CHAPTER 2:

Ketemu lagi ma Nisha-chan...^^ Hohohoho!!! Hiks..hiks..(kok langsung nangis?).. Nisha-chan terharu banget coz banyak yang mau review.. Arigatou..*ditendang* Sebelumnya aku mau bales review dulu ....

Uchiha Ry-chan: Ok.... ga pa2 kok !!^^ Nich dah di update.. bc iah ?!

Chiwe-SasuSaku: Liath aja nanti... tp kayaknya sakit parah dech!! ^^ hohoho ...Iah Sakura mirip ma Mikoto..Mudah-mudahan happy ending..

HikaRInoTsuBU: Yap... pairing favorite quwh tuch!! Nih dah di apdet.. bc iah.. ^^

Nakamura umiko-chan: Makasih.... aku tambah semangat ngelanjutinya..fav aja dengan senang hati aku mengijinkannya *ditabok*. Sakura??? Mungkin iya munkin enggak.. liat aja nanti..

UchiHAruno Sasusaku: hohohoho...liat aja nanti Sakura sakit apa.. iya sakura tinggal di panti.. alasannya ada di chapter ini kok..enjoy this chapter ^^

Argi Kartika 'KoNan': Arigatou.. hohoho,, maklum author baru .. Nich dah di apdet koq. Enjoy it..oh ya.. kpn di apdet 'The Power of Love'nya?? Kutunggu lho!

Mai kuchiyose: Ok!! Nich mw diceritaiin ^^

Haruchi Nigiyama: ok.. emank takdir sakura kali.. ^^ Tetap bc iah?!

DarkAngel Ai Maiyashiro: Arigatou... ^^ iah, menurutkuh kecepeten,,,,thx dah review.. enjoy this story please.

Green YupiCandy Chan: Iya..... Kasian banget dech sakunya... ^^

Oh ya.... ^^ Ada beberapa tambahin di fic ini seperti:

1. Sai sang playboy kampus. Paling lama pacaran satu minggu. Beruntung ada yang pacaran ma dia ampe sebulan... Ckckckck

2. Hinata n Neji n Hanabi saudara kandung. Panti Asuhan Permata Kasih ntu punyanya om Hiashi Hyuuga. Hinata pengen tinggal di panti asuhan ma teman-temannya dari pada di humznya yang besar.

3. Di chapter 1 udah di jelasin Sai dari keluarga musisi, jadi di sini Sai nggak tau ngelukis. Yang tau ngelukis tuch Neji karena dia dari keluarga seniman.

4. Ino, Tenten, Temari, dan Sakura kerja sebagai pelayan di kantin UK, cari penghasilan gi2. Kadang-kadang Hinata hanya datang membantu.

5. Temari dan Tenten berumur 22 tahun, sdangkan Ino,Sakura, dan Hinata berumur 21 tahun.

Sekarang aku telah sampai pada Heaven street. Aku mencari nomor rumah yang bertuliskan angka 23. Setelah aku melihat angka itu..

Aku kaget…

Sakura tinggal disini??? Aku masih tak percaya ketika melihat tulisan

'PANTI ASUHAN PERMATA KASIH'

STILL SASUKE'S POV

Aku mengangkat Sakura(brydalstyle) dan pergi menuju panti asuhan itu. Setelah sampai, aku mengetuk pintu itu.

Seseorang dengan rambut pirang panjang dan bermata biru saphire muncul di balik pintu.

"Maaf, apa betul Sakura tinggal disini?"Aku bertanya, tapi ia tidak menjawab, ia hanya menampakkan ekpresi kaget dan langsung menyuruhku masuk dengan wajah khawatir.

"Sakura…! Ayo cepat masuk."Ia langsung menuntunku menuju kamar Sakura mungkin.

Dan benar saja, dalam beberapa detik, aku sudah berada di sebuah kamar yang agak besar, tapi memuat 5 orang karena aku melihat ada 5 tempat tidur yang diletakkan disana.

Aku langsung meletakkan Sakura di tempat tidur berbalut sprey pink yang ditunjukkan gadis berambut pirang itu.

"Sakura…."kulihat gadis itu menangis.

"Apa yang terjadi sampai Sakura begini?"Dia bertanya kepadaku.

