Chapter 2: HaeHyuk Story

I Don't Need A Man

Rate: M

Genre: Romance & Hurt/ Confort

Warning: genderwitch, ooc, typos,abal, bahasa amburadul, membosankan, ide murni author, no copas

Summary: bila aku hanya pemuas nafsumu saja, lebih baik kau cari yeoja lain yang dapat memuaskanmu, aku bisa hidup tanpamu. Karena aku yeoja mandiri.

Terinspirasi dari judul lagu Miss A I don't need a man


"ahhh…shhhh…hae…..ah…..oh…. disituuuu"

"hyaaaa….hyukkkieee…..ohhhhh….semmmpithhhh sekaliiiii punyamuuuuu"

"hae/hyukkie….."

Suara desahan demi desahan menigiringi malam yang panjang ini, sepasang kekasih ini menikmati setiap sentuhan, dan desahan. Seandainya boleh ditilik kembali hanya 1 orang saja yang merasa puas atas permainan ini, dialah si namja bernama Lee Donghae atau bisa kita panggil hae.

"hyukkie, gomawa….. saranghae" lalu mulai terlelap lah namja tersebut.

"hiks…..hiksss…nado, nado saranghae hae….hiks"

Sepanjang malam, hyukkie tertidur dengan mata sembab, karena apa yang dia lakukan dengan kekasihnya, bukan atas kemauan dirinya, tetapi kemauan sepihak saja dari pihak hae.

Pagi itu, dia terbangun, karena ada sesuatu yang menempel di bibirnya rasanya manis dan kenyal, saat dia membuka mata ternyata hae sedang menciumnya ani melumatnya dengan penuh nafsu.

"ashhh…..hae….hentikan….shhhhh" tapi apa daya, kekuatanya kalah kuat dibanding hae, akhirnya dia mengalah dan berpasrah ria.

"shhh…..ohhhh…. hyukkieee…. Kau nikmatttt….shhhh….aku sampaiiiiii"

Akhirnya mereka pun kembali tertidur. Siang harinya saat hyukkie terbangun dia hanya menemukan selembar surat, dan pengirimnya hanya satu orang, ya lee donghae.

From: hyukkie baby

Gomawa ne, kau memang yang paling memuaskan dan yeojachingku yang paling cantik, mian tak membangunkanku aku ada kuliah jadi buru – buru, nanti aku datang lagi yah baby

Dari: your fishey

Cih….. selamanya dia hanya menggangapku pemuas nafsunya saja. Nanti, nanti itu mungkin 3 minggu lagi atau sebulan bila diartikan kata nanti menurut dia. Kenapa aku masih bertahan denganya karena ku berharap, yah berharap dia akan berubah dan benar – benar mencintaiku.

Aku tau sejak awal, aku saja yang mencintainya, cinta sepihak. Dia seorang playboy di kampusku, dan korbanya sudah banyak. Aku tau dia tak benar – benar kuliah, mungkin sekarang dia "kuliah" bersama yeojachingunya yang lain di ranjang, entah lah. Yang pasti aku tak bisa begini terus, tapi aku tak tau harus bagaimana. Ya Tuhan tolong hambamu ini.

Aku melangkahkan kakiku entah menuju kemana, biarkan angin yang menuntun langkahku, sampai tiba di depan sebuah café bernama café La Coste, entah kenapa aku masuk kedalam cafe ini. Aku pun menduduki tempat di ujung dekat jendela.

Tiba – tiba seorang yeoja cantik mendekatiku, dan memberikanku coklat panas.

"coklat panas baik untuk yang sedang terluka" kata yeoja cantik itu. Hey bagaimana dia tau aku terluka, apakah dari wajahku? Akhirnya aku pun memberanikan diri bertanya.

"bagaimana kau tau, Bila aku sedang terluka? Apakah kau peramal?" tanyaku lagi.

"hahaha…. Kau lucu sekali, siapa namamu?"Tanya yeoja cantik ini

"lee hyukjae immida panggil saja hyukkie"

"hyukkie ne, nama yang manis, sesuai dengan orangnya" kata yeoja cantik ini

"hey, kau belum menjawabku"

"hahah…. Aku hanya bisa berkata kepadamu kuat lah dan tegar lah, kamu pasti bisa melewatinya. Dan lagi jangan mengasihani dirimu dan merasa dirimu tak berharga, justru bila orang yang kamu sayangi menggapamu tidak berharga, masih banyak orang lain di luar sana menggangapmu berharga, so….. hadapilah, perpisahan bukan akhir segalanya, perpisahaan awal dari kebebasanmu, kalau begitu selamat mencicipi, itu gratis dari café ini, annyong" sebelum dia benar – benar pergi dia, memberiku sebuah kartu nama.

