Fujoshi
.
.
.
Naruto (c) Masashi Kishimoto
.
.
.
Uchiha Sasuke
Haruno Sakura
Uzumaki Naruto
.
.
.
Slice of life, comedy
.
.
.
Warning!!! Au, OOC, Typo, humor garing, DLDR!!!!!
.
.
.
Happy reading
.
.
.
o0o
Sakura hanyalah gadis remaja pada umumnya, menyukai makanan manis seperti coklat dan es krim, pergi ke mall nongkrong bersama temannya untuk menyegarkan otak setelah ulangan. Mencontek pr temannya saat lupa mengerjakan dan mengikuti eskul bola voli meski ia pendek dan bukan termasuk pemain inti sekolah.
Hanya satu hal yang membuatnya berbeda dari teman-teman sekelasnya, ia seorang otaku. Baginya menonton anime dan membaca manga adalah asupan nutrisi untuk tubuhnya, diam-diam membaca manga on line saat jam pelajaran sudah menjadi rutinitasnya setiap hari dan dia cukup beruntung karena tidak pernah tertangkap tangan sedang melakukan pelanggaran oleh guru yang tengah mengajar.
"Hei, jidat." Ino mencolek bahu sahabatnya yang tengah sibuk dengan buku bahasa inggris yang diselipi dengan manga.
"Hn, ada apa pig?" Sakura sama sekali tak acuh pada teman yang duduk dibelakangnya.
"Lihat kedepan." Ino berbisik.
Sakura mengerti arti kalimat 'lihat kedepan' . Karena itu ia langsung menyembunyikan manga di kolong meja dan mulai menatap kedepan.
Bingo! Guru bahasa inggrisnya sejak tadi memperhatikannya yang terus sibuk membaca buku dan tidak memperhatikan penjelasan Gurunya itu.
"Apa kau sudah mengerti apa yang baru saja jelaskan?" Genma menatap tajam Sakura yang dibalas anggukan pelan.
"Baiklah kerjakan soal halaman 43."
Sakura segera membalik halaman yang diminta oleh gurunya, ia mulai mengerjakan dengan tenang, bersyukurlah pada Kami sama karena telah memberi otak cerdas milik sang ayah sehingga ia tidak pernah kesulitan dalam mengikuti pelajaran meski tidak memperhatikan pelajaran di kelas.
Beberapa siswa memasuki kelas menarik atensi seluruh penghuni kelas. Rasanya sedikit aneh melihat anggota komite kedisiplinan siswa memasuki kelas, mereka biasanya memeriksa di gerbang sekolah setiap pagi untuk menggagalkan aksi penyelendupan barang ilegal kedalam sekolah seperti rokok.
"Konichiwa minna san." Pemuda pirang jabrik menyapa ramah.
Beberapa siswi memekik pelan melihat senyum sehangat mentari yang tersungging di bibir senpai mereka.
"Lihatlah, bukankah Naruto senpai sangat keren." Dibandingkan pertanyaan ucapan Shion saudara kembar Ino lebih tepat disebut pernyataan.
Sakura menatap senpainya yang berdiri di depan kelas, rambut pirang memcuat kesana kemari, mata berwarna biru dengan tanda lahir seperti kumis kucing, kulit kecoklatan dan tinggi badannya membuat ia terlihat sangat manly tapi semua kesan baik itu hancur saat ia tertawa seperti orang bodoh saat salah seorang siswi menggodanya.
"Rubah bodoh." Itulah gambaran Sakura untuk Naruto.
"Cepat lakukan tugasmu Naruto." Pemuda dengan warna kulit putih pucat tersenyum pada Naruto.
"Baiklah." Senyum bodoh itu menghilang digantikan dengan wajah serius.
"Kami mendengar ada siswa yang membawa barang ilegal di kelas ini." Ia menyeringai membuat beberapa siswa bergidik melihat perubahan senpainya itu.
"Semuanya berdiri di depan kelas dan tinggalkan tas kalian diatas meja." Gadis dengan rambut cepol memberi perintah.
Siswa yang duduk di pojok tampak panik sepertinya mereka membawa sesuatu yang memang dilarang. Dengan wajah pucat meninggalkan tas mereka di atas meja.
