Title : First Love
Disclameir : Semua cast yang ada di sini bukan milik saya.
Pairing : Yewook, Siwook, kyumin. Sligh Lee Donghae, kim kibum.
Warning : BL,typo,aneh,abal,gaje,M-PREG, EYD berantakan, alur rada maksa.
Don't like don't read.
Previous chapter
"Nah, ini dia nyonya Choi yang baru, namanya Choi Ryeowook." Dengan bangganya Siwon memperkenalkan Ryeowook di hadapan Yoona dan Yesung.
Yesung langsung terlonjak kaget begitu melihat sosok di hadapannya begitu juga dengan Ryeowook yang langsung menatap horor namja tampan yang merupakan masalalunya.
"Hyung..." bisiknya pelan hampir tak terdengar oleh siapapun.
.
.
.
Chapter 3
Enjoy
Ryeowook menatap sosok masalalunya yang kini berada di depannya, 'dia tidak berubah tetap tampan seperti dulu' batinnya kemudian tatapannya beralih pada yeoja di sampingnya tatapan Ryeowook berubah sendu 'Ternyata keinginannya telah tercapai' pikirnya saat melihat yeoja di samping mantan suaminya sedang menggendong bayi.
"Annyeong, perkenalkan Kim Yoona imnida dan ini suamiku namanya Kim Yesung." Yoona memperkenalkan dirinya dan juga Yesung.
"Sa-.."
"Ya! Apa yang kau lakukan di sini kepala besar?!" pekik seorang namja manis bergigi kelinci memotong kalimat yang akan di ucapkan sepupunya.
Siwon memandang tidak mengerti pada Sungmin, "Apa kau mengenalnya Minnie?"
"SA..NGAT. malah." Ujarnya sinis penuh penekanan di kata 'sangat'.
"Minnie hyung tenanglah." Kata Ryeowook menenangkan amarah Sungmin yang sepertinya mulai meledak, Yoona menatap Sungmin penuh tanya sedangkan Yesung hanya diam saja.
"Bagaimana aku bisa tenang Wookie, melihat namja yang sudah membuatmu hancur kini berada di depanku." Sungmin memang masih merasa marah pada namja bermata sipit itu, namja bergigi kelinci itu memang sudah berniat akan menghajarnya jika mereka bertemu suatu saat nanti.
"Sudahlah hyung aku tidak apa, lagi pula dia hanya masalalu." Ujarnya lirih.
"Mian, tapi apa maksud kalian sebenarnya?" tanya Yoona, Sungmin menoleh kearah Yoona dengan tatapan marah dan benci.
"Tanyakan saja pada suamimu itu." Ketus namja bergigi kelinci itu aura di sekelilingnya sangat menakutkan.
"Oppa apa kau kenal dengannya?" tanya Yoona pada sang suami.
"Ne, namja itu adalah...mantan 'istri'ku." Jawab Yesung sedikit ragu saat mengucapkan kata 'mantan' pada Ryeowook karena sesungguhnya namja bermata sipit itu masih sangat mencintai namja bersurai madu di depannya.
"Kau dengar sendirikan suamiku bilang dia hanya mantan, lagi pula mereka berpisah karena bercerai." Ucapnya santai.
"Mereka takan bercerai jika tidak ada yang mengganggu dan merusak hubungan mereka, seharusnya kau sadar kalau kau sudah merebut suami orang." Sungmin menaikan sedikit nada suaranya. Untung saja di sekitarnya tidak begitu banyak orang yang mungkin akan menonton perdebatan Sungmin dan Yoona.
"Aku tidak pernah merebutnya, Yesung Oppa menikah dengan ku karena aku mengandung anaknya, selain itu karena dia memang menginginkan seorang anak, dan anak ini sebagai bukti nya." Belanya pada diri sendiri, yeoja cantik itu sedikit tak terima dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Sungmin.
"Tidak merebutnya kau bilang? Dengan mengatakan kau hamil dan meminta pertanggungjawaban Yesung, aku bahkan tidak yakin jika anak itu adalah anak Yesung."
