chapter 3
1. Peraturan
Di Heroes Gakuen ini banyak peraturan. Ada yang mengikat ada yang nggak biarpun sering dikacaukan tapi, nggak ada yang dihukum. Aneh tapi, kenyataan.. biarpun beberapa memang ada hukumannya. Contohnya saja..
Dilarang Berbicara kasar dengan berbagai bahasa.
Serius, kalian misuh pake bahasa France, Korea, Cina sekalipun bakalan ditabok sama Taiga.
Biarpun guru sastranya hanya ada bahasa Itali, Arab, Inggris, Jepang, dan Indonesia.
Itali misalnya..
Waktu pelajaran Sastra Itali mulai dan beberapa murid mengeluarkan bukunya. Namun, Trace yang masih mengubek-ubek tasnya tidak dapat menemukan buku sastra italinya.
"PerDam!" Umpat Trace.
"Trace, lu misuh yang bener, Merd-"
Sebuah penghapus papan tulis terlempar dari depan kelas dan langsung mengenai kepala Aki yang duduk disebelah Trace.
Ehi, non imprecare in classe!" Omel Ezio yang merupakan tersangka pelempar penghapus tersebut. (Hei, Janga misuh di kelasku!)
Atau pake Bahasa Arab?
Kali ini Altair seperti biasa memberikan sebuah Ulangan mendadak ke kelas IPS 1 dan beberapa anak yang belum siap (termasuk anak yang nggak bisa sastra arab) hanya bisa mengeluh saat sebuah lembar kertas soal sampai di meja mereka. Kejadian ini menimpa Rai dan Moku yang paling terbelakang (Apalagi Moku yang selalu jeblok di pelajaran sastra apapun.)
"Ra'Ha!" Keluh Rai ketika melihat lembar soal yang bertuliskan arab semua.
"Emm.. bukanya Hara' ya?"
Tok!
Sebuah Pisau tertancap di meja Moku, bahkan Mokunya sendiri hampir pingsan.
" la tujriw ealaa alyamin fi fity!" Omel Altair dengan aura gelap di sekeliling tubuhnya. (Dilarang mengucapakan kata kasat di kelasku!)
Mungkin bahasa Jepang?
Gedubrak!
Semua murid langsung kicep ditempat karena melihat Yamagi, yang biasanya guru paling enteng dan kalem se-RHG baru saja membuat lubang di tembok kelas Bahasa 2 dan orangnya mengeluarkan aura hitam paling mengerikan.
"Saa.. Omaetachi, 'Ponchio' o yonde wa dare ga?" tanya Yamagi. (Translate : Nah... Kalian, siapa yang barusan mengucapkan kata 'Kintil :v'?)
Lho, Kok gue malah ngakak ya ngebaca 'hilih kintil' :v
"Di.. Emm.. Sa-"
Syuuut! Gedubrak!
Gion baru saja dilempar dari lantai 3 sekolah sampai mendara di tanah muka duluan. Dan mulas yang lain hanya bisa mengangkat papan angka.
'45'
'76'
'74'
2. Lomba Panjat Sekolah.
"Ya, selamat datang di lomba panjat sekolah yang akan di ikuti oleh para guru Assassin yang kita sayangi. (Halah Cuih!)" seru Destian yang menjadi MC.
"Gue yang bakalan menang!" seru Altair yang udah PD duluan, tapi..
"Heleh, kalah nangid!" ejek Malik yang nggak ikut lomba (Yakali mas, lu manjat pake 1 tangan.) dan Altair langsung pundung di pojokan.
"Kalian semangatin bapak ya!" seru Ezio dan langsung memberikan kedipan genit ke arah para siswi bimbimngannya.(Bahasa 2). Dan semuanya langsung fangirling hypermode on.
"Aduh bapak! Pecahan kokoro kami!"
"Gateng banget!"
"Ah! Aku meleleh!"
"Pak buat salah satu dari kami jadi istri bapak!"
"Te Amo! Pak Ezio!"
"Kyaaaaaa!"
Sementara untuk Desmond, "A.. Aku tak yakin bisa melakukan ini.. dan sainganku itu.. Emm.. Master semua, lah aku.. Nubi sendiri." udah pasrah duluan.
