OraRi : thx atas reviewnya

Lollytha-chan : oke

Akira : bukan gak jadi tapi tertunda.. di sini ada kok

Merai : makasih ya

Hyu Chan : lama nggak ketemu -peluk-*digampar*..

Di chap ini ada lagu romance yang judulnya 'Can You Feel The Love Tonight'.. liriknya tuh yang di underline.. dan kalo ada nama Hinata ato Gaara di dlm tanda kurung sebelum lirik lagu, itu tuh artinya itu di pihak mereka ato di pikiran mereka lah..

Bagi yang pernah lihat film animasi Disney 'The Lion King' yang pertama pasti tahu nih lagu.. yang pas Simba sama Nala berduaan di hutan waktu mereka dah gede

Oke!

Go on with the story!


Saat bibir mereka hampir bersentuhan, Gaara tersentak. Jantungnya terasa diremas sekuat-kuatnya. "UAAGH!", Gaara tiba-tiba menjerit, membuat Hinata sangat terkejut. "Gaara! Kamu kenapa?", Hinata memegang bahu Gaara yang sedang meremas jantungnya. "Uhuk! Ugh!", darah menyembur makin banyak dari mulut Gaara, menodai salju di bawah tubuhnya serta jubahnya yang warnanya sama putihnya dengan salju di bawah tubuhnya. "Ukh.. Hinata..", tangan Gaara yang merah karena darah bergetar hebat. Tangannya naik meraih lengan Hinata. "Gaara! Kau kenapa? Apa yang ter-"

BRUK

"-jadi..", suara Hinata menjadi pelan saat dia menyelesaikan kalimatnya. Gaara terjatuh pingsan di dada Hinata. Nafas Gaara yang sangat cepat terdengar jelas di telinga Hinata. "Gaara..", tubuh Hinata gemetar melihat Gaara yang tidak bergerak di pelukannya. Sekilas gambaran yang dikenalnya melintas di benaknya, membuat dinding ketakutan terbangun di pikirannya. Akhirnya gambaran itu menjadi jelas di otaknya, mengirim pesan ke hatinya, membuat hatinya menjadi sangat sakit dan takut. Gaara mengingatkannya pada orang itu. Kini di mata Hinata, Gaara bagaikan orang itu. Dia memeluk Gaara erat di dadanya.

"Kazekage-sama!"

Di tempat lain..

Seorang laki-laki berwajah mengerikan berkulit sepucat mayat dengan rambut hitam panjang dan mata serupa mata ular yang memancarkan kelicikan sedang menyeringai sadis. Tangannya terkepal. Seekor ular putih yang mengerikan menyembul dari balik bahunya. Terdengar suara mendesis yang sangat licik keluar dari bibirnya yang tipis.

"Hoo. Kazekage, kau sudah bertemu kembali dengan Hinata-sama. Khu khu khu. Menarik. Menarik, Kazekage. Baiklah, aku akan ikut bermain lagi. Permainan ini baru saja akan dimulai! Kazekage, aku menunggu. Orochimaru menunggumu."


Hinata duduk di tepi danau sambil termenung memikirkan apa yang terjadi sekaligus sedikit mikir tentang masa depannya yang kelihatan suram*plakk*, bingung mau ngapain. Di belakangnya tampak sesosok tubuh kekar terbaring di atas salju. Ya, Hinata meletakkan Gaara di salju dengan jaket hitamnya untuk alas kepala si bocah berambut merah itu. Bingung mau ngapain, Hinata mengambil iPod dan earphone nya lalu mulai mendengarkan lagu-lagu yang bisa dibilang nge rock. Matanya menjelajahi pemandangan indah di sekelilingnya dengan malas karena ada rasa panas yang menyerang matanya, yaitu ngantuk. Kepalanya sudah berkali-kali terjatuh-jatuh namun untung saja nggak sampai jatuh permanen alias ketiduran. Namun tak lama kemudian akhirnya pertahanan Hinata runtuh juga. Dia menyerah dan..

