Disclaimer: Tadatoshi Fujimaki.
Paring: AkaKuro
Warning: OOC, Typos and Miss Typos, Yaoi—MalexMale, Short Drabble, dll
.
-Spesial for Kuroko Tetsuya's birthday-
.
.
-Lampu-
Kuroko tidak tau kalau Akashi begitu menanti pemadaman listrik. Entah apa alasannya tapi hanya Akashi yang tau dan rencana besar—sangat besarnya—saja yang tau. Di saat hampir banyak orang yang merayakan suatu perayaan besar di kotanya harus menanggung akibat dari rencana besar Akashi dengan menuda perayaan mereka untuk merayaan lainnya.
Perayaan besar yang Akashi siapkan sendiri dengan bantuan pekerja PLN di sana.
Perayaan dengan tujuan agar Kuroko tidak curiga sama sekali.
Dan saat perayaan Akashi mulai dengan kalimat, "Happy birthday, Tetsuya!" langsung saja hampir semua penduduk yang tinggal di kawasan yang sama dengan Kuroko pun ikut bersorak.
Bukan karena mereka tau kalau Kuroko Tetsuya—salah satu tetangga mereka—berulang tahun hari itu, sehingga mereka dapat merayakannya, tetapi karena alasan lain. Mereka bersorak karena akhirnya lampu di rumah mereka menyala secara bersamaan.
Ya, Akashi bahkan sanggup menyuap pekerja PLN untuk membuat kejutan yang tidak tanggung-tanggung untuk Tetsuya'nya'. Kejutan yang pastinya akan mendapatkan hadiah yang sepadan.
Sebuah pelukan, ciuman, dan tentunya... sebuah ceramah dadakan.
Yah~ setidaknya Akashi berhasil membuat wajah tanpa ekspresi itu bersemu merah.
.
.
-TV-
Kuroko tidak dapat berkata apapun hari ini. Setelah mendapatkan kejutan berupa mati lampu besar-besaran di kawasan rumahnya—yang ternyata disebabkan kekasihnya sendiri. Kuroko tersenyata mendapat kejutan lainnya.
Kuroko tidak tau sejak kapan rumahnya menjadi salah satu tempat shooting. Hell! Lihatlah, sekarang hampir semua siaran TV-nya menayangkan gambar yang sama. Siaran di mana Akashi sedang memproklamasikan kalau Kuroko sedang berulang tahun, dan sekaligus memberikan ultimatum pada rekan Kuroko di Seirin kalau mereka tidak perlu merayakan pesta untuk Kuroko; karena dia tidak akan membiarkan Kuroko pergi untuk satu hari ini.
Andai kalian tau bagaimana posesivenya Akashi yang tidak mau ditinggal Kuroko saat perayaan pesta itu.
.
.
-Balon-
Kuroko tidak terlalu suka tempat ramai. Tapi semenjak ulang tahunnya yang sekarang dia menjadi lumayan suka terhadap keramaian.
Selain menyenangkan, Kuroko juga sebenarnya mempunyai alasan lain.
Memang bukan keramaian pada umumnya yang biasa membuatnya terlupakan. Tapi... keramaian dengan banyak benda beragam bentuk dan warna. Benda yang disebut balon.
Tapi bukan itu saja. Kuroko suka tempat ramai dengan balon karena... balon yang menghiasi segala penjuru rungan rumahnya—yang kuroko juga tidak tau sejak kapan Akashi menghiasnya—itu berwarna merah dan biru. Hanya 2. 2 warna yang mengingatkannya pada hubungan mereka.
Membuatnya selalu tersenyum kalau melihat banyak benda lucu itu. Apalagi dengan balon yang direkayasa untuk menjadi tulisan di kamarnya.
'Akashi Tetsuya's birthday'
Akashi sama sekali tidak takut kalau ayah Kuroko tidak merestui mereka dalam sekejap, hanya karena anaknya sudah diklaim tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Lagipula memang Akashi sudah mengklaim Kuroko sejak lama. Sejak malam pertama mereka menjadi sepasang kekasih, dan... mungkin malam ini (juga).
Dan yang lebih penting,
—memangnya siapa yang berani pada seorang Akashi Seijuurou?
Silahkan jawab jika memang tau siapa itu.
.
.
-Kue dan hadiah-
Kuroko tidak perlu kue dengan tulisan dan lilin di atasnya. Kuroko juga tidak perlu hadiah spesial.
Kuroko hanya perlu satu hal yang menjadi kue dan hadiahnya sekaligus.
"Happy birthday, Tetsuya. Di hari ini aku bersedia menjadi kue dan hadiah spesialmu," ucap Akashi sambil mengelus pipi putih mulus yang merona itu. Terlalu percaya diri memang seorang Seijuurou hingga menghadiahi dirinya sendiri. Tapi seperti itulah Akashi. Selalu percaya diri dan absolut.
Kuroko mengangguk dengan pelan. Mungkin besok pagi dia harus senam wajah dulu, karena semalaman ini dia akan mendapatkan kue dan hadiah yang sangat spesial. Siapa tau mungkin besok Kuroko akan mengalami keram rahang karena menikmati 'kue'nya.
Ah, walaupun kuenya bukan yang benar-benar diharapkannya, Kuroko juga senang menikmati 'kue' yang ini.
'Kue' yang hanya dimiliki Akashi Seijuurou—kekasihnya.
.
.
.
End~
Fic ini didedikasikan untuk Kuroko Tetsuya yang sedang berulang tahun. Aku tau fic ini bahkan abal banget, gak ada manis-manisnya sama sekali ToT... maaf, kalau untuk chapter ini banyak kesalahan sana sini.
Oh iya, ada yang punya ide untuk chapter selanjutnya? Bisa di PM atau menyalurkannya lewat review^^.. nanti bisa aku masukkan idenya untuk chapter selanjutnya^^
Kritik dan saran?
Mind to review?
