"We are more than what we do,
Much more than we accomplish,
Far more than what we posses."
William Arthur Wards
.
.
.
Touché
[REMAKE NOVEL – WINDHY PUSPITADEWI]
By Admin Park
Main Cast:
Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast:
Find it by yourself.
Genre: Drama-Romance-Fantasy
Rate: T
Warning: Yaoi, Boys Love, Boy x Boy
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
"Dengan begitu ketiga tokoh utama sudah lengkap!" ujar Kyuhyun.
Baekhyun mengrenyit, "Tiga tokoh utama?"
"Yes. The empath, the mind reader and the text absorber." Jawab Kyuhyun.
Baekhyun tertegun . Semua terdiam dengan jawaban dari Kyuhyun. Jantung Baekhyun berhenti berdetak untuk sesaat. Berarti benar! Orang ini sudah tahu tentang kemampuanku.
Baekhyun mengalihkan pandangan nya ke arah Kai dan Chanyeol.
Tunggu!
Jika the empath yang artinya orang yang bisa merasakan perasaan orang lain adalah Baekhyun sendiri, maka pembaca pikiran dan penyerap tulisan adalah...
Mereka berdua?!
PLOK
Suara tepuk tangan Kyuhyun mengalihkan pandangan Baekhyun .
"Aku akan dengan senang hati menceritakan padamu apa yang sebenarnya terjadi, tapi karena cukup berbahaya jka kita membicarakan hal itu disini," Katanya. "If you don't mind of course."
Baekhyun mengangguk tanpa sadar karena dirinya sendiri pun sangat penasaran dengan kemampuan yang ia miliki.
"Great," ujar Kyuhyun. "Baiklah, kalau begitu kalian bisa berganti baju terlebih dahulu, aku ada urusan sebentar."
Kyuhyun menyerahkan kartu namanya ke Baekhyun. "Kita bertemu dirumahku di daerah Yeonsan-dong sehabis ini." lanjutnya.
"Kalian berdua," tunjuk Kyuhyun kearah Kai dan Chanyeol. "Sebaiknya kalian tetap ikut karena walaupun aku sudah memberitahu kalian, aku belum memberitahu semua-nya."
Setelah berkata seperti itu, Kyuhyun keluar.
Baekhyun segera menuju ruang ganti. Didepan gerbang, Chanyeol sudah menunggu dengan motor hitam besarnya. Tanpa banyak bicara, Chanyeol langsung menyerahkan helm kepada Baekhyun begitupula sebaliknya Baekhyun langsung menerima helm itu tanpa banyak tanya.
Mereka langsung menuju kerumah Cho ssaem dengan mengikuti alamat yang tertera di kartu pemberian guru tersebut.
Tapi, "rumah" mungkin bukan kata yang tepat, karena bangunan itu lebih mirip istana. Dua pilar besar replika pilar Kuil Parthenon menyangga rumah bertingkat tiga itu. Tidak ketinggalan taman bunga yang sangat luas dengan air mancur berpatung Dewa Cupid.
"Daebak!" seru Kai spontan.
"Ah, kalian sudah datang?"
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah Kyuhyun yang baru saja keluar dari mobilnya. Ia memasukkan tangannya ke saku celana lalu tersenyum.
"Ayo masuk, kalian tidak hanya ingin berdiri disini saja kan?"
Kyuhyun pun membawa mereka keruang tamu tempat mereka melihat sebuah piano tua besar.
"Kalau boleh tahu, apa pekerjaan ayah Anda?" tanya Kai. "Mafia?"
"Al Capone sudah ketinggalan zaman. And, my father is the CEO of King Group." Jawab Kyuhyun santai sambil meminta pelayan untuk menyediakan minuman. "Apa kalian suka jus jeruk?"
.
.
.
.
.
