Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.
Warning : beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language
-------Chapter 3-------
The Most Insane Day Ever
Pagi itu adalah sebuah pagi yang sangat berbeda bagi Yugi. dalam sejarah hidupnya, Ia tak pernah merasakan rasa malas saat bangun pagi. Kali ini kepalanya benar-benar terasa sakit. Sang mahasiswa muda itu hanya bisa menggeram saat alarm jamnya berbunyi dengan nyaringnya. Dengan berat hati, ia terpaksa harus membuka matanya.
"mmm.....Kepalaku berat sekali....." Yugi mulai bangun dan memegangi kepalanya yang terasa sakit itu. ia lalu mulai bangkit dari tempat tidur dan mulai berjalan menuju ke depan cermin yang tertempel di dinding. Kini di cermin terlihat refleksi wajah Yugi yang terlihat sangat lelah. Bahkan dibagian bawah matanya mulai terlihat berwarna hitam karena kekurangan tidur. Jelas saja mengingat tetangga sebelahnya itu terus-terusan berpesta sound system hingga jam 3 pagi.
"bagus, sekarang aku berubah menjadi zombie.....kerja bagus bajingan!! Lihat saja, akan kubalas kau nanti" dengan perasaan jengkel, Yugi mulai berjalan memasuki toilet di sudut kamarnya dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
Beberapa saat kemudian setelah Yugi selesai mempersiapkan diri, ia lalu mulai kembali menata bukunya ke dalam tas. Kepalanya masih terasa pening. Tapi hal itu tak akan menyurutkan semangatnya untuk tetap pergi kuliah.
"aku tak akan kalah hanya karena sakit kepala!! Aku akan terus berjuang demi orang tuaku dan kakek!! Halangan seperti ini masih tidak ada apa-apanya!!" dengan tekad yang kuat Yugi mulai berjalan keluar dan mulai mengunci kamarnya.
"sial!! Sudah hampir jam tujuh!! Aku harus cepat!!" Yugi memutuskan untuk mulai berlari tapi sayangnya saat ia melangkahkan kakinya sebanyak lima langkah, sebuah kejutan datang menghampirinya.
!!!!!
"OUCH!!!" sebuah tabrakan yang cukup keras membuat Yugi terpental ke bawah. Beberapa buku yang ia bawa mulai berceceran di lantai. Yugi mulai memegangi kepalanya yang semakin sakit karena tabrakan instant itu.
"maaf....apa kau tidak apa-apa?" suara lembut itu membuat Yugi langsung mendongak ke arah seseorang yang menabraknya. Di hadapannya terlihat seorang pria berambut putih yang juga terjatuh di lantai. Yugi langsung terbelalak melihat pria itu.
"ka...kau kan temannya si punk bajingan itu kan?!!" sahut Yugi histeris sambil menunjuk ke arah pria itu. pria itu mulai mengernyutkan dahinya.
"punk bajingan?" pria itu terlihat bingung. Di sisi lain Yugi terlihat semakin marah.
"kau jangan pura-pura jadi orang lain!! Kemarin kau kan yang berpesta sound system bersama dengan orang gila pemilik kamar ini!! Iya kan!!!" geram Yugi sambil menunjuk ke depan pintu kamar Yami. pria itu mulai memasang wajah bingung.
"a...apa maksudmu? A...aku tidak berpesta sound....." belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, dengan cepat Yugi langsung memotong.
"dengar ya!! gara-gara pesta gila-gilaan kalian, aku tidak bisa belajar dan aku tidak bisa tidur!!!"
"huh?" Yugi mulai emosi dan langsung menarik kerah baju pria itu. ia mulai mengguncangkan tubuh pria di hadapannya. Pria itu lebih tinggi daripada Yugi tapi sepertinya dengan kekuatan kemarahan, Yugi bisa mencengkram orang itu.
"kau tahu? Saat ini kepalaku sakit sekali itu karena aku hanya tidur selama 2 jam saja Dan bahkan aku tidak bisa belajar sama sekali!! Sekarang ini aku sudah hampir telat dan lalu kau masih sempat-sempatnya menabrakku!! Apa kau belum cukup menyiksaku hah!! Dasar kalian punk brengsek!!!" Yugi mulai memukul dada pria itu. pria itu mencoba untuk menghentikan Yugi.
"Hei!! Tu....tunggu dulu!! Se...sepertinya ada kesalah pahaman disini"
"kesalah pahaman apanya!!? Semua sudah jelas dasar punk baka!! Kalian semua sampah!!!" saat Yugi hendak memukul pria itu, sebuah kejutan dari arah pintu kamar Yami mulai datang.
BBRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!!!!!
"OOOOUUUUUCCHHH!!!"
Pintu kamar milik Yami tiba-tiba terbuka dan membuat Yugi terdorong ke depan dan menimpa pria yang ia cengkram. Dalam gerakan lambat ala the matrix, Yugi akhirnya jatuh menindih tubuh pria yang masih disangkanya adalah Bakura. Hal itu membuat mereka berdua berada dalam posisi yang bisa membuat orang salah paham jika melihatnya.
