Hehe... Gomen ya untuk Sekar-san. Mitsu lupa kalau Hana itu masih hidup...

Yak! Publish dalam waktu kilat! Silakan membaca!

Aihara Mitsuki © OC milik Mitsu

Kaori Hanabi © OC milik Hanabi Kaori

Fujisaki Hinagiku © OC milik Erika-chan Kaoru

Akimoto Yuuka © OC milik Sky Still Fujoshi

BLEACH © TITE KUBO

Orange and Moon

Chapter 3

We must keep the baby

Setelah tidak ada lagi benda-benda yang meluncur ke arah mereka berempat, mereka berempat dengan tingkat penasaran yang sangat tinggi mengintip ke dalam kamar Ichigo.

Mata mereka berempat langsung terbelalak melihat apa yang ada di dalam kamar Ichigo.

Ternyata di dalam kamar Ichigo ada…


Ada 2 orang bayi yang sedang memberantakan kamar Ichigo. Di dekat kedua bayi itu tampak Ichigo sedang sibuk membereskan kamarnya yang sudah lebih parah dari pada kapal pecah.

Mata Ichigo ikut terbelalak melihat MitsuHanaGikuAki sedang sweatdrop melihat apa yang ada di hadapan mereka.

Keadaan pun hening selama beberapa menit.

"Ichigo-Taichou..." kata Mitsuki mencoba untuk memecahkan keheningan itu.

"Itu ana-" perkataan Mitsuki langsung disela oleh Hana.

"Ichi! Sejak kapan kamu punya anak?" teriak Hana membuat semua yang di sana menjadi tambah sweatdrop.

"Enak saja! Siapa bilang mereka anakku!" teriak Ichigo.

"Jadi itu anak siapa?" tanya Akimoto tetap stay cool.

"Ini anak yang dititipkan oleh tetanggaku. Mereka bilang kalau mereka mau pergi ke luar kota. Karena itu mereka menititipkan kedua anak kembar mereka kepadaku selama beberapa hari," kata Ichigo.

"Huweeeee!" kedua bayi itu tiba-tiba menangis.

"Aduh... Tenang dong... Cup cup..." kata Ichigo sambil menggendong kedua bayi itu.

"Biar aku saja yang menggendong mereka, Ichigo-Taichou," kata Mitsuki.

Ichigo menyerahkan salah satu bayi itu kepada Mitsuki.

"Tenang ya..." Mitsuki menggendong bayi itu.

Akhirnya kedua bayi itu pun berhenti menangis.

"Hah... Akhirnya berhenti nangis juga..." Ichigo meletakkan bayi itu ke ranjangnya.

"Siapa nama bayi ini, Ichigo-Taichou?" Mitsuki ikut meletakkan bayi yang digendongnya ke ranjang Ichigo.

"Kalau yang warna rambutnya hitam namanya Kuro. Sedangkan yang rambutnya warna biru tua namanya Ao," kata Ichigo (Mitsu males pikirkan nama mereka *Plak*)

"Ngomong-ngomong mana keluargamu yang lain, Ichigo?" tanya Hinagiku.

"Aah... Itu..." Ichigo menggantung perkataannya. Membuat empat orang lainnya menjadi penasaran.

Ichigo kelihatan sedang gemetaran. Beberapa detik kemudian Ichigo menghela nafas dalam-dalam lalu berteriak.

"INI SEMUA GARA-GARA SI BAKA OYAJII ITU!" teriak Ichigo.

"Hah?" heran MitsuHanaGikuAki bersamaan.

"Akan kuberi tahu ke kalian apa yang tadi terjadi," kata Ichigo.

~Flashback~

Ichigo turun dari kamarnya setelah masuk kembali ke dalam tubuhnya. Tetapi gerakannya terpaksa berhenti gara-gara Isshin segera berlari ke arahnya.

"Ichigo my lovely son!" teriak Isshin sambil menyerang Ichigo dengan jurus tendangannya.

Ichigo segera menendang Isshin sehingga membuat Isshin dengan sangat terpaksa mencium lantai.

"Baka Oyajii..." kata Ichigo sambil pergi ke dapur meninggalkan ayahnya yang lagi sekarat.

"Onii-chan~~" seru Yuzu riang.

"Yo, Yuzu," kata Ichigo.

"Ichigo! Kamu kejam sekali meninggalkan ayahmu seenaknya!" Isshin berlari mengejar Ichigo ke arah dapur.

"Yuzu, apa makan malam hari ini?" tanya Ichigo tidak menghiraukan Isshin.

"Kamu kejam sekali! Kenapa kamu malah tidak menghiraukan ayahmu!" dengan semangat 45, Isshin segera berlari lagi ke arah Ichigo.

"Terima ini, Ichigo! Serangan baru dari Kurosaki Isshin, Super Ultra Lovely Dad Kick!" teriak Isshin meneriakkan nama yang tentu saja super aneh itu sambil melompat mencoba menendang Ichigo untuk yang kedua kalinya.

