Yo readers! Ane sepertinya hiatus sampai perang selesai (UKK) doain ane ya:D
Terima kasih banyak Sp-Cs karena reviewmu saya menjadi semangat untuk melanjutkan ff ini dan terima kasih juga bagi yang sudah membaca ff ini.
Disclaimer: Persona 3 Portable, Persona 4 dll semua milik ATLUS
WARNING! Typo, Gaje, dll
Together Till The End
Persona 3 Portable x Persona 4 Fanfiction
(After School, Student Council Room)
Semua anggota OSIS sedang rapat di ruang OSIS mereka membicarakan tentang dilarang membawa laptop kecuali disuruh oleh guru tetapi hanya Minato yang tidak setuju dengan peraturan itu dia mengangkat tangannya sehingga semua anggota OSIS termasuk Hidetoshi, Mitsuru, Chihiro, dan Minako menoleh ke Minato.
"Arisato kenapa kau tidak setuju dengan usulan Hidetoshi?" tanya Mitsuru Minato pun berdiri dari kursinya.
"Karena... aku ini Otaku! jadi kalau lagi istirahat aku selalu nonton Shingeki No Kyojin dengan Junpei gak seru dong kalau dilarang bawa laptop..." kata Minato semua yang ada di dalam ruang OSIS sweatdrop mendengar komentar Minato. Sebenarnya ini alasan Minato tidak setuju "Karena... aku ini Otaku! jadi kalau lagi istirahat aku selalu nonton Highschool *x* dengan Junpei gak seru dong kalau dilarang membawa laptop..." tetapi kalau semua anak OSIS mendengar Minato suka anime yang menuju hen*** bisa-bisa dihajar apalagi Mitsuru.
"Etto... Oniisan kan bisa nonton Anime bareng Junpei di dorm." jawab Minako semua mengangguk jawaban Minako.
"Iya sih tapi di dorm gak ada Wi-Fi kalo di sekolah ada Wi-Fi gak pake password dan gratis." Mitsuru facepalm mendengar Minato mengatakan itu.
"Arisato kalau itu alasanmu nanti akan kubelikan Wi-Fi di dorm." Mitsuru kalau tentang duit urusannya gampang sekali ya karena dia sangat kaya raya.
"Oh kalau Kirijo-senpai menepati janjinya, aku setuju dengan usulan Hidetoshi." keadaan pun menjadi serius semua berdiskusi lalu hasilnya peraturan ini ditetapkan. Minako dan Mitsuru jalan bareng ke dorm, Minato tidak jalan bareng dengan mereka karena dia ingin jalan bareng dengan Yukari.
"Mitsuru-senpai kenapa aku belum mendapatkan reward dari hasil UTS hari ini?" tanya Minako dengan muka polos.
"Oh ya aku benar-benar lupa ini rewardnya Minako nanti kalau kamu ketemu kakakmu kasih ini juga ya." Mitsuru memberikan Minako Mediarahan dan Queen Card Select kalau Minato Diarahan dan Queen Card Select Minako senang sekali mendapatkan Mediarahan karena skill itu untuk menyembuhkan HP partynya.
(Evening,1st Floor Lounge)
Mereka pun sudah sampai di dorm Minako membuka pintu dorm "Tadaima! Eh...?" katanya dia melihat Shinjiro duduk di sofa menonton acara... Master Chef.
"...!" reaksi Shinjiro melihat kedatangan mereka Minako pun duduk disampingnya Shinjiro "Ini anak malah duduk disamping gua lagi sana kek ngobrol ama Mitsuru halah gua pengen mati rasanya!" dalam hati Shinjiro dia keringat dingin, Shinjiro hanya fokus ke TV tetapi Minako menengok ke Shinjiro.
"Jadi senpai senang masak ya?" goda Minako muka Shinjiro memerah dia pun membuang muka.
"A-ada masalah dengan itu?" kata Shinjiro dengan nada Tsundere masih membuang mukanya. Mitsuru naik ke lantai 3 karena dia ada urusan Wi-Fi, hanya Minako dan Shinjiro yang ada di lounge. Tiba-tiba suasana sangat hening hanya ada suara TV "Tjakep banget sih awkward moment banget nih hadeh Allah cabut nyawa saya sekarang!(?)" teriak Shinjiro dalam hatinya keringat dinginnya mengalir terus.
"Hahaha kalau begitu senpai masak makanan buat kita semua dong." Shinjiro pun akhirnya menatap ke Minako dia berpikir sangat merepotkan tetapi penting juga bersosialisasi dengan semuanya.
"Bagaimana kalau kau dulu mencicipi makananku? Kalau kau bilang enak akan ku masak makanan ke semua orang-orang di dorm ini" kata Shinjiro tersenyum tipis
"Ok! Aku tidak sabar mencicipi makanan Aragaki-senpai." jawab Minako tertawa kecil Shinjiro pun mukanya sangat merah tidak berkata kata apapun. Tidak lama kemudian Fuuka, Aigis, Akihiko, dan Junpei tiba di dorm.
