Hem hem hem/Author senyam senyum sendiri saat melihat riview
Minna~, typo tersayang masih banyak ya?/ tipikal author watados(readers: udah tahu nanya.)
Author pundung dipojokan.
N: maaf sepertinya author lagi ngambek ttebayo~!
K: (tiba-tiba balik) jangan dengarkan dia. Saya baik-baik saja.
S: dobe, kita balik. Ceritanya mau mulai.
N: siap! Dah readers!(melambaikan tangan/ditarik S)
Author cengo, tadi siapa sih?#ditonjok readers munculin karena orang ga jelas.
Ya sudahlah yeah!
Kita balas riview saja oke!
Seperti biasa log in dan tidak log in saya balas disini ya!
Balas Riview...
Ran Hime : Terimakasih sudah dikasih tahu, saya memang author dodol. Typo bertebaran tapi malah masa bodo. Bagaimana tuh? Sudah saya perbaiki percakapannya, apa masih ada yang salah. Jika ada mohon beritahu saya.^^
/modus author males baca ulang fic malah ngandelin readers.
Terima kasih atas riviewnya!^^
Kagurra Amaya: typo itu susah dibasmi. /author ngeles.
Wah, Ame san suka fic ini?/hug me!#dicuekin Ame san.
Fic ini ga bakal hiatus ko, asal saya sebagai author tidak kena WB saja.
Yosh! Semangat!
Makasih udah riview^^ ni update nya baca ya~
Sora asagi: Hiks! Mengapa typo sulit sekali dibasmi, padahal author sudah minum obat nyamuk(lho?) biar ga ada typo.
/Ngambil corong Sora san. Takkan saya biarkan Naruto hidup bahagia sebelum AUTHOR PUAS BIKIN DIA MERANA...!#dilempar panci, baskom,ember dan alat-alat rumah tangga lain karena tereak malem malem(tetangga: brisik. Kagak liat apa tuh udah jam 12 malem!)
Masih sudah mau me riview!^^/
Gunchan SasuNalu Polepel: nama kamu lucu!
Ini sudah update, baca ya~
Makasih riviewnya~ ^^
Louisia vi Duivel: Saingan Sasu teme mah banyak!
Naru memang tidak tahu menahu soal dunia hitam, tapi sejauh ini sih dia belum pernah diserang. Karena sebenarnya Kitsune tak pernah turun tangan langsung dalam dunia mafia, seperti dibalik layar mungkin.
Pain: terimakasih kau sudah mendukungku untuk mendapatkan Naru.
Sasuke : (nyiapin chidori+mangekyo+susano'o)
Pain: Ngacir, takut keduluan mati sebelum fic ini selesai.
Makasih udah riview!^^
Jamcomaria: mau kyuu muncul? Wani piro~#digorok.
Kepribadian Naru berapa ya?/author pura-pura mikir.
RAHASIA
Belum bisa ku kasih tahu, tapi baca aja nih lanjutannya, moga pertanyaanmu bisa terjawab sedikit.
Iruka emang tahu kok Naru punya kepribadian ganda, bukan Cuma kitsune aja yang dia tahu~
Nih updatenya harus baca!/ngancem pake samurai colongan.
Makasih yah sudah riview!
Kamikaze no Shinigami: Wew! Nih udah lanju~t!
Makasih riviewnya.
Untuk yang sudah Fav and Follow saya ucapkan terimakasih !
Disclaimer : Naruto punyanya Kishimoto sama, juga milik baka teme
Genre: Romance, Family,Crime.
Rated: masih T tapi M aja biar aman
Pairing: SasuNaru slight SasoDei,PainNaru(tidak tampil dichap ini) dan akan berkembang sesuai jalannya cerita
Warning: yaoi, BoyXBoy, sho-ai,BL,Alur kadang cepat kadang lambat,Typo(moga aja sekarang udah ga aga ada),aneh,gaje etc.
Menurut fic yang udah DON'T LIKE DON'T READ, tapi silahkan baca terlebih dahulu setelah itu berikan komentar anda dengan riview!^^
Sekilas chapter 2
"Jadi bagaimana?" tanya Sasori sesaat setelah mereka keluar bar.
"Apanya yang bagaimana, danna?" tanya balik Deidara.
"Tentang pemuda tampan yang terus memperhatikan kitsune tadi." jawab Sasori.
"Sesuai perintah dari Kitsune, aku harus mencari informasi tentangnya. Memangnya apa lagi yang harus kulakukan lagi danna?" jawab Deidara.
"Haah, kurasa pemuda itu hanya tertarik pada pheromon ketua kita" ucap Sasori mengingat apa yang dilakukan pain tadi.