"Kau pasti bisa Desmond." hibur Alex.
"Ya.. Kalau kau tau celah pasti bisa mengalahkan kami." hibur Connor.
"Akan... Aku pikirkan itu." ucap Desmond setelah menghelakan nafasnya.
"Penggorengan, ngapin lu ikut mending lu masak aja!" Ejek Altair sebelum di timpuk penggorengan beneran sama Malik dan Jacob (?)
"Jangan mencela dia dulu, pemula!" sembur Malik. "Kalah dari dia, gue lempar ke kolem renang lu."
"Hahahah! Makan tuh penggorengan Alt(aer)!" Balas Jacob.
"Dih! Gue nggak akan kalah dari lu!" sembur Altair sambil mengusap wajahny yang ringsek digebuk dua penggorengan.
"Semuanya sudah siap?" tanya Destian.
"Ya!"
"Ok, Tiga. Dua. Satu..."
"Mulai!" Semuanya langsung berlari ke arah tembok sekolah yang sudah di pasangi oleh beberapa alat untuk memanjat yang diyakini maling dari Tembok panjat tebing sekolah sebelah.
Yah, saat panjat tembok sekolah pun semuanya juga nggak berjalan mulus karena. Altair tetep aja berantem sama Jacob pas lagi manjat tembok sekolah, kadang Altair narik celana Jacob, kadang Jacob Narik Jubah Altair. Evie dan Malik hanya bisa sweatdrop dan Facepalm saat mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Ezio kadang lepas haluan karena tangan dia lagi sakit, Connor biasa aja, Haytham maen ikut manjat, Edward ngebut sendiri.
"Hampir Sampai!" Seru Altair dan Jacob sembelum mereka dibalap oleh Haytham dan mukanya dijadikan Pijakan kaki oleh Edward. Bahkan, Connor ikut-ikutan make pundak mereka sebagai pinjakan kali dia.
"Sialan para Kenway itu!" sahut Jacob dan dibalas oleh seringai mengejek dari Edward yang memimpin.
"Yak, sekarang kita harus mengambil bendera yang tertancap di cerobong sekolah!" seru Haytham dan dia langsung berlomba lari dengan Edward dan disusul oleh Connor dan Ezio.
"Hampir sampai!" seru Edward yang sekarang memimpin setelah membalap Haytham.. Tapi..
"Ok, aku dapat." kata Desmond datar setelah mengambil bendera itu.
"Desmond/Dezmund!? sejak kapan-"
"Umm.. Aku mengambil rute tangga dalam sekolah lalu lewat loteng, setelah melihat jalur panjat tebing tidak begitu aman karena Altair dan Jacob tetap bertengkar. Daripada babak belur mending aku lewat dalam dan manjat dari loteng." jelas Desmond. "He.. Hei.. ingat.. Tidak ada yang benar, segalanya diperbolehkan."
"Merda, Pintar juga kau!" balas Ezio sambil mengunci desmond dan menjitaknya.
"Kau memang banyak akal ya." ucap Connor dan menjitak Desmond.
Dan untuk Altair dan Jacob, mereka langsung pundung dipojokan karena kalah oleh Desmond yang nota bene kalah pangakat dari mereka berdua.
4. Ujian Guru.
Para guru diuji kepintaran (kenormalan) oleh sang ketua guru mereka, apa mereka itu pintar (Normal) soal pengetahuan umum apa tidak?
Tidak semuanya ikut karena ada yang sudah diuji kenormalan hidup mereka yang bisa terlihat di kehidupan mereka sendiri.
1. 1 tambah 1 =
Altair : *Pake Jari (Gubrak!). Satu tambah satu, "Dua."
Jacob : Anak TK juga bisa, "Dua!"
Ezio : Emm.. "Tiga." *plak
Leonardo : "Jendela!" (Hah?)
Edward : "KAPAAAAAAL" (nggak Nyambung coeg!)
Alex : Liat jawaban yang lain, "Dua" (Alex : Mereka bego semua ya? *Sweatdrop/Desmond : Ya gitu deh..)