"Kulihat tadi Sakura sangat pucat. Jadi kuantar dia kesini, dan dia hanya ketiduran. Tenang saja."jawabku menenangkan.

"Trims kalau begitu. Oh iya, aku Ino, Yamanaka Ino."

"Aku-.."

"Uchiha Sasuke kan?"belum sempat ku melanjutkan kata-kataku, Ino langsung memotongnya.

"Ya. Kalau begitu aku pulang dulu. Sampaikan salamku pada Sakura kalau dia bangun nanti. Bye."

"Ya. Arigatou Sasuke-kun. Bye."

"Sankyu Ino."aku membungkuk sedikit padanya dan langsung menuju mobilku yang terparkir di luar.

Sekarang sudah agak sore, jadi aku memutuskan untuk pulang ke apartemen. Kurasa teman-temanku juga sudah pulang dari kampus.

Setelah melewati jalanan yang macet, akhirnya aku tiba di apartemenku. Aku segera masuk dan aku melihat Naruto,Neji,Shikamaru, dan Sai tidur-tiduran sambil menonton TV.

"Aku pulang."kataku.

"Hyung pulang!!!"Sai berseru (OOC sangadh :D *author dilempar*)

Aku duduk bersama mereka sekarang.

"Hyung,,ayo ceritakan."mereka ber-empat berkata bersamaan.

"Tidak."jawabku ketus. Aku sudah tau maksud mereka.

"Hyung kan sudah janji, dan janji harus ditepati."kata Shikamaru malas-malasan.

"Baiklah."Aku menyerah. Toh pasti mereka akan tetap memaksa.

"Tapi aku tidak akan mengulangnya, So, dengar baik-baik. Ok?"

"OK."

"Tadi aku bertemu dengan Sakura di atap. Dan aku melihat dia sakit. So, aku mengantarnya pulang. Puas?"aku bercerita sangat singkat padat dan jelas.

"Yap. Tapi hyung tak biasanya begitu?!"Neji berkata menyelidik.

"E..er,,aku kan cuma menolong. Apa salahnya."aku hampir kehabisan kata-kata. Tidak biasanya seorang Uchiha begini.

"Sudah.. aku mau mandi dan tidur."Aku segera beranjak ke kamar meninggalkan mereka yang sedang memandangku dengan tatapan curiga.

Sekarang aku sudah selesai mandi, dan aku langsung menuju ke tempat tidurku yang empuk. Entah kenapa, aku memikirkan Sakura. Aku khawatir padanya. Dan setelah itu, aku sudah menuju ke alam mimpiku.

END OF SASUKE'S POV

^_^

"Ngh."Sakura membuka sedikit matanya, berusaha mencari pandangan yang jelas untuk melihat sekelilingnya.

"Sakura sudah siuman teman-teman."seorang gadis bercepol dua, Tenten memanggil teman-temannya yang sedang sibuk di dalam kamar itu.

"Benarkah?"kata ke-3 temannya.

Gadis yang memanggil hanya menganggukkan kepala.

"Aku dimana?"Sakura bertanya dengan suara agak serak sedikit.

"Kau di panti Sakura."jawab seorang cewek dengan rambut dikuncir empat, Temari.

"Apa kau baik-baik saja Sakura-chan?"

"Iya Hinata, aku baik-baik saja."

"Kenapa kau sampai sakit begini Sakura?"tanya Tenten

"Hm…aku hanya kelelahan unnie"Sakura tersenyum sayu.

Sakura tersenyum penuh arti pada teman-temannya, sekaligus kakaknya. Yah, memang diantara semuannya, dia yang paling muda. (A/N: yang paling kakak Temari, Tenten, Ino, Hinata, dan Sakura yang paling adik.)

"Oh ya Sakura, tadi Sasuke mengantarmu kesini."Ino memberitahu.

"Iya. Er.,.. tapi diakan tidak tahu di mana aku tinggal, jadi?—"

"Sudahlah, yang penting kau pulang dengan selamat Sakura-chan."potong Hinata.

"Gimana ceritanya tuh, kamu sampai ketemu dengan Sasuke?"Temari penasaran.