"wah....wah!!! lihat apa yang kudapat.....sebuah pemandangan mesra tepat terjadi di depan kamarku. Hei!! Kalian berdua!! jika mau pacaran jangan di depan kamarku cari saja kamar kosong sana!!" ejekan dengan suara baritone itu membuat wajah Yugi memerah dan marah. Ia langsung menoleh ke arah tetangganya.
"kami berdua tidak pacaran brengsek!!!" bentak Yugi marah. Yami mulai bersandar di depan pintu dan mulai melipat tangannya.
"oh ya? Benarkah itu culun?" mendengar nickname memuakkan itu keluar dari mulut musuh bebuyutannya membuat Yugi semakin naik darah. Saat Yugi hendak membentak Yami tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam kamar Yami.
"SHIT!!! ADA APA INI!!? PAGI-PAGI SUDAH BERISIK!!! KALIAN SEMUA SEPERTI LALAT!!!" suara yang terdengar sangat kasar itu membuat Yugi mematung. Tak lama kemudian Bakura mulai keluar dari dalam kamar Yami. Yugi hanya bisa menganga dan melotot melihat Bakura.
"Sebaiknya kalian semua segera memberiku sebuah alasan yang cukup penting karena telah membuat kegaduhan murahan seperti ini!! Kalau tidak, akan kubunuh kalian semua karena telah menganggu tidurku dengan ocehan sampah kalian!!!" Bakura benar-benar sangat emosi. Hal itu membuat Yami mulai memutar bola matanya ke atas dan mengeluh.
"tenanglah sedikit Bakura.....kau seperti orang kesetanan di pagi buta begini.....kalau kerjaanmu hanya marah-marah terus, kau akan cepat tua dan rambutmu yang sudah putih itu akan menjadi bertambah putih...."
"SHUT THE FUCK UP YAMI!!!" setelah mendengar kata-kata kreatif itu Yugi sudah dapat memastikan bahwa seseorang di sebelah Yami itu adalah Bakura yang asli.
'la...lalu jika dia yang asli lalu orang yang kutindih ini siapa?' Yugi mulai pucat dan perlahan-lahan mulai kembali menatap kembaran Bakura yang masih berada dibawahnya. Raut wajah pria itu terlihat memerah saat jaraknya dengan Yugi hanya beberapa inci saja. Ia mulai tertawa kecil.
"hehe....ma...maaf bi...bisakah kau berhenti menindihku? A...aku ti...tidak bisa ber....bernafas....." mendengar itu wajah Yugi langsung memerah seperti tomat. Ia benar-benar malu dengan apa yang terjadi.
"ya tuhan!! Ma...maaf!! maafkan aku!!" Yugi mulai bangkit dan mulai membantu pria yang ditindihnya itu untuk bangun. Hal itu membuat Yami tertawa.
"hahahahaha!!! Kau benar-benar terlihat berantakan culun...."
"Di...diam kau!!!" Yugi benar-benar memerah. Rasa malu dan emosi mulai bercampur menjadi satu. Yugi lalu mulai menatap ke arah pria itu.
"maafkan aku!! A..apa kau tidak apa-apa?" Yugi terlihat cemas. Ia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
"aku tidak apa-apa, jangan khawatir....." Pria itu mulai melayangkan senyum pada Yugi. Yugi mulai lega akan hal itu.
"maafkan aku kupikir kau adalah teman si brengsek ini!!!" geram Yugi sambil menunjuk ke arah Bakura dan Yami. Bakura dan Yami hanya tertawa sinis dengan itu.
"hahaha!!! Makanya lihat-lihat dulu siapa orang yang ada dihadapanmu culun.....jangan asal nuduh saja, makanya tuh kacamata di pakai biar matamu bisa melihat dengan jelas dasar rabun!!! hahahahahaha!!" ejekan dari Yami semakin membuat Yugi bertambah emosi. Dan kini ia semakin panas saat mendengar istilah culun yang berkali-kali diucapkan oleh tetangganya.
"awas kalian nanti!!! Akan kubalas perbuatan kalian!! Akan kubuat kalian menyesal!!!" Bakura dan Yami semakin tertawa mendengar ancaman Yugi.
"ya....ya....terserahlah culun. Aku ngantuk mendengar ceramah lalalalalamu itu........" ejek Bakura sambil berjalan meninggalkan Yugi menuju ke kamarnya. Yugi hanya bisa menggeram dan mengepalkan tangannya. Hal itu membuat Yami tersenyum sinis. Ia lalu mulai mendekati Yugi dan mulai mencengkram wajahnya. Yugi mulai terkejut saat Yami mulai berbisik di telinganya.
"jika Bakura tidak peduli dengan pembalasanmu maka Aku akan dengan senang hati menunggu pembalasanmu culun...hehehehe......" Yugi benar-benar emosi dan langsung menyentak cengkraman tangan Yami.
"singkirkan tangan kotormu dari wajahku!!! Dasar kau bajingan menjijikkan!!!" geram Yugi. Yami hanya tersenyum sinis melihat Yugi. ia lalu memasukkan ke dua tangannya ke dalam saku celananya.
"heh!! Sampai ketemu lagi culun.....aku harap kau masih mau menikmati sound systemku.....request lagu malam nanti adalah lagu dari Buckcherry yang berjudul Crazy bitch. Jangan sampai terlewatkan ya.....hahahaha!!" dengan itu Yami berjalan meninggalkan Yugi. Yugi hanya bisa menatap tajam ke arah tetangganya itu.
