaku "maaf, aku hanya ingin mengetahui perasaanku. Kau terlihat tak peduli. Aku takut kau tak sayang padaku."

"Jadi, dibantu zen. Aku mengetesmu. Apakah itu benar... Itu hanya game. Maaf" katanya sambil memberikan raut muka menyesal padaku

"Kau... Kau saja yang tak tahu. Aku gugup setengah mati setiap kau meneleponku tahu!" Kataku "makanya aku mencoba agar tidak salah paham dan bersikap ceria. Maaf, ternyata perbuatanmu membuatmu salah paham" lanjutku

"Ha... Ha... Ahahahahahaha" tawanya tiba tiba dan membuatku binggung. Tiba tiba. Ia langsung memberikan pos-pose... Me-me-mel-melamar dan mengeluarkan cincin

"Kau... Benar benar... Membuatku jatuh hati berulang kali. Dengarkan baik baik karena hanya sekali aku mengatakannya" katanya

"Mirae, Seo mirae. Will You Marry Me?" Katanya sambil memasukan cincin ke jemariku

Aku hanya bisa diam. Lalu menanggis.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Aku mencintaimu, yoosung kim " kataku lalu ia mencium bibirku dengan lembut

Yoosung, thanks for your game

END chapter 3

Note from me:

[spectrume has entered the chatroom]

Zen: author!

Spectrume: apa lagi...

Zen: emang banyak aku munculnya.

Zen: tapi aku bukan PHO!

Spectrume: ga papa seru kok!

Spectrume: makanya cari PACAR

Zen: ...

[zen has left the chat room]

Spectrume: hohohohoho (ditampar fans nya Zen)

Spectrume: sebetulnya belum selesai. Masih ada potongan terakhir

Spectrume: sampai jumpa di cnapter selanjutnya

Extra

Original POV

Sebelum acara lamaran (saat mirae ditarik ke taman belakang) sebetulnya ada yang membuntuti mereka (semua anggota RFA kecuali V)

"Eh liat, liat!" Kata perempuan berambut coklat berbisik kencang

"Karena aku sih..." Kata zen kepedean

"Yoosungie mulai bertindak" kata laki laki berambut merah memecah suasana

"Wah... Dilamar..." Kata perempuan berambut colat pendek terkesima

"Mungkin aku harus menyiapkan baju untuk hadir di pesta pernikahan mereka" kata jumin

"Mana? Lihat dong..." Kata zen dan mendorong mereka semua, ya. Sampai ketahuan oleh mereka

"Ka, kalian?!" Kata mereka berdua melihat semua teman di RFA nya seperti maling kepergok

"Kalian lihat?!" Kata mirae masih panik "gak papa. Kita emang mau nikah kok. Kami pergi duluan ya" kata yoosung menarik mirae dan membuat mereka yang masih beres beres terkesima melihat sifat yoosung yang berubah

"Sekarang kita lanjut. Tapi pasangan disana. Harap menari di VIP ballroom" kata V

Setelah sampai, mirae dan yoosung menyiapkan posisi dansa "mau yang mana?" Kata yoosung "kau bisa waltz latin?" Yoosung hanya diam dan menarikan waltz latin. Orang lain hanya terkesima melihat mereka.

Mungkin bagi mereka. Ini adalah pesta yang terbaik selama mereka hidup

-merry cristmas and happy new year (spectrume)

Extra END