"Maaf, apa kau ingin ikut wawancara?" Donghae bertanya memecahkan keheningan

"Maaf jika aku lancang, apa kau yang memasang iklan di koran itu?" tanya Sungmin, Ia melontarkan pertanyaan itu pada Donghae

"Tidak. Tapi orang di samping ku ini yang memasangnya" jawab Donghae lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun

Sontak, Sungmin langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun, sama seperti Sungmin, Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Mereka saling menatap, rasanya seperti ada sengatan listrik dari tatapan kedua belah pihak.

Sial, jadi Direktur sialan ini yang menghasut adik ku dengan iklan di koran itu.

.

.

.

4 Ways to Get a Wife

Chapter 3

.

.

Summary : Wanita yang suka memungut apa saja, Lelaki yang selalu ditolak oleh siapapun.

Kisah romantis mereka dalam sebuah perjanjian jangka pendek!

.

.

.

Genre : Drama, Romance, Little Hurt

.

.

.

Rate : T

.

.

.

Cast : KyuMin and Others

.

.

.

Disclaimer : Cerita ini merupakan remake dari novel berjudul '4 Ways to Get a Wife' yang ditulis oleh Hyun Go wun. Bukan plagiat oke, hanya remake.

.

.

Warning :GS (GENDER SWITCH), Typo (s), OOC.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

Tatapan itu, tatapan Direktur Cho yang tajam itu, membuat Sungmin menyadari, bahwa Direktur Cho itu bukanlah pria baik-baik. Dari awal pertemuan mereka di padang rumput, pertemuan mereka di kantin, dan pertemuan mereka di sini, membuat Sungmin menyadari bahwa Cho Kyuhyun bukanlah pria baik-baik. Dan, apa? Adiknya ingin menikahi pria seperti ini? Jangan harap Ia akan membiarkan hal itu terjadi!

"Astaga"

Itu suara Donghae, yang sukses memecahkan keheningan.

"Kau... si pegawai teladan kantin itu, kan?" kali ini pertanyaan itu yang terlontar untuk Sungmin.

"Iya, memang kenapa?" jawab Sungmin datar.

"Langsung ke intinya saja. Direktur Cho, apa kau gila sampai membuat iklan seperti itu?" tanya Sungmin tanpa basa-basi

Sungmin menghela napas, kakinya melemas begitu melihat foto Lee Sunmi, adiknya tengah tersenyum lebar di salah satu CV itu, Ia mengambilnya.

Kyuhyun dan Donghae berpandangan sejenak. Mereka tidak tau siapa wanita di dalam foto CV yang dipegang oleh si pegawai kantin itu. Mereka juga tidak mau peduli tentang hal itu sebenarnya.

"Iklan apa?" pura-pura tidak tau, Kyuhyun menjawab. Dilihat dari gelagatnya, sepertinya si pegawai kantin ini bukan salah satu pelamar.

"Jangan pura-pura tidak tau. Tentu saja iklan gila untuk mencari istri itu" jawab Sungmin sinis

Kyuhyun tersenyum sinis, "Oh, lalu? Apa jangan-jangan kau orang yang tidak lulus seleksi dokumen ya?"

"Cih, kau pikir aku gila? Mau-maunya mendaftar ke hal-hal memalukan seperti itu?"

"Jadi, menurut mu orang-orang ini juga gila dan memalukan?" Kyuhyun sama sekali tidak melihat ke arah tumpukan CV itu, namun Sungmin tau maksud pembicaraannya.

"Orang-orang ini, mungkin saja mereka sudah depresi atau mengalami tekanan batin. Tapi, orang yang memasang iklan ini sudah dipastikan dia gila, dan mungkin sudah bosan hidup. Tapi ku peringatkan, jangan ganggu adik ku" Sungmin mengatakannya hanya dengan jeda 1 detik, Ia terlalu menggebu-gebu mengatakannya.

"Siapa?"

Sungmin menyodorkan kertas yang Ia pegang ke depan Kyuhyun "Lee Sunmi. Anak ini, wanita yang kau hubungi untuk wawancara"

Entah kenapa Kyuhyun senang melihat wanita ini, padahal dia benar-benar nampak seperti orang gila, dengan rambut acak-acakan dan err – tampang marahnya.

"Oh, Lee Sunmi" Kyuhyun tetap tenang sambil mengangguk-angguk. Sebenarnya Kyuhyun tidak tau siapa wanita itu, dan sebenarnya Kyuhyun juga tidak tertarik pada satu orang pun dari pengirim CV. Setidaknya sampai beberapa saat yang lalu.

