Kata pertama yang Nori ucapin, GOMEN ya...
Lama banget nih updatenya
Modemnya rusak, tapi sekarang udh ada yg baru kok
Buru-buru aja Nori lanjutin ceritanya
Gomen chap. ini pendek, cuma biar kalian g nunggu terlalu lama aja
Soalnya sebentar lagi liburan, mau pulang ke kampung halaman, hehe...
Ok! kita mulai aja!
Title : Symphony of Us
By : Noriko Mirano
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Shikatema, Sasusaku, Saiino, Nejiten, Naruhina
Summary : Kedua band paling terkenal di KHS yang selalu bersaing, tiba-tiba diminta disatukan, apa semua akan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana?
Don't like? Don't read!
Chapter 3
Matahari bersinar terik. Seolah-olah ikut memberi pelajaran pada 10 murid yang sudah menipu gurunya ini.
Apa yang ada di pikiran mereka saat ini?
Sakura 'Awas kau Naruto!'
Sasuke 'Dasar dobe! Ini semua gara-gara kau!'
Sai 'Si Naruto baka itu, benar-benar baka!'
Ino 'Jika hukuman selesai, aku akan memukulmu Naruto…'
Tenten 'Naruto! Kau ini! Akan kuberi pelajaran nanti!'
Neji 'Naruto bodoh!'
Delapan murid itu terus melemparkan deathglare kearah Naruto, tentu saja Hinata tidak termasuk. Naruto yang menyadari hawa dan tatapan tidak mengenakkan dari teman-temannya itu langsung berkeringat dingin. Ia merasa bersalah, perkataannya waktu itu tergiang-ngiang di telinganya…
"Hehe… cari di perpustakaan umum aja lah… Paling-paling Anko Sensei males ngecek kalau semua cerita itu berasal dari perpustakaan sekolah"
Naruto sangat menyesal, kenapa ia mengusulkan hal bodoh itu?, sudah tentu Anko Sensei akan tahu kalau dia ditipu. 'Baka! Baka! Baka!' Naruto meneriaki dirinya sendiri dalam hati.
.
.
Teriakan Anko-sensei membuat mereka terkejut "Hey semuanya! Menghadap ke depan!"
Murid-muridpun langsung tersentak dan berhenti memberi Naruto deathglare. Naruto sedikit bernapas lega saat itu karena terbebas dari pandangan teman-temannya.
Waktu terus berjalan…
"30 menit lagi…" kata Anko Sensei
Keringat mengucur dari dahi mereka, wajah mereka semua memerah di bawah terik matahari, 30 menit terasa sangat lama bagi mereka, apalagi satu jam. Sakura mengelap keringat dengan punggung tangannya.
"Sakura! Jangan bergerak" kata Anko Sensei
Sakura langsung menurunkan tangannya, Anko Sensei terus memperhatikan mereka!
Dan akhirnya, setelah diam tak berkutat di bawah sinar matahari dan pengawasa Anko-sensei, waktu kembali berjalan, 30 menit kemudian…
"Ya, selesai… dan kalau kalian melakukan hal yang sama seperti ini lagi! Tunggu saja hukumannya" kata Anko-sensei sambil berjalan menjauhi mereka
.
.
Setelah Anko-sensei pergi, delapan murid tadi langsung menghampiri Naruto
"Naruto~~" kata mereka semua menyeramkan, siap menerkam Naruto, tapi seseorang menghentikannya
"Tu-tunggu, ta-tapi Naruto juga membantu kita" bela Hinata, teman-temannya langsung mengernyit heran tidak mengerti, sudah tentu Naruto yang membuat mereka dihukum bukan?
"Ji-jika kita tidak mengerjakan tugas, Anko Sensei a-akan memberi kita hukuman yang lebih berat" kata Hinata sambil menunjuk sekelompok murid yang sedang berlari mengelilingi lapangan dengan pengawasan Anko Sensei
Naruto yang menyadarinya langsung membela diri
"Benar, harusnya kalian berterimakasih padaku!" kata Naruto
"Baiklah Naruto, terimakasih" kata teman-temannya yang kelihatan tidak ikhlas, mungkin karena malas berdebat lagi
"Haus… ke kantin dulu ah…" kata Tenten yang langsung diikuti anggota Girl's Harmony di belakangnya, begitu pula Special Boy's
.
.
