Chapter 3

Call of Duty Z

Disclaimer : Masashi Kishiomoto

Rate : T-

Domba kecil

Aku hanyalah domba kecil

Domba yang terus berlari

Berlari mengitari padang rumput luas

Rumput yang terbuat dari besi

Aku hanyalah domba kecil

Domba yang menyukai rumput segar

Meski sang rumput tak menyukainya

Aku hanyalah domba kecil

Domba yang baru saja melihat langit biru

Domba yang baru merasakan rumput segar dan rumput kering

Aku hanyalah domba kecil

Domba yang dikelilingi kawat berduri

Kawat yang dibuat dari emas permata

Domba yang dikelilingi domba-domba yang menyayanginya

Aku hanyalah domba kecil

Domba kecil yang mencoba menjadi domba besar

Domba yang kuat

Domba yang mampu memimpin kawanan.

Karya : LB

A/N : Saya telah berusaha untuk menyajikan cerita ini sebaik-baiknya. Namun meskipun begitu saya mengakui bahwa fic ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, dengan lapang dada dan tangan terbuka saya menerima saran dan kritik konstruktif demi peningkatan kualitas cerita ini kedepannya.

Teknik Uzumaki ?


Saat ini Naruto masih berdiri tenang, dihadapanya 3 orang Shinobi berdiri dengan mengacungkan senjatanya, sebelah kanan berambut biru dengan mata emas dengan pakaian Chunin, sebelah kiri seseorang dengan pakaian Chunin, berambut coeklat dan mata merah (Enmado Rokuro dari Sousei no Onmyouji). Seorang lagimenerima saran dan kritik konstruktif demi peningkatan

berpakaian Jounin dengan rambut putih berantakan dan juga kacamata aneh (Yamato dari Sousei no Onmyouji) "Sebelum kita mulai, bolehkah aku bertanya ?" pertanyaan Naruto membuat ketiga Shinobi itu terdiam."heh...tanyalah sebelum kau mati bocah !" ujar seorang dengan rambut putih menatap remeh Naruto."pertama,siapa target kalian. kedua, siapa yang meminta kalian melakukan ini ?"

"Target kami adalah kalian berdua dan siapa yang memintanya..." Jounin itu tersenyum mengerikan "...Cobalah cari tau sendiri !"ucapnya sambil berlari kearah Naruto mencoba menyerang menggunakan kunainya "Cih.." Naruto bergerak cepat dengan melemparkan sesuatu yang kecil dan tipis kearah si Putih itu, si Putih yang tidak melihat apa benda yang dilemparkan Naruto hanya tersenyum meremehkan dan terus berlari kearah Naruto, baginya gerakan tangan Naruto seperti tak memiliki arti.

-Chik-

"Akh!" sebuah jarum sepanjang 5 cm dan diameter 1 mm menancap dan menembus punggung kaki sang jounin dan membuatnya berlutut "bocah sialan !" Namun

-Wuuush-

dengan cepat Naruto sudah berada dihadapannya dan bersiap menancapkan sebuah pisau yang ada ditangan kananya membuat si rambut Putih tekejut , namun pisau itu berhenti tepat di depan matanya, bukan karena salah satu bawahannya menghentikan serangan itu tapi, karena sang pemilik tangan itu sendiri yang menghentikanya "Sial.." dengan cepat Naruto bersalto, kembali ketempatnya semula dengan tangan kirinya yang memegang tangan kananya yang tidak mau berhenti bergetar dan itu membuat si Putih tersenyum picik "Jadi kau tidak bisa membunuh ya..." ujar si Putih sambil mencabut jarum di punggung kakinya yang bahkan menembus tulangnya dan membuatnya agak meringis sakit, jounin itu kemudian berdiri dan tersenyum senang "Ini akan menjadi lebih mudah." tiba-tiba saja kedua chunin yang dari tadi diam mencoba menyerangnya menggunakan kunai dan membuatanya kembali bersalto mundur. "Dasar bocah bodoh !" teriak chunin yang berambut biru dan merubah arah serangan pada Shion "kyaaaaaaaaaaaaa !" Shion langsung berteriak ketakutan ketika tau hidupnya tak akan lama.

