Chapter 3~
Title : Love from Akashi Seijuro
Rating : K+
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance, Friendship
::Love from Akashi Seijuro ::
.
.
"Ukh..kkhh"
.
.
"I..itta-i~" Akashi masih dapat melihat jelas sosok Kirei dihadapannya dan ia masih mengingat sosok itu dengan jelas. Kirei— Shiroi Kirei adalah sosok gadis berambut dark purple serta memiliki sepasang mata onyx yang indah dan gadis itu adalah gadis yang Akashi tolong beberapa waktu yang lalu. Tentu saja Akashi tak dapat melupakan sosok itu.
"Anata~ daijobu?" Kirei mulai merasa cemas akan keadaan Akashi terutama saat menatap pemuda dingin itu merintih kesakitan. Untunglah Kirei telah terbiasa membantu senseinya disini sehingga ia cukup mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Berbaringlah," Kirei membantu Akashi yang mulai lemas itu untuk kembali berbaring diranjangnya "Aku akan mengambilkan obat untukmu." Kemudian Kirei mencari-cari obat itu disebuah lemari besar yang ada di ruangan tersebut tak lupa sebuah jarum suntik yang higienis tentunya.
'Kenapa bisa sesakit ini ukh…' Akashi membatin seolah merutuki sakitnya.
"Maaf membuatmu menunggu." Dengan segera Kirei menyuntikkan obat tersebut secara perlahan dan sangat hati-hati di bagian lengan Akashi. Akashi hanya terdiam saat jarum suntik itu menyentuh kulit putihnya.
Walaupun sedang menahan sakit Akashi bukanlah orang bodoh, ia pasti mengetahui obat apa yang baru saja Kirei suntikkan padanya dan itulah yang membuat Akashi hanya diam tak banyak bertanya. Obat pereda nyeri, sekiranya sebut saja demikinan. Walaupun tidak sepenuhnya meredakan sakit dikepalanya tetapi obat tersebut cukup membuatnya merasa lega karena sakit yang ia rasakan mulai berkurang.
"Sekarang apa masih terasa sakit seperti tadi?" Kirei yang masih menunggu jawaban Akashi hanya tersenyum ketika Akashi menggelengkan kepalanya bertanda sakitnya tak separah tadi.
"Apa kau mengerti tentang ilmu kesehatan serta kedokteran?" Tanya Akashi yang merasa kepalanya sudah amat membaik tetapi dirinya masih merasa lemas.
"Sedikit." Kali ini Kirei hanya menjawab singkat seraya menarik kursi disebelanya, meletakkannya disamping ranjang Akashi dan duduk disamping ranjang itu. Dan Akashi hanya menatap tajam gadis bermata onyx tersebut.
"Arigatou." Ucap Akashi sesingkat mungkin kemudian memalingkan wajahnya menatap langit-langit ruangan tersebut.
"Douitashimashite." Balas Kirei kemudian ia teringat akan sesuatu…
"Ano, terimakasih telah mengantarku pulang saat itu." Ucap Kirei dan Akashi tentu saja kembali menatap mata onyx itu.
"Sudah kau ucapkan berkali-kali." Jawab sang pemilik mata heterochrome.
'Iya sepertinya begitu.' Kirei membatin membenarkan perkataan Akashi.
"Kau tidak ke kelas?" Tanya Akashi seperti membuka sebuah topic pembicaraan.
"Tidak ada guru," Kirei terdiam sejenak "…lagi pula aku harus menemanimu disini."
Seketika itu pula Akashi tersentak mendengar kata-kata Kirei. Wajah tampannya memerah samar dan tentu saja Akashi tak berani menatap mata onyx itu karena takut nantinya semburat merah itu terlihat oleh sang pemilik mata.
"Bodoh~" Ucap Akashi ketus mencoba menutupi perasaan sebenarnya.
"Fuh, dingin sekali kau." Entah mengapa Kirei malah tertawa kecil saat itu. Akashi menatapnya dengan tajam tentunya. "Gomen,gomen."
"Aku tak menyangka kau bisa sakit juga." Ledek Kirei dan sepertinya ia tak tau siapa yang ia goda saat ini, ya seorang Akashi Seijuro yg ditakuti oleh semua anggota Kiseki no Sedai serta siswa-siswi di sekolah ini.
"Tch.. tentu saja karena aku juga manusia."
_Kiseki no Sedai_
"Si kapten kemana sih?" Gerutu Aomine yang tengah menyusuri koridor sekolah bersama dengan anggota Kiseki no Sedai lainnya.
"Lebih baik kau diam Aomine." Ucap Midorima tajam.
