"GRRRRRHHHH"
JLEB
luhan berhasil menghindari serangan itu, hingga pisau itu menancap dilantai
SREEET
tapi tidak untuk kedua kali
JLEB
"AHHHHHHH"
serangan kedua berhasil mengenai bola mata sebelah kanan luhan hingga berdarah-darah
Iblis wanita itu mencekik leher luhan hingga ibu satu anak itu tidak mampu bicara sama sekali
"asdfthggfyckh.. "
Luhan berusaha melepas cengkraman tangan iblis itu dilehernya, tapi apa daya tenaganya tak sebanding dengan makhluk astral itu, ditambah lagi luka pada matanya membuat tenaganya semakin melemah
"GRRRRRHHHH"
SEEEET
Luhan berusaha menahan pisau yang akan dihunuskan lagi pada wajahnya
"AHHHHHH"
Telapak tangan luhan mengeluarkan darah yang sangat banyak akibat goresan dari badan pisau yang berusaha ia tahan
"GRRRRRHHHH"
"afgdjhfffty"
Setan itu kembali mencekik leher luhan dengan tangan kanannya dan tangan kirinya masih ia tekan untuk menyayat wajah luhan dengan pisau
Luhan tidak kuat lagi, tenaganya seolah terus melemah, makhluk ini benar-benar kuat, tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan luhan
"GRRRRRHHHH"
"AHHHHHHH"
.
.
.
"AHHHHH LEPASKAN AKU.. LEPASKAN AKU"
"Luhan.. Hei.. Luhan kau kenapa?"
"TIDAK! KUMOHON JANGAN! LEPASKAAAN! TOLOOOOONG!"
"Luhan.. Hei sayang.. Luhan bangun!... OH LUHAN!"
"AHHHHH"
Luhan terbangun dari tidurnya, kedua tangannya dicengkeram oleh psehun suaminya
"s-sehun.. "
Sehun memandang istrinya itu bingung,
"Kau kenapa lu? apa kau mimpi buruk? kau terus berontak dan berteriak histeris dari tadi.. "
Luhan meneguk ludahnya kaku, "s-sehun t-tadi ada m-makhluk aneh, wajahnya hancur dan mulutnya robek, ia berusaha membunuhku. ia bahkan melukai mataku dan berusaha merusak wajahku"
"Itu cuma mimpi lu.. "
"t-tidak sehun, a-aku tidak mimpi, t-tadi itu nyata.. makhluk itu berusaha membunuhku, makhluk mengerikan itu.. "
luhan mulai histeris dan sehun dengan cepat memeluknya erat
"aku tidak berbohong sehun.. hiks.. yang tadi itu nyata.. hiks.. aku takut sehun.. aku takut sekali"
"Sssst.. tenanglah sayang.. kau baik-baik saja sekarang.. ada aku disini"
Sehun mengusap rambut istrinya itu pelan dan berusaha menenangkannya
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Aku sedang menunggumu pulang.. "
"Lalu kenapa kau tidur disini?"
Luhan mengernyit "apa maksudmu sehun?"
"Kenapa kau tidur dikursi goyang?"
DEG
Tubuh luhan menegang, dengan cepat ia menoleh dan benar saja.. sedari tadi ternyata dia duduk diatas kursi goyang.
tapi.. bagaimana bisa?
"Lain kali jika aku pulang larut, kau tidak perlu menungguku seperti ini.. kau bisa tidur duluan jika kau mau"
Luhan tidak merespon, ia masih shock dan tidak mengerti kenapa ia bisa tidur diatas kursi goyang
"Sebaiknya sekarang kita tidur, aku sudah sangat lelah dan mengantuk.. besok aku ada rapat pagi.. "
Luhan masih belum juga merespon
Sehun menangkup wajah luhan dengan kedua tangannya
"sayang.. "
"Huh?"
Sehun terdiam..
"Ayo kita tidur.. "
Luhan akhirnya mengangguk walaupun masih dengan tatapan kosong
.
.
.
"Saat melihat taeyeong kemarin aku merasa anak itu mirip seseorang, dan benar saja ternyata dia anak dari tuan sehun. seseorang yang sangat mirip dengan mendiang tuan stephen"
Pasangan suami istri itu duduk berdua dimeja makan
"Hari ini kau akan kesana lagi?"
Minseok mengangguk "iya.. aku harus kesana.. apa kau pernah bertemu dengan tuan sehun?"
