Pair: Kaisoo or Hunsoo?
Genre: school life, Unknown.
Rate: T Length: Unknown
Chapter 3 (here we go!)
Author pov
Setelah kejadian itu, esoknya di sekolah, dengan berat hati Kyungsoo mengajak Jongin untuk bertemu di taman belakang sekolah mereka.
"Jongin-ah, a-aku i-ingin bertemu di taman belakang sekolah nanti sepulang sekolah, k-kau bisa kan?" Tutur Kyungsoo yang sedari tadi menundukkan kepalanya karena takut melihat tatapan Jongin yang seperti menyeringai.
"Baiklah kalau itu maumu chagiya" Jongin menjawab dengan smirk andalannya.
Tidak jauh dari situ, daritadi Sehun mengamati mereka berdua, ada rasa khawatir karena ia dapat melihat seringai Jongin.
'Akan kubunuh kau bila melukai Kyungsoo-ku!' Tekad Sehun dalam hati
~~OuO~~
Di taman sekolah inilah Jongin dan Kyungsoo bertemu, tanpa mereka sadari Sehun telah mengintai mereka.
"Apa yang mau kau bicarakan chagiya?" Tanya Jongin to the point
"Eum.. aku ingin kita putus" kalimat singkat yang membuat Jongin menyeringai lebar.
"Baiklah bila itu keinginanmu, lagipula aku sudah bosan berada di dekat yeoja tak tau diri sepertimu, yang hanya bisa menangis" kalimat panjang itu meluncur dari mulut Jongin dan menyebabkan bulir air menggenang di mata Kyungsoo yang siap turun kapan saja.
"Tapi aku ingin hadiah perpisahan" tutur Jongin lagi.
"Kau ingin minta apa Jongin?" Entah mengapa perasaan Kyungsoo tidak enak.
"Aku..ingin…. kau" permintaan Jongin pun membuat Kyungsoo menegakkan kepalanya dan detik itu pula, Jongin langsung melumat bibir Kyungsoo kasar.
Karena kehabisa nafas, Kyungsoo yang sedari tadi menangis terus memukul dada Jongin, tetapi justru Jongin makin memperkasar ciumannya.
Sehun yang melihat itu pun langsung berlari ke arah mereka berdua dan menghajar Jongin habis-habisan. "Sialan kau Jongin! Maumu apa huh? Rasakan ini!"
Kyungsoo yang melihatnya pun hanya dapat menangis karena diperlakukan seperti itu oleh Jongin. Ia berpikir walaupun ia menyukai Jongin, tapi ia bukan wanita murahan yang dengan mudahnya diperlakukan seperti itu.
Setelah membuat Jongin babak belur, Sehun langsung membawa Kyungsoo ke apartment nya yang jauh lebih dekat dengan sekolah. Walaupun besar kemungkinan akan bertemu Jongin lagi.
"Kyung, kesini sebentar! Kau akan kuobati" tutur Sehun lembut.
"Aku tidak apa-apa Sehun hanya luka kecil di bibir dan gomawo Sehun telah menyelamatkanku" Ujar Kyungsoo yang tidak ingin membuat Sehun repot
"Walaupun luka kecil tetap harus diobati, kau tau kan? Itu bisa saja infeksi" tutur Sehun lembut.
"Baiklah" keputusan Kyungsoo karena Sehun yang terus mendesaknya untuk mengobati lukanya. Kyungsoo pun mendekatkan wajahnya ke Sehun.
Deg..Deg.. Deg..
'Akh.. jantung bodoh ini, kenapa kau berulah lagi eoh?! Kau membuatku bodoh di hadapan Kyungsoo' rutuk Sehun pada hatinya.
Dengan lembut Sehun membersihkan darah di bibir Kyungsoo, ia kembali merutuki Jongin yang membuat Kyungsoo terluka. Dan ia 'senang' karena Kyungsoo dan Jongin putus, jadi ia mempunyai kesempatan untuk memiliki Kyungsoo.
"Eum.. Sehun, gomawo sudah membersihkan lukaku dan seandainya tadi tidak ada kau, aku tidak tau apa yang akan terjadi, gomawo sekali lagi" Kyungsoo tersenyum kearah Sehun. Dan Sehun merutuki jantungnya lagi, karena degupan nya yang sangat cepat.
"Iya Kyungsoo, Lagian kan kita bersahabat, jadi aku harus menolongmu, dan Kyungsoo kau kelihatan cantik tanpa menggunakan kacamatamu" ujar Sehun Jujur
"Eh? Maksudmu apa Sehun?" Tanya Kyungsoo dengan pipi merona.