"Tetap saja aku harus melaksanakan perintah Kitsune" kata Deidara.
Sasori membuka kan pintu mobil mempersilahkan Deidara masuk.
"Terserahmulah" ucap Sasori setelah berada dibelakang kemudi, menyalakan mesin dan melajukan mobil sport merah batanya menjauhi bar.
CHAPTER 3
"Sasuke?"
"..."
"Sasuke!" Suigetsu yang sejak tadi memanggil Sasuke sedikit meninggikan suaranya.
"Kita pergi." Ucap Sasuke tanpa memandang Suigetsu.
Suigetsu menaikan sebelah alisnya tanda bingung 'Apakah sudah terjadi sesuatu?' tanyanya dalam hati.
.
.
"Kau kenapa sih?" Suigetsu bertanya ketika mereka-Sasuke dan Suigetsu- sudah berada diparkiran bar.
"Hn." Jawab Sasuke tidak jelas.
###########*######*##*###*##################*##################*#########
Cklek
Pintu besar mansion itu terbuka lalu tertutup kembali menandakan ada seseorang yang melewatinya.
"Larut. Apa kau tidak melihat sekarang jam berapa?" Tanya seseorang yang tengah duduk diruang makan.
"Sudah kubilang bukan urusanmu Iruka." Tanggap orang yang ditanyai tadi, lalu berjalan menuju tangga tanpa mempedulikan tatapan menyelidik yang diarahkan padanya.
"Fax(bener ga nulisnya) dari anak buahmu sudah tiba." Ucap Iruka, Kitsune pun membalikan badannya dan berjalan kearah Iruka.
"Sekarang apalagi yang kau lakukan Kitsune?" tanya Iruka seraya menyerahkan kertas ditangannya pada Kitsune.
Kitsune tak menjawab dan sibuk memperhatikan deretan kata pada kertas yang diserahkan Iruka.
"Haah, apa urusanmu dengan Uchiha bungsu Kitsune?" Iruka bertanya lagi walaupun dia tahu takkan mendapatkan jawaban dari pertanyaannya itu.
Kitsune terus membaca isi dari kertas itu, kertas yang dikirimkan anak buah kepercayaannya-Deidara-, terlihat sebuah foto dan biodata yang bisa dibilang sangat lengkap yang sangat rahasia yang seharusnya hanya diketahui pemerintah dan orang yang bersangkutan saja. Foto itu adalah foto dari Uchiha Sasuke anak kedua dari pasangan Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto, pewaris perusahaan Uchiha Corp. yaitu perusahaan senjata berskala internasional dan masih jomblo. /lupakan kata terakhir.=b
Tak berapa lama, Kitsune sudah membaca keseluruhan isi dari kertas itu. IQ yang tinggi mempermudahnya dalam menghafal isi kertas itu diluar kepala.
"Hancurkan ini." Perintah Kitsune, ia menyerahkan kertas itu pada Iruka lalu membalik badan berjalan menaiki tangga.
"Haah." Menghela nafasnya, Iruka segera melaksanakan perintah Kitsune. Bukannya dia patuh atau apa, tapi bisa gawat juga kalau Naruto sampai melihat kertas itu. Yang sudah dianggapnya sebagai 'anak' nya itu.
'Apa yang bisa kelakukan untuk menolongmu Naru..' batin Iruka, hatinya miris melihat semua yang terjadi pada majikannya.
Kitsune, Naruto. Kitsune adalah Naruto, Naruto adalah Kitsune, ah tidak bukan, kitsune adalah pribadi lain dari Naruto, sesosok kepribadian yang tidak diketahui Naruto sendiri.
Kamar Naruto
Kitsune membaringkan tubuhnya ditempat tidur setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sama saat dia mengambil alih tubuh Naruto. Matanya menatap lurus pada langit-langit kamar, lalu mulai terpejam "Uchiha Sasuke...menarik" gumam Kitsune sebelum sepenuhnya tenggelam dalam dunia mimpi.
===============+=====+=============+===0. Kagari Hate The Real World .0===+=========+=========+=======================
"Naruto! Bangun! Kau itu mau tidur sampai kapan?" kesal benar-benar kesal, mengapa berteriak dipagi hari harus selalu menjadi rutinitasnya.
"Teuchi san ramen jumbo tambah hammpp.." oh Kami sama dalam mimpipun Naruto masih memikirkan ramen. Ckckck ! Dasar freak.
"Ramen kepalamu! Bangun Naruto, ini sudah jam 7 nanti kau bisa terlambat sekolah." Teriak Iruka sambil mengguncang-guncang tubuh yang masih bergerumul dalam selimut itu.