KLUK

Kepalanya pun jatuh tertunduk, dengan earphone yang tetap terpasang rapi di kupingnya. Rambut indigonya yang panjang menutupi wajahnya.

Tak lama setelah Hinata ketiduran, terdengar suara dari belakangnya, disertai oleh suara desahan napas lemah yang dikarenakan rasa sakit. "Uhuk.. Uhuk..", ditambah beberapa suara orang terbatuk-batuk seperti orang yang sudah tua dan penyakitan*Gaara : (mencak-mencak) APA MAKSUD LU? GUE BATUK-BATUK BERARTI GUE ORANG TUA PENYAKITAN? OH NO!*. Gaara yang baru saja tersadar dari pingsannya, hal pertama yang melintas di benaknya yang masih agak berkabut adalah Hinata. "Hinata!", katanya setengah berteriak. Dia segera terbangun dan langsung tolah-toleh mencari Hinata. Rasa lega segera menyapu dirinya begitu dia melihat sesosok gadis berambut indigo yang sedang duduk di tepi danau. Saat Gaara menyentuh apa yang menjadi alas kepalanya, dia mengambil jaket Hinata.

"Ini.. jaket Hinata?", batin Gaara sambil melihat jaket hitam di tangannya itu. Bau parfum Bvlgari Aqua menguar dari jaket Hinata. Dia meremas jaket Hinata. Meremas jaket itu jadi seperti dipeluk oleh Hinata sendiri.

Eh?

Tunggu.

Dipeluk Hinata?

Blush.

Pipi Gaara pun sukses dengan indahnya dihiasi oleh semburat merah muda. "Jadi ingat..", Gaara senyum-senyum gaje seperti orang gila*Gaara : gue nista banget sih di fic ini!*.

FLASHBACK

"Hei Kazekage-sama.", gadis berambut indigo di depannya itu berkacak pinggang. "Apa?", tanya Gaara balik dengan stoicnya, namun dengan senyum samar. "Kembalikan jaketku!", kata Hinata setengah berteriak. Sebuah pertigaan muncul di kepalanya. "Ahaha. Hinata, kau membuatku jadi ingin..", kalimat Gaara terhenti. Seulas senyum manis mengembang di wajahnya. Dia meremas jaket hitam di tangannya dengan lembut. "Ingin apa?", tanya Hinata setengah membentak. "Nggak jadi, deh!", kata Gaara yang berhasil membuat hati Hinata tambah mendidih.

"Cih!", Hinata mendecih dengan kesal, membuat senyum Gaara hilang. "Hinata, jangan marah dong!", Gaara panik. "Huh. Kau menyebalkan.", nada suara Hinata berubah menjadi jauh lebih stoic dari Gaara. "Eh? Kamu kenapa, sih?", Gaara memegang bahu Hinata. "Hih sentuh-sentuh segala!", Hinata dengan kasar menepis tangan Gaara dari bahunya. Namun kekasaran Hinata justru membuat Gaara kepingin banget ngakak, namun dia berpikir.. Jika sampai Sabaku no Gaara ngakak, apa kata dunia?

Tiba-tiba dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari Konoha no Kiiroi Senkou, Hinata menyambar jaket hitamnya yang ada di tangan Gaara, membuat Gaara terkejut. "Huh!", Hinata mendesah jengkel. Dia melangkah dengan cepat ke arah pintu. "Besok aku pulang. Aku nggak ingin ada orang lain yang tahu tentang ini. Aku di sini hanya untuk misi dari Hokage. Hubungan lebih dari hubungan aliansi antara kau dan aku, misalnya persahabatan begini, adalah hal yang dilarang.", katanya sebelum memutar kenop pintu. "Ah Hinata, nggak apa-apa, kan?", tanya Gaara dengan nada menggoda.

PIK

Sebuah pertigaan yang merah membara muncul di kepalanya. "Grrr..", tangannya mengepal. Senyum Gaara lenyap, matanya melebar. Hinata berbalik menghadap Gaara, 'Byakugan' aktif. Dan sebuah teriakan yang menggemparkan Dunia Ninja pun keluar dari mulut sang Hyuuga Heiress..

