Calista : terima kasih. Ini dilanjut ^^

Anon : iya ini dilanjut ^^

Non : iyaa ini lanjut ^^

Roronoa D. Mico : ini apdet ^^. Wah masa? Saya kan newbie, is my story that amazing? Hehehe ^^

Kaze : iya ini lanjut ^^"

.

.

Chapter 3: Regret

"Jadi sekian saja pertemuan kita kali ini, anak-anak. Kerjakan tugas di buku latihan kalian, dikumpulkan besok. Terima kasih."

Anak-anak menghela nafas, Tsunade-sama berjalan meninggalkan kelas mereka. Itachi menundukkan kepala, frustasi.

"Sabar ya, nak. Ahaha~" kata Kyuubi sambil mengucek kepalanya, Itachi menoleh sambil mendelik. Kyuubi tertawa.

"Kau harus ajari aku." Kata Itachi sambil memiting leher Kyuubi. Kyuubi menjerit sambil tertawa, "Hahaha, ya sudah, datang saja ke rumahku." Katanya sambil berusaha melepas tangan Itachi.

"Awas ya, kau harus ajari aku. Aku datang jam 2." Kata Itachi sambil menyentil dahi Kyuubi lalu segera berlari membawa tasnya. Kyuubi berteriak memprotes sambil melempar sepatunya ke arah Itachi yang hanya tertawa karena lemparan Kyuubi tidak kena.

Jam 2 siang…

Kyuubi sedang membaca novel ketika ibunya berteriak bahwa ada Itachi.

"Suruh ke sini saja, bu!" kata Kyuubi sambil tetap membaca novelnya. Itachi berjalan menuju dia.

"Hei, ayo cepat ajari aku." Kata Itachi sambil menarik-narik kaos Kyuubi. Kyuubi cuek, "Kerjakan saja dulu sebisanya, nanti aku koreksi." Jawabnya tanpa mengalihkan mata dari novel yang dibacanya. Itachi merenggut kesal lalu mulai mengerjakan.

Lalu suasana hening, hanya terdengar goretan pensil Itachi dan suara kertas dibuka dari novel Kyuubi.

Itachi terus berusaha mengerjakan soal-soal Kimia itu, dia tidak mau lah, kelihatan bego banget di hadapan Kyuubi.

"Haaah~"

Sraak…

"Hei, aku sudah selesai nih, ayo koreksi." Kata Itachi. Kyuubi cuek, "Ya, sebentar." Katanya tanpa mengalihkan matanya, Itachi mulai jengkel.

"Hei! Aku menunggu lho." Katanya sambil menarik-narik kaos Kyuubi.

"Ya, sebentar." Kata Kyuubi, tetap tak berpaling dari novelnya.

Itachi mendelik, lalu segera sadar, Kyuubi hanya mengenakan boxer selutut dan kaos lengan pendek. Pikiran jahilnya mulai muncul.

"Ayolah, aku kan minta diajariii~" kata Itachi sambil memandang paha Kyuubi yang sedikit tersingkap.

"Ya, sebentar." Jawab Kyuubi, tetap dari beberapa menit lalu. Itachi menyeringai, 'Kau akan menyesal, Kyuu~' batinnya.

Tangannya bergerak ke paha Kyuubi, mengelusnya perlahan. Kyuubi mendelik, segera merapatkan pahanya.

"Apa sih?" tanyanya sambil mengerutkan dahinya. Itachi menyeringai. Terus mengelus paha Kyuubi.

Wajah Kyuubi segera memerah, "K-kau mau apa, bodoh!" desisnya. Itachi hanya tersenyum jahil, terus meneruskan pekerjaannya.

"Buka saja, Kyuu~"

Kyuubi menggeleng, tegas.

Itachi mengedip-ngedipkan matanya genit, "Masa sih gak mau? Ayolaaah~"

Tubuh Kyuubi mulai bergetar, tangan Itachi terus mengelus pahanya, apalagi sekarang dia menggelitiki bagian pangkal paha Kyuubi. Kyuubi memejamkan matanya erat, berusaha menahan gejolak dalam dirinya.

"K-Kau memang sialan." Geram Kyuubi, tangannya menarik Itachi hingga cowok Uchiha itu menindih tubuhnya. Itachi menyeringai, dari tadi dong!

Kyuubi mengangkat pantatnya sebentar, mengizinkan Itachi menarik boxernya ke bawah berikut celananya. Jari cowok itu mengelus pelan daerah kewanitaan Kyuubi, membuat pemiliknya mendesah tak nyaman.

"Jangan menggodaku-aaaah~ nggh~" Kyuubi berbisik, menggelengkan kepalanya. Dia tidak suka Itachi menggodanya seperti ini namun juga sulit memungkiri dia menikmatinya.

Itachi tersenyum, "Memohonlah, Kyuu..." katanya sambil terus melakukan pekerjaannya. Kyuubi mengerang, "Onegai desu, Tachi-kun... Nghh~" dia mencengkeram kaos Itachi, sedikit kesal.

