Please Don't Say Chapter 3~
.
.
Kyungsoo tiba di kamar hotel yang Chanyeol sebutkan. Setelah menekan bel beberapa kali, Chanyeol membuka pintu.
"Kyung kau sudah sampai?"
Kyungsoo sempat mematung tak menyangka akan melihat Chanyeol Chanyeol bersikap biasa. Memang sudah sangat lama mereka tidak bertemu , terakhir kali sejak mereka masih kuliah dulu.
"Aku tak menyangka akan bertemu denganmu lagi Kyung", ucap Chanyeol menyadarkan Kyungsoo.
"Ehm nado. Aku sangat merindukanmu..", balas Kyungsoo pelan.
"Astaga kenapa kau terlihat semakin tinggi? Terakhir aku hanya sebatas telingamu. Aigoo.. Jangan terlalu banyak minum susu, sudah kuperingatkan beberapa kali", omel Kyungsoo.
Chanyeol sempat kaget mendengar Kyungsoo yang tiba-tiba mengomel. Dia tidak menyangka setelah beberapa tahun tidak bertemu, Kyungsoo masih saja menperhatikannya.
"Hahaha.. kau ini dokter apa bukan? Susu itu baik untuk kesehatan. Ehm Kyung, bisakah kau masuk dulu?",ucap Chanyeol tak mau berbasa-basi. Keadaan Baekhyun lebih penting -pikirnya.
"Arraseo, kau ini tidak ada sopan-sopannya pada tamu.", ejek Kyungsoo dengan senyuman jahilnya.
"Masuklah, silahkan duduk dahulu"
Kyungsoo pun mengikuti Chanyeol dan duduk di sampingnya. Terlihat sedikit raut bingung karena Kyungsoo sama sekali tidak melihat Chanyeol sakit.
"Chanyeol jangan bilang kau mengerjaiku? Aku sudah buru-buru datang karena khawatir. Ayo katakan siapa yang sakit!", Kyungsoo memasang wajah ketusnya.
"Kyung kau ini.. aku serius. Dia ada di kamar. Sekretarisku. Tiba-tiba saja dia pusing dan mual. Aku khawatir"
Kyungsoo mengerutkan keningnya. Sekretaris? Apa Chanyeol sebegitu khawatirnya hingga memanggil Kyungsoo pagi-pagi seperti ini.
"Omo.. Jangan bilang sekarang kau sudah menjadi Sajangmnim muda. Kau tak memberitahuku Yeol? emm... dan jangan bilang kalau sekretarismu wanita", Chanyeol mengangguk.
"Mianhae aku kelupaan. Aku baru saja diangkat menjadi CEO beberapa bulan yang lalu. Kalau urusan sekretaris aku memang hanya ingin sekretaris wanita", kekeh Chanyeol membuat Kyungsoo mempoutkan bibirnya lucu.
"Ehm baiklah. Sebaiknya aku periksa dulu. Tunjukkan aku kamarnya!"
Chanyeol pun menuntun Kyungsoo memasuki sebuah kamar yang "wow" sampai-sampai membuat Kyungsoo takjub.
"Chanyeol.. jangan bilang kau.. Bukankah ini kamar spesial untuk 'pasangan' ?"
Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang sedari tadi memasang wajah biasa saja.
"Jangan berpikir aneh-aneh Kyung. A.. a.. aku .. ini kamarnya. Aku datang ke sini karena khawatir dengan keadaannya. "
"Ne. Aku tahu sifatmu Yeol"
Kyungsoo mengangguk paham. Daridulu dia sangat percaya dengan Chanyeol. Termasuk hal-hal seperti ini. Chanyeol itu bukanlah lelaki brengsek. Apalagi sejak mereka putus. Bisa dibilang Chanyeol sama sekali tidak pernah berkencan dengan gadis manapun.
"Aku akan memeriksanya. Kau keluar saja Yeol"
"Baiklah"
.
.
Setelah beberapa menit Kyungsoo pun keluar kamar dan menghampiri Chanyeol yang sedang duduk di sofa.
"Kau terlihat sangat khawatir Yeol"
"Kyung.. Bagaimana keadaannya?"
"Tenanglah. Apa kau tahu dia punya asam lambung? Ku rasa dia tidak teratur makan. Sebaiknya kau membeli obat untuknya. Aku akan menulis resepnya."
"Aigoo Baekhyun benar-benar.."
"Eoh .. Baekhyun? Apa itu namanya?"
Chanyeol menganggukkan kepalanya.
"Kau bilang dia sekretarismu? Aku sarankan untuk membiarkannya istirahat saja. Kulihat dia juga kelelahan. Dan jangan lupa memberinya sarapan."
