Penitipan anak lee chaolan chapter 3,a tekken fanfic

Chapter 3 : Dongeng ala Lee chaolan

Disclaimer : udah dibilangin... Namco itu punya Tekken.. eh, salah.. Tekken itu punya Namcokok pada nggak percaya sih...?

A/n : 1. Gaje, garing, ooc banget!

2. disini beberapa tekken chara akan 'disusutkan' umurnya demi kepentingan berjalannya fic ini.

Oke deh, ini chapter 3-nya.. selamat menikmati.. ^ ^

Hai pembaca sekalian.. kembali lagi bersama gue yang ganteng ini, Lee chaolan! Hehehe... maap ya pembaca tampang gue rada kucel bin dekil hari ini, abisnya mau gimana lagi..ngurusin lima anak yang polosnya (baca : nakalnya) selangit itu bukan hal yang gampang, contohnya sekarang, ini udah waktunya tidur siang tapi anak-anak itu malah asyik lompat-lompatan diatas tempat tidur..duh.. gimana ya caranya ngasih tau mereka..

Aha! Gue punya ide! Seperti yang emak tiri gue, Kazume mishima katakan "Lee, kamu jangan nyolong mangganya pak Junaedi lagi ya." eh, bukan! Maksudnya dia bilang "dongeng selalu bisa bikin anak kecil tidur." nah, berdasarkan ucapan emak gue itulah gue beritikad baik untuk mendongeng buat anak-anak itu. Yeah! Terima kasih atas ilhamnya, I lop yu Emak!

Maka dengan meloncat-loncat bak kangguru rabies gue ngebuka pintu kamar tamu tempat anak-anak (seharusnya) tidur siang, Xiaoyu yang ngeliat gue pertama kali langsung teriak histeris "KYAA! Oom Chaolan rabies lagi! Xiao takut! " dan langsung ngumpet dibelakang Jin yang ngeliatin gue dengan tampang cengo, gue ikutan cengo... kok ni bocah bisa tau kalo gue pernah rabies..? wah, sakti ni bocah, ckckck...

"Ini udah waktunya tidur siang kan? Kok masih belum tidur?" tanya gue "kita masih belum ngantuk Oom.." jawab Asuka dengan pasti "iya.. kita kan masih mau maeen..." tambah Hwoarang sambil melipat tangan di dada. 'ampun dah, sotoy amat ni bocah! Anaknya sapa sih? Perasaan bapaknya nggak gini-gini amat deh.' keluh gue dalem ati.

"Tapi ini udah waktunya kalian istirahat.. oh?gimana kalo Oom bacain cerita buat kalian, mau?" tawar gue "mau, mauu!" sambut Xiaoyu, Lili dan Julia yang emang suka banget kalo didongengin, "tapi nanti kalian harus istirahat ya, Hwoarang juga!" lanjut gue sambil mendelik serem ke Hwoarang "i, iya deh." jawab Hwoarang takut-takut.

Kemudian anak-anak itu berbaring di tempat tidur dengan muka penasaran, gue duduk di tepi tempat tidur dan mulai bercerita "cerita ini judulnya umm... Xiaoyurella." ucap gue asal, maklum gue emang nggak terlalu hafal cerita anak-anak, yasudah gue karang aja sendiri, gampang kan?

"kok namanya sama ama Xiao?" tanya Xiaoyu polos, "iya dong! Oom Chaolan gitu loh!" sahut gue bangga. "okay, pada zaman dahulu kala ada seorang gadis cantik yang bernama Xiaoyurella, ia mempunyai ayah yang sering bolak-balik ke luar negeri dan ibu serta dua saudara tiri yang jahat bernama Asuka dan Lili." "Lili nggak jahat!" "Asuka juga!" protes Lili dan Asuka berbarengan "iya, iya.. kan ini cuma dongeng, lanjutin ya?" tanya gue yang dibalas dengan anggukan mereka.

"suatu hari, ibu tiri menyuruh Asuka dan Lili untuk mengantar makanan ke rumah nenek di tengah hutan, tapi mereka berdua nggak mau dan malah menyuruh Xiaoyurella yang pergi. Di tengah hutan Xiaoyurella bertemu dengan serigala yang mengincar makanannya, tentu aja Xiaoyurella nggak ngasih makanannya buat serigala itu, setelah lari dari serigala Xiaoyurella malah nyasar di tengah hutan." "kasihan Xiaoyurella..." desah Xiaoyu sedih "Xiao, jangan sedih ya.. nanti Jin ikut sedih.." hibur Jin. "iya deh Jin.." jawab Xiaoyu, gue lalu ngelanjut dongengnya.

