Naruto Masashi Kishimoto
Warning :
Cerita ini bukan karya ku, aku menemukannya di suatu blog. Mungkin ini cerita asli dari novel Sasuke or Sakura Hiden yang di translate kan.
Sumber : Yukimura
.
.
.
Chapter 2 PENCARIAN
"kiba, bagaimana?" Tanya shikamaru yang berada di belakang kiba bersama akamaru.
"arahnya kesana" kiba menunjukan arah jejak bau yang ditinggalkan oleh penyusup yang ceroboh itu.
Mereka terus mengikuti kiba dari belakang sambil berlari di meloncati setiap batang pohon. Hinata pun tidak hentinya berkosentrasi dengan matanya untuk mendeteksi jejak musuh dari begitu. Walau begitu, tak bisa dipungkiri bahwa rasa yang mengganjal memenuhi otak naruto. Bagaimana bisa sakura yang kuat bisa dengan mudah diculik?.
"shikamaru, ada yang ingin kulakukan sebentar." Ucapnya.
"jangan terlalu lama. Jika sudah selesai cepatlah kembali ke kelompok" perintah shikamaru.
"aku juga akan membawa hinata. Ada sesuatu yang ingin aku pastikan" tambahnya.
"hinata" mendengarnya membuat hinata mengangguk pelan kearah naruto dan mulai berpencar dari kelompok.
"naruto-kun. Apa yang ingin kau cari?" Tanya hinata yang berlari dibelakang naruto.
"ini pasti ada kaitannya dengan si bodoh itu. Hinata, bisakah kau mencari keberadaan sasuke? Jika ia hanya berjalan, ia pasti tidak akan jauh dari sini" perintahnya.
"sasuke-kun?" tanyanya heran.
"Sejak kapan sasuke-kun datang kedesa?"
"ceritanya panjang. Aku tidak memiliki waktu untuk menggunakan mode sennin. Tapi sekarang, aku mengandalkanmu, Hinata" ucap naruto sambil memandang kearah hinata dengan melontarkan senyumnya.
"hem" angguknya pelan.
.
.
.
Matanya perlahan membuka, rasa pusing masih dirasakan sakura sehingga ia menutup matanya lagi karena tidak kuat menahan sakit dikepalanya, ia kemudian memegangi kepalanya dengan tangan kanan. Setelah merasa baikan, ia mulai mencoba perlahan membuka matanya yang kabur dan perlahan terlihat jelas suasana asing disekitarnya.
'ini, dimana?'
"jadi kau sudah sadar? Apa kau perlu compres?"
Mendengar suara asing itu, sakura bergegas melompat dari ranjang, namun sayangnya efek pusing dan tenaganya tidak mendukung sehingga membuat sakura hampir ambruk.
"sepertinya efeknya masih berkerja" sahutnya.
Sakura mencoba menopang tegak tubuhnya, dan dilihatnya seorang laki-laki seumuran kakashi-sensei berdiri di hadapannya.
"Kau tidak perlu memaksakan diri, itu akan membuat efeknya makin berkerja."
"Apa maumu?" Tanya sakura sambil menahan rasa sakit dikepalanya.
"yah, kami memerlukanmu sebagai tenaga medis, untuk menyembuhkan ratu kami dari maut"
orang itu berjalan kearah jendela besar yang berada tiga meter dari sisi kanan sakura. Ia memandangi saju diluar jendela kemudian menatap kearah sakura sambil mengarahkan sebuah gulungan. Sakura yang mengenal gulungan itu, terkejut dan mengerti maksud mereka bahwa mereka ingin agar sakura memakai jutsu medis yang ada di gulungan itu.
"gulungan itu" sahutnya
"jutsu memperpanjang umur. aku ingin kau menggunakannya untuk memperpanjang umur ratu kami. Dengan begitu, kami bisa mendirikan klan kami kembali."
"apa maksudmu?"
"pada perang shinobi ke dua, perang besar merengkut klan kami. Klan kami yang ditakuti sebagai klan shi yang menguasai dan menciptakan jutsu segel yang sekarang diturunkan ke klan uzumaki. Hanya sedikit dari kami yang tersisa. Bahkan desa tempat kami tinggal sudah hancur. Oleh karena itu, kami ingin menyegel semua kekuatan shinobi di dunia dan menunjukan kepada mereka bahwa kami belum berakhir"
"kau pikir setelah mendengar khayalanmu itu, membuatku mau membatumu? Shaannaarooo.." teriak sakura yang mencoba memukul pria itu. Dengan cepat ia membuat segel tangan yang membuat sakura merasa bahwa chakraknya seperti dikekang.
