Our Perfect Melody Story
by.
airi shirayuki
Disclaimer:
Vocaloid is not mine!
Warning!
aneh, gak guna, ada bahasa gaoel, banyak typo, dll., dsb., dst.
Bisa menyebabkan:
gangguan pencernaan, hidung tersumbat, mual-mual, diare, tak bisa berkedip, melongo, bengong, tubuh tidak bisa digerakkan, laptop atau hp rusak karena kemungkinan terbanting dengan tidak sengaja atau sengaja, dsb.
Jika penyakit masih berlanjut hubungi klinik Tong Fang!
Rate:
K+
Genre:
friendship, romance
Pair:
Rin Kagamine
Len kagamine
Summary:
Rin Kagami adalah cewek tangguh dan pemarah. Banyak yang mengeluh tentang sikapnya dan terdengar jelas di telinga Rin. Tapi dibalik semua itu ia menyembunyikan tangisannya saat tidak ada yang tahu. Tetapi, bagaimana jika tangisan itu dilihat oleh geng cowok populer yang dipimpin oleh Len Kagamine?
RnR Please!
ENJOY!
Chapter 3: Me? Fall in Love? What?! Ciyusss?!
Len POV
Entah kenapa dari pagi saat ketemu Rin deg-degan mulu. Bisa-bisa gue jantungan kalo gini. Padahal ni chapter masih tergolong permulaan, kok gue begini?. Selesai chapter gue datengin tuh author (ai sembunyi). Kalo tanya ke anak-anak (Mikuo dkk.) malah digoda'in, tanya Rin apalagi?!.
Jujur aja kalo lihat muka Rin yang manis kaya' gulali en unyu-unyu muka gue jadi panas+merah cabe padahal gue lagi gak makan cabe. Sekarang gue lagi sama Rin di atap sekolah yang selalu kosong melompong berdua. Gengku? tau tuh anak-anak, kayaknya sengaja ninggalin gue deh. Gue agak canggung sekarang. Kami duduk di bangku panjang di sudut atap sambil makan bekal karena sekarang istirahat. Aku melirik wajahnya. Tampak mempesona di mataku saat ia memandang langit.
"Nee, Len" panggilan Rin membuyarkan lamunanku. Aku menengok kepadanya.
"Apa?" dia menutup kotak bekalnya.
"Apakah...jalan yang kuambil ini sekarang benar ya?" aku menaikkan sebelah alisku bingung. Dia menoleh ke aku.
"Apakah menolong orang dibalik bayang-bayang itu benar?" aku melihat mata azurenya yang sama denganku.
"Sebenarnya aku ingin menyampaikan yang sesungguhnya kepada semuanya tapi rasanya tercekat di tenggorokan dan saat itu aku berpikir nanti dikira sombong, aku tak mau itu.." aku melihat kegelisahan di matanya. Ia menunduk ke bawah. Aku memandang langit yang jernih.
"Menurutku jadi kuat itu tak apa-apa. Jadi kuat untuk melindungi sesuatu. Tapi sepertinya menyembunyikan kekuatan sama saja bohong. Kalau kau ingin kuat jadilah kuat tetapi kau juga harus melihat sekitarmu, jangan menanggung beban sendiri."
"Maksudmu?"
"Perumpamaannya begini. Tanganmu terasa dingin dan kau menghangatkannya dengan cara menggenggam tanganmu sendiri. Walaupun kau genggam tanganmu sangat erat tanganmu akan terluka, sama seperti saat menggenggam pedang sangat erat. Jadi, kau tidak bisa menghangatkan tanganmu sendirian karena tangan ini juga perlu digenggam orang lain untuk menghangatkannya, begitu (teori gak jelas dari ai-_-')" dia mengangguk mengerti.
Bel pun berbunyi. Ya elah, bel pengganggu. Kami berdua bangkit dari kursi dan berjalan ke pintu tangga. Tetapi ia berhenti melangkah.
"Len."
"Hng?" dia berbalik lalu tersenyum manis. Manis sekali (penyaring otome?!).
"Terima kasih sudah mau menemaniku juga mendengarkanku" aku jadi salting dibuatnya. Wajahku agak memerah. Aku memalingkan mukaku.
"S-sama-sama" akhirnya kami berdua turun dan kembali ke kelas masing-masing.