"Saya ingin memulai pembicaraan ini dengan satu pertanyaan bodoh," kata Baekhyun, masih terkagum-kagum dengan rumah Cho ssaem. "Tapi saya sangat ingin tahu, apakah menjadi orang kaya itu menyenangkan? Maksud saya, kita sering mendengar atau membaca cerita pewaris perusahaan besar mendapat tekanan sejak kecil, tidak merasa bahagia, hidup diatur dan seterusnya sehingga ingin hidup normal sebagai orang biasa. Is it true atau mereka hanya berusaha menjadi drama queen?"
Kyuhyun tertawa.
"Kau terlalu banyak menonton drama," katanya, masih tergelak. "Are you kidding? Being rich is a wonderful thing! Aku bisa mendapatkan semua yang ku mau, pergi ke semua tempat yang ingin ku kunjungi, dan banyak orang rela membunuh untuk bisa berada diposisiku. Dengan apa yang ku miliki itu, mana mungkin aku mau menukarkannya hanya agar bisa hidup sebagai orang biasa? You must be joking!"
"Nice," kata Kai kagum. "Sepertinya Chanyeol bahkan tidak perlu menyentuh anda untuk mengetahui apakah Bapak berbicara jujur atau tidak."
"Karena kau menyinggungnya, mungkin sebaiknya kita mulai saja," kata Kyuhyun setelah meminta semua pelayan pergi dari ruangan itu.
"Selama ini kalian pasti punya segudang pertanyaan menyangkut kemampuan yang kalian miliki itu, right?" tanya Kyuhyun. Mereka bertiga mengangguk.
"And still no answer." kata Kai.
"Not even from the internet." Timpal Baekhyun
"Hingga bapak menceritakannya pada kami." Kata Kai lagi lalu melirik Baekhyun. "Tapi belum pada Baekhyun."
"Kemampuan kita ini diturunkan," lanjut Kyuhyun. "Walau tidak pada setiap generasi."
"Kita?" ulang Baekhyun. "Ssaem juga memiliki kemampuan?"
Kyuhyun mendekati piano tua yang ada di dekat meja mereka. Dia menyentuh tutsnya selama beberapa saat dan mulai memainkan The Nutcracker dari Tchaikovsky.
"Sejujurnya," katanya sambil terus memainkan piano, "aku tidak bisa membaca not balok. Aku bahkan buta nada. Aku juga tidak pernah les piano sebelumnya. Aku sudah memberitahu hal ini pada Kai dan Chanyeol."
"Jadi ssaem bisa memainkan lagu hanya dengan menyentuh alat musiknya?" Baekhyun ternganga.
Kyuhyun menghentikan permainannya. Dia menatap Baekhyun sambil tersenyum.
"Kemampuan kita tidak berjalan seperti itu," jelasnya. "Jadi walaupun kau membaca pikiran dan perasaan seseorang, pada kenyataannya yang kaulakukan adalah menyerap. Your touch absorbs other's mind or feeling, seperti hal nya Kai menyerap tulisan. Hanya saja memang ada beberapa orang pengecualian."
Baekhyun mengerjap. "Tunggu, tunggu. Apa kita masih bicara dalam bahasa yang sama? karena saya tak begitu mengerti dengan apa yang ssaem katakan."
"My ability sama seperti kalian bertiga," Kyuhyun bangkit lalu berjalan kembali ke kursinya semula. "My touch menyerap ingatan alat-alat musik itu akan permainan yang sebelumnya pernah dimainkan. Aku bisa memainkan The Nutcracker-nya Tchaikovsky karena sebelumnya sudah ada yang pernah memainkannya menggunakan piano tua itu."
"Jadi artinya , jika ssaem diminta untuk memainkan lagu dari alat musik yang benar-benar baru, ssaem tidak bisa melakukannya?" tanya Baekhyun.
"Tepat," Kyuhyun tersenyum. "Seperti itulah cara kerja kemampuan sentuhan milik kita, kaum touché."
"Tu-tusye?"
"That's how we say it," Kyuhyun membenarkan. "Tapi kita menuliskannya T-o-u-c-h-é. It's a France word."
"Kalian sudah tahu tentang ini semua?" Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Kai dan Chanyeol.