"pas lagi nyasar Xiaoyurella nemuin rumah kue yang haruuuuum banget... karena penasaran Xiaoyurella nyolek tuh krim kue yang ada di jendela rumah itu dan memakannya, ternyata enak! Dia lalu mulai memakan rumah kue itu hingga cuma tersisa separonya aja. Tiba-tiba ada suara dibelakang Xiaoyurella, ternyata itu suara dari tujuh kurcaci! Mereka marah karena rumahnya dimakan sama Xiaoyurella, maka sebagai gantinya Xiaoyurella harus menyerahkan makanan yang dia bawa untuk tujuh kurcaci."

gue menghela nafas, mendongeng itu ternyata capek juga.. "setelah bebas dari tujuh kurcaci, xiaoyurella kembali melanjutkan perjalanannya, kali ini dia memutuskan untuk pulang karena makanan yang seharusnya untuk nenek telah dihabiskan oleh tujuh kurcaci. Untunglah di tengah jalan ia bertemu dengan laki-laki yang berpakaian ala timur tengah, laki-laki itu menawarkan Xiaoyurella untuk diantarkan sampai rumahnya dengan menaiki karpet terbang, Xiaoyurella setuju dan dalam waktu singkat ia sudah sampai di rumahnya."

berhenti sejenak, gue menatap muka anak-anak itu, mereka keliatan masih antusias mendengarkan. Maka gue kembali melanjutkan cerita gue "begitu Xiaoyurella sampai di rumahnya ternyata ibu dan kakak-kakak tirinya sedang bersiap-siap untuk berangkat ke pesta Xiaoyurella bertanya kenapa dia nggak diajak yang langsung dijawab oleh Asuka "itu karena makanan tadi nggak nyampe ke tangan nenek!" "Senangnya...aku akan bertemu dengan pangeran Jin yang tampan itu!" sorak kedua kakak tiri Xiaoyurella..." "eh? Aku jadi pangeran?" Jin memotong perkataan gue, "iya" angguk gue "terus gue jadi apa?" tanya Hwoarang "hmm.. apa ya..? liat aja nanti, hehehehe..." tawa gue jahil

"Lalu ibu tiri dan kakak-kakak tiri Xiaoyurella pergi meninggalkan Xiaoyurella yang hanya bisa menangis sedih, tiba-tiba saja ada anak kecil berbaju ijo yang terbang bersama peri kecil mendekati Xiaoyurella "kenapa kamu nangis?" tanya anak itu "aku mau ikut pergi ke pesta, tapi nggak boleh sama ibu dan kakakku.." isak Xiaoyurella "oh begitu ya... oke, aku akan bantu!" seru anak itu "terima kasih, tapi kamu sebenarnya siapa?" tanya Xiaoyurella heran "kata William shakespeare 'apalah arti sebuah nama' " kata anak itu sok puitis, "sok puitis banget sih kamu! Perkenalkan, aku Tinkerbell.." celoteh si peri kecil "aku Xiaoyurella, salam kenal ya" bales Xiaoyurella sambil nyengir. Lalu dengan sihirnya peri kecil itu mengubah gaun butut Xiaoyurella dengan gaun pink yang manis, tak lupa selop kayu Xiaoyurella turut diubah menjadi sepatu kaca, dan..."

"Tunggu! Kok aku belum muncul sih?" potong Hwoarang "sabar sedikit dong Hwo.. nanti juga kamu muncul" Asuka menenangkan 'gebetannya' ituh "hmm.. iya deh, lanjut oom!" seru Hwoarang akhirnya. "umm... sampai mana tadi ya...? oh iya, lalu dengan debu ajaibnya Tinkerbell menyihir Xiaoyurella supaya bisa terbang dan mereka terbang ke istana. Di pintu gerbang istana Tinkerbell mengingatkan Xiaoyurella bahwa sihirnya hanya akan bertahan hingga jam 12 malam saja, Xiaoyurella mengangguk dan berjalan ke dalam istana, di sana ia menemukan kakak tirinya Asuka sedang mengobrol dengan raja muda dari kerajaan tetangga, Hwoarang.

"Horee! Akhirnya aku muncul!" sorak Hwoarang girang, gue cuma nyengir ngeliatnya. Sementara itu Lili juga sedang berbicara dengan laki-laki berpakaian militer, 'Dragunov' itu yang terukir di lencananya. Xiaoyurella cuma geleng-geleng kepala, lalu dia melihat sekelilingnya dan mulai berpikir 'ini pesta atau sirkus sih..? aneh..' ya gimana nggak aneh, di pojok ruangan Xiaoyurella melihat ada pemuda bermata panda lagi makan tumpukan kue, es krim, donat dan coklat dalam sekali lahap! Xiaoyurella langsung melotot dibuatnya, di sudut lainnya Xiaoyurella melihat ada sekelompok orang berbaju aneh (sepertinya ninja) sedang melempar-lempar kunainya 'astaga...' gumam Xiaoyurella prihatin. Supaya nggak syok Xiaoyurella memutuskan untuk makan saja, dengan cueknya ia menuju meja makan dan mulai mengambil rupa-rupa makanan yang tersaji disana tapi Xiaoyurella malah rebutan daging panggang dengan pemuda bertopi jerami.."

