"The Wonderful Princess"
Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei
Warning : AU, OOC. Di sini antara Hiashi, Hinata, Hanabi gak ada hubungan di sini Sifat Hinata bakal jadi dingin kecuali untuk orang-orang yang disayanginya.
Genre: Romance/Family
Pair : GaaHina, SasuHina slight NaruSaku, NaruHina
Terinspirasi dari film yang berjudul"Summer Desire"
Maaf kalo ceritanya gaje,
Cause it's my first fanfic
Okay , Enjoy It!
DON'T LIKE DON'T READ!
Balasan Review:
Teichi : sasuke di chap ini... yang last chap pairnya aku buat GaaHina dulu...
Dewi Sinta qtu lorh : slam knal juga... aku juga org baru... maksi buat pujiannya, akan kuusahakan cepad deh...
SasuHina FC : hm... liat dulu deh..
sabaku no ligaara : ini SasuHinanya..
Lollytha-chan : gak diceritain... abisnya Cuma lewat sekilas mata doank..
Chai Mol :ok, ni updetnya..
harunaru chan muach: yang nyulik gak kukasih tau, soalnya Cuma lewat sekilas..
Syuting? Hm... liat aja deh di cerita ini, diceritain kok... ^^v
Arisu yama-chan : makasi pujiannya... :D
Last chapter :
Sesampainya dia di dalam kamarnya, dia segera merebahkan dirinya ke atas kasurnya. Matanya ia pejamkan dan tak berapa lama kemudian ia pun terlelap. Sepertinya, dia sudah lupa akan makan malamnya dan tamu yang berkunjung ke rumahnya.
Chapter 3: The Beginning of My First Debute
"Hoaahm," sang gadis menguap tanda bahwa ia baru saja bangun dari tidurnya yang nyenyak. Kemudian, dia melihat jam yang terletak di atas meja di samping tempat tidurnya. Dia terlihat terkejut saat melihat waktu yang tertera pada jamnya tersebut. Pk. 06.00. Sudah pagi dan itu berarti dia melewatkan makan malamnya. Masalahnya bukan terletak pada hal itu, tapi adiknya. Adiknya menikmati makan malamnya sendirian lagi. Padahal dia sudah berjanji tidak pulang larut dan menemani adiknya itu makan malam, tapi dia malah ketiduran sampai pagi.
Lalu, gadis itu tanpa basa basi langsung pergi mengambil handuk dan pakaiannya dan pergi mandi. Selesai mandi, dia langsung pergi keluar kamarnya dan segera turun untuk menemui adiknya. Sesampainya di lantai bawah, dia langsung memanggil adiknya,"Hanabi,Hanabi" Dan munculah orang yang sedari tadi dipanggilnya sambil tersenyum dan menyapanya,"Pagi, Nee-chan"
Gadis itu tidak membalas sapaan adiknya seperti biasa, dia malah meminta maaf pada adiknya,"Maaf ya Hanabi, gara-gara Nee-chan ketiduran jadinya kamu makan malam sendirian lagi deh"
Sementara itu, yang diminta maaf malah terkejut lalu kemudian dia tersenyum dan mengatakan,"Ya gapapa kok Nee-chan,Hanabi ngerti kalau Nee-chan lelah sehabis bekerja lagipula Hanabi gak sendirian kok saat makan malam kemarin"
Gadis itu hanya terkejut saat mendengar pernyataan dari adiknya tersebut. 'Tidak sendirian?' batinnya.
"Iya, Hanabi makan malam bersama pemuda yang datang bersama Nee-chan kemarin, kalau tak salah namanya Gaara-niichan, jadi Nee-chan tak usah khawatir" lanjut Hanabi seolah bisa membaca pikiran Nee-channya itu.
"Hanabi, Nee-chan janji, malam ini Nee-chan pasti akan menemani Hanabi makan malam," Janji gadis itu pada adiknya. Adiknya hanya tersenyum mendengar hal itu.
"Ya sudah, ayo sarapan, Nee-chan, Nee-chan pasti lapar karena Nee-chan gak makan malam semalam," ajak Hanabi pada Nee-channya yang dijawab dengan anggukan oleh Nee-channya.
