Baekhyun mengintip di balik kaca ruangan itu dan perlahan berjalan ke arah pintu unntuk membukanya.
"Eh,kenapa tidak dikunci?
Baekhyun melangkahkan kakinya lebih dalam di ruangan yang penuh debu itu.
"Sepertinya sudah lama tidak di pakai, ,ah ada gitar!
Baekhyun duduk di bangku yang ada diisana sambil memainkan gitarnya.
"Haaahhh...rasanya beban hidup berkurang setelah memainkannya.
Prokkk,prookk,prokkk,
Baekhyun terkejut karena bukan hanyavdirinya yang ada di ruangan ini , barkhyun menoleh kanan kiri untuk mencari orangvtersebut.
"Wahhh..kau pandai main gitar?,"tanya suara di belakang baekhyun.
Baekhyun terkejut dan langsung menwgakkan tubuhnya.
"Ani...ini hanya hobi
"Kau mau bergabung dengan band kami? Ayolah tampil di panggung itu impianku, dan aku ingin tampil di festival nanti, dan aku membutuhkan orang sepertimu, jeballlll...
"Shireo!,"tegas baekhyun dan melangkahkan kakinya keluar ruangan itu.
"Kenapa kau mengikutiku?,"tanya baekhyun pada orang di belakangnya.
"Ani,jalan kerumahku memang ke arah sini, siapa yang mengikutimu.
Baekhyun melanjutkan langkahnya dan membiarkan orang itu mengikutinya.
"Arrrggg...ayolah byun baekhyun gabung dengan band kami, setelah itu kau boleh memainkan gitar itu kapan saja eotte??? Apa kau alasan lain tidak mengikuti band kami? Coba katakan padaku.
"Aku hanya ingin belajar.
"Mwo,dari sekian banyak alasan kenapa kau memilih yang membosankan, dengar kita masih muda dan kau maumenghabiskan masa mudamu hanya dengan hal-hal seperti itu, kita tinggal setahun lagi kau tidak ingin mempunyai kenangan disini?
"Iya.
"Apa kau tidak sedih karena waktu kita tinggal sedikit lagi dan kita tidak bisa melakukan apapun?
"Ani, malah aku berharap waktu berjalan dengan cepat.
"Haaaahhhh,kau lebih membosankan dari yang ku bayangkan, sudahlah besok kita bicara lagi, kumohon pikirkan baik-baik.
Baekhyun acuh dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Isshhh dia itu datar sekali,"gumam kyungso.
Baekhyun duduk di tepi ranjang dengan gitarnya.
-"tampil??sepertinya seru juga," batin baekhyun.
Suasana kelas mulai berisik karena kedatangan kim seongsengnim.
"Apa kalian sudah membawa bahan untuk materi kali ini?,"kata kim saem.
-"bahan? Rasanya aku tidak pernah mendengar perintah ini, apa aku lupa lagi?,"batin baekhyun.
"Hei baek, kau mau bergabung dengan kami? Sepertinya kau tidak membawa apapun,"ucap kyungso
"Iya ayo baek,"timpal jongdae.
"Tidak, terimakasih aku akan usaha sendiri,
"Isshhh...memangnya kenapa? Ah apa pertanyaanku yang kemarin sudah kau pikirkan?
"Bagaimana kalau kita membahasnya sekarang sambil mengerjakan tugas?
Baekhyun, jongdae dan kyungso mengerjakan tugas yang diberikan kim saem di kelas mereka.
"Jadi bagaimana? Kau menyesal kan sudah menolak ajakanku kemarin?,"tanya kyungso.
"Pertanyaan apa?,"timpal jongdae.
"Mengikuti band kita, dia jago gitar, aku melihat sendiri kemarin.
"Benarkah?
"Aku sudah bilang aku tidak tertarik,"baekhyun membuka suara.
"Maukah kau memikirkannya sekali lagi? Aku dan jongdae tidak begitu pandai dengan alat musik.
"Oke...bagaimana kalau kita coba-coba dulu.
"Maksudmu?,"tanya baekhyun.
"Kau boleh memutuskannya setelah kamu coba bermain dengan kita.
-"itu sama saja, kau masih mengajakku bergabung,"batin baekhyun.
"Setelah itu aku janji tidak akan menghalangi keputusanmu, kumohon cobalah dulu, "kyungso memegang tangan baekhyun
"Dan kami yang akan melakukan bersih-bersih kau cukup mengajari kami.
Kyungso terkejut dengan perkataan jongdae.
"Apa? Bersih-bersih? Yak kim jongdae neo...
"Sudahlah, lakukan saja.,"potong jongdae.
Tanpa sadar baekhyun tersenyum melihat kelakuan teman sekelasnya ini.
"Bisa kalian jangan berisik?,"tanya luhan dari arah depan.
"Cih...memangnya apa urusanmu.
"Ini mengganggu konsentrasiku.
Baekhyun hanya memikirkan sesuatu, tidak terlalu mempehatikan luhan.
"Baiklah untuk saat ini akan aku coba,"gumam baekhyun pelan, tapi masih bisa di dengar kyungso dan jongdae.