Kai mengangkat bahu. "Hanya sampai disitu."
"Ssaem tidak sedang mengada-ada kan?" Baekhyun menatap Kyuhyun curiga.
"What for?" Kyuhyun menghela nafas. "Kemampuan kita ini sudah diturunkan secara acak dari generasi ke generasi. Aku sudah menyelidikinya dan memang kaum touché sudah ada sejak dulu. Kalian pasti tidak menyangka siapa saja yang termasuk kaum touché."
"Siapa?"
"Karl Friedrich May adalah touché," Kyuhyun memulai.
"Penulis Winnetou dan Old Shatterhand itu?" Baekhyun menatapnya tak percaya. "Tidak mungkin."
"Kau pikir bagaimana dia bisa menceritakan dengan detail apa yang terjadi di Amerika padahal dia belum pernah sekalipun menginjakkan kaki disana?" Kyuhyun menatap mata mereka. "Dia menggunakan sentuhannya untuk membawa pikirannya ke daerah itu."
"Dengan cara apa?" tanya Chanyeol yang sedari tadi hanya bungkam.
"Surat kabar," jawab Kyuhyun. "Dia menyerap kejadian dan pemandangan yang ditampilkan oleh foto maupun cerita di surat kabar itu tentang Amerika. Kalau tidak salah, saat membuat Winnetou dia sedang dipenjara tapi dia diperbolehkan membaca surat kabar sebagai satu-satunya benda yang menghubungkan dirinya dengan dunia luar."
Mereka bertiga menahan nafas.
"Beethoven is a touché," Kyuhyun melanjutkan.
"Bohong." Desis Kai.
"Dia tuli, ingat?" Kyuhyun menatapnya. "Bagaimana seseorang bisa membuat lagu dalam keadaan tuli? Dengan sentuhannya dia bisa menemukan nada yang benar dan tidak. Dia tidak perlu menggunakan telinganya untuk itu, dia menggunakan tangannya."
"Lalu siapa lagi?" tanya Chanyeol.
"Kau mulai bersemangat ya?" Kyuhyun tersenyum. "Berikutnya Flavio Blondo, dia arkeolog abad pertengahan. Dia meneliti semua peninggalan Romawi abad pertengahan dan dengan kemampuan sentuhannya, dia merekonstruksi kejadian pada masa itu."
"Apa yang dia lakukan?" tanya Baekhyun
"Dia menyerap ingatan bangunan," jawab Kyuhyun. "Hampir sama dengan kemampuanku, hanya saja dia tidak melakukannya pada alat musik. Banyak orang yang punya kekampuan seperti ini dan aku berani bertaruh bahwa lebih dari setengah arkeolog terkenal adalah touché."
"Masih ada lagi?" tanya Chanyeol.
"Aku bisa memberimu jutaan nama," jawab Kyuhyun. "Unfortunately, waktu kita tidak sebanyak itu jadi aku hanya akan memberi kalian satu nama lagi. Dia adalah Dr. Joseph Bell."
"Siapa?" Tanya Kai.
"Inspirasi Conan Doyle untuk membuat Sherlock Holmes," Chanyeol menjelaskan. "Dr. Joseph Bell adalah Sherlock Holmes di dunia nyata."
"Benar, obiviously you know a lot." Puji Kyuhyun. "Dr. Joseph Bell adalah karakter Sherlock Holmes dan kemampuan analisisnya didasarkan pada Dr. Bell. Dr. Bell bisa melakukan deduksi hanya dari benda, bahkan menerka dari mana seseorang berasal hanya dari pasir di sepatunya dikarenakan dia adalah touché. Dia menyerap ingatan benda-benda itu."
Kyuhyun menyesap americano-nya lalu memandang mereka. Mereka bertiga hanya diam, terlalu shock hingga tak sanggup berkata apa-apa. Semua informasi itu terlalu tiba-tiba dan terlalu banyak untuk dapat mereka terima.
"Keren.." gumam Kai.