"Baiklah, baiklah~" Itachi memasukkan satu jarinya ke lorong sempit itu, mulai menggerakkannya memutar, maju-mundur hingga menekan dalam-dalam dan membuat Kyuubi nyaris kelepasan mendesah keras.

"Aaa-mmhhh~ mmhh~" Itachi segera membungkam mulut Kyuubi dengan mulutnya sendiri. Bagaimana pun, kalau sampai ketahuan Kushina bisa gawat urusannya.

Lidah Itachi bergerak masuk dan melumat seisi mulut Kyuubi, sementara tangannya tetap melakukan tugasnya yang semula. In-out di lorong Kyuubi sambil sesekali memilin klitoris gadis itu.

"Kyuu! Apa yang kau lakukan?"

Itachi reflek melepas semua sentuhannya dan Kyuubi segera membetulkan pakaiannya.

Sial, ketahuan?

.

"Kau menghabiskan persediaan lada hitam, Kyuu! Dasar pepper-maniac!" Suara Kushina terdengar dari dapur.

Itachi dan Kyuubi menghela nafas lega. Dikira ketahuan, ternyata tidak. Syukurlah.

"Ugh, ini gara-gara kau!" kata Kyuubi, mencubit pinggang Itachi. Cowok itu hanya terkekeh sambil menangkap tangan Kyuubi dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Siapa yang tadi minta?" kata Itachi di telinga Kyuubi, meniupkan udara di sana. Kyuubi bergidik geli.

"Huh, awas kau ya!" ancam Kyuubi sambil melepaskan diri. Itachi tergelak. "Ya sudah, mana tugasmu? Biar aku periksa." Katanya sambil memungut novelnya yang tadi terjatuh.

"Instead, lebih baik kita lanjutkan saja bagaimana?" kata Itachi, tangannya bergerak memeluk Kyuubi dari belakang dan meremas dadanya dari balik kaos yang dikenakan Kyuubi.

"A-ku tidak ma-aah~" Kyuubi pun takluk saat tangan Itachi meremas-remas dadanya sambil sesekali mencubit putingnya dari balik kaosnya.

Melakukannya dengan pakaian lengkap jadi kesusahan tersendiri bagi Kyuubi, tapi dia tidak mau ambil resiko membuka bajunya, dengan alasan kalau-kalau Kushina tiba-tiba datang tentunya.

Tangan Itachi masuk ke balik kaos Kyuubi dan menarik bra-nya ke bawah, langsung meremas-remas lagi dada gadis itu. Merasakan sentuhan langsung Kyuubi pun mendesah, walau tertahan karena takut terdengar Ibunya.

"Nnh~ ah~ ssh~" tangannya bergerak mencengkeram sofa. Sementara Itachi terus menunaikan tugasnya.

"Tadaima!"

Terdengar suara Naruto dari ruang depan, Itachi yang sedang asyik memilin-milin puting Kyuubi pun langsung menarik tangannya, Kyuubi langsung membetulkan pakaiannya dan menyambar buku Itachi.

"Waah, ada Itachi-nii ya?" kata Naruto begitu masuk ke ruang keluarga. Itachi hanya tersenyum.

"Ibu, Naru mau main bola dulu ya!" bocah pirang itu lari ke kamarnya dan keluar lagi sudah memakai kaos dan celana basket –katanya mau main bola?-.

Anak itu langsung lari keluar rumah tanpa memperdulikan teriakan ibunya.

Itachi terkekeh melihatnya, keluarga ini memang selalu membuatnya takjub. Anggota keluarganya ajaib semua.

Sementara Kyuubi dari tadi diam, memeriksa tugas Itachi dengan serius.

Uchiha sulung di depannya memandangi gadis itu.

Gadis ini sebenarnya cantik sekali. Bahkan menurutku gadis-gadis primadona di sekolah kalah olehnya. Rambut merah panjang yang dia warisi dari ibunya, irisnya yang unik –seperti mata kucing, atau rubah?- membuat dia mempesona. Hanya saja sifatnya yang keras membuatnya jarang dianggap wanita, jadi jarang ada yang tertarik padanya.

Yaah~ walau itu keuntungan bagiku sih, hahaha. Kalau begitu kan aku tidak perlu repot-repot punya saingan? Lagipula aku sudah menandai gadis ini, bukan hanya dengan pierching di telinganya yang berinisialkan namaku, tapi tubuhnya, tubuhnya sudah aku tandai. Tidak boleh ada yang merebutnya dariku.

Aku egois? Memang, aku memang egois kalau urusannya Kyuubi. Entah sejak kapan aku kecanduan pada gadis cantik ini, aku sudah terlalu dekat dengannya, aku tidak mau jauh-jauh darinya dan dia pun tak boleh menjauhiku.

Yah, She's totally-

"Perfect."

Itachi tersentak, lamunannya buyar. Kyuubi menyodorkan bukunya, "Perfect. Benar semua. Hanya saja sepertinya kau agak bingung jadi ada yang kau kerjakan memutar-mutar di rumusnya. Hahaha." Kyuubi terkekeh geli, melihat seorang Uchiha pusing oleh kimia.