Jongdae menggeleng "aku belum pernah bertemu secara langsung.. aku hanya pernah berbicara dengannya melalui telepon"
"Tapi aku pernah melihat anaknya.. taeyeong memang sangat mirip dengan tuan stephen.. "
"Kita tidak bisa tinggal diam saja jongdae ya.. mereka dalam bahaya.. jika sampai arwah shi xun melihat tuan sehun maka-"
DRRRRRTTTTT.. DRRRRTTT
jongdae dan minseok kompak terdiam begitu meja makan yang mereka tempati bergetar sendiri begitu nama shi xun disebut
GLUP
keduanya menelan ludah gugup dan saling memandang dalam ketakutan
"Kita bicarakan ini nanti"
.
.
.
Sehun memandang istrinya bingung, sarapan pagi ini berlangsung hening. daritadi luhan hanya diam dan mengaduk-aduk supnya pelan tanpa ada niatan memakannya sama sekali
"Ekhem.. luhan kau baik-baik saja..?"
Luhan masih tidak merespon..
"Luhan.. "
"Luhan..?"
"Oh Luhan!"
"Huh?"
Luhan baru menoleh, sehun menghela nafasnya kasar.. jujur ia tidak suka luhan seperti ini
"Kau ini kenapa sih lu? sikapmu aneh sekali belakangan ini.. "
Luhan menunduk "ada yang tidak beres dengan rumah ini sehun ah.. "
"Aku.. takut"
Sehun memejamkan matanya erat, ia hela nafasnya berat
"Kau hanya terlalu kelelahan luhan, itu hanya halusinasimu saja"
"Aku tidak berhalusinasi sehun.. ada yang tidak beres dengan rumah ini"
Sehun membanting sendok garpunya kasar "berhentilah bersikap kekanakan luhan, mimpi buruk itu hanya bunga tidur. kau tidak sepantasnya bersikap berlebihan seperti ini"
"Sehun aku tidak-"
"Cukup! Aku tidak ingin kau membicarakan hal ini lagi, aku tidak percaya pada hal-hal gaib seperti itu"
Sehun beranjak pergi dan mengambil jas kerjanya yang menjuntai di kursi makan
Luhan menghela nafasnya lemah, sekarang ia harus bagaimana?
Dikamar taeyeong..
Anak itu sudah bisa memakai dasinya sendiri dengan benar, ia tersenyum jenaka menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin
Ia alihkan atensinya pada boneka anabelle yang ia simpan diatas meja belajar
"Aku harus sekolah dulu.. nanti sepulang sekolah kita main lagi sampai puas.. "
Ia mengusap kepala boneka itu pelan
"Kau tahu anabelle? Kau satu-satunya teman yang aku punya disini.. aku sangat kesepian.. tapi semenjak ada kau.. aku merasa tidak kesepian lagi hehehe"
"Taeyeong apa yang sedang kau lakukan?"
Taeyeong terlonjak kaget ketika ayahnya tiba-tiba muncul dan mengagetkannya
"Anak laki-laki tidak boleh bermain boneka"
"Tapi appa anabelle itu temanku.. dia satu-satunya teman yang aku punya"
Sehun melirik sekilas boneka itu "appa bisa membelikanmu robot-robotan mahal sebanyak apapun yang kau mau, kau tidak perlu menyimpan boneka kumal seperti itu"
Taeyeong menggeleng cepat "aniyo, taeyeong hanya butuh anabelle.. "
Sehun menghela nafas "baiklah, kau boleh menyimpan boneka itu, sekarang ayo kita ke sekolah, appa sudah terlambat ke kantor"
"Tapi taeyeong belum sarapan appa"
"Kita sarapan diluar.. "
"Wae? memangnya eomma tidak masak?"
"Appa ingin saja sarapan diluar, ayo cepat. kita sudah terlambat"
Taeyeong mengangguk, setelah taeyeong keluar kamar, sehun menutup pintu itu rapat
Sepersekian detik setelah pintu ditutup, bola mata pada boneka anabelle bergerak cepat kearah kiri dan kembali lagi ketempat semula hanya dalam waktu sepersekian detik pula..
.
.
.
SRRRRRTTTHHH
suara air yang keluar dari shower kamar mandi utama terdengar deras dan nyaring, luhan sedang mandi sekarang..
"ada apa ini?"
tiba-tiba saja air showernya mati, rambut luhan yang masih dipenuhi busa shampoo membuat ia tidak bisa membuka mata
KREET KREET
ia berusaha memutar knop pemutar shower berharap airnya keluar lagi
KREET KREET
"Ck, kenapa tidak mau nyala?"