Hening..
Sehun menatap lekat Kyungsoo dan mulai mendekatkan wajahnya kearah Kyungsoo. Kyungsoo yang menyadari itu pun menutup matanya.
30 cm..
20 cm..
10cm..
Dan sedikit lagi…. Dan… Ceklek!
Jongin muncul dari balik pintu dan langsung mendengus kesal lalu pergi dari apartment entah pergi kemana.
Jongin pov
'Apa-apaan itu?! Bisa-bisanya mereka mau berciuman padahal baru saya yeoja culun itu putus denganku! Wait, kenapa bisa Sehun melakukan itu?! Bukankah dia paling anti dengan wanita. Atau Jangan-jangan…. Sehun menyukai Kyungsoo?! Tapi, kenapa aku harus cemas? Bukankah malah hal baik kalau yeoja itu tidak mengejarku lagi' batinku sebal.
"Mungkin pergi ke club adalah hal terbaik" ucapku yang mulai melangkahkan kaki menuju club.
Jongin pov end
Author pov
"Maafkan aku Kyungsoo, aku terbawa suasana" maaf Sehun untuk Kyungsoo yang sedari tadi diam saja.
"Kyungsoo, aku tau kau marah, tapi maafkan aku, tolong Kyungsoo!"
"Saranghae..!" Ujar Sehun
"Mwo? Apa yang kau bilang, aku tidak salah dengar kan?!" Kyungsoo memastikan apakah tadi ia salah dengar.
"Tidak Kyungsoo, aku serius, aku love at first sight terhadapmu. Jadi apakah kau mau menerima cintaku?" Tanya Kyungsoo.
"Tapi.. Sehun, kau tau kan hatiku masih diisi Jongin, dan sangat sulit untuk melupakannya dan kau tau juga aku itu gadis nerd yang sangat beruntung bisa berteman denganmu. Dan kenapa kau tidak menyukai gadis-gadis di XOXO highschool lain yang jelas-jelas sangat berbeda denganku" ujar Kyungsoo yang masih tak percaya.
"Aku akan berusaha menggantikan posisi Jongin di hatimu, beilah aku kesempatan! Aku tidak peduli ,mau kau nerd, berkaca mata, atau yg lainnya, aku mencintaimu apa adanya. Dan walaupun gadis diluar sana lebih jauh dari cantik, kaya,tapi hanya satu yg bisa memenangkan hatiku Kyungsoo, itu kau!" Tutur Sehun meyakinkan Kyungsoo atas semua keraguannya .
"Berilah aku waktu 1 minggu Sehun, aku belum bisa berpikir jernih sekarang, entah mengapa hari ini ,termasuk hari yang berat bagiku, tidak apa-apa kan?"
"Baiklah jika itu membuatmu merasa lebih baik, dan sekarang kau kuantar pulang ,ok? Dan seperti kemarin, tidak ada penolakan! " tegas Sehun.
"Baiklah tuan Oh" keduanya pun tertawa. Dan Sehun mengantar Kyungsoo pulang dengan selamat sampai kerumah.
~~OuO~~
Setelah mengantar pulang Kyungsoo, Sehun pulang dengan senyum cerah karena tadi ia mendapat kecupan di pipinya.
"Darimana saja kau? Mengantar yeoja culun itu?" Sebuah suara menginterupsi kegiatan cengar-cengir Sehun yang diketahui itu adalah suara Jongin.
"Bukan urusanmu" balas Sehun datar.
"Cih, akui saja bahwa kau menyukai yeoja culun itu" ujar Jongin sinis
"Memang kenapa kalau aku menyukainya? Bukan urusanmu!" Ucap Sehun masih dengan nada dingin.
'Jadi begitu? Tunggu saja kau yeoja tengik, kau akan menunggu pembalasanku karena telah membuat Sehun menjadi seperti ini terhadapku!" Tekad Jongin dalam hati.
~~OuO~~
Esoknya Sehun mengajak Kyungsoo jalan-jalan sepulang sekolah.
"Hun-ah, kita mau kemana?" Tanya Kyungsoo.
"Jalan-jalan lah, bagaimana kalau kita ke taman kota, lagipula nanti kan malam minggu, bagaimana?" Ajak Sehun
"Baiklah, lagipula aku bosan dirumah." Jawab Kyungsoo sambil tersenyum. Dalam hati pun Sehun berteriak senang.
