Suho melempar dengan asal tas selempangnya, merebahkan badannya disofa panjang aprtementnya. Dia lelah dia butuh istirahat sekarang. Selangkangannya masih terasa nyeri setelah shooting tadi. Dia memejamkan matanya sejenak. Tapi matanya kembali terbuka saat seseorang kini memeluk tubuhnya dari samping.
"Tumben kau baru pulang ?" Tanya Suho sambil mengelus tangan yang kini mulai merambat hendak memegang paudaranya.
"Ada Bahan tambahan dari Mr. Choi dikampus" Jawabnya sambil mencium pipi Suho.
"Pergi mandilah dulu Taozi, untuk malam ini tidak aku lelah selangkanganku masih nyeri" Kata Suho pada Tao –seseorang yang memeluknya tadi-
Tao hanya diam, tapi diamnya Tao berarti itu sebuah malapetaka bagi Suho. Karena saat ini Tao sudah membuka baju ketat Suho dan melepas hotpans Suho tanpa ada peringatan.
"Apa yang ingin kau lakukan aku lelah Tao" Kata Suho memberontak saat Tao kini membuka g-string yang digunakan Suho.
Tao hanya diam lalu kini kepalanya sudah dia selipkan diselangkangan Suho "Ahhhh...ughhhh" Suho mendesah saat kini lidah Tao sudah membelit klirotisnya. Bahkan kini Tao sudah memasukkan lidahnya dilubang vaginanya. Suho semakin menambah intensitas desahannya saat tao dengan lidah terampilnya kini membelit klirotis Tao. Dengan dua jari Tao yang kini sudah berada didalam vagina Suho, dia mulai menusuknya dengan keras sambil terus membelit klirotis Suho dengan lidahnya.
"Ughhh...Akhhhh... Tao ..." Desah Suho saat kini puncak menggapainya.
Tao menyeringai saat melihat Suho dengan wajah memerahnya. Kini Tao membuka celana dan dalamannya mengeluarkan penis besarnya. Mengarahkan penisnya didepan vagina Suho, dengan sekali hentak Tao memasukkan penisnya kedalam vagina Suho.
"Ughhh...akhhhh..." Suho mendesah dengan kelakuan Tao.
Tanpa aba-aba Tao sudah menggenjot Suho yang kini mendesah dengan kelakuan Tao, bahkan rasa nyeri yang ada divaginanya kini menjadi rasa nikmat yang tiada tara saat penis Tao terus menusuk titik terdalamnya secara brutal. Suho sudah tidak tahan lagi "Eughhh...Akhhh... Fuck Tao-akhhhh" Desah Suho saat Tao terus menumbuk titik terdalamnya.
"Bitchh...ohhhh kenapa ini begitu nyaman. Padahal kau selalu dimasuki oleh penis-penis itu" Racau Tao sambil terus menggenjot Suho tanpa ampun.
Suho yang mendengar racauan Tao kini malah semakin horny, eoh vaginanya malah semakin berkedut dan basah.
"Eughhhh... Tao... i'm coming..." Desah Suho lalu tak berapa lama Suho mencapai pincaknya.
Tao mendiamkan penisnya sebentar lalu membalik Suho yang kini berada diatas "Tunggangi aku sayang, buat dia datang didalam" Kata Tao.
Tanpa peringatan Suho menaik turunkan badannya, dan temponya kini semakin bertambah. Cepat dan brutal.
"Ughhh...Tao..ahhhh"
"Sedikit lagi sayang"
"ughhhh...Tao..."
"Bersama"
Panas, perut Suho penuh sekarang. Ledakan dari sperma Tao membuatnya panas, bahkan kini dia sudah merebahkan badannya didada bidang Tao. Lelah menderanya.
"Ayo kita mandi, dan kita buat ronde kedua semakin brutal" Bisik Tao sambil menggendong Suho Tanpa melepas penis didalam vagina Suho. Mendengar bisikan dari Tao, vagina kembali berkedut. Eoh betapa jalangnya seorang Suho.
.
.
LOVE AND BELIEVE
SUMMARY : "aku mencintaimu" , kebanyakan orang itu adalah kalimat yang bisa membuat perutmu dipenuhi oleh kupu-kupu yang ingin meledak didalamnya, tidak oleh ke 12 orang ini karena dari sebuah kesalahan besar kata cinta itu hanya sebuah bualan semata bagi mereka.