KREET KREET
BYURRR
Air itu akhirnya keluar lagi dengan deras, luhan kembali melanjutkan membilas rambutnya sampai bersih
SRRRRHHHH
Ia matikan shower setelah rambutnya bersih
Luhan mengusap matanya pelan, ia buka matanya perlahan..
DEG
"a-apa ini?"
Tubuh luhan bergetar ketakutan ketika rambut, tangan dan seluruh tubuhnya dipenuhi oleh darah
Ia tanggahkan kepalanya keatas dan memutar kembali kenop pemutar shower
SRRRRHHHHH
"AHHHHHH"
Luhan langsung terlonjak takut ketika air showernya berubah warna jadi semerah darah
Buru-buru ia keluar dari shower room dan mencuci wajah di wastafel
SRRRRHHHH
Saat sedang mencuci wajahnya, luhan melirik kearah kaca wastafel..
DEG
"AHHHHHH"
'YOU DIE'
Luhan shock, siapa yang menulis tulisan itu di cermin wastafel? tulisan itu dibuat dengan noda darah..
TING TONG TING TONG
Luhan langsung mengalihkan atensinya, dengan cepat ia pakai bathrobe nya asal dan berlari menuju pintu utama
Luhan sama sekali tidak menyadari ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dari lantai dua
CKLEK
"Minseok ssi.. "
"Luhan ssi.. apa yang terjadi? kenapa penampilanmu berantakan sekali?"
"Tadi dikamar mandi-"
Luhan terdiam
"Luhan ssi, ada apa?"
Luhan mengurungkan niatnya untuk berbicara pada minseok.. ia pasti akan dianggap gila jika menceritakan hal gila itu pada orang lain
"Tidak apa-apa, ayo masuk"
.
.
.
Pria albino itu terlihat sangat fokus pada layar laptop di depannya, jari-jari tangannya bergerak cepat mengetik laporan mingguan kantor untuk minggu ini
TOK TOK TOK TOK
"Masuk"
"Hey sehun ah, apa kabar?"
"Oh jongin ah, lama tidak bertemu. aku baik, bagaimana dengan mu?"
Sehun berdiri dan menyambut sahabat lamanya jongin yang tiba-tiba saja datang berkunjung
"Aku baik.. bagaimana kabar istrimu? dan taeyeong anakmu?"
Sehun melepas kacamata bacanya
"Mereka baik.. apa yang membuatmu jauh-jauh datang kemari?"
"Kebetulan aku berencana membangun sebuah cafe disekitar sini.. jadi aku memutuskan untuk mampir"
Sehun mengangguk
"Ada apa? sepertinya kau sedang ada masalah.. "
"Aku hanya sedang memikirkan luhan saja"
"Apa yang terjadi?"
"Belakangan ini sikapnya sedikit aneh.. "
"Maksudmu?"
"Ia sering berbicara hal-hal mistis, dia jadi sering ketakutan karena itu"
"Lalu? apa tindakanmu sebagai suami?"
"Jujur saja aku tidak mempercayai hal-hal yang seperti itu.. aku rasa luhan hanya berhalusinasi saja"
"Jika benar luhan mengalami sesuatu yang diluar nalar bagaimana?"
"Kau mempercayai hal-hal yang seperti itu?"
"Percaya tidak percaya, asal kau tahu sehun. manusia selalu hidup berdampingan dengan makhluk tak kasat mata seperti itu.. "
Sehun terdiam, sejujurnya ia memang tidak pernah mempercayai hal-hal mistis seperti itu
.
.
.
Luhan membawa kursi goyang itu kebelakang rumahnya. ia menyiram kursi itu dengan minyak tanah dan membakarnya dengan menggunakan korek api
Ia berharap kejadian mistis yang ia alami akan berakhir setelah ia membakar kursi itu
Ditempat lain..
Tepatnya di depan rumah, minseok sibuk menanam daun sirih disekitar rumah dan menempel kertas jimat. menurut kepercayaan orang dulu, daun sirih dipercaya bisa menghilangkan dan menghalau aura negatif yang ada disekitar rumah
"Aku pulang.. "
Minseok menoleh "oh tuan muda taeyeong sudah pulang"
Pria mungil itu buru-buru menghampiri anak itu, sungguh minseok sangat menyukai taeyeong, dia sangat lucu dan tampan. andai saja ia punya anak..