"Dengar ya Direktur Cho. Aku pikir kau adalah orang yang baik dan terhormat sehingga bisa menarik perempuan. Tapi jika ternyata tidak. Jadi, lebih baik kau tidak usah menikah saja sekalian!. Dan asal kau tau, adik ku ini baru berusia 19 tahun!" Kali ini tanpa jeda, Sungmin melontarkan kalimat itu, penuh dengan amarah.

Sembilan belas tahun. Kyuhyun dan Donghae saling berpandangan. Kalau umurnya 19 tahun, Donghae pasti sudah menyingkirkan CV itu sejak seleksi dokumen tahap pertama. Berarti, Lee Sunmi yang ada dalam CV ini adalah orang lain.

"Ah, sebe-"

"Tunggu sebentar" Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan

Tadinya, Donghae ingin menjelaskan semuanya pada Sungmin, si pegawai kantin. Namun, Kyuhyun menyuruhnya diam. Mau apalagi dia?

Dan, di CV yang susah payah Ia rebut dari tangan si pegawai kantin itu ternyata tidak tertulis nama Lee Sunmi. Yup, sepertinya satu per satu potongan puzzle yang berserakan itu mulai terpasang dengan benar.

"Nama mu, Lee Sungmin, kan?" tanya Kyuhyun memastikan, seingatnya, dulu Ketua kantin di Universitasnya pernah menyebut nama wanita di hadapannya ini

"Apa? Ku pikir ingatan mu cukup kuat sebagai Direktur, Direktur Cho. Dan lucunya, kau bahkan tidak menuliskan nama mu di iklan itu, padahal jelas-jelas kau berinteraksi dengan banyak orang" ujar Sungmin, wanita itu tersenyum sinis. Bagaimana bisa seorang Direktur melupakan pegawai teladan di kantin?

"Ku pikir juga seorang pegawai teladan kantin tidak mungkin lupa nama Direkturnya sendiri. Baiklah, nama ku Cho Kyuhyun, lelaki yang membutuhkan istri sesuai syarat di iklan ini"

"Begitu rupanya. Nama ku Lee Sungmin, seorang kakak yang akan menjaga adiknya dari laki-laki kurang ajar seperti kau"

Kyuhyun berusaha menyembunyikan tawanya, yang sedari tadi ingin meledak dari mulutnya itu. Sekarang, entah kenapa dia merasa senang sealigus tertantang menghadapi salah satu pegawai kantinnya ini. Kyuhyun melirik CV itu, ada berbagai keterangan tentang wanita ini. Wanita ini bodoh, itulah pikir Kyuhyun. Dengan bodohnya, Sungmin hanya melihat foto yang tertera di CV itu, tanpa mengetahui bahwa namanya lah yang tertera dalam CV itu.

Lee Sunmi, adik bungsu Lee Sungmin itu menggunakan nama dan umur kakaknya untuk membuat CV palsu ini. Oh, sungguh menarik.

"Kau, berapa umur mu?" tanya Sungmin datar

"Aku? Dua puluh enam"

Apa katanya? 26 tahun? Bahkan umur pria ini lebih tua 7 tahun dari adiknya. Sungmin benar-benar tidak menyangka, Ia pikir Direktur Cho Kyuhyun itu seorang lelaki yang baik dan terhormat. Ternyata? Ia yakin betul, Kyuhyun tertarik pada adiknya karna masih muda dan cantik saja.

"Benar-benar, bahkan perbedaan umur kalian 7 tahun. Kau tega melakukannya hah? Kau ini cabul, ya?"

Kyuhyun tertawa sinis, ini benar-benar menarik, pikirnya. "Kau tau, aku tidak pernah dipanggil seperti itu sebelumnya. Lagi pula, adik mu lulus pada tahap terakhir. Dia benar-benar selera ku"

Sungmin membulatkan matanya, tangannya sudah terkepal erat sekarang. Ditambah dengan tatapan tajam dan super mengerikan yang Ia lontarkan pada Kyuhyun, jika tadi listrik yang Ia keluarkan dari tatapannya itu, mungkin kali ini api yang super panas yang keluar dari matanya. Mengerikan? Tapi sayangnya, kenyataannya begitu.

