Hola!
Gomen, gomen... Vil ketelatan (banget) untuk update *bow bow*
Tapi beneran dah! Vil nggak niat untuk telat update! (TT^TT) Vil Cuma di kekang untuk ujian kemarin... *pundung*
Sebagai permintaan maaf, Vil panjangin nih Wordsnya :") Tapi maaf, Fluff masih belum di temukan disini (masih humor).
Baiklah! Sebelum memulai, izinkan Vil untuk menjawab pertanyaan Readers-sama :D
URuRuBaek : hahahah XD err.., sayanganya Itachi belum muncul di chap ini *bow* tapi bakal vil munculin kok! Tenang :v *panik* makasih dukungannya :D
michhazz : Iyaa XD ini semua berawal dari Naruto Mens (lol) *ngakak guling2* eh? Typo ya? Soalnya Vil selalu pakai 'Uciha' lho *panik* makasih dukungannya ^_^ nggak apa-apa cerewet kok, bikin semangat soalnya XD AC 12 c itu ada kok :D ac dirumah Vil sampai 10 soalnya.
Luky khairunnisa ruki : makasih dukungannya ^_^ 'tembus'? *senyum setan* segitu inginyakah kamu melihat Naru tembus, huh? *nista*#DigaplokLuky-san
Vilan616 : adegan ranjang? *pasang wajah penuh makna* *senyum setan* itu... tentu saja. Tapi nanti. HAHAHAHA *nista* #DisateVilan-san
Habibah794 : Kyuubi? Kena? Nggak bisa XD secara Kyuubi itu nggak peka sama yang begituan(romantic stuff)! Dia mah 100% stright sebelum kenal Itachi *senyum penuh makna* hanya Itachi yang bisa membuatnya belok, *devil smirk* HA HA HA#DigigitKyubi
Dan untuk Readers-sama yang lain, makasih udah kasih Comment di Review dan semangat untuk Vill *nangis haru* *peluk readers* Vil bakal usahain untuk Update rutin dah! :")
Okee. Readers-sama!
Enjooy~ ^_^
NARUTO POV
Aku berjalan dengan tempo cepat.
Dengan lincah aku melewati koridor-koridor serta individu-individu di sekolahku yang luas ini.
Rasa sakit perut dan risih di bagian bawah tak ku hiraukan. Coret—
Aku sebenarnya berdoa dalam hati—
'semoga anu-nya nggak 'miring' dan bocor...' sambil memasang wajah pilu.
'rupanya jadi perempuan itu nggak enak, kaa-san! TT^TT'
.
.
.
.
Naruto Fanfiction
'IMPOSSIBLE'
Desclaimer :
Punya Masashi Kishimoto-sama
Genre :
Yaoi, comedy(gagal), comfort, family, Mpreg(nanti XD)
Rate : T (Rate akan berubah sesuai selera(?) #plak)
Warning : OOC, TYPO(?), GJ, Nista, nista, bikin gila(menurut saia), nggak nyambung, nista, berserta kawan-kawannya.
Pair : SasuNaru slight ItaKyuu(belum muncul)
Note : -tidak di anjurkan untuk Senpai yang mengerti dan paham tentang EYD
ENJOOOY~ ^_^
.
.
.
.
Aku berdiri di depan kelasku, X.A sambil terengah-engah. Mencoba mengambil kembali oksigenku yang ku keluarkan tadi. Keringat yang jatuh dari dahi ku lap dengan saputangan-yang entah kenapa Kyuu-ni dan Kaa-san ngotot suruh bawa-dari saku ku. Aku menarik nafas panjang dan membuangnya.
"-seergh-"
Aku membuka pintu geser kelasku.
"Selamat pagi, minna"
Kelas langsung sepi. Semua terdiam sambil melotot ke arahku. Kenapa sih?
Aku berdehem dan-sepertinya- menyadarkan mereka dari acara pandang memandang tadi.
"Kyaaa Naruto-kun udah dateng!"
"Naruto-kun! Gimana sakitnya?!"
"udah sembuhkan?"
"kok bisa sakit sih?!"
"Jangan buat kami cemas, baka!"
Aku segera dihujani oleh ucapan 'selamat datang' yang aneh versi mereka. Anak perempuan lain yang dari kelas tetangga juga mendadak ramai di luar kelas, 'menyapa'ku dari luar jendela. Aku memasang cengiran khasku dan menuju bangku-ku, dan entah kenapa perempuan-perempuan kelasku ikutan menggeromboliku.