"Oh paman minseok.. selamat siang"
taeyeong membungkuk 90%
"Apa tuan muda sudah makan? paman dan ibumu sudah membuatkan makanan kesukaanmu"
"Oh benarkah? taeyeong belum makan, taeyeong lapar.. "
"Yasudah.. ayo masuk"
"Ne"
Taeyeong tersenyum khas anak-anak
.
.
"Tae.. Jangan main boneka dulu, kau harus makan sayang"
Di meja makan taeyeong terlihat sangat asyik dengan anabelle dipangkuannya, ia memainkan rambut kepang anabelle dan tertawa senang
Minseok datang sambil membawa hidangan lauk pauk dan terkejut melihat taeyeong bermain boneka
"t-tuan muda taeyeong, darimana anda mendapatkan boneka itu?"
Taeyeong menoleh "dari kamar kosong disana"
"Mwo?"
"Ada apa minseok ssi?"
"a-ah tidak tuan, k-kalau begitu saya permisi.. "
Luhan menatap penuh selidik minseok yang seolah sangat ketakutan begitu ia melihat anabelle
"Eomma, taeyeong lapar.. "
Luhan menoleh "ah iya sayang.. "
.
.
"Jika bisa.. kamar kosong itu jangan sampai terbuka luhan ssi"
Hari sudah mulai sore dan minseok bersiap untuk pulang
"Memangnya kenapa minseok ssi? apa kau tau sesuatu?"
"a-ah tidak, bukan begitu.. hanya saja kamar itu sudah ditutup dari 20 tahun yang lalu"
Luhan memandang minseok penuh selidik
"Minseok ssi.. kau menyembunyikan sesuatu kan?"
Pria berwajah mirip hamster itu hanya terdiam bingung tak tahu harus menjawab apa
"Minseok ssi.. aku mengalami banyak kejadian aneh selama tinggal disini, aku terus diganggu oleh makhluk makhluk aneh yang aku tidak tau apa yang mereka inginkan dariku.. "
"Jika kau tau sesuatu tolong segera beritahu aku.. aku tidak mau terus diganggu seperti ini"
Minseok terdiam kaku, ia menundukan kepalanya
"s-saya harus segera pulang luhan ssi.. saya permisi"
"Minseok ssi.. Minseok ssi"
Luhan memandang punggung minseok yang berjalan cepat menjauhi pandangannya
.
.
.
Minseok duduk dibangku ruang tamu sambil meminum secangkir teh hijau, jam sudah menunjukan pukul 21.30 malam. suaminya jongdae tidak akan pulang malam ini karena pekerjaannya
Ia termenung sendirian dan memikirkan ucapan luhan tadi, ia tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. luhan bahkan sudah mulai mengalami gangguan
lampu dirumah minseok tiba-tiba saja mati, sambil berdecak kesal minseok mencari lilin dan korek api di dalam laci yang terletak tidak jauh dari tempat ia duduk
"OMO"
DEG
minseok terlonjak kaget ketika lilin dinyalakan.
tiba-tiba saja sesosok boneka anabelle yang di mainkan taeyeong tadi duduk diatas meja di depan tempat duduk minseok
"a-apa ini?"
DEG
DEG
DEG
Minseok mencengkram celananya kuat
SYUTTTT
BUGH
BRAAAAKKK
"Ahhhhh... "
Tubuh minseok langsung terlempar keatap dan jatuh menghantam meja hingga hancur
SLUUUUTTT
Kabel listrik yang tergulung di dekat kelambu lampu langsung menjalar dan melilit tubuh minseok
"t-tolong.. "
Tubuh minseok langsung tertarik keatas hingga ia menggantung dengan posisi terbalik
Minseok berusaha melepaskan kabel yang menggulung tubuhnya
Ia sama sekali tidak menyadari jika kipas angin dibawah tiba-tiba saja berputar.
KREEETT KREEETTT
DEG
Minseok menghentikan gerakan tangannya, secara perlahan ia melirik kipas angin yang berputar sendiri
DEG
DEG
DEG
DEG
jantung minseok berdetak sangat cepat "a-aku mohon jangan ganggu aku, a-aku hanya ingin membantu luhan s-saja, s-sungguh.. tolong l-lepaskan aku"
Monolog nya seorang diri..
Suara hembusan angin dari kipas angin dibawahnya membuat suasana jadi semakin menegangkan
Dengan serampangan minseok mencoba membuka kembali ikatan kabel listrik ditubuhnya
KREEEETT.. KREEETTT.. KRETAKKK
"Huhh?"