Yamagi : "Pedaaaaaaang!" (Me : Bakayaro!)
2. 'Nani mo shinjitsude wa naku, subete ga yurusareru'. Artikan terserah bahasa apa aja!
Altair : Au ah gelap.. 'Kosongin jawaban.
Jacob : *Garuk-garuk kepala. Nggak ngerti! "Gambar Anjing.
Ezio : *Mikir. Entahlah aku tak tau! Skip.
Leonardo : *Gambar monalisa.
Edward : *Gambar kapal.
Alex : "Nothing is True, Everything is permitted."
Yamagi : "Tak ada yang nyata, semuanya diperbolehkan."
3. Kalian Harus nyanyi sambil menirukan iklan boleh, acara boleh, asal yang telah kalian lihat! mo joget? Silahkan!
Altair : *Naik ke atas meja dan mulai goyang Oplosan. Tutupen botolmu! Tutupen Oplosanmu! Eman ne Nyawamu Ojo di terus-terus!
Jacob : *Kayang diatas meja. Bencilah Ususmu! Minum Baygon tiap hari!
Ezio : *Nari balet diatas meja dan langsung split. Aku dan Kau! Raep Desmond! (Desmond : Woi! Ngapa gue mulu sih!)
Leonardo : *Buka topi dan make wig dan kacamta hitam dan dandan sedikit. Dasar kau Keong Racun! Kamu anggap aku seniman Kampung!
Edward : *Dandan jadi penyanyi Rock dan mulai nyanyi 'Rock vs Dugem' Dan muali ngangguk-ngangguk nggak jelas. Guk Angguk Angguk Angguk Angguk Guk! Guk Angguk- Angguk kayak orang lagi batuk- Tuk!.
Alex : Cookeelaat! SELERAKU! *Sambil menunjukan sebuah bungkusan indomie yang udah dikasih nama Coklat dan didalemnya isinya coklat semua.
Yamagi : Altair! Ada Oreo ras baru lho! Ini Oreo rasa Apel Eden! (Altair : Hah? Apel Eden?) *Bayangin mereka kayak gitu pake nada Iklan oreo yang Afika :v
4. Apa yang kalian lakukan jika melihat Desmond mengatakan 'I'm Templar' dan tiba-tiba terdengar lagu bambang Style (?). (Desmond : Kenapa Harus gue mulu!?/ Me : Karena lu enak buat dibully! *Pipi diditarik!)
Altair : *Siapin Kartu Keluarga. Gue siap Coret dia dari KK. (Desmond : *Pundung)
Jacob : Dorong dia dari atas Bigben! (Desmond : WTF!)
Ezio : *Rebut KK dari Tangan Altair. Banned permanen! *Coret nama Desmond. Done. (Desmond : Noooooo!)
Leonardo : *Sweatdrop. Jadi, bahan percobaan parasut ku!
Edward : Ay! Hei Kau Ayo jalan ke Papan kematian! (Desmond : Mampus dah gue!)
Alex : *Have no Idea. Raep dia lah! Kapan lagi! (Desmond : *Pingsan.)
Yamagi : Entahlah, Gue cuekin aja udah cukup.
5. siapa itu Bloodrone Trio?
Altair : *Kaget. Tri.. Trio!? Bukannya Duo ya!? "Red Pinter tapi, badung, Rone Kalem, Tapi Licik... Yang ketiga siapa!?"
Yamagi : Hmm.. "Red yang paling nggak bisa diem, Rone yang paling diem, Akarui yang paling Stabil diantara mereka berdua."
Jacob : *Nyontek Yamagi.
Ezio : *Nyontek Yamagi.
Leonardo : *Nyontek Ezio.
Edward : *Nyontek Jacob.
Alex : "Red terlalu aktif, Rone terlalu diem.. Yang ketiga entahlah." Meneketempe deh..
6. Jika kaliam dikepung polisi, apa yang kalian lakukan?
Altair : "Lawan satu-satu biar greget!"
Jacob : "Kabur pake Hook Grappler."
Ezio : "Pake bomb Asep."
Leonardo : "Minta tolong Ezio."
Edward : "Tembakin satu-satu pake bola meriam!" (Greget juga ente!)