"KAZEKAGE-SAMA NYEBELIIIIIIIIIN!"

FLASHBACK OFF

"Hihihi..", Gaara terkikik kecil dengan tawa yang berhasil membuat Author ketakutan karena suara tawa Gaara persis seperti ketawanya kuntilanak *buakkk*. "Persis seperti saat itu.. sebuah jaket bisa sangat berarti bagiku..", gumamnya pelan. "Hei Hinata.", dia berdiri dan menghampiri Hinata. Gaara duduk di samping Hinata dan menyentuh bahu si Hyuuga Heiress lembut. Namun yang membuat Gaara kaget, Hinata nggak merespon. Gaara sempat panik, namun setelah merasakan nafas Hinata yang teratur, Gaara pun tersenyum dan menyadari bahwa Hinata ketiduran. Gaara memakaikan jaket hitam Hinata di tubuh yang empunya jaket dan, sambil blushing parah, perlahan Gaara menarik tubuh Hinata ke tubuhnya dan meletakkan kepala Hinata di dadanya yang bidang.

Gaara's POV

Hinata, aku sangat bahagia kau ada di sisiku lagi. Sudah lama aku tak bertemu denganmu, sejak aku disihir oleh Orochimaru menjadi seperti ini. Tapi Hinata, aku sangat sedih begitu aku mengetahui kau sama sekali tak mengingatku. Apa yang sudah dilakukan Orochimaru sialan itu padamu, Hinata? Apa dia menghapus aku dari ingatanmu? Pasti begitu! Hinata, cobalah untuk mengingatku. Aku ingin kita menjadi seperti dulu lagi.

Hinata, sebelumnya maafkan aku. Dulu saat kau bilang padaku kau menyukaiku, aku malah membohongi diriku sendiri, terlebih lagi membohongi dirimu, dengan bilang aku lebih menyukai Matsuri daripada kau. Saat kau pergi, rasanya ada yang hilang. Dan saat kau disandera oleh Orochimaru, baru saat itulah aku menyadari perasaanku padamu. Aku juga sadar bahwa aku sama sekali tak menyukai Matsuri. Namun saat aku menyadari bahwa aku mencintaimu, semuanya sudah terlambat.

Aku tidak sempat bicara lagi denganmu sampai Orochimaru memisahkanku darimu. Kau yang seperti mati suri selama kejadian dengan Orochimaru itu berlangsung, tak bisa melihatku yang sangat berusaha untuk menolongmu sampai hampir mati di tangan Orochimaru. Kita tidak sempat bicara lagi setelah itu. Dan ketika kita bertemu, kau.. sudah melupakan aku dan sama sekali tak mengingatku.

Tapi.. kenapa kau ingat Kazekage? Itu berarti kau ingat saat-saat kita bersama, kan? Aku tidak mengerti, Hinata. Kalau kau mengingat Kazekage, bukankah sudah seharusnya kau mengingatku? Tapi kenapa kau melihatku seolah aku orang lain? Itu menyakitiku, Hinata! Sangat menyakitiku!

Hinata.. kumohon.. ingatlah aku.

End Gaara's POV

Gaara sedang sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri, ketika tiba-tiba dia merasakan Hinata bergerak di dadanya. Gaara segera tertampar kembali ke dunia nyata dan langsung melonggarkan pelukannya untuk memberi ruang pada Hinata. Hinata menegakkan badannya yang masih lemas itu. Awalnya dia sama sekali nggak menyadari kehadiran Gaara, namun saat Gaara melingkarkan kedua lengannya di sekeliling tubuh Hinata barulah Hinata sadar bahwa selama ini dia tidur di pelukan Gaara. Dan bisa ditebak, hal itu berhasil membuat pipinya menjadi sedikit ternoda warna merah muda. Hinata langsung melepaskan diri dari pelukan Gaara. Selain karena malu, dia juga kedinginan.