"dasar bedebah!!" geram Yugi. ia lalu langsung menoleh ke arah pria yang ia tabrak tadi. Pria berambut putih yang mirip sekali dengan Bakura itu terlihat mulai mengambili beberapa buku dan arsip milik Yugi yang berserahkan di lantai.
"ini milikmu kan?" sahut pria itu sambil menyodorkan beberapa buku pada Yugi. Yugi lalu mulai menerimanya.
"iya itu milikku. Terima kasih. Maafkan aku atas kejadian tadi. Aku kira kau teman si punk itu. maafkan aku ya!! Gomen!!" Yugi mulai membungkuk berkali-kali seraya meminta maaf. Pria itu hanya tersenyum lembut.
"tak apa-apa. Memang banyak yang mengira kalau aku adalah Bakura. Padahal sebenarnya bukan. Hehe....aku tak pernah melihatmu sebelumnya. Apa kau penghuni baru disini?" tanya pria itu.
"ah iya, aku baru saja pindah kemarin. Perkenalkan namaku Mutou Yugi" Yugi mulai memperkenalkan dirinya. Sesaat kemudian pria itu terlihat mematung saat mendengar perkataan Yugi.
"Yu...gi" tatapan pria itu terlihat menerawang dalam sesaat. Yugi mulai mengernyutkan dahinya saat melihat ekspresi kosong pria itu.
"uh ma...maaf, apa kau tidak apa-apa?" perkataan Yugi langsung membuyarkan lamunan pria itu. ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ah aku tidak apa-apa. Aku Ryou. Senang bisa berkenalan denganmu Yugi kun" Yugi mulai tersenyum.
"aku juga senang bisa berkenalan denganmu Ryou kun" Yugi mulai tersenyum dan lalu mulai melihat arlojinya.
"wah gawat!! Aku terlambat!! Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu ya Ryou kun. Aku harus berangkat kuliah!! Mungkin kapan-kapan kita bisa ngobrol di lain waktu, sampai ketemu lagi Ryou kun!!" Yugi mulai berlari sambil melambaikan tangannya ke arah Ryou. Ryou hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan Yugi.
"sampai jumpa Yugi kun" ujar Ryou. Ia lalu langsung berbalik dan diam sejenak.
'Mutou.....Yugi? apakah dia adalah orang yang selama ini aku cari-cari? Akan kuselidiki lebih dalam lagi.....' pikir Ryou sambil berjalan keluar lorong.
Yugi terus berlari dengan kencang. Ia tak peduli dengan apa saja yang ada di hadapannya karena hanya ada satu hal penting yang ada dipikirannya saat ini yakni 'jangan sampai ia terlambat'
"aku mahasiswa teladan!!! Aku tak boleh terlambat satu kali pun!! Aku tak boleh terlambat!!! Tidak boleh!!!" Yugi terus berlari dan berlari sampai ia tak menyadari ada seseorang yang berjalan tepat ke arah Yugi.
"lalalalala!!! Pagi yang cerah untuk secangkir teh!!!! LalalaLAAAHHHH!!!! LAAALLLAAAAAAAHHHHHHH!!!!!" suara nyanyian super dramatis itu ternyata berasal dari Pegasus. Ia terlihat bernyanyi sambil membawa nampan dengan beberapa cangkir teh panas di atasnya. Ia mulai berjalan melenggak-lenggok sambil terus bernyanyi dengan perasaan bahagia. Tak lama kemudian ia melihat Yugi berlari dari kejahuan menuju ke arahnya. Entah mengapa tanpa alasan yang jelas, Pegasus tiba-tiba menjadi terharu.
"oh ya tuhan!! Doaku terkabul!! Akhirnya Yugi Boy tergila-gila padaku dan sekarang ia berlari menuju ke arahku!! Ia pasti sangat merindukanku dan menginginkan pelukan hangatku!! Oohh!!! Yugi Boy!!! I'm coming dear!!!" dengan gerakan slow motion, Pegasus mulai membentangkan tangannya lebar-lebar untuk menyambut kedatangan Yugi. salah satu tangannya masih memegang nampan teh. Yugi yang tidak mengetahui bahwa di hadapannya ada Pegasus masih terlihat berlari dengan kecepatan penuh.
"Tak boleh terlambat!!! Tak boleh terlambat!!! Tak boleh terlambat!!!" kata itu terus keluar dari mulut Yugi. saat Yugi tak kunjung menghentikan langkahnya, Pegasus mulai panik.
"tu....tunggu!! se....sepertinya ada yang salah!! Tu....tunggu dulu Yugi boy!!! Yu....Yugi Boy!!!"
"Tak boleh terlambat!!! Tak boleh terlambat!!! Tak boleh terlam......"
BBRRUUUUUUUAAAAAAAAAKKKKKKK!!!!!!!
"AAAOOOWWWW!!!!" dalam gerakan lambat Yugi berhasil menorobos Pegasus dan terus berlari kedepan akibatnya, Pegasus berputar-putar dan nampannya mulai melayang ke atas. Pegasus hanya bisa menganga melihat nampannya melayang tinggi dan terus melayang menuju ke arah....
