Love and War © Couphie

Disclaimer : All characters isn't mine

Rating : M

Pairing : Yunjae, Yoosu, Sibum, Se7min, dll.

Warning (!) :

OOC, AU, Sho-ai, Gore (coming soon), Typos (maybe), M-preg

Summary :

Semua ini jebakan. Tipuan. Dan mereka kehilangan banyak hal. Sebenarnya siapa yang salah?

Main Cast :

Jung Yunho (25 tahun)

Kim Jaejoong (21 tahun)

Choi Siwon (24 tahun)

Kim Kibum (20 tahun)

Park Yoochun (25 tahun)

Kim Junsu (21 tahun)

Choi Dong Wook/Se7en (26 tahun)

Jung Changmin (22 tahun)

.

.

.

Don't like? Don't read please!

I've warned you!

No plagiarism!

.

.

.

ENJOY

.

.

.


Chapter 3 : He's Back

.

.

.

Mungkin...

Ya, mungkin...

Suatu saat nanti...

Aku akan mendapatkan kebahagiaan yang sudah seharusnya kudapatkan

Tapi entah kapan aku tidak tahu

.

.

.

.

.


Couphie

Love and War—

Chapter 3 : He's Back


.

.

.

A week later

Siang ini, Yunho dan Yoochun tampak berada di sebuah restoran mewah yang berada di ketinggian. Tempat mereka duduk saat ini memang di luar. Merasakan hembusan angin yang beraroma laut dan menikmati pemandangan indah yang disuguhkan. Tempat itu seperti gazebo—dengan kesan lebih modern dan artistik. Nuansanya putih dan menghadap laut, tepat dipinggir tebing yang kokoh dan sudah dipastikan aman.

Di depan mereka terdapat beberapa makanan mewah yang terdiri dari makanan pembuka, utama dan penutup. Tak lupa sebotol wine kualitas terbaik sebagai pelengkap.

"Jeju? Kenapa kau mengajakku ke Jeju?" tanya Yunho dengan kening berkerut samar.

"Ayolah… sekali-kali 'kan tidak masalah." Yoochun hanya menyahuti santai yang di sambut dengan dengus dari yunho.

"Begini saja? Hanya diam saja tak melakukan apa pun?" Yunho menatap Yoochun dengan raut wajah tidak percaya.

"Aniyo. Ada lagi yang perlu kudiskusikan denganmu. 1 hari cukup sepertinya."

"Merepotkan." gerutu Yunho.

"Oh, ayolah… kau tidak akan miskin mendadak hanya karena ini. Santai saja, Yun. Kau bisa tambah jelek kalau sering memasang wajah seperti itu."

Yunho hanya mendengus menanggapi kata-kata Yoochun.

"Tumben kau tidak mengajak kekasihmu?"

"Oh, Junsu sedang sibuk."

"Dia tidak cemburu?"

"Cemburu? Untuk apa? Di sini kita sama-sama seorang seme. Lagipula aku tidak tertarik denganmu."

"Memangnya kau pikir aku tertarik denganmu? Kau konyol sekali." gumam Yunho dengan nada malas.

"Oh, ya. 2 minggu lalu saat aku ke Jepang aku bertemu dengan seorang model dari sana. Dia sangat cantik."

"Hmm. Yeoja?"

"Ani. Dia namja. Sayang sekali aku lupa menanyakan namanya. Dia benar-benar sosok malaikat."

"Kau sudah punya Junsu, Chun." ujar Yunho sambil memutar bola matanya.

Yunho meraih gelas berisi wine, menggoyangkan gelasnya pelan lalu menyesapnya.

"Carilah kekasih, Yun."

"Haahhh… kau ini sama saja dengan eommaku."

"Wae? Punya kekasih itu menyenangkan. Akuilah, Yun. Hidupmu itu datar-datar saja."

"Datar? Kau pikir hidupku ini papan?" Yunho menyahuti dengan malas-malasan.

Giliran Yoochun yang memutar bola matanya. "Kau tahu benar maksudku, Jung."

"Aku belum menemukan orang yang tepat."

"Hmm… bagaimana dengan yeoja-yeoja yang bekerja di kantormu?"

"Aku tidak tertarik."

"Kalau rekan bisnismu?"

"Mereka centil, menjijikkan."

"Hmm… putri kenalan eommamu mungkin?"

"Kurasa kau perlu melakukan pemeriksaan dengan kondisi kejiwaanmu, Chun."