"Lalu, darimana sebenarnya kemampuan kami?" tanya Chanyeol, wajahnya tetap dingin. Kalaupun shock, dia bisa menutupinya dengan baik.
"Sayangnya aku belum berhasil menemukannya," Kyuhyun menghela nafas. "Penelitianku juga masih belum menyentuh abad sebelum masehi. But i found something."
"Kekuatan kita diturunkan secara acak dan tidak selalu pada tiap generasi," lanjutnya. "I mean, kalau kita memiliki kekuatan ini belum tentu ayah dan ibu kita juga memiliki kekuatan yang sama sehingga kemungkinan mereka tahu tentang hal ini nearly zero percent. Bisa jadi generasi terakhir sebelum kita adalah kakek buyut kita."
Mereka terdiam.
"Dan apa kalian tahu ada berapa orang yang memiliki kemampuan seperti kita?" Kyuhyun sambil melepas kacamatanya lalu menatap mereka bertiga yang langsung menelan ludah. "Thousands."
"Tersebar diseluruh dunia," dia menaruh gelasnya lagi ke meja. "Dan selama ini kalian merasa sendirian?"
"Seperti halnya bakat melukis, kemampuan yang sejenis dengan kita tidak diturunkan pada satu orang," Kyuhyun melanjutkan. "Kemampuan menyerap tulisan seperti yang dimiliki Kai, di luar sana juga ada beberapa orang yang memiliki kemampuan yang sama. Milikku pun begitu, dalam pencarian saat melakukan penelitian aku menemukan beberapa orang yang memiliki kemampuan sepertiku."
"Kalau begitu... bukan hanya aku yang punya kemampuan seperti ini.." Kai menatap kedua tangannya dengan takjub.
"Dengan pengecualian..." Kyuhyun menatap Baekhyun dan Chanyeol. "The mind reader and the empath. Dalam tiap generasi hanya satu orang yang memiliki kemampuan seperti kalian."
"APA?!" pekik Baekhyun dan Kai bersamaan tapi Chanyeol tetap diam. Namun kali ini sorot matanya menunjukkan keterkejutan.
"Aku sendiri juga tidak tahu kenapa," ujarnya. "Tapi dari penelitianku, hanya ada satu orang mind reader dan satu orang empath. Orang yang terakhir memilikinya lahir pada abad ke-18, setiap tiga abad sekali lahir kemampuan seperti kalian."
"Ini juga sebabnya banyak yang mengincar kalian," tambahnya.
"Mengincar kami?" ulang Chanyeol.
"Yes, and especially you," jawab Kyuhyun. "KGB, CIA, SAS, Mossad, dan lain-lain akan lebih mudah menentukan mana orang yang berbahaya dan tidak dengan kekuatanmu. Dengan alasan yang sama juga, kemungkinan organisasi-organisasi dan orang jahat di muka bumi mengincarmu untuk dibunuh."
"Ssaem bercanda, kan?" Baekhyun mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Kalian pikir untuk apa aku tiba-tiba datang ke Korea?" Kyuhyun menghela nafas. "To warn you! Agar kalian lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam menggunakan kemampuan kalian."
"Tapi bagaimana mungkin mereka tahu tentang kami?" tanya Kai. "Pasti tidak ada yang menyangka kemampuan yang hanya tiga ratus tahun sekali itu ada di Korea."
Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke depan dan memasang wajah serius.
"Kalau aku saja bisa menemukan kalian, kenapa mereka tidak?" katanya. Mereka bertiga langsung membeku.
"Dari mana ssaem tahu tentang istilah touché?" tanya Chanyeol tiba-tiba. "Apa ssaem mengarangnya sendiri?"
Kyuhyun tersenyum. "Aku menemukannya ditengah-tengah penyelidikian tentang kemampuanku. Aku membaca nya di naskah asli buku Historie de Ma Vie yang kudapatkan dari lelang pasar gelap."
Chanyeol menahan nafasnya. "Casanova."
