SAD
Cast :
Kim Jongin "Kai" as Namja
Do Kyungsoo as Yeoja
Xi Luhan as Yeoja
Oh Sehun as Namja
Wu Fan "Kris" as Namja
Hwang Zi Tao as Yeoja
Kim Joonmyeon " Suho" as Namja
Zhang Yi Xing "Lay" as Yeoja
And Other
Genre :
Romances, Hurt, Drama, and Brother Hood
Warning :
GS, Inspiration from Maroon 5's song "Sad". A man upset with his own life, where his can't getting what he needs!. Sadly, poor, and horrible.
Sad
Man, it's been a long day
Struck thinking 'bout it driving on the freeway
Wondering if I really tried evertything I could..
Not knowing if I should try a little harder
Oh! But I'm scared to death..
That there may not be another one like this
And I confess..
that I'm only holding on by thin thin thread
I'm kicking the curb cause you never heard the words that you needed
so bad..
And I'm kicking the dirt cause I never gave you!
The things that you needed to have
I'm so sad, saaaad…
Man, it's been a long night
Just sitting here, trying not look back!
Still looking at the road,
We never drove on
And wondering it the one I chose..
was the right one
Oh! But I'm scared to death..
That there may not be another one like this
And I confess..
That I'm only holding on by thin thin thread
###
Part Three
Disinilah aku, menjadi bestmen untuk sahabatku yang akan menikahi mantan kekasihku; Xi Luhan. Jujur aku masih menyimpan rasa dengan yeoja itu. Aku masih belum bisa move on dari yeoja yang 3 tahun pernah bersama.
Menyedihkan itulah diriku sekarang, aku dan Luhan sepakat untuk menjalani sandiwara konyol. Sandiwara mengenai hubungan kami yang harus ditutupi dari Sehun, namja itu tidak boleh tahu tentang status kami dulu, Luhan tidak ingin menyakiti Sehun dengan status pacaran kami. Karena Sehunlah yang telah membuatnya move on dariku.
Sudah terlambat bagiku untuk bersikap egois, hanya tinggal menghitung menit keduanya akan menjadi suami isteri. Dan seandainya aku bisa memutar waktu kebelakang, aku tetap tidak bisa bertindak egois dengan merebut dan mengaku pada Sehun, itu tidak akan bisa membuat Luhan kembali padaku juga. Semuanya terlambat, mereka akan semakin menyatu tidak terpisahkan. Tuhan, bisakah aku tetap memiliki rasa suka ini padanya? Mencintainya diam-diam seperti orang gila? Xi Luhan pesonamu tidak luntur.
Aku berjalan menyusuri lorong gereja untuk mencari toilet, aku membutuhkan tempat itu sekarang. Aku harus mempersiapkan diriku dengan matang untuk menghadapi Sehun dan Luhan, seminggu aku mengurung diri dikamar tidak membuatku langsung ikhlas menerima hal ini.
" Eodiga toilet?," gumamku pada diri sendiri. Begitu banyak pintu kayu dilorong ini, tapi aku tidak melihat petunjuk soal toilet. Aku memberanikan diri untuk membuka pintu kayu itu satu per satu, berharap salah satunya adalah toilet.
Mencoba memutar kenop pintunya satu-satu. Dan ada beberapa yang terkunci rapat dan ada juga yang bisa dibuka, tapi itu bukan tempat yang aku cari. " Aigoo.. dimana para pendeta itu membangun kamar kecil?!," rutukku tidak sabaran. Sialnya aku tidak membawa ponselku, aku meninggalkannya dikamar.
Aku terus berjalan menyusuri lorong gereja yang tampak lengang, hingga aku menemuka sebuah pintu paling ujung dan ukurannya lebih besar dari pintu-pintu tadi. Dengan cepat aku menerobos membukanya.
