FRIENDSHIP OR LOVE
Terkadang aku berpikir apa kah cinta itu ada ? kenapa cinta tidak pernah adil padaku, aku mencintai nya tapi dia tidak. Bodoh, aku tau itu tapi aku akan terus mencintainya sampai ku menutup mata.
Matahari yang terang menghias langit di seoul pada pagi hari ini, terlihat jelas semua anak sekolahan berlalu lalang di jalan ibukota korea selatan ini, tidak jauh beda dengan sikembar fraternal Jongin dan Sehun. Jongin yang turun dari mobil sport berwarna merah dan Sehun yang turun dari mobil sport nya yang berwarna hitam itu membuat mereka terlihat sangat keren, semua murid wanita menatap mereka dengan tatapan lapar.
"Kyungsoo-ya ..."
"ADUH"
"hati-hati ada bola basket" ucap Luhan pelan
"Aww sakit, ini siapa yang lempar ?"
"Mianhae, neo gwencana ?" ucap anak yang tadi bermain basket
"Gwencana pantat mu, ini sakit, kalau main tuh di lapang, siapa yang mengajari kalian main koridor sekolah"
"Yak Kyungsoo-ya teman ku sudah minta maaf kenapa kau permasalahkan lagi"
"Hei kau Nam diam saja, kalian juga kenapa main di koridor"
"Aku tadi yang melempar bola itu sengaja mengenai mu" ucap Pria yang tadi membela teman nya
"Apa masalahmu ?"
"Aku rindu bermain basket dengan mu"
"Rindu ku kalahkan ?"
"Sekarang tidak lagi hahaha" pria bernama Nam joo hyuk itu pun merangkul bahu Kyungsoo dan berjalan menuju kelas mereka bersama
"Hei kalian melupakanku" teriak Luhan
Ternyata sedari tadi si kembar memperhatikan mereka berdua ralat mereka bertiga dengan tatapan datar
"Jongin-ah bukan kah dia saingan mu sejak dulu?"
"Nam joo hyuk ?"
"Lalu siapa lagi ? kedua wanita tadi ?"
"Aku tidak pernah menganggap nya saingan, dia yang selalu menganggap ku saingannya"
"Terserah kau saja lah"
.
.
.
"Hyuk-ah kapan kau datang ?"tanya Luhan
"Tadi pagi, wae ? kau merindukanku Luhan-ah ?"
"Tidak ada yang merindukan mu disini pabo !"
"Diamlah kau gendut"
"YAK SA**IA !"
"Hahahahah aku juga merindukan umpatan mu itu"
"Yak kalian berdua diamlah" ucap Luhan lalu memukul kepala mereka
"Dimana Baekhyun ?"tanya joo hyuk
"Dia sedang di amerika bertemu dengan ayah nya" jawab Kyungsoo yang di jawab o dari joo hyuk
Nam joo hyuk adalah teman pria pertama mereka saat baru memasuki sekolah ini, Nam joo hyuk sangat naksir berat dengan Baekhyun, sayang Baekhyun sampai sekarang sudah memiliki pacar.
"Kai oppa"
"Sehun oppa"
"Kai oppa very handsome"
"OPPA-YA"
Teriakan demi teriakan menggem di kantin SOPA membuat ketiga manusia tadi melihat ke arah suara
"Hyuk-ah kau mengenal mereka ?"
"Mereka bersekolah disini ?"
"Memang mereka anak baru ?" pertanyaan polos dari kyungsoo membuat keempat mata melihat nya
"Kan aku tidak tau"
"Emang kau pernah liat mereka ? baru empat hari ini kan ?"tanya Luhan
"Lah kan aku gak tau"
"Eorunmaniya" ucap Jongin pada Joo hyuk
"Hah apa kalian ada yang berbicara ?"
