Sebelumnya saya berterima kasih karna masih ada yang Review. Untuk kekkai genkai smpai saat ini saya masih belum bisa memastikan. Jadi saya mohon kepada para Readers untuk memberi saran. Dan juga Naruto dan Kushina memang akan satu tim. Untuk pairnya Hinata sampai saat ini belum terfikirkan.
Dan selamat membaca.
Disclaimer: Naruto bukan punya saya
Rated: M(untuk jaga-jaga)
Pair: Naruto X Kushina
Ganre: Adventure, Romance
Warning: OOC, Typo, Alur kecepatan
Pagi itu di sebuah ruangan nampak lah dua orang anak berrambut kuning dan merah. Terlihat bahwa si bocah berrambut kuning itu masih tidur di atas futon dengan posisi tengkurap. Sementara si bocah berrambut merah tampak kesal karna si bocah berambut kuning belum bangun-bangun dari tadi.
"Hey Naruto-kun ayo bangun." Kata Kushina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto yang masih tidur di atas futon.
"Engh." Desah Naruto yang kasih tidur.
"Ayolah Naruto-kun. Nanti kita telat ujian genin lo." Kata Kushina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto yant masih tidur.
Bukannya bangun. Tiba Naruto menarik tangan Kushina kedalam pelukannya. Sontak hal itu membuat Kushina melebarkan matanya. Dan di tambah lagi Naruto tiba-tiba mencium bibir Kushina. Kushina pun sontak kaget dan memerah. Apalagi saat dia merasa bahwa lidah Narutio menjlat bibir merah Kushina. Kushina pun langsung merah padam. Sadar dari kekagetannya. Kushina langsung memukul kepala Naruto. Hingga membuat naruto terlempar dan menghantam dinding.
"Ittai. Apa yang kau lakukan Kushina-chan." Teriak Naruto sambil mengelus kepalanya yang benjol.
Mendengar hal ter sebut pun Kushina menggeram marah.
"Apa yang kulakukan? Harusnya aku yang berkata begitu." Teriak Kushina dengan kesal.
"Apa maksud'mu." Kata Naruto bingung.
Mendengar hal itu pun Kushina menghela nafas.
"Apa kamu tidak tahu. Tadi kamu itu tiba-tiba memelukku dan lalu menciumku BAKA." Teriak Kushina sambil memalingkan wajah nya yang merah kesamping.
Mendengar hal tersebut Naruto pun langsung kaget dan merasa bersalah.
"Go-gomen Kushina-chan aku tak sengaja. Sekali lagi aku minta maaf." Kata Naruto sambil menundukkan wajahnya penuh penyesalan.
Kushina pun yang melihat Naruto begitu menyesal hanya tersenyum lembut. Lalu menepuk pelan pundak Naruto.
"Sudah lah tak usah difikirkan. Lebih baik kau cepat mandi. Soalnya kita hampir telat." Kata Kushina sambil tersenyum lembut ke arah Naruto.
Sementara Naruto pun mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi.
"Rasanya begitu lembut dan aneh.. Tapi entah mengapa aku merasa katagihan dan begitu senang saat Naruto-kun mencium bibirku." Pikir Kushina sambil memegang bibirnya.
Setelah selesai mandi dan ganti baju. Naruto pun langsung berjalan kearah Kushina.
"Baiklah Kushina-chan ayo kita pergi. Karna kita sudah terlambat." Kata Naruto ke arah Kushina.
"Baiklah ayo kita pergi." Kata Kushina.
"Sekarang pegang tanganku." Kata Naruto.
Kushina pun langsung mengangguk dan memegang tangan Naruto. Mereka pun langsung menghilang dalam kobaran api.
At Akademi
Sementara itu di akademi nampak seluruh murid sudah duduk di kursi masing-masing. Tapi masih ada dua anak yang belum datang. Mereka adalah Naruto dan Kushina. Bahkan sensei mereka pun sudah datang.
"Di mana sih mereka berdua itu. Ini kan sudah masuk dari tadi. Dasar merepotkan." Kata Shikamaru Sambil meletakkan kepalanya diatas meja
"Naruto-kun kemana sich. Ini kan sudah telat." Pikir hinata.
Sementara Iruka pun hanya menghela nafas panjang.
"Hah. Apakah kalian semua tahu di mana perginya mereka berdua." Tanya Iruka kepada semua muridnya.
Mereka semua pun hanya menggeleng. Tak berselang lama, di depan mereka semua. Tiba-tiba muncul kobaran api yang semula sangat kecil dan terus membesar. Semua orang pun kaget melihat itu. Setelah api tersebut menhilang. Nampaklah Naruto yang sedang menggandeng tangan Kushina.
Semua anak di akademi pun hanya memandang mereka berdua dengan tatapan kagum. Sedangkan Sasuke hanya memandang mereka dengan tatapan iri. Iruka pun hanya memandang mereka shock. Karna seorang siswa akademi bisa menggunakan Shunshin api.
"Coba jelaskan mengapa kalian bisa sampai terlambat." Tanya Iruka setelah keluar dari keterkejutannya.
