Author : Akhhh banyak kesalahan di chapter sebelumnya, mohon maaf ya, sudah malam jadi agak sedikit ngawur, semua pekerjaan tertunda karna aku sedang searching gambar'' kai, ohh kaii mengapa dirimu sangat memukau (author mabok)
Last note - Beberapa tahun yang lalu, Ini adalah fanfic pertama Saya, dan beberapa hari yang lalu Saya baru bernostalgia bermain HM MFoMT lagi, dan semakin kesini Saya mau memperbaiki fanfic cacad (?) ini huahhahaaa, benar'' tulisan SMP banget hahaha, hope u likeit
.
.
.
FALLING IN LOVE
Chapter 3
Claire X Kai
.
.
.
Disclaimer : Harvest moon © Natsume
Warning : Gajelas.. garing, OOC , romance story 16+/17+ idk lololol ,Penulisan kacau dari capital sampe bahasa kiasanya lol, bahasa bebas/gak baku'' amat, ga suka .. don't read !
.
.
" Apa daya seseorang yang telah terikat janji sekian lama dan kau tak sanggup memenuhinya?"
.
.
~Normal POV, Ja'Claire Mineral Farm
" Popuri itu mantan kekasihku" Kai memulai pembicaraan saat ia sedang mencangkul tanah-tahan, Claire yang akan menanam bibit-bibit itu kedalam tanah, Claire terdiam, menunggu Kai meneruskan pembicaraannya.
" Aku sudah menjalani hubungan dengannya 2 tahun yang lalu, dan berjalan seperti biasa, tetapi Summer tahun lalu, aku memutuskannya, aku tidak mau Popu tersakiti, aku hanya bisa janji bahwa suatu saat aku akan mencoba bersamanya lagi" Kai mencangkul tanah begitu pelan seperti tiada tenaga.
" Alasan kau memutuskannya?"
"Aku merasa tidak nyaman dengan hubungan itu, aku menyukai Popuri karna dia Imut dan manis, dan dia selalu bersamaku terutama saat aku memandangi sunset setiap sorenya, dia selalu membantuku mencari customer untuk tokoku, dia baik" Kai terhenti cukup lama "dalam suatu hubungan, pasti ada masalah yang tidak bisa kau selesaikan dengan mudah, ada kalanya kau berpikir mengahirinya adalah hal yang cukup untuk mengurangi pikiran, tapi bukan bermaksud kabur"
" Aku mengerti" Claire tidak menatap Kai, ia hanya fokus kepada menanam bibit-bibit itu
" Aku merasa aku tidak bisa memenuhi janjiku, aku telah menoleh kepada gadis lain, aku tertarik dengan gadis itu, dan aku tidak terlalu berniat lagi bersama Popuri, tapi hari-hariku terus bersama popuri meski aku sudah tidak ada status hubungan pacaran dengannya."
"Siapa gadis itu?"
" Entah, aku pun hanya sekilas menemuinya saat di kota sebelah di toko bunga yang cukup dikenal oleh wilayah disana Fall Tahun lalu, saat itu aku ingin menjengguk tanteku, dan aku berniat membeli bunga, aku bertemu dengan seseorang disana, seorang pelayan toko bunga, saat aku menatapnya, sungguh hatiku sangat hangat " Kai lalu melanjutkan mencangkul tanahnya kembali.
"Bukankah itu cinta pada pandangan pertama?"
" Aku tidak bisa mengatakan cinta kalau baru saja bertemu seperti itu saja, bukan?"
"Tapi kata Ann, kau ini pencuri hati wanita lhoo" Claire nyengir, seperti kuda, sangat lebar, seperti meledek Kai dengan dalam.
"Heeyy! Aku hanya mengangumi lawan jenis, semua perempuan itu cantik, kau harus bersikap sopan kepada mereka" Kai membela diri, lagi-lagi.
" Hey, alasanmu bisa saja, kau dapat merebut hati perempuan dengan satu sebutan dan pujian, cewek itu gampang terbangnya kalau sudah digoda" Claire memukul keras kaki Kai, Kai meringis.
