Little Mom Chapter 2
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Don't Like
Don't Read
.
.
.
~Don't Touch My Boy~
Chapter Sebelumnya :
Kris berjalan dengan gaya sok coolnya didepan para pegawainya. Para pegawainya itu menuduk saat Kris mulai melewati para pegawainya. Sedangkan para Yeoja pegawainya itu mengerling genit kearah Kris. Tak jarang Kris menggoda pegawainya yang mendapatkan jitakan dari Luhan sahabatnya yang bertugas sebagai asister pribadinya.
"Berhentilah bertingkah genit Wu Sajangnim" Luhan menghempaskan tubuhnya disofa ruangan Kris. Kris yang duduk dimeja kerjanya hanya tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Hahaha memang kenapa kau cemburu yah?" Goda Kris yang langsung mendapatkan deathglare Luhan + Lemparan sepatu dari Luhan.
BRAK!
"Yak Luhan itu sanga tidak berperi-sepatuan" Ucap Kris ngeri saat melihat sepatu pantofel milik Luhan hampir mengenai wajah tampannya.
"Kau yang mencari masalah tuan Wu" Luhan menanggapi dengan malas ia memutar matanya dan mengerjakan berkas-berkas yang berada didepannya.
Kris juga sama ia juga kembali memfokuskan matanya ke berkas yang akan ia tanda tangani. Hei selain tampan Kris juga pemilik Hotel dan Mall terbesar di Seoul. Eomma dan Appanya juga tinggal di Jerman. Eommanya sedang menjalankan bisnis butik kecil di Jerman. Sedangkan appanya sedang membangun kembali Hotel yang dulu kakeknya punya di daerah Jerman.
Yo okay sexy oh~
na hoksimolla gyeonggohaneunde (jaldeureo)
jigeum wiheomhae (so dangerous)
jakku nareul jageukhajima (keunilna~)
nado nal molla~
Bunyi ponsel Luhan berbunyi. Kris memutar matanya dan menatap Luhan yang sedang merongoh ponsel Androidnya yang berada disaku celananya.
DEG
DEG
'Oh tidak jangan sampai' Batin Luhan.
'Jaejoong Eomma Calling'
"Mati kau Kris" Desis Luhan tajam sambil menatap garang wajah Kris. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum polos.
'AKU AKAN MEMBUNUHMU KRIS' Batin Luhan kesal
.
.
.
"Heh ada apa denganku?" Kris bertanya sambil mempoutkan bibirnya. Luhan yang melihat tampang Kris seperti uke itu hanya bergindik ngeri.
Luhan kembali menatap ponselnya yang sedang bordering. Ia mengigigt kukunya sambil menatap layar androidnya. Kris melihat Luhan yang sedang menatap layar ponselnya itu langsung berdiri disamping tubuh Luhan. Luhan tersentak kaget saat Kris merebut ponselnya dengan cepat dari genggaman tangannya.
"Cieee Luhan dari pacarnya yah" Kris mengangkat tinggi-tinggi ponsel Luhan. Luhan yang melihat Kris mengangkat ponselnya itu langsung memasang tampang seramnya. "Kembalikan ponselku" Desis Luhan tajam
Kris mengangkat jari telunjuknya dan menggerakannya kekanan dan kekiri. "No…no kau jelaskan dulu siapa yang menelpon?"
Luhan menghembuskan nafasnya. Ia menatap malas wajah tampan Kris yang sedang duduk didepannya. "Itu eommanya Jaejoong" Kata Luhan pelan.
"Calon mertuaku" Kris menatap lekat-lekat nomor diponsel android Luhan. Luhan mengangguk dengan bodohnya. "Cepat kemarikan ponselku Yi Fan"
Kris mengangguk patuh dan menyerahkan ponsel Android ke pemiliknya. Luhan mengambil ponselnya yang berada digenggaman Kris dan langsung mengangkat telepon tersebut.
"Yeoboseyo" Ucap Luhan lirih. Lebih terdengar seperti bisikan.
"Yak Hannie kau mengangkatnya lama sekali. Tangan Joongie sudah pegal" Sepertinya Dewi Fortuna berpihak kepada Luhan. Jaejoong sepertinya tidak marah sama sekali. Hahah bisa gawat kalau Jaejoong marah bisa-bisa Luhan diceramahi mulai dari pagi sampai malam.
"Sudah Joongie berhentilah marah-marah, dari tadi marah-marah mulu" Terdengar suara dari Yunho yang bermaksud membuat sang gajah tidak marah-marah lagi ke Luhan.
"Aishh Yunnie berhenti mengigit leherku" Gerutu Jaejoong saat Yunho menegelamkan kepalanya dan mengigit lehernya pelan.
"Hehehe Mian boo~"
"Eh Hannie masih disana kan?"
