My Memories With You

Chapter 3

A/N: Yaaak! Ini dia! Chapter 3! Mungkin agak OOC. Cedric dan Hermione akhirnya jadian! Horee! Berhasil! Berhasil! *berubah jadi Dora :3. Ok, hope you like this Guys!

Disclaimer: Harry Potter tetap milik J.K. Rowling.

Cedric's POV

"Kau akan mengikuti turnamen itu?!" pekik Hermione tak percaya.

"Sssh! Tenanglah Hermione! Ini hanya turnamen!" kataku.

"Itu berbahaya Cedric!" ia masih berteriak.

Begitulah. Hermione memprotesku habis-habisan hanya karena aku nekat mengikuti Turnamen Triwizard.

"Cedric Diggory, jangan masukkan namamu! Kau bisa terbunuh dalam turnamen sialan itu!" desis Hermione ketika tanganku menyentuh Piala Api.

Tanpa mempedulikan Hermione, aku memasukkan namaku ke dalam Piala Api. Anak-anak Hogwarts yang ada di Aula Depan bertepuk tangan.

"Kau bodoh!" Hermione mengumpat.

"Kalau aku sudah pintar, tidak mungkin aku sekolah di Hogwarts," ujarku lalu tertawa.

Hermione ikut tertawa lalu mendorong pelan tubuhku. "Aku janji padamu, tidak akan terjadi apa-apa." Aku memeluk Hermione.

"Ehm! Ehm!" seseorang berdeham.

Aku dan Hermione segera berhenti berpelukan. "Oh, halo Ron," sapaku.

"Hermione! Sedang apa kau dengan dia?!" geram Ron. Matanya memandang lekat wajahku.

"Tidak sedang apa-apa!" Hermione menatap Ron garang. "Cedric pacarku. Jadi aku berhak berdua dengannya."

Ron terlihat seperti habis tersambar petir. "PACAR?!" jeritnya tidak percaya.

"Ya. Kami jadian kemarin," jelasku.

"BAGAIMANA BISA?!" Ron masih tidak memelankan suaranya.

"Kau kenapa ribut sekali sih Ron?" tanya Harry yang baru datang.

"Ron kaget melihat aku dan Cedric berpelukan," cerita Hermione.

"Mereka berpacaran, Harry!" seru Ron di depan wajah Harry.

"Uuugh! Nafasmu bau Ron!"

"Maaf. TAPI MEREKA BERPACARAN!"

"Aaakkh! Telingaku!"

Harry mengelus-elus telinganya yang sakit gara-gara diteriaki Ron. "Biarkan saja Ron. Jadi kalau mereka berpacaran, aku harus jungkir balik sambil berseru 'WOW'?" ujar Harry.

"Ya," balas Ron sinis.

"Aku tidak bisa jungkir balik," Harry mengakui.

Hermione menahan tawa sementara aku mengigit bibirku sendiri supaya tidak tertawa.

"Besok Halloween kan?" kata Hermione sambil menggandeng tanganku, "Harry! Kami berdua mau pergi dulu ya!" Harry mengangguk pada kami berdua.

Kugandeng Hermione menuju Danau Hitam. "Kita duduk di sini saja," ajakku.

"Pohonnya rindang ya," gumam Hermione sambil duduk. "Mmm, Ced?"

"Ya?"

"Kalau kau terbunuh dalam turnamen itu.. Aku bagaimana?" tanya Hermione pelan.

Deg. Bagaimana ya? Aku saja tidak memikirkan itu. "Aku akan selalu di sini," aku menyentuh dada Hermione, "Di hatimu. Hei, kenapa kau menangis?" aku berkata lembut.

Hermione memelukku. "Maaf, aku terlalu sensitif."

"Tidak apa-apa. Hey lihat! Itu ada cumi-cumi raksasa!" ujarku sambil menunjuk cumi-cumi raksasa yang muncul.

BYUUUR!

"Aaaakkkh!" seruku kaget.

Si cumi-cumi raksasa tiba-tiba menyelam ke dalam air sehingga airnya menciprati bajuku.

"Hahaha! Bajumu basah semua!" tawa Hermione.

Aku hanya mendengus kesal. "Aguamenti!" seruku ke arah Hermione,

Sekarang giliran Hermione yang menjerit. "Cedriiic! Bajuku basah!"

"Impas!" seruku lalu tertawa.

Selama beberapa menit kami saling mengirim mantra Aguamenti sampai baju kami benar-benar basah kuyup.

"Hahaha! Cukup! Sekarang kita kembali ke asrama untuk berganti baju saja!" sergahku di tengah tawaku yang makin menggila.

Hermione masih saja tidak berhenti tertawa, "Hahaha! Okay, baiklah!"

"Astaga! Cedric! Hermione! Kalian kenapa basah kuyup seperti ini?!" jerit Profesor McGonagall ketika melihat kami berdua di kastil.

"Perang air Profesor!" jawab kami serempak lalu lari bersama.

Setelah jauh dari Profesor McGonagall, kami berdua berhenti lalu tertawa. "Okay, cukup," kataku terengah, "Aku mau ganti baju dulu. Kita ketemu saat makam malam."

"Okay! Bye Cedric!" ia berseru riang.

A/N: Gaje? Mungkin :3 chapter 4 secepatnya! :D