"Aku sayang padamu rame~~n." Igau Naruto semakin tidak jelas.
"Menikahlah ramen hammp denganku~." Naruto memeluk gulingnya dengan erat lalu mulai menciuminya.
'Me menikah de dengan ramen, astaga.' Batin Iruka sweatdrop mendengar igauan Naruto.
Kesabarannya sudah hilang sekarang, untuk membangunkan bocah satu ini memang tidak bisa dengan cara normal. Iruka pun menarik selimut yang menutupi tubuh Naruto seperti kepompong sehingga Naruto terguling-guling sebelum akhirnya jatuh dengan wajah mencium lantai/mau dong jadi lantai#dichidori Sasuke karena harusnya dia yang jadi lantai(?)
"Waduuh! ITAII...wajahku yang tampan! Paman kau tega sekali, lihat wajah setampan dewa ini sekarang harus mengalami memar dijidat!" Naruto terus berteriak-teriak narsis lebih hampir sepuluh menit sampai sebuah teriakan menggelegar.
"NARUTO! CEPAT MANDI ATAU AKAN KU MUSNAHKAN RAMEN DARI DUNIA INI!" dengan lantang teriakan Iruka membuat Naruto grabak grubuk(readers:Hah?) menuju kamar mandi dan dengan tingkat kelabakan akut Naruto berteriak "HIDUPKU DALAM BAHAYA" dan Blam! Pintu kamar mandi tertutup.
.
.
.
Setelah mandi dan memakai seragam sekolah, Naruto sekarang sedang memasukan buku pelajaran kedalam tas merah gelapnya, kenapa bukan orange ? itu karena Naruto merasa familiar dengan marna merah, seperti pernah 'mengenal' warna itu. Tapi saat matanya tertuju pada jam kecil dimeja belajar, dia menyadari sesuatu.
1 detik
2 detik
3 detik
4 det-
"HUAAH! AKU TERLAMBAT!" Teriaknya melihat jam yang sudah menunjukan jam 7.42 pagi.
Dengan membabi tapi tidak buta Naruto berlari kelantai bawah dan segera menuju pintu depan.
"Paman aku berangkat!" teriak Naruto.
Iruka yang melihatnya hanya menghela napas.
"Begini jadinya jika dia tidak bisa naik mobil." Ucap Iruka menggelengkan kepalanya.
Naruto berjalan dengan tergesa-gesa mungkin setengah berlari untuk bisa sampai tepat waktu kesekolahnya, hanya tinggal menyebrang jalan dan melewati satu blok lagi dia akan sampai disekolah.
Tanpa melihat kekiri dan kanan, Naruto dengan tergesa- gesa menyebrang jalan. Bersamaan dengan itu sebuah mobil sport biru tua melaju tepat kearahnya dan
CKIIT
mobil itu mengerem mendadak tepat sebelum menabrak Naruto. Dari dalam mobil terdengar bunyi 'adouh' yang mungkin diakibatkan reman mendadak tadi.
Naruto hanya berdiri mematung dengan kaki gemetaran dan akhirnya jatuh terduduk karena tak bisa lagi menopang tubuhnya. Seorang pemuda keluar dari sisi pintu kemudi mobil itu dan menghampiri Naruto yang tengah terduduk tepat didepan mobilnya. Matanya masih terbelalak dengan tubuh gemetaran.
'Dobe?' pikir pemuda itu.
"Hn. Melamun saat menyebrang lagi dobe?" sindirnya pada Naruto.
Namun tak ada jawaban atau respon apapun dari Naruto, tiba-tiba iris biru saphire itu mengeluarkan cairan bening terus mengalir tanpa henti.
Pemuda yang melihat itu, Sasuke menaikan sebelah alisnya bingung. Disentuhnya bahu Naruto tapi saat Sasuke menyentuh bahu itu, Naruto memeluknya dengan sangat erat dan menangis sejadi-jadinya dipelukan Sasuke. Naruto terus berteriak-teriak dalam tangisnya, teriakan pilu memanggil nama seseorang.
"KYUU NII!"
"KYUU NII, MAAF!"
"MAAF,MAAF!MAAF!"
"KYUU NII!"
Sasuke yang selagapan akibat syok karena seseorang telah memeluknya dan menangis dipelukannya mencoba untuk menenangkan jantungnya yang secara tiba-tiba berdetak lebih kencang, akhirnya Sasuke membalas pelukan itu mencoba untuk menenangkan bocah dalam pelukannya.
Sementara itu seseorang yang sejak tadi memperhatikan dua orang itu dari dalam mobil menyaksikan dengan tampang melongo dan mulut menganga lebar.