"Kalau namja?" Yoochun tidak menanggapi kata-kata sarkastis yang dilontarkan Yunho.

"Aku tidak mau menjadi uke."

"Dasar babo! Memangnya siapa yang memintamu menjadi uke? Namja cantik, Yunho! Namja cantik! Memangnya tidak ada?!" ujar Yoochun agak kesal.

"Entahlah."

"Haahh… aku menyerah." gumam Yoochun sambil menggelengkan kepalanya.

"Bagus. Memang itu yang kuharapkan."

.

.

.


A day later

Kim's House

Di rumah yang lumayan besar itu terlihat Junsu dan Kibum sedang sibuk sendiri-sendiri di ruang keluarga. Junsu tengah menonton drama dengan serius sementara Kibum berkutat dengan ponselnya, mungkin berkirim pesan dengan Siwon.

TING TONG TING TONG—

"Junsu hyung, ada tamu." gumam Kibum tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.

"Ssstttt! Diam! Adegannya sangat seru! Biar maid saja yang membukanya."

Selang beberapa detik kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat—terdengar riang dari ayunan langkahnya—lalu disusul suara seseorang.

"Junsu-ie! Kibummie! Aku pulang!"

.

.

.

Junsu dan Kibum terpaku menatap sosok di hadapan mereka saat ini. Seorang namja dengan paras seperti Kibum.

Rambutnya agak panjang, berwarna sehitam arang dan terlihat lembut. Kulitnya seputih salju dan bibir merah cherry yang mungil namun penuh dan menggoda. Dan manik matanya yang besar berwarna hitam dengan kesan polos. Benar-benar ciri fisik yang sama tapi terlihat sangat berbeda dengan Kibum.

Namja cantik itu tersenyum. Terlihat seperti malaikat.

Junsu tertegun. Mungkinkah?

"J-Jaejoong?" gumam Junsu dengan nada ragu.

Senyuman namja itu semakin cerah. Ia menarik kopernya mendekat, lalu menjatuhkannya begitu saja. Dan selanjutnya memeluk Kibum yang masih terpana.

"I miss you." gumamnya di dekat telinga Kibum karena tinggi badannya dan Kibum hanya berbeda 5 cm.

Kibum tersentak. Badannya bergetar pelan. Apakah namja ini adalah hyungnya? Benar-benar hyungnya?

"I miss you, Kibummie."

Dan air mata meluncur di pipi Kibum. Dengan segera membalas pelukan dari namja cantik yang ia yakini sebagai Jaejoong—kakaknya.

"B-benarkah ini kau, hyung? K-kau benar-benar h-hyungku?"

"Umm…" gumam namja itu, "Ne. Aku hyungmu. Kau tak merindukanku, hm?" ucapnya dengan bahasa Korea yang terdengar agak aneh dengan logat Jepang.

"Nado bogoshippeoyo, hyung!" Kibum mengeratkan pelukannya.

Junsu menatap kedua saudara itu dengan terharu dan berurai air mata. Tampaknya adegan kakak-adik itu lebih mengharukan daripada adegan drama yang sekarang tak ia hiraukan.

"APPA! EOMMA! JAEJOONG PULANG!" teriak Junsu dengan suara melengking pada kedua orang tuanya yang tengah berada di dapur.

.

.

.

Yunho tampak bersantai di ruang keluarga mansion keluarga Jung. Ia duduk di salah satu sofa berwarna cokelat di sana. Terdapat secangkir lemon tea dan cheese cake di atas meja yang ada di depannya.

Changmin keluar dari kamarnya dan bergabung dengan Yunho. Ia meletakkan 3 majalah berbahasa Jepang di atas meja, lalu menyamankan diri di sofa dengan PSP di tangannya.

Yunho melirik majalah milik adiknya dengan kening berkerut.

"Sejak kapan kau membaca majalah? Majalah Jepang?"

"Umm… baru saja." gumam Changmin tanpa menoleh.

"Wae? Kenapa kau membaca majalah ini? Bukankah ini majalah fashion?"

"Ah, temanku adalah model di majalah itu. Kami berkenalan lewat situs jejaring sosial. Karena penasaran dengan wajahnya, akhirnya ia menyarankanku untuk mencari majalah itu."

"Jeongmal?"

"Ne. Coba saja kau baca, hyung. Dia cantik sekali."

"Dia yeoja?"

"Ani. Dia namja."