.
Rin POV
Hyaaa, kok daritadi aku gak bisa bilang maaf ya sama Len? kalian pasti tahulah chapter sebelumnya tuh aku gak sengaja meluk Len pas nangis, hujan juga. Kyaaa, memalukan sekali! apalagi dilihat sama temen-temennya. Kenapa chapter sebelumnya aku harus begitu?. Nanti selesai nih chapter gue bunuh si author (ai minggat). Aku harus bawa kue apa ya? *lho? gak nyambung*. Aku membuka pintu kelasku lalu duduk di bangkuku sambil menghela napas panjang. Tiba-tiba aku melihat kertas bertuliskan 'tarik' di kolong mejaku. Jebakan? aku menariknya dan muncul gambar aneh yang tidak kuketahui. Aih, anak-anak pada gak lucu ah. Kulihat ada beberapa anak-anak yang memperhatikanku sambil cekikikan. Minta geger.
GREEEK! guru pun muncul dari balik pintu rapuh kelas kami. Itu Kiyoteru-sensei, wali kelas kami. Kami memberi hormat dan duduk kembali.
"Selamat siang anak-anak, mungkin kalian akan terkejut mendengarnya tetapi ada perombakan kelas dadakan secara besar-besaran dari kepala sekolah kita jadi...saya akan mengumumkan nama-nama yang pindah ke kelas lain" para murid jadi ricuh mendengar pengumuman dari Kiyoteru-sensei. Aku? ora popo~. Enjoy aja kale~!
"Yang pindah ke kelas 1-2 itu,
Gumi Megpoid
Kaiko Shion
Ted Kasane
kelas 1-3 yaitu,
Luka Megurine
Rin Kagami
IA
kelas 1-4 adalah,
Mayu
Neru Akita
Piko Utatau
SeeU
setelah itu blablabla" aah, akhirnya aku pindah juga dari kelas membosankan ini.
"Perpindahan berlaku mulai besok. Yang tidak dipanggil namanya akan tetap berada di kelas ini, sekian. Sekarang buka buku kalian halaman..."
.
.
Normal POV
Pulang sekolah...
Len dkk. yang berjalan di lorong lantai bawah tidak sengaja melihat Rin yang lewat dengan membawa sebuah kardus kecil berwarna biru muda (teal). Lalu mereka menghampiri Rin.
"Kamu bawa apa? bom?" Rin menoleh.
"Ah ini? ini kardus penting milik Hatsune Miku-san, kata orang-orang sih. Tertinggal di dekat tangga. Aku ingin mengembalikan tetapi sepertinya orangnya sudah pulang."
"Hatsune Miku? berikan aja ke Mikuo! dia kan kakaknya!" Gakupo menunjuk Mikuo yang sedang meminum jus neginya(?).
"Eh, beneran? ya sudah kalau begitu. , tolong berikan ini ke Miku-san ya!" Rin memberikan kardus itu ke Mikuo lalu ia berjalan pergi. Mikuo memandang kardus milik adiknya.
'Ini kan... kardus yang isinya negi's stuff edisi lengkap+limited edition yang sengaja disembunyikan dariku itu ya?' pikir Mikuo sambil mengintip sedikit ke dalam kardus berbau spesial itu.
"Oh iya, !" panggil Rin. Mikuo dan yang lainnya menoleh.
"Tolong jangan bilang kalo yang nemuin itu aku! bilang aja kau yang nemuin! terima kasih!" Rin berjalan lagi.
"Hmm...dia menyembunyikan identitasnya lagi ya..." Len melihat Rin yang semakin menjauh.
.
.
Esoknya...
Rin sepertinya berangkat lebih pagi hari ini. Ia sudah rapi dengan seragamnya. Kemeja putih lengan panjang dan dasi pita abu-abu dirangkapi sweater cream berlogo Crypton High School. Roknya berwarna abu-abu se-lutut. Tak lupa akan blazer abu-abu berlogo yang menggambarkan kebanggaan Crypton High.
"Aku berangkat!" Rin keluar dari rumahnya dan berjalan menuju sekolahnya.
.