At taman kota
"Kyung, kau ingin makan apa? Bagaimana kalau spaghetti?" Tanya Sehun.
"Arraso" jawab Kyungsoo sekenanya.
Sesampainya di restoran ala Italy, mereka pun memesan spaghetti dan lasagna. Mereka makan dengan penuh suka cita, sampai saus Bologna dari spaghetti tercecer(?) Di sekitar bibir Kyungsoo.
"Kyungsoo, di ujung bibirmu ada saus" ujar Sehun.
"Benarkah? Di sini?" Tunjuk kyungsoo dengan tangannya, dan.. bersih.
"I-iya sudah bersih" padahal Sehun membayangkan seperti cerita di drama-drama korea ,si namja membersihkan saus di ujung bibir si yeoja dengan bibir si namja itu sendiri. Tapi, khayalan tetaplah khayalan.
"Gomawo, Sehun habis ini kita kemana?" Tanya Kyungsoo.
"Bagaimana kalau ke kedai es krim, hitung-hitung sebagai dessert"
"Yeee….! Aku memang sangat ingin makan es krim, apalagi rasa coklat, nyum-nyum" jelas Kyungsoo dengan mata berbinar. Sehun yang melihatnya pun mencubit pipi Kyungsoo karena saking imutnya Kyungsoo.
"Awww, sakit hunnie." sebal kyungsoo Sambil mengerucutkan bibirnya imut.
"Habis kau imut sih, yasudah, kajja" ajak Sehun ke kedai es krim sambil menggandeng tangan Kyungsoo. Kyungsoo pun tak menolaknya.
~~OuO~~
Sesampainya di kedai es krim, Sehun memesan es krim rasa vanila dan Kyungsoo rasa coklat. Mereka melahap makanan dengan santai.
tiba-tiba terlintas ide di kepala Kyungsoo,dengan tatapan jahil, Kyungsoo mengarahkan es Krimnya ke pipi Sehun .
"Yak, apa yang kau lakukan Kyung?! Aishh" rutuk sehun sambil membersihkan dan muncul ide.
"Hahaha, kau lucu sekali hun, hahah" tawa Kyungsoo yanh tidak mau berhenti.
"Rasakan ini." Balas Sehun yang juga mengarhkan eskrim nya ke pipi Kyungsoo, mereka pun berperang dengan senjata, yaitu es krim.
Sudah ya hun, aku capek tertawa teru s" ujar Kyungsoo yang kelelahan. "Baiklah, lagipula yang mulai kan kau duluan, lalu habis ini kau mau kemana?" Tanya Sehun.
"Ke tempat duduk yang dekat taman bunga sana hun, sepertinya sepi, aku mau istirahat dulu." Tunjuk Kyungsoo ke salah satu kursi yang ada di taman.
"Ok, Lets go princess." Ajak Sehun yang membuat rona merah di pipi Kyungsoo, entah mengapa Kyungsoo merasakan degup jantungnya berdetak lebih cepat.
'Apa aku jatuh cinta dengan Sehun, kenapa rasanya seperti saat aku dengan Jongin dahulu? Ah, molla" batin Kyungsoo.
Mereka duduk bersebelahan. Kyungsoo yang lelah pun menyenderkan kepalanya di kursi. Tidak tau bahwa sedari tadi Sehun memandanginya intens.
"Kyung." Cetus Sehun
"Iya hun?." Kyungsoo yang menjawab cetusan Sehun. Dan agak kaget karena ia dipandangi begitu intens oleh Sehun.
"Kenapa kau begitu manis Kyung?" Ucap Sehun jujur.
"N-nde? Apa maksudmu hunnie?" Tanya Kyungsoo gugup Sambil menundukkan wajahnya karena ia yakin sekarang pipinya sudah semerah kepiting rebus.
Hening
Karena merasa tidak mendapat tanggapan ,Kyungsoo mengangkat wajahnya dan ia terkejut bahwa wajah Sehun sudah sangat dekat dengan wajahnya. Kyungsoo pun menutup matanya.
Cup..
Pertama-tama Sehun hanya menempelkan bibirnya, namun karena hanya melihat respon Kyungsoo yang diam saja. Ia mencoba melumat bibir Kyungsoo. Kyungsoo yang diam saja –karena masih kaget dengan apa yang dilakukan Sehun– lama-kelamaan terbuai dengan perlakuan Sehun yang lembut, terlewat lembut malah. Ia pun mengimbangi permainan Sehun.
Sehun yang melihat respon Kyungsoo pun menekan tengkuk Kyungsoo agar ciuman mereka semakin dalam.