"Masih ada kok Eomma" Jawab Luhan berusaha sesantai mungkin.
"Huhh Jadi begini Eomma dan Appa akan bertemu dengan Suho untuk membahas pertunangan Tao chagi~"
"MWO? Eomma Tao kan masih kecil" Protes Luhan sambil menatap kearah Kris. Kris yang mendengar nama Tao disebut langsung menghampiri Luhan dan menyuruh Luhan meloudspeaker ponselnya. Luhan menganggukan kepalanya tanda mengerti dan mengaktifikan Loudspeaker diponselnya itu.
"Tapi kan setidaknya Tao sudah bertunangan sama Suho Hannie" Kris mengepalkan tangannya saat mendengar penuturan Jaejoong yang menurutnya akan menjadi calon mertuanya.
"Eomma siapa tau Tao menyukai pria lain." Luhan beralasan. Berusaha Eommanya itu membatalkan perjodohannya.
"Tidak Tao tidak menyukai pria lain Hannie" Kris hampir saja merebut ponsel Luhan. Kalau saja Luhan tidak menahannya ia mungkin akan meneriakan 'Aku Namjachingu Tao'. Tapi Kris kan belum menembak Tao sama sekali?
"Huftt terserah eomma lah" Luhan menghela nafas dan berujar seadanya.
"Huwaaa Hannie kamu memang calon ipar yang baik. Dan juga kakak yang baik" Terdengar suara bahagia dari Jaejoong. Yang membuat Luhan melirik Kris yang sedang menahan amarahnya. Ia lalu mengelus pelan punggung Kris berusaha agar emosi Kris mereda.
"Setidaknya Tao berada ditangan yang aman eomma. Yasudah Hannie tutup teleponnya dulu eomma. Hannie sedang bekerja nihh" Ucap Luhan cepat. Ia tidak mau menambah masalah lagi.
"Yasudah eomma tunggu dirumah yah Chagi~"
"Ne~ Eomma"
TUT
TUT
Luhan mengakhiri telepon tersebut. Ia lalu mengenggam tanga Kris berusaha membuat sahabatnya ini tenang.
"Tenanglah Kris. Tao tidak mungkin mengkhianatimu" Luhan berusaha meyakini Kris. Dan langsung diangguki Kris. "Aku tau, Tao itu anak yang sangat polos. Aku takut saja Tao menyukai pria itu"
Luhan melirik sahabatnya itu yang terlihat sangat frustasi. Kris memang sangat mencintai Tao. Sejak pertama ia bertemu dan saat melihat satu bingkai foto dikamar Luhan yang dipenuhi foto Tao. "Tao pasti menyukaimu Kris. Aku yakin itu" Luhan berusaha menyemangati sahabatnya itu.
Kris mendesah pelan ia menatap langit-langit ruang kerjanya itu. "Yah mudah-mudahan saja" Ucapnya lirih.
Luhan menepuk pelan punggung sahabatnya itu. Terbesit rasa sakit saat mengetahui Kris menyukai Tao.
"Tunggu dulu sepertinya eomma tadi bilang sesuatu" Pikir Luhan.
1detik
2detik
3detik
"Omo Eomma berada dikorea!"
.
.
.
~Don't Touch My Boy~
Jaejoong menutup ponsel I-phonenya. Ia lalu memeluk tubuh suaminya. "Huwaaaa Hannie setuju Yunnie" Ucap Jaejoong ceria.
Yunho tersenyum senang dan memeluk tubuh istrinya itu. "Lihatkan Luhan pasti setuju"
Jaejoong mengangguk. Ia lalu menegelamkan kepalanya didada bidang milik suaminya itu. "Aku senang kalau anak-anak kita bahagia" Kata Jaejoong lirih. Ia lalu meneteskan air matanya dan semakin memeluk tubuh suaminya dengan erat. Ia yakin ini yang terbaik untuk anaknya.
Yunho yang merasakan bajunya basah lalu mengerutkan keningnya dan mengangkat perlahan-lahan kepala istrinya. "Kau menangis boo~?"
Jaejoong menghapus airmata yang berada dipipinya dan tersenyum terpaksa. "Ani~ aku tidak menangis" Elaknya pelan.
Yunho yang melihat ekspresi istrinya itu lalu membawa istrinya diranjang kamarnya. Ia membaringkan pelan tubuh istrinya itu. Dan kemudian memeluknya erat. "Kau berbohong" Ucapnya pelan yang dapat Jaejoong dengar.
"Hikss sepertinya keputusanku ini salah. Hikss Aku takut Tao membenciku nanti" Ujar Jaejoong disela-sela tangisnya.