Kim Kibum

899376xxx

Yeoja aneh, tapi kata – katanya benar. Aku harus, menyelesaikan semua ini, aku bisa. Aku pun beranjak menuju apartemenya, karena beberapa pakaianku ada di apartemenya. Sesampainya diapartemenya aku langsung menuju kamar mandi dan mandi setelah itu aku, memberskan baju memasukannya kedalam koper, aku keluar kamar dia ada diruang tamu sedang duduk, kapan datangnya? Aku tidak mendengar dia datang? Aku pun menanyakan ini kepadanya. Ini harus aku Tanya untuk memantapkanku, walau aku tau jawabanya.

"hae, Apa arti diriku untukmu?"

"kenapa kau Tanya itu, kau sudah tau jawabanya"

"hanya ingin mendengarnya saja, jawablah"

"Tak ada hanya pemuas nafsu saja."

Hah, betulkan dia hanya menggangapku pemuas nasunya saja, tapi setidaknya aku lega.

"hah….. baiklah. Kalau begitu cari yeoja lain untuk memuaskanmu"

"ani, kau yang paling mengerti aku hyukkie, kenapa sih kau jadi aneh begini?"

"mengerti dirimu? Apa kau pernah mengerti diriku hae? Aku rasa jawabanya tidak, aku aneh? Tidak aku hanya muak dengan kau dan segara kepura – puraanmu, selamanya kau tetap playboy hae. Jadi sudah waktunya aku pergi, annyong"

"Mau kemana kau?"

"Apa pedulimu?

"Kau tak punya sapa – sapa di seoul"

"Lalu? Sudahlah hae, kau memperlambatku saja"

Akhirnya aku keluar dari apartemen dan melangkah tak tentu arah, ada perasaan kecewa tetapi lega secara bersamaan, aku memang mencintainya sangat, tapi mungkin lebih baik seperti ini. Akupun duduk di trotoar karena tak tau akan kemana. Tiba – tiba aku teringat dengan kartu nama yang diberikan yeoja di café itu padaku, aku pun mengetik nomornya dan meneleponya.

"…"

"annyong lee hyukjae immida, apakah ini no kim kibum?"

"…"

"hiks…..hiks….mianhe….hiks"

"….."

"aku ada di dekat café, baiklah"

Telepon terputus, 15 menit kemudian sebuah mobil Ferrari warna merah berhenti di depanku, turunlah 2 yeoja cantik, dan mereka mendekatiku.

"kau pasti tak punya tempat tinggal dan sanak saudara bukan?"kata yeoja yang aku yakin bernama kim kibum

"ne"

"baiklah, ikut kami, tak usah khawatir kami buka orang jahat" kata yeoja satunya.

"baiklah"

Setelah itu kami naik mobil yang dikendarai oleh yeoja cantik yang ternyata bernama kim heechul. Dia membawaku ke rumahnya.

"selamat datang, anggaplah rumah sendiri, janggan sungkan – sungkan ne?"

"jinjjaa? Aku boleh tinggal disini"

"hahaha, kau yeoja yang sangat lucu, aku gemas terhadapmu….. kan aku sudah bilang anggaplah rumah sendiri, jadi pasti boleh kau tinggal disini."

"gomawa eonnie"

Akhirnya aku membersihkan diriku, dan mendudukan diriku di balkon, tiba – tiba pintu diketuk munculah heechul eonnie.

"hyukkie waktunya makan malam"

"ne eon, bentar lagi aku turun"

Setelah itu aku menuju meja makan, dan makan – makanan yang tersaji.

"hyukkie makan yang banyak, kau kurus sekali" kata heechul eonnie kepadaku.

"hyukkie eonnie, mianhe, ne kalau waktu itu aku menasehatimu seperti itu, padalah kita belum kenal sama sekali dan aku melihat eonnie seperti sedang ada masalah."

"ne, guwancana kibum-ah, berkat kau aku memiliki keberanian, kau benar aku memilik masalah saat itu"

"kalau begitu saat ini masalahnya sudah selesai dong?" Tanya heechul eonnie.

"hahaha….. sepertinya begitu eon"

" kalau boleh tau, masalahnya tentang namjachingu eon ne?"

GLEK

"ne, tapi sekarang dia bukan namjachinguku lagi tapi mantan namjachingu"

"kalau boleh tau masalahmu dengan mantanmu apa yah hyukk?"

