Disclaimer: Always Masashi Kishimoto

Summary: Aku tidak mau bernyanyi jika kau tidak ada di sampingku! geramku. kau bukan anak-anak lagi, sakura. / sasuke milikku. Tentu saja dia tidak akan sudi dengan bocah ingusan sepertimu. / aku . Akan mengalah. Kami memang tidak cocok./Chap 3 Updated.

~chap 3~

"Dari siapa?" tanya Sakura mulai menyantap menu yang baru diletakkan pelayan.
"Itu... ah di datang." Kata Hinata sambil menatap Pintu Masuk cafe yang ada di belakang Sakura.
Sakurapun mengikuti arah tatapan Hinata.
"Dia..."

~chap 3~

"Dia.." lirih Sakura.
Seorang Pria dengan rambut perak yang melawan arah gravitasi dan setelan jas kerja yang semakin membuatnya terlihat berwibawa dan... semakin tampan. Yap semua pasti tau kalau dia adalah Hatake Kakashi.
Kakashi menuju arah meja yang ditempati Sakura dan Hinata.
Sakura yang awalnya saling pandang dengan Kakashi, mengalihkan pandangannya kembali ke Hinata dan melanjutkan aksi makan besarnya.
Sakura bisa merasakan Kakashi berdiri tepat disampingnya sekarang namun ia berusaha mengacuhkannya.
"Boleh aku duduk disini?" tanya Kakashi namun tak mendapat jawaban dari Sakura.
"Bo,Boleh. Silahkan." jawab Hinata seolah mewakili Sakura.
Kakashi duduk terdiam menatap orang disampingnya yang masih asik dengan kegiatannya.
"Sudah berapa yang dia makan?" tanyanya pada Hinata.
"Ini porsi yang ke 12, Sensei." jawab Hinata dengan suara pelan.
Yap Hatake Kakashi adalah seorang guru yang berumur 24 tahun dan bekerja di Konoha Junior High School. Lanjut... "Beratmu bisa bertambah 2 kali lipat jika kau makan sebanyak itu, Sakura." Sakura yang diajak bicara menghentikan makannya sejenak.
"Apa urusanmu?" tanya Sakura ketus.
"Sakura, kau sudah kuanggap adikku sendiri."
"Aku tidak mau hanya menjadi adikmu, Kashi."
"Kita sudah membahas ini Sakura."
"Tapi aku tetap belum menyerah!" kata Sakura dengan sedikit meninggikan suaranya.
Kakashi tidak membalas kalimat terakhir Sakura. Iapun mengalihkan pembicaraannya.
"Aku sudah melihat di TV tadi. Mengapa Uchiha itu mengakuinya?" tanya Kakashi.
Sakura hanya terdiam seolah berfikir setelah mendengar pertanyaan Kakashi.
"Maaf, aku ada acara hari ini." balas Sakura seolah menghindar. Ia meminta bill pada pelayan namun saat akan mengeluarkan uang untuk membayarnya, Kakashi menghalanginya.
"Aku yang bayar." dengan Gentle Kakashi membayar semua tagihan Sakura. Tidak mau menunggu Kakashi yang sedang menyelesaikan administrasinya, Sakura menarik Hinata untuk meninggalkan Cafe itu. Kakashi yang melihat itu berusaha agar dapat menyelesaikan administrasi secepatnya, percuma jika ia berteriak memanggil Sakura, toh Sakura tidak akan menunggunya.
Diluar Cafe.
"Sakura, kenapa Kakashi-sensei ditinggal?" tanya Hinata.
"Biar saja, aku malas bertemu dengannya. Kenapa kau memberitau kita disana?"
"Ayolah Sakura, semua juga tau bahwa hanya Kakashi-sensei yang dapat menenangkanmu saat ini."
"Dia juga salah satu masalahku, Hinata-chan." jawab Sakura setengah merengek.
"Aku apa?"
Tiba-tiba Kakashi ada di belakangnya. Sakura berbalik cepat.
"A, apa? Tidak ada kok. Ka, kau Percaya diri sekali kalau kami sedang membicarakanmu." jawab Sakura gugup.
Bagaimana tidak gugup, berhadapan dengan pria yang dulu kau cintai dengan jarak sedekat ini. Ya yang dulu dicintai walau saat ini perasaan Sakura masih didominasi oleh pria ini.
"A, , saya tinggal ya sensei." kata Hinata mendapat anggukan dan senyuman misterius dari Kakashi.
Sakura yang mendengar itu hanya memberikan bahasa isyarat pada Hinata agar jangan meninggalkannya berdua dengan Kakashi.
"Saku-chan, aku pulang ya. nanti malam aku menginap ke rumahmu kok." pamit Hinata polos, seolah tak mengerti bahasa tubuh Sakura. Ia melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan Sakura yang menampilkan wajah kusut.
"Jadi, ada yang mau kau katakan?" tanya Kakashi.
"Ya. Aku mau pulang." balasnya dan langsung mulai berjalan.
Kakashi hanya menghela nafas dan mulai menyusul Sakura.
"Sakura, ceritalah padaku. Sebenarnya ada apa antara kau dan Si uchiha itu?"
"..." Sakura masih melanjutkan langkahnya.
"Saku.," panggil Kakashi dengan sabar.