Kyungso dan jongdae terkejut menden garnya.
"Kau serius? Yeayyyy...gomawo baek aku tau kau yang terbaik, kurasa band kita akan terkenal sebentar lagi karena di anggota kita ada baekhyun yang di puja-puja banyak lelaki huhuhu
"Hm...tapi kalian harus janji mengijinkanku keluar jika aku ingin keluar.
"Oke,"sahut kyungso dan jongdae.
Chanyeol bersantai di taman belakang bersama kim jonngin, sahabatnya.
"Dia di juluki putri es oleh namja-namja disekolah ini.
"Apa? Kenapa putri bukankah dia laki-laki,"heran chanyeol
"Yahhhh...itu karena dia sangat cantik untuk seukuran namja, dan cuek pula. Dan dia suka menyendiri, coba dia ceria pasti lebih populer, bahkan sudah ada beberapa namja yang mengajaknyavkencan, tapi dia menolak, dan itu membuat mereka semakin tertarik padanya, bahkan mereka sempat mengambil gambarnya diam-diam.
"Apa kau tidak punya informasi lain? Seperti dia terobsesi pada leher seseorang?
"Hah? Kenapa kau berkata begitu tentang namja cantik ini, dasar.
"Aku hanya penasaran, aku tidak mesum sepertimu.
"Eh hehhehe, kenapa kau penasaran padanya? Apa kau menyukainya?
"Mana mungkin aku menyukainya.
"Wajahmu mengatakan iya.
"Terserah.
"Tapi aku lega chan
"Wae?
"Karena selama ini kukira kau menyukaiku, karna kau hanya mau berbicara denganku hahhahaha,"jongin berlari menjauh
"Yak... kim jongin...awas kau!
Chanyeol merebahkan dirinya dirumput, menikmati angin yang menerpa wajah tampannya.
"Kenapa aku tidak bisa membencinya...bukankah aku benci di sentuh...haaaahhh.
Chanyeol mengarahkan pandangannya ke seluruh arah dan pandangannya berhenti saat melihat sosok namja mungil dengan earphone, duduk di bawah pohon sedang memejamkan matanya.
"Hei aneh..."chanyeol berdiri di depannya.
Tapi baekhyun tidak meresponnya dan tetap memejamkan matanya.
"Hei...kau mengabaikanku, "chanyeol menarik earphone itu.
"Akh...kenapa? Ada apa?
"Kau bisa mendengarku sekarang??
"Sedang apa kau disini?
"Kita masih punya urusan, antara kau dan aku, maksudku kita.
Baekhyun yang tidak tahan aroma itu spontan menutup hidung mungilnya dengan cepat.
-"apa sebaiknya kutahan saja, mungkin lama lama aku terbiasa. Baekhyun melepaskan tangannya.
"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan, dan aku tidak...
Grebbb...chanyeol menahan baekhyun di pohon.
"Apa yang kau lakukan,"maki baekhyun.
"Dengar, kau bisa lihat wajahku yg kusut ini? Kau tau sebabnya kenapa? Aku tidak bisa tidur gara-gara kau.
"Kenapa itu salahku?
"Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, kau selalu ada difikiranku dan aku tidak bisa mengabaikannya, aku seperti bukan diriku sendiri belakangan ini.
-"apa dia curhat? ,"batin baekhyun.
"Orang bilang, ini yang kau rasakan saat kau sedang menyukai seseorang, dan setelah aku fikir kembali rasanya tidak masuk akal kalau aku menyukaimu, kenapa kau selalu melakukan hal aneh dengan wajah manismu itu.
Baekhyun tidak bisa menahannya lagi, walaupun dia sempat merona karena chanyeol mengatakan dia manis, baekhyun kembali menutup hidungnya.
"Yaakkk...kau bertingkah aneh lagi?? Kubilang hentikan bersikap seperti itu.
Baekhyun tidak menjawabnya dan tetap menutupnya sambil memejamkan mata, dia benar-benar akan lepas kendali jika seperti ini.
Greb...chanyeol memegang kedua tangan baekhyun, tentu baekhyun kaget atas perlakuan chanyeol yang tiba-tiba, dan dia semakin jelas mencium aroma ini.
"Biar ku tanya satu hal, kenapa kau lakukan itu kemarin? Apa kau menyukaiku?
"Apa?
"Ku tanya apa kau menyukaiku? Kalau kau bersikap aneh karna menyukaiku aku bisa memahaminya mungkin kau terlalu malu untuk mengatakannya secara langsung, iya kan?
Baekhyun menarik paksa tangannya nafasnya memburu lantaran harus menahan instingnya.
"Kita bicara jarak jauh,"baekhyun berjalan menjauh beberapa langkah ke pohon satunya.
"Memangnya kenapa?,"chanyeol hendak melangkah.
"Stop!!!...ku mohon tetap disitu.
Chanyeol berhenti melangkah dan memasukkan tanggannya ke saku celana.
"Kau lebih aneh lagi sekarang.
"Kau salah paham waktu itu, aku menyesal telah melakukannya, itu kesalahanku.
Chanyeol tidak suka mendengar jawaban baekhyun,"itu cuma kesalahan?
