Met pagi semuanya !!!!!!!!!!!!!!!! Kembali dengan q di BSC radio FM !! –readers: fic kali !!- nah, maksud q juga fic kok ..
Nggak terasa udah sampe chapter 3 nih, di sini baru ketahuan permohonan apa yang akan di kerjain sama anggota BSC kita yang gaje-gaje semua –termasuk author- ..
Balesin review ?? Tentu aja .. !!!
Raiko Azawa :
Hoho, iya, q nggak bakal bikin bingung lagi deh .. tenang aja ..
MikiDaCat :
Hehe, pendek banget ya ?? Sori ya, ntar q usahakan bikin fic yang lebih panjang ..
RodeoHyorinmaru :
Hehe, q sih cuma iseng doank bikin Yumichi jadi pembokat .. hehe ..
Panggilan ?? Ruki-san bagus juga, ruki-chan juga boleh kok ..
Silahkan aja ambil nope q, di profil q ada kok ..
Mayonakano Shadow Girl :
Huehehehehe, ternyata Yumichi memang pantes jadi pembokat ya .. –di gebukin Yumichi-
D31-ryuusei Hakuryuu :
Hehe, mohon maaf kalo Byakuya lupa q tampilin di fic sebelumnya ..
Di chapter 3 ini sama di chapter 4 Byakuya banyak muncul kok ..
Hehe, klop aja kok, fic gaje, ya reviewnya juga gaje .. XD
shiNomori naOmi :
Hehe, Ishida di sini OOC abis, Yumichi jadi pembokat ..
Banyak yang bilang Yumichi cocok jadi pembokat ya-di mutilasi Yumichi- ..
Di chapter ini kita bahas misi pertamanya ..
Jess Kuchiki :
Lagi- lagi komentar tentang Yumichi, malangnya nasib dikau di fic q ini wahai Yumichi-kena gebuk lagi- ..
Cepet kasih tau ya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Nah, udah semua tuh, tak balesin ..
Disclaimer : Bleach bukan punya q tapi punya tite kubo, jadi kalian semua salah minta tanda tangan ma q !!! –di getok readers-
***
Pagi sekali, Ichigo udah nyampe ke sekolah dengan sepedanya-??-.
"Huaaaa, minggir !!!" serunya karena sempet kehilangan kontrol gara-gara di sapa melulu sama cewek-cewek. Alhasil, Ichigo hampir nyungsep ke tong sampah di depannya.
"Syukur nggak masuk ke sampah" kata Ichigo sambil ngelus dada.
"Hoi, met pagi, Ichigo !!" seru Renji.
"Yosh, met pagi juga" balas Ichigo.
"Lo naek sepeda ontel ke sini ??" tanya Renji sambil melirik ke arah sepeda Ichigo. Tak lama, sepeda itu hancur tanpa bekas ketika di tatap oleh Renji.
"Huaaaaaaaaaa, sepeda gue !!!" Ichigo nangis gaje ngeliat sepedanya jadi korban yang hancur gara-gara di liatin ma muka Renji yang jelek-di tonjok Renji-. Renji pun terpaksa menyeret Ichigo ke kelas.
"Met pagi semuanya !!" seru Renji dan Ichigo yang sudah berhenti nangis dan berusaha merelakan sepeda turun temurunnya-??- itu.
"Pagi" jawab Rangiku, Rukia, Inoue, Ishida dan Chad.
"Lha, Toshiro mana ??" tanya Ichigo.
"Taichou datang tuh pas bel udah bunyi, raja telat tuh" kata Rangiku.-Author di tendang Toshiro-
TETT, TETT !! Bel berbunyi dan Toshiro pun datang.
"Astaga, Toshiro, mank bener ya, lo tu raja telat ??" Ichigo langsung di jitak sama Toshiro. Dan kebetulan, hari itu para guru lagi rapat dan nggak ada pelajaran sama sekali alias BEBAS.
"Eh, Renji, gue mau nanya nih" kata Ichigo yang lagi boring plus nggak tau mau ngapain.