Ketua dewan siswa adalah seoarang senior yang berada di tingkat akhir, ia terkenal dingin dan irit bicara, murid disekolah menyebutnya Fukuro atau burung hantu karena ia bisa mengetahui seluruh kejadian disekolah seperti seekor burung hantu yang bisa memutar kepalanya hingga lebih dari tiga ratus derajat dan ia lebih banyak melihat serta mendengar dibandingkan bersuara. Benar-benar mencerminkan sang Kaichou.
Inspeksi dadakan dikelasnya membuat Sakura ikut panik tapi ia mencoba tetap tenang, ia berdoa semoga Kami sama menyelamatkannya lagi hari ini jika tidak rahasia yang telah ia sembunyikan rapat-rapat akan meluap begitu saja.
Tenten menemukan majalah dewasa dan rokok di salah satu tas milik siswa yang tadi berbisik-bisik dipojok. Mereka semakin pucat saat senpainya itu mencatat nama mereka.
Sakura melihat Naruto tengah memeriksa tasnya tapi pemuda itu melewatkan buku bahasa inggris yang ada di atas meja, benteng yang menyembunyikan manga favorit Sakura. Baru saja ia bernafas lega hingga netranya menangkap sesuatu yang dikeluarkan Naruto dari dalam tasnya.
Buku bersampul hitam dengan sepasang pria tengah berciuman dalam keadaan topless, Sakura berharap bisa berapparate seperti dalam film Harry Potter agar ia bisa menghilang dari kelas.
Kemarin Ino mengembalikan doujin yaoi miliknya, dan ia lupa menyimpannya kembali. Dan sialnya senpai rubah bodohnya tengah membaca judul buku itu.
"Haruno Sakura kau membaca doujin yaoi R 18. Kau tau dilarang membawa barang-barang yang mengandung konten porno ke sekolah." Naruto mengangkat doujin itu setinggi kepalanya.
Hancur sudah imagenya sebagai gadis manis dan polos, beberapa pasang mata menatapnya terkejut tidak menyangka bila dirinya menyukai kisah romansa sesama jenis terlebih lagi dengan rate mature dan sebagian memandang jijik serta merendahkan karena ia seorang fujoshi.
"Aku akan menyitanya, dan temui Kaichou setelah pulang sekolah." Naruto dan teman-temannya keluar dari kelas setelah pamit pada Genma sensei.
Sakura mendengar beberapa siswi berbisik membicarakannya, dan siswa yang cukup dekat dengannya tersenyum canggung bukan hal tidak mungkin jika selama ini Sakura memjadikan mereka sebagai objek fantasi gilanya.
Sakura mengepalkan tangannya penuh amarah, mulai hari ini ia akan memasukan Naruto kedalam daftar hitam orang yang sangat dibencinya dan musuh yang harus dihancurkan.
Ia merasakan perasaan tak nyaman seolah ada angin musim dingin berhembus membuat bulu ditengkuknya berdiri, secara reflek ia menoleh kearah kanan dan mendapati sepasang onyx menatapnya datar dan dingin. Sakura segera memalingkan wajahnya ia tidak mau berlama lama menatap mata yang seolah menghisapnya.
Kali ini ia benar benar merasa takut pada sang kaichou karna manga yang sedang dipegangnya bukan hanya bergenre boys love tapi seorang teman fujoshinya dari klub koran sekolah kemarin memberinya beberapa harta karun yang tak ternilai harganya tapi juga mengancam nyawanya dan dia menyimpannya didalam manga itu.
Sakura kau akan mati hari ini inner Sakura berteriak kesetanan, sepertinya dewi fortuna tidak lagi mau bersahabat dengannya.
"Haruno Sakura." Suara sedingin salju di puncak gunung Fuji menyapa indra pendengaran Sakura.
Ia tahu suara siapa itu tapi Sakura tidak berani mengangkat wajahnya, hingga matanya menangkap ujung sepatu milik kaichounya.
"Berani sekali kau menjadikanku sebagai objek fantasi kotormu itu," pemuda berambut emo itu mendesis marah. "SasuNaru? Kau pikir itu lucu?" Sasuke menggeram marah.
Wajah Sakura memucat mendengar ucapan senpainya ia seperti melihat awan gelap dan badai petir dibelakang Uchiha Sasuke sang kaichou yang selama ini menjadi objek fantasinya bersama teman teman fujoshinya di sekolah.
Kami sama tasukete!!!!
.
.
.
TBC
.
.
.
Thanks for reading.
Review please!!!
With love,
Lovely odapus
03072019