"Duduk di sini aja ya" kata Temari begitu begitu menemukan meja kosong
"Aku yang pesan minumannya, kalian pesan apa?" tanya Tenten. Setelah teman-temannya memberitahu, iapun langsung memesan minuman-minuman itu
"Hah… cape banget tadi, panas lagi…" kata Ino sambil mengibas-ngibaskan tangannya
Hinata hanya mengangguk menyetujui apa yang dibicarakan temannya
"Iya nih… " kata Temari
"Aku lebih sial, plus dimarahi" kata Sakura
.
.
Masih di bagian kantin, 4 anggota Special Boy's sedang duduk di bawah pohon yang rindang, menunggu Neji yang memesankan minuman untuk mereka
"Hah, haus… Neji lama…" kata Naruto
"Sabar dobe! Ini juga gara-gara kau" kata Sasuke
"Hey teme! Kau ini masih menyalahkan aku" kata Naruto
"Sudahlah kalian…" kata Sai, melerai dua makhluk yang tidak bisa diam ini
Berbeda dengan tiga orang itu, Shikamaru malah sedang tiduran di bawah pohon
.
.
Sementara itu, Tenten sedang berjalan membawakan minuman untuk teman-temannya. Tenten terus memerhatikan lima jus yang langsung ia bawa sekaligus, takut tumpah… Dan benar saja…
Bruk… Karena tidak memerhatikan jalan, tanpa sengaja Tenten menabrak seseorang yang ternyata adalah Neji
Lima jus itu sudah terlepas dari tangan Tenten, siap terjatuh… Tapi…
Dengan sigap Neji menangkap semua jus itu, kemudian memberikannya kembali pada Tenten
"A…Arigaou" kata Tenten sedikit terpukau dengan apa yang dilakukan Neji
"Kau ini seperti biasa ya, jalan tidak suka lihat-lihat" kata Neji
Satu urat muncul di dahi Tenten, baru saja tadi ia terpukau dengan Neji
"Huh! Terserah aku" kata Tenten berjalan meninggalkan Neji
.
.
Di sisi lain, dua orang murid sedang sedang berjalan sambil melihat sekeliling
"Mereka dimana sih?, katanya mau taruhan" kata Kiba
"1 tempat lagi! Kita belum lihat ke kantin" kata Lee semangat
Kedua orang itupun langsung menuju kantin dan ternyata benar, mereka menemukan apa yang mereka cari
"Lee, aku Special Boy's, kau Girl's Harmony" kata Kiba
"Oke!" kata Lee sambil mengacungkan jempolnya
.
.
Kiba yang sudah berpisah dengan Lee langsung menemui Special Boy's
"Hey semuanya!" sapa Kiba, tetapi omongannya tidak digubris karena mereka sedang bertengkar mempermasalahkan Neji yang lama membeli minuman, iapun mengucapkan kata yang sama, namun kali ini dengan berteriak
"Ada apa Kiba?" tanya Naruto yang pertama kali sadar bahwa disana ada Kiba
"Apa kalian lupa?" tanya Kiba yang mengheningkan suasana
"Lupa apa?" tanya Shikamaru malas
"Itu lho… taruhan…" kata Kiba mengingatkan
"Wah benar! Gara-gara hukuman Anko-sensei jadi lupa deh…" kata Sai
"Kalau begitu ayo ke halaman belakang, kami sudah siapkan taruhannya" kata Kiba
Merekapun mengikuti Kiba ke arah halaman belakang
.
.
Dan Lee menuju Girl's Harmony
"Hai" sapa Lee
"Ada apa?" tanya Sakura sama sekali tidak niat bicara
"Taruhannya sudah siap! Ayo kita ke halaman belakang!" kata Lee bersemangat
"Wa!" teriak para gadis yang langsung ditarik oleh Lee tanpa meminta persetujuan mereka
.
.
Di belakang Halaman KHS, murid-murid sedang berdesakan, sebagian dari mereka membawa poster dengan tulisan 'Go! Special Boy's' atau 'Go! Girl's Harmony'. Ya, mereka mau menonton idola mereka taruhan, teriakan-teriakan mulai terdengar ketika ke-dua band itu memasuki halaman belakang KHS yang luas.
"Wa! Girl's Harmony datang!"
"Kyaa! Special Boy's!"
"Lee, kenapa penuh sekali?" tanya Tenten sambil menutup kedua telinganya
"Tentu saja mereka akan menonton kalian, sekarang ayo ke tengah!" Lee kembali menarik mereka ke tengah-tengah halaman belakang yang memang dikosongkan untuk taruhan ini, begitu pula yang Kiba lakukan pada Special Boy's
.
