I'TS ALL BECAUSE OF YOU

.

.

.

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Oh Sehun

Genre : Angst, Hurt, Romance

Length : twoshoot

Summery : Kyungsoo lelah selalu mengingat Jongin. Ia hanya ingin mengakhiri hidupnya, namun Sehun selalu menggagalkannya. "K-kau,, Kau membuatku menjadi peran antagonis dalam cerita hidupku ini. Kau membuatku tak tenang dan dipenuhi rasa bersalah." , "Aku membencimu..."—Do Kyungsoo

.

.

Let's Play Begin~

.

Author POV

.

"Aku meninggalkanmu bukan untuk membuatmu menangis Soo-ya. Uljima..."

.

Seorang namja tampan berkulit albino sedang sibuk memasukan pakaian kedalam koper.

"Sesuai yang Dokter janjikan, Soo. Kau bisa pulang hari ini. Apa kau senang?" Tanyanya pada seorang namja mungil bermata besar yang duduk di pinggir bangsal sambil memegang setangkai Red Rose, namja manis itu nampak enggan menanggapi.

Namja tampan yang bernama Oh Sehun itu berpaling, dan tersenyum simpul. Mendekatkan diri pada namja yang masih tak menghiraukan keberadaannya itu.

"Soo..." Panggilnya lembut sambil membingkai wajah namja manis bernama Do Kyungsoo itu. Mengecup kedua kelopak mata yang tengah tertutup itu membuat si pemilik akhirnya ikut menatapnya.

Mereka saling bertatapan meski memiliki perasaan yang berbeda. Sang namja tampan yang menatap penuh dengan rasa sayang, sedangkan sang namja manis yang hanya membalas tatapannya dengan datar.

"Sampai kapan kau akan berkutat dengan Red Rose mu itu, Soo? Kau tak ingin pulang?" tanyanya lagi, masih dengan ucapan yang lembut seolah namja di hadapannya ini lebih rapuh dari barang pecah belah apapun didunia ini.

Berlebihan memang.

But, this is Love right?

.

Mendengar kata pulang, Kyungsoo mulai memusatkan diri. Ia mengangguk, "Tentu saja aku ingin pulang."

Sehun tersenyum lega, ia mengusap sayang rambut kecoklatan milik Kyungsoo.

"Good Boy! Lain kali jangan pernah melakukan hal yang membahayakan dirimu lagi, Arraseo..."

"Eh," Kyungsoo mengernyitkan dahinya dan membulatkan matanya lucu.

"Anni. Aku menyukainya. Lagi pula, hasilnya sangat... indah. Ah, kau ingin melihatnya?" Dengan polosnya ia membuka kancing kemeja atasnya, berniat memperlihatkan tatto yang terdapat di dada kirinya pada Sehun. Namun, dengan cepat di cegah oleh namja tampan albino itu.

"Maldo Andwae Soo-ya! Aish! Kau ingin aku menyerangmu, eoh?! Jinjja. Jangan lakukan lagi!" Sehun mengusak wajahnya, menyembunyikan rona merah yang menghiasi wajah tampannya. Sedangkan Kyungsoo hanya mengedikkan bahu tak acuh.

Tatto?

Mungkin kalian bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang hemofilia dapat memiliki tatto? Tapi itulah yang dilakukan oleh Kyungsoo. Dengan keras kepala ia bersikukuh untuk membuat tatto bergambar Red Rose tepat di dadanya. Alasan itulah yang membuat Kyungsoo di rawat inap di Rumah Sakit selama lebih dari empat bulan.

Yeah. Silly Boy.

Dia bahkan tak memikirkan nyawanya ketika memutuskan itu semua.

Orang itu, Do Kyungsoo.

.

Sehun mulai memanaskan mobilnya, membiarkan Kyungsoo untuk menunggu di luar terlebih dahulu.

"Ya. Selesai. Soo, ayo kita pulang." Sehun keluar dari mobil dan menghampiri Kyungsoo yang sedari tadi asyik melepas kelopak bunga Red Rose nya satu persatu secara perlahan.

"..."

"Soo..." ulang Sehun. Tentu saja, namja itu harus bertahan dan bersabar menghadapi Kyungsoo yang—bisa dibilang—setengah sadar.

"Kita pulang kemana?" tanya Kyungsoo, masih dengan tatapan datarnya.

"Ke apartemenku. Tentu saja. Kemana lagi?" Sehun memastikan.

Kyungsoo menggeleng, "Maksudmu ke Apartemenku kan? Itu lebih tepat."

Sehun menghela nafas lelah,"Soo..."

"Sehuna..."