SYUTTTT
BYURRRR
CROOOOTT
BRAAAAKK
Baling-baling kipas itu terlepas dan dengan cepat menebas leher minseok hingga putus dan terjatuh kelantai, darah segar yang berasal dari leher dan kepala minseok langsung membanjiri lantai rumah minseok..
Kepala minseok yang terputus itu menggelinding tepat sampai di depan pintu dengan mata yang terbuka lebar..
Drrrt.. Drrrt.. Drrrt
Ponsel dimeja nakas bergetar
'Jongdae's calling' terpampang di layar monitor
.
.
.
Luhan berjalan menuju dapur, ia tetap tidak bisa tidur jika suaminya belum pulang
Ia mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas
SSSSSSSSTTT
Televisi diruang tengah tiba-tiba saja menyala dengan sendirinya, luhan berjalan cepat kearah ruang tengah
Televisi itu hanya menampilkan gambar kusut seperti semut
TIIIT
Luhan memencet tombol off
"Signal bonae.. Signal bonae.. Jirit jirit jirit"
"OMO"
Luhan memegang dadanya kaget, tepat setelah televisi mati, radio dibelakangnya tiba-tiba menyala..
Dengan cepat luhan mematikannya juga
Drrrt.. Drrt.. Drrrt
Lalu kemudian, lampu diruangan tengah tiba-tiba mati dan nyala dengan sendirinya
Luhan mulai waspada, ia berlari dengan cepat dan menabrak kursi goyang yang tersimpan dengan rapi ditempatnya semula
DEG
"b-bagaimana bisa? kursi ini kan sudah.. "
'Hm.. Hm.. Hm.. Hm'
DEG
senandung itu lagi.. luhan dengan cepat berdiri, ia mengedarkan pandangan keseluruh penjuru ruangan..
"Apa yang kau inginkan dariku? kenapa kau terus mengangguku?"
Luhan menatap nyalang "keluar! tunjukan wajahmu dihadapanku"
SREEEET
sesosok bayangan hitam melintas dengan cepat dibelakang tubuh luhan
Luhan menoleh, ia genggam kalung salibnya erat "tunjukan dirimu pengecut!"
Sesosok bayangan wanita bermulut robek itu muncul lagi dibelakang tubuh luhan sambil membawa pisau
"GRRRRRHHHH"
luhan berbalik dan sosok itupun menghilang
Nafas luhan memburu, ia pejamkan matanya dengan tubuh bergetar
"Atas nama bapak dan roh kudus.. Aku berlindung dari kekuatan jahat iblis-iblis yang terkutuk"
Drrrrt. Drrrt..
Lampu kembali berkedip-kedip
SYUUUT
"AHHHHH"
BRUUUUUK
Tubuh luhan jatuh kebelakang hingga tubuhnya terbaring dilantai
GREPPP
"hmmpfthh.. "
Luhan bisa merasakan ada yang mencekik lehernya tapi ia tidak bisa melihat dengan jelas karena lampu yang terus berkedip
SREEEEET
Tubuh luhan diseret diatas lantai dengan cepat
"GRRRRRRHHHH"
Lampu masih berkedip cepat, sosok iblis bermulut robek itu terlihat ketika lampu menyala, tapi ketika lampunya mati tubuh luhan seolah diseret tanpa ada yang menyeret
SREEETT
BRAAAAAAKKK
tubuh luhan diseret hingga menabrak pintu utama
.
.
Sehun sampai di depan rumah sambil membawa sebuket bunga mawar, atas usulan jongin ia berniat untuk meminta maaf pada istrinya itu atas sikapnya tadi pagi..