-Traaang-

kunai seperti terhalang oleh dinding transparan berwarna hijau "b-b-bagaimanabisa ?". 'Untung saja aku sudah mengaktifkan barrier disekitarnya tadi' batin Naruto, ternyata sebelum menyerang si Putih Naruto sudah terlebih dahulu menggunakan fuinjutsu untuk melindungi Shion dari serangan musuh, sedangkan Shion masih nampak kebingungan melihat dinding yang melindunginya dari serangan Shinobi itu "Cih...apa-apaan ini !" umpat si biru yang telah menyerang Shion kesal "Tenanglah Berto ini pasti ulah bocah itu." Ujar yang berambut Coeklat

"Kalian seranglah bocah itu secara bersamaan aku akan mencari kelemahan teknik bocah itu !" Teriak si jounin memberi perintah pada kedua chunin tersebut "Ha'i" balas keduanya bersamaan.

'Sial ! jika mereka mengetahui kelemahan teknik itu maka ini akan menjadi lebih sulit.' batin Naruto panik, dengan cepat Naruto melesat kearah si Putih, namun ia dihadang oleh kedua orang chunin itu "Mau kemana, heh ? lawanmu itu adalah kami." ucap Berto

"Itu benar bocah, lebih baik kau menghadapi kami terlebih dahulu !" tambah si coeklat, ini sepertinya membuat Naruto semakin kesal terlihat dari urat-urat di dahinya. 'Apapun yang terjadi, aku harus mengalahkan mereka berdua secepatnya, jika tidak Shion akan dalam bahaya' batinya dengan cepat Naruto langsung maju menyerang ke duanya.

-trang trang trang-

Sementara itu Shion benar-benar berkeringat dingin sekarang, bagaimana tidak, orang didepanya ini tidak mau berhenti menyerang dinding yang melindunginya secara membababi buta. Meskipun tidak diperingati Shion mengerti jika ia keluar dari penghalang ataupun penghalangnya hancur, ia akan mati. Sementara itu di pertarungan Naruto dengan ke-dua chunin, keadaanya sangat berisik bagaimana tidak, kedua chunin itu menyerangnya menggunakan ninjutsu.

Katon : Goukakyu no Jutsu

Fuuton : Daitoppa

-Blaaaar-

Kedua elemen itu bergabung dan mengakibatkan daya rusaknya semakin besar dan membakar sebagian besar hutan, sedangkan Naruto hanya bisa menghindar."Dasar orang-orang bodoh ! APA YANG KALIAN LAKUKAN ! KALIAN DAPAT MEMANCING PARA PENJAGA KUIL KEMARI !" teriak marah si Putih ketika melihat kedua bawahanya itu mengeluarkan jutsu perusak yang luar biasa "Gomen gomen, habisnya kalau dari jarak dekat, ada kemungkinan kita berdua akan kalah, jadi-"

"Bodoh ! Khawatir jika seorang yang bahkan tidak bisa membunuh mengalahkanmu? Jika kalian benar-benar berpikir begitu maka kalian benar-benar bodoh"

"Tch, Haaa'i Haaaaa'i wakarimashita Xio-san, tolong jangan marah seperti itu, kau membuatku takut." tak mengacuhkan ucapan bawahannya si Putih kemudian mengembalikan perhatianya kearah barrier "Sekarang ! Bagaimana cara menembus dinding ini"

Sementara itu kedua chunin itu juga menoleh kembali kepada Naruto, namun orang yang di depanya sudah hilang begitu saja entah kemana "Eh...kemana anak itu ?!" Ujar Berto pada si Coeklat "Yaaa, mana aku tau." balas si Coeklat mengendikkan bahu seakan tidak peduli.

-cleb-

Merasa ada suara yang aneh Berto langsung menoleh pada temanya dan langsung terbelalak kaget ketika melihat seorang bocah berambut merah duduk bertumpu pada bahu temannya dengan sebuah jarum yang samar namun dapat terlihat, sudah menusuk leher belakang temanya, dengan cepat Berto langsung melompat kebelakang mencoba menjaga jarak dari bocah yang sudah membuat temanya tak sadarkan diri. Naruto kemudian berjalan perlahan kearah chunin yang tersisa dan berhenti beberapa meter darinya. "Kurang ajar!" teriaknya marah "Haaaa...kurangajar ? Jangan bercanda, dari awal kaulah yang kurangajar, lihatlah kenyataannya sekarang, kau menyerang anak kecil yang bahkan baru berumur 7 tahun." Ujar Naruto santai, membuat Berto semakin kesal namun tak lama ia kembali tenang "Heh, kelihatannya kau cukup hebat !" ujarnya tak memperdulikan perkataan Naruto sebelumnya.