Mereka pun akhirnya sarapan bersama-sama. Setelah selesai sarapan, gadis itu pun bersiap-siap berangkat kerja. Tapi sebelum gadis itu berangkat, Hanabi bertanya sesuatu padanya,"Itu, kaki Nee-chan kenapa?" Glek.'Gawat, Hanabi tak boleh sampai tahu soal lukaku ini'batin gadis itu. Hanabi yang merasa ada yang aneh pada Nee-channya pun bertanya,"Nee-chan tak apa?"
Gadis itu Cuma memasang wajah tersenyum dan dia berkata,"Tidak, Nee-chan gapapa kok, Nee-chan berangkat ya" Setelah berkata seperti itu, gadis itu segera berangkat agar tidak ditanyain macam-macam lagi oleh adiknya.
-^.^-
Dari kejauhan, terlihat seorang gadis yang sedang setengah berlari sambil melambaikan tangan kepada temannya. Temannya menyadari hal itu, dia pun membalas lambaian temannya itu. Tapi, raut mukanya lebih terlihat sedih dibanding senang. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Gadis itu semakin mendekat kepada temannya dan akhirnya dia tiba di samping temannya. Gadis itu mengambil nafas sesaat. Sesudah itu, gadis itu tersenyum pada temannya. Temannya yang melihat hal itu hanya membalas senyum temannya. Senyum yang dipaksakan. Tiba-tiba gadis itu memberikan temannya pertanyaan yang mebuat temannya terkejut dan panik. Lalu, dengan perasaan sedih, temannya menceritakan apa yang terjadi pada gadis itu. Gadis itu terlihat sangat sedih. Temannya berusaha untuk menghibur gadis itu. Gadis itu memaksakan dirinya untuk tersenyum agar tidak mambuat khawatir temannya, setelah itu dia pamit.
Selama di perjalanannya pulang , dia terlihat merenung dan melamun. Kejadian tadi masih tercetak jelas di otaknya. Lalu gadis itu berjalan sambil menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya.
Tiba-tiba ada sebuah suara yang menghentikan langkah kakinya, dia menoleh ke sumber suara, ke seorang pemuda berambut raven.
Pemuda itu tersenyum dan menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya. Gadis itupun menurut saja dan masuk ke dalam mobil pemuda itu.
Pemuda memulai percakapan diantara mereka dengan berkata,"Kudengar kau dapat iklan yang bagus untuk kariermu"
Gadis itu hanya mengangguk mendengar pernyataan tersebut. Lalu pemuda itu bilang,"Selamat ya"
Sang gadis terkekeh kecil mendengarnya lalu mengatakan,"Terlambat"
Sang pemuda tidak mengerti maksud sang gadis. Lalu seakan bisa membaca pikiran pemuda yang ada di hadapannya ini, dia melanjutkan kalimatnya,"Iklannya dibatalkan karena aku terlambat menghadiri syuting sehari., lawan mainku yang tak suka akan hal itu, langsung membatalkannya"
Lalu suasana menjadi hening seketika. Sang gadis sebenarnya sudah ingin menangis dari tadi, tapi dia menahannya agar air matanya tidak jatuh. Ia berusaha tegar.
Sang pemuda meghela nafas sesaat sebelum mengatakan,"Kenapa tak diganti dengan pemain lain?"
Gadis itu menjawabnya dengan,"Aku berniat menyarankan hal itu, tapi mau bagaimana lagi, sudah dibatalkan"
Suasana menjadi hening kembali. Tiba-tiba si pemuda ingat akan suatu hal yang mungkin bisa membuat gadis di sampingnya ini merasa bahagia kembali.
"Sebagai permohonan maaf karena terlambat mengucap selamat untukmu, aku akan memberitahu kau satu hal, ada film baru yang mau ditayangkan, dan sutradaranya sedang mencari peran utama perempuan untuk film tersebut, maksudku peran utama perempuan kedua, karena yang pertama sudah terisi oleh aktris lain, kalau kau mau, daftar saja"
Berita itu membuat gadis itu sedikit merasa lebih baik. Mungkin ini akan membantunya pikir gadis itu. Lalu, gadis itu hanya mengangguk menanggapi pernyataan lelaki tersebut.