Sekali lagi Chanyeol mengangguk. Rasanya dia merasa bersalah karena sering meminta "susu pagi" sehingga Baekhyun tidak sempat untuk sarapan. Betapa bodohnya Chanyeol.
"Astaga Yeol... aku terlambat ke rumah sakit. Aku harus pergi sekarang", Kyungsoo menepuk jidatnya.
"Kenapa cepat sekali? Yasudah kyung.. sebaiknya kau kuantar pulang? Ehm terimakasih banyak kau sudah membantuku", Ucap Chanyeol penuh senyuman.
"Its okay.. tak masalah selama kau masih meminta bantuan padaku berarti kau masih mengingatku bukan? Dan untuk tawaranmu.. aku menolak. Aku membawa mobil sendiri"
"Kyung.."
"Chanyeol jangan merasa tidak enak padaku. Sebaiknya kau menunggu Baekhyun hingga bangun. Kau harus menjadi sajangnim yang baik. Lagipula aku harus ke rumah sakit sekarang. Maaf aku terburu-buru. Kita bisa berbicara banyak lain waktu", Kyungsoo mengusap punggung Chanyeol.
"Oh tentu. Baiklah.. aku harap kita bisa makan bersama besok. Aku sangat berharap Kyung. Terimakasih banyak"
.
.
"Enghh Chan.. kau di sana?"
Chanyeol yang sedang memasak bubur pun buru-buru memasuki kamar. Dilihatnya Baekhyun berbaring lemah.
"Syukurlah kau sudah sadar Baek. Tadi Aku memanggil temanku untuk memeriksamu."
"Ne.. Aigoo Chan kenapa kau belum siap-siap.. kau tidak bertemu client? Ayoo kita pasti sudah terlambat"
Sudah sakit begini Baekhyun masih saja mengingat Client. Benar-benar pekerja keras. Baekhyun berusaha bangkit dari tidurnya tapi tubuhnya seakan menolak pikirannya.
"Baek.. jangan memaksakan diri. Aku akan bertemu client nanti siang saat makan siang Baek. Sebaiknya kau duduk dan sarapan ne. Aku membuatkan bubur dan aku sudah membeli obatmu tadi."
Chanyeol memegang bahu Baekhyun. Sedikit mengelus kepala Baekhyun dengan lembut. Baekhyun hanya bisa mengangguk.
"Engh Chan baiklah. Tapi aku rasa aku tidak sakit, kau tahu?"
"Mwo? Tidak sakit? Pusing, mual dan lemas begini kau bilang tidak sakit? Aishh tidak ada penolakan Baek. Kau punya penyakit asam lambung kan? Kau harus menurut"
.
.
Malam ini Chanyeol terlihat bersantai di depan TV. Berulang kali mengganti channel yang sangat asing baginya.
Untunglah meeting dengan clientnya berjalan dengan mulus walaupun dia harus berangkat tanpa Baekhyun.
Baekhyun yang sudah kembali pulih menghampiri Chanyeol. Sepertinya baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hey Chan kau sudah pulang?. Bagaimana meetingmu? Maaf aku tidak bisa menemani", sesal Baekhyun.
"Berjalan dengan lancar. Kau sudah mandi? Kenapa tidak menungguku?", Chanyeol memandang Baekhyun yang terlihat sexy berbalut handuk. Rambut basahnya begitu menggairahkan.
"Heheh maaf aku gerah dan butuh mandi. Jadi aku mandi duluan. Sebaiknya kau juga mandi Chan, kau terlihat berantakan.", Baekhyun mengulurkan tangannya memijit bahu Chanyeol pelan.
Rasanya nikmat. Ketika pulang bekerja sang istri akan memijat bahu kita. Tak ada kata lain yang bisa Chanyeol ucapkan selain berterimakasih pada Ayahnya sudah memilih Baekhyun menjadi istinya.
"Akhh.. Sebaiknya kau berganti baju dahulu sebelum memijitku seperti ini."
"Sebentar lagi Chan.
"Chan tentang temanmu tadi, apa benar tadi Dokter Kyungsoo yang memeriksaku? Bukankah dia mantan kekasihmu?", tanya Baekhyun
Chanyeol mengernyitkan keningnya. Sejak kapan Baekhyun mengenal Kyungsoo.
"Kau tahu dari mana?"
"Hehehe tadi aku terbangun saat dia memeriksaku. Dia mengatakan bahwa dia Dokter Kyungsoo. Aku pernah melihat fotonya di ponselmu Chan. Sweetheart.. My Kyung"
"Yak.. hal yang penting itu tak perlu dibahas. Hanya masa lalu. Atau jangan jangan kau cemburu?"