Entah dorongan dari mana, Hinata melirik jam tangannya. Jam 4 pagi. Hinata segera membelalakkan matanya. Setelah melirik Gaara sebentar, dia mengarahkan matanya ke arah matahari terbit. Dan matanya membelalak lebih lebar saat dia melihat sinar kemerahan di ufuk. Gaara yang mengetahui gelagat Hinata itu tersenyum sedih, kemudian memegang tangan Hinata dengan lembut. "Hinata.. memang sudah kenyataan.", katanya dengan halus. Mata Hinata berubah menjadi sendu. Dia menoleh ke arah Gaara. "Kau.. akan jadi.. itu lagi, kan?", katanya dengan suara pelan. Dia mengganti kata 'angsa' dengan 'itu' karena terlalu pahit baginya untuk menghadapi kenyataan bahwa tak lama lagi Pangeran Es di sebelahnya akan berubah kembali menjadi seekor angsa.

Tiba-tiba, apa yang tak diduga namun diharapkan oleh Gaara terjadi. Hinata menabraknya dan langsung memeluk tubuhnya erat-erat. "Hi-Hinata..", muka Gaara langsung memerah tomat. "Berjanjilah padaku, kalau kau akan berubah lagi menjadi manusia..", suara Hinata bergetar. Gaara melebarkan matanya sebentar, kemudian dia balas memeluk Hinata. Senyum hangat menghiasi wajahnya, "Tenang saja, Hinata.. aku akan kembali menjadi manusia, kok..", katanya dengan nada menenangkan. "Syukurlah. Kalau tidak, akan kucincang-cincang kau! Dan kebetulan Neji sepupuku suka makan daging angsa!", nada suara Hinata tiba-tiba berubah mengerikan. Gaara mendelik dan menelan ludah. Hinata melepaskan diri dari pelukan Gaara dan langsung terkekeh melihat ekspresi takut Gaara.

Memukul pundak Gaara pelan (baca : keras), Hinata berkata dengan senyum di wajahnya, "Ah aku kan cuma bercanda sih.". "Bercanda kok gitu?", Gaara memajukan bibirnya sedikit. Melihat ekspresi Gaara, Hinata langsung mendelik. "Kyaaaa! Gaara lucu bangeeeeeeeeeet!", jerit inner Hinata. Semburat merah muda yang nyaris tak terlihat menghiasi pipinya. Gaara tiba-tiba merengkuh Hinata kembali dalam pelukannya. "Hinata.. aku..", kalimat Gaara terputus saat cahaya pertama matahari terbit jatuh menimpa tubuhnya.

ZRING!

Cahaya putih yang sangat terang menyelimuti tubuhnya. Dan setelah itu Gaara menghilang.

BRUK

Hinata jatuh nyungsep ke depan. Bayangkan saja! Gaara memeluknya, otomatis tubuh Hinata condong ke depan. Lalu Gaara mengecil alias berubah menjadi seekor angsa, otomatis pula tangannya yang menahan Hinata ikutan hilang, maka hasilnya pun bisa ditebak. Setelah wajahnya mencium salju, Hinata langsung misuh-misuh gak jelas. Dia menegakkan tubuhnya lalu tolah-toleh. Mata putihnya terpaku pada seekor angsa putih yang berdiri di sebelahnya dan menatap Hinata tajam dengan mata turquoisenya.

"Kenapa kau memandangku seperti itu?", tanya Hinata kesal. Angsa di depannya hanya memiringkan kepalanya. "Kamu senang aku jatuh?", sebuah pertigaan muncul di kepala Hinata. Angsa di depannya pun tampak jelas sedang mesem *I WOW! Angsa bisa mesem! Gaara : jelas lah! Wong angsa itu GUE!*. "Apa senyum-senyum?", nada suara Hinata meninggi. Jelas dia merasa tersinggung. Senyum angsa di depannya itu makin lebar. Akhirnya Hinata nyerah. "Aku ini bodoh atau apa sih? Walaupun ini Gaara, tetep aja ini angsa. Aku ngajak bicara angsa, artinya aku GILA dong?", gumam Hinata pada dirinya sendiri. Namun angsa a.k.a Gaara tetap mendengarnya.