BRAAAAKK
Sehun terkejut ketika pintu rumah tiba-tiba saja terbuka
"Luhan"
Sehun langsung berlari panik begitu melihat luhan yang tergeletak diteras luar
"s-sehun.. "
"Ada apa ini lu? kenapa-"
"Sehun, makhluk itu menganggu ku lagi, tadi ia mencekik leherku dan hampir membunuhku"
Sehun menatap ke dalam rumah
"Tidak ada siapa-siapa di dalam lu.. "
"Tadi dia disana, wajahnya hancur dan mulutnya robek.. "
Sehun memandang istrinya itu dengan pandangan yang sulit diartikan
Tidak ingin membuat suaminya semakin salah paham, luhan menarik tangan sehun dan membawanya menuju kamar mandi
"Tadi pagi air showernya berubah jadi darah sehun ah.. "
Sehun memutar kenop pemutarnya pelan
KREEETTT KREETT
CIIITT
SRRRRHHHH
Air jernih keluar dengan deras dari shower tua itu
Luhan terperangah "b-bagaimana bisa.. "
Luhan kemudian menarik tangan sehun menuju wastafel
"Tadi disini ada yang menulis- eh.. "
Luhan terperangah lagi, tulisan 'YOU DIE' itu sudah hilang tak berbekas
"Sehun aku tidak bohong, tadi dicermin ini ada tulisan 'YOU DIE' yang ditulis dari noda darah.. "
Sehun terdiam dan terus memandang luhan
"Sehun aku mohon percayalah padaku"
Sehun menghela nafas dan memijat pelipisnya pelan
"Luhan aku.. "
"Untukmu.. "
sehun menyodorkan bunga mawar yang tadi ia bawa
"Tadinya aku berniat meminta maaf padamu karena telah membentakmu tadi pagi. tapi setelah melihat ini aku.. "
Luhan diam, matanya berkaca-kaca
"kau membuatku kesal.. "
DEG
airmata luhan langsung mengalir detik itu juga
"Sehun kenapa kau tidak percaya padaku.. hiks.. aku tidak bohong sehun.. aku tidak bohong.. hiks a-aku ketakutan"
"Bagaimana aku bisa mempercayai sesuatu yang tidak masuk akal seperti ini luhan!"
Nada bicaranya mulai meninggi
Luhan menundukan kepalanya dalam
Sehun menghela nafas "sudahlah, aku lelah.. aku mau tidur"
Sehun meninggalkan luhan yang menangis seorang diri di kamar mandi
.
.
.
Luhan menatap punggung sehun yang tidur memunggunginya
Ia menghela nafas lelah, mau tidak mau ia harus menghadapi semuanya sendirian.. sehun sama sekali tidak mempercayai ucapannya
Luhan bangkit dari ranjang, entah kenapa ia sedang ingin tidur dengan putra kesayangannya
Luhan berjalan seorang diri menuju lantai 2 dimana kamar taeyeong berada, ia melewati kamar kosong yang menurut minseok tidak boleh dibuka
Saat melewati kamar itu pintunya sudah dalam kondisi terbuka, luhan berinisiatif menutup pintu kamar itu. setelah ditutup, luhan kembali berjalan menuju lantai 2
CKLEK
DEG
tepat ketika luhan berbalik, pintu itu kembali terbuka dan sebuah tangan panjang berwarna hitam arang membekap mulut luhan dari belakang
"Hmmppffth.. "
SYUTTT
BRAAAKK
tubuh luhan langsung ditarik kedalam dan pintu kamar otomatis menutup
BRAAAK.. BRAAAKK.. BRAAK
"HMMPPPHTFPH"
.
.
.
Sehun terbangun dari tidurnya, ia berbalik dan tidak mendapati luhan disebelahnya. ia memutuskan untuk bangkit dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih
GLUK GLUK GLUK
Sehun minum sampai habis..
"Sehun.. "
Sehun berbalik "luhan.. "
Luhan tersenyum manis ia berjalan dan memeluk tengkuk sehun dan mencium bibirnya dalam
"Sehun maafkan aku.. aku tahu aku memang berlebihan.. maafkan aku.. jangan marah lagi padaku"
"Aku tidak marah lu, aku hanya tidak mengerti kenapa kau terus-terusan bersikap aneh.. "
Luhan tersenyum cantik "iya tetap saja maafkan aku.. aku janji tidak akan melakukan itu lagi"
Luhan menelusupkan wajahnya di dada bidang sehun
"Aku juga minta maaf karena telah membentakmu.. aku mencintaimu oh luhan"
"Aku juga mencintaimu oh sehun"
Luhan kembali meraup bibil tebal didepannya, ia hisap dan ia gigit benda kenyal itu penuh nafsu
"aku merindukanmu sehun.. "
Luhan dengan nakal membuka kancing teratas piyama sehun
Sehun tersenyum, ia tahan pergerakan tangan luhan di dadanya
"akupun.. kita lakukan dikamar"
Luhan tersenyum lagi "aku milikmu sayang.. "
Sehun menggendong tubuh luhan ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar mereka..
.
.
.
.
.
TBC
Fast up ya, gimana? Next or delete?