Lumatan-lumatan membuat kecipak saliva diantara mereka. Entah saliva siapa yang mengalir di dagu Kyungsoo. Kejadian itu terlangsung beberapa menit karena mereka tetap manusia yang membutuhkan oksigen.
Sehun pun mengelap saliva mereka di dagu Kyungsoo dengan ibu jarinya. Wajahnya memancarkan bias kebahagiaan. Sehun berpikir ini adalah kemajuan pesat dan dengan hati-hati ia bertanya kepada Kyungsoo.
"Kyung, apakah aku sudah boleh menjadi seseorang di dalam hidupmu? Menggangtikan posisi Jongin yang dulu." Tanya Sehun hati-hati karena ia takut Kyungsoo nanti Kyungsoo malah membencinya.
"Eumm boleh tidak ya? Menurutmu boleh tidak?" Tanya Kyungsoo balik yang berniat untuk menggoda Sehun.
"Bagaimana sih kyung -_- aku kan tanya padamu, tapi kalau kau tanya padaku jawabannya pasti BOLEH" tutur Sehun.
"Yasudah berarti BOLEH" dengan kecepatan super, Kyungsoo mengecup cepat bibir Sehun, saat akan memundurkan wajahnya, Sehun dengan cepat menahan kepala Kyungsoo dan memperdalam ciumannya yang entah sampai kapan akan berhenti . Itulah ciuman bahagia dari sepasang kekasih.
~~OuO~~
Hari ini adalah hari Minggu, dan Sehun kembali mengajak Kyungsoo kencan. Setelah bersiap-siap, ia mengambil kunci motornya. Saat akan melangkahkan kakinya keluar sebuah suara menginterupsi langkahnya.
"Mau kemana kau?" Tanya seseorang yang dijamin itu Jongin.
"Bukan urusanmu" jawab Sehun datar.
"Cih, pasti bertemu yeoja culun itu. Sebenarnya apa sih yang kau harapkan dari yeoja seperti dia, padahal fans-fans mu banyak yang lebih baik dari dia" tutur Jongin dengan nada mengejek.
"Diam kau! Jika kau tidak tau apa-apa lebih baik diam. Maka dari itu rasakanlah CINTA, maka kau akan tau apa alasannya" tegas Sehun yang melangkahkan kakinya keluar rumahnya.
'Cih! Cinta? Apa itu? Perasaan menjijikkan yang membuat repot saja" batin Jongin Yang meremehkan cinta. Bahkan ia tak tau bahwa di masa depan justru cinta lah yang membuat ia bertekuk lutut.
~~OuO~~
Sesampainnya di rumah Kyungsoo, ia mengetuk rumah pintu Kyungsoo.
Tok.. tok.. tok..
Beberapa detik kemudian keluarlah seorang bidadari –menurut Sehun– .Kyungsoo keluar dengan tampilan seperti dulu saat ke rumah Jongin, tidak nerd lagi, bahkan lebih cantik. Sehun pun hanya terpesona akan kecantikan kekasihnya ini, ia merasa beruntung mendapatkan Kyungsoo.
"Hunnie, kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Kyungsoo.
"Kau sangat cantik dan manis kyungiee" ujar Sehun jujur.
Blush… memerahlah pipi Kyungsoo.
"Aigoo kyeopta!" Sehun mengecup cepat pipi Kyungsoo.
"Yak! Oh Sehun, kenapa kau lancang sekali eoh?!" Teriak Kyungsoo.
"Tapi, aku yang tampan ini adalah kekasih dari Kyungsoo si bidadari" ucap Sehun dengan percaya diri.
Blush.. pipi Kyungsoo merah merona.
"Ishh, daripada kau menggodaku terus-menerus, kapan kita akan berangkat?" Tanya Kyungsoo mengalihkan pembicaraan.
"Oo,jadi nyonya Oh sudah tidak sabar berkencan dengan tuan Oh?" Goda Sehun lagi.
"Percaya diri sekali kau! Memang aku mau jadi istrimu huh?" Ujar Kyungsoo ketus.
"Harus mau, kalau tidak aku akan menghukummu" ancam Sehun.
"Baiklah, ayo cepat berangkat!" Suruh Kyungsoo.
"Mari nyonya Oh" goda Sehun. Yang membuat pipi Kyungsoo merona Lagi.
~~OuO~~
Ternyata Sehun mengajak Kyungsoo ke taman bermain. Sesampainnya disana mereka bermain berbagai wahana.