"Tapi, bermain film tak semudah iklan,"kata pemuda itu. Hal ini dilakukannya mungkin untuk memberitahu sang gadis kalau bermain film tidaklah semudah yang ia kira. Tapi, gadis itu tidak memperdulikan peringatan pemuda tersebut. Ia pikir ia bisa mengatasi masalah tersebut, jadi dengan yakinnya dia berkata,"Resiko apapun akan aku tanggung"
Sang pemuda Cuma bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas sesaat, kemudian dia berkata,"Yah, aku hanya bisa bilang kalau kau punya masalah soal film ini, bilang saja padaku, nanti pasti akan kubantu kau"
Si gadis menengok ke arah sang pemuda, lallu dia tersenyum pada pemuda tersebut. Senyumnya kali ini tidak dipaksakan sama sekali, benar-benar tulus dari dalam hatinya. Melihat hal itu, pemuda itu pun ikut tersenyum. Sebuah senyum yang sangat langka. Karena senyum ini hanya akan diberikan hanya untuk gadis yang ada di hadapannya.
Setelah beberapa saat kemudian, pemuda itu menyalakan mobilnya dan mulai menggas mobilnya. Sang gadis yang heran akan dibawa kemana pun membuka mulutnya menanyakan kemanakah mereka akan pergi. Bukannya menjawab, pemuda itu malah berkata,"Ikuti saja, nanti juga kau akan tahu" Sang gadis pun hanya pasrah dan mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh pemuda yang ada di sampingnya ini.
Setelah setengah jam mengemudi, akhirnya dua orang itu sampai di tempat yang dimaksud oleh sang pemuda itu. Ternyata tempat yang dimaksud oleh sang pemuda adalah sebuah taman dimana aneka ragam bungabermekaran, dan yang paling indah adalah pohon sakura yang berdiri di tengah-tengahnya. Sang gadis kelihatan terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan di hadapannya. Dia terus berjalan ke arah pohon sakura sambil terus memandang kagum. Gadis itu lupa bahwa dia tidak sendirian di taman itu. Dia terlihat asyik dengan dunianya sendiri. Sementara itu, pemuda yang bersama gadis itu Cuma tersenyum dan berdiri melihat tingkah gadis itu. Gadis itu berdiri di depan pohon sakura yang ada di tengah-tengah taman tersebut sambil tetap menatap kagum. Pemuda itu akhirnya menghampiri si gadis yang masih menatap kagum pohon. Tiba-tiba si gadis menoleh pada si pemuda sambil tersenyum dan berkata,"Terima kasih ya Sasuke, aku merasa senang sekali hari ini"
Si pemuda menoleh pada si gadis. Sesaat kemudian, senyum terulas di bibirnya dan dia mengangguk sambil mengatakan,"Apapun akan kulakukan untukmu asal kau bahagia, Hinata"
Hinata, sang gadis hanya bia tersenyum mendengar hal itu. Dia merasa hari ini adalah hari yang paling menyenangkan dibandingkan hari lainnya.
Mereka berdua berbincang-bincang asyik tentang banyak hal. Hinata terlihat bahagia sekali. Tiba-tiba, ditengah perbincangan itu, Hinata berkata,"Oh iya, Sasuke, boleh aku tahu dimana tempat pendaftarannya?"
Sasuke, si pemuda Cuma mengatakan,"Nanti aku yang daftarkan, tenang saja" Hinata Cuma menanggapi hal itu dengan tersenyum dan mengatakan,"Terima kasih ya Sasuke"
Sasuke hanya mengangguk dan tersenyum. Kelihatannya pemuda yang satu ini jadi suka tersenyum sejak dia bersama dengan Hinata. Entah apa sebabnya. Lalu, mereka melanjutkan kembali perbincangan mereka hingga sore. Ketika hari sudah sore, mereka segera beranjak dari tempat itu.