"Kau tak mungkin tinggal disana. Bagaimana jika—"

"Sehuna..."

"Haish. Baiklah kita ke Apartemenmu! Kau puas?" Ya. Tentu saja, Sehun tak akan pernah menang dari tatapan memohon mata bulat Do Kyungsoo. Dan, Oh! Jangan lupakan panggilan yang terdengar indah di telinga Sehun itu.

Kyungsoo tersenyum senang, "Tentu. Kajja." Kyungsoo mengapit lengan kiri Sehun, dan mulai memasuki mobil.

.

.

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang—karena diisi dengan keheningan satu sama lain—akhirnya mereka sampai di depan Apartement milik Kyungsoo.

Sehun membuka pintu mobil penumpang untuk Kyungsoo, setelah ia mengeluarkan Koper dari bagasi. "Soo, biar aku menemanimu disini."

"Anni. Aku ingin sendiri." Untuk kesekian kalinya Sehun mendapat penolakan.

"Kumohon Soo... Aku takut terjadi sesuatu padamu,"

"Sehuna..." Lagi-lagi panggilan itu..

"Tidak Soo. Kali ini saja. Dengarkan aku." Sehun mencoba tak mengalah.

"Sehuna... Jebal~"

Baiklah, sepertinya Sehun benar-benar angkat tangan. "Aish! Terserah apapun maumu Soo,, tapi jangan pernah lupa untuk menghubungiku. Arraseo?!"

Kyungsoo mengangguk patuh sembari senyum puas menghiasi baby face nya.

"Gomawo, Sehuna. Saranghae... Chu~"

Kecupan singkat mendarat di pipi kanan Sehun, membuat namja tampan itu tertegun sambil menyentuh wajahnya yang terasa memanas.

Sedangkan si 'pelaku' hanya berlalu pergi seolah tak melakukan apapun.

.


XO_LA


.

Kyungsoo POV

.

Kulangkahkan kakiku mendekati pintu dengan bertuliskan nomor 1214 di depannya.

1214.

Mengingatkanku pada tanggal ulangtahun kami—aku dan dia. Entahlah, tapi kurasa kami tak pernah merencanakan itu sebelumnya. Hanya kebetulan.

Ya.

Kebetulan.

Aku membuka kenop pintu setelah menekan password masuk.

Aku menarik nafas panjang, mencoba menenangkan jantungku yang mendadak berdegup dengan cepat. Kulangkahkan kakiku memasuki lebih dalam ruangan apartemenku.

Masih sama.

Tak ada yang berbeda dari 5 bulan kepergianku. Yang membedakan hanya barang-barang yang terlihat berdebu. Miris.

Tiba-tiba aku merasa sesak, sesuatu menekan ulu hatiku membuatku ingin membuncah. Ketika mengingat bahwa dia menepati janjinya untuk tak kembali.

Melupakanku.

Benar-benar meninggalkanku.

Aku tak menyangka dia setega itu.

Tapi, siapa aku?

Ingatlah bahwa aku yang bersalah disini.

Dimataku dia tak pernah salah.

Kim Jongin selalu benar.

.


XO_LA


.

Aku melangkah ke arah dapur, tempat favoritku. Dimana banyak sekali kenangan indah—menurutku—yang kulalui bersamanya.

Dia yang tak pernah bisa mengungkapkan isi hatinya dengan benar padaku.

Dan menurutku itu sangat manis.

.


Flashback ON

.

Kyungsoo menatap sambil tersenyum pada seseorang yang berada disebelahnya. Seorang namja tampan berkulit Tan, yang sedang menyantap Tteokbokki buatannya.

"Bagaimana, enak tidak?" Tanya namja manis itu dengan tatapan polosnya, membuat sang namja tampan yang semula serius dengan makanannya menoleh padanya.

Dia mengangguk tanpa ekspresi, "Tidak buruk."

Kyungsoo menganga, membulatkan matanya sebal, "Hanya itu? Kau menyebalkan!" Kyungsoo merajuk, berniat untuk meninggalkan namja tampan berstatus kekasihnya itu.

"Kau marah?" Jongin menahan lengan kekasihnya.

"Kau pikir?" Balas Kyungsoo dengan ketusnya.

"Kembali duduk."

"Shireo." Kyungsoo menggeleng mantap.

"Kim Kyungsoo." Baiklah, sebutan itu merupakan pertanda bahwa Jongin akan benar-benar marah jika Kyungsoo tak menurutinya.

"Arra. Tuan Kim." Kyungsoo kembali duduk ditempatnya. Menatap Jongin dengan sebal.

"Dengarkan aku. Masakanmu akan selalu enak jika kau hanya memasak untukku." Ucap Jongin.