Di wahana rumah hantu, hati Sehun berbunga-bunga karena Kyungsoo terus memeluknya dari belakang. Dan di wahana rollers coster Kyungsoo menggenggam tangan Sehun tanpa mau melepasnya. Pasti kalian tau bukan bagaimana bahagianya Sehun? SANGAT GEMBIRA.
Dan wahana terakhir adalah.. bianglala. Di dalam otaknya, Sehun telah menyusun rencana seperti yang ada di drama Korea yang sering ia tonton. Pasti menyenangkan. #Hun, lu mikir apaan?
Di dalam bianglala, Sehun hanya mengamati wajah Kyungsoo, sedangkan Kyungsoo melihat pemandangan di luar, asal kalian tau, Sehun membeli tiket 5 putaran. Jadi Sehun telah menyiapkan rencananya dengan matang.
"Hunnie , ayo turun, kita sudah berputar 1 putaran bukan?" Ajak Kyungsoo yang melihat Sehun tidak mau turun.
"Tenang saja Kyungsoo, aku membeli 5 tiket jadinya masih nanti kita turun." Ucap Sehun santai.
"Mwo? Mau apa berlama-lama di dalam sini?" Tanya Kyungsoo polos
"Mau…. berpacaran denganmu" jawab Sehun cepat yang dibarengi dengan berputar nya bianglala. Dengan cepat pula Sehun menyambar bibir Kyungsoo.
Kyungsoo yang masih kaget pun hanya dapat membelalakkan matanya. Namun lama-kelamaan ia luluh oleh perlakuan lembut Sehun. Ia membalas lumatan Sehun. Tapi kemudian ia mendorong tubuh Sehun karena kehabisan nafas.
"Hosh..hosh.. huniee, apa yang kau lakukan eoh? Ini kan tempat umum" ujar Kyungsoo ngos-ngosan.
"Tapi kau menyukainya bukan?" Goda Sehun.
Muka Kyungsoo memerah, ia memang suka perlakuan Sehun yang lembut, tapi tidak di tempat yang umum juga sih.
"Eumm, tapi kan ini tempat umum hunnie" ujar Kyungsoo.
"Baiklah jika kau tidak mau di tempat umum, dirumahku saja bagaimana?" Ajak Sehun.
"Oh Sehun! Dasar pervert!" Teriak Kyungsoo kencang yang dijamin tak bisa didengar orang-orang karena mereka ada di dalam biangalala.
~~OuO~~
Tapi ternyata Sehun benar-benar membawa Kyungsoo ke rumahnya. Ya, walaupun dengan alasan ingin memakan masakan Kyungsoo. Tapi Kyungsoo yang polos, akhirnya menyetujui ajakan Sehun.
Sesampainya di rumah Sehun, Kyungsoo agak tersentak karena melihat Jongin yang sedang bersantai dirumahnya. Dengan ragu ia memasuki rumah Sehun sambil menggenggam tangan Sehun.
"Kau sudah pulang hun?" Tanya Jongin yang belum menyadari adanya Kyungsoo di rumahnya.
"Hmm" hanya gumaman Sehun yang diterima Jongin.
Sehun pun mengajak Kyungsoo ke kamarnya.
"Ke kamarku saja chagi, kita membahas makan malam di kamarku saja, bagaimana?" Tanya Sehun kepada Kyungsoo. Jongin yang menyadarinya pun menolehkan kepalanya ke arah Sehun, ia penasaran siapa yeoja beruntung yang mendapatkan adiknya.
Deg..
"Bukankah itu Kyung-Kyungsoo?".kaget Jongin tidak percaya, justru Kyungsoo yang menjadi kekasih Sehun, walau ia akui ,sekarang Kyungsoo kelihatan sangat cantik seperti Dio.
"Kenapa? Tidak terima? Daripada kau menyiksanya, lebih baik dia menjadi adik iparmu. Ayo chagi!" Ajak Sehun. Entah mengapa ia tidak suka kalau Sehun dekat dengan Kyungsoo. Ada sebagian hatinya menolak Sehun bersama Kyungsoo.
"Ne" hanya balasan singkat, sebelum Sehun menarik Kyungsoo ke kamarnya.
Di dalam kamar Sehun, terdapat banyak sekali foto Kyungsoo. Kyungsoo juga tidak percaya bahwa Sehun memiliki fotonya sebegitu banyak.
"Hunnie, kau mendapatkan ini semua darimana?" Tanya Kyungsoo.