Sementara itu di tempat Shion dan Xio

-trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang TRANG TRANG TRANG-

Xio kemudian berhenti menyerang barrier itu dengan ekspresi kesal 'Sial sekuat apa sebenarnya barrier ini, tidak peduli seberapa cepat dan kuat aku menyerangnya tetap saja tidak hancur bahkan tergores sedikitpun, aku benar-benar tidak menyangka anak itu bisa menggunakan fuinjutsu, meskipun dari informasi yang kami terima anak itu adalah seorang Uzumaki, tapi benar-benar tak kusangka seorang bocah dapat melakukanya' kemudian ia melirik keseorang chunin yang telah tak sadarkan diri 'dari mana anak itu menyerangnya, kalau tidak salah posisinya ada di atas bahu Gio saat menyerangnya, eh...kalau tidak salah aku belum mencoba bagian atas' Seperti baru mendapatkan angin segar Xio mulai tersenyum senang.

Bersama dengan Naruto dan chunin...

"Hei nak..." panggilan itu membuat urat didahi Naruto berkedut kesal "apa ?" tanya Naruto dengan nada suara agak memberat "Kuakui sebagai bocah yang baru berumur 7 tahun kau cukup hebat, tapi bukan berarti kau bisa mengalahkanku, meskipun kau bisa mengalahkan Gio, namun kau tidak mungkin mengalahkanku yang lebih hebat dan berpengalaman dalam bertarung, jadi lebih baik menyerahlah selagi aku memberimu kesempatan !" Ujarnya angkuh "Ada dua hal yang harus kau ketahui, pertama meskipun aku masih anak-anak jangan remehkan aku, kedua AKU INI BUKAN ANAKMU SIALAN !" Ujarnya marah. "Ha'i haaaa'i, terserah kau ingin mengatakan apa, yang penting pergilah ke Neraka sekarang juga !" si Chunin langsung melakukan handseal

Fuuton : Poltraite

Puluhan peluru angin langsung melesat cepat kearah Naruto "Sial!" umpatnya, dan juga segera melakukan segel tangan dengan cepat

Raiton : Sebon no jutsu

Puluhan jarum petir melesat kearah serangan chunin itu dan

-BUM-ciiiing-

Ledakan itu mengakibatkan cahaya yang menyilaukan mata

-bugh-bum-

"Oakh !" terdengar suara erangan kesakitan menandakan ada seseorang yang terkena serangan, setelah cahaya menghilang dan terlihatlah Naruto yang sedang terduduk bersandar di sebuah pohon yang hampir roboh. "Hei bocah ! apa kau tidak tau bahwa elemen Fuuton lebih kuat dari Raiton, dan jika diadu seperti tadi maka sangat jelas pemenangnya adalah elemen Fuuton. Yaa meskipun aku cukup terkejut kau bisa bertahan dari jutsu peluru angin yang sudah kumodifikasi tapi, sebagai penghormatan karena mampu bertahan dari teknikku, maka aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Albert D. Fredrich, orang yang akan menjadi Ilmuan yang lebih hebat dibanding Orochimaru" jelasnya panjang lebar 'Sial karena aku belum bisa mengontrol chakraku dengan baik, dan juga karena terbiasa bertarung jarak dekat dengan kakek, kini aku kesulitan bertarung jarak jauh, bahkan untuk teknik tadi saja aku menggunakan banyak sekali chakra' batin Naruto kesal sepertinya ia tidak terlalu peduli dengan perka perkenalan diri Chunin didepanya, kemudian ia melirik kearah Shion dan terbelalak kaget, bagaimana tidak ia melihat Xio yang yang sudah siap menerobos barier lewat bagian atas "HEEEEAAAAH!" melihat itu membuat Berto si chunin tersenyum senang saat Xio berteriak dan sedikit lagi menerobos masuk "JANGAAAN ! SHION MENGHINDAR, KELUAR DARI BARRIER" teriak Naruto namun terlambat, sedangkan Shion hanya mematung tak bisa berbuat apa-apa.

-ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit ciu cit-

"AAAAGH !" suara listrik yang menyengat terdengar dari atas barrier, dan membuat tubuh Xio terlempar keluar dan tak sadarkan diri "Pfft ! bercanda, bercanda !" ucap Naruto sambil tersenyum mengejek. "A-a-apa b-bagaimana bisa ?"

"Yah...kurasa sudah saatnya mengatakan kenapa hal itu dapat terjadi sebelum kutendang bokong baumu ! Saat kalian berbicara sebelumnya aku segera bersembunyi , akulah yang membuat jutsu itu dan tentu saja aku mengetauhui apa kelemahan dari teknik itu, jadi sebelum aku menyerang temanmu aku segera memperbaiki atau lebih tepatnya menghilangkan kelemahan itu dengan menambahkan sebuah jutsu, yang kutanamkan ke kekkai itu dan akan aktif jika ada yang mencoba menerobos masuk dari atas ataupun bawah secara paksa." ucapnya senang 'Yaah, meskipun jika diserang di bagian atas dengan jutsu rank Batau lebuh tiggi maka akan hancur dengan mudah' yah itu benar sekuat-kuatnya sebuah teknik pasti ada kelemahan termasuk teknik Naruto, ia mungkin bisa menambahkan sedikit teknik pada jutsu itu tapi ia tidak bisa menambahkan teknik yang kuat, karena dapat melenyapkan formula utama barrier.

"Begituya..tapi, bagaimana kau bisa melakukanya sementara barrier itu berada tepat didepan Xio ?" tanyanya penasaran, menurutnya tidak mungkin Naruto dapat bersembunyi dan menghilangkan kelemahan barrier, jika Xio tepat berada didepan Barrier, meskipun ia tau bahwa saat itu Xio sedang bicara dengan mereka "Itu mudah ! kau lihat kanji-kanji yang terhubung dengan barrier itu ?" sang chunin kemudian memperhatikan kanji-kanji yang terhubung dengan barrier "menggunakan kanji yang panjangnya mencapai tempat yang tidak mungkin kalian perhatikan dan menambah kemampuan barrier..." kemudian Naruto tersenyum picik "...dan kau tau apalagi yang menarik ?" ketika mendengar itu dari Naruto instingnya berteriak bahaya dan membuatnya mulai waspada, sekarang ia sangat teramat tau bahwa bocah yang terduduk akibat seranganya barusan bukanlah bocah biasa, dan itu terbukti dari pertarunganya melawan bocah itu, bagaimana ia dapat mengalahkan seorang chunin dengan mudah, yah meskipun chunin itu sendiri kurang berpengalaman. Naruto yang melihat perubahan sikap Berto menjadi sangat waspada tersenyum kecil "Sudah terlambat untuk bersikap waspada chunin-san ! karena.." Naruto kemudian menaikkan jari telunjuk dan tengahnya lalu menyatukan keduanya "...KATSU!" teriaknya dan...

-DUUAR-

Punggung chunin itu meledak, sementara Naruto yang melihatnya hanya tersenyum picik

Flashback

"Oakh !" terdengar suara erangan kesakitan menandakan ada seseorang yang terkena serangan, setelah cahaya menghilang dan terlihatlah Naruto yang sedang terduduk bersandar di sebuah pohon yang hampir roboh. "Hei bocah ! apa kau tidak tau bahwa elemen Fuuton lebih kuat dari Raiton, dan jika diadu seperti tadi maka sangat jelas pemenangnya adalah elemen Fuuton." jelasnya panjang lebar 'Sial karena aku belum bisa mengontrol chakraku dengan baik, dan juga karena terbiasa bertarung jarak dekat dengan kakek, kini aku kesulitan bertarung jarak jauh, bahkan untuk teknik tadi saja aku menggunakan banyak sekali chakra' batin Naruto kesal sepertinya ia tidak terlalu peduli dengan perkataan Chunin didepanya, kemudian ia melirik kearah Shion dan terbelalak kaget dan membuat Berto ikut menoleh, bagaimana tidak ia melihat Xio yang yang sudah siap menerobos barier lewat bagian atas "HEEEEAAAAH!" melihat itu membuat Berto si chunin tersenyum senang saat Xio berteriak dan sedikit lagi menerobos masuk "JANGAAAN ! SHION MENGHINDAR, KELUAR DARI BARRIER" teriak Naruto sambil melemparkan tiga lembar kertas peledak kepunggung Berto yang sedang lengah.