Sesampainya di sekolahnya, Rin langsung naik dan langsung mengarah ke kelas barunya, 1-3. Di kelas masih tampak sedikit anak. Ia duduk di sembarang tempat dan sepertinya kalian tahu, ia duduk di posisi yang sama dengan yang dulu, di pojok belakang sebelah jendela. Tempat favorit gitu. Rin meletakkan tasnya dan duduk. Ia menguap tanda masih mengantuk. Berhubung masih agak lama masuknya ia pun tidur menghadap tembok.
.
Sementara itu Len side...
Len beserta kawan-kawannya berjalan ke ruang kelas mereka yang baru.
"Haha, tak kusangka kita semua berada di kelas yang sama ya. Sungguh ajaib!" kata Kaito sambil memakan es krimnya (pagi-pagi sudah makan es krim?). Mereka tiba di depan kelas mereka, kelas 1-3. Mikuo menggeser pintu kelas.
"Yaa...memang suatu ke..be..tu...lan?" suara Mikuo semakin mengecil dan pandangannya tidak bisa lepas dari sesuatu di dalam.
"Ada apa Miku...o?" Gakupo juga nge-freeze.
"Lho, kalian napa?" tanya Kaito yang masih tidak mengerti keadaan. Mikuo menarik Len yang ada di belakangnya.
"E-eh, apa yang kau lakukan?!" Mikuo langsung menunjuk makhluk di pojokan. Len melihat tujuan telunjuk Mikuo yang akhirnya mengarah ke seorang gadis berambut kuning yang tertidur di pojokan.
"Itu kan..." *ai: ahh, pada lebay semua kalian!(gebukin)*
"Nii-san?" terdengar suara perempuan yang berjalan ke arah gerombolan laki-laki keren bin ajaib itu. Mikuo menoleh karena tampaknya suara itu tidak asing baginya.
"Miku?" gadis yang dipanggil Miku itu tersenyum senang.
"Nii-san masuk kelas ini? senangnya! aku juga di sini!" seru Miku dengan mata yang berbinar-binar.
"Eh, Luka?" yang dipanggil langsung menoleh.
"Gakupo?" Luka bangkit dari duduknya dan menghampiri Gakupo.
"Kamu di sini?" Luka mengangguk. Mereka berdua langsung berkicau nge-tweet (authornya aja gak punya tweet -_-').
"Hoho, ada apa ini? semuanya kumpul dalam satu kelas? ajaib ya?" Kaito melipat tangannya ala jin sumur lumutan. Len menghampiri Rin yang mulai bangun karena kelas mulai ramai.
"Rin" Rin yang masih setengah sadar menengadah melihat Len yang sudah di depannya.
"Shota?" Rin mengucek-kucek matanya lalu ia tersadar sepenuhnya.
"Kamu eh, kalian semuanya kok di sini?" tanya Rin yang menengok Mikuo dkk. yang masih bincang-bincang di depan kelas.
"Kami semua masuk kelas ini, kamu juga ya?" Rin mengangguk. Waah, Len tampaknya berbunga-bunga bangkai(?). Lalu Len duduk di sebelah Rin.
"Aku duduk di sebelahmu ya!"
"Terserah" asek asek!. Len menaruh tasnya dan duduk di bangku sebelah Rin.
"Ajaib ya semuanya yang berhubungan bisa sekelas gini" Len menengok gerombolannya yang masih ngobrol.
"Iya..." KRIIIING! Bel masuk berbunyi. Anak-anak mulai menempati satu-persatu bangku. Urutannya sih begini, Rin dipojok belakang dekat jendela, Len sebelahnya, Kaito sebelah Len, Miku depan Rin, Mikuo di sebelah Miku, Gakupo ada di sebelah Mikuo. Ngumpul berjamaah di belakang deh. Guru memasuki kelas 1-3.
"Selamat pagi anak-anak! perkenalkan, saya Okurine Luka (bener gak sih?) dan saya yang akan menjadi wali kelas kalian!" kata Okurine-sensei dengan senyum bersemangat. Mungkin guru yang baik?. Rin menopang dagunya malas.
.
Waktu cepat berlalu dan sekarang saatnya pulang. Len menengok dan bertanya-tanya karena sejak tadi, mungkin sekitar 15 menit yang lalu Rin ijin ke kamar kecil dan sampai saat ini belum kembali juga. Len jadi khawatir kalau misalnya Rin tersesat *yang bener aja*. Mikuo dkk. menghampiri Len.