Tapi tunggu dulu— kenapa teman satu kelasku yang laki-laki pada terdiam lihatin aku? Biasanya mereka enjoy dan ikutan heboh untuk candaan. Uhm...Apa ada sesuatu di wajahku?
Aku langsung melepas kacamataku dan mengusap wajahku dengan saputangan tadi lalu memasang kembali kacamata itu. Berharap 'segala keganjilan' di wajahku ikutan terusap. Nihil. Mereka masih menatapiku seakan ku makhluk gaib!
'Eeh..?! kenapa?' innerku panik walau tampang di wajahku masih melengkungkan senyum. Sapu tangan tadi kuusap-usapkan di pipi kanan dan kiriku, lalu beralih pada seragamku.
Aku memperhatikan penampakan(?) ku.
'Hmm normal kok. masih memakai seragam sekolah, dan kacamata.' Aku kembali melirik mereka, 'Tapi kenapa—eh, Hei! KENAPA WAJAH MEREKA MEMERAH SEMUA?' innerku panik plus plus, wajah senyumku-yang sedikit dipaksakan-langsung berubah shock, megap-megap gimana gitu. 'mereka demam berjamaah?'
Teman sekelasku yang memerah itu-laki-laki juga- langsung melemparkan pandangan mereka. Mendadak kelas jadi sepi. Sumpah. Ada apa dengan hari ini?!
"err.., kalian nggak apa-apa?" tanyaku cem—
"KAMI NGGAK PAPA KOK/NARUTO-KUN" spontan mereka semua kompak menjawab pertanyaanku, membuatku terlonjak kebelakang karena volume suaranya yang nggak selo. Aku Speechless.
WHAT HAPPEND. DEAR. GOD.
Tiba-tiba dari luar kelas terdengar suara gaduh gadis-gadis yang histeris.
"-seergh-"
Pintu kelas terbuka lagi, menampilkan seorang yang paling ku hindari di sekolah ini. Wajahnya yang menyebalkan itu melihat sekeliling. Gadis-gadis satu kelas yang mengerumuniku tadi langsung berpaling satu-satu, meninggalkan separuhnya disini.
"Sasuke-kun, tumben terlambat?" tanya salahsatu penggemarnya.
"hn"
'Sumpah ya. Jawaban macam apa itu?' innerku masih bertanya, sweatdrop.
NORMAL POV
Kegaduhan mulai terdengar lagi di kelas X.A setelah pemuda bermata onyx masuk kedalamnya.
Pemuda bersurai kuning sibuk menyusun bukunya setelah berhasil bebas dari kerumunan gadis-gadis. Lalu tiba-tiba secara bergantian 4 orang pemuda mengerumuni Naruto... Naruto bingung. Ia mendangak dan memiringkan kepalanya sedikit, memasang pose 'what?'
Deg.
'a-anjir, imutnya,' inner 4 pemuda itu berbarengan tanpa sadar, menelan ludah mereka. Sasuke yang-daritadi-diam-diam memperhatikannya langsung salah tingkah dan nyaris tersandung bangkunya sendiri. Ia memasang wajah datar tapi percayalah, ia sangat cemas kalau-kalau ada yang 'mendembak' Naruto saat ini.
"ada apa?" tanya Naruto ramah.
"em, tidak.. kami hanya... kau tau, err.. hanya ingin bertanya bagaimana kabarmu..." jawab salahsatu temannya itu gugup, yang lainnya memerah, menggaruk leher yang tak gatal sama sekali dan meng iyakan.
"eh?" Naruto tertawa garing, kenapa semuanya jadi aneh gini sih, seriously,
"udah mendingan kok... kemarin aku hanya...—err..." Naruto menjeda, ia tampak sekali sedang berpikir mencari alasan yang tepat, "demam. Yak, demam kok. hahaha" tawanya senatural mungkin-yang hasilnya malah gagal-,
Lah, gak mungkin kan jawab jujur dengan santai seperti 'udah mendingan nih, kemarin barusan pertamakali ngalemin haid soalnya' dan mengkagetkan seluruh warga kelas sehingga menjadi bahan untuk anak-anak newspaper club dan menjualbelikan koran mereka sehingga satu sekolah pada tau kalau, dia si Naruto Namikaze, keturunan dari Namikaze yang berwajah tampan adalah salahsatu pemuda pengidap sindrom unik yang sangat jarang di temukan dunia, yaitu berkelamin ganda yang gendernya masih dipertanyakan dan esoknya berita ini bakal menyebar luas di masyarakat dan banyak entertainment yang akan mengundang dirinya ke dalam acara 'aneh tapi nyat'—#Dibekep
oke, Naruto. Kau terlalu banyak berpikir.