"Mungkin sebaiknya aku pulang dulu lah.", Hinata berdiri. Angsa di depannya mendongak karena jelas lah angsa lebih pendek dari manusia. "Bye, Gaara. Aku pulang dulu ya. Nanti aku balik lagi kok.", Hinata mulai berjalan menjauh. Namun jantungnya nyaris copot saat Gaara *kita sebut saja Gaara. Bosen nulis 'angsa di depannya'* terbang menghalangi jalannya. "Mau apa?", tanya Hinata. Gaara hanya memiringkan kepalanya sedikit. "Sudahlah. Nanti aku balik lagi. Bye, Gaara.", Hinata mengibaskan tangannya sedikit kemudian berjalan pergi masuk ke dalam hutan. Gaara hanya bisa diam di tempatnya, memandangi punggung Hinata yang makin menjauh.

-skip time-

Hinata tampak sedang berjalan cepat, tepatnya berlari, di dalam hutan bersalju itu. "Duh aku telat! Gaara pasti udah jadi manusia lagi! Duh! Terkutuklah Sasori-kun yang minta diajari Matematika sampai jam gini!", Hinata ngedumel-ngedumel sendiri. Akhirnya dia sampai di tepi danau. Hinata berlutut, menumpukan tangannya di atas lututnya sambil tersengal-sengal. Gaara (sudah jadi manusia) yang sedang duduk di tepi danau segera menoleh mendengar suara Hinata. "Hinata..", Gaara tersenyum. "Gomen aku telat! Tadi ada temanku yang-", kalimat Hinata terputus saat Gaara berkata, "Sudahlah nggak apa-apa. Aku senang kamu datang.".

BREGH

Hinata kolaps di atas salju. Gaara langsung panik dan menghampiri Hinata. "Hinata! Kamu nggak apa-apa?", serunya cemas. "Nggak apa-apa (hosh).. aku cuma (hosh).. capek habis lari-lari (hosh)..", jawab Hinata. Gaara menarik napas lega. "Aku kira kamu kenapa-napa..", katanya.

Saat Hinata sudah nggak capek lagi, tiba-tiba Gaara berdiri dan masuk ke dalam hutan sambil berkata pada Hinata sebelum dia menghilang, "Ayo kejar aku kalau bisa!". Hinata hanya terdiam sesaat, kemudian misuh, "Gaara sialan!" sambil menyusul si pemuda Ai masuk hutan. Hinata celingak-celinguk mencari Gaara yang tak kelihatan batang hidungnya. Tanpa diketahuinya, Gaara sedang mengintipnya dari balik pohon dengan mata dan senyum yang penuh dengan perasaan cinta.

Can you feel the love tonight?

The peace the evening brings

The world, for once, in perfect harmony

With all its living things

Gaara memandangi Hinata dengan tersenyum. Namun sesuatu melintas di pikirannya. Bagaimana jika Hinata berhasil mengingat semuanya lalu mengingatnya sebagai Kazekage? Kenangan buruk itu akan membuat Hinata membencinya. Itu sudah pasti. Perlahan senyum Gaara menghilang. Dia berbalik dan bersembunyi dengan punggungnya pada batang pohon. Gaara menyandarkan kepalanya dan menutup matanya dengan raut wajah cemas dan frustrasi. Tangannya mengepal erat. "Bagaimana jika Hinata membenciku?", pikirnya. Gaara hanya ingin bilang pada Hinata bahwa apa yang dulu dikatakannya itu hanya bohong belaka. Hanya Hinata yang dicintainya. Namun bagaimana jika semua sudah terlambat dan Hinata ternyata membenci Kazekage.. dengan kata lain yang lebih jelas, membenci Gaara?