"Sakura!" teriak Kakashi sambil menarik pergelangan tangan kanan Sakura.
"APA?" balas Sakura dengan teriak.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" kata Kakashi yang mulai tidak sabar namun sedikit menurunkan tingkat suaranya. "Tidak ada urusannya denganmu, ...sensei."
"Aku ingin membantumu." Sakura berhenti dan menatap Kakashi dingin. Seringai tiba-tiba terbentuk di bibir indahnya.
"Kalian sama saja. Pengkhianat." kata tajam terucap begitu saja dari bibirnya.

Flashback on

Di Bakery Cafe, 4 bulan yang lalu.
"Ne Kashi-kun, kita jalan-jalan yuk. Kau berjanji akan menemaniku setelah ujian kan?" Rajuk Sakura yang masih mengenakan seragam sekolahnya pada Kakashi.
"Aa. rasanya lama sekali kau ujian sampai hampir 1 bulan kita tidak bertemu."
"kita bertemu di supermarket,tempat khursus dan ditoko alat tulis, Kashi." jawab Sakura dengan wajah polosnya.
"Itu tidak termasuk Koicchan!" kata Kakashi sambil mencubit pipi Sakura gemas.
"Apa tadi kau mengerjakan soal-soalnya dengan benar?" Kakashi memangku dagunya sambil memperhatikan sang kekasih yang sedang asik menyantap big cup Ice creamnya.
"Entahlah. Yang penting aku tidak menyontekkan? Tapi tadi aku mencoba peruntungan dengan pensilku. entah jawabannya benar atau tidak. doakan saja. hehe " jawab Sakura sambil nyengir.
ctak..
"Aw! kenapa malah memukulku?" tanya Sakura pada Kakashi yang baru saja memberikan jitakan pada jidatnya yang lebar.
"Sudah aku katakan agar belajar yang benar. Kemarin kau browshing lagi kan?"
"Aku sudah belajar dengan baik kok. Aku browshing biar tidak bosan sensei." ngeles Sakura.
"Dasar alasan. Kau pikir aku tidak memperhatikanmu selama ujian? apalagi ujian bahasa kau yang paling jelek nilainya."
"Tapi bahasa inggrisku bagus kok."
"Tapi nilai praktekmu kurang Sakura."
"Sudahlah Kashi-kun. Lagipula itu bukan ujian kelulusan. Aku baru kelas XI. Dan aku tidak ingin berdebat denganmu." keluh Sakura sambil menampilkan wajah memelasnya.
Melihat wajah memelas Sakura, membuat wajah Kakashi memerah beberapa saat namun segera ia kontrol dirinya dan kembali pada raut normalnya.
"Ehm, yah baiklah. kali ini tak akan kuperpanjang lagi."
"Bagus. Bagaimana pekerjaanmu di KJHS, Kashi?"
"Seperti biasa, anak-anak sedikit susah diatur diusianya yang sekarang. Tapi belakangan ini sikap sosial mereka semakin baik." katanya sambil melamun dan tersenyum mengingat anak didiknya menggelar bakti sosial atas inisiatif mereka sendiri.
Sakura yang melihat wajah tersenyum Kakashi ikut tersenyum lembut.