"percuma saja, melalui bius saat itu, aku sudah menandainya dengan segel chakra. Kau tidak bisa menggunakannya karena akulah yang mengontrol chakramu". sakura yang merasa tubuhnya sangat lemah menatap pria itu dengan kesal.
.
.
.
"Itu, sasukek-kun" ucap hinata yang melihat sasuke dari jarak yang agak jauh. "lewat sini" sambungnya lagi. Naruto mengikuti hinata yang memadunya kearah sasuke. Namun tiba-tiba alat komunikasi yang ia pakai ditelinganya mulai berbunyi.
"naruto, hinata. Kalian dimana? Sepertinya kami kehilangan jejak musuh. Kiba mencium bau sakura menyebar. Sepertinya mereka mencoba mengecoh kita. Kami membutuhkan mu naruto" ucap shikamaru
"begitu, kami baru saja ingin memastikannya. Tunggulah sebentar"jawabnya.
Setelah kurang lebih sepuluh menit berlari, akhirnya naruto menemukan sasuke yang sedang berjalan menulusuri jalan sepi menuju arah desa hujan.
"sasuke" teriak naruto dari kejauhan. Mendengarnya sasuke memberhentikan langkahnya dengan mata kirinya ia melihat kearah suara. Naruto dan hinata menghampiri sasuke dan mendekatinya.
"sasuke, sakura-chan diculik. Sepertinya akan ada hal buruk yang akan terjadi pada sakura. Tapi, kami kehilangan penculik itu" jelas naruto dengan nada cemas.
Sasuke hanya diam sejenak.
"lalu?"
Lagi-lagi setelah mendengar jawaban sasuke yang mengecewakan, membuat naruto semakin marah.
"jadi benar dugaanku. Sakura-chan diculik itu semua karena mu?"
Naruto mendekatkan dirinya pada sasuke.
"teme, apa lagi yang kau lakukan pada sakura-chan" teriak naruto sambil memberikan pukulan keras pada sasuke. Namun sasuke dengan mudah menagkis pukulannya itu dengan tangan kanannya.
Hinata yang melihatnya merasa terkejut melihat naruto berniat memukul sasuke "naruto-kun" ucapnya
kiri sasuke menatap naruto dengan dingin.
"apa yang kau bicarakan? Yang ku lakukan hanyalah mengikuti saran yang kau berikan"
Naruto merasa terkejut mendengar perkataan sasuke. Ia tidak pernah mengira bahwa sasuke benar-benar melakukan hal itu. Ia kemudian melepaskan tangannya dari sasuke.
"aku harusnya tau bahwa kau tidak mungkin melihat kearah sakura-chan, walau hanya sedikit" sahut naruto dengan rendah
"sasuke-kun, naruto-kun hentikan. Bukankah kalian baru saja baikan. Jangan membuat diri kalian bermusuhan lagi" teriak hinata mencoba menenangkan mereka.
"yah. Walaupun begitu, aku tidak akan menyalahkanmu. Ini semua salahku. Aku membiarkannya terlalu mempercayaimu. Padahal banyak yang telah sakura lakukan untukku, tapi sebagai sahabatnya, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuknya" ucap naruto sambil menebar senyumnya tanpa memperdulikan tindakan yang baru saja ia lakukan.
"hinata, ayo pergi! Semuanya sudah menunggu kita." Naruto pun pergi meninggalkan sasuke.
"sasuke-kun, sampai nanti" ucap Hinata yang kemudian menginggalkannya.
"tidak akan menyalahkan huh? Padahal dia dua kali berteriak didepanku" ucap sasuke dengan nada kecil.
.
.
.
"apa yang akan kita lakukan shikamaru? Hal seperti ini sama seperti saat aku, akamaru dan naruto mengejar sasuke. Baunya menyebar. saat itu team taka menggunakan robekan baju sasuke yang dipasangkan ke kaki burung untuk membingungkan kami" jelas kiba sambil mengelus punggung Akamaru.
Mereka yang sedang berhenti di tengah-tengah hutan sedang menunggu naruto kembali. Tentu saja shikamaru tidak tinggal diam. Ia terus memikirkan cara untuk menemukan keberadaan sakura dan sesegera mungkin menyelesaikan misi ini.