"Wajar saja Yesung Oppa lebih memilihku dan meninggalkan mantan istrinya, namja itu kan tidak bisa memberinya anak dan satu hal lagi Jessica adalah putriku dan suamiku."
"Tau apa kau soal Wookie, asal kau tau ya, anak yang di gendong oleh Siwon itu adalah anaknya Ryeowook dan Yesung." yesung terbelalak kaget , 'benarkah?' ucapnya dalam hati.
"Minnie hyung, sudah cukup." Ryeowook berusaha meredakan amarah Sungmin yang mulai keluar.
"Biar Wookie, biar namja babo itu juga tau kalau kau saat itu sedang mengandung anaknya dan juga kesalahannya yang sudah meninggalkanmu dan anakmu."
"Ani! Donghae adalah aegya ku,dia bukan aegya dari namja manapun." Ucapan Siwon kontan membuat mereka yang ada di sana melihat kearahnya, dapat mereka lihat dengan jelas raut marah di wajah Siwon.
"Siwon hyung." Lirih namja mungil itu.
"Donghae adalah anakku dan sampai kapan pun akan tetap begitu." ulangnya tak peduli jika di depannya ada Appa Donghae yang sebenarnya, Sungmin tersenyum puas mendengar ucapan Siwon.
"Sebaiknya kita pulang saja sekarang." Ucap Siwon.
"Kau benar, kajja Wookie kita harus segera pulang lagipula kau sudah selesai berbelanja kan?" ucap Sungmin, Ryeowook mengangguk pelan.
"Kalau begitu aku akan ketempat kasir dulu untuk membayar semua belanjaanmu." Ucap Siwon.
"Tidak perlu hyung, tadi aku sudah membayarnya." Cegah Ryeowook saat namja kekar itu hendak berjalan kearah kasir.
"Ya! Bukankah sudah hyung bilang, biar hyung yang membayarnya." Ryeowook memutar bola matanya.
"Aku hanya tidak ingin merepotkan hyung saja." Ujarnya, " Aku, Kibum dan Minnie hyung akan menunggu di mobil." Lanjutnya kemudian berjalan ke arah pintu keluar bersama Kibum di ikuti Sungmin. Sesaat pandangan Ryeowook dan Yesung bertemu, ada kerinduan yang tersirat di kedua obsidian milik Yesung sekalipun namja tampan itu kini menatapnya dengan tatapan tajam.
Ryeowook meneruskan langkahnya tak di pedulikannya Yesung yang terus menatapnya hingga namja mungil itu berada di luar toko dan memasuki mobil Siwon, tangan Yesung terkepal kuat ada rasa tak rela dan cemburu dalam dirinya, ada apa denganmu Yesung? bukankah kau sendiri yang memutuskan untuk berpisah dengannya.
"Sepertinya pembicaraan kita cukup sampai di sini, aku harus segera pulang. aku permisi dulu, selamat siang." Pamit Siwon pada keduanya dan langsung memacu langkahnya tanpa mendengar jawaban dari dua orang tersbut.
Namja kekar itu berjalan kearah samping kiri Yesung namun saat akan melewatinya tangan mungil milik Donghae menarik ujung jas milik Yesung yang saat itu tidak di kancingkan.
"Ppa...ppa." begitulah kalimat kecil yang keluar dari bibir mungil milik Donghae, mungkin dia bermaksud memanggil Appa pada Yesung, inikah yang di sebut ikatan batin antara Appa dan aegya.
"Hae lepaskan baju Yesung ahjussi, jangan nakal ne." Ucap Siwon lembut, tangan besarnya menarik pelan tangan mungil Donghae yang sedang memegang ujung jas Yesung.
Yesung tersenyum lembut dan hendak menyentuh Donghae namun tangannya langsung di tepis Siwon.
"Jangan sentuh anakku." Ucapnya dingin, rahang Yesung mengeras apa maksud namja itu melarangnya menyentuh anaknya sendiri.