HUNKAI, LUMIN, CHANSOO, KRISHO, TAOBAEK,LAYCHEN AND OTHER COUPLE.
SEX CONTENT IF YOU NOT 18+ DON'T READ IT
GS FOR UKE
.
.
.
Pagi menjelang, seperti biasa kota Seoul akan terlihat padat. Seperti disalah satu apartement ini. seorang wanita cantik dengan mata diamondnya kini sedang meracik sebuah kopi untuk suaminya. Bukan hanya menyiapkan kopi, bahkan kini sudah ada satu mangkuk nasi goreng kimchi sudah siap dimeja makan. Wajah cantiknya kini terlihat lelah. Hingga sebuah tangan kini memeluk tubuhnya dari belekang, laki-laki itu mengecup pipi wanita cantik itu.
"Selamat pagi sayang" Kata sang suami lalu duduk dibangku.
"Pagi juga" Jawabnya sambil tersenyum "Ini kopimu tuan Lu" Katanya lalu sambil menaruh secangkir kopi didepang sang suami.
"Terima kasih sayang" Jawabnya lalu meminum kopinya.
Hening, kini hanya terdengar suara dentuman piring dengan sendok.
"Eoh iya Lu, ada yang ingin aku katakan padamu ?" Kata wanita tersebut kepada sang suami –Luhan- . Luhan menatap Xiumin –istrinya- dengan pandangan penasaran.
"Apa sayang ?" Jawab Luhan, lalu kembali memakan nasi gorengnya.
"Eum, aku..."
Belum sempat Xiumin berbicara, ponsel Luhan berdering. "Eoh maaf sayang sebentar tuan Greg menelpon, eoh dan sekalian aku juga harus berangkat" Kata Luhan lalu mengangkat teleponnya, mencium pelipis Xiumin dan meninggalkan Xiumin sendiri didapur.
Xiumin menghembuskan nafasnya, lalu mengelus perutnya yang sedikit mulai membuncit tersebut. "Mungkin bukan saatnya mama mengatakannya sekarang pada Babamu sayang" Gumam Xiumin lalu tersenyum.
.
.
.
Luhan mengangkat teleponnya dengan terburu "Ada apa Baek ?" Tanya Luhan yang saat ini tengah berada didalam lift untuk menuju kelantai dasar.
"Oppa kau belum mengirimi uang bulanan untukku" Kata Baekhyun yang berada diseberang telepon Luhan.
"Setelah ini aku akan mentransfernya sayang" Jawab Luhan lalu berjalan keluar dari lift, berjalan menuju mobilnya.
"Ya sudah kalau begitu. Aku makin sayang padamu Oppa" Katanya lalu langsung mematikan sambungan telponnya.
Luhan menghembuskan nafasnya dengan kasar, untuk saja dia tadi bisa berkilah dengan Xiumin. Dia memijat pelipisnya saat berada didalam mobilnya.
Mencoba menutupi ini semua darimu
Aku memang mencintaimu sayang
.
.
Baekhyun tersenyum, bulan ini tambahan uang didalam ATM nya akan bertambah. "Cukup berguna juga memiliki selingkuhan seperti Luhan" Gumam Baekhyun sambil memasukkan ponselnya didalam tas selempangnya saat seorang pria yang kini sedang menggendong sebuah gitar menghampirinya.
"Kita akan makan apa pagi ini" Kata sang pria bertanya kepada Baekhyun.
"Seperti biasa oppa, roti panggang dengan selai strawberry" Jawab Baekhyun sambil tersenyum pada sang pria.
Sang pria juga ikut tersenyum lalu mengusak rambut Baekhyun dan memberikan sebuah ciuman kepada baekhyun dipucuk kepalanya. Mereka berdua mulai memakan sarapan paginya, "Yixing Oppa akan pulang jam berapa ?" Kata Baekhyun bertanya kepada sang pria –Yixing- sambil terus memakan rotinya.
"Mungkin sampai malam, karena hari ini jadwalku sedikit padat. Ada 4 cafe yang akan aku datangi" Jawab Yixing sambil memakan rotinya.
"Eoh iya oppa, aku harus pergi." Kata Baekhyun lalu memberikan ciuman perpisahan dipipi. Perkataan Baekhyun hanya ditanggapi dengan gumaman oleh Yixing.