"Tanya aja, ngapain pake ijin segala" kata Renji sambil asik makan pisang -lho- yang di bawanya.
"Muka lo koq kaya baboon sih ??" tanya Ichigo.
"NGAPAIN LO NANYA KAYA GITU ????!!!!!" Renji mulai darting (darah tinggi) lagi. " Eh, awas pendarahan-??- !! Nggak kok, kemaren itu gue lupa nanya, siapa yang jadi ketua ma wakil di BSC" kata Ichigo sambil berusaha nenangin Renji.
"Hoo, gue kira mau nanya apa, ketuanya hitsugaya-taichou ma kuchiki-taichou" kata Renji. Pantes Toshiro di panggil Taichou sama semuanya.
"Bentar, tapi koq Byakuya sama kaya rukia, pake kuchiki juga ??" tanya Ichigo lagi.
"Panggil kuchiki-taichou. DODOL !! jelaslah, kan, rukia adeknya Kuchiki-taichou" jelas Renji.
"Ya sori, gue nggak tau, trus wakilnya sapa ??" tanya Ichigo.
"Gue" jawab Renji. Singkat, padat dan jelas. Buset, baboon jadi wakil ketua, bagusan gue, Ichigo berkata dalam hati.-bagusan author donk dan author langsung kena gebuk massa-
"Hmm, gitu" kata Ichigo.
"Hoi, Ichigo, sekarang gue mau nanya ma lo" kata Renji. Mukanya keliatan serius.
"Napa lo mau jadi mata-mata ??" tanya Renji. Ichigo sedikit terhenyak dengan pertanyaan Renji tapi dia pikir, lebih baik ceritakan aja.
"Sebenarnya, dulu pas gue umur 5 tahun kalo nggak salah, ibu gue meninggal di depan mata gue. Pembunuh ibu gue itu sama sekali nggak bergetar walau pun ngeliat ibu gue mati dengan darah yang bersimbah. Dari situ gue sempet dendam, bahkan nyalahin diri gue sendiri. Karena ibu gue mati karena gue, karena ngelindungi gue" Ichigo menarik napas sebentar. Renji terlihat tegang dan masih berusaha mendengarkan dan mencerna dengan baik perkataan Ichigo barusan karena Ichigo ngomongnya cepet banget.
"Ngelindungin lo ?? Serius ??" tanya Renji. "100% serius tau, dulu gue itu sering bantuin polisi dalam ngejar penjahat. Jadi bisa di bilang gue nih, musuhnya penjahat. Dan nggak sedikit penjahat yang dendam ma gue. Ya itu dia, sampe niat bunuh gue, hasilnya ibu gue malah mati" walau pun Ichigo ceritain dengan santai, suaranya terasa bergetar. Bahkan Ichigo merasa air matanya mau tumpah. Tapi dia berusaha untuk tak membuang air matanya dengan sia-sia.
"Nah, karena gue masih dendam tuh, gue mulai jadi mata-mata walau sempet ngelawan ayah gue yang nggak mau gue bernasib sama kaya ibu gue. Karena gue pikir, jadi mata-mata tuh bisa dapet sedikit informasi dan laennya soal pembunuh ibu gue itu. Biar gue bisa bunuh tu orang" kata Ichigo. Renji mengangguk mengerti.
Tanpa Ichigo dan Renji tau, Toshiro dan yang lain mendengar ceritanya. Bahkan rukia keliatan sedih dengarnya. Toshiro makin diam-udah pendiam makin diam lagi-. Emang sih, di sekolah dia jaim banget, nggak pengen imej cool-nya itu hancur (cailah). Coba pas ngumpul bareng BSC, ngomongnya ceplas ceplos-banget-.
***
Pulang sekolah, "Eh, rukia, liat Toshiro nggak ??" tanya Ichigo ke rukia.
"Nggak" jawab rukia.
"Kalo Renji liat nggak ??" tanya Ichigo lagi.
"Nggak juga" jawab Rukia lagi.
"Hoo, ya udah deh" kata Ichigo. Terpaksa ke markas BSC sendirian, pikir Ichigo.