"oh baguslah..." dan bersyukurlah Nar, atas kegugupan mereka, mereka mau menerima alasan mu yang terlihat nggak meyakinkan dan gak jelas itu.
"Nar, itu kau?" suara dari depan kelas memanggilnya, Naruto menyari asal suara. Ia langsung tersenyum lebar(yang langsung membuat pemuda-pemuda disekelilingnya lumer+Sasuke yang langsung sibuk menutupi wajah nya) ke—
"Kiba! Gaara!"
—ketika ia melihat kedua teman baiknya itu.
Kiba, Pemuda bersurai coklat jabrik dengan tanda lahir segitiga di pipi yang jika tersenyum akan membuatnya terkesan imut, juga kacamatanya yang berwarna coklat. Dan satunya Gaara, Pemuda bersurai Merah yang memiliki wajah datar, serta tulisan 'Ai' di jidatnya dan pelit ekspresi tapi terkesan cantik, bersama dengan kacamatanya yang menggantung di wajahnya. Mereka ber-2 langsung masuk ke dalam kelas untuk menghampiri pemuda duren itu.
Mendengar ke-2 nama itu, 4 pemuda yang menggeromboli Naruto tadi menyingkir satu persatu dengan wajah pucat. Kenapa? Karena Naruto, jika berkumpul dengan ke-2 pemuda itu. Maka ia akan berubah secara drastis. Bukan Naruto-si-cowok-kalem lagi, tapi menjadi Naruto-happy-go-lucky yang berisik, serta Status ke-2 pemuda itu sangat ditakuti satu kelas Naruto akibat 3 hari yang lalu.
Flashback ON
—3 hari yang lalu—
"Kiba, kau jangan terlalu terburu-buru. Sejak tadi kau menyenggol seseorang dan aku yang akan meminta maaf tau!"
"hehehe sorry Gaa! Gue kebelet(?) nunjukin game baru ini ke Naru sih."
2 pemuda berambut merah dan coklat jabrik ini berjalan cepat karena yang berambut merah sedang mengikuti langkah pemuda satunya yang kalau jalan nggak pernah selo seperti overdosis.
Nah... mereka ber-2 sudah sampai di depan kelas X.A.
"Permisi, apa Naruto nya ada?" Tanya Gaara sopan kepada gadis yang hendak masuk ke dalam kelas. Kiba yang di sebelahnya tak bisa diam dan memutuskan untuk loncat-loncat kecil bagaikan anak kelebihan gula(?).
"Naruto-kun? Ah, tadi Kakashi-sensei memberitakan ke kita kalau Naruto-kun tak akan masuk hari ini. Ia sakit." Jawab gadis itu.
Kiba kecewa, wajahnya berubah seperti anak anjing yang tertindas. Gaara yang melihat itu, bersweatdrop, "sudahlah Kiba, kita datangi saja ia di rumahnya..." Kiba langsung tersenyum dan mengangguk cepat. Lalu mereka berniat meninggalkan kelas itu—
"Naruto-'kun'..? Heh"
Dan langkah kaki mereka pun terhenti. Suara itu bukanlah nada yang friendly, itu adalah nada mengejek. Gaara melirik asal suara, 4 orang laki-laki yang duduk dipojok kelas.
"Apa maksud mereka Naruto-'chan'? Dengan wajah seperti itu mana bisa di sebut pemuda!"
"Walau begitu, ia masih banyak disukai wanita. Pasti ia hanya mengandalkan uang keluarganya untuk mendapatkan cewek, Hahahaha"
"hei—kalian keterlaluan."
"Biarkan saja, toh orangnya juga nggak ada."
"Kalian—"
"-BRAK-" Kiba memukul meja di samping ke-4 pemuda itu. Ke-4 pemuda itu terlonjak dan menatap Kiba kaget.
"Heeey," mengeluarkan senyuman manis-eh senyuman setannya, "ada apa dengan pemuda cantik, huh?" Suaranya rendah membahayakan dan tatapannya sangatlah tidak enak, sementara Gaara melipat kacamatanya, memasukkannya ke dalam saku dan berdiri disamping Kiba, memandangi ke-4 pemuda itu dengan pandangan 'kalian berteriak, tamat.'