"Itu di belakang muchjpdjkjh" Luhan yang ingin berbicara pun mulutnya di tutup oleh Kyungsoo
"Kyung Lu ayok pergi"
"Ne, kajja Luhan-ah"
"Changkaman, kau tidak ingin menyapa saudara mu ?" tanya Sehun
"Sehun-ssi" Luhan yang ingin melihat wajah Joo hyuk sudah memerah ingin sekali membela sahabat nya itu
"Luhan Kyungsoo ayo pergi" Ucap Joo hyuk
"Sangat aneh" ucap Kyungsoo
Joo hyuk berjalan sangat cepat sekali sehingga meninggalkan kedua sahabat nya di belakang yang mengejar nya, joo hyuk berjalan menuju atap sesampainya di atap dia berteriak dengan sangat keras dan menangis begitu kencangnya membuat Kyungsoo dan Luhan tidak tega dengannya memeluknya lalu Kyungsoo menyandarkan kepala joo hyuk ke bahunya lalu memeluknya erat
"Uljima andwe"
"Joo hyuk kau pasti kuat, aku dan Kyungsoo tidak tau apa masalahmu dengan mereka tapi kumohon kau jangan menangis lagi"
"Kami sedih melihat kau begini"
Mendengar perkataan kedua sahabatnya membuatnya mulai berhenti menangis
"Haha aku seperti seorang pengecut saja menangis Cuma karna hal seprti ini"
"Ingin cerita ?" tanya Kyungsoo
"Entahlah"
"Ceritalah kami akan mendengarkan mu"
"Jadi.."
FLASHBACK
*Nam joo hyuk POV*
Saat aku masih kecil,sekitar umur ku masih berumur 2 bulan Ibu ku meninggalkan ku bersama ayahku karena ayahku saat itu hanya seorang kasir di sebuah supermarket di daerah Gangnam. Ibu ku menikah lagi dengan CEO salah satu perusahan terbesar di Seoul. Orang yang dinikahi ibuku ternyata adalah cinta pertama nya dulu, ibu ku tidak bisa menikah dengannya karena saat itu pria CEO itu sudah menikah dengan orang yang di jodohkan nya, ibu ku yang sedih saat itu mabuk dan bertemu dengan ayah ku yang tak lain adalah sahabat ibuku, ayahku menikahi ibu ku sebagai tanda pertanggung jawaban karena telah menghamili ibu ku, kata ayah ku saat itu hubungan ibu dan ayah ku baik-baik saja, tapi saat ibu ku mendengar kabar bahwa istri CEO itu meninggal karena kecelakaan pesawat ibu ku mulai menghubungi lagi CEO itu dan mulai berhubungan lagi, setahu CEO itu ibu ku masih single makanya setelah melahirkan ku beberapa bulan kemudia ibu ku meninggalkan ku dan ayah ku
"Kau mau kemana joo yeon-ah ?"tanya ayahku
"Seok min-ah aku ingin kembali pada cinta pertama ku"
"Lalu anak ini bagaimana ?"
"Aku tidak akan melupakannya, saat aku menikah dengan cinta pertama ku itu aku juga akan sering mengunjungi kalian dan aku juga akan memebrikan cinta yang sama kepada anak itu, sekarang kau gendonglah anak ini karena sebentar lagi aku akan di jemput olehnya"
"Joo yeon-ah kau begitu kejam"
"Aku ? kejam ? apa kau rasanya kehilangan cinta pertamamu ?"
"Iya aku tahu, karena aku telah kehilangan mu, maka aku juga kehilangan cinta pertama ku"
Ibu ku terdiam mendengar ucapan ayah ku, ibu tidak pernah tau jika ayahku mencintainya
"Mo molla, yang penting aku akan hidup bahagia sekarang"
"Joo yeon-ah"
Ayah ku benar-benar sedih ditinggalkan ibuku saat umur ku masih lima bulan ayahku mendengar berita bahwa ibuku menikah dengan CEO itu, begitu terpukul ayahku mendengar itu
Memang benar ibu tidak memberi cinta yang sama, tapi cinta ibu mulai berubah saat aku masuk Taman kanak-kanak lalu sekolah dasar dan ibu ku semakin tidak peduli dengan ku lagi saat aku masuk sekolah menengah pertama.
Saat itu aku berkelahi dengan salah satu anak kembar karena mereka mengambil lapangan basket sekolah yang saat itu sedang di pakai oleh joo hyuk
"Kau siapa ? kau tidak lihat disini ada yang bermain?" tanya ku dengan nada marah
"Kalian sudah lama main disini, kenapa tidak gantian ?" jawab pria yang tadi
"Lama ? kami baru saja main sejam"
"Kenapa kau tidak mau gantian ?"