Setelah mengucapkan kalimat itu Siwon pun melanjutkan langkahnya keluar dari tempat itu.
"Oppa sebaiknya kita pulang saja, aku jadi tidak berselera belanja sekarang." Kata Yoona sambil berjalan menuju pitu keluar, Yesung hanya diam dan menuruti kata-kata istrinya saja, mereka berdua pun berjalan menuju mobil mereka.
.
.
.
Suasana di dalam mobil Siwon begitu kaku, tidak ada pembicaraan di antara ketiga namja di dalamnya, Sungmin tampak cuek, sedangkan Siwon sesekali melirik kearah Ryeowook yang saat itu sedang termenung.
"Jadi dia namja yang selama ini menjadi penghalang jalanku untuk bisa bersamamu? Apa kau masih mencintainya?" tanya Siwon memulai pembicaraannya dengan Ryeowook.
Ryeowook menoleh kearah Siwon, "Maksud hyung?"
"Hyung merasa kalau kau selama ini selalu menolak hyung karena kau masih belum bisa melupakannya." Jelas namja kekar itu.
"Berapa kali harus ku bilang dia hanya masalalu.."
"Masa lalu yang sulit di lupakan, benarkan." Siwon memotong ucapan Ryeowook, namja mungil itu diam tak tau harus menjawab apa, semua yang di ucapkan Siwon memang ada benarnya jika dirinya memang masih belum bisa melupakan segala kenangannya dengan Yesung.
"Aku akan membuatmu melupakannya chagie, kau lihat saja hanya akan ada namaku di pikiranmu mulai sekarang." Ucapnya mantap dan penuh keyakinan.
"Kurasa Siwon ada benarnya, belajarlah untuk benar-benar melupakannya, kau lihat sendirikan Wookie, Yesung bahkan hanya diam saja saat Yoona menyinggung soal ketidak mampuanmu memiliki anak." Sungmin membenarkan ucapan Siwon, dia sangat menyetujui ucapan namja kekar itu.
Ryeowook diam tidak menjawab ucapan Sungmin, dirinya kembali melihat jalan di depannya sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah milik Kyuhyun, mereka semua turun dari dalam mobil milik Siwon, Ryeowook tampak sedikit kesulitan karena membawa beberapa kantung plastik di tangannya, untung saja Kibum tidak meminta untuk di gendong lagi olehnya.
"Sini biar hyung bantu." Sungmin mengambil salah satu dari kantung belanjaan Ryeowook.
"Gomawo hyung."
"Sepertinya Hae tertidur, aku akan membawanya kekamarnya." Ucap Siwon, namja kekar itu tanpa sungkan langsung masuk kedalam rumah Kyuhyun dan berjalan menujun kamar Ryeowook kemudian meletakan Donghae di ranjang milik Ryeowook.
"Hyung kenapa menidurkan Donghae di situ?" tanya Ryeowook begitu memasuki kamarnya.
"Biar aku juga bisa ikut berbaring di sini." Jawabnya enteng.
"Ini masih siang hyung, memang hyung tidak merasa lapar?"
"Tentu saja, aku akan ikut makan di sini. Oh ya, apa Kyuhyun sudah pulang?"
" Mungkin sekitar satu jam lagi. Kalau begitu aku akan pergi kedapur untuk memasak." Ucapnya.
"Lalu di mana kibum?"
"Kibum sedang menonton di ruang televisi." Jawab Ryeowook kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar miliknya.
'Benar-benar sosok 'istri' yang sempurna' batin Siwon, namja kekar itu kembali merebahkan diri di samping Donghae dan memeluk bayi mungil itu, 'Kita akan menjadi keluarga yang bahagia, Appa, Umma, Kibum hyung dan kau' ucapnya dalam hati.
Satu jam kemudian
"Aku pulang, Minnie chagie~." Kyuhyun yang baru datang langsung memeluk Sungmin dari belakang.
"Kyu jangan seperti ini malu kan dilihat mereka." Sungmin menunjuk kearah Ryeowook, Siwon dan juga Kibum.