"Mana Rin-chan?" tanya Kaito. Len hanya menggeleng tidak tahu. Tiba-tiba terdengar pintu tergeser dan tampaklah Rin kembali tapi penampilannya saat ini membuat Len, Mikuo, Kaito, Gakupo, dan anak-anak yang masih di kelas terkejut. Bagaimana lagi karena saat ini Rin penuh luka, rambutnya acak-acakan dan ada darah di dahi dan sikunya juga bekas darah di sampig bibirnya. Rin berjalan tertatih tetapi santai seolah tidak terjadi apa-apa ke arah bangkunya tanpa memperdulikan tatapan yang diberikan kepadanya. Ia pun mengambil tasnya.
"Kamu kenapa?! penuh luka begitu!"
"Habis jatuh dari tangga!" Rin menjawab asal. Ia mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas tapi tangannya diraih oleh Len yang membuat Rin meringis kesakitan karena luka di sikunya. Len menariknya mendekat.
"Kamu habis darimana? arena gulat?" Rin memalingkan mukanya.
"Aku habis dari toilet! aku kan sudah bilang sensei tadi!"
"Terus kenapa kamu luka?" Luka langsung menoleh.
"Apa?" tanyanya.
"Bukan kamu!" Luka lalu ber-oh ria. Garing ah.
"Rin-chan, kalau ada sesuatu bilang saja!" Kaito bersimpati XL Telkomsel*lho?*. Rin menundukkan kepalanya. Ia bergetar seperti ingin... . Rin melepaskan tangan Len dan berlari keluar.
"Woi Rin, tunggu! mau kemana kamu?!" Len dkk. mengejar Rin yang pada akhirnya berhenti di...
"Kamu memang suka atap sekolah ini ya?" Len berjalan ke arah Rin yang bersandar di pagar pembatas sambil menangis.
"Pasti para gadis-gadis ya?" tanya Mikuo. Rin masih menangis. Semuanya tak tahu harus apa. Lalu Len menepuk lembut kepala Rin.
"Baka, kau ini kan cewek tertangguh di sekolah, harusnya jangan menangis begini dong! ceritakan saja masalahmu dan kami akan percaya kepadamu!" Rin mengangkat kepalanya pelan. Wajah dan tangannya tampak basah terkena air matanya. Rin terdiam. Tepukan lembut di kepalanya membuat ia teringat pada seorang lelaki seumurannya yang ia janjikan tidak akan menangis lagi di depan orang-orang. Rin menghapus air matanya.
"Gomen, minna" semuanya tersenyum.
"Begitu dong! eh, lebih baik kita rawat lukamu dulu ke UKS" akhirnya Len dkk. mengantar Rin ke UKS. Dibalik tembok ternyata ada yang mendengar itu semua.
"Awas kau, Kagami! kubuat hidupmu sengsara! tak ada yang boleh mendekati Lenku!"
"Neru, ayo pulang!"
"Ah, baik!"
TBC
ai: gaje ya, reader...? maaf kalau semakin lama chapternya semakin aneh aja. Author lagi stress karena harus memulihkan pelajaran dari kelas-kelas sebelumnya buat UNAS nanti. Sebelumnya ai juga sakit paketan, hehe. Do'a-in biar lulus UNAS terus bisa menciptakan fic lagi.
All chara: amiiin *banca'an, tumpengan, selametan*
ai: belum UNAS kok udah selametan? mana ai gak diajak lagi!
all chara: *ngacangin author*
ai: ...au ah terang. Gomen, ai lamaaa banget updatenya. Ai berusaha cari tempat internet, tapi apa daya kalo Len pendek (Len: WOIII!) jadi mungkin update chapter akan lebih lama? do'akan saja tidak selama(nya) itu oke?
Rin: *nongol* yaho!
Len: *bawa perban* oi Rin, kamu belum diobatin malah ngilang tahunya ke sini
ai: Rin, sementara ini kau libur saja, lagian yang bacain disclaimer, review, dll. OC-ku kok! itu mereka habis keluar dari tahanan chara fandom lain! *nunjuk*
Lilia: Halo, namaku Lilianarda Shiroi, salam kenal! *angel smile*
Yuri: aku Yuri Kuroi, mau kuantar ke neraka? (layanan servis) *devil aura*
ai: senangnya kalian datang lagi! *peluk Lilia*
Lilia: ai-sama lelah ya? mau kubuatkan teh?