"Ya tuhan kau ini percsya diri sekali. Aku tidak cemburu. Aku hanya bertanya. Sudahlah aku malas bertanya padamu", Baekhyun menghentikan aktivitasnya dan bangkit berdiri.
"Gitu saja ngambek. Dasar wanita. Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu?", Chanyeol mengalihkan topik pembicaraan.
"Eoh? Aku? Aku sudah pulih. Obat yang kau beri sangat manjur hehehe", kekeh Baekhyun.
"Baguslah"
Baekhyun memandangi Chanyeol dari atas sampe bawah. Chanyeol memakai kaos putih dan celana pendek yang menampakkan pahanya.
Merasa ditatap Chanyeol bertanya, "Kenapa kau menatapku seperti itu Baek? Aku tahu aku tampan"
"Aigoo percaya diri sekali. Eumm itu aku tak sengaja memperhatikan badanmu. Astaga banuak sekali bercak-bercak merah.", cicit Baekhyun pelan sambil tersipu.
"Apa? Aku tidak dengar?", tanya Chanyeol kembali.
"Badanmu ada bercak-bercak merahnya Chan", ulang Baekhyun.
Chanyeol terkekeh. Ya tentu saja badan Chanyeol banyak bercak nerahnya. Itu semua karena hasil pekerjaan Baekhyun beberapa hari yang lalu.
"Kau ini.. Lalu kau mau apa? Emangnya kau bisa menghilangkan merah-merah ini? Aku yakin kau hanya bisa membuatnya semakin merah", balas Chanyeol sembari tertawa lepas.
Baekhyun tersipu mendengar perkataan Chanyeol. Sesungguhnya dia juga tidak menyangka telah melalukan itu. Ternyata kalau dipikir-pikir Baekhyun itu sangat ganas kalau sudah di ranjang.
"Ah sudahlah aku tak mau membahasnya. Sebaiknya kau makan malam Chan, aku berganti baju dulu", Baekhyun meninggalkan Chanyeol yang masih tertawa.
"Jangan bilang kau juga sudah makan duluan?", tanya Chanyeol.
"Yap tepat. Tiba-tiba saja perutku sangat lapar dan mau tak mau merelakan moment indah kita makan bersama.",ucap Baekhyun menjulurkan lidahnya.
"Aishh"
.
.
Setelah makan malam, Chanyeol memutuskan memainkan laptopnya untuk memantau Kantornya di Korea sana. Setelah selesai Chanyeol memasuki kamar bersiap untuk mandi.
Baekhyun sempat kaget tiba-tiba Chanyeol masuk kamar. Tapi selanjutnya dia mengiraukan, meanjutkan kegiatannya.
Chanyeol mendudukan dirinya di ranjang. Sepertinya menggoda Baekhyun sebentar tidak akan salah
"Sexynya", ucap Chanyeol.
Baekhyun kini sedang mengikat rambutnya, menampakkan leher jenjangnya. Menghiraukan Chanyeol yang menatapnya lapar. Salahkan saja tubuhnya yang begitu sexy dengan hanya dibalut hotpans dan kemeja kebesaran milik Chanyeol.
Suatu kebiasaan Baekhyun sebelum tidur adalah mengoleskan lotionnya yang beberapa bulan ini sangat jarang dilakukannya. Malam ini ntah kenapa Baekhyun merindukan lotionnya.
"Eng Chan.. kau tidak mandi? Hari sudah semakin malam"
"Ne sebentar lagi Baek", balas Chanyeol yang memandangi Baekhyun. Tergoda akan keindahan Baekhyun.
"Chan bisa kau bantu aku? Tanganku tidak sampai ke punggung. Tidak ada salahnya kan meminta bamtuan", Baekhyun menyerahkan botol lotionnya.
Chanyeol mengernyit. Pasalnya selama ini dia tidak pernah melihat Baekhyun memakai lotion. Chanyeol memasang wajah bingung.
"Aigoo. Oleskan di punggungku. Kau mengerti kan? Jangan bingung seperti itu"
"Sejak kapan kau pakai lotion lotion seperti ini?", tanya Chanyeol penasaran.
"Sejak dulu aku memang terbiasa memakai lotion sebelum tidur. Tapi sejak menikah denganmu mana sempat aku memakai lotion karena kau selalu meminta ini-itu setiap malam. Oleskan ne?, Ucap Baekhyun memelas.
"Tidak meminta pun aku pasti akan melakukannya Baek. Tanganmu itu memang pendek. Aku kasihan padamu", ejek Chanyeol.
"Ya ya.. kau sudah berpuluh kali mengatakan tanganku pendek", Baekhyun menanggalkan pakaiannya kecuali bra dan cd kemudian mengambil posisi tengkurap.
Chanyeol tersenyum tipis. Kalau sudah melihat tubuh Baekhyun sepeti ini ntah kenapa Chanyeol selalu semangat.