"Tak apa kan, toh Siwon hyung juga sering begitu pada Wookie hyung." Ujarnya seraya menunjukkan seringai evilnya kearah pasangan Siwook.
Ryeowook merona karena malu sedangkan Siwon dia tampak biasa saja.
"Jaga bicaramu evil." Ucap Ryeowook sambil menahan malu.
"Sebaiknya kita segera makan, Kyu kau juga, bukankah waktu istirahatmu hanya satu jam." Sungmin melihat kearah suaminya.
"Ah, benar juga, selamat makan." Kyuhyun menarik sebuah kursi dan mendudukan dirinya kemudian menyantap masakan yang sudah tersedia.
"Kita seperti keluarga besar yang sedang berkumpul ya." Celetuk Siwon, semua yang ada di sana kecuali Kibum menoleh pada namja berlesung pipit itu.
"Hyung, jangan mulai lagi." Siwon hanya terkekeh dan lebih memilih melanjutkan acara makannya.
Di tempat lain
Yesung dan Yoona baru saja tiba di rumah mereka, saat Yesung hendak melangkah masuk tiba-tiba ponselnya berdering, di ambilnya pensel yang berada di saku jasnya, sebuah pesan masuk.
From : Unknow
Apa kau merasa yakin jika anak yang di lahirkan Yoona adalah anakmu?
Yesung membelalakan kedua matanya, lagi-lagi pesan seperti ini, siapa orang itu? Apa maunya sebenarnya?.
Malam harinya Yesung duduk termenung di ruang kerjanya, memikirkan kejadian yang baru saja di alaminya hari ini, bertemu dengan mantan 'Istri' yang diam-diam masih di cintainya, dan juga mendapat pesan misterius yang menyatakan bahwa Jessica bukanlah anak kandungnya.
Memang bukan hanya sekali atau dua kali saja Yesung mendapat pesan itu tapi semenjak Yoona melahirkan dirinya sering mendapat pesan yang isinya hampir sama, kalau memang Jessica bukan anaknya lalu anak siapa? Sudahlah, Pikirnya.
Tatapan mata Yesung kemudian teralih pada sebuah laci kecil di depannya, di bukanya laci tersebut, tangannya meraih sebuah photo kecil dan memperhatikan sosok di dalam photo tersebut, seorang namja bertubuh mungil bersurai madu.
'Ryeowook...sayang' batinnya seulas senyum lembut terukir di bibir tipisnya, namun senyumnya seketika pudar kala mengingat kembali sosok tersebut sudah di miliki oranglain, amarah terlihat kembali di kedua matanya.
'Tak akan kubiarkan, siapapun memilikimu akan kurebut kalian berdua dari tangannya' batinnya, egois memang padahal dirinya sendiri sudah beristri tapi kenapa dirinya masih memikirkan mantan 'istri'nya.
Di kediaman Cho
"Wookie ada yang ingin kukatakan padamu." Ucap Siwon, saat ini dirinya sedang berada di dalam kamar milik Ryeowook, Kibum dan Donghae sudah tertidur di atas ranjang milik Ryeowook, dan itu menjadi sebuah alasan bagi Siwon untuk berada di sana.
"Ne, apa itu?" tanya Ryeowook.
"Aku ingin melamarmu dan segera menikahimu." Katanya serius, dan Ryeowook dapat melihat keseriusan itu di mata Siwon.
"Tapi hyung bukankah ini terlalu cepat, aku...masih belum siap."
"Hyung mengerti kau masih belum bisa menerima hyung atau mungkin kau masih memikirkan mantan suamimu."
"Aku akan berusaha melupakannya, hanya saja bisakah hyung memberiku waktu?"
"Berapa lama waktu yang kau butuhkan?"
"Sampai aku benar-benar siap hyung." Jawabnya.
"Baiklah, hyung akan menunggumu sampai kau benar-benar siap." Siwon mengangkat dagu Ryeowook dan mendekatkan wajahnya perlahan.