.
.
.
Beberapa lama kemudian, tangisan Naruto mereda dan hanya terdengar isakan-isakan kecil dari bibirnya.
"Sudah selesai dobe?" tanya Sasuke.
'Eh, dobe?' Naruto membatin merasa sedikit mengenali suara dan panggilan itu, Naruto pun mendongak untuk menatap orang yang memeluk-dipeluk-nya.
Kedip-kedip-kedip-ked-
"HUAH! OM OM PEDO PANTAT AYAM!" teriak Naruto melepas pelukannya dan menunjuk-nunjuk wajah Sasuke.
Twich
'A anak ini." Batin Sasuke menggeram dongkol. Bayangkan setelah lebih dari limabelas menit dia menerima pelukan paksa dan terpaksa menjadi tontonan gratis orang-orang yang melewatinya dengan tampang seakan menyiratkan ' Apa yang sudah kau lakukan pada anak manis itu' tapi sekarang dia harus terpaksa telinganya tercemar polusi suara akibat mendengar teriakan cempreng bocah labil didepannya juga terpaksa dituduh sebagai om om pedo untuk kedua kalinya. Dasar anak tak tahu terima kasih.
"BWAHAHAHAHA" tawa nista terdengar dari dalam mobil, ketika pintu mobil dibuka nampaklah Suigetsu yang sedang memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa terlalu lepas.
"Ha haha, ap apa di dia bilang om haha om pedo pan pantat ayam. Hahaha!" dan tawa nista itu berlanjut sampai beberapa menit setelahnya.
.
.
Setelah bertawa ria, Suigetsu akhirnya bisa diam bukan karena sudah puas untuk mentertawakan orang didepannya hanya saja orang yang ditertawakan itu mengeluarkan aura-aura membunuh yang sangat menyeramkan dan tentu saja siap untuk menerkam nyawanya.
"Aku tidak menyangka bocah ini bisa memanggilmu dengan sebutan seperti itu Sasuke, memang apa yang sudah kau lakukan padanya?" tanya Suigetsu dengan nada menggoda.
Sasuke langsung mendeathglare Suigetsu yang langsung mengangkap tangannya didepan dada mengisyaratkan bahwa dia hanya bercanda.
"Hehehe, hei bocah siapa namamu?" tanya Suigetsu, matanya beralih menatap Naruto yang terdiam memperhatikan mereka.
"Aku bukan bocah! Aku sudah 17 tahun tahu dan namaku Naruto, Uzumaki Naruto!" tegas Naruto, melipat kedua tangannya didepan dada dan menggembungkan pipinya pertanda dia sedang ngambek(bahasa bakunya apa sih?).
"Wah! Kawai~!" teriak Suigetsu berjingkrak-jingkrak tidak jelas dan memfoto Naruto dari berbagai sudut.
"Eh?" semburat merah terlihat dipipi Naruto. Manis? halo? Dia laki-laki, manis hanya untuk perempuan.
"Akh, aku tidak manis aku ini tampan tahu!" teriak Naruto dengan segala kenarsisannya.
"Hn, dobe dilihat dari manapun kau itu manis bukan tampan." Celetuk Sasuke karena merasa tidak enak terus dicueki. Sas, kau baru saja bilang Naruto manis, ckckck apakah sudah ada benih-benih padi dipadang gersang(?).
"Heh teme! Siapa yang dobe? Sudah ku bilang aku bukan dobe, teme jelek!" Sungguh Naruto sangat kesal pada om om pedo satu ini.
"Hn, kau dobe kau suka sekali menyebrang sambil melamun. Itu bukti bahwa kau d-o-b-e." Ucap Sasuke sengaja mengejah kata terakhir.
"Gaah, aku tidak melamun. Aku hanya terburu-buru karena takut terlambat sekolah tahu!" kesal Naruto, tapi tunggu dulu, terlambat? Sekolah?
"AAAAA! AKU TERLAMBAT! Bagaimana ini Ibiki sensei pasti akan benar-benar membunuhku!" akhirnya Naruto sadar bahwa dia-sudah benar-benar-terlambat untuk masuk kesekolah.
"Teme! Kau harus tanggung jawab!" teriakan pun kembali menggelegar dan Sasuke harus menahan amarahnya yang sudah siap meledak karena lagi, dia ditatap oleh orang-orang seolah berkata "Anak jaman sekarang, berani berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab.".
What the hell?
Ia, seorang Uchiha Sasuke laki-laki paling sempurna, namanya selalu dielu-elukan oleh kaum hawa maupun adam sekarang harus dituduh yang tidak-tidak hanya karena bocah dobe didepannya ini?