"Kurang ajar. Awas saja kau, jika kau berani menghubungi adik ku, akan ku laporkan kau pada polisi!" Sungmin mengatakan itu dengan ber api-api, dia menggertakan giginya saat itu

"Kau bisa apa, hah? Kau lupa ya aku ini Direktur Cho Corporation? Ah, masalah Direktur, kau tidak takut aku pecat dari Kyung Hee, ya?" kali ini Kyuhyun memajukan duduknya, sehingga Ia bisa dapat menatap wanita di depannya ini lebih dekat.

Sungmin menggigit bibirnya, sebenarnya ucapan Kyuhyun yang seperti inilah yang Ia tidak harapkan dari tadi, bagaimana pun juga, Sungmin butuh pekerjaan! "Peduli apa aku. Jika kau mau memecat ku, silahkan saja. Tapi jangan adik ku" Sungmin sudah memilih, jadi mau apalgi?

Kyuhyun menyeringai dengan puas "Kalau aku merayu adik mu, sepertinya Ia akan menurut pada ku"

"Ah, kau mengancam ku?

"Tidak. Tapi aku hanya mengatakan kenyataan saja, 19 tahun itu sudah cukup dewasa menurut ku"

Sungmin membelalakkan matanya "Gila. Kau lupa kalian terpaut usia 7 tahun?"

"Hanya 7 tahun. Di dunia ini bahkan ada pasangan yang terpaut usia 15 tahun" Kyuhyun berkata dengan sebenarnya, memang itu kenyataannya kan?

"Kau tau, itu sama saja kau mengencani seorang anak-anak"

"Begitu ya? Berarti lebih mudah bagi ku untuk merayunya"

Sungmin tersenyum sinis, adiknya bukanlah orang yang seperti itu "Tidak akan. Adik ku bukan orang yang seperti itu"

"Berani bertaruh?" tawar Kyuhyun penuh percaya diri

"Kau pikir adik ku itu apa sehingga kau menjadikannya bahan taruhan?" tanya Sungmin sinis. "Maaf, tapi peraturan di keluarga kami melarang kami untuk berjudi" tambahnya lagi

"Oh, jadi kau takut?"

"Tidak!" sangkal Sungmin. Sebenarnya, tanpa Sungmin beritahu, Kyuhyun sudah tau bahwa gadis ini bukanlah seorang penakut. Sepertinya terlalu mustahil bagi gadis seperti ini untuk memiliki rasa takut dalam dirinya.

"Kalau begitu, mari bertaruh" ajak Kyuhyun lagi

"Tanpa kita bertaruh pun, aku yakin adik ku tidak akan tertarik pada rayuan mu"

"Kau mengatakannya seperti kau yakin kau akan menang"

Sungmin tertawa sinis, "Tentu saja. Pasti aku yang menang" ujarnya penuh keyakinan

"Aku tidak mengerti. Kenapa kau yakin sekali?" tanya Kyuhyun dengan raut bingungnya. Padahal Kyuhyun itu adalah Direktur Cho Corporation yang memiliki banyak uang, dan berwajah tampan. Lucu sekali jika ada seorang wanita yang melewatkan kesempatan untuk bersamanya.

"Karena aku adalah keluarganya, dan kau adalah orang lain" Kyuhyun tersentak, jawaban itu benar-benar di luar dugaannya. Kyuhyun sedikit ragu, sepertinya Ia salah menilai wanita ini. Benar-benar polos.

"Polos sekali"

"Aku tidak peduli dengan pendapat mu, Direktur Cho. Tapi, aku yakin sekali adik ku tidak mungkin mengkhianati kepercayaan ku" mendengar itu, Kyuhyun menyunggingkan ujung bibirnya, meremehkan. Asal tau saja, selama hidupnya, Kyuhyun lah yang paling banyak menyaksikan betapa mudahnya kepercayaan antar manusia hancur.

Mereka seri

"Kau sepertinya tidak percaya. Tapi kenyataanya, adik ku pasti tidak mungkin mengkhianati ku" Kyuhyun melirik Sungmin tajam, bagaimana bisa wanita ini menebak pikirannya dengan mudah?

Donghae yang menyaksikan kejadian ini semakin tersenyum lebar. Ini pemandangan langka, jarang-jarang Ia melihat sahabatnya ini mengaku kalah.

Keadaan semakin tenang, sekitar 2 menit terjadi keheningan di ruangan kerja Direktur Cho.

"Oh ya, meski ini bukan urusan ku, apa kau sudah makan?" tanya Sungmin, kali ini Ia bertanya tanpa nada kesal, geram, atau pun benci. Cukup datar saja

"Apa?" tanya Kyuhyun bingung, kenapa wanita ini jadi bertanya seperti itu?

