"KITTEN"
Wu Yi Fan & Huang Zi Tao
This is Yaoi fict!
If you don't like the pairing, just close this page please!
You've been warned baby...
.
.
.
Hanya sebuah hal sederhana. Amat sangat sederhana yang diminta oleh seorang Yifan Wu kala ia merasa hidupnya mulai-cukup-sangat-amat-terlalu- monoton dan berwarna monokrom.
Ia ingin Tuhan memberikan sedikit warna dan penyegar.
Agar ia, dapat lebih bersemangat menjalani hidupnya.
.
.
.
.
KITTEN
.
.
.
"Selamat... Hoaahhm.. Pagi Master.."
Zitao duduk bersila diatas ranjang. Mengucek kedua maniknya perlahan. Tubuhnya berbalut sweater putih kebesaran yang mengekspos bahu mulusnya.
"Ah.. Kau sudah bangun Peach?"
Kitten manis bersurai kelam ini memiringkan kepalanya. Menatap Yifan penuh tanya dengan kedua maniknya yang sekelam malam.
"Peach?"
Si tampan terkekeh pelan. Menghampiri Zitao dan mengacak surainya gemas.
"Zitao.. Taozi.. Artinya Peach.. Cocok untukmu.."
Zitao tersenyum. Menampilkan taring mungilnya dan rona kemerahan pada pipi gembilnya.
"Tao suka dipanggil Peach miaw~" ujarnya bersemangat.
Namun seketika, senyuman ceria sang kitten sirna kala melihat Yifan yang kembali sibuk mematut dirinya di depan cermin. Pria tampan bersurai brunette itu tampak sangat rapi dengan setelan jas berwarna dark grey yang membalut tubuh tingginya.
"Master.. Mau kemana?"
"Ahh.. Aku harus pergi bekerja.. Aku punya tanggung jawab di perusahaanku dan tak mungkin meninggalkan karyawan-karyawanku.." jawab Yifan tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin.
"Master.. Akan meninggalkan Tao sendiri?"
Ada nada sedih dan takut yang kentara pada suara kitten manis ini. Dengan tergesa, ia bangkit dan menghampiri Yifan. Memeluk lengan si tampan tanpa aba-aba dengan erat seolah takut kehilangan.
"Master tidak boleh pergi miaw~ Tao tidak mau ditinggal miaw~" ujarnya merajuk.
Yifan mengangkat sebelah alisnya. Bingung dengan sikap kitten manisnya. Bukannya apa-apa, mendapat perlakuan Tao yang begitu manja membuatnya gugup seketika.
Dan asal tahu saja, menahan hasrat kala melihat bahu mulus dan tatapan mengundang itu sangat menyiksa.
"Eng Tao.. Aku hanya pergi kerja sebenarnya.. Bukannya pergi ke negeri antah berantah.." ujar Yifan seraya melepas gamitan Tao. Takut hilang kendali.
"Tapi Tao tidak mau sendiri miaw~ Tao ingin bersama Master miaw~"
"Jesus Christ.. Kuatkan hatiku.. Kuatkan hatiku.."
Yifan berdeham. Sedikit menghela nafasnya kemudian meraih kedua bahu sempit Tao. Mendekatkan wajahnya seraya mengunci blackpearl indah dihadapannya.
"Kau ingat ucapanku kemarin sore kucing nakal?"
Seketika Zitao meremang. Masternya berujar dengan nada turun satu oktaf yang benar-benar berbahaya. Belum lagi pandangan intens yang seakan menelanjanginya.
"I..iya M..master.."
Yifan pun menarik dirinya dengan cepat. Terkekeh kecil kala melihat ekspresi menggemaskan Tao kemudian tersenyum pada kitten manis itu.
"Aku takkan lama Peach.. Kupastikan akan sampai sebelum hari gelap.."
"Janji?"
Chu~
Mengecup pipi gembil Tao gemas kemudian kembali mengusak sayang surai si manis.
"Aku berjanji sayangku.."
.
.
.
Zitao bergelung malas. Telinga animalnya terkulai lemah dan ekornya bergoyang pelan.
Bosan.
Itulah yang dirasakan oleh kitten hybrid manis ini. Padahal ia baru ditinggal selama tiga jam oleh Yifan.
Bangkit perlahan dari kegiatan malasnya, pemuda manis berusia delapan belas tahun ini melangkah menuju taman belakang mansion Yifan.