"Maaf sensei. Tadi kami tersesat di jalan yang bernama kehidupan." Kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
Sementara seluruh orang hanya sweatdroop mendengar alasan Naruto. Iruka pun hanya menghela nafas.
"Hah. Baiklah kalau begitu begitu ayo kita semua pergi ke lapangan untuk memulai ujiannya." Kata Iruka. Lalu mereka semua pun mengangguk.
At Lapangan.
Seluruh murid akademi pun sudah berkumpul di lapangan. Mereka semua pun sedang memperhatikan sensei mereka.
"Baiklah anak-anak ujiannya adalah melempar kunai dan suriken, membuat Bunshin, melakukan Kawarimi dan menunjukkan sebuah Ninjutsu yang kalian kuasai. Apa kalian mengerti." Kata Iruka. mereka semua pun mengangguk.
"Baiklah di mulai dengan Uciha Sasuke." Kata Iruka.
Sasuke pun maju kedepan. Sementara para fansgirlnya langsung berteriak-teriak tak jelas.
Hasilnya. 9 kunai dan suriken tepat sasaran. Berhasil melakukan membuat bunshin, kawarimi dan henge. Melakukan jutsu Katon: gokakyou no jutsu.
Seluruh fansgirl Sasuke pun berteriak dengan jelas.
"Kyyyaaaaa, Sasuke-kun keren." Teriak sakura dengan histeris.
Sasuke pun hanya menyeringai kearah Naruto.
"Apa kau bisa melibihi itu dobe."kata Sasuke.
"Tentu." Jawab Naruto singkat.
Kita lewati saja yang lain karja hasilnya seperti di canon.
"Baiklah selanjutnya Uzumaki Kushina." Kata Iruka.
Kushina pun mengangguk.
"Semoga berhasil Kushina-chan." Kata Naruto memberi semangat.
Kushina pun tersenyum. Lalu berjalan kearah lapangan. Dia pun langsung mengambil kunai dan suriken. Dia pun langsung melemparkannya. Hasilnya sangat mengejutkan karna semuanya tepat sasaran. Lalu dia pun membentuk bunshin, kawarimi dan henge. Dan yang terakhir dia melakukan sebuah jutsu Katon: Gouryukka no jutsu.
Semua orang pun kaget karna Kushina mampu melebihi Sasuke. Sementara Sasuke hanya mendengus sebal karna dia di kalahkan oleh seorang perempuan.
"Baiklah selanjutnya Uzumaki Naruto." Kata Iruka. Naruto pun mengangguk.
Seluruh siswa pun mencemooh Naruto. Kecuali Kushina dan Hinata.
"Dia pasti gagal."
"Itu sudah pasti karna dia kan bodoh."
Seluruh murid pun mengejek naruto. Sementara Naruto pun langsung berdiri.
"Se-semoga berhasil Naruto-kun."kata Hinata.
"Tentu saja Hinata." Kata Naruto sambil tersenyum.
Sementara Kushina yang melihat hal tersebut pun. Merasakan tidak suka dan merasakan sakit di dadanya.
"Mengapa aku tak suka jika Naruto dekat dengan wanita lain." Pikir Kushina.
Sementara Naruto langsung mengambil kunai dan suriken. Dia pun juga menyalurkan chakra anginya ke kunai dan surikennya untuk menambah ketajamannya. Dia pun langsung melemparkannya. Dan semua pun tepat sasaran dan juga semuanya menembus papan sasaran.
Sementara semua orang pun hanya kaget dengan kemempuan naruto.
Lalu naruto pun membuat Bunshin, Kawarimi dan Henge. Dan narsuto pun membuat sebuah jutsu Suiton: Suiryuudan no jutsu.lalu dari belakang naruto tiba-tiba muncullah seekor Naga air raksasa yang siap menerkam apa saja. Sementara itu para jonin pun kaget. Karna Naruto bisa membuat air dari udara.
Sedangkan seluruh murid akademi pun shock atas kemampuan naruto kecuali Kushina .
"Sejauh apa sebenarnya kemampuanmu dobe." Pikir Sasuke iri.
Setelah ujian selesai Iruka pun langsung menyuruh mereka semua untuk kembali ke kelasnya.
Setelah Seluruh siswa telah sampai di kelasnya. Dan menempati tempat duduk masing-masing. Iruka pun langsung mulai pembicaraannya.
"Baiklah anak-anak apakah semuanya sudah berkumpul." Kata Iruka.
"Sudah sensei." Kata mereka semua.
"Baiklah kana semuanya sudah berkumpul. Maka akan ku beritahukan kalau kalian semua lulus." Kaa iruka sambil tersenyum
Seluruh murid pun langsung berteriak dengan senang.
"Hey aku lulus."
"Aku juga lulus. Orang tua ku pasti senang padaku."
"Aku juga lulus."
Sementara Naruto yang sangat senang langsung memeluk Kushina dengan erat dan mencium pipi kiri Kushina. Sementara Kushina pun hanya memerah dan senang.
"Akhirnya aku lulus." Kata Naruto sambil sambil melepas pelukannya dari Kushina.
