OooO
Warning: yaoi, boyxboy, semeuke, misstypo
Chapter: I don't remember -w-)/
OooooO
Aku tidak pernah minta untuk berbeda dari yang lain. Aku tidak pernah minta untuk menjadi seorang anak dari mereka. Aku tidak pernah meminta untuk hidup dengan keadaan begini...
Aku tidak pernah meminta sekalipun...
Aku terlahir dan aku menjalani kehidupan ini walau harus dikhianati banyak orang...
OoO
Apa yang aku inginkan tidak pernah jadi kenyataan. Terkadang aku ingin hidup didunia mimpi. Lebih baik dari pada harus berurusan dengan orang-orang seperti mereka.
Terkadang aku berpikir, seandianya aku tidak dilahirkan ke dunia ini, apakah keadaan ini akan berbeda? Berpikir seandainya ibu tidak bertemu dengan Minato. Berpikir seandainya Minato tidak pernah melakukan hal itu kepada ibu.
Tapi itu semua hanya mimpiku. Mimpi disaat aku ingin lari dari kenyataan yang begitu menyakitkan. Terkadang disaat hatiku seperti ini, ibu selalu bernyanyi.
OoooO
"Naruto..." Suara perempuan itu membuyarkan lamunanku. "Ayo makan..." Ajaknya.
"Ya, terima kasih Sakura. Aku akan segera kesana..."
Ya, setelah beberapa kali aku mencoba untuk melakukan bunuh diri, Sakura memutuskan untuk menjagaku. Saat itu aku benar-benar merasa bodoh. Hanya berpikir hidupku sebatas Sasuke dan nasibku. Setelah aku pikir-pikir, itu salah. Masih ada orang-orang yang menyayangiku.
"Naruto! Ayo cepatlah... Yang lain sudah menunggu."
"Hai... Oka-san." Kataku berteriak menjawab Sakura.
"Aku belum jadi ibu-ibu!" Jawabnya membalas teriakanku. Aku terkikik pelan dan langsung menuju ruang makan.
OooO
"Shika... Shika..." Panggil Naruto saat melihat Shikamaru diseberang jalan. "Tunggu sebentar... Kita barengan..." Teriaknya yang nggak tanggung-tanggung bak suara petir yang menggelegar.
"Ck... Berisik kuning. Hentikan teriakanmu." Jawab Shikamaru saat Naruto sudah berada disebelahnya. "Menyusahkan..." Katanya dengan muka cueknya. Sedangkan Naruto terlihat menggembungkan pipinya kesal.
"Ih! Apaan sih pagi-pagi sudah marah?" Katanya dengan nada kesal. "Aku kan cuma mau barengan. Kalau nggak mau ya sudah aku duluan." Katanya sambil membuang muka dan menggembungkan pipinya dengan mulut manyun.
"Duck face..." Kata Shikamaru spontan karena melihat bibir Naruto.
"Kamu memang nyebelin, Shika!" Katanya sambil melempar tasnya ke arah Shikamaru yang sukses terjatuh ke lantai.
"Oe, Naruto! Tasmu!" Belum sempat Shikamaru bangun, tampaknya si kuning itu telah hilang dari pandangan. "Ck... Gini kalau cewek datang bulan. Bawaanya emosi terus, cowok cuma dijadikan pelampiasan amarah. Menyusahkan." Katanya sambil bangkit lalu memungut tas Naruto.
OooO
'Shika pagi-pagi udah bikin kesal. Apaan tuh tampang sok coolnya. Dasar mata biji, rambut nanas, kakek-kakek keriput, bapak-bapak gosip.' Hari itu dimana hari Naruto mengumpat tentang Shikamaru sepanjang perjalanan.
"Naruto..."
"Hm?" Naruto menoleh ke arah suara itu. "Anda memanggil saya?" Tanyanya sambil menunjuk ke arahnya.
"Ya... Sepanjang yang saya tau dari adik saya..." Katanya formal
"Adik?"
"Oh, Tuhan!" Sakura tiba-tiba berteriak kecil. Naruto menoleh ke arah Sakura yang terdudul lemas.
"Sasuke..."
OoooO
Sakura POV
'Sai itu kalau dibutuhkan mesti hilang entah kemana! Menyebalkan!' Kataku dalam hati mengumpat Sai yang entah menghilang kemana. Sepanjang kami pacaran entah mengapa ada yang ganjil tentangnya. Sifatnya sungguh misterius! Dari dia tiba-tiba bisa lenyap dalam sekejap atau dia memberikanku hadiah mahal. Bukannya aku tidak mensyukuri tapi, hei siapa yang tidak kesal disaat pacarmu bercerita dia dalam keadaan krisis ekonomi lalu tiba-tiba memberimu hadiah seharga 10.000 yen. Dalam keadaan krisis ekonomi. KRISIS!