Mereka berlima kembali diam sambil terus berjalan dengan coolnya sehingga para siswi yang tak sengaja melihat mereka terpana seketika. Salah satunya adalah fans Kise yang terus menatap idolanya itu dengan penuh rasa harap. Kemudian seorang gadis berambut hitam yang melihat Midorima dengan penuh rasa cinta dan tentu saja walaupun Aomine terkesan cuek, tak sedikit siswi yang berharap menjadi pacar sang ace Kiseki no Sedai ini.
Ditengah perjalanan mereka, tiba-tiba saja Midorima melihat seorang sensei yang mungkin saja mengetahui keberadaan Akashi saat ini. Tanpa fikir panjang lagi Midorima langsung menyapa senseinya itu seiringan dengan tatapan bingung dari teman-temannya.
"Sumimasen sensei." Sapa Midorima sopan serta sangat formal. Sementara teman-temannya hanya diam menunggu apa yang akan dikatakan sensei mereka.
"Hai, doushita Shintarou?" Sensei itu tersenyum.
"Oh iya sensei melihat Akashicchi tidak?" Tanpa disuruh dan dengan cepatnya Kise bertanya mendahului Midorima.
"Akashicchi?" Terlihat raut wajah bingung di wajah sensei mereka itu.
"Akashi Seijuro." Sambung Kuroko datar dan sensei mereka langsung mengangguk mengerti walaupun sedikit terkejut akan keberadaan Kuroko.
"Oh Akashi ya," Sensei itu menarik nafas sebentar "—Dia ada di uks."
"Hah? Uks?" Seru anggota Kiseki no Sedai bersamaan (minus Kuroko serta Murasakibara yang sibuk makan).
"Iya, kalian lihat saja di—" Belum sempat mengakhiri kata-katanya sang sensei menatap heran kelima siswanya yang entah sejak kapan menghilang dari hadapannya.
.
.
.
"Kenapa si kapten itu heh?" Tanya Aomine sambil terus berlari dibelakang Midorima.
"Tentu saja sakit dasar Aominecchi baka!"
"Aku juga tau kalau itu, maksudku dia sakit apa." Sambung Aomine.
"Entahlah…"
"Berisik sekali kalian sebentar lagi kita sampai."
-Prakkkk-
Midorima membuka pintu dengan sangat kasar membuat teman-temannya ikut kaget karena perbuatannya. Kemudia mereka berlima memasuki ruangan putih itu mencari sosok kaptennya di dalam sana. Dan mata mereka membulat ketika melihat kaptennya tak hanya sendirian di ruangan itu. Tetapi saat itu Akashi dengan santai melihat kedatangan mereka yang telah ia perkirakan.
"Ada apa?" Tanya Akashi cuek dan ia masih tetap berada di ranjangnya, hanya saja saat ini ia tak lagi berbaring.
"Apanya yang ada apa hah?" Aomine kesal sekaligus 'Heran' menatap kaptennya yang sedang berduaan dengan seorang…. Gadis!
"Sstttt apa kau mau mati Aominecchi?" Bisik Kise seolah mendinginkan isi kepala Aomine.
"Kata sensei kau sedang sakit." Kuroko mulai berbicara.
"Maka dari itu kami datang menemuimu." Sambung Midorimya yang menyembunyikan ekspresi keterkejutannya.
"Tapi Akashichin sepertinya sehat-sehat saja." Kali ini giliran Murasakibara yang berbicara.
"Tidak, Akashi-kun terlihat sedikit pucat." Kuroko berbicara untuk kedua kalinya.
'Masa sih kapten sakit?' Ke-empat anggota Kiseki no Sedai lainnya hanya membatin.
"Kau sakit apa Akashicchi?" Kise bertanya walaupun masih sedikit tak percaya kalau sang kaptennya itu sedang sakit.
'Sakit jiwa sepertinya.' Batin Aomine sungguh berani.
"Hanya sedikit pusing." Jawab Akashi apa adanya kemudian teman-temannya mengangguk sebelum mengalihkan pandangannya kepada seorang gadis yang tak lain adalah Kirei.
Merasa ditatap apalagi dengan tajam Kireipun merasa sedikit merinding. Tetapi tak lama kemudian Kirei tersenyum kepada mereka berlima yang tentu saja dikenalnya, secara gitu siapa sih yang gak kenal Kiseki no Sedai XD.
"Hai~" Kirei tersenyum menatap kelima pemuda itu. Kuroko hanya menatapnya datar seperti biasa. Murasakibara mengulurkan tangannya seraya ingin memberikan sebuah lollipop kepada Kirei. Sementara itu Midorima serta Aomine menyembunyikan semburat merah di wajah mereka setelah melihat Kirei tersenyum, 'Manis' ya itulah yang mereka fikirkan. Lalu bagaimana dengan Kise?