.
Di tengah-tengah lahan yang dikosongkan itu ada seorang murid yang gendut sedang duduk sambil memakan keripik kentang
"Ya! Girl's Harmony dan dan Special Boy's sudah datang! krauk krauk, Lee dan Kiba, apa kita mulai saja taruhannya?" tanya Chouji dengan menggunakan mic dan tidak lupa sambil terus memakan keripik kentangnya
Lee dan Kiba mengangguk
"Hey Lee, Kiba! Kita kan cuma mau taruhan, kenapa harus ada penonton dan pembawa acara segala sih?" tanya Ino sweatdrop, yang lainnya juga menatap penonton yang sangat banyak sampai memenuhi halaman belakang dan juga menatap pembawa acara aneh yang sekarang sedang melahap keripik kentang dengan sweatdrop
"Jadi, kalian tidak setuju?" tanya Lee dengan mata berkaca-kaca
"Mendokusei... tapi, kalau begini mau bagaimana lagi? Nggak mungkin kan penonton itu disuruh bubar?" tanya Shikamaru pada teman-temannya
"Benar juga, mau gimana lagi?" kata Temari membenarkan ucapan Shikamaru
"Ya sudah Lee, kami setuju kok!" kata Naruto menghadap pada Lee yang matanya masih berkaca-kaca, tapi matanya kembali bersemangat saat Naruto mengakatan hal itu
.
.
Kemudian si pembawa acara gemuk itu kembali berbicara
"Ok! krauk krauk, aturan mainnya begini, krauk, kalian akan tanding sesuai pasangan kalian yang ditulis kelas 12 itu, Naruto vs. Hinata, Neji vs. Tenten, Sai vs. Ino, Sasuke vs. Sakura, Shikamaru vs. Temari, krauk krauk" kata Chouji, para penonton kembali berteriak-teriak sambil bertepuk tangan
"Ada 5 ronde, krauk, dimulai dari yang pertama keluar dari botol ini" kata Chouji begitu penonton selesai bertepuk tangan sambil memperlihatkan botol kosong dengan kertas yang terdiri dari masing-masing pasangan
"Baiklah, kita mulai, krauk krauk" Chouji memberikan botol itu pada Kiba untuk dikocok karena dirinya sendiri masih sibuk dengan makanannya
Kiba mengambil botol itu, iapun mengocoknya
Pluk… 1 kertas keluar, Kiba memberikannya pada Chouji
"Ronde pertama, krauk, ada pasangan…" Chouji menggantungkan kalimatnya untuk membuka kertas
"Krauk krauk, ada Shikamaru vs. Temari! krauk, silahkan kedepan" kata Chouji yang langsung disambut tepuk tangan penonton
Yang dipanggilpun segera melangkah ke depan
"Ambil salah satu gulungan kertas, krauk krauk" perintah Chouji
Temari melirik Shikamaru, Shikamarupun segera mengambil gulungan kertas dan memberikannya pada Chouji
"Ok! krauk, makan cabe, hahaha" tawa Chouji
"Jadi kalian akan memakan cabe, yang paling banyak yang menang" lanjut Chouji, kali ini ia tidak memakan keripik kentangnya karena ia masih tertawa
"Hey! Kita kan mau taruhan, ini sih namanya pertandingan" kata Temari
"Sama saja, dibuat pertandingan biar lebih menarik! Ya sudah kalau kalian tidak mau!" kata Kiba
"Kiba, kami mau kok, daripada kita bertengkar lagu mana yang akan dipilih, lebih baik kita bertanding" kata Shikamaru
"Ok! lanjut lagi Chouji!" kata Kiba
.
.
Dan pada akhirnya, diperoleh hasil seperti ini
1. Ronde 1, Shikamaru vs. Temari, makan cabe
2. Ronde 2, Sasuke vs. Sakura, dance
3. Ronde 3, Naruto vs. Hinata, masak
4. Ronde 4, Sai vs. Ino, melukis
5. Ronde 5, Neji vs. Tenten, basket
"Licik! Aku kan tidak bias melukis, Sai kan udah jago" kata Ino
"Maaf Ino, krauk krauk, tapi kau sendiri kan yang mengambil kertas, krauk, dan ternyata isinya melukis" kata Chouji
Inopun hanya bisa pasrah
.
.
To Be Continue
Gomen bagi yang requestnya g kepilih, Nori berusaha nyocokin sama tokohnya
Ok! Tunggu chap depan ya!