"Mungkin, itulah aku…" Kai lagi-lagi terdiam " Oh ya, aku pernah cerita kan kalau Winter tahun lalu, Jack mengenalkan dirimu kepadaku, dia menunjukan fotomu, kau benar-benar Nona yang manis, bahkan lebih manis daripada difoto"
"Stop it! Namaku CLAIRE bukan Nona oke! Jangan sampai aku memanggilmu Tuan lagi"
Kai tertawa, dia mengangguk " Baru kenal 2 hari, rasanya sudah seperti kenal bertahun-tahun"
"Takdir, Sir?"
Kai malah makin tertawa, Claire pun ikut tertawa terbahak-bahak. Mereka meneruskan pekerjaan mereka, setelah semua sudah ditanam dengan baik, di pupuk dan disiram, mereka memutuskan untuk pergi ke sungai yang letaknya hanya beberapa langkah dari lahan, hari semakin terik, dan mereka menikmati duduk-duduk dipinggir sungai dengan mencelupkan kaki mereka. Taklama Gotz lewat dan pamit, berkata bahwa pekerjaannya hari ini telah selesai, Ia akan pergi membeli makan, dan ngomong soal makanan, mereka belum makan sama sekali dari pagi.
Kryuuukkk… Perut Kai berbunyi.. Claire tertawa.
" ehem, sepertinya cacing-cacing di perutmu berteriak meminta makan" Claire cekikikan.
" Ayo kita berbelanja bahan, kita akan ke Lodge ku, memasak bareng bagaimana?"
" Kedengarannya tidak buruk, ayo ke supermarket" Claire memakai kembali sepatunya begitu pula dengan Kai, Ia bangkit dan mengulurkan tangan kepada Claire "Seperti biasa huh?" Claire mengguman "Bangunlah, My lady" Claire meraih tangan Kai yang begitu besar dan kokoh. Selalu saja, setiap berada di sampingnya, wangi khas yang menggambarkan laut selalu tercium dibadannya.
"Oh astaga aku lupa.. Kai, Doug memberi pesan kepada kita semua yang berada di Inn"
" Apa itu?" Claire lalu menjelaskan akan kepergian Doug dan Ann menuju Kota lain, dan menitipkan Inn kepada kita, Kai mengangguk menandakan mengerti.
" Terakhir aku berada di dapur, Persediaan nanas tidak ada,dalam Evening Menu Doug, Jus nanas adalah list makanan disana, kalau begitu nanti sekalian saja kita belanja nanas"
"Tidak ada? Oohh berarti itu ada malingnya, dan malingnya adalah maniak nanas sepanjang masa, KAI" dengan nada seperti seorang M.C dipanggung yang sedang memanggil peserta, Claire meledek Kai sebagai pencuri nanas Doug, Kai Menyeringai.
"Bukan aku! Dari aku sampai di kota ini, dari aku menginjak dapur kemarin, nanasnya memang sudah tidak ada, Bweeekk" Kai menjulurkan lidah kepada Claire, Claire juga membalasnya.
"Bweeekk, Pembohong ulung, pencuri hati wanita"
Kai membuka pintu Supermarket, dan sudah disambut hangat oleh Jeff, sang pemilik Supermarket.
"Selamat datang" Jeff tersenyum "Ohh Kai, bagaimana kabarmu, sejak kapan kau sampai?"
"Aku baik, bagaimana dengan mu Jeff? Aku baru saja sampai kemarin subuh"
Kai dan Claire kemudian berkeliling, dari meja ke meja, dari rak ke rak, mencari bahan yang akan mereka masak nantinya, mereka berencana memasak Curry Rice, maka itu mereka akan membeli bubuk kari, nasi, dan juga beberapa sayuran dan ayam, tak lupadengan 3 nanas, 1 untuk Kai dan 2nya untuk persediaan di Inn.
" Semuanya 1000G" Kai dan Claire mengeluarkan uangnya, yaa.. patungan.
"Mari kita buat Kari yang the best" Kai mengepalkan tangan, dengan mata yang berbinar-binar.
" Terbaik dari yang terbaik, nyahahaha" mereka keluar dari supermarket seperti anak kecil yang kegirangan.
" Datang lagi ya….. dasar anak muda sekarang *sweatdropped* " Jeff melambaikan tangan kepada mereka.