Yunho mengusap kepala Jaejoong dengan sayang. Jaejoong mendongkak dan menatap mata musang milik suaminya. "Yunnie"
Yunho menempelkan bibir seksinya dibibi plum milik istrinya dengan cepat. Hanya sekedar menempelkan tidak ada lumatan diciuman manis itu. Lalu mendongkak menatap wajah istrinya yang kini memerah padam.
"Yunnie" Jaejoong berusaha menyembunyikan wajah meronanya ditelapak tangan kecilnya. Yang membuat Yunho terkekeh pelan.
.
.
.
~Don't Touch My Boy~
Bell pulang sudah berbunyi disekolah School. Tao mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kelasnya. Langkahnya terhenti saat merasakan seseorang sedang memukul lembut pundaknya.
"Baekhyun hyung kau mengagetkanku" Ucap Tao kaget. Ia lalu mengusap dadanya pelan. Baekhyun tertawa dan seketika wajahnya berubah saat meliha sesosok Namja tinggi yang berjalan menuju didepan kelas dimana Tao dan Baekhyun berdiri. Baekhyun lalu mengenggam tangan milik Tao dan menarik Tao.
Tao mengerutkan keningnya saat melihat Baekhyun yang sedang berlari didepannya. Tao ikut berlari dan mengikuti Baekhyun yang berada didepannya.
"Hoshh Hosshh Hyung kau mau membunuhku" Ucap Tao dengan nafas yang terengah-rengah.
Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Tao. Ia membaringkan tubuhnya dirumput taman sekolahnya dan menjadikan paha Tao sebagai bantalnya. Tao mempoutkan bibirnya, ia lalu mengusap kepala Baekhyun dengan sayang. "Kau cantik Tao"
BLUSH
Wajah Tao memerah saat mendengar penuturan jujur dari Baekhyun. Baekhyun tertawa pelan saat melihat wajah merona milik Tao. "Huaaahh Gombal" Tao memukul pelan pundak milik Baekhyun yang sedang tiduran dipahanya.
Baekhyun yang kesakitan langsung menarik tangan Tao yang membuat Tao terjatuh diatas Baekhyun. Baekhyun yang berada dibawah Tao kaget karena Tao sudah berada diatasnya. Begitupun juga Tao ia terlihat makin merona saat wajahnya sangat dekat dengan wajah milik Baekhyun sahabat kecilnya.
Kris yang berinisiatif menjemput Tao langsung kaget melihat adegan panas (menurut Kris) calon Kekasihnya dengan Pria yang tidak dikenalnya sedang saling beradu pandang dengan jarak sangat dekat "Gege" Ucap Tao senang saat melihat Kris membantunya berdiri.
Kris memasang wajah tidak sukanya saat Baekhyun tersenyum kearahnya. "Aku Baekhyun sahabat Tao" Baekhyun sepertinya tidak peka atas kemarahn Kris hanya tersenyum manis. Yang membuat Tao ingin menepuk jidat Baekhyun yang tidak selebar jidat milik Suami dari Adik eommanya (Junsu).
"Aku Pacarnya Tao. Dan satu lagi aku dan Tao akan berkencan jadi kau jangan menganggu kami okey" Ucap Kris dengan cepat dan menarik tangan Tao untuk meninggalkan taman sekolahnya. Baekhyun yang mendengar kata Kris itu memegang dadanya sesak.
.
.
.
~Don't Touch My Boy~
Tao mendengus kesal saat Kris memasuki area parkir Lotte World. Dengan kasar ia menarik sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil milik Kris . Kris menghela nafas melihat tingkah kekanakan Tao. Hah ini juga memang salahnya mengakui Tao sebagai pacarnya padahal dia sendiri belum menembak Tao secara resmi.
Kris berlari dan mengenggam tangan Tao. Tao tersentak kaget saat seseorang mengenggam tangannya. "Lepaskan ge" Ucap Tao tajam. Kris memajukan tubuhnya dan merapat ketubuh Tao.
Sedangkan Tao menudukan kepalanya malu saat melihat para pengujung yang diyakininya fujoshi itu mulai berbisik-bisik.
CHUP~
Tao bingung kenapa tiba-tiba saja bibir Kris menempel dibibirnya dengan cepat ia mendorong tubuh Kris agar melepaskan ciumannya. "Ge ini daerah umum" Ucap Tao pelan. Ia menundukan kepalanya agar rona diwajahnya itu tidak terlihat oleh Kris. Tao kan sedang ngambek sekarang.
"Ahaha berhentilah berpura-pura galak Tao" Dengan santainya Kris tertawa. Yang membuat Tao mendengus kesal saat Kris kembali membawanya dengan paksa dan masuk kedalam taman bermain tersebut.
.
.
.
~Don't Touch My Boy~
Kris dan Tao kini memasuki are bermain ice skating. Tao dan Kris sudah memakai lengkap peralatan permainan ice skating. Kris mendekati Tao dan membuka jaket putih yang ia pakai.