Beberapa menit kemudian mereka berdua datang. Begitu dengan shikamaru yang sudah selesai memikirkan strategi yang akan mereka gunakan.
Shikamaru berdiri dari posisi duduknya dan berkata sambil menatap naruto yang baru berhenti di hadapannya.
"naruto, cepat aktifkan mode senninmu, lalu kau.."
"aku mengerti" belum saja shikamaru menyelesaikan kalimatnya, naruto sudah memotong pembicaraannya seolah sudah mengerti apa yang ingin shikamaru perintahkan padanya.
Beberapa waktu kemudian, naruto sudah masuk ke mode senninnya. Ia langsung mencari chakra sakura. Setelah menemukannya, ia langsung menyuruh teman-temannya mengikutinya.
Ditengah perjalanan, kiba yang merasa aneh dengan tindakan naruto, mulai bertanya pada hinata tentang apa yang telah terjadi.
"hei, hinata, apa yang telah terjadi? Sepertinya naruto sedang kesal"
"sebenarnya, tadi kami mencari sasuke-kun. Saat mereka bertemu, mereka langsung bertengkar karena sasuke yang begitu tidak peduli pada sakura. Padahal naruto-kun sangat khawatir pada sakura" jawab hinata sambil memasang wajah sedihnya.
Kiba yang menaiki punggung akamaru melihat raut wajah hinata lalu kemudian bertanya lagi.
"apa kau cemburu?"
"tidak. Aku merasa sedih karena sakura orang yang sangat baik. Ia bahkan selalu membantuku untuk bisa mendekati naruto-kun, tapi hal yang paling membuatku sedih saat mengetahui bahwa orang yang sakura suka bersikap seperti itu. Tapi, aku yakin sasuke-kun juga menghawatirkan sakura, hanya saja ia mengekspresikannya dengan cara berbeda" jelasnya pada kiba. Mendengar penjelasan itu, membuat kiba tersemyum.
"kau memang orang yang baik. Tapi aku sendiri heran kenapa hanya aku yang tidak memiliki kisah cinta sampai sekarang" pikirnya dengan nada putus asa.
"tidak. Kiba-kun pasti nantinya pasti akan mendapatkan wanita yang luar biasa." Jawab hinata menghibur.
Dan kiba hanya menghela hafas mendengarnya.
"disana" tunjuk naruto kearah air terjun yang besar
Dengan cepat, keempatnya mendekati air terjun itu dan berdiri di sisi bebatuan di pinggiran air terjun.
"di dalam air terjun ini, aku merasakan chakra sakura." Ucapnya sambil menunjuk kedalam air yang jatuh dengan derasnya.
Hinata pun mengaktifkan byakugannya, ia melihat ada banyak terowongan. jika memasuki terowongan yang benar, mereka akan menemukan sebuah hutan di balik air terjun. kemudian, ia melihat sebuah istana tua yang besar ditengah lahan yang luas.
Ia mencoba menjelaskan apa yang ia lihat kepada teman-temannya sambil mencari lebih dalam isi dari bangunan itu, tapi sayangnya pandangannya hanya sebatas pintu gerbang istana.
"baiklah. Hinata kau akan mentuntun jalannya" perintah Shikamaru.
masuk ke balik air terjun. Butuh waktu untuk sampai ke ujung lorong. Pandangan di sana juga sangat gelap sehingga mereka harus menyalakan lampu darurat yang Kiba bawa.
Shikamaru sempat berfikir, tentang penjagaan wilayah yang tidak ketat. Berbeda dengan wilayah musuh lainnya yang selama ini pernah ia temui, tapi sampai sejauh ini hinata maupun yang lainnya tidak merasakan kehadiran musuh sama sekali.
'apa yang sedang mereka rencarakan' ngungam shikamaru dalam pikirannya.
"hinata, apa kau sudah bisa melihat kedalam istana itu?" Tanya shikamaru.
"belum. Aku merasa seperti ada yang menghalangi pandanganku" jawab hinata yang mulai mengerutkan alisnya. Hal ini membuat shikamaru berfikir lebih keras sekali lagi.
.
.
.
Salju yang turun semakin deras, sasuke berdiri di sela-sela ranting pohon yang besar sambil memegang mata kanannya.
"akhirnya" sasuke melepas tangannya dari matanya dan mulai membuka mata rinnegannya yang sudah aktif lagi.
Bersambung