.
~ Kai's beach Lodge, "Snack Shack Restaurant" – 2p.m
"Welcome to my Kingdom" Kai merunduk, memberi salam seperti seorang butler, Claire tertegun, melihat sekeliling didalam restaurant, Cat dinding berwarna putih lalu diiringi motif ombak dengan ikan, terdapat poster penguin disana, meja yang tertata rapi dan sedikit berdebu, suara ombak dari pantai terdengar sampai sini, sangat tenang dan wangi khas laut yang menyelimuti seisi ruangan, aroma nya seperti Kai.
" Ada apa? Kecil ya? Atau panas?"
" Tidak, aku suka berada disini, seperti tenang" Claire tersenyum.
" Sukurlah kalau kau suka berada disini, ayo kemari, kita akan masak kari yang terbaik" Kai menyeringai, Claire pun ikut menyeringai.
"Terbaik dari yang terbaik kan?" Claire menghampiri Kai yang sedang memotong ayam.
Beberapa menit telah berlalu, Curry Rice dengan Jus Nanas sudah jadi, ditambah dengan Es serut sebagai penutup, Curry Rice buatan mereka berdua.
"Selamat makaan!" Kai dan Claire mengucapkannya dengan lantang, satu suapan sendok telah masuk kedalam mulut.
"Ngowaahh,Uenak! Thwee Bheessstt " Claire memegang pipinya, merasakan Kari tersebut didalam mulutnya, begitu lezat.
"Terbaik dari yang terbaik!" Kai mengunyah dan memakannya dengan lahap "Dan yang terpenting, ini adalah kari, buatan kita berdua" Kai menatap si gadis berambut pirang itu sangat lama, Claire tertunduk, Malu, seakan hatinya disentuh lagi oleh Kai.
Kai meminum jus nanas, kai terdiam, lama, kemudian tertunduk, Claire melambaikan tangan kepada Kai, "Kai? Kamu kenapa?"
"THEEE BEEESSSTTTTTTTTTTT! YEAHHH" teriakan Kai menggelegar, sampai Zack membalas teriakan itu disamping "HEI TENANG SEDIKIT!" Teriakan itu terdengar sampai sini, Claire tertawa geli atas apa yang terjadi didepanya saat ini.
"Nanas, mengapaaa! MENGAPA! RASAMU BEGITU UNIK, KADANG MANIS DAN MASAM, BERBEDA-BEDA ! SEPERTI HATI INI YANG DILEMA, APA YANG MEMBUATMU BEDA!?" Lagi-lagi Puisi ngaco Kai tentang cintanya dengan nanas pun keluar, Ia mengangkat Jus nanas tersebut ke langit-langit, dan menempelkannya pada pipinya , auch dingin.. gumannya. Claire benar-benar tidak tahan, Ia tertawa terbahak-bahak sampai terjatuh dari kursi, benar-benar menggelikan apa yang Kai lakukan saat ini.
Setelah makanan dan minuman itu habis, mereka memakan Es serut yang telah Kai sediakan
"Ini Snow-Cone, aku menjualnya sekitar 300G, kali ini gratis, special untukmu" Sirup rasa apa yang kau inginkan? Strawberry? Jeruk? Anggur? Nana—"
"JERUK!" Claire memotong perkataan Kai.
" Kau suka jeruk huh?" Kai menyeringai, tersenyum sambil mengambil 2 botol berisikan sirup nanas dan jeruk.
" Yep, kalau gak mangga ya jeruk, mereka buah kesukaanku" (Actually, kesukaan Author)
"Oh ya? Tidak terlihat seperti kau menyukainya?"
"Memangnya aku harus membuka Speechku atau puisi lebay tentang jeruk? Seperti yang kau lakukan tadi" Claire cekikikan, Kai pun tertawa.
Hari semakin larut, jam menunjukkan pukul 5p.m, dan Claire masih meminum air esnya yang baru saja dia pesan tadi, sementara Kai sedang mencuci piring, Claire sangat menikmati hari yang menyenangkan ini, berdua dengan Kai, dengan keheningan yang cukup lama dimana Kai sibuk mencuci piring-piring itu, Claire terdiam merasakan melodi ombak, mengendus ruangan, percampuran antara wangi sabun cuci piring Kai, dan juga wangi lelautan, begitu tenang.