"Selamat Naruto-kun." Kata kushina sambil tersenyum. Naruto pun mengangguk.
"Dengan ini aku akan mengetahui kedua orang tuaku." Pikir Naruto sambil tersenyum.
Sementara Iruka yang melihat seluruh muridnya senang pun hanya tersenyum.
"Baiklah anak-anak sekarang kalian ambil hittae-atte kalian." Kata Iruka.
Lalu semua pun mengambil hittae-attenya masing-masing dan memakainya. Naruto pun memakainya di kepalanya. Sementara kushina masing bingung mau memasangnya dimana.
Sementara Naruto yang melihat hal itu pun tersenyum dan berjalan kearah Kushina. Lalu dia pun mengambil hittae-atte yang masih berada di tangan kanan Kushina.
"Sini biar kupasang kan." Kata naruto sambil tersenyum. Lalu dia pun menyingkap rambut merah Kushina dan memasangkan di kepalanya.
Setelah selesai Naruto pun mundur beberapa langkah kebelakang untuk melihatnya. Sementara Kushina yang dipandang oleh Naruto pun hanya bisa blushing dan gugup.
"Ba-bagaimana menurut mu Naruto-kun."tanya Kushina.
"Kau terlihat cantik." Kata naruto jujur.
"Te-terima kasih atas pujiannya." Kata kushina malu. Naruto pun mengangguk.
Setelah mereka semua memasang hittae-attenya masing-masing. Iruka pun nelanjutkan perkataannya.
"Untuk pengumuman ROTY dan pembagian tim akan di lakukan besok."kata Iruka.
Setelah itu seluruh murid pun langsung pulang kerumah masing-masing. Dan hanya menyisakan Naruto dan Kushina yang masih di di ruangan tersebut.
"Hey Kushina-chan." Kata naruto.
"Ya ada apa."
"Lebih baik kau pulang dulu karna aku ada urusan sebentar." Kata naruto. Kushina pun mengangguk.
Sementara Naruto pun langsung berjalan kearah hutan kematian.
At hutan kematian
Tak berselang lama di hutan kematian. Tepatnya di bawah sebuah pohon yang besar dan rindang. Terdapat seorang bocah berrambut pirang jabrik sedang bersandar di sebuah batang pohon sedang menutup matanya. Bocah yang kita kenal sebagai Naruto itu berkonsentrasi untuk menuju alam bawah sadarnya.
Mind scape:
TES
TES
TES
Terdengar suara tetesan air yang jatuh dari langit- langit. Naruto pun berdiri di sebuah tempat pembuangan air. Dan di depannya terdapat seekor rubah raksasa yang nampak sedang tidur. Menyadari ada kedatangan seseorang rubah itu pun membuka matanya.
"Sedang apa kau kemari bocah. Apa kau tidak tahu kau itu mengganggu tidurku." kata kyubi dengan kesal.
Mendengar hal tersebut pun hanya Naruto hanya menghela nafas.
"Hah. Aku kan cuma mau menanyakan orang tuaku. Soalnya kan aku sudah resmi lulus menjadi genin." Kata Naruto dengan kesal.
"Kau sudah menguasai sumua jutsu yang ku beri." tanya Kyubi.
"Tentu saja." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Hah. Baiklah sebenarnya ayahmu adalah Minato Namikaze sedangkan ibumu adalah Uzumaki Akane. Mereka berdua adalah seorang yang sangat melindungi desa sampai akhir hayat mereka. Dan aku harap kau dapat melanjutkan perjuangan mereka." Kata Kyubi.
Naruto pun kaget karna ayahnya adalah Yondaime hokage.
"Benarkah ayahku adalah adalah Yondaime hokage." Tanya Naruto dengan senang.
Kyubi pun mengangguk.
"Itu semua benar. Dan untuk informasi yang lebih lengkap tentangmu. Tanyalah pada hokage. Karna selama ini dia menyembunyikan identitas aslimu." kata kyubi.
"Kenapa hokage-jiji menyembunyikan identitas asliku." Tanya Naruto bingung.
"Dasar bodoh. Tentu saja itu semua untuk melindungimu dari musuh-musuh ayahmu." kata kyubi dengan kesal.
"Oh jadi begitu. Baiklah aku pergi dulu Kurama. Jaa nee." Kata Naruto sambil tersenyum dan menghilang.
Real world.
Naruto pun membuka matanya dan sebuah senyum terbentuk di bibirnya.
"Baiklah saatnya pergi." Pikir naruto. Lalu menghilang dalam pusaran angin.
At gedung hokage.
Sementara itu di gedung hokage. Tepatnya di dalam ruang hokage. Nampaklah seseorang yang duduk di kursi hokage sedang menggerutu tak jelas.
"Sial, mengapa kertas-kertas ini tidak ada habisnya." Kata Sandaime dengan kesal. Karna di depannya masih ada 3 tumpuk dokumen yang belum di kerjakan.
Tak berselang lama kemudian. Tiba-tiba ada sebuah pusaran angin. Lalu dari pusaran angin keluarlah naruto dengan tampang serius. Melihat hal tersebut Hiruzen pun mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Ada apa naruto." Tanya Hiruzen bingung.