Alex : "Makan semuanya langsung!"
Yamagi : "O kanan, O kanan, Segi tiga atas, Done!" (Anjrit Cit GTA SA:v)
5. Bad Luck Desmond.
Pagi..
Desmond bangun dengan keadaan kumal di muka karena dia semalam mabuk berat akibat di cekokin Edward pake Rectified Spirit yang entah dia dapet dari mana setengah botol dan berakhir mabuk berat semalaman.
"Hai Des, baru bangun nih?" tanya Alex dan memeluknya dari belakang.
"Ye, hoaaam... Huff.. Itu adalah mabuk terburuk yang pernah aku rasakan." keluh Desmond dan mendorong Alex.
Kling...
"Hmm." Desmond melihat HP-nya Alex yang entah kenapa ada di kantong jaketnya dan ada pesan dari Aiden.
'Oi, Ini video si Desmond pas mabuk kemarin, kau yang minta dan ini.'
Desmond memutar video itu dan langsung kaget melihatnya. Dia yakin kalau Alex langsung kabur entah kemana setelah merasakan kalau Desmond mulai mengeluarkan aura gelap.
"ALEXANDER J. MERCER!" sembur Desmond dan mengambil sebuah pisau di dapur dan melemparnya ke Alex yang berusaha keluar lewat jendela. "ZEUUUUUUUUS!!"
- Pagi-pagi, dapet Video aib yang ke sebar-
Bad luck Desmond.
Siang.."Dikit Lagi! Dikit lagi!" seru Desmond yang sudah mau menyelesaikan game dengan Speed run no savenya. Tapi, tiba-tiba, listrik mati, mana dia main laptop tanpa menggunakan batre, alhasil.. Laptop dia langsung mati.
"Argh!" Diketahui kalau dia langsung mengucapkan banyak kata mutiara dan listrik menyala lagi. "Dih, Kampret!"
Diluar..
"Maaf, ya bikin listriknya mati karena lagi nyuci plus nyetrika dan masak nasi dan ac-nya nyala banyak." ucap Evie yang sedang menjalankan usaha Laundrynya.
"Iya, iya.. Lain kali hati-hati.." jawab Jacob dan menuruni tangga.
-Udah mau Tamat malah mati listrik-
Bad Luck Desmond.
Malam...
"Dari pagi sampe siang sial mulu." keluh Desmond dan menggigit sebuah burger yang dia beli.
"Bukan hari baik untukmu Des." jawab alex.
"Yah.. Sebentar aku mau ambil minum dulu." Desmond membuka kulkas dan mengambil sebuah kotak jus.
"Hei Desmond mau mencoba selai buatanku?" tanya Leonardo sambil membawa sebuah sendok yang terdapat sesuatu di sendok itu.
"Eh.. Kau tidak mencampurkan yang aneh-aneh kan?" tanya Desmond curiga.
"Nggak kok, aku hanya menambahkan beberapa bahan yang kurang biasa doang tapi, masih normal kok."
"Emm.. Baiklah, akan aku coba." Desmond menjilat selai yang di taruh di tangannya dan..
"Blueeeeeh! kagak enak! Aku perlu air!"
"Ini Teh.." Desmond merebutnya langsung dan meminumnya tapi..
"Panas! Udahlah Air Aja!"
Tik...
"Airnya abis, Des." kata Alex datar.
"Halah! Udahlah! Susu a- Blueeeeh!"
"Oh, Sisa dari selainya ku masukan ke kotak susu itu karena sudah habis isinya diminum sama Jacob tadi." ucap Leonardo Watados.
"Sialan! Leonardo memangnya kau membuat selai ini dengn bahan apa sih!? Ikan Fermentasi!?"
"Iya." Leonardo mengangkat sebuah ikan asin yang dia dapat entah dari mana.
Gedubrak..
"Desmond! Oi! Jangan pingsan!" seru Aiden kaget melihat Desmond pingsan saat dia buka pintu dapur. "Kenapa.Nih dia Lex!?"
"Mencoba masakan Leo dan dia pingsan." jawab Alex datar dan melahap sebuah roti bakar yang dia beli.
ok, segitu aja..