Sungguh sebenarnya aku ingin marah, tapi wajahnya saat itu... Benar-benar puppy eyes! Bukannya aku lemah... Tapi imajinasiku tentang hal yang imut-imut membuatku kalah. Urrgh... Sungguh menyebalkan!
"Naruto?"
'Hm? Naruto? Naruto sudah datang? Tumben sekali.' Akupun berjalan menuju asal suara itu.
"Hm? Kau mengenalku?" Jawab Naruto.
"Na..." Suaraku tercekat hebatnya. Aku tidak bisa berbicara atau bergerak sedikitpun. Aku hanya bisa mematung.
"Ya... Sepanjang saya tau dari adik saya..."
'Bergerak Sakura! Bergerak! Jangan sampai dia memberi tau sesuatu yang berhubungan dengannya! Sial! Sial! Kenapa aku begini!' Umpatku dalam hati karena kesal tubuhku tidak mengikuti perintahku.
"Adik?"
'Ya, Tuhan! Kumohon!' Kataku dalam hati. Lalu pemuda didepan Naruto itu meliriku sesaat dengan senyuman khasnya. "Oh, Tuhan!"
"Sasuke..."
OooO
Naruto POV
Sungguh aku membenci hidup ini! Setelah sekian lama aku berusaha melupakannya, mengapa ada saja yang mengingatkannya! Aku benci! Aku benci! Biarlah aku mengumpat apapun itu namanya! Aku sungguh benci ketika takdir harus mempertemukanku dengan orang yang kenal dengannya!
"Saya Uchiha Itachi. Kakaknya Sasuke." Katanya sopan sambil tersenyum. "Salam kenal." Katanya lalu menjulurkan tangannya.
Demi Tuhan! Apa kesalahanku dimasa lalu harus menerima terpaan demi terpaan karena dia! DIA!
Kuputuskan untuk tidak membalas jabatan tangannya dan berjalan menuju Sakura. Tanpa aku perdulikan sedikitpun lirikan matanya yang tampak kesal.
"Aduh!" Teriakku ketika tanganku ditarik oleh Itachi. "Apaan sih! Lepasin!" Kataku sambil sedikit memberontak.
"Tidak sebelum kau ikut denganku..." Katanya sinis. Tubuhku langsung melemah saat menatap mata itu. Mata yang sama seperti Sasuke.
"Lepaskan dia, Uchiha-san... Dia sudah tidak ada hubungannya lagi denganmu atau dengan Sasuke..."
Aku menoleh ke arah suara itu. "S-Shika... Huu... Shika..." Kataku. Entah mengapa air mataku keluar dengan sendirinya. Aku ketakutan dan tubuhku menggetar.
"Sebaiknya kau melepaskannya, Uchiha-san."
"Atau apa? Kau akan melaporkanku ke polisi seperti kau melaporkan kakakmu karena menerima uang dariku? Bukankah itu demi dirimu juga, Nara-san."
Aku menatap Shikamaru. Dia tampak marah. Rahangnya terkatup keras menahan marah.
"Jangan kau berani mengungkit dia lagi, Uchiha-san. Karena apapun yang berhubungan dengannya aku sudah tidak perduli lagi dan itu tidak berpengaruh untukku." Jawabnya menatap tajam Itachi.
"T-tolong lepaskan aku..." Kataku sambil menatapnya dengan mata yang berair. Itachi tampak membuang nafas.
"Tampaknya bagaimana pun aku bersikap, dimata kalian Uchiha tetaplah manusia berdarah dingin yang merengut kebahagiaan kalian." Katanya lalu mendorongku hingga terjatuh.
"Naruto!" Shikamaru dan Sakura berteriak bersamaat saat melihatku terjatuh. "Kau...!" Sakura berkata.
"Nona Sakura, sebaiknya kau berhati-hati. Karena apapun itu yang terlihat, tak sebagus dengan apa yang ada didalamnya." Katanya sambil berlalu. Sakura tampak menggeram kesal ke arah Itachi yang menghilang ditikungan.
"S-sakura... Shika... Aku takut dengannya... Matanya seperti ingin menelanku hidup-hidup... Urh..."
Kepalaku terasa sakit. Kulihat samar Shikamaru dan Sakura yang terlihat cemas sambil terus memanggilku. Lalu semuanya gelap.
OooO
Yo, minna!
Thanks buat reviewnya ya :)
Sorry aku nggak bs karang banyak karna lg sibuk-sibuknya cx
Okk... See yaa!