"Ada yang ingin ku tanyakan denganmu Jiji. Tapi sebelum itu aku ingin kau menyuruh seluruh anbu yang mengawalmu untuk keluar." Jawab Naruto dengan serius.
Melihat Naruto yang terlihat sangat serius. Hiruzen pun langsung menyuruh seluruh anbu keluar.
"Ada apa Naruto." Kata Hiruzen dengan serius.
"Aku ingin tahu tentang orang tuaku."
"Apa maksudmu." Kata Hiruzen bingung.
"Tak usah berpura-pura tidak tahu Jiji. Aku sudah tahu semuanya. Aku sudah tahu siapa nama orang tuaku. Bahkan aku tahu tentang malam pembantaian clan Uciha." Kata Naruto dengan serius.
Sementara Hiruzen pun shock atas pernyataan naruto. Karna dia sudah mengetahui nama kedua orang tuanya. Dan yang lebih mengagetkan adalah karna dia mengetahui tentang pembantaian clan Uciha.
"Darimana kau tahu semua itu." Tanya Hokage dengan serius.
"Aku tahu itu semua dari Kyubi. Tapi tenang saja aku tak kan membocorkan tentang pembantaian clan Uciha. Jadi bisakah kau ceritakan tentang orang tuaku." Kata Naruto sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut Hiruzen pun menghela nafas lega.
"Hah baiklah. Seperti yang kau tahu ayahmu adalah Minato Namikaze sang yondaime hokage. Sedangkan ibumu adalah Uzumaki Akane. Dan yang kau tahu mereka adalah pasangan terkuat di Konoha. Namun mereka meninggal untuk melindungi mu dari serangan kyubi. Dan sebelum mereka meninggal mereka memberikan gulungan ini untukmu. Gulungan itu hanya bisa di buka dengan darahmu" Kata Hiruzen sambil mengeluarkan 2 buah gulungan dari lacinya.
Dan Naruto pun mengambil gulungan itu. Dan mengoleskan darahnya ke gulungan itu lalu dibuka. Lalu dari gulungan itu keluarlah sebuah gulungan dan sebuah catatan. Lalu dia pun membaca catatan itu.
Namikaze Minato.
Hai Naruto bagaimana kabarmu? Kamu pasti susah besar sekarang. Jika kamu membaca surat ini berarti aku sudah mati. Oh ya, aku minta maaf jika telah menyegel Kyubi dalam tubuhmu. Dan juga sebelum aku dan ibumu membuat surat ini. Aku dan Ibumu sudah setuju untuk menitipkan mu pada jiraya jika kami tidak bisa mengasuhmu lagi. Dan aku harap kamu sudah bertemu Jiraya. Karna Jiraya sudah setuju dengan hal ini. Dan juga aku harap kau bisa menguasai semua jutsu yang sudah aku tinggalkan. Dan aku minta maaf karna tidak bisa merawat dan memberimu kasih sayang.
Yang kusayangi Uzumaki-Namikaze Naruto.
Setelah membaca surat tersebut Naruto pun langsung memeluk surat itu dengan erat. Sementara Hiruzen yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum.
"Aku juga menyayangimu tou-san." Kata Naruto yang masih memeluk surat tersebut.
Lalu dia pun membuka gulungan yang satunya. Setelah di buka dari gulungan tersebut keluarlah sebuah surat, jepit rambut berwarna kuning dan sebuah foto. Di foto tersebut terdapat gambar seorang pria yang sedang memeluk seorang wanita yang sedang hamil. Dan juga mereka terlihat. Dan saat melihat ibunya. Entah mengapa itu mengingatakan nya dengan kushina. Karna mereka hampir terlihat mirip. Yang membedakan hanyalah warna mata ibunya berwarna hijau dan rambut ibunya sedikit lebih pendek.
Tak terasa saat melihat foto tersebut. Air mata naruto menetes membasahi foto tersebut. Dengan cepat Naruto pun menghapus air matanya. Lalu dia pun langsung menbaca surat tersebut.
Uzumaki Akane
Hai Naruto bagaimana kabarmu? Kamu pasti sudah besar sekarang. Jika kau membaca surat ini berarti aku sudah meninggal. Oh ya aku minta maaf jika kamu di jadikan sebagai wadah baru bagi kyubi. Aku juga ingin memberitahukan bahwa aku adalah Jinchuriki Kyubi sebelum kamu. Aku juga memberimu jepit rambut ibu yang dulu di berikan oleh ayahmu sebagai hadiah ulang tahun Ibu. Ku harap kau memberikannya kepada seorang gadis yang sangat berharga bagimu dan juga kau cintai. Lalu bagaimana dengan foto ibumu. Apakah ibu tampak cantik. Oh ya jangan banyak memilih. Jangan begadang sampai malah. Jangan minum sake sebelum berumur 20 tahun. Jangan sampai telat makan. Dan untuk seorang wanita. Pilihlah wanita yang mirip dengan ibu. Aku harap kau dapat meneruskan perjuangan kami berdua. Ibu juga minta maaf jika tak bisa merawat dan memberimu kasih sayang. Ibu harap kau tak pernah membenci kami.