Yunho mngernyitkan keningnya dengan tampang bingung. Ini terasa seperti déjà vu, pikirnya. Ia pun meraih majalah-majalah itu dengan raut wajah penasaran. "Siapa namanya?"

"Hero. Namanya Hero."

Yunho terpaku pada ketiga majalah itu. Sampulnya terpampang foto sosok mempesona dengan style dan pose yang berbeda.

Sampul majalah pertama terdapat foto namja cantik seperti malaikat itu menggunakan pakaian serba putih dengan bulu-bulu pada bagian kerahnya. Kepala namja yang bernama Hero itu menengadah. Matanya terpejam dengan bulu mata lentik. Bibir merah cherry yang sensual itu sedikit terbuka. Apalagi dengan rambut hitam kelam itu dan kulitnya yang seputih salju. Benar-benar seperti malaikat.

Yang kedua menggunakan kaus lengan panjang berwarna hitam dengan kerah V-neck yang berpotongan agak rendah yang agak mengekspos bagian dada namja cantik itu yang putih. Dan dipadukan dengan jeans biru gelap. Badannya bersandar dan agak membungkuk. Kedua tangan di dalam saku celana, dan pandang lurus ke depan. Mata hitam yang besar itu terlihat polos dan wajahnya terlihat manis.

Yang ketiga mengenakan kemeja putih agak transparan dan celana hitam. Hero tampak mengangkat sebelah tangan yang memegang cangkir berisi cappuccino dengan hiasan bergambar hati dari cokelat granule di atas cream-nya. Ia tersenyum manis dan wajahnya terlihat berseri-seri.

Di dalam majalah itu masih ada foto-foto Hero lainnya. Yang rata-rata memeragakan pakaian pria. Baik pakaian formal, kasual maupun yang lain.

Yunho sangat terpesona dengan foto-foto namja bernama Hero itu. Namja itu cantik sekali. Jika ia memakai wig dan pakaian yeoja, pasti tidak ada yang menyangka kalau ia adalah seorang namja.

Yunho beralih menatap Changmin.

"Siapa nama aslinya?"

"Mollayo. Dia hanya bilang namanya Hero. Kami tidak saling menyebutkan nama asli."

Yunho menghela nafas kecewa.

"Kau tertarik padanya 'kan hyung~?" goda Changmin dengan seringai jahilnya.

Yunho memalingkan wajah ke arah lain sambil mendengus pelan.

"Ne. Sepertinya."

"Kenapa tidak coba hubungi pihak majalahnya saja, hyung?"

Yunho tersentak. Lalu ia tersenyum senang.

"Ide bagus." gumamnya.

Yunho tersenyum-senyum sendiri. Sementara itu dari balik PSP-nya, Changmin menatap Yunho penuh arti sambil menyeringai—tanpa sepengetahuan Yunho tentunya.

.

.

.

"Yeoboseyo. Wae? Tumben kau meneleponku, Yun? Apa ada masalah?" tanya suara dari seberang telepon.

"Ani. Tidak ada masalah apapun. Yoochun, carikan aku informasi seseorang." Yunho berkata sambil menekan nada riang yang sedari tadi ingin keluar dari bibirnya.

"Eh? Siapa?"

"Seorang model dari Jepang. Nama panggilannya Hero. Dia model di majalah CD&DL."

"Eh? Hero? CD&DL? Sepertinya aku pernah mendengarnya. Hmm… baiklah. Apa yang ingin kau ketahui?"

"Apa saja."

"Baiklah. Aku kan segera menghubungimu jika aku sudah mendapatkannya."

"Hn."

.

.

.


Di ruang keluarga rumah keluarga Kim tengah berkumpul 5 orang namja—yang semuanya bermarga Kim. Mereka adalah Kim Kangin (appa Junsu), Kim Leeteuk (eomma Junsu), Kim Junsu, Kim Kibum dan yang terakhir… Kim Jaejoong.

Saat ini mereka sedng makan malam bersama. Yang lebih meriah daripada biasanya, tentunya sebagai sambutan akan kedatangan Jaejoong hari ini.

Eomma Kim tersenyum lembut pada Jaejoong. Pandangan penuh kerinduan terpancar jelas dari matanya. Appa Kim pun tak jauh beda. Tak heran jika mengingat sudah 7 tahun, ah aniya lebih tepatnya 9 tahun mereka tidak bertemu.