"Aku bertemu dengan Sasuke di atap kampus. Kami ngobrol sampai akhirnya ia sadar kalau aku sakit. Sasuke menawarkan agar aku digendongnya, tapi aku tidak mau, dan Sasuke tetap memaksa. Apa boleh buat, akhirnya aku digendongnya dan aku tertidur. Setelah itu, aku tak tau apa-apa lagi."Sakura menceritakan dengan detail, tapi nggak terlalu detail juga sich.

"OMG,,,, senangnya……………. "Ino kegirangan sendiri.

"Kalau begitu kau tidur saja Sakura, sudah malam. Kita juga mau tidur."kata Tenten.

"Hm."lagi-lagi Sakura hanya bisa mengangguk pelan sambil tersenyum.

"Selamat tidur."

Dan lampu pun dimatikan.

^_^

Sasuke terbangun dari tidurnya yang sangat teramat lelap. Buktinya, ia terbangun pada jam sepuluh malam.

"Hoahm."Ia menguap beberapa kali.

Sasuke lalu melihat teman-temannya tengah tidur dalam posisi yang… Uh…..

Kaki Naruto berada diatas kepala Sai, Shikamaru tidur diatas perut Naruto, dan Neji tidur dengan rambutnya menutupi seluruh wajahnya.

Sasuke lalu melihat ke arah jam.

"Ternyata sudah jam sepuluh malam. Lebih baik aku tidur lagi.."

Sasuke lalu menutupi dirinya dengan selimut dan kembali lagi ke alam mimpi.

^_^

Keesokan harinya……….(author ceritanya langsung di kampus ajah iah??) pada saat jam pelajaran belum dimulai.

Anggota 5CB datang pagi-pagi sekali. Mereka sekarang berada di kantin UK. Ternyata mereka lebih memilih makan di kantin kampus daripada makan makanan yang mereka bikin sendiri di apartemen.

Kantin UK sangat besar. Mungkin seperti restoran Internasional (AN: Buset dah,, besar banget tuch kantin).

Hanya anggota 5CB yang ada di kantin besar itu dan dua orang pelayan, maklumlah karena masih pagi.

"Kalian mau makan apa? Biar aku yang pesankan."Sai menawarkan sambil mengambil kertas pesanan dan pulpen untuk mencatat apa saja yang akan dipesan.

"RAMEN."teriak Naruto.. dan ia berhasil mendapatkan death glare dan jitakan dari teman-temannya.

"Bisa diam nggak sich?! Aku pesan nasi goreng."Neji membentak Naruto dan memesan makanan.

"Iya..iya..aku diam."Naruto tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Aku sama kayak Neji."kata Sasuke.

"Aku juga."Shikamaru ngikut.... ^^*dibanting Shika*

"OK.. Minumanya?

"Jeruk hangat." (Naruto)

Dan semuanyapun menganggukkan kepala pertanda setuju.

Ada dua orang pelayan disana. Sai segera pergi untuk memesan pada salah satu pelayan. Sang pelayan terlihat sibuk membersihkan salah satu meja di kantin itu, sementara pelayan yang satunya sibuk mencuci piring.

Entah kenapa Sai lebih memilih menghampiri pelayan yang membersihkan meja ini.

"Permisi.."Sai berkata tidak terlalu keras, tapi panggilan Sai membuat pelayan itu kaget dan spontan berbalik pada Sai.

"Hm..y..ya ada apa?"ketika pelayan itu berbalik, mata biru saphirenya bertemu dengan mata onyx Sai. Beberapa saat mereka terdiam dan saling menatap.

"Aku mau pesan makanan... boleh?"Sai berkata dengan agak canggung.

"T-tentu saja."gadis itu masih kaget karena panggilan Sai dan mungkin ditambah karena dia juga kaget melihat salah satu orang yang paling ganteng di UK + anggota 5CB. :D

Sasuke melihat gadis pelayan itu dan segera mnghampirinya.. *dengan cara cool tentunya*.

"Hi Ino."sapa Sasuke.

"Hi Sasuke." Ino tersenyum pada Sasuke.

"Ehm... Kalian sudah saling kenal ya?" Sai kebingungan melihat hyungnya sudah akrab dengan sang pelayan.

"Hn. Dia teman Sakura."jelas Sasuke singkat padat dan kurang jelas *dilempar*.