"Tadaima!" seru mereka berempat mereka pun ke kamar masing-masing kecuali Fuuka langsung membuka laptopnya.
"Fuuka Yukari dan Oniisan masih di sekolah ya?" tanya Minako ke Fuuka Shinjiro hanya memerhatikan pembicaraan mereka.
"Iya Yukari hari ini jadwal piketnya dia menyapu kelas 2-F Arisato-kun juga piket." tidak lama kemudian hujan deras turun dari awan Minako pun mengambil payung ingin menjemput kakaknya namun Shinjiro memegang tangan Minako.
"Hei kau mau cari sakit? Biar aku saja yang mencari mereka kau tetap di dorm. Lagipula kau kan leader kita kau harus jaga kesehatan." kata Shinjiro menatap mata Minako seketika pipi Minako memerah.
"Yukari-san membawa payung kok tenang saja nanti mereka berbagi payung ini." kata Fuuka membunuh suasa romantis Shinjiro dan Minako.
"Oh begitu... semoga saja ini tidak hujan petir" Shinjiro melepas tangan Minako dia menuju ke kamarnya tanpa menoleh dan tidak berkata-kata apapun Minako meletakkan payungnya dia mengejar senpainya.
(Evening, 2nd Floor)
"Senpai...!" Shinjiro berhenti melangkah dia pun menoleh ke Minako
"What? Don't spend time with a guy like me, don't talk to me anymore..." kata Shinjiro dingin Minako hanya diam saja dan tidak bergerak selangkah pun, dia menahan air matanya karena senpainya bilang seperti itu ke Minako tiba-tiba Shinjiro mengelus kepala Minako agar Minako tidak menangis. Shinjiro pun mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Minako jarak muka Shinjiro dan Minako lumayan dekat yang lebih gila lagi Shinjiro tidak gugup melakukan hal seperti ini.
"Hei, ada apa nih? Minako yang aku kenal selalu berani, ceria, suka menolong orang, dan menghibur orang lain kok tiba-tiba menangis? Ayolah senyum aku senang kalau melihat kau senyum." hibur Shinjiro dia tersenyum Minako hanya melihatin muka Shinjiro dia menghapus air matanya.
"Eh? aku gak nangis kok!" Minako memukul pelan dada Shinjiro Shinjiro hanya tertawa kecil, Shinjiro pun menutup matanya dengan kupluk "Kenapa senpai?" tanya Minako.
"Ummm... tadi aku gak sengaja panggil kau 'Minako'..." dia berhenti omongannya dia menunduk.
"Maaf ya tadi aku mengatakan hal yang kasar ke kau dan panggil nama kecilmu." Shinjiro sangat gugup mengatakan hal itu Minako pun bilang "Ya senpai aku maafkan. Gimana kalau kita sama-sama panggil nama kecil kita?" Shinjiro mendengar hal itu muka dia sangat merah "Ba-baka! nanti semua orang mengira kita... kau tau." dia tidak bisa melanjutkan perkataannya Minako mengerti apa yang dimaksud Shinjiro.
"Aku tidak peduli semua orang mengira kita lovers selama aku dekat dengan Shinjiro-senpai itu lebih dari cukup." Minako memegang tangan Shinjiro Shinjiro mukanya sangat sangat sangat merah dia hanya mengangguk mereka berdua pun berbicara di lantai 2 dekat vending machine.
(Evening, Gekkoukan Highschool Entrance)
Mereka berdua sudah piket hari ini bahkan hanya mereka saja yang masih berada di sekolah ini mereka tetap saja bicara lama-lama hujan deras turun dari awan.
"Yah hujan... gimana nih Arisato? aku nelfon Fuuka du- ah ya aku punya payung tapi ketinggalan di kelas apakah aku harus mengambilnya?" tanya Yukari Minato memasukkan tangannya ke dalam kantung celananya dia menghadap ke arah Yukari.
"Takeba aku dengar rumor di kelas 2-F kalau jam 6 dan hujan deras seperti ini ada suara cewek nangis dan teriak karena dulu sekolah ini pernah kebakaran dia pun mati di tempat. Nah habis itu-" Yukari memukul kepala Minato Minato memegangi kepalanya.
"Bodoh! kenapa kau malah cerita horror di saat begini? aku jadi takut nih." kata Yukari ketakutan Minato membuka tasnya lalu dia tarik sesuatu dari tasnya rupanya sebuah payung.