"Kau tahu banyak," Kyuhyun mengangguk. "Dalam buku Historie de Ma Vie atau History of my life yang terbit dan beredar sekarang, touché tidak pernah disinggung karena penerbitnya menyunting habis-habisan agar tidak terjadi kontroversi di dalam masyarakat. As we all know, hal ini bukan sesuatu yang bisa dibuktikan dengan mudah dan pihak penerbit takut Casanova akan mengalami nasib sama seperti Joan of Ark yang mati dibunuh karena dianggap memiliki kemampuan sihir."
"Jadi Casanova touché?" tanya Baekhyun tak percaya.
"Yes." Jawab Kyuhyun. "Dan untuk informasi dia adalah mind reader, sama seperti Chanyeol."
Kai dan Baekhyun langsung mengalihkan tatapannya pada Chanyeol.
"Jadi mind reader terakhir yang lahir di abad 18 yang ssaem maksud adalah Casanova?" tanya Kai.
Kyuhyun mengangguk. "Di Historie de Ma Vie versi asli di jelaskan bahwa itu sebabnya dia bisa menjadi womanizer, penakluk wanita, karena dia bisa membaca pikiran mereka."
"Ternyata begitu..." Baekhyun terpana.
"Kenapa ssaem melakukan ini?" tanya Chanyeol tiba-tiba setelah keheningan yang cukup lama. "Maksud saya, kenapa ssaem menolong kami sampai sejauh ini?"
Kyuhyun menatap Chanyeol cukup lama sebelum menjawab.
"Aku hanya menolong kaumku," jawabnya. "Karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri seorang touché mati dibunuh."
"APA?!" mereka serempak berteriak.
"Oleh siapa?" tanya Chanyeol lagi.
"Musuh abadi kita," jawab Kyuhyun.
"Paladine?" tanya Kai.
"Sort of."
"Tapi kita bukan Jumpers."
"Itu sebabnya aku bilang 'sort of'."
"Kenapa dia dibunuh?" tanya Chanyeol masih penasaran.
"He was data absorber," jelas Kyuhyun. "Seperti Kai, hanya saja dia menyerap data digital, semacam hard disk eksternal berbentuk manusia. Ini fenomena baru karena sebelumnya belum pernah ada touché yang memiliki kemampuan seperti itu. Apalagi di era digital seperti sekarang, kemampuan ini sangat berguna karena sekali sentuh dia dapat menyerap data yang paling rahasia sekalipun."
"Jadi karena itu dia di incar?" tanya Kai.
"Benar," Kyuhyun mengangguk. "Bersyukurlah kau hidup di abad 21, jika kau hidup di abad sembilan belas aku yakin touché dengan kemampuan sepertimu lah yang di incar."
"Benar. Aku harus berterima kasih pada orang tuaku," Kai meneguk minumnya dengan lega. Baekhyun terkekeh melihatnya.
"Setelah ini apa?" tanya Chanyeol tiba-tiba. Mereka semua memandangnya.
"Pardon?" Kyuhyun mengernyit.
"Ssaem bukan hanya datang untung menjelaskan tentang siapa kami dan memperingatkan kami untuk waspada, kan?" Chanyeol menatap tajam Kyuhyun.
Kyuhyun terdiam sejenak lalu tersenyum.
"Kurasa terlalu sering membaca pikiran orang membuat mu belajar untuk melihat isi kepala mereka tanpa menyentuhnya," kata Kyuhyun seraya tersenyum. "Ini pujian, terimalah."
Tak ada seorang pun yang berbicara.
"Kau benar, ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan pada kalian," dia menghela nafas. "Tapi aku akan menyimpannya untuk waktu yang tepat. Setelah ini, berlakulah dan jalanilah hidup seperti biasa walaupun..."
"Walaupun?" ulang Baekhyun.
"Sepertinya tidak lama lagi kalian akan sadar hidup kalian tidak akan pernah sama lagi," Kyuhyun masih tersenyum tapi matanya menatap tajam. "Banyak orang mungkin akan memilih untuk tidak tahu akan kebenaran agar mereka bisa hidup normal."