Flashback Off

Tubuh si chunin itu kemudian jatuh, dan terlihat punggungnya yang terluka parah, "Hah hah hah" Naruto berjalan tertatih dengan tubuh penuh luka dan kimononya yang sudah sobek dimana-mana kearah Shion yang masih berada didalam barriernya setelah sampai didepan barrier itu Naruto segera menon-aktifkanya "Bagaimana kabarmu ?"
"Aku baik-baik saja. Eh ! Harusnya aku yang bertanya seperti itu pada Naruto-kun ! Lihatlah keadaanmu sekarang ! dan..." ujarnya khawatir sambil menjeda kalimatnya "...Naruto-kun, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Mendengar itu membuat Naruto sedikit menaikkan alisnya.
"Apa ?"
"Arigatou Naruto-kun, hontou ni arigatou, terimakasih telah melindungiku." ucapnya sambil membungkuk. "Hei hei, tak perlu berterimakasih begitu berikan saja aku 1.000.000 ryo, dan akan kuanggap semuanya impas, bagaimana ?"
"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh !" Shion benar-benar terkejut dengan permintaan Naruto, ia sangat tidak menduga bahwa Naruto akan meminta upah padanya, ia kira Naruto melakukanya karena ia memang adalah orang yang sangat baik, namun apa yang terjadi di depan matanya sekarang malah sebaliknya, Naruto orang yang ia duga sangat baik itu meminta upah atas jasanya, hal ini benar-benar mengejutkan bagi Shion, ia rasa ia harus mengubah pandanganya terhadap orang yang ada didepanya "Ada apa denganmu ? Bayar saja dan kita anggap impas mengerti !" ujarnya ketika melihat ekspresi Shion yang menganga dengan mata yang membelalak lebar "Tapi, bukanya Naruto-kun melakukanya dengan sukarela." Ujar Shion memelas. "heh...sukarela, tidak ada kata sukarela dalam kamusku Shion, lagipula sepertinya kau ini orang penting dan orang penting punya banyak uang. Jadi cepat bayar aku !" Naruto tersenyum penuh kemenangan 'Dengan begini orang tua itu tak akan banyak mengoceh.' Batinnya senang

-swuush swuush swuush swuush-

sesuatu dengan cepat bergerak menuju Naruto, namun beruntung baginya yang masih sempat menghindarinya.

-jleb jleb jleb jleb-

Benda itu terus maju dan menancap di pohon, dan ternyata itu adalah shiruken. Naruto kemudian menatap pelaku penyerangan yang ternyata adalah sang Jounin Xio, ia kemudian melirik pada tubuh yang tergeletak tak jauh darinya yang telah berubah menjadi asap 'Cih... Kage bunshin'
"Kau cukup hebat dalam pertarungan jarak dekat dan bahkan kau sanggup mengalahkan Gio dan Berto tapi bukan berarti kau dapat mengalahkan jounin berpengalaman sepertiku. Tapi, sebagai hadiah kau berhasil mengalahkan 2 orang itu, kau kuizinkan menjadi anak buahku, bagaimana ?" mendengar hal itu Naruto perlahan maju kedepan dan berhenti beberapa meter dari Xio, lalu bersidekap dada.

"Haaaah ? anak buah jangan bercanda, yang ada kaulah yang kujadikan anak buahku ! dan jika kau mau kau bisa naik derajat menjadi peliharaanku."

"Heh, cukup menarik untuk bocah menyebalkan sepertimu." tiba-tiba ia bergerak cepat kearah Naruto dan dengan salah satu kunai di tangan kirinya ia mencoba menggorok leher Naruto dan itu membuat Naruto mau tak mau, segera menunduk untuk menghindari serangan itu namun Xio juga bergerak cepat dengan melakukan serangan vertikal dari bawah sehingga menjadi berlawanan dengan arah dengan menghindarnya Naruto. 'Shimatta !'