Saat sudah berada diluar apartemennya Baekhyun berdecih "Bahkan kalau kau tidak pulang pun aku juga tidak akan mencarimu. Dasar miskin" katanya lalu menuju tangga untuk turun kelantai dasar.
Kemiskinan yang harus membuatku begini
Jadilah kaya dengan uang dan cintamu, bahkan aku akan lebih memilihmu jika kau memiliki semuanya.
.
.
"Eurmhhh...akhhhh" Desahan erotis yang dikeluarkan oleh Kyungsoo pagi ini semakin menambahkan gairah seorang pria yang kini tengah mencumbu vaginanya. Bahkan Kyungsoo yang saat ini tengah mempermainkan penis pria tersebut pun tidak fokus.
"Aku sudah tidak tahan sayang, ayo kita keinti saja" Kata sang pria lalu mengangkat Kyungsoo hingga kini Kyungsoo menungging. Dengan sekali hentak lelaki itu langsung memasukkan penisnya didalam liang vagina Kyungsoo membuat liang vaginanya agak sedikit nyeri.
"Ughhh... Oppa...akhhhh" Desah Kyungsoo saat penis itu keluar masuk dengan brutal. Kyungsoo hanya merem melek keenakan. Pmorning sex yang hebat menurutnya. Lelaki itu terus menggerakkan penisnya secara brutal tidak menggunakan tempo. Bahkan saat ini dia menggeram keenakan dengan sempitnya vagina Kyungsoo saat dengan sengaja mengetatkan vaginanya.
"Ugghhh...aku..akhhhh ingin keluar oppa" Teriak Kyungsoo saat dirinya sudah sampai puncak.
Lelaki itu tidak bisa membuat Kyungsoo orgasme secepat itu, dia langsung kembali menggenjot Kyungsoo secara brutal lagi. kini intensitasnya semakin bertambah cepat dan keras. Hingga sesuatu yang panas kini memenuhi vaginanya, perutnya merasa kembung karena dengan gaya ini sperma lelaki itu akan langsung masuk dengan cepat kerahimnya. Lelaki itu mencabut penisnya dan mengambil boxer yang berceceran disekitar ranjang tersebut.
"Kau meminum obatnya kan, sayang ?" Tanya sang lelaki kepada Kyungsoo.
Kyungsoo yang saat ini tengah menetralkan nafasnya menatap lelaki itu "Eum, seperti biasa" Bohong bahkan Kyungsoo sudah 3 hari ini tidak meminumnya. Jantung Kyungsoo berdetak, dia takut kalau hamil. Ini memang salahnya, kenapa lupa meminumnya. Dia berdo'a didalam hatinya semoga itu tidak terjadi.
"Kalau begitu aku harus pergi sekarang, nanti uang bulananmu akan aku transfer" Kata lelaki itu lalu mencium pelipis Kyungsoo.
"Ne, Kris oppa" Jawab Kyungsoo sambil memejamkan matanya. Membiarkan Kris –lelaki- itu pergi meninggalkannya diapartement besar pembelian dari Kris tersebut. Dia menatap lekat-lekat cincin yang berada di jari manis ditangankanannya, terdapat sebuah cincin pemberian Chanyeol disana dia jadi ingat Chanyeol.
Ini jalanku, aku harus melakukannya demi kebahagiaanku
Aku lebih mencintaimu ketimbang dirinya
Aku hanya perlu cintamu, bukan uang yang seperti dirinya berikan
Maafkan aku
.
.
.
Pagi ini adalah pagi yang melelahkan bagi Jongin, setelah semalam melihat adegan ranjang Suho dan Kris didalam video dia jadi horny sendiri. Apa lagi saat Sehun terbangun dari tidurnya dan menonton bersama dirinya membuat Sehun langsung memasukinya saat itu juga.