Dan mimpi apa aku semalam? Dapat aku lihat dengan jelas, yeoja itu. Luhan dia berdiri disana, dia ada didalam ruangan itu. Dengan balutan gaun pengantinnya yang indah dan manis di tubuh langsingnya, gaun dengan model Sabrina dibagian atasnya dan model klok penuh untuk roknya. Satin bridal berwarna gading di padukan dengan lace perancis berwarna senada, dengan beberapa bagian yang dipayet, lengannya dibuat panjang dari bahan lacenya, dengan buntut yang cukup panjang dibagian roknya, rambut panjang ikalnya yang berwarna almond caramel tersanggul asal dan terlihat alami, wajah manisnya terpulas make-up yang tidak terlalu menor, sesuai dengan Luhan yang simple, dan sebuah tiara mutiara yang berbentuk sederhana menghiasi kepalanya yang sudah tertutupi oleh slayer sepanjang punggungnya. Dia akan menjadi ratu sehari dan akan menjadi ratu bagi Sehun seumur hidupnya.
" Yeppeoo..," pujiku tanpa sadar, aku terpukau. Dia pun terkejut melihat kehadiranku, ternyata ruangan tersebut adalah ruangan untuk pengantin wanitanya. Disana ada sebuah kaca besar, meja rias dengan ukiran klasik dan beberapa sofa.
" Ka-kai.. apa yang kau lakukan disini?," tegurnya terbata. Dia menyadarkanku dari kegiatanku mengaguminya. Luhan hanya sendirian disana, aku kembali menguasai diriku. Dan rasa nyeri itu semakin menjalari dadaku saat tahu bahwa Luhan dan gaun yang ia kenakan sekarang adalah untuk penikahannya dengan Sehun, bukan denganku.
" Ah.. aku-aku mencari toilet," jawabku apa adanya. " Aku kira Abojiku," ucap Luhan. Ia tidak memandang kearahku sama sekali, ia menghindari kontak mata denganku.
" Chukaeyo.. kau.. cantik," aku mengucapkan selamat sekaligus memujinya, ia menoleh padaku dan tersenyum kecil, " Gomawo," balasnya singkat. Aku hanya mengangguk dan tersenyum kikuk.
" Kau.. terlihat berantakan, Kai! Apa kau tidak pernah mengenal benda yang bernama sisir?," tegur Luhan, dan tunggu aku pernah dengar seseorang berkata yang sama seperti itu pagi ini.
" Akh! Mwo?!," pekikku yang langsung menyentuh rambut hitamku yang baru aku cat hitam 1 minggu yang lalu. Dulu rambutku berwarna blondie, mirip dengan rambut Sehun saat ini. Reflek aku berjalan menatap cermin besar yang berada dibelakang Luhan. Oh My God! Lihat pantulan itu Kim Jongin.. betapa kusutnya dan terlihat menyedihkannya dirimu. Olokku pada diriku sendiri.
" Kai!," panggil Luhan, dan tanpa permisi yeoja itu langsung melemparkan benda berukuran 10 cm berwarna hitam, seperti sisir. Ya! Itu memang sebuah sisir. Reflekku masih bagus dan segera menerimanya.
" Jangan kecewakan Sehunnie.. kau harus rapi!," peringat Luhan ia menatapku dari atas hingga bawah. Aku mengangguk kaku, aku membalik tubuhku dan memandangan pantulan diriku. Dengan telaten aku menyisir rambutku, memperbaiki letak poniku. Dapat aku lihat Luhan sesekali pencuri pandang padaku, menatapku dari pantulan cermin.
" Setelah pemberkatan ini.. kau harus minta maaf pada Sehunnie! Karena, kau telah melihatku lebih dulu," pinta Luhan padaku, karena aku melihat calon isteri orang tanpa izin sebelum Sehun melihat.
" Nde.. hehehe," balasku berusaha bersikap santai dan biasa. Kami tersenyum kikuk satu sama lain. " Mmh.. Zhoumi Ahjusshi.. belum menjemputmu?," tanyaku mencoba membuka topic. Dia menggeleng lagi-lagi tanpa menatapku. " Pemberkataannya diundur 10 menit.. Aboji dia sudah kemari, kita tinggal menunggu Eommaku, dia masih terjebak traffic jam," ceritanya tenang.
Aku hanya mampu ber-oh-ria saja. Aku menaruh kembali sisir itu dimeja rias, " Gomawo," ucapku.
Dan dapat aku dengar suara derap langkah beberapa orang menuju ruangan ini. " Braaaaaaak!," pintu itu terbuka dengan kasar, seorang yeoja berwajah seperi Sohee Wonder Girls yang sudah sangat familiar bagiku diikuti oleh dua yeoja lainnya yang sudah aku kenal juga, Baekhyun Noona dan Tao Noona, adik dari Luhan.