"Yah itu benar, aku tidak pernah menyukaimu atau tertarik padamu.
"Kau jujur?
"Yaa...aku jujur.
"Kau bilang itu kesalahan? Lalu bagaimana denganku? Aku merasa di lecehkan.,"chanyeol mendekati baekhyun dan berhenti di hadapannya.
"Jadi kau hanya namja yang suka melakukan hal-hal aneh? Kau pikir kau siapa? Berani datang di kehidupanku dan membuatku merasakan hal semacam ini, kau benar-benar psikopat, semua alasan yang kau ucapkan tidak masuk akal bagiku.
"Siapa yang memintamu untuk memahamiku,"timpal baekhyun
"Apa?,"kaget chanyeol.
"Aku tidak pernah memintamu untuk memahamiku sedikitpun, aku tidak mau memberi kesan bagus padamu, terserah kau mau bilang aku apa. Lagi pula aku tidak suka ada di dekatmu, kalau kau mau memahamiku maka menjauhlah dariku. Aku pergi, jangan pernah mengangguku lagi.
Chanyeol hanya menatap heran baekhyun. Baekhyun mempercepat langkahnya dan memasang kembali earphonenya.
"Dia kenapa? Aku tau aku salah, tapi dia tidak perlu mengatakan aku psikopat, aku benar-benar menbencinya.
"Cih...,"chanyeol mendecih pelan dan menatap punggu namja mungil yang menjauh itu.,"pergi dari hidupnya? Dia pikir dia siapa? Tidak mungkin aku menyukainya, sial ini benar-benar membuatku gila.
Bel pulang sekolah berbunyi, baekhyun melangkahkan kakinya dengan pelan, dia masih memikirkan masalah tadi.
-"aku bertingkah aneh hanya padanya, kupikir karena diabmemiliki darah yang manis.,"batin baekhyun.
Terlihat namja tampan berada beberapa meter di depan baekhyun. Park chanyeol, mereka berjalan berlawanan arah seperti berusaha menghindar masing-masing. Tak ada percakapan maupun sapaan. Mereka hanya melewati satu sama lain.
-"Mungkin ini lebih baik,"batin baekhyun.
Sore hari Chanyeol dan jongin merebahkan dirinya di lapangan basket, mereka terlalu lelah untuk duduk di bangku.
"Bukankah bagus, kini ada orang yang kau sukai? Apa kita harus merayakannya? .,"kata jongin.
"Tapi kenapa harus aneh sepertinya,"chanyeol menutup mata dengan lengannya.
"Memangnya dia aneh kenapa?
"Kau belum tau saja dia itu sangat aneh, tapi dia manis dan terlalu cantik untuk namja.
"Majulah chan, jangan menyerah, kau harus tau juga kekurangannya.
"Itu konyol jongin.
Drttt drttt...click
"Yeoboseyo?
"Oke...tungu saja nanti.
Click...
"Siapa yang menelphone mu?
"Yoora saem, ibuku.
"Bagaimana hubungan kalian? Bukankah kau sempat tak berbicara dengannya?
"Entahlah,aku tidak peduli.
Vamos cafe.
Chanyeol menemui ibunya di cafe vamos.
"Kau keliatan lain...apa kau ada masalah?,"tanya nyonya park
"Eomma tidak perlu tau, bilang saja apa mau eomma menyuruhku kesini.
"Dulu kita sering ke pantai, apa sekarang kau ada waktu luang?
"Eomma pergi saja sendiri, aku pergi.,"chanyeol berdiri
"Chanyeol-ah...eomma hanya bercanda.
"Eomma mau bilang, apa kau ingin ikut di band yang eomma bentuk, kami mencari orang yang bisa mengajari kami.
"Untuk apa aku bergabung?
"Kamu kan pandai bermain alat musik, coba saja, tidak ada salahnya kan.
"Aku tidak mau.
"Kenapa?
"Tidak mau saja.
"Setidaknya beri alasan kuat.
"Alasan terbesarnya karna eomma yang memintaku.
"Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini chanyeol, eomma sudah minta maaf padamu jangan bertingkah seperti bayi lagi.
"Kurasa otakku berhenti berkembang saat eomma meninggalkanku, dua tahun aku tinggal di tempat itu, dan itu tidak mudah untuk dilupakan.
"Maafkan eomma,eomma menyesal chanyeol-ah.
"Omong kosong,"chanyeol berdiri," sudahlah lebih baik eomma cari orang lain untuk band itu. Aku pergi.
Chanyeol menghentikan langkahnya, dia masih di cafe vamos dan tanpa sengaja dia mendengar seseorang yang menyanyi dengan piano. Chanyeol mencari asal suara itu sampai iya menemukan seorang namja mungil di dalam ruangan musik dan sedang bernyanyi dan sesekali menekan piano di tangannya.
-"bukankah itu siswa aneh, kenapa suaranya sangat indah, "batin chanyeol.
TBC
maafkan untuk keterlambatan update...yaampun aku lupa kalau aku punya tanggungan ff ini...
semoga kalian ga marah huhu
oh ya...ada yg mau follow igku yg khusus ff? follow ya @veewuxi_