"Oh."Sai ber 'oh-oh' ria.

"Bagaimana keadaan Sakura? Dia sakit apa?"tanya Sasuke pada Ino.

"Dia hanya kelelahan saja kok."Ino menjawab pertanyaan Sasuke.

"Kertas pesanannya boleh kuminta? Em—Sai?"

"Oh.. ini."Sai memberikan kertas pesanan pada Ino.

"Aku mau menyiapkan pesanan kalian dulu."

"Hn."

Sasuke dan Sai segera kembali menuju tempat mereka tadi.

SAI'S POV

Pelayan yang tadi itu cantik juga. Siapa namanya tadi,,, oh ya,, INO. Tunggu saja... aku akan membuatmu menjadi milikku. Lihat saja nanti.

END OF SAI'S POV

Pesanan sudah selesai disiapkan... dan..

"Tenten,, kau saja yang mengantar pesanan mereka.. please?"Ino memohon pada Tenten.

"Ino..! Apa kau tidak lihat aku sedang mencuci piring?"ucap Tenten kesal.

"Please.....aku lagi ngerjain tugas dari dosen nih!!"Ino memelas.

"Baiklah."akhirnya Tenten menyerah.

Tenten mengambil makanan yang telah tersedia di meja dan mulai berjalan mengantarkannya pada anggota 5CB. Setelah sampai di meja pesanan.

"Ini pesananya tuan."kata Tenten sopan sambil meletakkan

"Hi Tenten."sapa Neji tiba-tiba.

"Oh..Hai Neji."kata Tenten sambil tersenyum.

"Bagaimana keadaan di panti?"tanya Neji pada Tenten.

"Baik...seperti biasa. Hinata juga sering tidur di panti."

"Neji, nama pantinya apa?"Sasuke berbisik pada Neji.

"Panti asuhan Permata Kasih. Kenapa?Neji membalasnya dengan nada biasa saja dan tidak berbisik.

"HAH ???"Sasuke kaget...(OOC)

'apa mungkin perempuan ini teman Sakura juga?'batin Sasuke

"Tenten, apa kau kenal dengan Sakura?"tanya Sasuke.

"Er..ya.. dia adalah sahabatku dan aku sudah menganggapnya menjadi adik."jawab Tenten santai. Sekarang pesanan itu telah berada di hadapan masing-masing pemesannya.

"Oh."

"Ya sudah, kalau begitu."Tenten lalu kembali untuk mencuci piring lagi.

"Neji hyung.. kalian sudah saling kenal ya?"Shikamaru berkata sambil memakan nasi gorengnya.

"Iya. Dia tinggal di panti asuhan milik ayahku."

"Oh... Hei Neji hyung, banyak cewek cantik nggak? Yang seumuran kita gi2!"tanya Naruto.

"Banyak banget."jawab Neji santai.

"Bagaimana kalau kita berkunjung ke sana hari Minggu. Setuju?"Neji mengajak teman-temannya.

"SETUJU."jawab semuanya serempak.

Dan mereka melanjutkan aktifitasnya(makan).

^_^

--Hari Minggu

Sekarang adalah hari minggu, dimana semua orang berlibur bersama keluarga dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, ada juga yang menggunakan waktu ini untuk beristirahat.

Sekarang telah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Sasuke,Neji,Sai,Naruto, dan Shikamaru bersiap-siap untuk pergi ke panti asuhan.

"Hey, aku sudah siap."Neji berkata sambil melirik jam tangannya(Neji di ruang nonton).

"Iya,iya.. sebentar lagi hyung."Naruto berteriak dari dalam kamar.(Sasuke,Naruto,Sai,dan Shikamaru masih di dalam kamar).

(Mari kita intip apa sedang mereka lakukan):

Terlihat Sasuke sedang memakai kemejanya yang berwarna biru donker kotak-kotak untuk melapisi kaus putihnya. Setelah itu, ia mengatur rambutnya dengan gel.

Sai sedang menyemprotkan minyak wangi ke kausnya yang berwarna hitam dan setelah itu mengambil hanphonenya yang ada di tempat tidur dan memasukkannya ke dalam celana yang berwarna hitam juga.