"Itu semua karena kau, Kashi. Mata mereka mulai terbuka karena kau berhasil mendidik mereka dengan baik. Great Teacher Hatake." Puji Sakura dengan mata berbinar-binar.
Kakashi mengalihkan tatapannya pada Sakura dan tersenyum.
"Aa Saku. Aku baru ingat. Ada yang harus kukatakan padamu." wajah Kakashi mulai serius.
"Ya katakan saja Kashi."
"Besok.., besok aku dipilih untuk pertukaran pengajar ke Suna selama 6 bulan."
Tek... sakura tiba-tiba menghentikan acara makannya. Dan menatap Kakashi dalam, berusaha agar menangkap kesan bercanda dari Kakashi namun nihil.
"Aa... Kashi-kun jangan bercanda." Sakura tertawa kecil menganggap Kakashi bercanda.
"Kau tau aku serius Saku."
Kata-kata Kakashi menghentikan tawa Saku.
"Itu tidak lucu Kashi." kata Sakura yang mulai tegang.
Kakashi menghela nafas. Ia tau akan begini jadinya.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini minggu lalu,Saku. Tapi aku tidak ingin ujianmu jadi berantakan karena memikirkan ini."
Mata Sakura mulai berkaca-kaca.
"Saku, aku mohon mengertilah. Jangan menangis. Aku hanya pergi 6 bulan." Kakashi menangkupkan pipi Sakura dengan tangannya.
"Hiks...Hanya?... A, hiks Aku bahkan merasa kehilanganmu hiks karena 2 minggu hiks ujian ini...hiks."
"Dengarkan aku! Aku akan kembali Saku. Dan saat itu kita akan segera bertunangan. Meskipun umurmu belum cukup, tetapi tidak ada salahnya untuk melakukan pertunangan diumurmu yang sekarang kan? Toh kita tidak melakukan hal yang aneh."
"Hiks... Ka, Kau tidak bohong kan?" tangis Sakura mulai mereda.
"Tentu saja Koicchan." Kakashi tersenyum menatap Sakura yang sedang berusaha tersenyum walau air mata masih mengalir.
"Tapi kau akan datang di konser pertama Two Voices debut show kan?"
Yap. Saat itu, Two Voices baru dibentuk dan baru mengeluarkan debut pertamanya yang berjudul 'Sad Promise'.
"Akan kuusahakan. Oke?" Kata Kakashi kurang yakin.
"Haah... Dasar sensei menyebalkan!" "Aku akan berusaha datang. Percaya padaku." Kata Kakashi meyakinkan.
"Iya aku percaya." jawab Sakura dengan senyum polosnnya. Namun tiba-tiba wajahnya sendu.

"Tapi,... kapan kau akan memperkenalkan aku pada ibumu? Bukankah hubungan kita serius. Setidaknya satu kali saja..."

Kakashi hanya diam mendengar permintaan Sakura.

"Tapi kalau memang belum bisa tidak apa-apa kok. Setidaknya perjuanganku selama ini berhasil karena bisa bersamamu." lanjutnya sambil tersenyum manis.

Kakashi yang melihat itu tau kalau senyum Sakura itu hanya paksaan agar kekasihnya itu terlihat tegar. Ia tau bahwa selama ini ia membuat Sakura merasa bahwa hubungan mereka tidak akan berjalan baik.