"Karena biasanya, orang yang perutnya kosong, maka otaknya juga ikut kosong. Dan aku tidak akan menanyakan hal seperti itu, jika aku merasa tidak mengerti kenapa orang terhormat seperti mu melakukan hal memalukan seperti ini, Direktur Cho" setelah kalimat itu dilontarkannya, Sungmin keluar dari ruangan itu, dan terdengar suara bantingan pintu yang keras.

Ruang kerja itu hening beberapa saat. Kyuhyun tersenyum puas, memang seharusnya di situasi setelah itu, dia harusnya marah-marah atau merasa kesal. Sama seperti Kyuhyun, Donghae juga tersenyum, Ia terlihat gembira kali ini.

"Sayang sekali kalau dilepaskan begitu saja, Direktur Cho" masih dengan senyumannya, Donghae berbicara begitu

"Tentu saja, dia benar-benar berguna" Kyuhyun menganggukkan kepalanya setuju

"Hm, jadi kau tertarik?"

"Lumayan. Kau tau, itu benar-benar wawancara paling hebat, Donghae-ah" Jawab Kyuhyun masih dengan senyumnya, sampai Ia tidak menyadari sudah menyebut nama Donghae tidak seperti biasanya.

Donghae tertegun, sudah lama sekali Ia tidak mendengar namanya diucap seperti tadi. Terakhir Kyuhyun menyebut namanya seperti itu adalah hari sebelum pengangkatan Donghae menjadi serketaris Kyuhyun. Donghae tersenyum masam mengingat hal itu.

"Bukan dengan adiknya?"

"Tidak. Ku rasa dia tidak cukup cerdas sehingga tidak membaca CV palsu yang diberikan adiknya itu, padahal namanya yang tertera di CV itu" ujar Kyuhyun sambil terkekeh, mengingat betapa bodohnya si pegawai kantin itu.

"Kau... serius?" tanya Donghae memastikan

"Tentu" Kyuhyun mengangguk yakin. Ia benar-benar butuh wanita seperti Lee Sungmin, seorang wanita yang berani menerobos ruangannya, seorang wanita yang dengan beraninya membela adiknya, seorang wanita yang dengan sangat berani melawan Cho Kyuhyun, Direkturnya sendiri.

Donghae teringat dengan cara gadis itu memperlakukan Kyuhyun tadi "Dia terlihat sangat tidak menyukai mu"

"Apa peduli ku?" Kyuhyun tertawa kecil. "Ah ya, cari tahu segala hal tentang Lee Sungmin. Lalu, adik perempuannya..."

Kyuhyun meliahat CV yang berada di tangannya itu sekilas, "Atur juga pertemuan dengan adiknya ini"

"Bukankah sama saja kita menguji masalah kepercayaan keluarga mereka? Menurut ku itu tidak sopan" saran Donghae

"Aku bukannya mau menguji kepercayaan mereka"

Donghae menggelengkan kepalanya mengetahui apa yang kira-kira yang akan dilakukan sahabatnya itu. Percuma Ia memberi saran atau apapun pada Kyuhyun, yeah, Kyuhyun itu sangat keras kepala. Donghae hanya menghela napas pasrahnya, sambil tersenyum penuh harap melihat tatapan tajam sahabatnya itu yang seperti ingin mengincar mangsanya.

Kita lihat saja, Lee Sungmin.

.

.

.

Sungmin akhirnya sampai di rumahnya. Seumur hidupnya, mungkin kejadian tadi adalah kejadian terpanas, tertegang, sekaligus paling mengesalkan yang pernah terjadi. Selama perjalanan, Sungmin terus mengepalkan tangannya, mengumpat dalam hati, dan terus menggertakkan giginya. Dia bahkan sudah tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang memandangnya aneh.

"Tidak tidak" Sungmin mengabaikan seruan burung kaka tua dan Niell yang mengelus-eluskan bulu hitamnya untuk menyambutnya di rumah. Saat ini, Ia tidak ada waktu melayani peliharaannya itu.

"Annyeong, eonni. Tumben cepat pulang" sapa Sunmi dengan manis.

Sungmin memandang adiknya itu sekilas, tapi penuh amarah, "Lee Sunmi, jam malam mu untuk minggu ini ada jam 6 sore" Sungmin mengatakan itu dengan datar, berusaha tidak memasukkan unsur emosi ke dalamnya.

"Eonni!" Sunmi melotot marah memandang kakaknya itu. Ia merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa selama seminggu ini. Sunmi terdiam sejenak, jangan-jangan...