Akhirnya aku pun menceritakan semuanya kepada heechul eonnie dan kibum, setelah sejam bercerita akhirnya.

"hyukkie eon, jangan merasa sedih ne, karena namja memang brengsek, walaupun tak semuanya, hanya saja, jangan mau kalah dengan mereka. kita bisa kok berdiri sendiri, kita bisa maju, tanpa mereka"

"ne, kau benar bummie… saat kau menasehatiku, aku merasakan semangat, untuk mengambil keputusan ini"

"baguslah eon, sebenarnya, aku juga seperti eon, hanya saja, untungnya aku memantapkan hatiku dan membuang jauh – jauh perasaan cinta, sehingga gak perlu lama – lama memutuskanya"

"jinjaa bummie?"

"ne, mangkanya eon, jangan menggangap eon saja yang memiliki nasib seperti itu, aku, dan mungkin masih ada lagi yang memiliki nasib seperti eon"

"ne, bummie benar, jangan mengasihani dirimu hyukkie, kau itu berharga, jangan membuang – buang air matamu dengan memikirkan hal – hal yang tak berguna."

Heechul eonnie dan bummie benar, aku tak boleh larut dalam kesedihanku ini, aku harus bangkit, namja bukan segalanya, hidupku dan masa depanku yang menetukan adalah aku, aku memiliki cita – cita memiliki boutique sendiri, dan bisa lulus dengan baik.

Hampir sebulan aku berpisah dengannya, meskipun aku masih bisa bertemu denganya di kampus, tapi aku memilih menghindar darinya, bukan karena apa. Toh buat apa lagi bertemu tak ada gunanya bukan. Akhirnya aku lulus dengan nilai baik, sedangkan dia? Entah lah sepertinya dia masih betah jadi mahasiswa biar bisa menggoda yeoja- yeoja. saat kelulusanku, aku ditemani oleh kbummie dan heechul eonnie, mereka sudah aku anggap keluargaku sendiri. Heechul eonnie pernah menawarkan aku kerja di perusahaanya tapi aku menolak, aku pernah menceritakan keinginanku memiliki boutique, dan dia membuatkan boutique di sebelah cafenya, dia sangat baik. Aku akan mengganti uang yang dia keluarkan untukku, setelah boutique rame. Saat aku akan pulang tiba – tiba hae menghadangku.

"chukkae… hyukkie, selamat kau menjadi lulusan terbaik"

"ne, gomawa hae"

"hyukkie, Mianhe….. jeongmal mianhe….. maafkan aku, aku merasakan hampa tanpamu"

"Aku sudah memafkanmu hae, dan tolong jangan mengombal lagi, aku sudah muak dengan gombalanmu"

"Kalau begitu, kembalilah bersamaku hyukkie, aku benar – benar merasa kehilanganmu, kau benar kau sangat mengerti diriku, tetapi aku? Tak pernah, mangkanya aku mohon beri aku 1 kesempatan lagi, untuk menunjukan bahwa aku berubah"

"Mianhe… aku telah menemukan tempatku hae. Dimana aku di butuhkan dan di dukung. Dan simpan janjimu itu untuk seseorang yang nantinya benar – benar ada di sisimu, yang pasti itu bukan aku, seseorang yang akan mencintaimu dank au pun mencintainya."

"hyukkie…"

"mianhe hae, aku bahagia dengan hidupku sekarang ini, aku bisa melakukan dan mewujudkan semua keinginanku, saat aku bersamamu, aku tertekan dan kau membuat aku merasa seperti sampah yang bila dibutuhkan kau akan menghampiriku, tapi bila kau tak membutuhkanku kau bermain dengan yeoja lain, annyong hae."

1 lembaran baru aku lewati tanpa dirinya, lembaran baru menunjukan diriku lee hyukjae sorang yeoja tangguh yang bisa berdiri sendiri dan mandiri, tanpa harus tergantung dan merasa rendah, aku hyukaje tidak membutuhkan pria yang akan mencariku hanya untuk kepuasan semata selebihnya, seperti pelacur yang ditinggalkan. Aku bisa hidup tanpa pria, dan lebih bahagia tanpa pria di sisiku, karena hidup tidak selalu berurusan dengan pria, banyak hal yang harus kita pikirkan, karena jalan kita masih panjang. Aku lee hyukaje si yeoja independen


TBC / DELATE?

Author Curcol

author males nulis panjang - panjang mau balas review dulu:

park chaesoo : hehe gomawa chingu kalau suka

: ini lanjutanya chingu

gak mau banyak nulis review please