Ichigo menggeser sedikit badannya sehingga Isshin melesat ke samping Ichigo. Isshin yang tidak bisa menghentikan gerakannya di udara pun langsung menerjang kaca di rumahnya dan hampir saja menabrak kedua tetangganya yang kebetulan lewat di depan rumah Ichigo.

"Kyaaaa!" teriak tetangganya yang cewek itu. Untung saja Isshin jatuh tepat di dekat kaki tetangganya itu.

"Hehe.. Gomen..." kata Isshin sambil ketawa enggak jelas.

"Ti... Tidak apa-apa kok. Aah... Kebetulan anda ada di sini, saya mau minta tolong dengan anda. Apakah anda bisa menjaga kedua anak kami?" tanya tetangga mereka yang cewek.

"Tentu saja bisa! Serahkan saja kepada Kurosaki Isshin yang sudah berpengalaman menjaga bayi ini!" teriak Isshin sambil berdiri.

"Untunglah... Kami mau pergi ke luar kota. Tapi kami tidak boleh membawa bayi. Jadi kami mau minta tolong menitipkan bayi kembar kami selama beberapa hari," kata tetangganya yang cowok sambil menyerahkan kedua bayi mereka kepada Isshin.

"Oke!" teriak Isshin sambil menggendong kedua bayi itu.

"Kalau begitu kami permisi dulu. Arigatou," kedua tetangga itu pun pergi.

Isshin segera berlari masuk kembali ke rumahnya.

"Ichigo! Kamu harus menjaga kedua bayi ini!" teriak Isshin sambil melempar kedua bayi yang ada di gendongannya ke arah Ichigo.

Dengan reflek yang sangat bagus Ichigo menangkap kedua bayi itu dengan sempurna.

"Baka Oyajii! Mana ada orang yang melempar bayi dengan seenaknya!" teriak Ichigo.

"Yuzu! Karin! Sekarang ayo kita bersiap-siap!" teriak Isshin tidak mempedulikan teriakan Ichigo (balas dendam.)

"Bersiap-siap ngapain, Otou-san?" tanya Yuzu bingung.

"Palingan hal yang tidak berguna lagi," kata Karin cuek sambil menonton TV.

"Kita akan pergi ke gunung untuk jalan-jalan!" teriak Isshin.

"Hah? Ide gila apa lagi itu?" tanya Karin.

"Ayo kita segera berangkat!" Isshin segera memperlihatkan barang-barangnya yang entah kapan disiapkannya.

"Tunggu! Kalau kita pergi jalan-jalan bagaimana dengan Kuro dan Ao?" Ichigo mencoba menghentikan kegilaan ayahnya.

"Soal itu tentu saja kami serahkan kepadamu, Ichigo! Apa lagi sekolahmu kan tidak libur! Tidak mungkin aku ikut membawamu pergi kalau sekolahmu tidak libur! Aku tidak akan mengizinkanmu untuk bolos!"

"Tu-" perkataan Ichigo terhenti.

"Kalau begitu kami pergi dulu! Bye, Ichigo!" teriak Isshin sambil pergi dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari Shunpo sambil membawa Karin dan Yuzu.

Ichigo pun sweatdrop melihat tingkah ayahnya yang tidak berubah yaitu tetap seenaknya saja.

"A... A... BAKA OYAJII!" teriak Ichigo.

~End of Flashback~

MitsuHanaGikuAki sweatdrop mendengar cerita dari Ichigo.

Tiba-tiba terasa ada reiatsu yang mengagetkan mereka berlima

"Reiatsu ini..." kata Mitsuki

"Menos Grande..." Akimoto menoleh ke luar jendela

"Tidak hanya Menos Grande. Ada Espada juga..." kata Hinagiku

"Ayo kita pergi! Lokasinya ada di taman Karakura!" teriak Hana

Mitsuki segera meminum Soul Candy Chappy nya, Hinagiku juga meminum Soul Candy Gringo, sedangkan Akimoto meminum Soul Candy King. Hana hanya langsung keluar dari tubuh aslinya saja. Mereka berempat segera keluar dari jendela kamar Ichigo, meninggalkan Ichigo yang sedang sibuk menangkap Kon yang tidak mau masuk lagi ke dalam tubuh Ichigo


~~TBC~~

Author: Hahahahaha! Akhirnya selesai juga!

Ichigo: Author stress! Kenapa kamu malah menitipkan bayi hah!

Author: Terserah dong... Pokoknya ayo bantu bacakan Reviewnya!

Ichigo: Review pertama dari Hanabi Kaori Yah... Author yang bodoh itu lupa kalau Hana masih manusia normal sama denganku

Author: Maafkan kebodohan Mitsu... *Nunduk-nunduk*

Mitsuki: Review kedua dari ariadneLacie Arigatou ya~~ Author memang mau memberi tahu tentang OC nya~

Author: Yang terakhir dari Captain05 Hinagiku Huweeeee... Gomen banget ya kalau pendek... Mitsu juga enggak jago dalam pendeskripsian...

Pokoknya Review ya! Biar Mitsu tambah jago!