Rona wajah Kyungsoo berubah merekah. Ia tersenyum mendengar ucapan egois Jongin. Entah apa yang dipikirkan namja manis itu, tapi sikap Jongin yang seperti itu membuatnya senang.

"Kau mengerti?" Ulang Jongin.

Kyungsoo mengangguk antusias, "Arra. Saranghae Jongina~"

Kyungsoo memeluk kekasihnya dari pinggir, tanpa meminta pelukan balasan dari kekasihnya itu. Ia tak perduli. Meski Jongin tak pandai berucap kata. Namun Kyungsoo percaya Jongin sangat mencintainya.

Kim Jongin mencintai Do Kyungsoo.

.

Flashback OFF

.


.

"Hiks. Appo!"

Aku menenggelamkan wajahku pada kedua tanganku yang terlipat diatas lututku. Meringkuk dibawah meja makan yang tertutupi kain merah. Mengusap kasar gambar permanen yang berada tepat di dada kiriku.

Kebiasaanku jika aku merasa buruk, ingin bersembunyi dan melupakan dunia.

Aku tak menyangka akan sesakit ini.

Gores luka yang ia ukir ternyata lebih menyakitkan dari rasa sakit karena penyakit bodohku ini.

Sungguh aku tak menyesalinya. Tak akan pernah.

Bersama dengannya merupakan anugerah untukku. Aku merasa beruntung pernah bersamanya. Dia sempurna.

Dia menyempurnakanku.

Aku hanya,,, Kecewa?—bisakah ku katakan seperti itu?—Aku hanya ingin waktu kembali.

Mengembalikan kau padaku dan menghapus apa yang terjadi sekarang ini.

Melupakan hal yang meretakkan kita.

Menghapus memory yang menyedihkan.

Karena kau adalah obatku.

Saranghae Kim Jongin...

.


XO_LA


.

Author POV

.

Tampak seorang namja tampan berdiri gelisah di depan pintu apartement bernomor 1214.

Selama seminggu berlalu, Kyungsoo menutup diri dari dunia luar. Tak memperdulikan Sehun yang tak henti menghubunginya. Menyandangi apartemennya terus menerus meski sang pemilik tak pernah membukanya. Membuat namja tampan albino itu merasa sangat cemas. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada namja manis itu?

"Aish. Soo... Sedang apa kau didalam? Eotte?" Sehun mengacak rambutnya frustasi. Hingga ia mengingat sesuatu, yang dapat membantunya kali ini.

"Ya. Hanya si Brengsek itu..." Sehun menekan tombol Dial di ponselnya. Menelpon seseorang.

"Yeoboseyo." Terdengar suara berat dan serak—seperti mabuk—dari seberang sana.

"Berapa password apartement Kyungsoo?!" Tanya Sehun To The Point malas untuk berbasa-basi dengan seseorang yang telah melukai namja yang ia cintai.

"Ya! Siapa kau?!" pekik orang itu.

"Kau tak perlu tahu siapa aku Kim Jongin! Cepat katakan passwordnya karena Kyungsoo dalam bahaya!"

"Tu-tunggu... Kau..."

"Cepat!"

.


XO_LA


.

"Kau bodoh Soo! Nappeun namja! Hiks. Kau orang pertama yang membuatku menangis seperti ini. Kau puas eoh?"

"Ku mohon Soo, sadarlah. Jangan tinggalkan aku..." Sehun terisak, duduk dipinggir bangsal yang terdapat seorang namja manis yang berbaring disana.

Seseorang yang baru saja di beri obat injeksi setelah diketahui pingsan setelah tiga hari di Apartementnya seorang diri dengan luka benturan dikeningnya.

"Aku menyesal ini terulang kembali. Kau membuatku merasa bersalah Soo, Mianhae..." Sehun menggenggam tangan sang namja manis yang terasa mungil di kedua tangannya yang besar.

"Tak bisakah kau melupakannya? Aku mencintaimu, Soo..."

Sehun mengecup lembut kedua belah bibir Kyungsoo, menyalurkan apa yang ia rasakan pada namja yang dicintainya itu. Membisikan dengan indah sebuah lantunan cinta nan sederhana,"Saranghae Do Kyungsoo..."

Membuat namja yang berbaring tenang di sana menitikan air mata tanpa sadar.

Ia merasa bersalah.

'Mianhae, Sehuna..'

.


XO_LA


.

"Kyungsoo, kau makan ya... Sejak kemarin kau tak mengisi perutmu." Sehun membujuk Kyungsoo untuk melahap suapannya. Setelah kemarin Kyungsoo tersadar dari pingsannya, sampai sekarang Kyungsoo tak mau melakukan apapun, termasuk tak ingin berbicara.