Skip time 1 bulan kemudian.
Saat debut show 'Two Voices'.
"Kenapa tidak ada kabar ya?" gumam Sakura yang telah menjadi Diamond di depan meja rias.
"Diamond ada apa? Kau memikirkan dia?" tanya Pearl bingung melihat gelagat Diamond.
"Kenapa dia tidak hadir? Dia bahkan berjanji padaku."
"Tenanglah. Kukira ia akan memberikan kejutan padamu diakhir acara, Diamond."
Diamond menatap Pearl yang tersenyum dan berusaha meyakini dirinya bahwa prianya akan memberinya kejutan seperti yang dikatakan Pearl.
"Hm... semoga saja begitu." balas Diamond sambil tersenyum.
"Untuk apa memikirkan pria yang bahkan tidak menghubungimu selama 2 minggu."
mendengar suara yang begitu dikenalnya, du personil Two Voices itu menoleh dan mendapati sang Manager sedang bersandar di pintu ruang ganti tersebut, ialah Uchiha Sasuke.
"Apa maksudmu?" tanya Sakura sengit.
"Aku yakin kau sudah tau pacarmu selalu on dan merayu wanita-waanita di jejaring sosialnya kan?" Sasuke mulai mendekati Two Voices.
hanya bisa terdiam. Ya, sebenarnya Sakura tau itu. Di manapun Sakura adalah tipe yang terbuka, termasuk di jejaring sosial. Ia tau bahwa Kakashi sering chat dengan teman- teman wanitanya. Isi pembicaraan mereka pun Sakura tau. Yah setidaknya ilmu yang diberikan oleh Asuma-sensei di khursus sangat bermanfaat untuk Sakura menjadi seorang hacker kecil-kecilan walau hanya membobol akun kekasihnya. Didalam chatting itu, Kakashi bahkan menanyakan no telp wanita-wanita itu. Tapi yang lebih menyakitkan, Kakashi menulis statusnya sebagai Single. Sedangkan Sakura menulisnya In Relationship dan ia sudah mengirim permintaan Relationship dengan Kakashi namun belum ada respon dari 2 minggu lalu. Apa Kakashi menganggapnya sebagai kekasih atau hanya mainan?
"Tidak. Kakashi memang tidak suka terlalu terbuka di Jejaring sosial Sasuke-nii." bantah Sakura sambil tersenyum.
"Kau salah Diamond. Ia bahkan tidak sekalipun menyapamu lewat akunnya Diamond."

Hinata yang melihat Sakura dan Sasuke berdebat akhirnya turun tangan. "Apa yang Sasuke-nii katakan? Kakashi-sensei pasti tidak bermaksud begitu. Jadi tolong jangan ikut campur urusan pribadi orang lain Sasuke-nii." tegas Hinata.
"Ayo! Kita harus siap-siap, Diamond." mereka pergi meninggalkan Sasuke yang menatap mereka tajam.
"Cih. Kalau begini akan semakin sulit."
Dan saat itulah pertama kalinya Diamond dan Pearl bernyanyi dengan sangat menghayati lagu mereka, 'Sad Promise'.

Bold (Hinata), Italic (Sakura)

Nu-ga Dagawa Mareul Georeo-do
Ije Moreun Cheok Hageseo
Jakku Dagawa Nal Yuhokhae-do
Deo Chagawo Jigeseo

Gaseum Teojige Beokchan Gobaege-do
Gam-dong Hajineun Ankeseo
Ije Nal Swipge Gajil Su Eopdorok
Cheoljeohi Gamchulkkeoya

Ireon Dajimeul Hago Tto Haebwa-do
Byeol Soyongeun Eopseulgeoya
Ne-ga Bureu-myeon Ama Geurae Ama
Da-si -ga Angigetji

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ireoke Saranganhalkkeoya
Jiuda Jiuda Neoreul Jiwoboda
Neol Kkeunnae Monnijeu-myeon

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ittawi Saranghajiankeseo
(Beotida Beotida Motbeoti-myeon)
Na Kkeunnaeneun Neoreul Tto Chaja Gagetji

Hok-si Sarangeul Da-si Hagedoe-myeon
Geunyang Sarangman Batgeseo
Beoryeojinde-do Apajiji Anke
Nae Mameun Anjulgeoya

Ireon Dajimeul Hago Tto Haebwa-do
Byeol Soyongeun Eopseulgeoya
Ne-ga Onda-myeon Ama Geurae Ama
Da-si Tto Sarangiji