Gaara hanya ingin Hinata mengingatnya dan cintanya pada Hinata. Namun semua itu takkan bisa terlaksana jika Gaara tak menceritakan yang sesungguhnya pada Hinata. Tapi jika dia menceritakan masa lalunya pada Hinata, sama saja mengingatkan Hinata bahwa Gaara pernah menolaknya. Dan semuanya juga akan berakhir pada satu hal. Hinata akan membencinya.

(Gaara)

So many things to tell her

But how to make her see?

The truth about my past? Impossible!

She'd turn away from me

Tiba-tiba lamunannya dikejutkan dengan sebuah tangan hangat yang memegang tangannya. Gaara membuka matanya dan melihat Hinata di sampingnya. "Hinata..", kata Gaara dengan suara pelan. "Ketemu kau!", senyum Hinata girang. Melihat wajah Hinata yang tersenyum padanya, apa yang ditakutkan Gaara sekali lagi menghantui pikirannya. Gaara perlahan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Hinata. Sang Pangeran Es itu berbalik memunggungi Hinata. "Hinata.. aku rasa kita tidak bisa bersama..", kata Gaara, yang mana mengejutkan Hinata.

"Apa maksudmu?", tanya Hinata. Gaara hanya bisa bungkam. "Apa yang disembunyikannya?", pikir Hinata dengan bingung. "Hinata, sebenarnya aku adalah..", Gaara menggigit bibirnya. Tapi tiba-tiba Hinata mengucapkan satu nama yang membuat mata Gaara terbuka lebar dan jantungnya berdetak kencang.

"Kazekage-sama?"

Gaara tak berani menoleh pada Hinata. Hinata menunduk. Dia tersenyum manis. "Aku sudah tahu sejak pertama kali aku melihatmu.", katanya. Gaara membelalakkan matanya. "Dan kau tidak marah ataupun membenciku?", katanya dalam hati. "Kazekage-sama, aku tak mendendam padamu. Karena aku mencintaimu.", kata Hinata. Gaara merasa hatinya jatuh. Hinata berjalan mendekati Gaara kemudian berdiri di depan Gaara dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Gaara. "Maafkan aku ya yang pura-pura tak mengenalmu. Aku hanya takut kalau kau tak menerima perasaanku lagi, sama seperti waktu itu.", senyum Hinata.

Mendengar itu, Gaara melebarkan matanya. "Kau nggak pintar berbohong. Aku tahu kau mencintaiku, Kazekage-sama.. atau boleh kupanggil.. Gaara?", mata putih Hinata menusuk mata turquoise Gaara. Sebuah senyum perlahan mengembang di wajah Gaara. "Tentu boleh..", bisiknya sambil merangkul Hinata. "Kau di mataku.. Kazekage-sama dan Gaara adalah orang yang sama.. kaulah Kazekage penguasa Sunagakure.. jadilah Kazekage yang bertanggung jawab, ya.. Gaara..", kata Hinata di dada Gaara. Saat ini rasa dingin sudah tidak jadi masalah.

"Baik, Hinata..", Gaara menutup jarak di antara wajah mereka.

"Aku mencintaimu.."

(Hinata)

He's holding back, he's hiding

But what? I can't decide

Why won't he be the king I know he is?

The king I see inside?

Akhirnya bibir mereka bertemu.

Kanji 'Ai' di kening Gaara kini telah menjadi kenyataan di antara dia dan Hinata.

Can you feel the love tonight?

The peace the evening brings

The world, for once, in perfect harmony

With all its living things

Saat bibir mereka bertaut, Gaara merasakan hatinya begitu bahagia dan tenang. Semua beban terasa diangkat dari bahunya.

Saat bibir mereka bertaut, Hinata merasakan bahwa Gaara, sang Kazekage yang dulu hingga sekarang dicintainya adalah tempat untuk hatinya berlabuh.

Keduanya sangat bahagia, terutama Gaara. Baginya..

Cinta adalah Hinata.

Can you feel the love tonight?

You needn't look too far

Stealing through the night's uncertainties

Love is where they are

-TBC-


Fiuhhh selesai

Makasih ya utk semua yang udh review fic ini

Akhir kata,

Read 'n Review please