MIDDAY
.
.
Mark Lee ― Na Jaemin
MarkMin ― NCT ff ― Fluffy ― Drabble
Earth Teleport
.
.
Karena para guru akan melakukan rapat mendadak, sekolah dibubarkan lebih cepat. Para murid diperbolehkan pulang lebih awal―dan untuk murid yang masih ingin sekedar membaca buku atau bermain basket di sekolah, itu juga diperbolehkan.
Maka sekarang, ketika jam masih menujukkan pukul dua belas lebih dua puluh menit, Jaemin sudah berbaring santai diatas ranjang milik pacarnya, Mark Lee.
Sebenarnya, Mark tadi sudah akan mengantarkan Jaemin pulang. Tapi, karena cuaca sangat panas dan rumah Jaemin itu jauh sekali dari sekolah, pemuda Na itu akhirnya merengek pada pacarnya agar membawanya ke rumahnya dulu sebentar. "Jus jeruk eomonie enak sekali, hyung!" itu kata Jaemin saat Mark bertanya kenapa harus ke rumahnya.
Memang, Jaemin selalu menyukai jus buatan ibu Mark setiap kali ia berkunjung ke rumah pacarnya itu. Lagipula, rumah Mark tidak terlalu jauh dari sekolah. Beristirahat sebentar di rumah pacar sendiri, tidak apa-apa, kan?
"Kalau kau ngantuk, kau bisa tidur dulu disini." Mark masuk ke kamarnya dengan tangan membawa nampan berisi sepiring semangka yang sudah dipotong kecil dan juga dua gelas cola. Mark meletakkan nampan itu di meja belajar.
Kedua mata tajam Mark memandangi pacarnya, sedang berbaring menyamping dengan nyamannya dan mata yang terpejam. Mark tersenyum. Tingkah aktif Jaemin itu sangat terlihat berbeda ketika ia sedang tidur. Cantik dan manis.
"Hyung, disini nyaman sekali." Jaemin bergumam pelan sambil semakin meringkuk di posisinya. Pendingin ruangan yang Mark hidupkan membuat suhu lebih sejuk daripada suhu diluar.
Mark tersenyum kecil. Ia mendekati ranjangnya dan berbaring disamping Jaemin. "Yasudah, tidur dulu saja. Ini masih siang. Nanti sore aku antar pulang." Ucapnya ringan. Mark menaruh kedua lengannya dibawah kepala sebagai bantalan dan mulai memejamkan mata.
Hening kemudian. Yang terdengar hanya suara ibu Mark yang entah sedang apa di ruang tengah.
Jaemin tampak tenang dengan helaan nafas teratur. Sementara Mark cukup menikmati suara helaan nafas Jaemin yang menurutnya sangat lembut.
"Jaem, kau tidur?"
"Anni. Wae?" Jaemin menjawab dengan mata masih terpejam dan posisi tubuh yang sama. Mungkin, jaraknya dengan Mark hanya sekitar empat jengkal tangannya.
"Hng―tidak. Tidurlah."
Jaemin tidak menjawab lagi. Setelah membiarkan menit-menit berikutnya dalam keheningan, Mark sepertinya benar-benar jatuh pada alam mimpinya. Sementara Jaemin, entah dia sadari atau tidak, tubuhnya mulai beringsut maju mendekat pada Mark dan menyamankan posisinya didekat pacarnya itu.
"Hyung, aku sayang Mark hyung~"
Gumaman itu Jaemin ucapkan ditengah kesadarannya yang perlahan mulai menghilang. Sejuknya pendingin ruangan di kamar Mark juga harum parfum khas pacarnya membuat Jaemin merasa sangat nyaman dan tidak ingin membuka matanya lagi.
Jarum jam terus berjalan sesuai alurnya hingga menit demi menit berlalu dalam keheningan. Mark terlelap dengan cepat, begitupun dengan Jaemin yang bermimpi indah dalam tidurnya.
Mark kemudian mengubah posisi tidurnya―menjadi menyamping dan otomatis membuat tubuhnya berhadapan dengan tubuh Jaemin yang lebih kecil. Seperrti menyadari pacarnya itu sangat dekat dengannya, Mark mengulurkan tangan untuk semakin membawa tubuh kecil itu kedalam rengkuhannya dan mendekapnya.
Siang ini, sepertinya akan mereka lewatkan untuk bermimpi bersama. Mengabaikan cuaca panas diluar sana karena musim panas masih akan berlangsung satu bulan ke depan, juga mengabaikan semangka dan cola yang sudah tidak lagi terasa dingin.
.
Tadinya, ibu Mark ingin memanggil Mark dan Jaemin untuk makan siang bersama. Tapi, begitu ia masuk ke kamar putra bungsunya, ia cukup terkejut ketika melihat mereka sedang tertidur bersama dan terlihat nyenyak.
Ibu Mark terkekeh pelan. "Dia bahkan tidak mengganti dulu bajunya, ckckck." Gumaman halus itu terdengar sambil melirik pada Mark yang masih mengenakan seragam sekolah sama seperti Jaemin.
Wanita yang masih terlihat muda dan cantik itu akhirnya hanya menghela nafas. Ia menggelengkan kepalanya singkat dan keluar dari kamar putranya.
Biarkan saja, pikirnya. Siang-siang panas begini memang nyamannya tidur siang, kok.
"Dasar~ mereka itu manis sekali. Kapan mereka lulus, huh?"
.
.
.
END
A/N
Maaf A/N nya dibajak lagi *plak*
Buat kalian yang kangen MarkMin, semoga drabble ini bisa mengobati kangen kalian sama MarkMin. Terus buat Earth, makasih udah bikin drabble super manis ini buat di post di Sweet Nothing.
Selanutnya, aku minta maaf belum bisa buat fanfic MarkMin karena satu dan lain hal, semoga secepatnya bisa kembali nulis, karena sejujurnya aku kangen ehem-menistakan-ehem Mark sama Jaem.
Yang terakhir review juseyoooo~ ,