Yuri: nyoh! *lempar ramuan basi dalam wadah granat*
ai: YANG BENER AJA!
BOOOOOOOOMMMMM!
Lilia: Yuri-chan, itu tidak baik untuk kesehatan!
Yuri: au ah gelap
ai: gelap mak-mu kemping! lampu watt gini gelap?! darimana aja kau?!
Yuri: lebaynya mulai... ayo baca review *males*, *kacangin author*
ai: Yu-chan jahat~
Lilia: tenang ya, ai-sama! nanti Yuri-chan adapat balasannya kok!
ai: Lili-chan baik~ yuk bales review sama-sama, Lili-chan!
Lilia: baik, ai-sama! dengan senang hati! *angel smile*
Chisami Fuka
Wah nge-review lagi! *nari-nari gaje*
Iya dong! ai sengaja ngedeketin tuh Rin ama Len biar lengket*lho?*
ai: Len, aku mau tanya!
Len: apa?
ai: kamu kok berani meluk Rin?*to the point*
Len: *blushing*ng-nggak ada cara lain! masa' gue harus ngelawak pas dia nangis 1 liter?! itu kan juga...itu...Rin...
Rin: apa, Len?
Len: gak ada apa-apa!
ai: Len malu-malu kucing neh~!
Lupakan typo, pusatkan membaca!*ditendang*
Udah update!
Hikaru Kisekine
hore-hore!*lonjak-lonjak*
Yap, benar sekali! ai gak sengaja lho!
Nih update!
Namikaze Kyoko
ai: Len, lu ternyata punya ortu yang pengertian ya!*dramatisir*
Len: siapa ortuku?! gue gak ingat punya ortu! yang bikinin gue kan Master!
ai: kamu udah besar ya~ *ngacangin Len*
Len: haah! bah! air bah! rebah! penebah! teserah lo aja! *pergi*
Ya begitulah, saya nanya ke satpam perumahan saya tapi malah dijawab,
"garis itu adalah sebuah garis yang dibuat untuk menghubungkan dan membatasi sesuatu dengan daya panjang yang infinite dan garis itu-" terus gue tinggal pergi tuh satpam yang masih jelasin tentang garis panjang kali lebar kali tinggi *semua itu bo'ong*
Udah update!
Miss165Silent
Arigato! gue kan emang keren!
(Miss165Silent beserta staff dan chara muntah berjamaah dan masuk berita panas)
Gak sekalian 4 jempol? (tambah jempol kaki) *lha?* delivery ke 14045, kami antar *BGM* (gak nyambung)
Masih ada typo? saat hari dimana ai ngetik ini ai baru tahu kalo setelah tanda petik (") harus huruf kapital, dijelasin bapak guru Bhs. Indonesia kami yang tercinta. Tepat sekali ya?. Ya.. sudah ai perbaiki di chapter ini, kalo masih ada kekurangan bilang aja, oke?. Trims buat kritik en sarannya ^_^b.
Sudah update!
Queen Devil
ya gak papa, yang penting review! .
ai juga gak sabar *lhalho?*
Ni udah lanjut! arigato sudah repiew!
Air Tear
AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIINNNNNNNNNNN!
((\(o)/))
Arigatou! Hontou ni arigatou! moga yang do'ain ai dapet balasannya, amiiin.
ai akan tetap bersemangat sampai akhir hayat! *lebay ah!*
Kuro Yuuko
Heeh? gak enak? ada gledek ya? becanda ding! fic ini always sunny!
Eeeh..? oke, ai akan berusaha mengurangi! *kalo ingat*
Kyaaaaaaaaaa! makasih udah dibilang bagus!
Len: author lebay...-_-'
ai: terus, apakah aku harus bilang 'WOW' sambil ambil pisang lu?!
Len: Oh my darling pisang(?)
Thanks udah nge-repiew! ^.^
MayHakk23
Ni udah ai lanjutin, tapi maaf ai gak bisa update kilat semudah itu... -,-
Makacih udah di fav! senangnya!
Sekali lagi trims udah do'ain ai dan reviewnya! ai seneng banget! \(^~^)/
sudah update! ^_^b
So,
Mind to Review? *sujud ala Atlantis?*