Keluarga Kim seharusnya terdiri dari 2 bagian. Keluarga yang pertama terdiri dari Kim Hangeng (kepala keluarga, kakak dari Kim Kangin), Kim Heechul, Kim Jaejoong dan terakhir Kim Kibum. Sedangkan keluarga kedua terdiri dari Kim Kangin (kepala keluarga), Kim Leeteuk dan putra mereka Kim Junsu.

Hangeng dan sekeluarga memutuskan untuk menetap di Jepang. Saat itu Jaejoong berumur 7 tahun dan Kibum 6 tahun. Setelah 3 tahun menetap, kehidupan mereka yang semula tenang mulai dipenuhi masalah. Lalu karena suatu alasan, mereka harus kembali ke Korea. Tetapi hanya Kibum yang sempat diantar ke Korea.

Lalu pada suatu malam, Hangeng, Heechul dan Jaejoong mengalami 'kecelakaan besar' yang merenggut nyawa kedua suami-istri itu. Setelah peristiwa itu, Jaejoong yang masih berusia 10 tahun kembali ke Korea dan menetap di sana selama 2 tahun. Dan ia kembali ke Jepang dan menetap di sana selama 2 tahun pula tanpa kembali lagi ke Korea. Dan 7 tahun selanjutnya namja cantik itu menghilang dan hanya meninggalkan catatan kecil yang mengatakan ia pergi ke sebuah kota di negara bagian Amerika Utara.

"Eum… Jaejoongie?"

"Ne? Waeyo Leeteuk eomma?"

"Selama ini kau belajar dengan baik bukan?"

"Ne. Tentu saja eomma." jawab Jaejoong dengan senyum manisnya.

"Kau kuliah jurusan apa chagi?" terdengar suara appa Kim yang ikut bertanya pada Jaejoong.

"Eumm… tentu saja seni… memangnya ada lebih cocok selain itu? Hahaha…"

"Haha… benar, kau lebih cocok dengan yang satu itu, hyung. Sama sepertiku dan Junsu hyung." kata Kibum menimpali.

Jaejoong hanya tersenyum. "Ne… tapi 2 tahun terakhir ini aku mengikuti kursus-kursus tambahan. Seperti kursus bahasa Korea dan beberapa kursus lainnya."

"Heum… bukankah kau bilang kau tinggal di Chicago, Jae? Kenapa logat Jepangmu tidak hilang juga?" tanya Junsu sebelum mengunyah kimchi.

"Ahh… itu… aku menyelesaikan SMP-ku dulu di Jepang sebelum akhirnya pergi ke Chicago. lalu aku mendapat beasiswa ke Chicago untuk melanjutkan SMA-ku di sana dan dan mengikuti program singkat kuliah di sana. Aku lumayan sering ke Jepang. Dan sesekali aku mendapat tawaran pemotretan dan pembuatan klip di Jepang."

"Woaahh… Jae hyung hebaaaatt…" kata Kibum dengan ekspresi kekanakan.

"Oh, ya… aku juga mengikuti kursus programmer singkat selama di Jepang dan di Chicago." kata Jaejoong menambahkan sambil tersenyum manis. Sangat berbeda dengan ekspresi appa dan eomma Kim.

.

.

.

Ponsel milik Jung Changmin terus saja berbunyi tanpa henti. Membuat si empunya ingin melempar benda berisik berbentuk persegi panjang itu kemana saja. Tapi yang ia lakukan saat ini justru berbanding terbalik dengan apa yang ia bayangkan dalam imajinasinya. Ia hanya memasang wajah datar. Sedatar tembok kamarnya.

Dan pada dering yang ke 27 kalinya, akhirnya Changmin menyerah menghadapi egoisme si pelaku yang terus menghubungi bungsu Jung itu tanpa henti.

Dengan tampang hidup enggan mati tak mau, ia meraih ponselnya dan melirik nama si penelepon. Tak lama ia berdecih pelan begitu mengetahui siapa orang gila itu.

—PIP

"Yeoboseyo." gumamnya setengah menggerutu.

"Yeoboseyo? Changminnie? Ah, akhirnya kau mengangkat panggilan dariku." terdengar helaan nafas lega dari seseorang di ujung sana. Sementara Changmin moodnya makin bertambah buruk saat mendengar suara orang itu.

"Wae hyung?"

"Aish… kenapa kau ketus sekali eoh? Apakah kau tidak—"

"Come on, hyung. Aku ini orang sibuk." kata Changmin sarkastis sambil memutar bola matanya.