"Benar, aku harus hidup tenang dan jalani hidup seperti biasa dengan kemungkinan orang-orang akan segera menemukanku lalu membunuhku." Ujar Baekhyun sarkastik.
"My mistake." Kyuhyun meminta maaf. "Seharusnya aku tidak mengatakan kebenaran itu, atau mungkin seharusnya sejak pertama aku tidak perlu datang ke Korea."
"Dan ssaem baru memikirkannya sekarang." Kata Chanyeol tajam.
Kyuhyun mengangkat bahunya. "Lagipula aku melakukan ini juga untuk kebaikan kalian agar lebih waspada."
"Oh, satu lagi yang harus katakan. Biasanya kemampuan touché diturunkan pada laki-laki." Ujarnya, lalu ia beralih menatap Baekhyun. "Pengecualian untuk empath."
"APA?!" Baekhyun memekik.
"Sebenarnya hal itu juga membuatku penasaran. Tapi dari yang kuteliti sejak dulu empath selalu diturunkun kepada wanita. Hingga sekarang pun aku masih belum punya jawabannya kenapa."
"Pantas saja wajahmu sangat cantik seperti yeoja," ujar Kai seraya melihat Baekhyun dari atas hingga bawah dengan serius.
"Kau ingin mati?" gerutu Baekhyun.
.
.
.
.
"Jadi," ujar Baekhyun memutus keheningan setelah mereka keluar dari rumah Kyuhyun. "Kita ini apa? Semacam heroes?"
"Rasanya aku seperti hulk kau tahu? Dengan otak cerdas dokter Bruce Banner." kata Kai semangat.
"Lupakan." Baekhyun meninggalkan Kai tapi tiba-tiba ia berhenti lagi, "Menurut kalian, apa dia melebih-lebihkan?" tanya Baekhyun.
"Tentang?" Tanya Kai
"Tentang kemungkinan bahwa kita di incar."
"Kurasa iya," Kai mengangguk. "Mungkin ini semacam permainan anak orang kaya dan kita jadi bonekanya."
"Tidak," kata Chanyeol tiba-tiba. "Dia tidak sedang berbohong."
Baekhyun dan Kai menatapnya.
"Seseorang memang telah mati," lanjut Chanyeol seraya memasang sarung tangannya. "Data absorber itu memang ada dan dia memang baru saja meninggal di depan mata Cho ssaem. Bahkan yang menyedihkan, orang itu adalah kakak Cho ssaem sendiri."
"Ba..bagaimana kau tahu?" Baekhyun menelan ludah.
"Apa kau lupa?" Chanyeol balas menatap Baekhyun dan Kai. "Aku ini mind reader, aku menyalaminya saat berpamitan tadi. Aku membacanya."
Mereka bertiga langsung terdiam.
"Tapi tadi aku juga menyentuhnya," Baekhyun melihat telapak tangan kanannya. "Dan yang kurasakan bukan kesedihan."
Dia lalu menatap Chanyeol dan Kai secara bergantian.
"Tapi kemarahan."
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE
A/N
Halo semua! Gimana sama ceritanya? Udah dapet pencerahan di chapter ini? Hehehe. Gini, kita punya sedikit informasi. Penting ga penting sih. Agak gaenak juga karena masih chap 2 udah main jarang update aja. Jadi, admin Cho bentar lagi dalam masa ujian, jadi kita ga bisa update rutin. Dan untuk beberapa minggu kedepan, kita ga update dulu yaa. Maaf banget. Tapi kabar baiknya, setelah itu kita bakal update tiap hari sabtu loh!
Jadi tunggu terus FF ini ya, jangan lupa review! Kritik dan saran sangat diperlukan.. Terimakasih! *tebar kiss*
thanks to: akaindhe, yousee, Tania 3424, xiuxiumin, baekhyunnnchanyeolON, zatainin, septianaditya1997, Riris926, dan para Guest :*