Di perjalanan, keduanya tak ada yang memulai pembicaraan hingga mereka sampai di tempat tujuan. Ketika sampai di tempat tujuan, keduanya segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang menjadi tempat tujuan. Kali ini Hinata tidak mengajukan protes apapun didalam hatinya. Mungkinkah penyebabnya adalah karena Sasuke sudah berhasil membuatnya merasa senang seharian ini atau memang ada alasan lain yang membuat pemuda ini diperbolehkan dengan ikhlasnya masuk ke rumahnya. Setibanya didalamnya, Hanabi, adik Hinata segera menghampiri kakaknya. Hinata yang melihat hal itu segera berkata,"Tadaima" yang dibalas oleh adiknya,"Okaeri" Lalu, Hanabi melihat laki-laki yang ada dibelakang kakaknya dengan heran. Sang kakak yang heran akan tingkah adiknya langsung mengikuti arah pandangan sang adik. Ternyata sang adik memandang Sasuke, pemuda yang mengikutinya. Sang kakak langsung bertanya pada adiknya mengapa dia memandang Sasuke seperti itu. Tapi sebelum pertanyaan itu dilontarkan dari mulut Hinata, adiknyalangsung bertanya,"Nee-chan, Siapa pemuda itu?" Setelah beberapa detik, pertanyaan tersebut dilontarkan, pemuda yang berada di belakang Hinata segera menghampirinya, dan memperkenalkan dirinya,"Kenalkan aku Sasuke, teman kakakmu"
Hanabi hanya menanggapinya dengan mengucap kata"Oh" Tapi tak berapa lama kemudian, dia memperkenalkan dirinya,"Aku Hanabi, salam kenal"
Sasuke hanya meng-hn perkataan gadis yang sedang tersenyum padanya tersebut. Tak lama kemudian, hinata mengajak keduanya untuk masuk dan berbicara didalam saja.
Hanabi dan Sasuke berbincang-bincang sementara Hinata menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Tiba-tiba Hanabi berbicara soal pemuda yang datang kerumahnya kemarin,"Eh, Sasuke-Nii,kemarin juga ada seorang pria yang berkunjung kesini bareng Nee-chan, katanya dia juga temannya Nee-chan, kalau tak salah namanya Gaara-Nii, Sasuke-Nii kenal dengan orang itu?"
Sasuke terlihat terkejut dengan berita itu. 'Gaara? Direktur perusahaan Suna yang terkenal itu? Ada keperluan apa dia berkunjung kemari?' batin Sasuke.
Lalu, Sasuke pun menjawab,"Kenal tapi tidak terlalu akrab, mungkin hanya sebatas tahu nama, orang dan jabatannya saja"
Mulut Hanabi pun membentuk 'O'. Kemudian, Sasuke bertanya pada Hanabi,"Memang ada apa orang bernama Gaara itu datnag kesini?"
Sesaat setelah Hanabi mendengar pertanyaan tersebut, dia tersenyum lalu menjawab,"Gaara-Nii datang bersama Nee-chan kesini, mungkin mengantar Nee-chan pulang, Gaara-Nii datang kesini berbincang-bincang denganku dan menemaniku makan malam hanya itu, Nee-chan tak ikut soalnya Nee-chan ketiduran"
Sasuke boleh sedikit berlega hati sekarang. Lalu, Hanabi melanjutkan perkataannya,"Kami bercerita tentang banyak hal, terutama tentang Nee-chan"
Hanabi tersenyum sesaat lalu melanjutkan lagi perkataannya,"Gaara-Nii bertanya banyak hal tentang kehidupan Nee-chan setelah SMU hingga sekarang"
Sasuke mengangkat alisnya lalu bertanya,"Hanya itu?"
Hanabi tampak berpikir lalu menggeleng, kemudian dia berkata,"hm, sepertinya Gaara-Nii menyukai Nee-chan, soalnya dia bertanya apa ada orang yang Nee-chan sedang suka"
Sasuke tampaknya terkejut mendengar hal itu, lalu dia bertanya,"Lalu, kau jawab apa?"