TTRAAAAAAAAANNGGGG!!!!! CEEPPPLLLAAAAAASSSS!!!!
"Oh tidak!! Mati aku....." Pegasus mulai pucat saat nampan yang penuh dengan beberapa cangkir teh itu mendarat tepat di atas.....
"LAPTOPKU!!!!" Kaiba terkejut saat kini Laptop kesayangannya yang ia letakkan di depan bangku kamarnya kini telah digenangi oleh tsunami teh panas milik Pegasus. Asap mulai keluar dari laptopnya. Sepertinya laptopnya langsung mengalami konslet.
"APA MAKSUD DARI SEMUA INI PEGASUS!!!!" Kaiba benar-benar sangat marah dan emosi. Ia mulai menatap tajam ke arah Pegasus dan mulai mengepalkan tangannya. Pegasus mulai tertawa kecil menyembunyikan rasa takutnya.
"uhh...a...aku membawakanmu.....secangkir teh.....Kaiba boy.....ta...tapi sepertinya ada sedikit kesalahan.....uhh aku akan pergi dari sini....." Pegasus mulai berlari kabur meninggalkan Kaiba. Kaiba benar-benar sangat marah. Marah besar.
"GGGRRRRR!!!!! AKAN KUHANCURKAN TEMPAT KOS JELEKMU INI PEGASUS!!!! JANGAN KABUR KAU DASAR BANCI!!!! AKAN KUBAKAR KAU HIDUP-HIDUP BASTARD!!!!" geram Kaiba sambil berlari mengejar Pegasus.
Yugi masih terus berlari sampai pada akhirnya ia hampir mencapai ruang depan. Ia masih tidak sadar bahwa tadi ia telah menabrak sang pemilik kos.
"hahahahaha!!! Tidak ada halangan sedikitpun!! Tinggal beberapa jengkal lagi, aku akan bisa keluar dari sini dan langsung melesat menuju kampus!!! Ayo Yugi!! semangat!!! Semangat!!! Semangat!!!!" masih belum disadari oleh Yugi, dari arah kiri, ada seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke arah Yugi.
"uuhh.....aku lelah sekali!! Malik sayang ternyata memecahkan rekor baru kemarin malam. Aku tak menyangka ia bisa kuat sampai ronde 39!! sepertinya aku harus meminum jamu penambah stamina" gumam Marik sambil menggaruk-garuk kepalanya dan berjalan perlahan-lahan. Tak lama kemudian dari kejahuan ia melihat ada seseorang yang berlari ke arahnya.
"siapa itu? apa itu Yami?" gumam Marik sambil mengernyutkan dahinya melihat seseorang berambut jabrik yang berlari dengan kecepatan penuh menuju ke arahnya. Yugi terus berlari dan berlari sampai akhirnya ia menatap ke depan. Ia langsung terkejut saat Marik tepat berada di hadapannya. Saat Yugi hendak menghentikan langkahnya, ia terlambat dan langsung menghantam Marik.
BBRRRUUUUAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!
"OUCH!!!" Yugi dan Marik terpental ke lantai secara bersamaan. Marik mulai memegangi kepalanya dan marah.
"HEI!!! APA MASALAHMU?!!" geram Marik emosi. Yugi mencoba bangkit dan meminta maaf.
"maafkan aku!!! Aku tidak sengaja....." Yugi langsung shock saat ia melihat Marik dan hal yang tak terduga pun terjadi.
"AAAAAAAAAHHHHH!!!!!" Yugi berteriak dan langsung berlari keluar sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Marik yang masih terjatuh di lantai hanya bisa melongo melihat reaksi Yugi.
"ke....kenapa dia?" Marik benar-benar bingung dan mulai bangkit. Ia lalu memutuskan kembali ke dalam kamar. saat Malik melihat Marik memasuki kamar, insident Yugi terulang kembali.
"AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH!!!!!" teriakan Malik dua kali lipat lebih memekakkan telinga Marik daripada teriakan Yugi tadi. Marik hanya bisa pasrah dan menutup telinganya.
"anak yang menabrakku tadi berteriak melihatku sekarang kau juga berteriak melihatku sebenarnya ada apa ini Malik sayang? Apa wajahku terlalu tampan?" Malik hanya bisa berwajah aneh mendengar perkataan kekasihnya itu.
"DASAR BODOH!!! APA KAU TIDAK TAHU HAH?!!" bentak Malik marah. Marik semakin bertambah bingung.
"tidak tahu apanya?"
"LIHATLAH KE BAWAH!!!"
"Huh?" Marik langsung melihat ke bawah dan akhirnya ia tahu penyebab mengapa semua orang yang melihatnya akan menjadi berteriak.
"AAAAAAAAAAAAHHHHH!!!!! AKU LUPA MEMAKAI CELANA!!!!!" dengan cepat Marik langsung berlari masuk ke dalam toilet untuk memakai celananya yang masih tertinggal di dalam sana. Malik hanya bisa bersweatdrop dengan tingkah konyol kekasihnya itu.
"dasar idiot......"
-------Universitas Domino-------
Hari ini adalah sebuah rekor baru dalam sejarah universitas Domino bahwa salah satu mahasiswa mereka yakni Mutou Yugi ternyata datang terlambat, tak bisa berkosentrasi dengan materi yang di berikan Dosen dan tertidur di kelas saat jam istirahat. Jou, Anzu dan Honda hanya bisa berspekulasi tanpa kebenaran yang jelas.