Dia menatap wajahnya dicermin didalam kamar mandinya, wajahnya terlihat sedikit pucat atau perasaanya saja. Lalu dia langsung memakai kaos oblong kebesaran milik Sehun yang kini hanya menutupi seperempat tubuhnya karena pahanya yang mulus tidak tertutup semuanya. Bahkan tatto nya yang bertengger di pundak belakangnya dengan tulisan "No matter what always be yourself" bertengger disana dan jangan tinggalkan kalau kau menyingkap baju belakanganya, dipinggul belakangnya terdapat tatto salib dan nama Oh Sehun diatas salib tersebut dan pada dalam tangan kanan atas Jongin terdapat sebuah tatto "Haowen" nama anaknya dan Sehun yang kini tinggal bersama orangtua Sehun dichina, eoh betapa rindunya Jongin dengan anaknya tersebut. Dasar wanita zaman sekarang, bahkan Jongin akan berencana menambah tatto disekitar atas vaginanya. Dasar wanita jalang !
Dia berjalan keluar kamar mandi dan mendapati Sehun kini sedang merokok didekat pintu balkon apartemennya. Kini Sehun hanya menggunakan boxer pendeknya tanpa baju. Dan terlihatlah juga tatto yang besar berada dibelakang punggungnya sebuah Salib sama dengan Jongin tapi lebih besar dan ada nama Kim Jongin disana ditambah lagi tatto yang sama yaitu "Haowen" di didada kanan atas. Dasar orangtua muda yang berandalan, untung saja anaknya tidak bersama mereka.
Jongin mendekati Sehun lalu mengambil rokok yang berada ditangan Sehun dan menghisapnya dan setelahnya menghembuskannya. Lalu dia berikan lagi pada Sehun "Cepatlah mandi dan sarapan, aku dengar mama akan mengantar Haowen kesini. Jadi untuk 4 hari kedepan jadilah ayah yang baik untuknya" Kata Jongin lalu meninggalkan Sehun tapi langkahnya terhenti saat Sehun mengeinterupsinya.
"Sayang kau juga, ganti bajumu dengan layak. Dan jadilah ibu yang baik untuk anakmu 4 hari kedepan" Kata Sehun lalu mematikan rokoknya didalam asbak, meninggalkan Jongin yang mendengus sebal padanya.
Setelah itu Jongin langsung mengganti bajunya dengan baju yang layak. Dia keluar kamar dan menyiapkan sarapan disana sudah ana nasi goreng kimchi dan sandwich kesukaan anak sematawayangnya Haowen. Jongin mendapat telpon dari Ibu mertuanya kalau pagi ini mereka berdua datang. Saat akan menyiapkan kopi untuk Sehun, bel apartemennya berbunyi dan Jongin langsung berlari menuju layar interkom dan disana sudah ada ibu mertuanya dan seorang anak laki-laki yang tampan.
"Ah mama selamat datang, anak mama sudah datang" Kata Jongin saat ibu mertua dan anaknya masuk kedalam apartemennya. Jongin langsung menggendong Haowen.
"Mama hanya sebentar Jongin, ini pakaian Haowen. 4 hari lagi mama akan jemput Haowen, dan sampaikan salamku pada Sehun" Kata sang ibu mertua pada Jongin sambil menyerahkan tas yang berisi pakaian dan peralatan milik Haowen.
"Ne mama" Jawab Jongin sambil tersenyum dan terus mendaratkan sebuah ciuman dipipi haowen anak berusia 4 tahun tersebut.
"Haowen baik-baik dengan mama dan papa Ne, 4 hari lagi nenek akan menjemputmu" kata Ibu mertuanya lagi lalu meninggalkan Jongin dan Haowen diapartemennya. Jongin langsung menggendong Haowen membawanya kemeja makan, dia langsung mendudukkan Haowen dibangku khusus untuk anak seusianya.
"Mama, papa dimana ?" Tanya Haowen saat Jong memberikan sebuah sandwich pada Haowen.
"Papa sedang mandi, mungkin sebentar lagi dia akan kesini jadi haowen makan dulu ne" kata Jongin lalu duduk disamping Haowen. Haowen mengangguk dan mulai memakan sandwich nya dengan tenang.
Tak berapa lama Sehun datang sambil membawa handuk kecil yang berada diatas kepalanya, dia tersenyum saat melihat anaknya dengan tenang memakan sandwisch yang ditemani Jongin.
"Wah anak papa sudah datang" Kata Sehun lalu memberikan ciumannya dipipi Haowen.
"Papa geli" Jawab Haowen tersenyum melihat papanya.
"Sayang tolong keringkan rambutku sebentar" Kata Sehun pada Jongin, Jongin mengangguk lalu mulai mengeringkan rambut Sehun.