-Trang-

tak punya pilihan lain segera Naruto menangkisnya menggunakan pisaunya, kemudian dengan cepat mundur kesamping Shion 'Huuft nyaris saja' , namun dengan cepat Xio melempar beberapa shiruken dan...

Shiruken Tajuu Kage Bunshin no jutsu
-swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush swush... –trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang trang...-

Shiruken itu menjadi banyak dan lebih dari 100 shiruken melesat cepat menuju Naruto, Naruto dengan cepat mencoba menangkisnya, tapi sebelum Naruto dapat menangkis semuanya Xio sudah berada dibelakang Shion, Naruto dengan cepat melirik kebelakang 'Keparat kau ! beraninya menyerang yang paling lemah, sial ! bagaimana ini ?' batinya panik sambil terus menangkis shiruken yang datang 'Siaaal ! jika terus begini aku tidak punya pilihan lain' dengan cepat membentuk segel tiger "KAI !" teriaknya lantang, dengan cepat ia melempar pisaunya menggunakan perhitungan yang matang, sehingga pisau itu dapat membuat shiruke-shiruken itu saling berbenturan, terlihat dari pisaunya yang menancap disalah satu pohon, terlihat dari aliran listrik disekitarnya bahwa Naruto telah mengalirkan chakranya ke benda itu. Naruto dengan amat sangat cepat menghilang muncul didepan Xio dengan tinju kanan yang sudah dialiri chakra petirnya

-BUM—Brak Brak Brak Brak Brak Brak Brak-

dentuman terdengar ketika Naruto memukulnya dengan keras membuat Xio menghantam beberapa pohon, mencoba berdiri meski sulit Xio menatap tajam bocah yang tak jauh didepannya "Bocah sialan !" umpatnya sambil meringis sakit "Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini..." Ujar Naruto sambil menyingsingkan lengan kimononya dan terlihatlah ukiran kanji rumit di tangan kirinya "...tapi kau membuat ku benar-benar tidak punya pilihan lain." Naruto kemudian menyentuh segel itu
-pooff-

Gumpalan asap menutupi pandangan, kemudian menghilang dan terlihatlah Naruto menggenggam sebuah pedang dengan sarung dan pegangan berwarna hitam "Kau tau Code Name-ku diambil dari nama pedang ini." Naruto kemudian menarik pedang itu dari sarungnya
-Siiing-

suara pedang yang ditarik keluar dari sarungnya dan terlihatlah besi berwarna agak kehitaman dari pedang itu "Jadi kau ingin mengatakan jika dari awal kau belum serius, heh... Percuma saja bahkan meskipun kau serius, jika kau tidak mampu untuk membunuhku..." Ujarnya dan mengalirkan chakra ke kedua kunainya "...kau tidak akan pernah menang bocah !"

Sehingga terbentuklah pedang chakra berwarna merah darah, sementara Naruto yang melihatnya hanya diam "N-n-naruto-kun s-sebaiknya kita kabur sekarang juga kau tidak mungkin melawanya dengan luka-luka ditubuhmu !" ujar Shion mencoba mengingatkan Naruto bahwa yang dihadapinya sekarang bukanlah lawan yang dapat dianggap remeh, namun Naruto malah tidak mengindahkan peringatan Shion dan mengambil beberapa pil di saku kimono miliknya dann menelannya, tak lama luka-lukanya sembuh dengan cepat "Kaulah yang harus lari Shion, karena suka atau tidak, sejak awal pertarungan ini kaulah yang menjadi hambatan terbesar untuk ku." ucapnya tenang tanpa berbalik menatap orang yang dimaksud, meski ucapan itu benar ! tetap saja Shion tidak terima dianggap begitu oleh Naruto, dia ingin membantah namun sebelum ia melakukanya "Aku tidak suka dibantah Shion !" ucapan tegas dari pria dihadapanya kali ini benar-benar membungkamnya "Baiklah kalau begitu berjanjilah kalau kau akan tetap hidup !" ucapnya pelan namun tegas dengan mata berkaca-kaca, Naruto menoleh dan tersenyum lembut pada Shion "Tentu saja ! Kau tak perlu khawatir tentang itu !" ujarnya lantang dan penuh semangat, setelah mendengar hal itu Shion langsung pergi menjauh dari kedua orang itu "Aku tidak menyangka kau akan membiarkanya pergi begitu saja ?"
"Yaaa, mungkin saja, itu dikarenakan di banding gadis itu kau lebih merepotkan."
"Baiklah, daripada berdiam seperti ini bagaimana kalau kita mulai saja." ucap Naruto dengan mulai memperlihatkan kuda-kuda kenjutsu miliknya "Baiklah baiklah baiklah, kita lihat sehebat apa teknik kenjutsu milikmu." Ujar Xio, dan keduanya langsung menghilang dari tempatnya berdiri
-ting ting ting ting TING TING TING TING TING-