Yang kusayangi Uzumaki-Namikaze Naruto.
Setelah membaca surat tersebut. Air mata pun mengalir dengan deras mengaliri pipi Naruto. Dia pun langsung mengambil foto kedua orang tuanya dan memeluknya dengan erat.
"Hikksss hiikkksss ayah ibu aku menyayangi kalian berdua." Kata naruto sambil menangis.
Melihat hal tersebut Hiruzen pun langsung mendekati Naruto dan memeluknya.
"Sudahlah jangan menangis." Kata Hiruzen dengan lembut.
Naruto pun menggangguk dalam pelukan Hiruzen.
Setelah beberapa saat kemudian Naruto pun berhenti menangis. Lalu melepaskan pelukan Hiruzen.
"Jiji aku akan pulang dulu. Karna aku tidak ingin membuat Kushina-chan menunggu terlalu lama." Kata naruto lalu mengambil barang-barang yang di tinggalkan oleh kedua orangtuanya.
"Baiklah hati-hati di jalan." Kata Hiruzen.
Narutopun mengangguk lalu meninggalkan ruangan tersebut.
With Naruto.
Saat ini Naruto sedang berjalan di antara rumah penduduk. Dia pun menghiraukan tatapan tajam para penduduk desa.
"Kira-kira jepit rambut ibu kuberikan pada siapa. Tapi kata ibu itu harus ku berikan untuk seseorang yang aku cintai dan berharga bagj diriku." Pikir Naruto sambil terus berjalan.
Namun tiba-tiba dalam pikirannya terlintas bayangan seorang wanita berrambut merah dan bermata violet sedang tersenyum manis.
"Oh ya. Lebih baik kuberikan saja jepit rambut ibu untuk Kushina-chan." Pikir Naruto sambil tersenyum dan terus berjalan kearah apartementnya.
Tak terasa hari pun sudah mulai petang. Dan Naruto pun sudah berada di depan apartementnya.
Dia pun langsung membuka pintu. "Tadaima" kata Naruto. Hening tak ada jawaban dari siapa pun. Lalu saat memasuki apartementnya. Naruto pun melihat Kushina yang tertidur di atas meja makan. Dan di meja makan pun terlihat banyak makanan yang sudah siap makan. Sementara Naruto yang melihat hal itu pun hanya tersenyum dan berjalan kearah kushina.
"Dia pasti sangat lelah." Pikir Naruto
Lalu Naruto mengangkatnya dan berjalan kearah kamar Kushina. Setelah sampai dikamar Kushina. Dengan lembut pun Naruto meletakkan Kushina diatas ranjang. Melihat wajah damai Kushina yang sedang tidur. Entah mengapa hati Naruto merasa tentram dan tenang. Lalu dia pun keluar dari kamar Kushina dengan sebuah senyuman di bibirnya.
Naruto pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dia pun langsung berjalan ke arah kamarnya untuk mengganti bajunya. Naruto pun keluar dari kamarnya dengan mengenakan celana hitam panjang dan sebuah kaos berwarna putih dengan lambang pusaran air di belakangnya.
Naruto saat ini sedang berada di kamar Kushina untuk membangunkannya.
"Hey Kushina-chan ayo bangun. Ini sudah saatnya makan malam." Kata Naruto sambil menggoyang-goyangkan badan Kushina.
Kushina pun langsung bangun dengan wajah yang masih ngantuk.
"Ayo kita makan malam." Kata Naruto dengan lembut.
Kushina pun mengangguk dan berjalan mengikuti Naruto ke arah meja makan.
Keheningan pun menemani acara makan malam mereka. Hanya suara sendok yang berbenturan dengan piringlah yang terdengar. Setelah selesai mereka pun langsung membersihkan peralatan makan masing-masing.
Disinilah mereka saat ini. Mereka saat ini sedang berada di balkon apartement Naruto. Tepatnya mereka saat ini sedang duduk di sebuah sofa yang ada di tempat tersebut. Mereka terlihat sedang menikmati hembusan angin malam dari tempat tersebut.
"Kira-kira besok kita satu tim dengan siapa Naruto-kun." Tanya Kushina memulai pembicaraan.
"Jika tebakanku benar besok kita akan satu tim dan Jonin pembimbing kita erro sennin." Kata Naruto kepada Kushina yang duduk di sampingnya.
"Ku kira juga begitu." Kata Kushina sambil mengangguk.
Lalu mereka pun terus berbincang tentang kegiatan mereka hari ini. Dan tak terasa hari pun sudah semakin larut.
"Hey Kushina-chan." Tanya Naruto kepada Kushina.
Namun tidak ada jawaban sama sekali. Tapi tak berselang lama Naruto merasakan bahwa ada sesuatu yang bersandar pada bahunya. Dan saat melihat kesamping nampaklah Kushina yang sudah tertidur. Dan menyandarkan kepalanya di bahu Naruto.