"aku yakin teman-teman, pasti tempat kos baru Yugi sangat mengerikan!!!" sahut Jou dengan nada yang mendramatisir.
"kenapa kau bisa yakin bahwa hari ini Yugi menjadi aneh karena kos-kosan barunya?" tanya Anzu.
"jelas saja!! Yugi tak pernah sekalipun datang terlambat, ia juga tak pernah kesulitan dalam menyerap materi dan setahuku sampai kiamat pun, Yugi tak akan pernah tidur di lingkungan kampus. tapi sekarang apa? Semenjak kemarin Yugi pindah ke tempat kos barunya, ia berubah menjadi seperti ini!!! Sepertinya tempat kosnya benar-benar buruk teman-teman!!" Honda dan Anzu langsung terdiam sejenak. Yang dikatakan Jou ada benarnya.
"jika memang begitu, aku jadi semakin penasaran sebenarnya semengerikan apa kos-kosan baru Yugi" ujar Honda.
"bagaimana kalau sepulang dari kampus nanti kita ke tempat kos Yugi?" usul Anzu. Jou langsung bersemangat.
"ide yang bagus Anzu!!!"
"sepertinya itu bukan ide yang bagus teman-teman....." Jou dan yang lainnya langsung menoleh ke arah sumber suara yang terdengar sangat lemah itu.
"Yugi?"
Yugi mulai berjalan perlahan-lahan dan lalu duduk di sebelah Anzu. Wajahnya terlihat lemas dan lelah. Garis mata Yugi terlihat hitam karena kekurangan tidur. Jou dan yang lainnya langsung kasihan melihat Yugi.
"apa kau baik-baik saja Yugi?" Anzu terlihat sangat khawatir dengan keadaan kawan kecilnya itu.
"setelah pindah ke tempat kos baru itu dan disambut oleh orang-orang yang aneh, dipaksa untuk mendengarkan sebuah sound system hingga jam 3 pagi, tidak bisa belajar sama sekali, tidur hanya 2 jam saja dan lalu mengalami tabrakan beruntun saat akan ke kampus. Sepertinya aku jauh dari kata baik-baik saja teman-teman" Jou dan yang lainnya hanya bisa melongo mendengar pernyataan Yugi. Dalam beberapa saat mereka semua hanya bisa tergagap-gagap karena bingung harus berkomentar apa. Lalu Jou mulai memecah keheningan dan bertanya pada Yugi.
"apa tempat kos barumu itu sungguh separah itu Yug?"
"tempat itu bukan tempat kos Jou. Tempat itu Neraka!!! Lama-lama aku bisa gila Jou!!! Tempat itu mengerikan!!" Yugi benar-benar histeris dan terguncang. Jou dan yang lainnya mencoba menenangkan Yugi.
"te....tenangkan dirimu Yug!! Teman-teman, sepertinya sepulang dari kampus nanti kita harus ke tempat kos Yugi" ujar Jou yang sudah yakin dengan keputusannya itu. Anzu dan Honda mulai mengangguk setuju. Yugi benar-benar terkejut dengan keputusan kawan-kawannya itu.
"sepertinya ini ide yang buruk teman-teman!! Apa kalian yakin untuk melakukan ini?"
"kami yakin Yug!! Separah apapun tempat itu, kami akan tetap kesana dan membantu menyelesaikan masalahmu" sahut Jou yakin sambil mengacungkan ibu jarinya ke arah Yugi. Yugi hanya bisa pasrah dengan hal itu.
"baiklah sepulang nanti, kita akan pergi ke tempat kosku. Sebaiknya kalian mempersiapkan mental kalian karena jika kalian lemah, kalian bisa saja terkena serangan jantung" semua langsung sweatdrop mendengar perkataan Yugi.
"o...oke, baiklah Yug....."
-------Wisma Sennen-------
"WHAT THE HELL!!! A...APA-APAAN INI?!!" kedua bola mata Jou langsung melebar sebesar bola golf saat kedua matanya di suguhi berbagai macam lukisan dan poster binaragawan kebanggaan Pegasus. Honda dan Anzu juga menunjukkan sebuah respon yang tidak berbeda dari Jou. Mereka hanya bisa menganga melihat itu. Yugi tidak terkejut dengan reaksi teman-temannya itu.
"jangan heran. ini adalah bentuk dari obsesi pemilik kos" ujar Yugi singkat.
"obsesi? Obsesi dalam hal 'binaragawan'?" Anzu hanya bisa berekspresi aneh dengan hal itu. Ia masih tidak percaya ada orang yang terobsesi dengan hal-hal seperti itu.
"oh ada tamu rupanya. siapa ini Yugi boy?" Yugi dan yang lainnya langsung menoleh ke arah Pegasus yang tiba-tiba muncul dari ruang tengah. Jou dan yang lainnya hanya bisa menganga melihat Pegasus.