"Cih, pasti Jin Sung mengadu ya"

Sungmin memelototi adiknya itu, "Bukan itu yang terpenting. 11 tahun aku menggantikan posisi appa dan eomma untuk mendidik mu, dan ini yang kau lakukan?!" tanya Sungmin penuh emosi, dia benar-benar merasa kecewa terhadap adiknya ini.

Sunmi mengidik ngeri, kakaknya ini benar-benar marah padanya, "Biar aku jelaskan semuanya eonni" ujar Sunmi sambil tersenyum dengan paksa

"Bukankah di peraturan nomor 33 tertulis, berilah kesempatan kepada orang lain. Kesalahan itu bukan kejahatan fatal"

Sungmin menggertakan giginya, "5 menit. Sebagai gantinya, kau harus ingat peraturan nomor 46"

"Tubuh, hati, dan harga diri bukanlah sesuatu yang harus diperjual belikan" celetuk Sungjin

Mereka hening sejenak, Sunmi masih dengan wajah memelasnya, sementara Sungmin masih dengan wajah galaknya

"Kenapa kau bisa tertarik dengan ilan gila itu? Padahal ma- Ah, pasti karna kesempatan belajar di luar negeri, kan?" Sungmin mengingatnya, adiknya ini sangat ingin menjadi Miss Korea

"Benar, akan diberikan gaji per 2 bulan, dan ada kesempatan belajar di luar negeri. Itu lumayan, eonni" Sunmi memang mempunyai cita-cita yang agak kurang mainstream itu-Ya, menjadi Miss Korea.

"Aku tau aku tidak akan lulus, kan aku hanya iseng"

"Masalahnya orang itu tidak sekedar iseng"

"Maksud mu? Eonni sudah bertemu dengan orang itu?" tanya Sunmi kaget sekaligus berbinar-binar

"Benar. Dan baginya kau ini kandidat kuat"

"Aneh" ujar Sunmi sambil mengeryitkan dahinya bingung

"Apanya yang aneh? Kau yang aneh, mau-maunya saja mendaftar ke iklan istri kontrak seperti itu"

"Maksud ku, umur ku kan tidak cukup"

"Asal kau tau saja, mereka tidak menganggap itu penting" ujar Sungmin, seketika Ia mengingat ucapan Kyuhyun yang mengatakan ketertarikannya itu

"Bagi ku, itu penting"

"Apa maksud mu?" tanya Sungmin bingung

"Maksud ku, aku mengirim CV eonni dan menempel foto ku sendiri"

"Nuna!"

"Lee Sunmi!"

Sungmin, dan Sungjin berteriak bersamaan. Sementara Sunmi, gadis itu memasang wajah tak pedulinya.

Benar-benar...

.

.

.

Ini adalah hari sabtu, Sunmi berjalan ke meja resepsionis tempat namanya sudah tertera dan langsung menuju ke ruang rapat yang berada di lantai 48. Tebak dia ada di mana? Mereka yang cerdas pasti sudah mengetahuinya~

Kemarin malam, saat Sunmi ingin tertidur. Ada seseorang yang menelfon ke ponselnya, dan mengatakan bahwa ada seseorang dari Cho Corporation yang ingin menemuinya. Bagaimana Sunmi dizinkan oleh kakaknya? Dia mengaku bahwa ada latihan yang harus Ia lakukan dengan teman-temannya di kampusnya, dan ototmatis sang kakak mengizinkannya.

"Annyeonghaseyo" sapa Sunmi ketika memasuki ruangan itu, terlihat 2 pria sedang duduk bersebelahan, yang satunya bertubuh agak pendek, dan satunya bertubuh lebih tinggi, tapi dia duduk dengan tegak, dan jangan lupakan hawa dingin yang meliputinya

"Sunmi-ssi, kau yang mengirimkan dokumen itu. Kan?" tanya Donghae dengan senyum ramahnya

"Ya, benar. Tapi maaf sekali, aku tidak bisa menerimanya" jawab Sunmi tegas, tanpa basa-basi.

"Memangnya kenapa?" Kyuhyun akhirnya membuka suaranya

"Eonni sudah memperingatkan aku. Katanya kau orang yang sangat menyedihkan. Katanya, jangan sampai aku memaafkan mu, dia bilang kau itu sangat kurang ajar" mendengar penilaiaan tentang dirinya yang di luar dugaan itu, Kyuhyun hanya bisa tersenyum kecut.