"Papa setelah ini aku mau jalan-jalan keLotte World bersama mama dan papa, boleh ?" Tanya Haowen sambil terus memakan sandwichnya.
Sehun tersenyum "Ya boleh, sekalian kita membeli bahan makanan" Jawab Sehun.
"Yey, terima kasih mama dan papa" Kata Haowen tertawa girang saat mendapat persetujuan dari papanya.
"Kalau begitu cepat habiskan makananmu, mama dan papa mau siap-siap" Kata Jongin.
.
.
.
Suho mendengus kasar saat bangun kamarnya begitu berantakan dan ditambah lagi selangkangannya semakin nyeri. Suho kembali memejamkan matanya, membiarkan Tao yang kini sedang mondar-mandir dialam kamar tersebut.
"Sayang kau tidak bangun ?" Kata Tao yang saat ini tengah membenarkan rambutnya.
"Aku lelah, untuk sarapan kau makan diluar saja" Kata Suho yang kini semakin menenggelamkan kepalanya didalam bantal.
Tao tersenyum "Yasudah kalau begitu aku berangkat, Kau hari ini tidak ada jadwal shootingkan ?" Tanya Tao lagi yang kini mengambil baju yang berserakan dilantai kamar tersebut dan menaruhnya didalam keranjang khusus baju kotor.
"Eum, aku ada shooting tapi jam 4 sore nanti" Jawab Suho lalu memandang Tao.
"Ya sudah istirahat baik-baik oke. Aku pergi" Kata Tao sambil mencium bibir Suho sebentar dan meninggalkan Suho dikamar.
Suho mengubah posisi tidurnya menjadi telentang sekarang, mencoba menutup matanya untuk istirahat tapi suara dering telponnya membuatnya kembali terbangun. Dia melihat layar ponselnya ketika yang menelpon adalah sinaga bodoh membuat dia mendengus.
"Apa ?" Kata Suho to the point tanpa ada basa-basi.
"Jam 2 siang aku akan menjemputmu pastikan sipanda bodoh itu tidak ada" Jawabnya dari seberang telepon tersebut.
"Ya" Jawab Suho lalu mematikan teleponnya.
Dia kembali memejamkan matanya untuk istirahat. Sungguh selangkangannya perih sekarang, apa lagi hari ini dia akan shooting lagi kali ini dengan tema "double penetration" ughh pasti kedua lubangnya nanti akan semakin perih dan nyeri.
.
.
Sore menjelang, sudah saatnya keluarga kecil Sehun untuk pulang dari taman bermain Lotte World tersebut. Bahkan kin Haowen sedang tertidur karena kelelahan. Jongin tersenyum saat melihat malaikat kecilnya tertidur dengan nyenyaknya. Dia jadi mengingat saat dirinya dinyatakan hamil 4 tahun yang lalu, saat itu usianya baru 17 tahun, terlalu muda memang tapi karena Jongin dan Sehun yang suka coba-oba dan berakhirlah dengan terciptanya Haowen didunia.
Hingga akhirnya mereka sampai disebuah supermarket dan disaat itu juga Haowen juga terbangun. Melihat anaknya terbangun Sehun langsung menggendong Haowen dan masuk kedalam supermarket bersama Jongin.
Mereka berdua tersenyum, saling berbagi kehangatan antara ayah, ibu dan anak.
"Jongin" Panggil Kyungsoo dari ujung saat melihat Jongin.
"Eoh eonni, sedang belanja bulanan juga" Jawab Jongin lalu menghampiri Kyungsoo diikuti Oleh Sehun dan Haowen yang sedang merebahkan kepalanya dipundak lebar Sehun.
"ya, seperti yang kau lihat. Kau datang bersama Sehun dan siapa anak itu ? keponakanmu ?" tanya Kyungsoo sambil menunjuk Haowen.
"Haowen, dia bukan keponakan tapi lebih tepatnya anakku dengan Sehun" Jawab Jongin sambil tersenyum.
"Anakmu, jangan bohong Kai." Kata Kyungsoo melongo mendengar pengakuan Jongin.
"Aku tidak berbohong sungguh"
"Kau harus menjelaskannya padaku Jongin"
.
.
.
TBC
Karena banyak yang minta diupdate jadi saya bikin lagi ff nya, maaf kalo terlalu vulgar tapi ini memang sudah konsepnya dari awal.
Semoga banyak yang review ya