Melihat hal tersebut pun Naruto tersenyum. Lalu dengan perlahan dia mengangkat tubuh Kushina. Dan dia pun berjalan ke kamar Kushina. Setelah sampai di kamar Kushina. Naruto pun meletakkan Kushina di tempat tidur dengan lembut. Lalu menarik selimut untuk menyelimuti Kushina.
Naruto pun dengan lembut mengusap rambut Kushina. Lalu mencium kening Kushina dengan lembut. Yang membuat Kushina menggeliat. Dia pun membisikan sesuatu di telinga Kushina.
"Aku mencintaimu Kushina-chan." Kata Naruto dengan pelan di telinga Kushina.
Lalu Naruto pun meninggalkan Kushina yang sedang tidur. Dan menutup pintu kamarnya dengan pelan. Sehingga dia tidak mendengar perkata Kushina setelah dia menutup pintu itu.
"Aku juga mencintaimu Naruto-kun." Kata Kushina yang sedang mengigau.
Keesokan paginya di akademi.
Saat ini Naruto dan Kushina sedang berada di depan pintu akademi. Naruto saat ini sedang menggunakan celana hitan khas anbu. Sementara untuk bagian atas. Dia menggenakan sebuah kaos berwarna putih dan sebuah jaket berwarna hitam dengan lambang pusaran air di belakangnya yang dibiarkan. Dan rambut pirangnya dibiarkan berantakan sehingga menambah kesan keren untuk Naruto. Sedangkan Kushina menggunakan pakaian seperti di canon waktu menjadi genin.
Lalu mereka pun membuka pintu akademi.
"Sreekk." Kelas yang tadinya ramai pun langsung hening saat mereka membuka pintu. Sementara Naruto dan Kushina pun hanya mengangkat alisnya bingung.
3
2
1
"KYAAAAAAAAAA tampan sekali." Teriak seluruh murid perempuan.
"Dia lebih keren dari Sasuke-kun."
"Ternyata Naruto-kun tampan."
Sementara Naruto yang mendengar teriakan para murid perempuan pun hanya menghel a nafas. Lalu dia pun menggandeng tangan Kushina dan berjalan kearah tempat duduknya. Sedangkan para murid perempuan pun hanya bisa cemburu pada Kushina. Sementara Kushina tampak memerah karna di gandeng Naruto.
"Hey Naruto kamu terlihat keren hari ini." Kata kiba kepada Naruto yang sudah duduk di kursinya.
"Biasa saja kiba." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Benar Naruto Krauk kamu tampak Krauk keren hari ini." Kata Chouji sambil memakan kripik singkong.
Naruto oun hanya tersenyum.
"Hah kalian berisik sekali. Aku tak bisa tidur tahu. Merepotkan." Kata Shikamaru sambil tidur di atas meja.
Sementara Naruto hanya menghela nafas. Sedangkan Sasuke hanya mendengus kesal.
Kelaspun menjadi ramai kembali. Bahkan saat sensei mereka sudah memasuki kelas. Para murid pun masih ramai.
"Anak-anak bisakah kalian diam." kata Iruka dengan pelan.
Sementara para murid pun tak merespon perkataan sensei mereka. Merasa diabaikan Iruka pun kesal.
"BISAKAH KALIAN DIAM." teriak Iruka Sambil menggebrak meja.
Kelas yang tadinya berisikpun langsung menjadi sunyi seketika. Melihat hal tersebut pun Iruka menghela nafas.
"Hah baiklah untuk ROTY tahun ini adalah ..." kata Iruka menggantungkan kalimatnya.
"Pasti aku." Pikir Sasuke sambil menyeringai.
"Dan pemenangnya 1. Uzumaki Naruto. 2. Uzumaki Kushina. 3. Uchia Sasuke." Kata Iruka.
Sementara seluruh murid pun kaget karna Sasuke kalah oleh duo Uzumaki. Sasuke pun tak terima.
"Kenapa bukan aku. Dan juga kenapa si dobe itu pemenangnya. Lalu kenapa aku kalah oleh sitomat busuk it-... BRAKK" Belum sempat dia enyelesaikan perkataannya. Sasuke harus rela menabrak tembok karna di tendang oleh Naruto.
Semua orang pun kaget karana tiba-tiba Naruto menendang Sasuke. Sementara Sasuke yang sudah bangun pun langsung memandang Naruto dengan penuh amarah. Namun belum sampai di memarahi Naruto. Ternyata Naruto sudah di belakang Sasuke dengan mengalungkan sebuah kunai di lehernya.
"Kau boleh menghinaku. Tapi jika sekali lagi kau menghina Kushina-chan. Ku pasti kan kepalamu akan terlepas dari lehermu." Kata Naruto dengan dingin dan mengeluarkan KI yang membuat seluruh orang di ruangan itu gemetar ketakutan.
Sementara keringat dingin Keluar dari dahi Iruka.
"Su-sudahlah Naruto lepaskan Sasuke. Dan untukmu Sasuke ini semua sudah keputusan Hokage. Ku harap kau tidak menghina seseorang lagi." Kata Iruka dengan sedikit ketakutan.
Naruto pun langsung melepaskan Sasuke dan berjalan ke arah tempat duduknya. Sedangkan sasuke berjalan ke tempat duduknya dengan ketakutan.