"Hoi hoi Kireicchi kenal Akashicchi toh?" Ucap Kise ramah membuat teman-temannya (termasuk Akashi) menatap Kise seolah berkata 'Jadi kau kenal dengan gadis ini hah?' Kemudian Kise berbalik menatap teman-temannya "Oh iya minna dia ini teman masa kecilku— Shiroi Kirei."
"Yoroshiku Aomine-kun, Midorima-kun, Murasakibara-kun to Kuroko-kun" untuk kedua kalinya Kirei tersenyum dan kali ini Akashilah yang menyembunyikan semburat merah diwajahnya, tentu saja tak ada yang menyadarinya.
"Arigatou Murasakibara-kun." Kirei mengambil sebuah lollipop di tangan Murasakibara yang sejak tadi terlupakan.
"Douita~" Kemudian Murasakibara kembali memakan snack tercintanya.
Suasana mulai gaduh akibat kedatangan anggota Kiseki no Sedai. Sesekali Aomine menggoda Kise hingga membuatnya marah kemudian Kise yang memeluk Kuroko dengan erat membuat Kuroko tak bisa bernafas serta merasa kesal pada Kise. Midorima yang entah mengapa berani menceramahi Akashi dan tentu saja Akashi tetap memainkan gunting ditangannya. Lalu Murasakibara? Tentu saja hanya menonton teman-temannya.
"Let's Fly Now, Let's Fly Now…~"
Ditengah kegaduhan yang sedang terjadi tiba-tiba saja terdengar dering ponsel seseorang di dalam ruangan tersebut. Seorang gadis bermata onyx itu segera mencari sumber suara tersebut yang ternyata berasal dari sebuah meja di ruangan itu. Dengan segera Kirei meraih ponselnya dan menjawab panggilan masuk tersebut. Sementara itu, diam-diam akashi terus memperhatikan gerak-gerik gadis bermata onyx tersebut.
"Hai, aku akan segera kesana." Kireipun berbicara dengan seseorang yang berada diseberang telepon itu. Kemudian ia kembali menghampiri para anggota Kiseki no Sedai yang tak kunjung tenang.
"Ano minna apa kalian bisa menemani Akashi-kun disini?" Tanya Kirei sedikit ragu.
"Tentu saja!" Jawab mereka kompak dan Akashi hanya menghela hafas panjang saat mendengar jawaban dari teman-temannya.
"Memangnya ada apa Kireicchi?" Tanya Kise kemudian.
"Sepetinya aku harus segera pergi karena ada urusan mendadak." Seraya Kirei menjawab pertanyaan Kise.
"Baiklah kalau begitu serahkan saja Akashicchi pada kami!" Dengan senyuman yang melebar Kise menatap Akashi yang masih diam.
"Aku baik-baik saja." Jawab Akashi datar serta dingin.
"Kau sakit Akashichin." Akhirnya Murasakibara kembali berbicara.
"Terserah kalian saja." Kemudian Akashi kembali mendengar suara kegaduhan yang selalu ia denger setiap kali bersama anggota timnya itu.
"Sumimasen minna aku pergi dulu~ jyaaaa matta~" Kirei melambaikan tangan kepada keenam pemuda dihadapannya sebelum pandangannya beralih pada sepasang bola mata heterochrome milik Akashi "Cepat sembuh ya Akashi-kun~" Kirei tersenyum hingga akhirnya menghilang dari ruangan tersebut.
"Huaaa manisnya~ Kireicchi memang manis sejak dulu." Teriak Kise.
"Seperti momogiku…~" Tambah Murasakibara sambil menatap momogi ditangannya.
"Sepertinya Satsuki kalah manis oleh dirinya." Aomine berfikir keras sebelum ia mengatakan hal tersebut.
"Akashi-kun apa gadis itu pacarmu?" Pertanyaan Kuroko membuat teman-temannya diam sambil menatap Kuroko serta Akashi secara bergantian. Mereka mulai termakan pertanyaan Kuroko dan terlalu penasaran menanti jawaban dari Akashi.
Demo~~~
Akashi hanya menyeringai ketika itu.
"Nee, Tetsuya apa kau mau mati?" Senyum psycho tercermin diwajah sang kapten dengan sebuah gunting yang senantiasa menghiasi tangannya.
"Hiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaa…"
"Tidak, terimakasih."
.
.
.
Makashi bagi yang sudah baca~
Makasih juga atas reviewnya di ff pertama saya ini
To Zelvaren Yuvrezla : Hehehe Kiseki no Sedai sudah biasa tekena amukan Akashi *dilempar bola* mungkin Kuroko itu sebenarnya paranormal yg menyamar dengan tingkat keberadaan yg minim (?) Akachin luar dalam itu berbeda kyaa *minta gendong/plak*