"Eumm, aku ini adalah stalker paling keren di dunia, jadi foto seperti itu adalah hal sangatlah kecil." Ujar Sehun yang membuat Kyungsoo kaget.
"Jadi kau stalkerku?" Tanya Kyungsoo yang hanya dibalas gumaman oleh Sehun.
"Sudah, tidak perlu pikirkan tentang itu. Sekarang kau ingin masak apa? Aku sudah kelaparan" tanya Sehun yang memang kelaparan karena daritadi belum makan,Kyungsoo pun begitu.
"Bagaimana kalau kimchi spaghetti?" Tawar Kyungsoo
"Baiklah, sepertinya tidak cukup buruk,tapi sebelum itu.." dengan secepat kilat Sehun mengecup bibir Kyungsoo, dan langsung berlari ke arah dapur.
"Yak! Oh sehun, awas kau" teriak Kyungsoo yang juga ikut berlari ke arah dapur.
Sesampainnya di dapur, Sehun menyiapkan bahan, dan Kyungsoo yang memasak.
"Cha! Sudah kusiapkan, sekarang giliranku melihatmu memasak" ucap Sehun.
Kyungsoo pun memasak makanan dengan gesit, Sehun yang tidak tahan pun memeluk Kyungsoo dari belakang.
"Yak! Oh sehun, kau mengagetkan ku saja, lepaskan Hunnie, aku tak bisa Bergerak" mohon Kyungsoo.
"Aku hanya memeluk perutmu kyungiee sayang, jadi tanganmu masih bisa bergerak." Jawab Sehun yang tidak ingin melepaskan pelukannya.
"terserahmu lah tuan Oh" ucap Kyungsoo pasrah karena ia pasti slalu kalah kalau berdebat dengan Sehun.
"Begitu lebih baik nyonya Oh" goda sehun sambil menenggelamkan kepalanya di leher Kyungsoo, ia juga sering mencuri kecupan di pipi dan leher Kyungsoo.
"Hun-ah, geli,berhentilah!" mohon Kyungsoo.
"Aniyo, kau manis Kyung!" Ujar Sehun yang terus seperti itu hingga menyebabkan Kyungsoo tidak fokus pada masakannya. Karena tidak mau masakannya gosong, Kyungsoo pun mematikan kompor dan membalikkan badannya.
"Sekarang apa maumu ,eum?"Tanya Kyungsoo lembut.
"Aku mau Kau Kyung" ucap Sehun.
"Baiklah, aku milikmu" ucapan Kyungsoo membuat Sehun berbinar sebelum Kyungsoo melanjutkan kalimatnya. "Tapi besok jika kita sudah menikah,arraseo?" Lanjut Kyungsoo yang membuat Sehun swetdrop.
"Jadi kau mau menikah denganku eoh?" Tanya Sehun yang masih memeluk pinggang Kyungsoo.
"Molla, aku juga tak tau" jawab Kyungsoo seadanya. Sehun yang tak suka pun menyerang bibir Kyungsoo lagi. Kali ini lebih panas dari yang sebelum-sebelumnya. Kegiatan itu tiba-tiba terhenti bukan karena kehabisan nafs tetapi sebuah suara.
"Ehm.. kalau kalian ingin ber lovey dovey. Sebaiknya jangan di dapur, di kamar sana! Merusak pemandangan saja!" Ucapan sinis Jongin membuat Sehun menghentikan aksinya. Lalu dengan marah, Jongin pergi ke kamarnya.
"Eum, ayo kita lanjutkan acara masak nya" ajak Kyungsoo yang melihat keheningan.
"Baiklah chagi". Mereka melanjutkan memasak dan memakan masakannya dengan saling suap, setelah selesai Sehun mengantar Kyungsoo pulang ke rumahnya.
Dilain tempat, Jongin merasakan sakit yang melihat Kyungsoo berciuman panas dengan adiknya, Sehun.
"Ada apa aku ini?! Kenapa aku membayangkan Kyungsoo itu Dio! Sadar Jongin! Sadar! Dan kau tidak boleh menyukainya!" Tegas Jongin pada dirinya sendiri.
~~OuO~~
Bagaimana kelanjutan hubungan Hunsoo? Dan apakah Jongin bisa meyakinkan dirinya bahwa dia tidak menyukai Kyungsoo?
To Be Continued
Gimana? Gaje kah? Hehe, don't forget to review guys, terus comment apa kekurangan di ff saya. Saya memang masih amateur. Thx for watched. XOXO chap selanjutnya habis lebaran ya!