"Naruto-kun." Kata Kushina dengan lirih.
Merasa dirinya di panggil Naruto pun melihat kesamping. Dan melihat Kushina sedang menatapnya dengan khawatir. Merasa Kushina menghawatirkan dirinya. Naruto pun tersenyum lembut dan mengelus kepala Kushina dengan lembut.
"Sudahlah jangan khawatir. Karna aku tidak akan membiarkan siapapun menghinamu. Karna aku sudah berjanji akan selalu melindungimu." Kata Naruto dengan tersenyum.
Mendengar hal tersebut pun Kushina tersenyum senang. Lalu mereka pun kembalu memperhatikan sensei mereka.
"Baiklah untuk pembagian timnya adalah tim 6 Uzumaki Naruto dan Uzumaki Kushina dengan jonin pembimbing jiraya. Tim 7 uciha sasuke, haruno sakura dan senju kurosaki(OC)."
Sementara itu Sakura berteriak gaje karna dia satu tim dengan Sasuke. Sementara kurosaki hanya mendengus sebal karna dia satu tim dengan seorang fansgirl.
"Tidak satu tim dengan Naruto-kun ya." Pikir hinata.
"lalu tim 8 Aburame Shino, Inazuka Kiba dan Hyuga Hinata dengan jonin pembimbing Kurenai yuhi. Da tim 10 Nara Shikamaru, Akimichi Chouji dan Yamanaka Ino Dengan jonin pembimbing Asuma Sarutobi." Kata Iruka.
"Hey sensei kenapa aku satu tim dengan dua orang pembuat onar." Kata Ino tidak terima.
Iruka pun hanya menghela nafas.
"Sudahlah. Ini semua keputusan hokage. Dan untuk tim 6 merupakan tim spesial. Karna tim kalian hanya beranggotakan 2 orang. Satu jam lagi jonin pembimbing kalian akan datang jadi jangan pergi kemana." Kata meninggalkan kelas.
Satu jam kemudian
Terlihat seluruh anak sedang menunggu sensei mereka dengan duduk di bangkunya masing-masing. Tak berselang lama kemudian "Poff". Lalu dari kepulan asap muncullah seseorang berambut putih panjang aka Jiraya.
"Tim 6 temui aku di patung hokage." Kata jiraya lalu menghilang kembali.
Mendengar hal tersebut Naruto dan Kushina pun langsung keluar dari kelas dan berjalan ke arah patung hokage.
Saat ini Naruto dan Kushina sedang berada dijalanan konoha. Karna jarak akademi dan patung hokage tidak terlalu jauh. Jadi mereka berdua memutuskan untuk berjalan saja dengan santai.
"Nee Naruto-kun. Kenapa kau ingin slalu melindungiku." Tanya Kushina memulai pembicaraan.
Mendengar hal tersebut pun Naruto tersenyum.
"Entahlah. Hanya saja hatiku selalu ingin untuk melindungimu. Selain itu kau juga mirip dengan ibuku. dan juga karna aku mencintai mu." kata Naruto dalam hati pada kalimat terakhir.
Mendengar hal tersebut pun Kushina bingung.
"Memang kau sudah mengetahui orang tuamu Naruto-kun." Tanya Kushina dengan hati-hati.
"Tentu saja."
Lalu Naruto pun menceritakan tentang kedua orang tuanya. Dan juga mengapa identitasnya di rahasiakan.
"Jadi orang tua mu adalah ..." kata Kushina menggantungkan kalimatnya sambil melihat foto orang tua Naruto.
Naruto pun mengangguk dan tersenyum.
"Ya seperti yang kau ketahui. Dan aku harap kau juga merahasiakan tentang hal tersebut." Pinta Naruto.
Kushina pun tersenyum dan mengangguk.
"Tenang saja aku akan merahasiakan tentang hal ini." Kata Kushina sambil menyerahkan foto orang tua Naruto kepadanya.
"Bagaimana kamu miripkan dengan ibuku." Tanya Naruto.
"Ya kami hampir mirip."
"Dan juga kalian sama-sama cantik." Kata Naruto sambil tersenyum kearah Kushina.
Sementara Kushina yang mendengar hal tersebut pun hanya memerah. Dan mereka pun terus berjalan ke arah gedung hokage.
Setelah beberapa menit berjalan mereka pun sampai di patung hokage. Dan disana mereka melihat Jiraya sedang bediri di atas patung Yondaime hokage dan membelakangi mereka berdua.
"Akhirnya kalian berdua sampai juga." Kata Jiraya sambil membalikkan badanya.
"Dan untuk pertemuan pertama kita kali ini. Kita awali saja dengan dengan perkenalan." Kata jiraya.
"Bukan kah kita sudah saling kenal." Kata Kushina.
Mendengar hal tersebut pun jiraya hanya menggaruk belakang kepalanya karna malu.
"Hehehehe. Baiklah kalau begitu besok temui aku di Training Groud Tim 6. Untuk mengambil misi pertama kalian. Karna aku sudah mengetahui kemampuan kalian. Jadi tidak perlu aku tes lagi. Jadi aku akan pergi dulu." Kata Jiraya.