Hanabi tersenyum dan menjawab dengan yakinnya,"Iya, ada orang yang Nee-chan sedang suka"
Sasuke merasa terkejut akan hal itu. Kurasa ada sedikit rasa kecewa dalam hati Sasuke dan juga penasaran. Kecewa karena kelihatannya bukan dia orang yang Hinata sukai. Dan penasaran ingin tahu orang seperti apakah yang berhasil membuat Hinata jatuh ke dalam pelukannya. Kalau Sasuke berhasil menemukan orangnya maka dia pasti akan bertanya seperti ini,"Cara seperti apa yang kau lakukan sampai Hinata bisa menyukaimu?"
Tapi, yah Sasuke tak mau berpikir secara pesimis. Siapa tahu orangnya adalah dia sendiri walaupun menurut Sasuke kemungkinannya sangat kecil. Jadi, Sasuke memutuskan untuk bertanya lebih jelas dahulu sebelum dia membuat analisa yang dia sendiri tidak jamin kebenarannya. Sasuke mulai membuka mulutnya, tapi sayang beribu sayang Hinata sudah menyelesaikan ritual memasaknya, jadi terpaksa dia urungkan niatnya untuk bertanya. Dia terpaksa menunda pertanyaannya tersebut sampai selesai makan malam.
Tapi, mungkin keberuntungan sedang tidak berpihak pada Sasuke. Dia tidak sempat bertanya pada Hanabi soal siapa pemuda beruntung yang berhasil mendapatkan hati gadis yang selalu dipujanya sejak SMU. Hal itu disebabkan Sasuke harus segera pulang dan Hanabi yang mendapat giliran mencuci piring malam ini. Jadi yah mungkin Sasuke harus mencari tahu sendiri siapa pemuda itu.
Setelah makan malam, Sasuke pun pamit pada Hinata dan Hanabi yang disambut dengan baik oleh Hanabi. Sedangkan Hinata lebih memilih untuk duduk di sofa. Semakin kecil kemungkinan bahwa pemuda yang beruntung itu adalah Sasuke.
Setelah selesai mencuci piring, Hanabi menghampiri Nee-channya yang sedang duduk di atas sofa. Hinata yang melihat hal itu langsung bertanya,"Tadi kau bicara apa saja dengannya?"
Hanabi pun menceritakan apa saja yang dia bicarakan dengan Sasuke dengan antusias. Lalu, Hanabi juga bercerita tentang hal yang baru dibahas, soal orang yang disukai oleh Hinata.
Hinata yang merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Hanabi langsung memotong perkataannya,"Lalu apa kau menyebutkan nama orangnya?"
Hanabi menggeleng lalu berkata,"mana mungkin aku beritahu orangnya, aku Cuma memberitahu kalau Nee-chan sedang suka pada seseorang saja kok, tak usah khawatir, aku tak akan menyebut namanya, tapi apa tak lebih baik Nee-chan melupakannya?"
Hinata hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu berkata,"bodoh, aku kan cerita kalau aku suka padanya saat masih SMU"
Hanabi memiringkan kepalanya lalu dia menatap Nee-channya dengan pandangan heran. Hinata Cuma tersenyum dan berkata,"Masih tidak mengerti?"
Hanabi menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia memang masih tak mengerti dengan pikiran Nee-channya. Lalu, Hinata melanjutkan penjelasannya,"Nee-chan sudah tidak suka lagi padanya, Nee-chan Cuma menganggapnya teman tidak lebih, lagipula tak baik menyimpan perasaan pada seseorang yang sudah punya kekasih, apalagi kalau kekasihnya teman Nee-chan juga"
Hanabi mengangguk mengerti dengan maksud Nee-channya. Hinata pun tersenyum melihat hal itu.
Lalu kemudian Hinata menyuruh Hanabi tidur karena ini sudah larut malam. Dan akhirnya mereka sama-sama pergi ke kamar mereka masing-masing. Tapi, ketika masuk ke dalam kamarnya, Hinata tidak langsung tidur tapi dia berbaring terlebih dahulu di atas tempat tidurnya. Sejenak dia memejamkan matanya dan menghela nafas. Lalu dia membuka matanya lagi. Dia menatap langit-langit kamarnya. Sepertinya gadis satu ini jadi teringat masa lalunya yang yah bisa dibilang cukup menyedihkan. Sebuah cinta yang tak pernah terbalaskan.