"Bukan salahku, kau yang menyebrang tiba-tiba." Ucap Sasuke cuek.
"Tidak peduli! Bukan hanya Ibiki sensei saja yang akan membunuhku, tapi pa paman Iruka juga akan memenggal kepalaku kalau tahu aku bolos seperti ini!" wajah Naruto sudah sangat horor membayangkan apa yang akan dilakukan pamannya nanti.
"Dasar dobe."
"Teme!"
"Rambut durian."
"Pantat ayam!"
"Muka rubah."
"Muka rata."
"Om om mesum!"
"Bocah sial."
"Suram!"
"Cerah."
"Tiang listrik!"
"Cebol."
Dan terus berlanjutlah pertengkaran duo childish itu karena author lelah menuliskan apa saja ejekan yang mereka lontarkan kita lanjut saja sampai mereka berhenti karena kelelahan.
"Hah hah hah, aku lelah teme~." Ucap Naruto yang sedang berusaha mengambil napas, bertengkar mulut dengan teme ini sangat melelahkan .
"Hah hah, hn dobe." Sasuke juga terlihat lelah walaupun ekspresi diwajahnya tetap saja datar.
Ada seseorang diantara mereka yang terlupakan, dialah Suigetsu. Sekarang ini lagi-lagi dia hanya bisa melongo karena syok tingkat akut yang menderanya. Bosnya, temannya, Sasuke orang yang sangat amat pelit kata bisa secerewet ini hanya karena menghadapi omongan seorang bocah didepannya ini. Dunia kiamat itulah pikir Suigetsu saat ini.
"Em ekhm!"
Suara deheman dari samping membuat Sasuke dan Naruto menatap asal suara itu.
"Err itu ano, apa tidak sebaiknya kita pergi dulu dari sini. Aku tidak ingin kalian menarik perhatian lebih dari ini." Ucap Suigetsu, matanya melihat sekeliling.
Naruto juga Sasuke pun mengikuti arah pandangan Suigetsu, saat mereka melihat sekitar sudah banyak orang yang berkumpul memandangi mereka layaknya sirkus gratis. Karena tidak ingin lebih dari ini mencemarkan nama Uchiha, sebelum ada yang mengenali siapa Sasuke sebenarnya, akhiranya Sasuke pun menyetujui ucapan Suigetsu.
"Hn." Sasuke pun langsung berjalan kemobil, duduk dibelakang kemudi.
"Nah Naruto, sebaiknya kau ikut dengan kami. Nanti kami antar pulang kerumahmu ok?" ajak Suigetsu dan tersenyum manis kearah Naruto. Semburat merah muncul diwajah Naruto, sedikit menimbang-nimbang ajakan Suigetsu.
"Tapi.."
"Tenang saja, kami orang baik kok! Yah walaupun yang satu itu agak tidak ramah." Ucap Suigetsu, mengarahkan telunjuknya kearah mobil. Menunjuk orang yang berada didalam mobil itu.
Naruto tertawa pelan mendengar penuturan dari Suigetsu mengenai Sasuke dan mengangguk untuk menyetujui ajakan Suigetsu.
"Hu um, baiklah"
Suigetsu dan Naruto pun masuk kedalam mobil, Suigetsu di sebelah Sasuke dan Naruto duduk dibelakangnya.
"Dobe, dimana rumahmu?" tanya Sasuke, menyalakan mobilnya untuk siap melaju.
"Teme, sudah ku bilang aku bukan dobe!" seru Naruto kesal.
"Sudah cepat katakan dimana rumahmu!" Sasuke merasa ingin sekali mengkemplang kepala si dobe satu ini saat ini juga.
"Didepan ada belokan, ambil jalan kiri terus lurus saja nanti ku beritahu dimana." Ucap Naruto ogah-ogahan.
"Hn."
Mobil itu pun melaju menyusuri jalan yang telah diucapkan Naruto.
.
.
"Disana! Berhenti didepan gerbang berwarna emas itu!" seru Naruto ketika rumahnya sudah terlihat.
Mobil pun berhenti tepat didepan gerbang itu, Sasuke menaikan sebelah alisnya, rumah? Besarnya hampir sama dengan mansion Uchiha pikir Sasuke.
"Teme kau harus ikut turun dan menjelaskan semuanya pada pamanku." Ucap Naruto saat membuka pintu mobil.
"Hn."
Mereka pun turun dari mobil dan memasuki gerbang besar berwarna emas atau mungkin itu emas asli? Karena berkilauan saat terterpa sinar matahari.