Naruto terlihat sedang merapikan lagi bajunya di depan cermin dan sesekali merapikan rambutnya.

Shikamaru???? Shikamaru sudah selesai tetapi ia lebih memilih menunggu hyung-hyungnya itu dengan tidur daripada harus bersama Neji di ruang nonton.

Setelah menunggu 15 menit.... Akhirnya mereka melesat pergi ke panti asuhan Permata kasih.

Mereka menaiki mobil masing-masing. Neji dan Sasuke yang jalan terlebih dahulu karena mereka sudah tau tempatnya dan Sai,Naruto,Shikamaru mengikuti dari belakang.

---PANTI ASUHAN PERMATA KASIH.

Tok..tok..tok...

Terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang.

"Hinata, tolong bukakan pintu dong."kata gadis berambut merah dan berkaca mata yang sedang membaca majalah dengan santai.

"Iya, unnie." Hinata hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah unnienya itu.

KRIET.. Pintu dibuka... dan

"NEJI OPPA!" Hinata melompat kegirangan dan spontan memeluk kakaknya tercinta dengan erat. Nejipun begitu.

"Hai Hinata. Aku kangen padamu."Neji melepaskan pelukannya dan memberi kecupan dikening Hinata.

"Hinata???Siapa yang datang???"perempuan berambut pink yang kita ketahui adalah Sakura bertanya seraya berjalan menuju pintu depan menyusul Hinata.

"Neji oppa dan teman-temannya."kata Hinata.

Sekarang Sakura telah berada di samping Hinata dan melihat siapa yang datang.

"Hi Sakura."

"Hi Neji."

"Hi Sakura, kau masih ingat aku?"Sasuke menyapa Sakura.

"Sasuke??? Er,,, hai juga."Sakura agak canggung, Sasuke tersenyum kecil melihatnya.

"Mana Tenten,Temari, dan Ino?"tanya Neji.

"Mereka sedak memasak, kalau anak-anak yang lain belum bangun.."

Tiba-tiba,,, tidak ada angin tidak ada hujan,,, badai datang (baca:Karin datang) dan langsung menerjang memeluk satu persatu anggota 5CB..

"OMG.. Sasuke-kun...Sai-kun...Neji-kun...Naruto-kun...Shikamaru-kun...." lalu setelah Karin melepas pelukannya, ia melompat kegirangan dan

BRUGH.. GEDEBUK..PRANG...

Karin terjatuh dengan tragisnya karena menginjak sebuah kulit pisang. Entah kapan kulit pusang itu berada disitu. Karin mengeluarkan segala makian pada kulit pisang itu. Cowok-cowok cool itupun tertawa kecil melihatnya.

5CB,Sakura, dan Hinata meninggalkannya dan masuk ke dalam.

"Neji oppa,, aku dan Sakura ke belakang dulu, mau menyiapkan makanan dan minuman. Yuk Sakura." Hinata dan Sakura lalu meninggalkan mereka ber-lima.

"Neji hyung, adikmu cantik juga."kata Naruto sambil menyenggol Neji dan dengan suksesnya Naruto mendapatkan deat glare dari Neji.

"Huh, dasar sister complex."Naruto memaki dengan suara kecil, takut kedengaran ma Neji. Ckckckckckc :D

"Ayo kutunjukkan tempat yang bagus."Neji mengajak teman-temannya.

Sekarang mereka telah tiba di belakang panti asuhan. Di belakang panti asuhan itu terdapat sebuah taman tempat untuk bersantai dan ada danau di depannya. Di tepi danau ada dua buah perahu. Ada sebuah meja yang terbuat dari bebatuan dengan kursi kayu yang mengelilinginya.

"Tempat yang sangat cocok untuk tidur dan melihat awan."kata Shikamaru yang langsung tiduran di rerumputan.

"Dasar pemalas."Naruto mencibir.

Shikamaru tak mendengar perkataan Naruto karena ia sudah tertidur dengan tenang dengan tangan direntangka.

Tak lama kemudian, datanglah lima orang cewek cantik sambil membawa nampan yang berisi minuman dan makanan, lalu mereka meletakkannya di sebuah meja batu yang ada di taman itu. Sai,Neji,dan Naruto langsung berkumpul bersama ke-lima cewek itu, meninggalkan Sasuke yang sedang duduk di rerumputan dan Shikamaru yang tidur.