"Hey bagaimana kalau kita melihat sunset?"
"Ide yang bagus"
Kai menghampiri Claire, menunduk dan mengulurkan tangannya kepada Claire, menatap begitu dalam kedua bola mata tersebut, warna mata yang seperti batu Mystrile yang bersinar, seperti lautan tanpa batas, seakan Kai berenang didalamnya, Kai membeku begitu lama. Begitu pula Claire yang menatap mata Kai, coklat, sungguh bersinar, seperti warna kulitnya, diiringi dengan wangi khas lelautan di badan Kai. Keduanya saling menatap, dan saling membekukan suasana.
"A…ah" Claire sadar, Ia meraih tangan Kai, begitupula Kai sadar setelah Claire meraih tangannya, ditariklah tangan Claire, keadaan ini semakin awkward.
"Ha..habis melamun apakau, hahaha" Claire tertawa kecil, tertawa yang sedikit dipaksakan.
"Tenggelam dalam lautan?" Kai mengangkat pundaknya, Claire hanya bisa memukul kecil dan menunduk karna mukanya mulai memerah lagi. "ck.. sial" guman Kai, Ia merasakan mukanya memerah, segera Ia menoleh kearah yang lain sebelum Claire melihatnya. Ia meraih tangan Claire, dituntunlah Claire ke dermaga, duduk disana sambil melihat matahari yang hampir tenggelam.
" Aku telah menceritakan masalah percintaanku dengan seorang perempuan, bagaimana denganmu?" Kai membuka pembicaraan.
" Hmm bisa dibilang buruk" Claire menghela nafas, melingkari lutut-lututnya dengan tangannya.
" Buruk? Seburuk apakah?"
"Kau tau, banyak orang yang telah mencoba meraih hatiku, tapi sampai saat ini, belum ada yang membuatku jatuh hati, aku memiliki permasalahaan yang banyak, dan aku malah tenggelam dalam percintaan kakak adik"
"Wew, Incest?"
*Incest : Hubungan sedarah yang berkaitan dengan hal seksual (Wikipedia)
" OII! INCEST ITU BERSIFAT SEK-"
"ssstt…" Kai menempelkan jari telunjuk kedepan bibir Claire" suaramu jangan keras-keras, bagaimana bila orang tau tentang dirimu?"
"Ups" Claire menutup mulutnya. "swekrng geimana" Suara yang samar dari mulut Claire yang tertutup membuat Kai gemas ingin mencubitnya, Kai meraih tangan Claire, membuka mulut Claire yang mungil itu.
"Bicaralah pelan-pelan" Kai tersenyum, sesaat senyuman itu membekukan Claire.
"Jack sering cerita tentangmu, begitu pula permasalahanmu, aku sudah tau, tetapi aku ingin menanyakan, bagaimana dengan cowok-cowok di kota ini, apa ada yang bisa menarik perhatianmu?"
"hmmmmmm" Claire berpikir cukup lama.
"Entahlah, mungkin Trent…. Entahlah, aku sudah berkali-kali bolak-balik dari klinik, dan aku merasa ingin terus berada dekat dengan Trent, tetapi setiap aku mencoba, aku merasakan sesuatu yang menganjal, seperti ada yang menghalangiku?"
"Elli? Kadang dia bisa terlalu Overprotect untuk Trent"
"Hahah mungkin saja, ya aku merasakan itu, Elli selalu saja menatapku tajam setiap kami berbicara" Claire menatap langit-langit yang telah berwarna oranye.
"Kau telah memutuskan untuk mencoba mendekatinya?" Kai tertunduk, melihat kebawah, Air laut kini menjadi warna oranye.
"entah, aku masih berpikir lagi, semuanya seperti dipaksakan, jodoh kan gak akan kemana, nanti juga datang sendiri" Claire menyeringai, menyenggol Kai yang masih tertunduk.