Ia memakaikan jaket putih yang ia pakai ditubuh Tao yang ramping. "Pakailah" Kata Kris sambil mengusap kepala Tao. Yang membuat Tao merona merasakan perlakuan istimewa dari Kris.
"Gomawo~" Ucap Tao tulus.
"Huwaaa Tao gak bisa gege" Jerit Tao saat Kris dengan sengaja membawa tubuhnya di tengah-tengah area ice skating. Orang yang membawanya itu hanya tertawa geli melihat wajah lucu Tao.
"Belajar lah sebentar Tao" Kris memeluk pinggang ramping Tao dan membawanya kepinggir. Tao mendengus kesal disertai rona pink menyala di pipi Chubbynya.
"Gege Tao gak bisa" Ucap Tao tetap pada pendiriannya. Kris dengan santainya membawa Tao kembali ditengan area ice skating. Ia membalik tubuh Tao agar berhadapan langsung dengan wajahnya.
Tao yang tersentak langsung memalingkan wajahnya kea rah lain. Kris terkekeh melihat wajah Tao yang memerah sempurna seperti tomat. "Hei manis jangan palingkan wajahmu" Goda Kris yang langsung mendapatkan jitakan 'sayang' Tao.
Belum sempat Tao menjitak Kris sudah menarik tangannya. Dan mencium bibir merahnya. Ia agak kaget melihat Kris yang tengah menikmati bibir merahnya. Sedikit mengulumnya dengan kasar yang membuat Tao mendesah seksi. Hoho mereka lupa kalau mereka sedang ada diarea Ice Skating.
Kris melepaskan ciumannya dan berbisik tepat ditelinga Tao. "Sepertinya aku akan memasang 1 kamar untuk kita" Desah Kris ditelinga Tao dan mengulum telinga milik Tao.
"Ehmmm Ahhh terserah~ Ahh~ ge jangan digigit"
.
.
.
TBC
Mianhae baru Update u,u
FF yang ini gajelas banget
Dhia gak dapet feelnya -_-
Soalnya Dhia juga lagi nonton suaminya Dhia ( Lee Jonghyun ) Di indosiar #Abaikan
Ada yang bisa nebak Luhan itu sukanya sama siapa?
Sama Kris atau Tao?
Ditunggu Komentnya nanti dapet Tanda Tangannya Dhia
Okey
See You Next Chapter
.
.
.
Don't call me Author
Panggil saja Dhia atau Eonnie, Saeng
Dhia masih sekolah masih kelas 2 SMA
Gomawo yang udah baca ˘ з˘ *cium atu-atu
Untuk Silent reader juga
Yang mau nanya-nanya tentang FF ini silahkan PM atau Riview aja Nde~
Balasan Reviewnya :
Jettaome : Masih lama hamilnya :D Iya Dhia SMK :D SMK itu lebih bagus daripada SMA (´⌣`ʃƪ)
XiuBy PandaTao : Ini udah panjang kok saeng~ ^⌣^
ajib4ff : Iyaaa betul nanti Suho muncul insya allah chapter depan
AnjarW : Huaaah Dhia panggilnya apa donk? Eonnie atau Oppa? Hahaha Dhia bukan Cassie sihh cuman suka lagunya doank. Ehmm sebenarnya Dhia sukanya sama Changmin dan Jaejoong bukan Yunho xD kan gak seru kalau changmin jadi suaminya Jaejoong u,u
Ruiki Kaera : Gomawo udah baca ^^ Iyaaa Luhan seme *plakkk
runashine88 : Iyaaa donk Eonnie Dhia gitu xD Imut kayak Dhia
KittenTao : Hahaha gak kayaknya saeng :P Hohoho tenang Suho itu suaminya Dhia jadi gak ganggu TaoRis kok xD
rossadilla17 : Hahaha silahkan lanjut bacanya
Arvitakimkim : Belum -_- Hahaha iyaa emmak sama anak sama-sama lucu ^_^
Nada Lim : Lay munculnya masih lama jadi Suho masih jomblo :D Hahaha ada yang mau mendaftar jadi pacarnya Luhan?
Mynamedhiendha : Iyaaa selucu Dhia saeng :D Hahaha Masih lama TaoRis familynya u,u
Kazehiro Yuki : Hahaha kasihan Tao u,u YunJae tidak setuju dengan hubungannya TaoRis jadi Kris selingkuh ama Dhia *Plakkk
JunhongieJello : Selamat membaca Ne~ FFnya Dhia ^_^ Hahaha Terserah saeng mau panggil apa :D Hehehe mianhae~ kayaknya Dhia salah maklum bhs. Inggrisnya masih pakai Om Google u,u *ketahuan dehh
IMSyrinx : Udah lanjut kok ^_^
wyda joyer : Ini udah Update ^_^