Beberapa saat kemudian datanglah dua orang si rambut merah, Karin dan Tayuya.

Mereka lari menyerbu Sasuke dan langsung menggelayut manja pada lengan Sasuke.

"Hi Sasuke-kun. Oh ya, aku Karin dan ini sahabatku Tayuya."kata Karin.

"........."Sasuke tak merespon, dan langsung melengos pergi meninggalkan mereka, bergabung dengan yang lainnya sambil menyeret Shikamaru.

"Uh,,, Sasuke-kun.."Karin memanyunkan bibirnya seraya melihat perkumpulan kecil itu.

"Sudahlah Karin."kata Tayuya sabar.

"Kalau ada cewek yang berani medekati Sasuke-kun, harus berhadapan ma guwe."kata Karin dengan berapi-api.

"Yupz."Tayuya setuju.

^_^

"OMG...ADA RAMEN..."teriak Naruto lebay dan mengambil mangkuk untuk ramen yang akan diambilnya.

"Siapa yang bikin ramennya?"tanya Naruto.

"Emm,,i-itu aku."Hinata gugup.

"Kalau begitu kau cocok jadi istriku Hinata."

BUAGH...PRANG

Naruto mendapat jitakan lagi dari Neji...

"Hi Ino."Sai menyapa Ino yang sedang sibuk

"Hi Sai."

"Ino, sebentar mau kan kalau naik perahu di danau bersamaku?"Sai menawarkan.

"Tapi-" Ino ingin menolak tetapi Sai memberi tatapan 'ayolah, kumohon'.

"B—baik-lah."jawab Ino tersenyum gugup.

Tanpa teman-teman mereka sadari, Sai telah menarik lengan Ino menuju tempat dimana perahu itu bertengger.

"Naiklah Ino."Sai mempersilahkan.

"Hm."

Setelah itu Sai naik dan mulai menggayung perahunya.

Tanpa Sai perhatikan, Ino sudah berkeringat dingin.

INO'S POV

Kami-sama...... aku takut. Takut hal itu tejadi lagi. Kami-sama jangan biarkan hal itu terjadi lagi padaku. Kumohon.

END OF INO'S POV

"Ino, kau juga kuliah di UK?"

"Ya."

"Fakultas apa?"

"Kedokteran. Kamu?"

"Fakultas tehnik.

Kemudian hening menyergap mereka. Tak terasa sekarang mereka sudah berada di tengah danau. Tiba-tiba..

"Kenapa ini?" Sai bingung melihat perahu mereka mulai dipenuhi air.

"P—perahunya b-bo-cor?"Ino gugup.

"Sepertinya begi-"belum sempat Sai melesaikan pembicaraannya perahunya sudah terbalik

"AH..."Ino berteriak kaget karena ia tiba-tiba tercebur ke danau yang dingin.

"Tolong......Sai...."Ino berusaha untuk naik kepermukaan tapi usahanya sia-sia dan membuatnya lelah. Kenapa tak bisa? Jawabannya mudah 'INO TAK BISA BERENANG'

"Tolong....Sai.."suara Ino semakin terdengar lemah.

"To—long...."

"INO..."Sai yang mahir berenang berusaha untuk meraih tangan Ino.

GREP

Berhasil. Dan sekarang ia membawa Ino menuju ke tepi danau dan membaringkannya disana (AN:Sebelum Sai membaringkan Ino, Sai ngangkat Ino dengan bridal style.). Teman-teman merekapun segera menghampiri mereka + Tayuya dan Karin.

"Ino... sadarlah,, kumohon."Sai mengguncang tubuh Ino.

"Sai.... Ada apa?"tanya Sakura.

"Perahu kami bocor pada saat kami berada di tengah danau dan...,"Sai menutupi mukanya denga telapak tangannya.

"Ini semua salahku.. Aku yang mengajaknya.."Sai mengacak-ngacak rambutnya.

"Sai hyung, lakukan sesuatu."kata Naruto.

"Apa?"

"Nafas buatan?"kata Shikamaru dengan polosnya.