" Huh, sok bijak, seperti sudah berpengalaman saja" Kai meledek Claire dengan mencubit pipi kiri Claire. " Mengurus diri saja belum becus, kau benar-benar harus melihat mukamu yang pucat itu kemarin,Claire" Kai menahan tawa, seperti Ia memutar kejadian itu dan ingin menyemburnya.
"Aku akan menjaga diriku lebih baik lagi kok bweeek" Claire menjulurkan lidahnya.
"Bweek" Kai membalas hal yang sama, kemudian seperti biasa mereka melempar candaan, dan kembali tertawa lantang. Ketika matahari sepenuhnya tenggelam, Kai bangun dan mengulurkan tangan kepada Claire, seperti ingin mengajaknya ke suatu tempat, Claire meraih tangan Kai, dibawanya Claire ke pinggir pantai, Ia berjongkok, mengambil ranting kecil, dan menuliskan sesuatu disana, 'CLAIRE & KAI' , tulisan Kai begitu khas, semuanya dengan huruf capital, 'A'nya membentuk segitiga dengan garis dibawahnya, kemudian disamping nama Claire, Kai menggambar sebuah ombak, disamping nama Kai, Ia menggambar sebuah Nanas, Claire tersenyum, begitu manis yang dilakukan Kai kepadanya.
" Setelah ini ombak akan membawa tulisan ini pergi ke lautan tanpa batas" Kai bangkit dan berdiri disamping Claire, menaruh tangan diatas kepala Claire dan mengusap-usapnya.
"Semoga pertemanan kita akan setara dengan lautan yang tanpa batas ini" Kai lalu menoleh kearah Claire, menatap kembali mata yang indah itu, mata yang seperti ombak, selalu menengelamkan Kai didalamnya, Claire tertunduk, mukanya lagi-lagi memerah, seperti tomat, benar-benar merah, perlakuan Kai yang sangat manis, membuat Claire tak bisa menatap mukanya, Claire hanya bisa mengangguk.
Kai meraih tangan Claire" Ayo Claire, kita pulang, kita harus mengurus Inn dimalam hari bukan?" dalam keheningan, Tangan Kai dan tangan Claire terhubung, dan suara ombak yang menyapu tulisan Kai, mereka terdiam, tak ada gelak tawa seperti biasa.
Keheningan itu pecah, Kai menggendong Claire secara tiba-tiba.
"Huwaaa, apa yang kau lakukan!"
"Seperti kemaren? Ayo kita cepat ke Inn, sebelum semua pelanggan datang" Kai berlari menggendong Claire, dan Claire memeluk erat Kai, "Ayay, Kapten!" tertawa bersama seperti anak kecil, menabrak pintu Inn, melihat Gray dan Cliff duduk disana, seperti menunggu seseorang.
" Hey kalian, darimana saja?" Grey yang nampak sedang membaca buku itu kemudian bangkit dari tempat duduk.
"Kami lapar, kami ber 2 dari tadi menunggu Kai, dan kalian baru pulang selarut ini" Cliff menambahkan, Cliff seperti memegang perutnya yang dari tadi terus berbunyi.
" A..ahaha, Baiklah kalau begitu aku akan masak nasi goreng untuk kalian" Kai lalu menurunkan Claire, dan menggulungkan bajunya, berjalan menuju dapur.
"Ah! Aku lupa, kami membeli nanas dan nanas itu tertinggal di depan Lodge Kai, aku akan segera ambilkan!"
"A..anu, Aku akan menemanimu Claire" Cliff bangun dan menghampiri Claire." Tidak baik untuk perempuan jalan sendirian di kota"
"Ah terimakasih, kau sungguh baik" Claire tersenyum, dan senyuman itu melelehkan hati Cliff dengan seketika, mukanya memerah dan Ia mengangguk.
Cliff dan Claire menuju pantai, kemudian mengambil 2 nanas yang tergeletak di tempat duduk yang bersebelahan dengan Lodge Kai, "mari ku bantu" Cliff mengambil 1 nanas dari tangan Claire, nanas yang lebih besar dari yang dipegang Claire saat ini. Mereka tidak begitu banyak berbicara dalam perjalanan, namun Claire selalu membuka pembicaraan, Cliff anak yang pemalu, tidak selalu dia berbicara banyak.
"Bagaimana harimu Cliff?" Claire tersenyum.