Merasa tidak ada tanggapan, Sunmi berlekas membalikkan tubuhnya dan pamit, "Kalau begitu, aku pergi dulu"

"Tunggu" cegat Kyuhyun

"Maaf, kan sudah ku katakan bahwa keputusan ku tetap sama"

"Cita-cita mu menjadi Miss Korea, kan?" mungkin, jika Sungmin yang mendapatkan pertanyaan itu, dia akan terkejut, tapi Sunmi sudah tidak peduli lagi

"Iya"

"Kau tau? Aku bisa mendukung mu untuk bisa menjadi Miss Korea untuk 2 tahun ke depan, dan aku bisa memanggil orang yang dapat membantu mewujudkan mimpi mu, Lee Sunmi-ssi" ujar Kyuhyun dengan senyum tipisnya itu

"Tidak perlu. Aku ini wanita cantik, tanpa bantuan mu, aku pasti bisa menjadi Miss Korea karna aku cerdas" tolak Sunmi lagi. Dalam hati, Kyuhyun setuju bahwa gadis di hadapannya tak kalah cerdasnya dengan kakaknya itu.

"Apa?" tanya Kyuhyun kaget, Ia baru terasadar Ia mendapatkan penolakan.

Sunmi menghela napasnya, pria di hadapannya ini benar-benar keras kepala "Maaf, aku tidak bisa. Sekali tidak bisa, tetap tidak bisa" jawabnya tegas

"Sekali lagi, aku bisa mewujudkan mimpi mu, Lee Sunmi-ssi" Kyuhyun tida mau menyerah, ya sepertinya dia benar-benar sangat ingin menang

"Tidak. Aku percaya dengan ucapan Eonni ku. Karena ucapannya selalu benar"

"Memangnya kakak mu berkata apa?"

"Katanya, orang yang mengatakan akan membuat ku menjadi Miss Korea dengan uang, sama saja telah menghina orang tua yang telah melahirkan ku. Dan, ahjjusi ini terlalu tua untuk ku" jawab Sunmi terang-terangan, sementara Donghae tetap berusaha mengulum tawanya yang ingin meledak itu

Sunmi tersenyum lebar, gadis itu membungkukkan tubuhnya, dan bergegas ke arah pintu untuk segera meninggalkan ruangan yang super tegang ini, "Aku permisi dulu, selamat tinggal"

"Hahahaha" Setelah beberapa saat pintu itu tertutup, Donghae memecahkan tawa yang sedari tadi ingin dia pecahkan itu, sungguh ini benar-benar luar biasa

"Cih" Kyuhyun mendecih melihat reaksi sahabatnya itu

"Apa-apaan ini?" gumam Kyuhyun tak terima. Lucu sekali, kemarin kakaknya yang menolaknya, sekarang? Bahkan adiknya juga!
"Apanya bagaimana, hah? Jelas-jelas kau kalah, Direktur Cho. Pantas saja si pegawai kantin itu yakin sekali dengan ucapannya" Donghae berkata masih dengan tawanya itu

Jujur saja, Donghae terkejut melihat reaksi adik Sungmin, seteah Ia melihat foto gadis itu, dan mengetahui bahwa yang sesungguhnya menginginkan iklan itu adalah adik Sungmin, Ia berfikir bahwa Lee Sunmi itu adalah seorang gadis yang gampang dirayu, tapi ternyata pendapatnya salah.

Donghae terlihat merentangkan kedua tangannya, Ia menghela napas lega dan tersenyum "Jadi, mau bagaimana sekarang?"

"Bagaimana apanya? Tentu saja aku harus memperoleh kemenangan ku kembali. Masa iya aku kalah dengan 2 gadis, Cho Kyuhyun bukanlah seseorang seperti itu" jawabnya tenang

Donghae terkekeh geli, bahkan Skornya sudah 2:0. Dia tertawa melihat semangat dan antusias Kyuhyun. Setelah sekian lama, mungkin kali ini Ia akan menyaksikkan lagi semangat bersaing Kyuhyun. Sejak mengenal Kyuhyun, bukanlah hal yang mudah untuk menahan semangatnya, karna kalian tau sendiri, kan? Cho Kyuhyun itu keras kepala.

Sungguh Ia penasaran.

Lantas, siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini?

.

.

.

Chap 3 selesai!

Hah, maaf jika chap kali ini tidak memuaskan, dan apalagi jika KyuMin mommentnya kurang memuaskan. Maaf juga bila masih banyak typo dan ceritanya kependekkan.

Next? Review!