Naruto berlari kecil menuju pintu depan dan memencet bel rumahnya.
Ting tong teng(bunyi bel ceritanya)
Suara dari bel itu menggema keseluruh ruangan mansion, tak lama terdengar gumaman dari dalam 'Iya, tunggu sebentar.' dan pintu pun terbuka memperlihatkan seseorang dengan balutan jas rapi.
"Naruto? kenapa jam sedini kau sudah pulang?" tanya Iruka heran lalu melihat jam tangannya yang baru menunjukan pukul 09.26 pagi.
"Hehe, paman gomen. Tadi dijalan ada sedikit masalah dan itu gara-gara...si teme ini!" ucap Naruto dengan nada meninggi diakhir tangannya dengan sangat tidak sopan menunjuk wajah si teme.
Detik berikutnya mata Iruka sedikit terbelalak, "U uchiha san?" orang uang ditunjuk Naruto ternyata adalah Uchiha bungsu, yaitu Uchiha Sasuke.
"Hn, maaf tadi dijalan anak ini menyebrang jalan secara tiba-tida dan aku hampir saja menabraknya." Sasuke membungkuk-hanya sedikit-sebagai permintaan maafnya.
Mata Iruka melebar dengan sempurna, matanya teralih lagi pada Naruto.
"Naruto kau baik-baik saja kan? Mana yang luka? Mana yang sakit?" tanya Iruka beruntun dengan wajah yang sangat khawatir.
"Paman aku baik-baik saja." Ucap Naruto, sedikit tidak enak karena sudah membuat pamannya mengkhawatirkan dirinya.
"Syukurlah, syukurlah kau baik-baik saja. Aku tidak tahu harus apa jika terjadi sesuatu padamu lagi Naruto. Aku tidak tahu harus berkata apa nanti pada Kyuubi jika terjadi sesuatu padamu Naruto" ucap Iruka penuh rasa kelegaan, Iruka memeluk Naruto dengan sangat erat.
'Kyuubi?' batin Sasuke saat mendengar nama asing itu itu ditelinganya.
Deg
Naruto menundukan kepalanya dalam, dadanya terasa sesak sekarang ini.
Iruka yang menyadari perkataannya barusan serasa ingin mengutuk dirinya sendiri, 'bodohnya aku' pikirnya.
"Naru..." ucap Iruka pelan.
"Hehe, paman aku kedalam sebentar ya. Teme kau tunggu disini jangan kemana-mana!" Naruto melepaskan diri dari pelukan Iruka dan berlari kedalam mansion.
Iruka menatap cemas kepergian Naruto, lalu mengalihkan pandangannya pada dua orang disampingnya.
"Uchiha san terima kasih telah mengantar Naruto pulang." Ucapnya.
"Hn." Ucap Sasuke, "Tapi, dari mana anda tahu nama saya?" tanya Sasuke karena dia belum memperkenalkan dirinya.
"Ah, maafkan saya. Saya terlalu khawatir pada anak itu sampai lupa memperkenalkan diri, nama saya Umino Iruka wakil dari Rasengan Corp. anak perusahaan Namikaze Corp," jelas Iruka menjulurkan tangannya kedepan.
"Hn. Uchiha Sasuke." Sasuke menjabat tangan Iruka.
"Dan disebelah anda?" tanya Iruka matanya melirik seseorang disebelah Sasuke.
"Saya Suigetsu, Suigetsu Hozuki rekan kerja Sasuke." Suigetsu mengangkat tangannya.
"Senang berkenalan dengan anda." Ucap Iruka menyambut tangan Suigetsu.
"Teme~!" teriakan cempreng memmbahana, membuat ketiga orang tadi menatap keasal suara.
Terlihat disana Naruto berlari kecil, tangannya memegang sesuatu seperti kertas.
"Ini milikmu kan?" tanya Naruto, menyerahkan benda yang ada ditangannya pada Sasuke.
"ini..." benda itu adalah proposal perjanjian kerja yang di ekhm-hilang-ekm kan Sasuke tempo hari.
"Hehe, kemarin aku melihat kertas itu tak jauh dari tempat kita bertemu. Aku pikir itu penting, jadi aku bawa pulang." Naruto terlihat bangga karena sepertinya keputusannya untuk membawa pulang kumpulan kertas itu benar.
'Selamat' batin Sasuke, lega karena dia tidak harus mendengarkan pertanyaan beruntun dari kakaknya lagi mengenai dimana proposal yang harusnya diberikannya pada Itachi.
"Hn." Tanggap Sasuke.
"Wah wah, kau adalah penyelamat hidup Sasuke Naru chan." Ucap Suigetsu ketika melihat tulisan yang tertera dalam kertas itu.
