Maaf maaf lama banget yah ch.3 ini… dari kmrn sbuk banget jdi bru smpat nulis skrg. Mhon maaf sbesar-besarnya yah

Oh ya, trus buat para reviewer thanks banget atas saran dan kritiknya =)

Ok, I know masalah(protes) kalian, dari sekian banyak yang complain selalu deh yang satu ini disebutin… Ceritanya terlalu pendek kan? Sebenarnya bkanny saya ga mau bikin cerita panjang2 TAPI saya itu ga bisa nulis cerita panjang-panjang :p
(Udah makin lama ceritanya bukan makin panjang malah makin pendek! nih author satu emang rese!)

Enjoy ch.3
Still Iruka's POV

"Sebenarnya… Sudah dari dulu aku ingin membicarakan hal ini denganmu…"

Aku pun terdiam, mendengarkan hal yang diucapkannya….

"Iruka-Sensei."

"Y..ya?" Aku sedikit terkejut ketika ia menyebutkan namaku.

"Sebenarnya sudah dari dulu aku… selalu memperhatikanmu…"

"?" Ke..kenapa bisa begini? A-aku juga sedari dulu selalu memperhatikanmu! Mengapa bisa terjadi seperti ini?

"Maaf kedengarannya aneh ya? Maaf tidak usah dipikirkan…" Kakashi beranjak dari tempat duduknya seakan-akan ingin langsung segera menjauh dariku. Tanpa pikir panjang aku meraih tangannya secepat yang kubisa, aku tak tahu kenapa tapi aku ingin dia berada disisiku.

Ya, disisiku…

Sepertinya kakashi sangat terkejut melihatku seperti ini, aku tak begitu tahu karena aku tak berani menatap wajahnya… Aku malu…

"I..?" Kakashi tak sempat menyelesaikan perkataannya.

"A..Aku Juga… Aku juga selalu memperhatikanmu semenjak pertama kali kita bertemu… Kakashi-sensei." Bagaimana ini bagaimana ini bagaimana ini?

"Be.. benarkah?"

"E-eh?"

"Benarkah itu Iruka-sensei? Apa kau benar-benar memperhatikanku? Semenjak pertama kali kita bertemu?" tangan Kakashi tiba-tiba memegang erat kedua pundakku, tentu saja aku sangat terkejut! Siapa sangka?

"Eh, ya… ya kira-kira begitulah…" Aku merasa wajahku semakin memerah, aku semakin tidak bisa melihat wajahnya, aku jadi takut melukai perasaannya.

"…Benarkah?" Dia bertanya sekali lagi seperti ingin memastikan pernyataanku tadi.

Aku hanya dapat menganggukan kepalaku, aku malu jika dia melihatku dalam keadaan seperti ini.

"Lalu kenapa kau menundukan kepalamu?"

Tepat sasaran… pikirku, tapi aku harus bagaimana lagi?

"Iruka-sensei… Kau marah padaku?"

Aku menggelengkan kepalaku.

"Lalu kenapa kau tidak mau melihatku?"

"A…Aku..."

"… Iruka-sensei, kau tidak usah memaksakan diri untuk menghiburku. Asal kau tidak membenciku aku juga sudah sangat senang…" perlahan dia mulai melepaskan genggaman di bahuku, seakan-akan menghilang tepat di depan mataku.

"Ba.. bagaimana aku bisa menghadapimu dengan wajah seperti ini?" sekali lagi aku meraih tangannya, aku tidak ingin dia menghilang dari hadapanku.

Aku sudah tak tahu lagi, aku sudah tidak mau tahu lagi…

Biarlah aku menanggung rasa malu ini, aku hanya tidak ingin dia pergi dari sisiku.

"Ja.. Jangan tinggalkan aku… Kakashi-sensei…"

"I…Iruka-sensei…"

"Ma… Maafkan aku sudah berbuat kasar kepadamu…"

"Iruka… Sebenarnya hal yang ingin kukatakan kepadamu adalah…"

Kakashi berbisik di telingaku, mengucapkan tiga kata terlarang kepadaku

Aku mencintaimu Iruka.

A/N: yap, smpai dsni dlu! Tuh 'kan apa kta saya… saya emang ga bisa bikin crita yg panjang2… bagi yang mau lanjutan tolong di review yah, Soalnya saya bingung ini mau dilanjutin apa kaga atau mau dibikin sekuel atau mau digimanain… makanya tolong bagi para pembaca yang mau lanjutan tolong reviewnya… sebab review anda sekalian sangat berarti bagi saya… :D