Sesekali si manis berdecak kagum. Mansion itu hanya satu lantai namun luas dan elegan. Bernuansa putih yang elegan dengan hiasan naga khas China yang kentara.
Begitu sampai di taman belakang, Zitao langsung memekik girang. Berlari ke hamparan rumput hijau dan taman mawar yang sedang mekar.
"Indahnyaaaa!"
Ekor berhiasnya pitanya bergoyang antusias. Begitu pula kedua telinga animalnya. Melangkah kearah rumpunan mawar merah dan menghirup wanginya.
Bagai anak kecil yang baru mengenal hal baru, kaki jenjang Zitao terus menyusuri taman. Sampai netranya menangkap sosok mungil di rerumputan.
"Kyaaaa! Ada burung!"
Dan kitten manis itu pun melupakan kebosanannya. Mengejar burung berwarna green lime yang terbang menghindarinya.
.
.
.
Brak!
"Zitao!"
Yifan membuka pintu mansionnya kasar. Penampilannya begitu berantakan dengan dasi longgar dan kemeja yang tak terpasang dengan benar. Basah kuyub.
"Zitao! Jawab aku!"
Pria ini semakin panik kala kitten manisnya tak menjawab panggilannya. Dengan tergesa, ia melangkah cepat. Menyusuri seluruh ruangan di mansion mewahnya.
Ini semua karena rapat sialan itu. Ia terpaksa mengadakan jamuan mewah karena sempat menunda rapatnya.
Dan hasilnya adalah, ia baru bisa pulang tiga jam dari waktu yang ia janjikan pada Zitao. Ditambah lagi, diluar hujan deras dengan petir dan kilat yang menyambar.
Membawa langkahnya cepat kearah taman belakang mansionnya. Satu-satunya tempat yang belum ia jamah.
Membola kala melihat pintu yang biasanya tertutup itu tiba-tiba terbuka.
"Zitao!"
Yifan belum pernah setakut ini. Perasaannya begitu gelisah. Padahal ia baru mengenal Zitao selama dua hari.
Gelap menyapanya. Seisi taman terguyur hujan. Membuat kabut tipis yang menyulitkan pandangan.
Seketila darkchoconya melebar kala melihat sosok kecil nan mungil yang tergeletak tak jauh darinya.
Terguyur derasnya hujan tanpa bergerak sedikitpun. Membuat jantungnya serasa berhenti saat itu juga.
"Zitao!"
.
.
.
"Urrrmhhh..."
Geraman lirih itu terdengar samar di ruangan bernuansa white-grey ini, namun tak menghalangi pria tampan ini untuk mendengarnya.
Seekor kitten berbulu hitam pekat bergerak pelan diatas ranjang. Mengangkat kepalanya dan menatap pria tampan yang duduk di sofa seraya menatapnya tajam.
"Siapa yang mengizinkanmu keluar dari rumah ini Huang?"
Suara Yifan terdengar dingin. Raut pemuda itu pun tak menunjukkan pias ramah sama sekali. Begitu menakutkan hingga membuat kitten manis itu mengkerut takut.
"Miaw~"
"BERHENTI MENGELUARKAN RENGEKAN MENJIJIKKAN ITU!"
Zitao terlonjak kaget. Beringsut mundur memasuki selimut hingga menyisakan kepalanya yang menatap takut Masternya.
Yifan marah! Benar-benar marah hingga bertindak gila dengan membentak seekor kucing manis yang bahkan baru sadar dari pingsannya.
Dengan kasar, pria tampan ini bangkit. Meremat surai brunettenya frustasi.
"Sialan!"
Yifan mengumpat pelan kala menyadari kesalahannya. Dengan hati-hati ia melangkah mendekati ranjang.
"Zitao?" panggilnya pelan.
Kitten manis itu semakin beringsut memasuki selimut. Ketakutan.
Jemari panjang pria ini mengusap pelan kepala si kitten. Membuat makhluk itu bergerak pelan kemudian membuka onyxnya perlahan.
"Miaw~"
Mengeong pelan, Zitao bangkit perlahan. Melangkah tertatih dan merebahkan tubuhnya di pangkuan Yifan.
"Maaf.."
Yifan memeluk tubuh mungil Zitao. Mengecup puncak kepala si kitten berulang kali.