"oh selamat siang Pegasus san, aku mengajak teman-temanku untuk main ke tempatku. Perkenalkan dia Jounouchi, Anzu dan Honda. Teman-teman perkenalkan ini tuan Pegasus pemilik kos disini" mendengar pernyataan dari Yugi langsung membuat Jou dan yang lainnya menjadi terbelalak. Mereka hanya bisa menganga dan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"pe....pemilik kos?" Pegasus hanya bisa tertawa melihat ekspresi aneh yang tergambar di wajah Jou dan yang lainnya. Jou lalu memaksakan diri untuk mengatakan sesuatu pada Pegasus.
"se....senang bertemu denganmu....Pe...Pegasus san" Pegasus hanya tersenyum mendengar perkataan Jou yang terlihat di paksakan itu.
"sama-sama Joey Boy...." Jou hanya bisa bersweatdrop dengan nickname barunya. Ia langsung menoleh ke arah Yugi. Yugi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
'para sahabat Yugi boy ini terlihat manis-manis dan imut. Apalagi si rambut pirang bernama Jounouchi boy ini. Fuhuhuhu.....tapi Yugi boy masih jauh lebih imut dan hatiku hanya milik Yugi boy seorang' pikir Pegasus.
"ajak mereka semua masuk Yugi boy, aku tidak keberatan. Kau bebas melakukan apa saja disini....." Yugi langsung mengangguk mendengar perkataan Pegasus.
"terima kasih Pegasus san. Ayo teman-teman kita masuk" Yugi langsung menggeret Jou dan Honda untuk masuk ke dalam lorong. Dari belakang Anzu juga membantu mendorong. Mereka hanya ingin cepat-cepat menjauh dari tatapan Pegasus yang sudah memasuki tahapan 'om-om hidung belang'.
Akhirnya setelah mereka memasuki lorong. Jou dan yang lainnya mulai bernafas lega.
"dia benar-benar mengerikan Yug. Aku salut padamu karena kau bisa kuat menghadapi orang macam dia"
"entahlah Jou untuk sementara aku masih bisa kuat menghadapinya. Tapi aku tak tahu kedepannya nanti" keluh Yugi. Mereka lalu mulai berjalan menyelusuri lorong dan seperti yang Yugi prediksi. Teman-teman pasti akan kembali terkejut dengan keadaan lorong.
"HOLY MOTHER OF RA!!!" kali ini giliran Honda yang hampir terkena serangan jantung saat ia melihat seni gravity yang tergambar di dinding lorong. Anzu hanya bisa melotot saat kedua matanya disuguhi kata-kata yang begitu kreatif yang tak pernah ia dengar sebelumnya. Jou yang berjalan paling depan langsung menoleh ke arah Yugi. Yugi hanya bisa memejamkan matanya dan berkata dengan singkat.
"hak kebebasan tiap penghuni. Seni gravity, coretan kreatif, tempel menempel kotoran hidung semua bebas disini"
"oh..." Jou hanya bisa merespon seperti itu sambil sweatdrop. Kini ia mulai percaya pada Yugi bahwa tempat kos ini benar-benar buruk. Disaat yang sama, terlihat seseorang berjalan perlahan-lahan melewati lorong.
"KAU DIMANA SEKARANG ISONO!!?? PIHAK KEDUA SUDAH MENAGIH PASOKAN YANG MEREKA MINTA!!! CEPAT SEGERA KEMARI BERSAMA DENGAN PASOKAN YANG AKAN DIKIRIM!!!" Kaiba terlihat emosi sambil terus berjalan melewati lorong. Ia terlalu fokus dengan ponselnya dan tak menyadari sebuah kejutan di hadapannya.
"AKU TAK PEDULI ISONO!!!! CEPAT KAU SEGERA MUNCUL DI HADAPANKU SEKARANG!!!! ISONO!!!! ISSOONNNNNNOOOOO!!!!!! ISOOO......"
BRRUUUUAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!!
"AARRGGHH!!!" tanpa di duga Jou dan Kaiba saling menghantam satu sama lain. Karena kuatnya tubuh Kaiba membuat Jou yang terpental di lantai. Kaiba mulai menatap tajam ke arah Jou.
"apa ini? Aku ingin Isono segera menghadapku tapi kenapa malah anjing kampung ini yang ada dihadapanku!!!" ucapan dingin Kaiba membuat Jou langsung emosi.
"Hei!!! Jaga bicaramu tuan!! Kau sudah menabrakku dan apa yang kudapatkan? Sebuah nickname 'Anjing Kampung'? apa-apaan ini?" Jou benar-benar emosi. Yugi dan yang lainnya langsung membantu Jou berdiri.
"Huh!! Kau yang tidak memakai kedua matamu saat berjalan Mutt!!! Dan aku menyebutmu dengan sebutan anjing kampung atau apapun itu terserah aku!! Aku bebas melakukan apa saja disini!!! Orang rendahan macam dirimu sebaiknya jangan berani melawanku Bonkotsu!!!" Jou benar-benar semakin emosi dengan perkataan Kaiba. Kalau saja saat ini Honda tidak menahannya, ia pasti sudah memberikan sebuah pukulan ke wajah Kaiba.
"AKU TAK TAKUT DENGANMU JAMUR!!!! KAU JANGAN CARI GARA-GARA DENGANKU BRENGSEK!!! SEBAIKNYA KAU SEGERA MINTA MAAF DAN SEGERA PERGI DARI SINI SEBELUM WAJAH JELEKMU ITU KUBUAT BABAK BELUR!!!!" geram Jou sambil mencoba lepas dari cengkraman Honda.