"Percayalah hyung tulus mencintaimu dan hyung juga sangat menyayangi Donghae." Bisiknya di telinga Ryeowook sebelum akhirnya Siwon mempertemukan bibir nya dengan bibir Ryeowook.
"Saranghaeyo." Ucapnya di sela ciumannya dengan Ryeowook.
"Nado..." 'Mungkin aku memang harus mencoba menerimanya' pikirnya, malam yang cukiup panjang untuk sepasang kekasih baru.
"Chagie, bolehkah aku menginap di sini?" tanya Siwon.
"Kenapa tidak pulang kerumah hyung saja, di sini lumayan sempit."
"Ayolah chagie, masa aku harus menggendong Kibum kerumah, jebal hanya semalam saja, coba lihat anak-anak kita tidur dengan sangat lucunya." Bujuknya, padahal itu Cuma alasannya supaya di ijinkan menginap.
"Mereka memang lucu." Ryeowook menatap kedua balita itu bergantian, tanpa sadar Siwon sudah merebahkan dirinya di kasur.
"Jaljayo chagie~."
"Ya! Kenapa malah tidur, aku kan belum mengijinkan hyung untuk menginap." Pekiknya kemudian menguncang-guncang tubuh namja yang saat ini menjadi kekasihnya, namja itu diam mungkin sudah terlelap atau bisa jadi hanya pura-pura, ckck.
Di kamar Kyuhun
Sungmin sedang duduk termenung di sisi temat tidur sepertinya ada sesuatu yang sedang di pikirkannya saat ini.
Cklek
"Minnie hyung chagie, kenapa belum tidur?" tanya Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kyu aku ingin bertanya sesuatu?"
"Apa itu chagie." Jawabnya, namja berambut ikal itu ikut mendudukan diri di sisi tempat tidur atau lebih tepatnya di samping Sungmin.
"Kyu apa kau benar-benar bahagia bersamaku?"
"Tentu saja, hei pertanyaan macam apa itu."
"Kyu kau tau kadang aku merasa takut jika dirimu akan berubah seperti Yesung, kau akan meninggalkanku karena aku tidak bisa memberimu anak." Ujarnya, Sungmin selama ini memang berharap jika dirinya bisa sperti Ryeowook, hanya saja dia sadar jika hal itu terjadi padanya, tidak semua orang memiliki keberuntungan bukan.
"Apapun yang terjadi aku siap menerima resikonya chagie, aku menikahimu karena aku benar-benar tulus menyayangimu." Sungmin memeluk suaminya dengan erat merasa terharu akan jawaban yang di berikan suaminya, sungguh baru kali ini suaminya bisa berkata dengan begitu serius.
"Gomawo Kyu, saranghaeyo." Lirihnya, Kyuhyun mengusap pelan punggung Sungmin.
"Nado. Kajja kita harus segera tidur." Ajaknya sambil merebahkan dirinya, Sungmin pun ikut merebahkan diri di samping Kyuhyun.
Keesokan harinya
"Hyung bangun sudah pagi." Ucap namja mungil itu sambil menggoyang-goyang tubuh kekasihnya.
"Eunghh, sebentar lagi chagi~" lenguhnya dengan suara khas orang setengah tidur.
"Ya! Ini sudah hampir jam 7, memang hyung mau terlambat kekantor sekarang." Ujarnya dengan inotasi suara yang sedikit di naikan, bermaksud agar namja kekar itu bangun.
"Ne ne chagie, kau ini cerewet sekali, bagaimana jika Hae dan Kibum terbangun juga." Ujarnya sambil mengucek-ngucek sebelah matanya.
"Mereka bahkan sudah bangun sebelum aku membangunan hyung, ppali ireonna." Dengan terpaksa akhirnya Siwon bangun dari tempat tidur Ryeowook dan berjalan menuju kamar mandi dengan langkah sedikit terhuyung karena namja kekar itu berjalan dengan mata setengah tertutup.
Di kantor Siwon.
"Sangjanim ini berkas yang harus anda tanda tangani." Ucap seorang namja bertubuh tinggi yang merupakan asisten pribadinya.