Kyungsoo menggeleng kaku. Matanya menatap kosong keluar jendela yang terlihat cerah.

"Soo... Aku tak ingin kau sakit." Tak hentinya Sehun memohon pada Kyungsoo. Meski namja bermata bulat—yang kini terlihat sayu—itu tetap bergeming.

"Kau sudah seperti mayat hidup, Kyungsoo." Sehun mulai putus asa. Ia merasa habis berbicara dengan manekin.

"Kumohon, jangan seperti ini..."

"Kau bahkan melupakan keadaanmu, Soo. Kau terlihat buruk."

"Kau—"

"Aku hanya ingin semua berakhir." Tiba-tiba Kyungsoo bersuara.

"Eh, Soo?" Sehun tersentak.

Kyungsoo mulai menoleh dan menatap pada Sehun meski masih dengan tatapan kosongnya,"Aku ingin menghilang dari dunia ini. Aku lelah dengan semuanya."

"Soo..."

"Tapi kau menghalanginya. Dengan bodoh kau selalu menolongku, meski kau tahu aku tak pernah mengharapkan keberadaanmu."

"..." Sehun tak bisa berkata-kata mendengar ungkapan Kyungsoo tentangnya. Meski namja bermata bulat itu berbicara dengan wajah tanpa ekspresi, namun sukses menusuk organ dalam Sehun yang kini berdetak tak beraturan.

"K-kau,, Kau membuatku menjadi peran antagonis dalam cerita hidupku ini. Kau membuatku tak tenang dan dipenuhi rasa bersalah." Liquid bening menjatuhi pipi—yang semula chubby—namja manis itu.

"Mi-mianhae Soo..."

"Aku membencimu..."

'Chu~' Sehun membekap bibir tebal Kyungsoo dengan bibirnya. Mencoba ikut merasakan pahit yang dirasakan Kyungsoo melalui kedua bibir yang menyatu itu.

"Saranghae Do Kyungsoo... Jeongmal Saranghae..." Bisik Sehun dalam jeda ciumannya.

Kyungsoo tak menolak, namun tak membalas. Kyungsoo membiarkan Sehun untuk mendominasi dirinya. Berharap dapat merasakan apa yang dia dapatkan dulu dari Jongin.

Lagi-lagi Jongin.

Jahat memang. Tapi yang ia bayangkan kini adalah Jongin yang mencumbuinya.

Sampai kapanpun bagi Kyungsoo, hanya Jongin.

Kim Jonginnya.

"Mianhae Sehuna..."

Tak lama Sehun mendapatkan Kyungsoo yang tiba-tiba terdiam, terkulai lemah di rengkuhannya.

.

.

.

The End

.


.

Loha Yeorobundeul~

SooLA is Back..

Mianhae for Late update—again?

Buat Chap ini sambil nonton FanMade Fanservice, cari feel mereka. Dan akhirnya dapet juga feel nya. Wkwk. Mianhae. Jujur aja nih, Karakter Sehun disini ngingetin aku sama Suho & Chanyeol. Jadi rada ganggu juga. Untungnya berhasil—ane ikutan sedih *ew. Fyuuh~

Sebelumnya makasih banget ya buat yang berpartisipasi di Chap kemarin. Kalian sukses bikin aku bingung dan serba salah. Haha. Banyak yang minta endingnya jangan dibuat sad, akhir kata aku malah buat ending yang begitu tidak elitnya. Jangan sebel sama aku... T_T

Biarkan yeorobundeul saja yang meneruskan. Wk.

Boong ding. Aku nggak sejahat itu, sebenarnya aku ada rencana buat sequel sudut pandang Kai. Kasihan aja sama Kai, aku mau buktiin kalau Kai nggak sejahat yang kalian kira TT_TT. Oneshoot sih, tapi yang merasa belum puas sama kejelasan HunSoo, berdoa aja nanti ada kejelasannya di sequel soon. Itupun kalau ada yang mau -_- . Kalaupun jadi, aku usahain nggak lebih lama dari seminggu. -_-V

Ya Udin lah, yang masuk akun aku balas lewat PM ne. Check – Check.

.

Big Thanks To :

ArraHyeri, kadislove, opikyung0113, IkaIkaHun11, Chris1004, yamanaka aya, febriafar, ChangChang, gestyansa, rebeccakiney, andreaders-deul.

.

Terima kasih untuk partisipasi kalian semua. Terima kasih juga untuk yang men-favorite dan Follow ceritaku.

XoXo Saranghanda~ :*