"Hn. Itu satu-satunya cara."(sudah taukan siapa yang bicara?)

"WHAT???? SAI-KUN MAU NYIUM INO???"Karin dan Tayuya teriak bersamaan.

"Karin, Tayuya jangan membuat keributan disini."Temari membentak mereka.

"Huh."Karin dan Tayuya mendengus dengan tatapan sirik.

"Kalian tak lihat keadaan Ino, hah?"kata Tenten tak sabaran.

"Sudahlah, orang seperti mereka tak usah digubris."Hinata menengahi.

"Lakukan sekarang Sai."perintah Neji.

Sai mengangguk. Dan mulai mendekati wajah Ino.

5 cm

4 cm

3 cm

2 cm

1 cm

0,9 cm

Dan CUPP

Sai baru pertama kali melakukannya dan dia agak gugup. Ia berusaha memberi Ino nafas buatan yang banyak. Dan akhirnya Ino sadar.

"Uhuk.."Ino terbatuk dan mengeluarkan semua air danau yang masuk ke dalam mulutnya.

Sai menjauhkan wajahnya dari Ino.

"Ino, kau tak apa-apa?"Sakura memeluk Ino yang masih pucat pasi.

"Ya."suara Ino sedikit bergetar.

"Ino, maaf."Sai menatap Ino.

Ino hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil pada Sai.

"Lebih kalian berempat mengantar Ino untu berganti baju dan istirahat."(Neji)

Sakura,Temari,Tenten, dan Hinata segera mengantar Ino.

"Sai hyung, aku punya persediaan baju di mobilku. Pakai saja."Naruto memberitahu Sai dan melempar kunci mobilnya.

"Thanks Naruto."

---Sakura dkk

Ino telah berganti baju dan sekarang dan duduk di pinggiran tempat tidurnya.

"Ino...kenapa tadi kau menerima ajakan Sai?"(Temari)

"Sudahlah..Lagipula aku tak apa-apa."Ino berkata seakan-akan dia telah melupakan semuanya, padahal Ia masih merasa takut sampai saat ini.

"Sebaiknya kau beristirahat. Kami akan kembali ke taman"(Tenten)

"Hn."

^_^

Sekarang sudah menunjukkan pukul 10.00(pagi). Tak terasa sudah 2 jam lebih 5CB berada di panti asuhan. Setelah kejadian tadi, mereka kembali seperti biasa, berkumpul di meja tadi dan kembali bersenda gurau.. Tayuya dan Karin hilang entah kemana.

-----"Sakura, boleh aku bicara berdua denganmu?"ajak Sasuke.

"Ya." Dan merekapun pergi ke sisi taman lain untuk ngobrol. Tapi, tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan tidak suka.

-----"Tenten kau mau kemana?"tanya Neji yang melihat Tenten pergi.

"Aku akan memasak makan siang untuk anak-anak panti."jawab Tenten.

"Aku ikut."Neji berkata dan Tenten mengerutkan dahinya.

"Aku sudah lama tak memasak untuk anak-anak panti. Jadi,, boleh kan?"

"Baiklah."

Dan mereka berduapun pergi.

NejiTen, SasuSaku, sudah pergi dari tempat itu. Ino sedang istirahat, Shikamaru tidur di taman depan danau dengan tangan terlentang, dan jadilah NaruHina,Temari, dan Sai yang ada disitu.

"Hinata,"(Sai)

"Ada apa?"(Hinata)

"Aku boleh melihat Ino?"(Sai bertanya)

"Silahkan saja."(Hinata tersenyum)

"Ok. Aku pergi dulu ya?" Sai segera berlari menuju panti.

Belum lama Sai pergi, Temari berdiri dan.. "Aku pergi dulu ya?"

"Mau kemana?"(Hinata)

"Mau jalan-jalan di sekitar danau."Temari pun berlalu, menyisakan NaruHina. ^^

---NARUHINA

"Hinata."panggil Naruto.

"Ada apa Naruto-kun?"

"Ramen buatanmu sangat enak."puji Naruto

"Trims Naruto-kun."wajah Hinata berubah menjadi pinkish sekarang.

"Kenapa wajahmu merah Hinata? Sakit?"tanya Naruto.