"Hah!!! Minta maaf? Leluconmu itu tidak lucu mutt!!! Lebih baik Aku kehilangan setengah dari harta kekayaanku daripada aku harus menyembah dan meminta maaf pada orang idiot sepertimu!!!" bentak Kaiba. Jou semakin emosi.
"APA MAKSUDMU DENGAN IDIOT!!! AKU TIDAK IDIOT!!! KAU YANG IDIOT BAKA!!!!" geram Jou. Yugi langsung berusaha menenangkan kawan berambut pirangnya itu.
"su...sudah tenanglah Jou"
"tapi Yug!!! Dia yang salah!!!"
"hah!! Aku tak menyangka kau memiliki teman seidiot dia Mutou Yugi" ejek Kaiba seraya menatap sinis ke arah Jou. Yugi langsung berjalan ke hadapan Kaiba dan lalu membungkuk.
"maafkan aku atas semua kekacauan ini Kaiba kun" Jou langsung terbelalak saat Yugi meminta maaf pada Kaiba.
"kenapa kau yang minta maaf Yug!!! Harusnya dia yang minta maaf!! Bukan kau!!" Anzu langsung menepuk bahu Jou.
"sudahlah Jou, jangan membuat masalah. Kasihan Yugi. Lebih baik kita berdamai dan membentuk sebuah ikatan persahabatan yang kuat antara satu sama lain!!" Friendship speeches milik Anzu mulai kambuh lagi. Jou dan Honda hanya bisa sweatdrop mendengar hal itu.
"baiklah kumaklumi hal itu Yugi tapi sebaiknya kau kendalikan tingkah anjing liar yang satu itu. Aku sudah muak dengan kekacauan di kos-kosan ini. Aku tak ingin ada tambahan kekacauan lagi" dengan itu Kaiba langsung berjalan pergi meninggalkan Yugi dan yang lainnya. Jou hanya bisa menggeram dan mengepalkan tangannya.
"kurang ajar!!! Aku sudah dianggap anjing liar olehnya?!! Benar-benar kurang ajar!!! Gggrrrrrr!!!!!"
"sudahlah tenangkan dirimu Jou......kumohon. aku sudah lelah dengan semua kekacauan disini" pinta Yugi. Jou hanya bisa pasrah dengan hal itu. Ia tak ingin menambah beban sahabatnya itu.
"iya, maafkan aku Yug" ujar Jou sambil menunduk.
"baiklah, ayo tunjukkan mana kamarmu Yugi?" sahut Anzu. Yugi mengangguk dan mulai mengantar Jou dan yang lainnya menuju ke kamarnya. Tapi belum sampai beberapa jengkal tiba-tiba interupsi baru datang menghampiri.
BBAAAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!!!! KKRRAAAAAATTTTTTTAAAAAKKKKKK!!!!!
Sebuah dentuman yang sangat nyaring yang berasal dari atas atap membuat Yugi dan yang lainnya langsung melonjak kaget. Sangking kagetnya Jou dan Honda langsung jongkok dan menunduk ketakutan.
"To...tolong!!! dunia sudah kiamat!!! Dunia sudah kiamat!!!" Anzu langsung sweatdrop mendengar perkataan Jou.
"dasar kalian berdua pengecut!!! Dunia belum kiamat baka!!!" geram Anzu sambil menjewer kedua telinga sahabatnya itu agar mereka berdua mau berdiri. Yugi mulai mengernyutkan dahi.
"sebenarnya apa yang baru saja terjadi?"
"TUAN KAIBA!!!"
Yugi dan yang lainnya langsung menoleh ke belakang. Disana terlihat seseorang pria memakai jas berwarna hitam bagaikan seorang bodyguard berlari menghadap Kaiba.
"apa yang sebenarnya terjadi Isono?" tanya Kaiba serius.
"uh, pasokan barang yang tuan minta saat ini sudah kami bawa tuan Kaiba tapi....."
"tapi kenapa Isono?"
"terjadi kesalahan dalam pengiriman tuan Kaiba. helikopter khusus yang digunakan sebagai pengantar barang pasokan saat ini......." Kaiba mulai mengernyutkan dahinya.
"ya?"
"uh....saat ini sedang tersangkut di atas atap kos-kosan ini tuan Kaiba"
"APA?!!" mendengar hal itu membuat Kaiba sangat terkejut. Bahkan Yugi dan yang lainnya juga ikut terbelalak dan menganga mendengar hal itu. Tak berapa lama kemudian dengan gaya slow motion seseorang terlihat menghampiri Kaiba.
"apa yang kau lakukan dengan kos-kosanku Kaiba boy!! Kau sudah merusak atapku!!! Bahkan helikoptermu menghantam antena parabolaku!!! Aku tak bisa melihat telenovela kesayanganku!!! Kau jahat sekali Kaiba boy......huhuhuhu!!! jahat!!! Jahat!!!" Pegasus terlihat menangis seunggukkan sambil mengguncangkan tubuh Kaiba. Kaiba terlihat risih dan mulai beradu mulut dengan Pegasus. Yugi dan yang lainnya hanya bisa melongo melihat hal itu.