Mereka marah. Err... lebih tepatnya murka. Sahabat mana sih yang nggak bakal murka jika sahabatnya dibicarakan di belakang? Terlebih mereka juga tersindir, secara, mereka itukan juga cowok cantik.
"m-memangkan? Kalian juga berpikir begitu kan?!" Pemuda yang mengawali ejekan tadi berusaha membela diri.
"heh..." Gaara tertawa meremehkan "memang ya, orang yang iri itu...menjijikkan. Pecundang. Memalukan" Wajahnya yang biasanya tenang, berubah. Senyumannya lebar dan miring, senyumang mengejek. Membuat ke-4 pemuda tadi terprovokasi.
"Su-sudahlah kalian, kita bubar saja..." kata salahsatu pemuda itu, pemuda yang sejak tadi mencoba untuk mendiamkan mereka. Tapi tak dihiraukan oleh yang lain dan mungkin karena emosi, ia didorong. Gaara yang gesit langsung menangkap pemuda itu sebelum ia terjatuh. "aww..." ia memasang senyum itu lagi, "teman macam apa itu, mendorong temannya sendiri. Heh, dasar pecundang."
"Bangs*t!" salahsatu pemuda itu melayangkan tinjunya ke arah Gaara, yang langsung di hindari Gaara dengan cepat. Mengikuti klub beladiri rupanya tak sia-sia.
Gagal, pemuda tadi melayangkan tinjunya lagi ke arahnya, tapi—
BUGH.
—tapi tinjuan Kiba sudah lebih dulu mendarat di pipi pemuda itu, pemuda itu mudur dan mengerang. Siapa sih yang nggak sakit setelah di tinju? Di tinju oleh petinju pula! (note : Kiba ikut Klub boxing dan pernah menjadi atlet tinju)
Yang lain menatap Kiba horror(minus Gaara), Gadis-gadis kela X.A heboh menjerit dan keluar kelas, sementara pemuda yang lain keluar kelas dan memilih untuk menonton lewat jendela kelas-minus Sasuke yang masih dengan tenang duduk di bangkunya, memasang earphone sambil menonton-.
"Jadi?" Gaara berjalan menuju 2 pemuda yang masih sehat wal-afiat itu, "kalian pikir, cowok cantik itu lemah, huh?" ucapnya, mengganti ekspressinga menjadi ekspresi cowo manis. Kiba mengangkat kerah pemuda yang ditinjunya, "Jika Naruto sakit hati katika ia mendengar ini, awas saja kalian." Bisiknya mengancam, suasana yang mencekam membuat ke-4 pemuda itu mendengar bisikan Kiba.
Kiba melepas kerah pemuda yang gemetaran di tangannya itu.
"Yak!" Cengirnya ceria, "Gitu aja kok, jangan menilai orang dari covernya yak!"
Gaara memasang wajah lembutnya lagi, "jangan iri-iri lagi" tersenyum dan mengangguk sopan. Mereka ber-2 berlagak normal, seperti kejadian sebelumnya tidak pernah terjadi. Dan itu yang membuat semua orang merasa ngeri.
Sebelum keluar kelas, Gaara berhenti, "Oh ya, asalkalian tau, Naruto punya bela diri yang lebih baik dari kita. Jangan buat ia marah, permisi~" dan ia melanjutkan perjalanannya keluar kelas. Membayangkan Naruto yang mereka kenal, si kalem dan imut + manis yang rupanya bagaikan hewan buas di dalamya membuat mereka terhenyak.
'Oh. My. Lord. Memang nggak bisa menilai seseorang dari covernya ya' inner mereka-4 pemuda dan pemuda-pemuda yang menonton aksi ini-horror.
.
.
.
Disaat Kiba dan Gaara keluar kelas, Sasuke menyusul dan mendahului mereka sambil berbisik, dan membuat mereka terpaku.
"Well done, i owe you."
Sambil memasang senyuman miringnya yang membuatnya terkesan... kejam.
Flashback OFF
"Oh, Hey Sasuke!" Kiba menyapa Sasuke yang-masih-sedang mengawasi Naruto, Ia menoleh dan mengangguk.
Mendengar sahabatnya menyapa rivalnya itu, Naruto tersentak 'wait, wha-?' menggembungkan pipinya. Cemburu. 'Oh, gitu? Jadi selama aku nggak masuk, mereka jadi teman, huh?' innernya nggak terima.