Ketiganya terkejut menatapku, " Yak! Kai apa yang kau lakukan disini, haah?!," tegur Baekhyun Noona tidak percaya dengan nada agak sebal.
" Bestmen semuanya sudah berada dialtar," sambung Minseok Noona yang berwajah seperti kloningan Sohee. Aku hanya menggaruk tengkukku bingung, hingga sebuah pembelaan keluar untukku. " Dia mencari toilet! Kendeu, tidak menemukannya.. dia kira ini toilet," itu suara Luhan, yeoja itu tersenyum meyakinkan kepada ketiga yeoja itu.
" Oh.. jinjja! Kau mencari toilet? Itu ada disebelah kiri lorong ini, seharusnya saat tadi kau di persimpangan lorong.. kiri," jelas Minseok Noona menjelaskan. " Oh.. nde! Ini pertama kalinya aku ke geraja di sini.. mian," ucapku pada Noonadeul yang sudah sangat cantik dengan gaun-gaun mini khas para bridemaids, serba broken white dipadukan baby purple. Warna kesukaan Luhan.
" Kau.. harus mengaku dan minta maaf pada Sehun-ssi karena, telah mendahuluinya melihat Luhan eonnie!," kata-kata peringatan itu lagi, sekarang keluar dari Tao Noona yang menatap sebal padaku. Saat ini aku rasa para yeoja ini tengah dilanda bad mood, karena sebenarnya mereka orang yang ramah dan menyenangkan. Apalagi Baekhyun Noona, Noona Sehun yang sudah aku anggap Noonaku sendiri.
" Aku sudah mengatakannya tadi Tao-er," celetuk Luhan.
" Baiklah! Aku akan segera menemui yang lain.. annyeong!," pamitku segera meninggalkan para yeoja itu. Hingga seorang yeoja menarik lengan jasku, " Neo.. belum mendapatkan corsage-mu? Palliwa.. temui Kyungsoo, milikmu ada padanya.. nde," Baekhyun mengingatkan, kali ini ekspresinya terlihat bersahabat dan normal seperti biasa, dia pun tersenyum padaku. Aku mengangguk dan pergi menutup pintu ruangan itu dan pergi menjauh.
" Aigoo.. untung saja mereka cepat datang, kalau tidak aku bisa semakin stress," gumamku saat baru beberapa langkah. " Kai.. Kyungsoo memakai pakaian yang tidak jauh berbeda dari kami, nde! Jangan sampai salah.. temukan dia dan minta corsagenya, lalu suruh dia kemari!," Baekhyun Noona sedikit mengeluarkan kepalanya dari balik pintu itu.
" Baiklah.. kajja temukan Noona satu itu!," ucapku pada diriku sendiri. Aku kembali menyusuri lorong panjang itu lagi, keadaan mulai agak ramai. Aku menoleh kesegala sudut mencari Noona bertubuh mungil itu, Do Kyungsoo sahabat karib Baekhyun Noona. Dia bekerja di perusahaan Abojiku di perusahaan penerbitan dan percetakan buku bersama Minseok Noona, sebagai kepala editor artistic. Sekaligus orang kepercayaan eomma untuk mengawasi Abojiku. Dia adalah anak semata wayang dari Do Siwon Ahjusshi dan Do Kibum Ahjummah, rekan bisnis Aboji didunia investasi saham.
Dia lahir dari keluarga berpendidikan dan terpelajar yang terpandang dari daerah Apgujeong-dong. Eommanya seorang dosen seni jurusan seni peran sekaligus script writer ternama di industry film Korea. Siwon Ahjusshi sendiri adalah seorang Kepala Jaksa daerah Gangnam. Orang tua yang keren bukan? .
Aku harus segera menemukannya agar acara ini selesai dan aku bisa segera angkat kaki dari sini. Aku terus berjalan hingga kembali keparkiran, aku menyapu seluruh luar gereja mencarinya. Tapi, dia sulit ditemukan. Aku tidak mau kenal omel dari para Noonadeul itu, terutama Baekhyun dan Minseok Noona, bila aku tidak segera menemukan sahabat mereka itu.