"se....sebenarnya apa yang terjadi?" Yugi hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan pertanyaan Jou.
"aku juga tidak mengerti Jou tapi yang jelas inilah nerakaku sekarang......."
Tak lama kemudian sebuah interupsi terakhir lagi-lagi muncul di tengah-tengah situasi tidak jelas itu.
//HEY!!! YOU'RE A CRAZY BITCH!!! BUT YOU FUCK SO GOOD, I'M ON TOF OF IT!!! WHEN I DREAM, I'M DOING YOU ALL NIGHT SCRATCHES ALL DOWN MY BACK TO KEEP ME RIGHT ON!!! GET THE VIDEO!!! FUCK YOU SO GOOD!!! GET THE VIDEO!!! FUCK YOU SO GOOD!!!! CRAZY BITCH!!!! CRAZY BITCH!!!! CRAZY BITCH!!!! CRAZY BIIIIIITTTCCHHH!!!//
Sebuah lyric lagu yang terdengar sangat nyaring dari dalam kamar tetangga Yugi itu membuat Anzu shock berat. Honda dan Jou juga hanya bisa menganga dan terbelalak untuk yang kesekian kalinya. Yugi lalu berbalik ke arah Jou dan yang lainnya dan berkata dengan tenang.
"haha!! Aku sampai lupa. satu lagi kekacauan yang ingin kutunjukkan pada kalian. Sekarang saatnya untuk menikmati request lagu untuk pesta sound system kita malam ini yaitu lagu dari Buckcherry yang berjudul.......Crazy Bitch"
To Be Continued......
Akhirnya Jou dan yang lainnya tahu separah apa kos-kosan baru Yugi. lalu apa yang terjadi selanjutnya? Hal apa lagi yang akan menimpa Yugi dan yang lainnya? Apakah kekacauan di wisma Sennen akan semakin menjadi-jadi? Lalu Kapan jawaban mengapa Kaiba nyasar di kos-kosan akan terungkap? Tetap stay tune di fic ini.
Author : terima kasih untuk semua yang masih mau mereview dan membaca fic super gaje ini. Mohon maaf jika chapter ini jelek dan garing. Saya harap chapter ini tidak terlalu mengecewakan anda.
To shigeru chan : terima kasih banyak atas review dan dukungannya. Semoga ada keajaiban yang bisa menyelamatkan Yugi dari nerakanya ^__^
To Sora Tsubameki : terima kasih atas review dan dukungannya!! ^__^ saya harap chapter ini masih bisa memuaskan anda sora san!! ^_^
To coolkid 4869 : makasih banyak atas reviewnya coolkid san!! ^_^ disini si Jou ama Kaiba udah ketemu tapi seperti biasa, mereka harus melakukan ritual bantai membantai terlebih dahulu. Hehehehe!! Dan untuk Ryou, dia udah ketemu Yugi. Mereka emang cocok kalau berdua tapi juga jangan lupakan si punk yang satu ini. Kalau aku tidak menyertakan dia, aku bisa dikirim ke shadow realm T_T
Yami : (pout + sewot) ingat pairingnya!!! Yami Yugi X Yugi X Ryou!!! Jangan lupakan aku!!! Udah untung aku masih mau bagi Aibou dengan orang lain untuk fic ini!!! Kau dengar itu Author!!!
Author : -_-' baik yang mulia.....sekalian aja tuh si Ryou ama Yami jadi pacarnya Yugi dua-duanya. Huhahahahaha!!!
Yugi : (sweatdrop) dasar author stress.... -_-'
Author : btw, makasih atas dukungannya coolkid san. Semoga chapter ini masih bisa memuaskan anda. Saran, kritik yang membangun dan pertanyaannya saya tunggu jika memang ada. Oh ya!! Ganbatte buat YGO Essentialnya coolkid san!! Anda pasti bisa!!! ^_^
To Dika The Winged Kuriboh : makasih banyak atas review dan dukungannya kurii chan!! ^_^ untuk pertanyaan Kaiba pasti akan terjawab kenapa ia bisa nyasar di kos-kosan Pegasus jadi tetep stay tune. Oh ya tenang aja!! Yami masih belum menampakkan sisi bajingannya sepenuhnya. Di chapter depan anda pasti akan mengetahui sebejat apa seorang Yami. hehe, tetap read and review ya!! Thanks before ^_^
To ArcXora : wah anda kembali!! Makasih banyak atas review dan dukungannya!! Semoga anda suka dengan chapter ini ^__^
To Aihara Zala : makasih banyak atas review dan dukungannya!! Beri pendapat anda mengenai chapter ini ya!! Mudah-mudahan chapter ini masih bisa memuaskan anda ^_^
To Bm, Lisa dan Miroku Kazami: makasih banyak!! Review kalian semua sangat berarti untuk saya!! Thanks!! ^___^
Yugi : terima kasih banyak untuk semua yang telah mereview fic ini!! Harap kembali review lagi ya!! Saran, kritik yang sifatnya membangun dan juga pertanyaan sangat amat di terima disini ^__^
Yami : ingat!! Jangan diberi Flame ya. Lebih banyak review akan semakin menambah semangat si author dan itu berarti update akan lebih cepat
Author : baiklah sampai jumpa di chapter berikutnya ^__^