"Ne." Siwon mengambil berkas yang di sodorkan sang asisten kemudian menandatanganinya. Setelah selesai Siwon memberikannya lagi pada sang asisten.
"Gomawo sangjanim." Ucapnya kemudian melangkah pergi menuju pintu keluar.
"Yunho, kau tau kemarin aku bertemu dengan Yoona dan juga suaminya."
Deg
Langkah Yunho terhenti seketika begitu mendengar kalimat yang di ucapkan sang atasan.
'Yeoja gila itu' ucapnya dalam hati, tangannya terkepal kuat dan sorot matanya penuh kebencian.
TBC.
Haii masih adakah yang menantikan fic ini #readers : enggak, kimi :#pundung sambil makan kerupuk.
Mianhae atas ketelatan update, coz kimi selalu sibuk dengan pekerjaan, dan terkadang kimi selalu pulang malam.
Moga chap ini tidak aneh dan membosankan, mohon kritik dan saran yang membangun untuk kelancaran fic kimi ini, yosh tanpa banyak cingcong mari kita balas reviewnya dulu.
YL : Yewook pasti bersatu Cuma harus melewati proses
Siwook shipper : ini udah cepet (?) loh, mampir lagi kalau sempat ne...
RyeownggTa 12 : aduh jangan pasang puppyeyes dong aku jadi ngga tega T_T huks, mas yeye sudah cemburu tuh hoho...
Kim eun hoon : siwook ya emmmm hoho kita lihat aja ne perkembangan ficnya...aduh ada yang kedip mata sama akyu...XD..
Lailatul Magfiroh : dirimu udah lama tuh ngga baru...ne bener tuh saeng kita rujak aja ddangkoma si yeppa biar dia tau rasa #dirajamclouds...gomawo saeng udah review.
Diah'YWS : oke ini udah lanjut...:D
Qithienfivedhie : yosh gomawo buat dukungannya...
Meymellii : hmmm di chap ini kayanya udah bisa kejawab dech...mampir lagi ne...
Nuraya sarang : Siwook nikah di chap 5 kayanya tuh saeng hahaha...
Girrafe Wookie : yeye kayanya menyesal tuh, makasih buat semangatnya...mampir lagi ne kalau sempat...
Gina : makasih.. ini udah lanjut...
Guest : hohoho ini udah update, makasih udah mau nungguin ni ff abal.. moga tidak kecewa dengan chap 3 nya...kkk
AmuHinaChan : sip ini udah lanjut...:)
Eunsoonpark58 : hehehe ne diriku bakal tetap lanjut ko, makasih buat semangatnya, ini chap 3nya,,dan sesuai rencana ayo bikin yeye nyesel dulu setengah mati...kkk
Yewook Turtle : siwon emang rada maksa haha..gomawo semangatnya sunbae..hehe walau pun dirimu lebih muda dari ku tetap aja dirimu senior di ffn...gomawo udah mampir...
carweightelfsuju shawolshinee : siwook rencana di nikahin(?) di chap 5 tuh hehe jadi di tunggu aja ne...
dheek enha1 : sip ini lanjutannya...
R'Rin4869 : alurnya cepet ya, hehe makasih udah mampir.. and sepertinya diriku butuh masukan nih darimu mengenai tulisan dan kekurangannya di fic saya...=D.
Fieeloving13 : yang ini lamanya kebangetan ya..hehehe makasih, mampir lagi ne.
hideyatsutinielf : bener tuh dia memang babo#dijambakyeye...
meidi96 : hoho tenang saja aksi balas dendam sebentar lagi di mulai..hihihi..
Jie Yoo Park137 : yosh, makasih udah mampir..
hanazawa kay : oke sip, yeye udah kimi buat cemburu..hohoho.
yosh kayanya kimi harus pamit dulu nih, makasih buat semuanya, kimi tidak bisa lanjut tanpa dukungan dan tagihan update(?) dari kalian.
oke akhir kata review.
.
.
.
'kimidori'