Di depan rumah itu, Ichigo segera masuk. Pas mau buka pintu, perasaannya nggak enak. "Duh, katanya banyak jebakan, apa nggak lewat belakang aja ya ?? Kan, katanya belom di pasang jebakan. Tapi kalo lewat belakang nanti di bilang curang" Ichigo mulai perang batin.
"Ah, lewat depan aja, tapi lewat jendela" pikir Ichigo. Dia segera melompat ke arah jendela. Tapi, jebakan itu tetep ada juga. Dari dinding, beberapa panah mulai keluar dan menembak ke sasaran mereka alias Ichigo.
"HUAAAAAAAA !!!!!" seru Ichigo sambil ngacir.
Sesampainya di ruang tengah, terlihat sudah ada Byakuya, Ikakku dan Toshiro.
"Hebat, hebat, baru pertama kali lewat jebakan udah sempurna " kata Toshiro sambil bertepuk tangan.
"Apa perlu jebakannya gue tambah ya ????" tanya Ikakku. Ichigo segera melayangkan death glare ke Ikakku.
"Heh !! Toshiro, enak banget lo ninggalin gue !! Katanya kalo mau ke markas sama-sama bareng renji .. " Ichigo berhenti ngomong.
"Lho, Renji mana ??" tanya Ichigo. Eh, baru aja di omongin, Renji langsung nongol dan tentunya dengan compang-camping.
"ASTAGANAGABONARJADIDUA, lo napa ???" tanya Ichigo dengan lebainya. "Gue tadi iseng lewat belakang, gue kira nggak ada jebakan lagi, eh, ternyata, jebakannya lebih banyak dari yang di pintu depan" jawab Renji. Ikakku ketawa ngakak, Renji marah dan memukulnya dengan pisang-??-.
"Jadi, ada permohonan apa nggak nih ??" tanya Ichigo ngacangin Renji yang asik mendadani Ikakku biar mirip kayak pisang-??-. Mata Toshiro langsung terbelalak.
"Pantes, gue lupa" kata Toshiro. Dia langsung mengambil sebuah surat.
"Ini surat permohonan" kata Toshiro. Ichigo dan Renji segera mengerubungi Toshiro biar bisa baca surat itu.
"Heh, sana lo, jadi panas kalo lo ngerubungi gue" kata Toshiro yang lalu menjauh.
"Hmm" kata Toshiro sambil membaca surat itu.
"Heh, jangan " hmm " doank, apa isi tuh surat ?!" kata Ichigo nggak sabaran.
"Sabar, gue lagi cari inti dari surat ini biar kalian langsung ngerti tugasnya apa" kata Toshiro kesel tapi matanya masih tertuju ke surat tersebut. Setelah selesai membaca, dia melempar surat itu ke arah Byakuya.
"Pemohon surat ini minta kita untuk kita untuk mengawasi seorang bernama Soi Fon, dia di anggap telah berbuat kejahatan dengan membunuh seorang pewaris perusahaan Yamamoto grup, Kisuke Urahara dan berusaha mendapatkan perusahaan tersebut dan menguasai harta milik Yamamoto grup" kata Toshiro tenang.
"Hah ?? Siapa pengirim surat tersebut ??" tanya Ichigo.
"Seseorang bernama Aizen Sosuke, dia juga bilang kalau kita bisa berdiskusi dengannya di sebuah kafe bernama " Espada kafe", mau ke sana?? " tanya Byakuya.
"Itu jelas !! Baiklah, Madarame dan Abarai, cari informasi tentang orang bernama Soi Fon itu, sisanya ikut gue ke kafe tersebut " kata Toshiro dengan semangat 2009. Ichigo dan Byakuya mengangguk.
***
Yosh, akhirnya harus berhenti lagi di sini .. Tunggu di chapter 4 ya para readers q yang baek hati dan tidak sombong !!!!!!!!!!!!
Mohon maaf kalau lagi-lagi pendek ya para readers q !!!!!!!!!!
JANGAN LUPA REVIEW YOOOOOOOO !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
