That Raven Boy
.
.
.
(Chapter 3-Disappointed)
.
.
.
"Aku menyukaimu sejak dulu Hinata-chan"
"e..etto"
"aku benar benar menyukaimu. Jadilah pacarku" pinta lelaki berambut putih itu. Si rambut putih itu kini menggenggam tangan gadis itu dengan lancang. Dia berusaha melapaskan genggaman tangan lelaki itu. Namun sia sia.
"go..gomenasai"
"Kenapa? Kau menolakku? Cih. Kau sangat…."
"kau tak tahu diri"
"eh?"
"Uchiha-san…." Si pria putih hanya mampu menelan ludahnya. Melihat sosok lelaki itu saja sudah mampu membuat dia bergidik ngeri "dia pacarku. Jangan sentuh dia dengan tangan busukmu itu"
"go-gomenasai" ucap pria putih tadi. Dia berlari secepat mungkin keluar dari tempat itu. Seharusnya dia harus tahu kalau lahan kematian bukanlah lagi tempat menjanjikan untuk menembak seseorang, apalagi menembak gadis Hyuuga yang itu.
Pria raven itu berjalan mendekat kepada gadis Hyuuga itu. Gadis itu menelan saliva-nya dan berjalan mundur kebelakang beberapa langkah. "kau lihat sendiri kan aku tidak menerimanya?! Menjauhlah dariku!" teriak Hinata keras. Ia terbangun. Siiiiing~
"Hyuuga-san, mimpi yang buruk?" dan suara itu terdengar nyata ditelingaku. Suara Shizune sensei. Kami sama! Yang benar saja! Aku tertidur di kelas…
.
.
.
Disclaimer: © Masashi Kishimoto
That Raven Boy © JasperLeaf
Genre: Romance
Warning: Gaje, full typo, OOC fatal. (OOC itu seni saudara)
.
.
.
XOXOX
.
.
.
"Shion-chan, bagaimana ini?" Tanya Hinata gusar. Rambutnya sudah awut awutan sekarang. Sementara Shion hanya menatap kukunya sambil sesekali merapikan ujung-ujung kukunya dengan nail file pink miliknya.
"hm. Abaikan saja dia" jawabnya enteng. Rahang Hinata hampir jatuh kelantai kalau saja Shion tidak menambah jawabannya. "Mungkin saja yang sama hanya umur dan namanya. Bayangkan berapa banyak orang bernama Uchiha Sasuke dibumi ini" Ah benar! Tapi, apa mungkin? Wajahnya, rambutnya.. ah aku harus memastikannya.
"Hinata, kudengar kita dapat meminjam kostum pada klub drama" seperti mengerti apa yang kupikirkan, Shion tersenyum. Kau benar benar sahabatku Shion!
.
.
.
XOXOX
.
.
.
Aku yakin gadis itu pasti merutuki kenapa dinding pembatas harus dibuat setinggi itu? Bahkan tangga itu masih harus membuatnya sedikit memanjat lagi untuk dapat menyebrangi dinding itu.
"waah, seorang hime dari Hoshioko berhasil memanjat dinding pembatas dan masuk Shizuoko seenaknya" eh?
Uchiha Sasuke. Dia merenggangkan badannya seraya menatap gadis pemanjat itu lurus.
"kau memang tak seanggun itu ya. Apa kau merindukanku Hinata-sama?" sindir pria itu. "apa yang kau lakukan?" tanyanya lagi.
"e-eh?! Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya gadis itu kaget. Tak terpikir olehnya sebelumnya akan bertemu dengan pria itu disitu.
"kh-, kau yang kenapa ada disini?" Tanya pria itu balik. Seringaian usil itu datang lagi. Namun Hinata tak memerdulikan seringaian itu, ia memperhatikan sapu tangan putih miliknya yang berada di saku pria itu. Ia melihatnya. Jahitan merah bertuliskan 'uchiha sasuke' di sapu tangan putih'nya' yang tampak mencuat keluar dari saku celana anak lelaki itu.
"ini? Kau mau ini?" Tanya Sasuke saat menyadari arah pandangan gadis itu. "apa kau mengingatnya? Apa kau pernah melihat sapu tangan itu sebelumnya?"
.
.
.
Sasuke hanya diam. Melihat respon Sasuke yang hanya diam. "Tolong kembalikan, benda itu sangat berarti bagiku. Itu pemberian dari orang yang sangat kusayangi. Kuharap Sasuke-kun mengerti" jelasku panjang lebar. Aku bahkan memanggil lelaki itu dengan nama kecilnya sekarang, berharap hati lelaki itu tergerak.
"ya. Aku pernah memakainya saat aku kecil"
Apakah… Oh Kami sama!
"apa kau mengingatku?"
"apa yang kau bicarakan? Aku tak pernah mengenalmu"
DEG!
Aku tak mengerti ini. Dia memintaku untuk jadi istrinya. Apakah itu hanya main main? Kenapa hanya aku yang terlalu serius? Kenapa bisa bisanya aku menanggapinya serius?
Sasuke tampak berpikir. "jadi maksudnya kau menyukai-ku sampai sekarang hime?" {lalala lilili yang setuju OOC itu berkah angkat tangan}
Dia terburuk. Aku tak percaya dia adalah Uchiha Sasuke. Aku tak percaya aku menangis di depan seorang lelaki begini.
"aku…"
"hm?"
"aku membencimu. Sangat membencimu"
Aku tak tahu kemana arah lariku saat ini. Samar samar kudengar dia berteriak dengan usilnya "kau tak perlu memanjat kalau kau sudah menyamar dengan seragam itu!" Persetan dengan itu semua. Aku hanya ingin mencari tempat yang sepi untuk menumpahkan semua perasaanku sekarang.
Ya benar, berakhir sudah cinta pertamaku….
.
.
.
XOXOX
.
.
.
Hinata menggulingkan badannya di ranjangnya. Matanya tak lagi sebengkak tadi. Perasaannya sudah jauh lebih baik dibanding 3 jam yang lalu. Dia menenggelamkan mukanya di bantal empuknya itu.
Walaupun dia tidak seratus persen yakin dia bukanlah 'Uchiha Sasuke-nya' namun tetap saja Hinata membenci sosok raven itu. 'dia sudah tahu ya' dia menghela nafasnya panjang.
'beep beep beep'
From: Uchiha Sasuke
Bawakan kami bento dan minuman sepulang sekolah.
"APA APAAN?!"
.
.
.
(Chapter 3 end)
.
.
.
Gomenasai mina-san! Author ngerjain ini dengan sangat balap. Hehehe. Author sadar chapter ini lumayan membosankan dan sangat singkat, tapi author akan berusaha lebih baik lagi di chapter selanjutnya. Dan author mengharapkan review dari kalian^^ Review adalah makanan author :"c
Author juga sedang berpikir untuk membuat fict oneshoot buat SasuHina lagi *di amaterasu-in sama Sasuke* gomen! Author akan nyelesaiin ini satu satu kok^^
Arigatou Gozaimasu^^