*Bugh
Joo hyuk yang sudah emosi pun memukul anak itu dan kembaran anak itu pun balik memukul joo hyuk dan terjadi adu pukul diantara mereka
"Nam joo Hyuk, Kim Jong In, Kim Se Hoon datang keruang bapak sekarang juga"
Saat itu kepala sekolah yang melihat kita adu pukul pun memanggil orang tua kita. Aku pun terus menunduk tidak tau harus bagaimana lagi ayah ku pasti tidak akan datang pikirku
"Sehun-ah jongin-ah gwencana ? apa kalian kena luka ? mana anak kurang ajar yang berani memukul kalian , apa dia tidak punya orang tua yang bisa mengajar kan nya sopan santun ? dasar anak bi*adap"
"Eomma sudah lah jangan begitu" ucap Jongin
"Tidak bisa begitu Jongin-ah, wajah mu yang tampan ini tergores, dia yang memukul mu kan ?"
"Tapi ini hanya salah paham"
"Eh nyonya Kim entah bagaimana ceritanya tapi anak ini luka nya jauh lebih parah dari pada kedua anak anda" ucap guru BK, ibu song
"Tapi bagaimana pu dia yang menyerang duluan ibu song, Hei kau kenapa orangtua mu tidak datang"
Ibu dari si kembar Kim itu masih belum melihat anak yang memukul kedua anaknya tersebut karena terus saja memperhatikan luka-luka kecil yang ada pada tubuh kedua anaknya itu, joo hyuk yang melihat wanita itu hanya bisa merapatkan giginya marah dan mulai menjatuhkan airmata dari pelupuk airmatanya
"Ayah ku sedang kerja pak hiks"
*Deg
'Suara itu' lalu sang ibu kembar itu melihat kearah anak yang memukul kedua anak nya dan sangat kaget melihat anak kandungnya sendiri dari pernikahan pertamanya
"Lalu dimana ibu mu ?" tanya kepala sekolah
"Ibu ku ?" mata ku yang awalnya menatap ibuku beralih mentap kepala sekolah "sudah lama meninggal saat aku masih sangat belia pak"
Perkataan ku itu membuat ibu ku menahan nafas dan untuk peratama kalinya aku melihat ibu ku mengeluarkan airmatanya dan badannya yang hampir jatuh , aku pun langsung keluar dan membanting pintu kepala sekolah.
Persetan dengan kesopanan yang selalu ayah ku ajarkan, ibuku sendiri mengatai aku biadap ? sungguh sakit, sakit sekali. Disaat kedua anak kembar itu menerima kebahagian dari ibu ku sendiri dan aku tidak padahal aku memiliki hak atas ibuku, itu benar benar sakit. Aku melangkahi kaki ku menuju gerbang sekolah dan hujan mengguyur badan ku
*NAM JOO HYUN POV END*
"Hyunk-ah jangan bersedih lagi ok ? aku dan Luhan ada disini, selalu ada di saat kau butuh dan akan selalu menyayangi mu
"Tenanglah kyung, aku akan pindah minggu depan"
"Mwo ? yak saekia kenapa kau tidak bilang" ucap Luhan
"ini aku sudah bilang Luhan"
"Tapi kenapa cepat sekali"
"Kau tau kan ? aku lebih mencintai basket daripada musik, walau musik juga bagian dari hidup ku tapi seluruh hidup ku ada pada basket"
"Lalu aku bermain basket sama siapa ?" tanya Kyungsoo
"Cari lah teman agar kau bisa bermain basket bersama"
"Kajima" Kyungsoo pun memeluk Joo Hyuk erat
"Kau disini masih ada Baekhyun dan Luhan Kyung, ayah ku disana kesepian" jawabnya sambil mengelus lembut belakang Kyungsoo
"Kajima Hyuk-ah" Luhan pun ikut memeluk Joo hyuk
"Aniya Luhan aku harus pergi, bahagia lah kalian"
Hari itu mereka saling berpelukan erat, walaupun hanya setahun Joo hyuk bersama dengan Kedua sahabat nya itu dia sudah sangat menyayangi mereka, karena mereka dia bisa merasakan kasih sayang dari seorang wanita yang ia damba-dambakan
"Gomawo Kyung-ah Luhan-ah"
T B C