"Miaw~"
Zitao mengeong lirih bagai menangis. Terlihat dari telinganya yang menekuk layu dan ekornya yang terkulai. Menjilati pipi Yifan dengan takut-takut seolah berujar maaf.
"It's okay baby.. It's okay.. Aku tak marah padamu... Aku hanya... Takut.."
Sang Pangeran Wu berujar lembut. Berusaha menenangkan kittennya yang merengek -menangis- padanya.
"Aku takut kau pergi... Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu... Maafkan aku.."
Zitao mengendusi ceruk leher Masternya manja. Sesekali menjilat pelan tanda mengerti.
Yifan pun menjauhkan wajah kittennya. Mengangkat tubuh mungil itu hingga kini wajah mereka berhadapan.
"Kenapa kau bisa berubah lagi menjadi kucing?"
"Miaw~"
Zitao hanya mengeong pelan sebagai jawaban. Manik onyxnya menatap Yifan dengan polosnya.
"Ugh... Aku tidak tahu bagaimana caranya membuatmu kembali ke wujud manusiamu... Waktu itu aku tertidur.."
Kitten manis itu mengeong kembali. Namun kali ini dengan kaki-kaki mungil yang berusaha menggapai Yifan dan ekor yang bergoyang antusias.
Pria Wu ini mengernyitkan alisnya tak mengerti, namun tetap membawa tubuh Zitao mendekat.
Dengan manja, kitten itu menjilat pelan bibir Yifan. Membuat si tampan membola kaget.
Perlahan tapi pasti, tubuh kecil kitten itu mulai berubah bentuk. Bulu-bulu hitam nan halus itu mengilang. Tergantikan kulit mulus nan lembut dan lekuk tubuh indah pemuda bersurai kelam dengan sepasang telinga animal dan ekor yang berhias pita merah.
Tubuh Yifan terhuyung membentur pelan bedpost ranjang. Memaku kala Zitao bertumpu pada tubuhnya.
"Maafkan Tao miaw~"
Zitao berujar lirih seraya mengecup pelan bibir Yifan. Entah sejak kapan air mata membasahi pipinya. Membuat Yifan sadar dari keterdiamannya.
"It's okay baby.. Jangan menangis.. Jangan menangis.."
Yifan memeluk tubuh Zitao. Membiarkan pemuda cantik itu duduk di pangkuannya seraya mengalungkan kakinya pada pinggannya. Koala hugs.
Jemari pria ini menarik selimut yang ada. Membalut tubuh telanjang Tao dengan lembut.
"Apa yang kau lakukan sampai kehujanan begitu hmm?"
Zitao menatap Yifan takut-takut. Bibir peachnya melengkung sedih.
"Tadi siang Tao bosan.. Lalu jalan-jalan ke taman belakang miaw~"
"Lalu?"
"Lalu Tao lihat ada burung cantik disana.. Tapi burungnya pergi saat Tao dekati... Jadi Tao kejar saja miaw~"
Zitao berujar sebal. Bibirnya mengerucut dan ekornya bergerak kekiri-kekanan dengan cepat.
Yifan terkekeh geli. Mengecup gemas pipi kittennya berkali-kali hingga akhirnya, tawa lembut mengalir dari belah peach itu.
"Dasar nakal..."
"Master juga nakal miaw~ Katanya akan pulang sebelum malam..."
"Oh Tuhan! Dia menggemaskan sekalii!"
"Salahkan saja orang-orang sialan yang menahanku.. Aku sungguh tak bermaksud melanggar janjiku.." ujar Yifan.
Zitao bersedekap. Menggembungkan pipinya tanda ngambek.
"Tao kesal miaw~"
Yifan menghela nafasnya pelan. Berusaha menahan diri untuk tidak melahap bibir mungil itu.
"Jangan begitu sayang.. Sebagai penebus kesalahan, bagaimana kalau kau katakan satu keinginanmu dan aku akan mengabulkannya? Hmm?"
Kedua onyx Zitao berbinar. Telinga animalnya menegak dan ekornya bergoyang antusias.
"Benarkah? Master akan mengabulkan satu keinginan Tao?" tanyanya bersemangat.
"Ya.. Katakan saja.."
"Kalau begitu.. Tao mau jalan-jalan besok!"
"Hanya itu?" tanya Yifan tak percaya.
"Um!"
Melihat Tao yang terlihat antusias, Yifan pun mengangguk setuju. Membuat si manis memekik senang seraya memeluknya erat.
"Terima kasih Master!"
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