Dan ternyata Tuhan ikut menolongku, dapat aku lihat dengan jelas siluet kecil itu. Aku menemukan Soo Noona. Dia sedang berada di taman gereja yang akan menjadi tempat resepsi Luhan dan Sehun. Aku segera melangkah pelan mendekati yeoja itu yang nampaknya tengah disibukkan dengan anak-anak kecil yang memakai pakaian rapi. Yeoja itu tengah membagi-bagikan balon gas berwarna putih dan ungu sesuai dengan tema dekornya.
Ia terlihat senang dan ceria sekali saat membagikan balon-balon gas itu, ia tersenyum pada anak-anak itu. Dan ia juga mengintrupsikan kepada anak-anak yang kira-kira masih duduk kinder garden dan elementary school tingkat pertama, untuk melepaskan balon-balon ini nanti tepat saat pengantin keluar dari gereja di ikuti keluarga mereka. Dia memberi intrupsi itu berulang-ulang tanpa lelah, penuh kesabaran menghadapi anak-anak itu.
Aku pun ikut tersenyum dan terkekeh lucu dan gemas melihatnya. Dia reflek melihat kearahku, mata bulatnya yang lucu bertumbukkan dengan mataku. Dia tersenyum cerah melihatku, dia lalu memberi kode padaku untuk aku menunggunya sebentar.
Aku mengangguk mengiyakan, ia kembali larut dengan tugasnya. Dan menyerahkan satu balon gas terakhir berwarna baby purple pada bocah namja terakhir. Dengan lembut dan gemas lengannya mengacak surai hitam namja kecil itu dan langsung melangkah mendekatiku.
Aigoo! Aku menatapnya dari atas hingga bawah, sungguh.. aku ini mimpi apa? Sudah dua yeoja yang membuatku speechless dan terpukau. Pertama Luhan dan kedua yeoja mungil ini, Do Kyungsoo Noona.
Yeoja yang tidak pernah make-up atau berdandan sedikit pun setiap harinya, kini dia berdandan dan memulas wajah childish manisnya dengan make-up yang tidak terlalu tebal. Hari ini dia bertugas menjadi bridemaids untuk Luhan, sebenarnya ia tidak terlalu dekat dengan Luhan. Baekhyun dan Minseok Noona yang memintanya karena katanya mereka kekurangan orang.
Yeoja itu menggunakan dress berwarna broken white dengan model rok klok setengah lingkaran 5 cm diatas paha putihnya yang mulus, aku bisa lihat itu. Dan model Sabrina untuk bagian atasnya, mirip dengan model wedding gown Luhan, hanya saja yang ini versi mini dan simple, leher dan bahu putihnya terekspose cantik, rambut lurus hitam sebahunya dibiarkan tergerai alami, dan sebuah pita baby ungu menghias manis dikepalanya. Dia terlihat seperti Alice dalam dongeng Alice in Wonderlands. Aku tidak percaya dia adalah yeoja yang sudah berumur 25 tahun, tapi masih terlihat seperti anak SMP.
Dan yeoja itu juga menggunakan pretty toe shoes berbahan beludru dengan hak 12 cm, dan aku bisa lihat yeoja itu telihat kurang nyaman dan berhati-hati ketika berjalan. Dia tidak terbiasa dengan high heel, sehari-hari dia hanya memakai sepatu dengan hak 3 atau 5 cm saja.
" Jongin-ssi!," tegurnya lembut saat sudah tepat dihadapanku. Dia menatapku bingung. " Akh! Aku disuruh Baekhyun Noona untuk mencarimu, mana corsageku?!," pintaku tanpa basa-basi. Dia mengangguk dan tersenyum padaku. " Nde.. Minseok Eonnie pun sudah memberi tahuku, kajja!," tiba-tiba tanpa permisi yeoja pendek itu menarik pergelangan tanganku menuju area dalam gereja. Aku menurut saja mengikutinya dari belakang, dia malah mengajakku kedalam sebuah ruangan yang lebih cocok aku sebut sebagai tempat penyimpan makanan.