"Eh? Changminnie? Kau—"

"To the point, hyung. Atau kututup telepon ini." potong Changmin—lagi—sambil mengancam siapa pun itu yang saat ini sedang bicara dengannya.

"Ne… ne… aku ingin kita bertemu. Aku akan menjemputmu besok pukul 7 malam."

"MWO? YAA! Kenapa kau seenaknya begitu, eoh?! Aku tidak—"

"Ah! Meetingku sudah mau dimulai 10 menit lagi. Sampai besok ne? Annyeong."

—PIP

Changmin menatap ponselnya dengan perasaan yang bercampur tidak karuan. Dan pada akhirnya…

PRAAAKK

—ponsel itu dibanting juga olehnya.

.

.

.

.

.

To be continued

.

.

.

Couphie's Note :

"…"

*lesu* Annyeong… *muka kusut*

Readers… saya jujur sejujurnya… sebenarnya hampir seluruh bagian dari chap 3 ini saya ambil dari chapter 4. Alhasil saya harus nulis ulang chap 4. (-_-")

Huhuhu… saya sedang kekurangan ide untuk ff ini… sepertinya butuh bertapa dulu baru dapet inspirasi… *pundung*

Ne… saya tau chap ini banyak sekali kekurangannya. Alur terlalu cepat. Terlalu banyak jeda (karena scene dari chap 4 yang dipaksa sekali). Mungkin bagi kalian agak tidak nyambung. Tapi ya sudahlah readers… kalau mau nyambungin pake tali aja… #plakk *melantur*

Oh, ya… buat Se7min shipper, chap depan dipastikan ada Se7min moment *spoiler* :D. Tapi… saya tidak terlalu yakin kalian akan menyukai bagian ini. Umm… karena beberapa alasan, yah…. Gitu deh~ *muter-muter* Eumm… mungkin Sibum juga ada… mau? (^w^) mau aja atau mau bangeeettt? #dihajarSibumShipper

Eh… tapi… mungkin Yunjae sama Yoosu boleh juga kalau ada moment-nya chap depan… *manyun*

Duh… bingungnya~~ mending ga usah semuanya aja ya? #plakduaghjedeerrr

Kkkk~~~ *LOL* tergantung readers aja ya~ nasib ff ini ada di tangan kalian~~ (~̂ ▽ ̂ )~ #apaansihlo

Buat yang mau memberi saya masukan atau sekedar memberi saya ide boleh kirim pesan di akun Facebook saya Courrey Pichaell (Couphie) di add sekalian juga boleh atau kirim PM ke akun FFn saya ini. Kalau ga mau ya sudah… tidak memaksa… *hiks*

Saya usahakan update lebih cepat saat liburan. Saya masih ada KI (Kunjungan Industri) ke Jogjakarta. Dan itu artinya, saya tidak akan memegang laptop selama 2 hari ke depan. Maka doa'kan saja semoga ff ini lanjut, ne… (TT_ _TT)

Oh, ya. Sebagai catatan tambahan… Eomma dan appa dari semua chara utama (Homin, Jaebum, Dongwook, Junsu dan Yoochun) adalah namja semua. Keterangan lebih lanjut akan dibahas di beberapa chap depan. Dan satu lagi… ff HELP! tidak akan dilanjut untuk sementara. Seharusnya di update bersama ff ini. Tapi entah menghilang kemana semua ide-ide brilian saya. Hmm… mungkin tercecer saat saya di sekolah(?).

Nah, seperti biasa… Sebelum meninggalkan page ini, silahkan tinggalkan review dengan meng-klik kotak 'Review" di bawah sana… dan mianhae untuk review chap 1 & 2 saya belum bisa balas. Tapi saya selalu membaca review dari kalian kok readers~ makasih banget buat readers yang sudah mau review~ *hugs readers* Saranghae~~! Pai pai~! *lambai sapu tangan*

Couphie—

.

.

Thanks to :

Babyhyun │ reaRelf │ oryzasativa │ trilililili │ lee yuno │ Guest │ CassieCiel │ rie yunnie bear │ loupeu │ Cho Yui Chan │ dindaR │ blue minra │ PopDut │ Beakren │ Simbaa│ Qhia503 │ Guest (2) │ haico1412 │ miss │ heeli │anin arlunerz │ Booboopipi │ Yukina Itou Sephiienna Kitami │ Aoi Ko Mamoru │ Guest (3) │ Kim-HyoKyo │ yuliliayulia

.

.

.

.

.

Leave a review, please?