Itachi tersenyum melihat gadis itu menertawakannya, tangannya bergerak menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Sehingga sekarang keadaanya Itachi dengan Kyuubi diatasnya.

"Kau berani menertawakan aku heh?" katanya sambil mengelus pipi Kyuubi. Kyuubi mencibir, "Kenapa harus tidak berani? Wek!" dia menjulurkan lidahnya.

Itachi terkekeh, "Kau bebas kali ini, tapi lain kali awas saja." Katanya sambil mencubit hidung Kyuubi, gadis itu meringis. Tangannya bergerak melepas tangan Itachi yang mencubit hidungnya, "Sakit tahu!" keluhnya. Uchiha sulung kembali tersenyum.

"Hei, Kyuu. Selepas sekolah kau mau kuliah di mana?" tanya Itachi tanpa merubah posisi mereka. Kyuubi terlihat berpikir, "Entahlah, aku ingin kuliah di luar negeri." Jawabnya. Itachi mengerutkan dahinya, "Memang kenapa kalo di Jepang? Kan universitas di sini juga bagus-bagus." Uchiha itu sedikit khawatir Kyuubi jauh-jauh darinya.

"Hmm, iya sih, tapi kan keren kalau kuliah di luar negeri. Aku bisa bertemu aktor-aktor tampan seperti Daniel Radcliffe, Robert Pattinson, Tom Fel- mmmh~"

Ocehan Kyuubi langsung dihentikan oleh Itachi yang melumat bibirnya, membuatnya berhenti menyebutkan aktor-aktor yang digemarinya. Itachi tidak suka mendengarnya menyebutkan nama laki-laki lain selain dirinya, lidahnya mengamuk di dalam mulut Kyuubi hingga pemiliknya mendesah.

"Mmmhh~ mmpphh~" Kyuubi tidak tahu kenapa Itachi tiba-tiba menyerangnya dengan ganas begini, lidah Uchiha itu terus mengamuk. Sementara tangannya menekan kepala Kyuubi agar ciuman mereka semakin dalam.

'Sial, dia memang ahlinya.' Rutuk Kyuubi dalam hati. Lidahnya selalu kalah kalau battle begini dengan Itachi.

Setelah beberapa menit, Itachi melepaskan bibir Kyuubi dari rengkuhannya agar gadis itu bisa bernafas. Kyuubi terengah-engah mengumpulkan nafas.

"Sialan, aku kaget, tahu!" katanya sambil mengelap bibirnya. Itachi tersenyum malas. Entah sejak kapan dia jadi posesif begini.

"Pokoknya kau harus kuliah di Jepang." Kata Itachi, Kyuubi mengedipkan matanya dua kali, "Hah? Memangnya kenapa?" heran.

Itachi mendengus, "Tidak, kalau kau kuliah di luar negri aku juga mau minta tousan menyekolahkanku ke luar negri." Katanya. Kyuubi mengangkat sebelah alisnya, "Ikut-ikutan iih~ memangnya kenapa sih? Kau tidak mau jauh dariku yaaa~?" goda gadis itu sambil tertawa. Itachi kembali menariknya, "Kalau iya kenapa?" jawabnya sambil mencubit hidung Kyuubi.

Wajah gadis itu bersemu, "Huh, dasar gombal." Katanya, Kyuubi memalingkan wajahnya ke arah lain.

Itachi tergelak. "Kau juga tidak mau jauh dariku kan? Nanti siapa yang akan mengajakmu 'bermain', heh?" katanya jahil. Kyuubi mencibir, "Aku bisa cari orang lain, cuma 'bermain' ini kan? Banyak yang mau." Jawabnya.

Mendadak rahang Itachi mengeras, tangannya mencengkeram bahu Kyuubi, "Maksudmu?" tanyanya, sedikit tajam. Kyuubi meringis, "Sakit tahu, lepas!" gadis itu berusaha melepaskan cengkraman di bahunya, namun gagal.

"Jawab aku, maksudmu apa? Kau wanita murahan yang mau melakukan itu dengan siapa saja?" kata Itachi tajam. Mendadak mata gadis di atasnya berkaca-kaca, "Jadi selama ini kau menganggapku wanita seperti itu?" kata Kyuubi, suaranya agak bergetar. Itachi diam sejenak, 'Ah, sial. Aku lepas kontrol. Bukan maksudku begitu, Kyuu.' Rutuknya dalam hati.

"Lepaskan aku." Kata Kyuubi sambil menarik tangan Itachi agar terlepas dari bahunya.

"Bukan begitu maks-.."

"Lepas."

Tangan Itachi mendadak lemas, dia tak bisa mencegah Kyuubi melepas tangannya dan lari ke lantai dua untuk masuk ke kamarnya.

Uchiha itu meremas rambutnya, "Haah~ kenapa aku bilang begitu tadi?" umpatnya pelan.

Setelah pamit pada Kushina, Itachi pun pulang ke rumahnya dengan perasaan menyesal.

To Be Continued