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ireoke Saranganhalkkeoya
Jiuda Jiuda Neoreul Jiwoboda
Neol Kkeunnae Monnijeu-myeon

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ittawi Saranghaji Ankeseo
(Beotida Beotida Motbeoti-myeon)
Na Kkeunnaeneun Neoreul Tto Chaja Gagetji

Uri-ga Neomu Miwoseo
Bamsaewo Neoreul Jiwo-do
Nae Seulpeun Sarang Jigyeoun Sarang
Neoreul Tto Gidarine

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ireoke Sarang Anhalkkeoya
Dasineun Dasineun Ipsul Kkaemuljima
Wae Tto Nal Channeungeoya

I don't wanna do it again,
don't wanna do it again,
Dasineun Ittawi Saranghaji Ankeseo
(Dasineun Dasineun Geureojima)
Wae Neo Eomneun Nareul Kkumkkul Su-do
Kkumkkul Su-do Eopseo

(Davichi - Sad Promise)

Para penonton bertepuk tangan meriah seolah menyambut para idol baru ini dengan baik.

"Kau benar-benar mencintainya Sakura? Kau sangat menghayati lagu ini." gumam Sasuke yang menonton pertunjukkan mereka dari kursi VVIP.

5 bulan kemudian.
Di kantin KSHS "Kau sudah tau belum?..." tanya Hinata pada Sakura.
"Belum. Bagaimana aku bisa tau jika kau belum memberitauku?" balas Sakura heran.
"Huh kau ini. Aku kan belum selesai bicara. Katanya pacarmu sudah kembali lho SAku-chan."
Deg.

"Saku.." HInata sedikit bersalah karna sepertinya ia memberi kabar buruk bukan kabar baik.
"Ck. Kau ini. Untuk apa mengatakan kabar tidak penting padaku? Terserah ia ada dimana sekarang. Aku sudah tidak peduli lagi." kata Sakura dengan seringai yang misterius.
"Saku, kau yakin?" tanya Hinata khawatir.
Sakura memandang dalam sahabatnya. "Tentu. Bantu aku Hinata." Jawabnya lirih seolah membutuhkan bantuan Hinata.
"Dengan senang hati." jawab Hinata sambil tersenyum.
"..." tiba-tiba saat mereka berdua mulai memakan pesanan mereka, seseorang menghampiri tempat mereka duduk.

Hinata yang sadar lebih dahulu pun berbalik dan menatap orang itu.
"Di...dia..."

Sakura yang heran dengan tingkah Hinata akhir'a menoleh untuk melihat apa yang ada di belakang sahabatnya itu sampai membuat sang sahabat tak berkedip seperti itu.

"Kau..."

Tsuzuku

Author's Area:

aaaa... d3rin bingunk banget... ni cerita kok ga pernah panjang n ga dpt feel'a ya... huft...

Balas review dr senpai-senpai dulu ah...

Fran Fryn Kun : Tenang aja senpai... rencana'a saya mau buat yang khusus NaruHina...:D hehe

R. pon pon : sudah lanjut senpai...:D

.77 : gomen senpai kalo ceritanya ngebosenin... jujur sebener'a saya juga ngerasa nih cerita ga ada feel'a sama sekali... gmn caranya ya nambah feel'a...:(

mako-chan : kyaaa... jgn sampe benci ama shion ya senpai... , sebenernya aku ga maksud buat shion sejahat itu... yah liat nanti aja...:D

Dorky Taeyeonnie : dia ga sejahat itu kok senpai... yosh ini sudah lanjut ... gomen kalo kurang bagus.

Always sasusaku : iya senpai... saya juga kurang suka kalo Sakura dibuat jadi karakter yang lemah banget tapi rencananya sih saya mau buat dia jadi kuat tapi blm ada gambaran...

Zuka : Updated done! :D

karikazuka : senpai! inget donkzzz... masa ama senpai lupa...:D hehe iya kurang h jd lamborghini... tolong dbantu lg ya senpai... ARIGATOU...XD

Arigatou udah baca semua... kritik n saran selalu saya tunggu...