Ya! Yeoja err~~ manis itu mengajakku kesebuah ruangan yang diperuntukkan untuk tempat konsumsi pesta. Disana ada beberapa kue-kue kecil yang cantik mengundang selera untuk memakannya dan sebuah wedding cake 7 tingkat yang bisa aku tebak itu milik Luhan dan Sehun, aku tersenyum suram.
Disana banyak pegawai catering dan pattisier dengan pakaian khasnya –baju ala chef dan pelayan- yang disewa, mereka terlihat sibuk. Tanpa aku sadari Kyungsoo Noona sudah tidak ada disekitarku. Entah dia pergi kemana?.
Aku celingukkan kekanan kiri mencari sosok pendek itu. Aku mendesah malas dan kesal pada yeoja itu yang tiba-tiba hilang. " Aigoo.. pergi kemana dia?!," tanyaku tidak sabaran pada diri sendiri. Hingga ada sebuah lengan menepuk bahuku, aku pun menoleh dengan memasang wajah sebal.
" Mian..," ucapnya mendahuluiku, yeoja itu tersenyum merasa tidak enak. Sepertinya ia sadar dengan moodku. Ia menunjukkan sebuah corsage bunga lavender ungu dengan kepala teddy bear ditengahnya. Lucu dan manis kesanku untuk corsage itu.
" Ige.. tadi aku mengambil corsagemu dulu yang sempat aku titipkan sebentar pada seorang pegawai catering, maaf membuatmu menunggu," ucapnya dengan ekspresi menyesal, tapi tetap manis dimataku. Mau tidak mau aku pun tidak tega bila harus membesar-besarkannya. " Gwaenchana," ucapku singkat.
Ia tersenyum, " Mau aku pasangkan?," tawarnya padaku, ia menciumi lavender itu dengan hidungnya dan mengirup aroma khas dari bunga berwarna ungu itu. Aku mengangguk menyetujui. Dengan telaten ia mulai menyematkan corsage itu dikerah jasku sebelah kiri.
Otomatis jarak kami pun menempel, dan dapat aku hirup aroma manis menyegarkan yang menguar dari tubuhnya. Dan aroma manis dari rambut hitamnya, dapat aku tebak itu aroma sampo yang ia gunakan. Dan tiba-tiba entah perasaan apa yang tiba-tiba berdesir dialiran darahku?!.
" Cha! Selesai," ucapnya ceria senang saat tugasnya selesai, ia menatap berbinar hasil kerjanya –corsage itu sudah menempel dengan sempurna dikerahku-. " Sekarang kau bisa berkumpul dengan bestmens yang lainnya dialtar, mereka semua menunggumu!," titah Kyungsoo Noona sebelum beranjak pergi meninggalkanku.
Entah keberanian dari mana, aku reflek menarik lengan mungilnya. " Gomawo..," ucapku pelan dan " Cup!," aku tidak bisa menahan tubuhku, aku langsung mencium lembut kening Kyungsoo Noona yang tertutup oleh poni. Dia diam mematung, dan sebuah rona merah menjalari wajah manisnya.
" Ka-kau.. ditunggu oleh Baekhyun Noona dan yang lain! Aku duluan," pamitku yang langsung pergi meninggalkannya begitu saja yang masih mematung diambang pintu. Dapat aku lihat dengan jelas, ia merona. Itu pasti efek dari sikap spontanku tadi.
Aku tersenyum kecil, entah apa arti dari senyumanku ini. Senang? Puas? Bahagia? Aku tidak tahu. Yang jelas setelah menciumnya, bebanku sedikit terangkat dan aku mulai merasa percaya diri untuk bertahan lebih lama diacara pernikahan ini. Aku segera menyusul hyung-hyungku yang lain. Aku yakin mereka tengah was-was dan merutukiku, karena aku belum juga disana.
Dengan enteng dan tanpa dosa aku langsung melangkah memasuki gereja utama, tempat berlangsungnya pemberkatan 5 menit lagi. Dengan masuk lewat pintu belakang, sebelum melangkah masuk. Aku mencoba mengamati dan mencari para bestmens yang lain dan si groom. Aku tersenyum lebar saat aku mendapati mereka yang tengah berbincang dipinggir altar.
TBC
HOW?
DON'T FORGET LEAVE YOURS REVIEWS?! m(^^)m