Mereka terus beradu pedang dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh mata, mereka terus bertarung, muncul dan menghilang itulah yang hanya dapat dilihat oleh mata orang yang awam tentang pertarungan. Lalu mereka berhenti dengan jarak beberapa meter "Sepertinya teknik kenjutsumu cukup hebat, tapi itu masih belum cukup !" ujarnya langsung menerjang ke arah Naruto, ia mencoba menebas vertikal dari atas dengan pedang ditangan kananya namun Naruto dengan santai menghindarinya, tak berhenti kembali ia mencoba menebas Naruto dengan pedang chakra dikiri namun juga bisa ditahan oleh nya, melihat kesempatan ia kembali ia melayangkan tendangan

-Buk—ough-

Sebelum kaki Xio mengenai pinggangya, Naruto sudah memukul leher Xio menggunakan sarung pedangnya 'cih ! bagaimana bisa ia mengetahui semua seranganku ? dan apa-apaan katana itu ? harusnya logam apapun yang bersentuhan dengan katana chakraku maka akan meleleh ! tapi katana itu...' batin nya terkejut dan bingung, Naruto yang melihat ekspresi Xio hanya dapat tersenyum karena mengetahui keterkejuta musuhnya " Bagaimana, ingin mencoba lagi." tantang Naruto santai, tak memperdulikan olokkan Naruto Ia malah bertanya "Sebenarnya bagaimana kau mengetahui semua seranganku bocah ? dan apa-apaan senjatamu itu harusnya katanamu meleleh ketika bersentuhan dengan senjata yang terbuat dari chakra api milikku tapi katana itu, bahkan tergores saja tidak !?" Xio mencoba mencari tau barangkali Naruto mau memberitaukan teknik dan bahan senjatanya sehingga ia dapat dengan mudah menyiapkan strategi untuk menyingkirkan Naruto.

"Hmm karena sebntar lagi aku akan menendang bokongmu, jadi baiklah ! ada seseorang yang mengajariku menjadi seorang Shinobi berbakat, namun yang paling kusukai dari pelajaran yang ia berikan adalah..." Naruto berhenti sejenak kemudian menatap Xio dengan senyum kejam "...pelajaran yang mengajari tentang bagaimana cara mengetahui apa yang ada di kepala manusia, tanpa orang itu menyebutkan apa yang dipikirkan nya. Bahkan kakekku yang telah mencapai level tertiggi dalam penguasaan itu, dapat mengendalikan manusia sesukanya." Xio yang mendengarnya langsung terbelalak kaget "MUSTAHIL !, bahkan dalam desa Ninja manapun tidak ada satupun Akademi Ninja yang dapat mengajarkan hal semcam itu pada shinobi ! Jadi tidak mungkin hal semacam itu ada ! Bocah sialan apa kau mencoba mengatakan bahwa selama ini aku berada digenggamanmu !"

"Mungkin saja." Jawabnya santai "Kurang ajar !" Ujarnya marah sambil menerjang Naruto, dan karena amarahnya, seranganya menjadi tidak terarah dengan baik membuat Naruto dapat dengan mudah menangkis dan menghindarinya, kemudian Xio berhenti menyerang dan mundur menjauh dari Naruto "Heh... Mudah sekali ya memancing emosimu." kalimat santai itu membuatnya semakin naik pitam "Meskipun begitu, KAU TAK AKAN PERNAH BISA MEMBUNUHKU ! Dan asal kau tau misiku bukan hanya membunuhmu dan gadis itu, tapi juga semua orang yang ada di Negara ini, jadi setelah membunuhmu aku juga akan membantai seluruh orang di kota ini ! Hahahahahaha." tawa sarkastis. Mendengar itu mata Naruto langsung menajam "Baiklah, karena kau selalu membicarakan tentang pembunuhan dari tadi, maka kau akan menjadi korban pertamaku."