"Penyelamat?" Naruto bertanya, wajahnya menyiratkan kebingungan.
"Iya, kertas itu sangat penting bagi Sasuke dan kemarin Sasuke menghilangkannya. Dia hampir tuli mendengar ceramah dari kakaknya." Jelas Suigetsu dan sukses mendapat deathglare gratis dari Sasuke.
"Hehe, begitu ya. Um paman Iruka?" Naruto menatap Iruka.
"Ada apa Naruto?" Iruka menatap Naruto balik.
"Aku mau ke kamar dulu ya, aku mengantuk hoam..." Naruto sedikip menguap saat mengucap.
"Hah, ya sudah sana." Iruka tersenyum pada Naruto.
"Kalau begitu dah teme dan Suigetsu san juga terima kasih sudah mengantarku." Ucap Naruto.
"Sama-sama Naru chan." Balas Suigetsu.
'Yang mengantarmu itu aku.' Batin Sasuke mendengus kesal.
Naruto pun berbalik dan berjalan menuju kamarnya.
'Naruto...' Iruka terus memandangi Naruto, rasa bersalah terlihat dari matanya.
"Maaf?"
"Ah, maafkan saya lagi-lagi saya melupakan kalian berdua." Iruka tersenyum sebisanya.
"Hn, sebelumnya maaf jika saya tidak sopan. Tapi bisa saya tahu orang yang bernama Kyuubi itu siapa?" tanya Sasuke datar, walau dia sangat penasaran.
Raut wajah Iruka terlihat sendu mendengar nama itu.
"Jika anda tidak berkenan juga tidak apa-apa." Ucap Sasuke, karena sepertinya pertanyaan barusan menyinggung orang didepannya.
"Ah tidak apa-apa. Kalau soal Kyuubi, dia adalah kakak Naruto. Kyuubi sudah meninggal 14 tahun yang lalu." Jelas Iruka, guratan kesedihan terlihat jelas diwajahnya.
"Hn, sepertinya pertanyaan saya membuat anda tidak nyaman. Maafkan saya." Sesal Sasuke, tidak enak juga sudah membuat orang didepannya memasang wajah seperti itu.
"Tidak, tidak perlu minta maaf. Toh anda hanya bertanya Uchiha san." Ucap Iruka sambil tersenyum.
"Jadi karena itu ya, Naruto menangis dan histeris memanggil nama Kyuu nii ya." Gumam Suigetsu memasang pose ala detektif Conan, komik favorite author setelah Naruto.#dijitak centong nasi. Lho(?) lanjut~~~
Iruka terkejut mendengar penuturan Suigetsu, histeris, majikannya histeris?
'Ini gawat.' Pikir Iruka gelisah.
"Ma maaf, se sepertinya saya harus segera mengecek keadaan Naruto jadi..." sebenarnya Iruka merasa tidak enak harus mengusir dua orang didepannya, tapi sekarang ini yang dipikirkan Iruka hanya keadaan Naruto saja.
"Ah, tidak apa-apa Umino san kami juga harus segera kekantor. Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Suigetsu, sepertinya dia melihat wajah Iruka yang berubah menjadi sangat khawatir.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah mengantar Naruto, mari saya antar kedepan." Iruka berjalan terlebih dahulu lalu diikuti Sasuke dan Suigetsu dbelakangnya.
Setelah mengantar kepergian Sasuke dan Suigetsu, Iruka langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar ingin segera sampai ketempat Naruto.
.
.
Beberapa menit sebelumnya ditempat Naruto.
Naruto masuk kedalam kamarnya dan memdudukan dirinya disisi tmpat tidur.
"Kyuu nii," suaranya terdengar sangat lirih.
Tatapan mata dari iris biru itu terlihat kosong, hampa dan terasa lebih gelap, pancaran emosi yang keluar dari mata itu tak bisa lagi tersirat, terluka, kesepian, kecwa, marah, benci, lalu apa lagi, apa lagi yang ada disana tak bisa lagi diartikan.
Perlahan cairan bening turun dari mata itu, tak bisa lagi menampung gejolak rasa dalam dadanya. Sesak, sangat menyesakan rasanya. Cairan bening itu terus turun menyusuri pipi yang tergoreskan tiga pasang garis melintang lalu turun lagi dan tergantung dirahang dan jatuh.
Tes
Tes
Mata indah itu, mata bak langit dimusim panas itu kini tak secerah biasanya. Langit itu kini sedang diselimuti awan dan rintik air hujan yang terus membasahi luka menganga dalam hatinya, sakit, perih, sesak. Tangan itu terangkat, meremas dadanya yang terasa sesak.