Namun sebelum dia pergi di cegah oleh Naruto.
"Tunggu dulu Erro sennin. Ada yang ingin ku tanyakan padamu."kata Naruto dengan serius.
"Ada apa." Jawab Jiraya dengan bingung.
Naruto pun langsung melemparkan sebuah gulungan ke arah jiraya. Jiraya pun langsung menangkap gulungan dan membacanya. Dia pun kaget dengan isi dari gulungan tersebut.
"Jadi kau sudah mengetahui tentang semua ini." Kata Jiraya yang sudah membaca gulungan tersebut.
Naruto pun mengangguk.
"Ya seperti yang kau tahu. Tapi kenapa kau tidak melakukan seperti yang ada dalam gulungan tersebut." Tanya Naruto.
"Tapi sebelum itu Kushina bisakah kau tinggalkan kami sebentar." Kata Jiraya.
Kushina pun mengangguk dan beranjak dari tempat itu. Namun baru satu langkah dia berjlan tangannya di tahan oleh tangan Naruto.
"Tetaplah disini Kushina-chan. Dan untuk mu Erro sennin Kushina-chan sudah tahu semuanya jadi tak perlu di perlu dia pergi dari sini. Dan ku jamin Kushina-chan tak akan membocorkan rahasia ini." Kata Naruto.
Jiraya pun menghela nafas.
"Hah. Seperti yang kau tau. Ayahmu ingin supaya aku merawatmu jika orangtuamu tidak ada. Dan aku menyanggupi permintaan ayah mu. Karna aku pikir orang tuamu tak akan pernah meninggalkanmu. Namun beberapa bulan setelah itu aku mendengar kabar bahwa kedua orang tua mu tewas saat penyerangan kyubi. Dan saat itu aku yang sedang sibuk dengan jaringan mata-mataku yang sangat luas pun tak dapat memenuhi permintaan orang tuamu. Jadi aku menitipkanmu pada Sandaime hokage. Lalu aku pun bertemu denganmu saat kau berusia 8 tahun. Jadi aku minta maaf karna tak bisa merawatmu selama ini." Kata jiraya dengan penuh penyesalan.
Melihat Jiraya yang sepertinya menyesal. Naruto pun menyeringai.
"Baiklah aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya." Kata Naruto.
Jiraya pun merasakan firasat buruk tentang hal tersebut.
"Apa syaratnya." Kata Jiraya.
"Aku ingin kau membantuku untuk menguasai jutsu yang tou-san beriakan. Dan..." Kata Naruto menggantungkan kalimatnya.
"Dan apa." Tanya Jiraya.
"Aku ingin kau mentraktir ku dan Kushina-chan makan ramen sepuasnya." Kata Naruto dengan tersenyum senang. Sementara Kushina yang mendengar perkataan Naruto pun hanya ikut senang.
Sementara itu Jiraya merasa hari ini adalah hari terburuknya. Karna mentraktir dua orang maniak ramen merupakan kesialan bagi dirinya. Dia pun hanya bisa menghela nafas.
"Hah baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi." Kata Jiraya dengan sedih. Karna mungkin setelah ini tidak akan ada lagi orang yang tersisa di dompetnya.
Sementara duo uzumaki pun hanya berteriak senang.
Satu jam kemudian di kedai ramen Ichiraku.
Naruto dan Kushina pun keluar dari kedai ramen ichiraku dengan mengusap perut mereka dengan senang.
"Aku kenyang sekali Kushina-chan." Kata Naruto dengan senang.
"Ya. Aku pun juga sangat kenyang." Kata Kushina sambil tersenyum.
Sementara Jiraya keluar dari tempat tersebut dengan muka murung. Pasalnya seluruh isi dompetnya habis tak bersisa untuk membayar makanan mereka berdua.
"Terima kasih Erro sennin atas makanannya." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Hah sudah lah . Lebih baik kalian berdua cepat pulang." Kata jiraya dengan kesal.
Naruto pun mengangguk lalu menggandeng tangan Kushina dan menghilang dalam kepulan asap.
"Hari ini aku sial sekali." Kata jiraya sambil menatap langit. Namuntak berselang lama dia pun tersenyum.
"Paling tidak dia sudah mengetahui semuanya." Pikir Jiraya lalu menghilang dalam kepulan asap.
TBC.
Note:
Senju Kurosaki di sini menggantikan peran Naruto dalam tim 7. Tapi meskipun dia seorang senju tapi dia tidak memiliki hubungan darah dengan Tsunade. Karna dia sudah ada di panti asuhan saat dia masih bayi. Senju Kurosaki di sini mempunyai ciri-ciri seperti kulit coklat, rambut hitam jabrik, sifat baik hati dan memiliki tinggi sekitar 145 cm. Untuk umur dia berumur 13 tahun. Dan dia mengenakan celana hitam panjang dan kaos putih dengan lambang clan senju di belakangnya. Untuk elemen dia hanya bisa menggunakan elemen air.
Jika ada kesalahan dan kurang menarik saya minta maaf. Yang terakhir tolong Reviewnya.