"A..ah baik" Cliff tertunduk dengan malu, begitulah pembicaraan berakhir.
Sesampai Inn, Kai sudah membawa 3 piring nasi goreng dan 3 jus jeruk dengan nampan , wanginya memenuhi seluruh ruangan, wangi seperti mentega yang meleleh.
" Makan malam sudah siap Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya" Kai membungkuk dan menaruh nampan besi itu ke dadanya, seperti layaknya seorang butler. Claire menaruh nanas di pinggir pintu dapur dan berlari menuju meja makan dimana Gray sedang melahap nasi goreng tersebut.
" YEAH makan lagi!" Claire sangat bersemangat " Wahhh! Jeruk! Kai, kau tau apa yang aku suka!" , Cliff tersenyum dan duduk sambil meraih sendok dan garpu, Gray dan Clif benar-benar sudah tidak bisa menahan laparnya lagi.
" Aku akan selalu tau apa yang kamu suka Claire, bwekk" Kai menjulurkan lidahnya.
"Bweek! Aku akan balik ke dapur, aku akan membereskan beberapa dan membawa nanas ini kedalam dulu" Kai tersenyum dan membalikkan badannya, seketika suasana menjadi sepi, hanya suara sendok dan piring yang beradu.
" Sejak kapan kalian akrab seperti itu? Bukankan kau baru mengenal Kai ?" Gray membuka pembicaraan dalam keheningan, Cliff hanya melirik Gray.
"ah maaf menanyakan itu secara tiba-tiba" Gray lalu menutup mukanya dengan menarik topinya yang bertuliskan UMA.
"Entah, Takdir?" Claire tersenyum.
.
~Doug Inn – 9p.m
" Claawierr tholoong winenyaaa saattyu lageh hehehe" Karen sudah terhuyung-huyung dengan lemas, dia sudah tak sadarkan diri, begitu pula Duke yang sudah berjalan keluar Inn dengan keadaan tidak sadarkan diri.
"Ah sudah jangan ditambah lagi Claire, aku akan membawa Karen ini pulang, Selamat malam" Rick pamit dengan membawa Karen yang omongannya sudah ngawur. " Selamat malam juga Rick, Karen" Claire membalas.
" Aahhww Riickk kamuee jahhwatt" Suara itu makin menjauh saat Rick sudah membawa Karen keluar dari Inn. Kai sedang menyapu lantai, dan Claire sedang membersihkan gelas, sementara Gray dan Cliff sudah berada dikamarnya masing-masing.
"Claire, apa kau sudah selesai dengan gelas-gelas itu?"
"Sudah, hoaammmh" Claire menguap, semakin malam semakin lelah dan semakin membuatnya ingin menghempaskan badan segera ke kasur, Kai menggendong Claire ala-Bridal Style.
"Huaaaaa! Kai ngapain gendong kayak begini!"
"Aku mau mengantarkanmu ke kamarmu, tuan putri" Kai menyeringai, dibawanya perlahan menuju Lantai 2.
" Kau harus kurangi berat badanmu, kau semakin hari semakin berat" Kai tertawa, seperti puas mengatai berat badan Claire.
" Tidak ada yang memintamu mengendongku! Hmp!" Claire mengembungkan pipinya dan membuang muka. Dibukanya Pintu kamar Claire, kemudian Kai menaruh secara pelan-pelan gadis berambut pirang itu.
"Hey Claire…" Kai menyahut.
"Ya?"
Kai mendekatkan bibirnya kedekat telinga Claire, membisikkan pelan, menyentuh sedikit rambut Claire.
" Hari ini, aku menikmati semuanya, terimakasih Claire, sudah lama aku tidak merasa seperti ini" Kai lalu menjauh dan tersenyum, kemudian membalikkan badan dan keluar dari kamar Claire.
Bisikan itu terus terulang dalam pikiran Claire, membuat jantung Claire tak terhenti berdetak, membuat mukanya semerah tomat, dan membuat tingkah laku Claire semakin aneh.
" Oh Goddess, apakah ini namanya Jatuhcinta?" batin Claire.
.
.
.
To Be Continued to Chapter 4
Thanks for reading, hope u likeit~