Lihat saja bokong sintal milik Baekhyun dan punggung mulusnya yang bersih dan putih itu. Chanyeol selalu menelan ludah jika sudah seperti ini.
Perlahan-lahan tangan Chanyeol mengoleskan lotion di punggung Baekhyun hingga ke pinggul montok Baekhyun.
"Cha sudah selesai Nyonya", Sebenarnya Chanyeol sedari tadi tidak fokus. Otaknya sudah meluber ke mana-mana.
Baekhyun bangkit, "Terimakasih banyak Tuan Park", Baekhyun tersenyum dan melanjutkan olesannya di bagian tubuhnya yang lain.
'Kenapa tidak aku saja yang mengoleskan semuanya?', batin Chanyeol. Ck.. otaknya benar-benar sudah terkontaminasi dengan pikiran kotor.
"Hmm.. tidak akan cukup hanya dengan ucapan terimakasih. Mana bayarannya?", tagih Chanyeol kemudian.
Baekhyun menghentikan aktivitasnya. "Baiklah tuan Park yang terhormat. Kau ini tidak pernah tulus melakukan sesuatu"
Baekhyun mengarahkan pandangannya ke wajah Chanyeol. Chanyeol tersenyum kemenangan. Sebelah tangan Baekhyun tergerak menangkup pipi Chanyeol.
Cup cup cup Baekhyun mencium kedua pipi Chanyeol secara bergantian berulang kali. Cup.. satu kecupan kembali di bibir kissable Chanyeol.
"Sudah kan? Aku mengantuk. Ingin tidur", Baekhyun membiarkan Chanyeol mematung dengan perlakuannya.
Sedangkan Chanyeol hanya bisa tersenyum dan tersenyum. Dia menahan gairahnya melihat tubuh hampir telanjang Baekhyun yang meringkuk.
"Setidaknya pakai bajumu atau kau akan kumakan malam ini", bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun.
"Kyaaaaa tidak akan tidak akannnnn.. malam ini kau tidur diluarr..", teriak Baekhyun.
.
.
Setelah adegan panas mereka, Ya walaupun hanya sebatas ciuman panjang karena Baekhyun mengaku masih sedikit pusing. Chanyeol pun memeluk Baek yang kini tertidur pulas.
Mata Baekhyun yang sipit itu kini terpejam. Chanyeol sangat suka melihat Baekhyun yang tertidur. Wajahnya begitu damai dan cantik.
Cup.. cup.. Bibir tebal Chanyeol mengecup kedua mata Baekhyun yang tertutup. Ntah apa yang mendorong Chanyeol melakukan itu.
Sejenak Chanyeol menetralkan detak jantungnya. Setiap kali melihat Baekhyun, ntah kenapa jantung Chanyeol berdegup sangat cepat. Tapi Chanyeol selalu berusaha menyembunyikannya.
Chanyeol kembali mengingat ketika dia pertama kali mengajak Baekhyun untuk bercinta. Rasanya dia ingin tertawa mengingat Baekhyun sangatlah polos.
"Sakit.. tapi sangat nikmat Chan. Aku baru tau rasanya bercinta seperti ini"
Chanyeol terkekeh sendiri karena pada saat itu jujur saja Chanyeol juga sangat gugup.
Ternyata benar, pengalaman bercinta untuk pertama kali selalu menjadi kenangan terindah. Chanyeol juga baru pertama kali merasakan vagina sempit seorang wanita menjepit penisnya. Ugh rasanya malam ini Chanyeol merindukan vagina Baekhyun.
Tapi Chanyeol bukanlah lelaki brengsek yang selalu memaksa wanita. Walaupun kenyataannya sangat sulit menahan hasrat yang menggebu-gebu itu.
Kembali Chanyeol menatap wajah Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol bingung dengan hubungan mereka sekarang. Mereka memang suami istri yang sah. Selalu saling membutuhkan apalagi dalam hal sex. Tapi ntah kenapa Chanyeol merasa ada hal yang mengganjal di hatinya.
Dia tidak nyaman dengan posisi ini.
Perasaan Chanyeol selalu tidak menentu. Terkadang dia merindukan sosok keibuan Kyungsoo, namun terkadang pula dia selalu menikmati keceriaan dan ketangguhan Baekhyun. Apalagi ditambah lubang nikmat Baekhyun yang selalu dimasukinya.
Ntahlah biarkan Chanyeol memikirkan sendiri perasaannya yang tidak menentu.
.
.
TBC
.
.
Pendek? Salahin aja laptop chan yang rusak :(
Ngomong ngomong Chan bingung nih bikin konfliknya. Ada saran ga?
Ditunggu kelanjutannya ya .. Love you All..