"Naru?" Gaara duduk di bangku depan bangku Naruto. Naruto memasang pose cemberut dan melemparkan pandangannya. "Oke, fine Gaara. FINE"
'... eeh, ni duren kesambet apaan sih...' inner Gaara Sweatdrop. Kiba yang nggak sadar masih mengoceh riang gembira di samping Naruto.
.
.
.
[ Waktu Istirahat Siang ]
"kau kemarin sakit apaan sih Naaar?" Kiba menguap lebar hingga kacamatanya melorot ke pangkal hidungnya,
"tumben tanpa kabar, biasanya pas sakit kan kau ngabarin kami dulu." Gaara menatapnya intens sambil mengaduk susu strawberrynya.
"... err itu..."
Ups.
Naruto lupa. Ia melupakan alasan untuk ke-2 sahabat yang tak pernah bisa ia bohongi ini. Wajahnya mengeras.
gawat.
gawat...
'GASWAAT'
"um,..! Kalian tau, aku—." Naruto tiba-tiba berdiri—"haus! Aku ke—"
DEG.
dan memutus kata-katanya bersamaan dengan rasa-rasa 'deras' di bagian bawah tubuhnya saat ini.
'—KAA-SAN SELUNCURAAN!(?)' innernya berteriak asal, histeris setelah merasakan agony seorang wanita ketika berdiri secara tiba-tiba disaat halangan... err mengalir deras... iykwim lah (a/n: *nista*)
Ia menutup rapat matanya dan spontan menjatuhkan diri di kursinya sambil memegangi perutnya yang sekarang terasa ngilu.
Melihat ekspressi Naruto, Ke 2 pemuda di sekitarnya langsung panik, "Naar?!" "Kau kenapa?!"
'OHKAMI-SAMA!KYUU-NII!KAA-SAN!' ia sibuk memanggil balabantuannya dalam hati berharap salahsatu dari mereka muncul dan membawanya teleport. Naruto mengerang pelan. '...Aku akan merasakan 'tembus' di sekolah untuk pertamakalinya...' innernya pilu.
'aku harus.. ganti...'
"Kiba... tolong ambil..., tas" bisiknya tapi cukup keras untuk terdengar oleh ke-2 pemuda itu.
"Hah? Kau ke UKS!" Kiba tak menghiraukan permintaan tolong Naru.
"Nggak! ... serius.., Kiba Tas ku... toilet"erang Naruto. Kringat mengalir dari pelipisnya.
"! Kau—"
"Kiba! Lakukan saja, aku bawa dia ke toilet. Temui kami di toilet" Gaara mengangguk dangan wajah mengeras.
Kiba berdiri dan berlari menuju kelas Naruto.
"Nar... kuat jalan?" dengan sikap tenangnya ia mulai membopong Naruto ke Toilet.
.
.
.
Ke 2 pemuda manis berrambut merah dan coklat itu berdiri didepan pintu toilet. Menunggu salahsatu temannya yang berada di dalam toilet itu. Dengan memasang wajah kaku dan keringat yang mengalir dari pelipis mereka melipat kedua tangan di dada dan berusaha menutupi simbol yang ada di depan pinu toilet... simbol wanita.
Yup, toilet wanita.
"Gaa, kenapa kau bawa Naru ke Toilet cewek sih?" Bisik Kiba sambil memasang wajah hopeless.
"iya.., aku tadi panik dan langsung mendorongnya masuk ke dalam..." balas Gaara sambil memijid pelipisnya.
Kiba memebuat gerakan seakan sedang membasuh mukanya. Gaara menggaruk tengkuknya yang sebenarnya nggak gatal sama sekali.
"sorry Nar..." Keduanya menghela nafas berat.
TBC
.
.
.
Well?
Puaskah? Apa belom puas? *nangis termehekmehek*
Kok Vil nggak pernah dapet timing untuk adegan Fluffnya ya? *pundung* Kadang Vil sendiri bertanya "Kapan Fluffnya datang, KAPAN?!" *gigit kertas sketsa*
Yah.. Vil masih mengharapkan saran dan kesan bahkan kritik dari kalian semua, Readers-sama :")
Jika ada yang berkenan, silahkan tinggalkan jejak kalian di kolom review :D
Terimakasih sudah membacaa! XD
RnR?