"Siapa Dragunov? Lili nggak kenal." tanya Lili "haha.. itu cuma karangan Oom aja kok." tawa gue, "setelah berdebat (nyaris berantem) dengan pemuda yang badannya bisa melar itu Xiaoyurella -yang akhirnya nggak jadi makan- berjalan menuju taman istana dan memandangi berbagai jenis bunga yang bermekaran disana. Tiba-tiba ia dipanggil dari belakang, dan tau nggak siapa yang manggil Xiaoyurella?"

"hmm.. itu pasti pihak berwajib!" jawab Hwoarang asal, gue menggeleng. ""itu pasti ibu tiri Xiaoyurella!" kali ini Julia yang nebak "bukaan..." jawab gue "Xiao tau! Itu pasti pangeran Jin!" seru Xiaoyu yakin "yup! Itu emang pangeran Jin!" senyum gue.

"kedua orang itu saling berpandang-pandangan ala pelem india, pangeran Jin lalu mengajak Xiaoyurella berkenalan dan berdansa. Mereka berdansa hingga waktu menunjukkan pukul 23.58, Xiaoyurella sadar saat ia baru saja meng-update Twitter dan fb-nya via hape. Xiaoyurella buru-buru lari marathon ke gerbang depan, pangeran Jin yang nggak rela pisah sama Xiaoyurella ikutan lari ngejar Xiaoyurella sambil tereak-tereak, lha mending kalo tereaknya 'Xiaoyurella, tunggu!' ini pangeran Jin malah tereak 'MALING, MALIIING!' gitu.. ckckck.. dasar pangeran sarap! Makanya untuk membuat pangeran Jin diem Xiaoyurella dengan sadisnya menyambit pangeran idaman semua wanita itu pake sepatu kacanya sampe pangeran Jin tepar seketika."

"Xiao jahat! Masa' Jin dilempar pake sepatu..?" ucap Jin sedih (baca : hampir nangis) "eh.. nggak ok.. masa' Xiao begitu sama Jin, itu kan.. itu kan cuma karangannya Oom chaolan aja." Xiaoyu ngejelasin dengan susah payah. Jin akhirnya nggak jadi nangis.

"ckck.. oke.. Oom lanjuin ya." tawar gue. "esok harinya ada kereta istana yang berhenti di depan rumah Xioyurella, dari kereta itu keluarlah pangeran Jin yang kepalanya rada benjol lantaran ketimpuk sepatu. Pangeran Jin bersikeras untuk nyari perempuan yang kakinya pas sama tuh sepatu kaca, syukur-syukur ketemu kan bisa langsung dinikahin tuh. Kakak-kakak tiri Xiaoyurella mulai mencoba sepatu kaca itu, tapi dipake Asuka.. kekecilan, dipake Lili? Malah kegedean, pada saat itulah Xiaoyurella lewat di depan mereka, langsung aja pangeran Jin maksa Xiaoyurella buat pake tuh sepatu dan pas! Tiba-tiba ada cahaya terang di sekitar mereka dan pakaian Xiaoyurella yang dekil binti butut langsung berubah jadi gaun yang baguuus banget, ternyata itu ibu peri Xiaoyurella, Julia yang menyihirnya untuk Xiaoyurella, dan akhirnya Xiaoyurella menikah dengan pangeran Jin dan hidup bahagia untuk selamanya."

fiuuuh... selesai juga ceritanya, gue ngeliat anak-anak itu -yang udah pada terbang ke pulau kapuk- "yaah... anak-anak tetep aja anak- anak." gumam gue sambil pelan-pelan melangkah keluar "selamat tidur anak-anak." bisik gue seraya menutup pintu.

-TAMAT-

Ichigo : dongeng apaan tuh? maksa amat.. *swt*

Lee : biarin! Gue kan nggak hafal dongeng anak-anak.

Ichigo : ehm.. masa kecil kurang bahagia.

Lee : emang! Masa kecil gue emang kurang bahagia...

Ichigo : tolong jangan curhat disini.. *dengan nada dingin*

Lee : *pundung dipojokan*

Ichigo : anyway, pembaca sekalian... dari dongeng maksa tadi ada banyak parodi dari anime dan dongeng lainnya, ada yang bisa tebak semuanya nggak? Kalau ada yang tepat semuanya bakal dapet hadiah kecupan dari Lee chaolan lho! ^ ^

Lee : kok dari gue?

Ichigo : kalo hadiahnya kecupan dari Yoshimitsu atau kuma nggak bakal ada yang mau jawab... haduh.. kamu itu gimana sih? Oke deh pembaca sekalian, Ichi tunggu jawabannya via review yaa... buh bye!