"Begini kita berduaan pakai payungku tenang saja ada aku ini kok. Kalau ada setan tinggal gandengan tangan gampang kan?" kata Minato sambil membuka payungnya yang berwarna biru muda itu, Minato mengasih tangannya ke Yukari Yukari tersipu lalu dia mengambil tangan Minato mereka berdua pun pulang bareng ke dorm. Mereka berbicara tentang hal apapun dari sekolah, pelajaran, Tartarus, tentang Minato akan pindah ke Inaba, dan yang terakhir cinta.
"Nee Yu-yukari... mulai sekarang kau boleh memanggil nama kecilku kok tidak usah memanggilku nama 'Arisato'." kata Minato terus berjalan dia hanya fokus kedepan Yukari sadar bahwa pipi Minato agak merah.
"Ba-baiklah Ari- eh Minato-kun. Anyway kenapa kau mengajakku ke rooftop?" tanya Yukari membuat Minato berhenti jalan Yukari memandangi Minato dengan kebingungan. Minato menengok ke belakang ternyata ada seseorang membuntuti mereka berdua, Minato pun berbisik ke Yukari.
"Yukari kamu pulang ke dorm tanpaku tampaknya ada seseorang membuntuti kita berdua." Minato mengasih payungnya ke Yukari, Yukari membuka mulutnya namun Minato sudah hilang mengejar pria misterius itu. "Gawat...!" kata pria bertopi hitam itu memegangi 'foto' erat-erat lari dari Minato "Tunggu!" teriak Minato mereka berdua lari di tengah hujan deras ini Minato mengedip matanya seketika pria bertopi hitam itu hilang Minato mencari dia tetapi usahanya gagal "Cih... dia hilang siapa dia? mengapa dia mengintai kita?" gumam Minato dan dia memutuskan pulang ke dorm. Pria bertopi hitam itu mengamati gerakan Minato dari atap rumah orang lain.
"Fuh nyaris saja tadi ketahuan... bocah itu larinya cepat juga. Untung kemarin aku menguasai teknik yang namanya 'Kyoufuu' dari sensei. Aku harus mencari tempat yang teduh lalu aku telfon ke boss bahwa misiku selesai." pria bertopi hitam pun senyum jahat sambil melihat foto yang ada di tangannya dia masukkan ke tasnya lalu dia sukses mendarat di tanah dia segera mencari tempat yang teduh agar dia bisa menelfon bossnya.
(10:30 PM, 24 SEVEN)
Pria bertopi hitam itu duduk di tempat yang gelap dan paling jauh dengan orang-orang, dia memerhatikan foto itu.
"Hemmm... mengapa boss mengincar bocah ini? Rambutnya saja aneh tch aku jadi ingin menggunting rambutnya, dia juga tidak memiliki op- Ah! Selamat Malam boss" Pria bertopi hitam itu membungkukan badannya 90 derajat bossnya tinggi, agak putih, rambutnya seperti Sasuke(?), bossnya dikawal 3 bodyguard, dan dia memakai jaket hitam dan celana jeans hitam.
"Wahaha... bagus misimu selesai dan tepat waktu tapi aku harus melihat hasil kerjaanmu." bossnya meminta 'foto' itu pria bertopi hitam pun berdiri tegak dan mengasihnya dengan sopan santun. Bossnya mengamati foto itu dia pun senyum licik dia mengeluarkan dompetnya dia mengasih duit ke pria bertopi hitam senilai 15 juta rupiah(author gak ngerti tentang yen maaf-_-v) pria bertopi hitam itu langsung mengambil duitnya dan duitnya dia masukkan ke kantung celananya.
"Kerja yang sangat bagus nak... sekarang misi barumu adalah buntuti dia sehabis pulang sekolah dan JANGAN sampai ketahuan oleh temannya terutama dianya." Bossnya tertawa jahat pelan lalu pria bertopi hitam itu hormat ke bossnya dia bilang "Siap dilaksanakan... permisi boss selamat malam." lalu pria bertopi hitam itu pergi dari 24 SEVEN.
TO BE CONTINUE...
Haha maaf bgt author author lupa ngasih info ttg 24 Seven. 24 SEVEN itu seperti sevel alasan ane milih 24 SEVEN karena ini judul album boyband yg berasal dari america yang ganteng2, suaranya bagus bla bla bla...
Kalian kemaren ke festival ennichisai gk? author dateng dong ada loh yang cosplay Yu Narukami dan Naoto Shirogane sampe2 ada yg ngecosplay Titan(Shingeki No Kyojin). Author foto2 sama Hatsune Miku, Gintoki, Obito, Hokage 2 bangkit dari kuburan(?), Yu Narukami dan Naoto Shirogane, dan Sora#authorcurcol
Yup author akan hiatus sementara kira2 juni akhir ane update lagi ffnya. COMING SOON Souji Shirogane dan Yui Toshiro akan membuat ff bersama-sama(moga moga jadi). Well sayonara readers mohon reviewnya :D