"Ng-nggak kok."Hinata semakin gugup melihat Naruto meletakkan punggung tangannya ke dahi Hinata.

"Oh... ku kira kamu sakit."Naruto nyengir.

Dan setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka dan bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing.

----SHIKATEMA

Temari berjalan dengan santainya di tepi danau. Tiba-tiba ada kucing yang lewat di depanya dan

"KYA,, KUCING.. TAKUT.."Temari lari sekencang-kencangya untuk menghindari kucing itu dan kemudian.........

"AAAAAAAAAAAAAWWWWWWWW"

Temari terus berlari, tapi ia berbalik ketika mendengar sesorang mengerang kesakitan.

"Shikamaru?"

"APA? KAMU MENGINJAK TANGANKU TAU."Shikamaru membentak Temari karena kesal diinjak tangannya pada saat tidur.*pasti sakit banget tangannya*

"Maaf Shikamaru. Aku tidak sengaja..sungguh.."Temari sekarang ikut duduk di samping Shikamaru dan meminta maaf berulang-ulang.

"Huh... ganggu orang tidur aja."kata Shikamu lagi dengan juteknya sambil mengelus-ngelus tangannya yang sakit.

"Aku kan udah minta maaf."Temari juga ikut kesal.

"Makanya, kalau jalan tuh liat-liat."

"Aku tadi nggak jalan. Aku lari."

"Sama aja."

"Beda."

"Sama."

"Uh....."Temari langsung pergi karena kesal. Tapi ada sesuatu yang menahannya, tangan Shikamaru.

"Tunggu, aku terima permintaan maafmu, tapi kau harus menemaniku disini."

"............"Temari terdiam karena ajakan Shikamaru yang mengagetkan. Tapi setelah berpikir keras akhirnya.....

"Baiklah." Dan Temari duduk di samping Shikamaru yang kembali tiduran.

----NEJITEN

Neji dan Tenten sekarang sedang memasak di dapur. Tenten kagum dengan Neji, karena meskipun Neji laki-laki, Neji sangat pintar masak.

"Neji, tomatnya 3 dong."kata Tenten sambil menjulurkan tangannya.

"Nih."Neji memberikan 3 tomat yang diminta oleh Tenten.

"Neji masak apa?"tanya Tenten.

"Nasi goreng ala Neji. Kamu?"

"Ayam kecap dan cumi goreng ala Tenten."jawab Tenten tersenyum.

"Ngiku loe."

"Siapa yang ngikut. Bwe."Tenten menjulurkan lidahnya pada Neji dan melemparkannya tepung.

"Tenten, awas kau ya." Neji balas melempar tepung pada.

Dan akhirnya mereka bermain tepung-tepungan(emank ada?), membuat dapur menjadi........*bayangin diri yah*

----SASUSAKU

Sasuke dan Sakura lagi ngobrol di sisi lain taman yang ditanami banyak bunga.

"Sakura,"panggil Sasuke.

"Hn?"

"Kamu sudah lama tinggal di panti asuhan ini?"

"Yah,, kira-kira sudah 11 tahun."jawab Sakura sambil tersenyum miris.

"Kenapa kau bisa tinggal disini Sakura?"Sasuke bertanya hati-hati.

"......."Sakura hanya diam.

"Ya sudah, tak apa-apa kalau kau tak mau cerita."

" Bukan begitu Sasuke... Aku--"cairan bening mulai menetes dari pelupuk mata Sakura.

"Lebih baik tenangkan dulu pikiranmu dan setelah itu ceritakan padaku."kata Sasuke sambil mengacak rambut pink Sakura dan menariknya ke dalam pelukan.

TBC

Akhirnya selesai juga......... sebenarnya ngagantung cerita nya, tapi apa boleh buat, otak aku lebih buntu,,

Kalu mau tau gimana Sakura bisa tinggal di panti asuhan dan tentang penyakit Sakura n siapa yang ngintip SasuSaku??????..baca tyuz donkz!!!!!!!!!! ^^

Maaf juga yah,, kalau ceritanya nggak seru!!! Gomen-gomen--*sujud-sujud 5000x ma readers*

Akhir kata.. saya ucapkan REVIEW PLEASE!!! ^^

See you in next chapter.