"Heh... Coba saja, jika bocah sepertimu bisa !" tantangnya dan langsung melesat menuju Naruto dan menebasnya menggunakan kedua katana nya sementara Naruto hanya diam tak bicara dan menghindarinya, tak berhenti disitu ia kembali mencoba menusuk dengan pedang di tangan kiri, Naruto menangkis menggunakan sarung pedangnya 'masih belum' batin Xio ia segera mencoba kembali berputar kekanan sesuai arah tangkisan Naruto sambil mencoba menebas Naruto horizontal ke arah leher, namun belum juga sampai pedang itu di leher Naruto, ujung pedang Naruto yaitu Kuroken sudah berada di dadanya dan itu membuatnya terkejut dan segera mundur menjaga jarak dari Naruto "Bukankah sudah kubilang, bahwa aku mengetahui apapun yang kau fikirkan !"

"Heh, jika benar mengapa kau belum menyerangku sejak tadi ?" kemudaian entah mengapa ia hampir menoleh kesamping kesebuah pohon 'akhirnya' batin nya senang dan tersenyum kecil "Tentu saja itu karena aku menuggu sesuatu."
"Dan apa itu ?" tanya Xio penasaran dengan maksud Naruto "Diam dan lihat saja, saat aku melenyapkanmu dari muka bumi !"

"Hoooooh benarkah ?"

Mengabaikan rasa penasaran Xio, ia kemudian menjatuhkan sarung pedangnya ke tanah kemudian memegang pedangnya menggunakan kedua tanganya, kuda-kudanya ia perkuat dan ia posisikan disamping kananya dengan ujungnya menghadap kebelakang lalu mempererat peganganya pada pedangnya berusaha mengendalikan dirinya agar sanggup melakukan hal ini.
Uzumaki Ryuu :
"Heh apapun yang coba kaulakukan tidak akan berguna." Xio Berkata dengan sangat teramat sangat percaya diri seolah ia mengetahui apa yang akan dilakukan Naruto. Sementara Naruto hanya diam tidak memperdulikan ucapan Xio, dan secara sangat cepat menghilang meninggalkan retakan ditempatnya berpijak sebelum nya. Muncul di salah satu cabang pohon yang dilirik Xio, tepat dihadapan seseorang. "A-a-a-apa bagaimana...?" ujarnya terkejut, begitupun dengan orang yang didepannya. Naruto kembali menghilang dan muncul di belakang orang itu dengan posisi saling memunggungi.

Sei Shou Bakuhatsu

-Duuuar-

Tubuh orang itu langsung meledak, dan menyebabkan berbagai cairan merah menjijikan berhamburan bahkan membasahi pakaian Naruto, dan Xio yang sebelumnya berhadapan dengan Naruto langsung berubah menjadi asap.

Flashback

-ting ting ting ting TING TING TING TING TING-

Mereka terus beradu pedang dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh mata, mereka terus bertarung muncul dan menghilang itulah yang hanya dapat dilihat oleh mata. Lalu mereka berhenti dengan jarak beberapa meter "Sepertinya teknik kenjutsumu cukup hebat, tapi itu masih belum cukup !"

'Entah kenapa aku merasa aneh saat bertarung denganya, seolah-olah aku bertarung dengan boneka' batin nya tak memperdulikan ocehan Xio 'Jangan-jangan...!' Naruto tiba-tiba teringat jika musuhnya bisa menggunakan kage bunshin 'Sial dia mempermainkanku !' menyadari bahwa yang dilawan nya saat ini adalah bunshin 'Sekarang aku harus mencari tau diamana tubuh yang asli.' Dan Naruto langsung tersadar saat Bunshin itu kembali menyerangnya.

FLASH BACK OFF

Dan itulah yang terjadi, hingga Naruto harus menunggu saat dimana si bunshin mendapat sebuah kode dari tuanya. Naruto kemudian berjalan kearah sarung pedangnya tergeletak namun pandangan nya sudah memburam dan mennggelap 'Sial !' batin nya sebelum ditelan kegelapan.

-TBC—

Komentarilah dengan sopan, OK !