Dia masih ingat betul wajah pemuda yang membuatnya merasakan pahitnya cinta. Yang paling dia ingat adalah senyum pemuda itu. Karena senyum itulah dia jadi menyukai pemuda itu. Sudah lama ia tak melihat wajah itu lagi sejak dia lulus SMU. 'Bagaimana kabarnya setelah lulus SMU?' batin Hinata. Hinata mengambil handphonenya lalu mengetikkan sebuah SMS ke seseorang.
Sesaat kemudian di layar handphone itu tertulis. Delivered to Naruto.
Lalu, sesaat kemudian handphone milik Hinata bergetar. Tertulis dilayarnya. Naruto is calling.
Hinata dengan segera bangun dan duduk di atas tempat dia menekan tombol answer dan menempelkan handphonenya di telinganya.
Terdengar suara dari seberang sana,"Hai, lama tidak ketemu Hinata. Bagaimana kabarmu?"
Hinata yang mendengar hal itu langsung menjawab,"Baik, kau sendiri?"
"Baik juga." Hinata yang mendengar hal itu Cuma tersenyum kecil. Lalu dia bertanya lagi,"Bagaimana dengan Sakura? Dan apakah hubungan kalian lancar-lancar saja?"
Terdengar seperti sebuah tawa kecil di seberang sana, lalu sesaat kemudian dia menjawab,"Yah, dia juga baik-baik saja. Dan hubungan kami juga sama"
Hinata ingin membalas perkataan si penelepon lagi, tapi sebelum sempat berbicara, si penelepon mengatakan,"Kalau kau sendiri bagaimana?"
Tenggorokannya tercekat mendengar pertanyaan itu. Tapi diusahakan olehnya untuk bersuara,"Tidak aku belum punya pilihan"
"Belum ya? hey bagaimana kalau kita bertemu besok jam 5 sore di tempat biasa? Bagaimana?"
Hinata tampak berfikir. Kelihatannya boleh juga. Lagipula kelihatannya besok tak ada kerjaan. "Baiklah, nanti aku sekalian bawa Ino dan adikku, boleh kan?"
"Tentu saja, aku tak keberatan. Makin rame malah makin seru, aku juga mau bawa Sakura-chan dan teman-teman yang lain yah kalau ketemu, hehe"
Hinata tersenyum mendengarnya. Memang kalau dirasa dia sudah bisa melepaskan pemuda berambut kuning jabrik itu untuk temannya. Yah, dia sudah tak punya perasaan apa-apa lagi untuk pemuda itu. Dia sudah mengubur dalam-dalam perasaannya itu.
"Hinata?" Hinata yang mendengarnya merasa terkejut. "Ya?"
"Kau bekerja sebagai apa sekarang?"
"Oh, itu aku kini menjadi seorang aktris, masih pendatang baru sih, kau sendiri?"
"Woah, aktris? Aku tak menyangka loh, hehe. Sama seperti aku, Cuma jadi managernya Sakura-chan saja"
"Oh. Berarti kau sama dengan Ino, dia juga jadi manager"
"ternyata profesinya sama denganku"
"ya."
"Oh ya, Apa kau pernah bertemu dengan yang lainnya sejak lulus SMU?"
"ya, baru saja tadi dan semalam Gaara dan Sasuke mengunjungiku"
"Bagaimana dengan mereka?"
"Mereka baik-baik saja, Sasuke menjadi seorang aktor, sedangkan Gaara menjadi direktur sebuah perusahaan ternama"
"wah, ,hebat juga ya mereka"
"Ya, ya sudah ya Naruto, aku harus segera tidur sekarang, besok aku sudah harus bekerja, sampai ketemu besok ya"
"ya, sampai ketemu besok"
Klik. Dan sambungan pun diputus. Hinata hanya tersenyum melihat layar handphonenya itu. Lalu, dia mengetikkan sebuah SMS pada seseorang.
Tak lama kemudian , tertulis dilayarnya. Delivered to Ino. Dan setelah itu Hinata segera tidur dan masuk ke alam mimpi.
ToBeContinue
Wanna
R
E
V
I
E
W
?
?