"kyuu nii, ma hiks maaf." Disela isak tangisnya, bibir itu terus menguntai kata yang sama.
"Kyuu nii hiks," remasan tangan itu semakin kencang kala dirasanya dada yang semakin sesak, 'sakit, kenapa sakit sekali?'
"Akh! SA SAKIT KYUU NII!" jeritan pilu itu terdengar menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.
Tok! tok! tok!
"Naruto! Kau tidak apa-apa? Naruto buka pintunya!" teriakan panik terdengar dari arah pintu, diluar telah berdiri seseorang dengan wajah menampakan kekhawatiran berlebih, seseorang itu, Iruka sangat panik ketika mendengar teriakan dari arah kamar majikannya dan langsung berlari kearah kamar Naruto.
"Naruto! paman mohon buka pintunya! Ini paman, Naruto!" Iruka terus menggedor pintu Naruto ketika didengarnya lagi teriakan dari dalam kamar itu.
"Akh! Kyuu nii maaf! Maafkan aku!" Naruto terus berteriak dan meremas dadanya lebih kencang.
Sesak yang dirasanya semakin lama semakin parah, kepalanya berdenyut nyeri tangannya yang lain mulai menjambak helaian dari surai emasnya bahkan beberapa helai jatuh dari singgasananya.
Kepalanya pusing, mata sembab itu memudar, penglihatannya mengabur bukan hanya karena terus menerus menangis tapi perlahan mata itu tertutup menuju kegelapan.
Diluar Iruka mulai putus asa karena tidak ada respon dari panggilannya, akhirnya dia memutuskan untuk mendobrak pintu didepannya.
Iruka berancang-ancang untuk mendobrak pintu, namun kigiatannya terhenti saat pintu itu perlahan terbuka.
Cklek
"Naruto! Kau baik-baik saja! Jangan buat paman takut sayang." Iruka langsung mendekap bocah didepannya itu, rasa lega terpancar dari wajahnya karena Naruto tidak melakukan hal bodoh seperti dulu.
"Naruto kun baik-baik saja Iruka,"
Deg
"A apa maksudmu Naruto?" Iruka melepaskan pelukannya dan menatap Naruto yang tersenyum lembut padanya.
Tapi, setelah Iruka perhatikan, Iruka terkejut. Bukan, yang didepannya ini bukan Naruto anaknya, bukan Naruto majikannya, orang didepannya ini...
"Runa..."
Tuberkolosius aku~~~!
Muncul lagi chara baru tapi tubuh lama.
Hahahahaha, bagaimana? Apa tanggapannya? Fic ini tambah bagus atau malah jadi buruk rupa?
Author tau akhir chap 3 ini ngegantung sekali deh, habisnya saya bingung mau potong ini ayam(sasuke: nyindir ya?) ekhm maksudnya mau potong ini fic dimana. So~~~~ bagaimana pendapatnya?
Sebelumnya ada beberapa yang saya butuh bantuan anda wahai para readers.
```````````````````````````QQQQQQQQQQQQuestionsZZZZZZZZ ZZZZZ```````````````````````````````````
1. Siapa nama lain dari Orochimaru?
Author bingung mau ngasih nama apa, karena saya mau membuat Naruto dkk belum tahu wajah Orochimaru. Jadi butuh nama samarankan?
2. Readers maunya 'Suke jadi orang terkenal biasa atau ikut dalam black world?
3. Apakah saya sudah bisa dibilang seorang author?
4. Kenapa selalu ada kata yang hilang saat mempublish fic ke fanfiction?
Okey! Cukup pertanyaan author untuk kali ini, jika anda semua yang membaca fic ini berkenan untuk menjawabnya. Saya akan sangat bertetima kasih pada dirimu-dirimu diluar sana.
Agar saya bisa menjadi author lebih baik, maka sudikah kiranya#digetok laptop karena kelebayan akut.
Sudahlah, riview sangat diharapkan, untuk flame author tidak tahu flame itu apaan meskipun saya sudah dapat tuh yang namanya riview isinya flame tapi bukan di fic ini. Tapi di fic saya yang judulnya (he is assassin?) yang judulnya aja salah,#udah tahu ga bisa bahasa inggris tetap aja authornya sangat bodoh malah memakai bahasa inggris untuk title.
Tapi baca fic nya ya~, terus jika suka silahkan riview jika tidak memberikan riview saya ucapkan terima kasih karena sudah mau membaca fic saya.
Akh! KENAPA MALAH CURHAH!
Sudah ya, mohon riviewnya^^
