"Hyuk-ie, maukah kau jadi pacarku?"
... Hyuk hanya terdiam karena masih mengatasi pipinya yang merah seperti kepiting rebus.
"Hyuk-ie~~ Baby~~" kata Ravi sambil memegang pipi Hyuk.
Hyuk agak terlonjak kaget. "y-y-ya Hyung? Tadi Hyung bicara apa?"
"Maukah kau jadi pacarku?" kata Ravi sembari tersenyum.
"N-n-n-ne Hyung.."
Sejak saat itu keduanya semakin lama semakin sering jalan-jalan bersama layaknya sepasang kekasih yang masih berbunga-bunga. Hidup satu atap di apartemen Hyuk layaknya sepasang suami-istri. Oh ya for your information, diam-diam Ravi telah merencanakan pernikahannya dengan Hyuk. Tentu saja Hyuk tidak tahu karena Ravi ingin memberi surprise kepada Hyuk, kekasihnya. Saat ini, mereka sedang jalan-jalan di Dongdaemun market.
"Baby~~ aku perlu ke toko kue itu sebentar. Kau tunggu disini ya~~"
"Oke Hyung~~"
10 menit kemudian..
"Hyung, kenapa kau hanya beli toples saja?" , tanya Hyuk bingung.
"Sebentar lagi kau juga mengetahuinya.." , ujar Ravi penuh misteri.
"Hyuk-ie, yuk kita ke butik itu sebentar"
"Ehhh, kenapa Hyung?"
"Aku mau lihat kau memakai baju pengantin yang putih itu karena sebentar lagi kita akan menikah."
"Whatttt?!"
"Sudahlah baby~~ ayuuhhh"
"hahh... baiklah~" = Hyuk pasrah banget
"Hai Ravi-ssi, selamat datang di toko kami. Wah, kalian pasangan yang amat sangat serasi. Baiklah, ada yang bisa kami bantu?"
"Terima kasih, Lyn-ssi. Begini, kami ini akan segera menikah. Maka dari itu, aku mau mencari baju yang pas untuk pacarku ini dan untuk diriku tentu saja."
"Oh, begitu~ Pasangan anda sangat cantik. Sebentar saya ambilkan dulu bajunya. Anda berdua bisa menunggu disini."
"Oh, terima kasih." Ujar Ravi mengakhiri pembicaraan dengan Lyn, pemilik butik tersebut.
"Kau kenal dengan karyawan itu?" Tanya Hyuk menyelidik.
"Iya aku kenal. Dia itu temanku saat aku kuliah di Belanda."
"ooo gitu~"
Cup
"Yak Hyung kau mencuri kiss dariku!"
"Salahkan kau, kenapa kau memajukan bibirmu seperti itu? Kau tahu, bibirmu itu menggoda tau."
*blush* pipi Hyuk memerah mendengarnya. (Author : *blush* | Reader : ngapain ikut-ikutan thor?! *kasih tendangan cinta ke author*)
"Permisi, ini bajunya Ravi-ssi. Anda bisa mencobanya di ruang VIP kami di bawah toko ini." , kata Lyn sambil menyerahkan tuxedo hitam dan putih yang akan digunakan Ravi dan Hyuk.
"Oh ya terima kasih. Baiklah saya akan mencobanya disana."
"Mari saya tunjukkan jalannya."
"Ok. Ayo Hyuk-ie baby~" , ujar Ravi sembari menggandeng tangan Hyuk.
"T-t-ta-tapi kenapa harus dibawah?" , kata Hyuk takut.
"Sepertinya dia mengistimewakan temannya ini." , kata Ravi sembari menunjuk diri sendiri. (Author : pede bangettt | Ravi : *death glare + ngejitak kepala author*)
"Hahaha~ dasar kau Hyung.." , kata Hyuk sembari mencubit pinggang Ravi.
"ouch.. hahaha~"
Sesampainya di ruang VIP tersebut, Lyn meninggalkan mereka berdua. Hyuk takjub melihat ruang VIP bergaya Eropa disitu. Ada sebuah tempat tidur king size, lemari, karpet yang dimana warnanya senada dengan dinding ruangan tersebut yang berwarna merah. Disitu juga ada ruang kamar mandi yang berwarna putih, berbeda dengan ruang VIP. Suasana ruang VIP begitu romantis.
"Woahh Hyung, tempatnya bagus sekali. Aku jadi ingin tidur disini bersamamu Hyung, selamanya."
"Hahaha~ nanti kalau kita sudah menikah, aku akan menyuruh arsitek untuk membuatkannya khusus untukmu. Hahaha~"
"Benar ya Hyung?"
"Iya benar baby~"
"Baiklah, aku akan coba tuxedo ini dulu."
1 jam kemudian Hyuk baru keluar dari kamar mandi...
"Lama sekali kau baby~"
"Memang ga boleh? Kan aku ingin tampil cantik di depan CALON suamiku ini."
"Let me see it~ Kau sangat cantik disitu. Lihatlah ke cermin baby." , kata Ravi sambil mendekat dan memeluk Hyuk dari belakang.
"Ah benar Hyung, aku sangat pas memakai tuxedo ini. Terima kasih Hyung!" , ujar Hyuk membalikkan badan ke arah Ravi dan memeluknya dengan erat seolah tak ingin Ravi pergi dari dirinya lagi.
"Sama-sama baby~~" ujar Ravi sambil mengeluarkan smirknya.
JLEB..
"Argh.. hyung.. apa.. yang... kau... lakukan?!"
"Aku tidak melakukan apa-apa baby~ hanya tidak ingin kau pergi seperti yang dilakukan Jaehwan kepadaku." , kata Ravi sambil tersenyum.
Hyuk tiba-tiba lemas di pelukan Ravi. Hyuk kehilangan banyak darah. Pisau di tangan Ravi tertancap sempurna di perut Hyuk, mengubah warna tuxedo yang semula putih menjadi senada dengan ruang VIP itu. Lalu Ravi menidurkan Hyuk di tempat tidur yang ada dan mengeluarkan jantungnya, menyimpannya di dalam sebuah toples yang tadi dibeli.
"Aku tidak ingin kau pergi dariku lagi Hyuk-ie baby~" , kata Ravi sambil mengelus surai Hyuk dan tertawa karena Hyuk tidak akan pergi kemana-mana.
Aku akan menjadikanmu manekin disini baby~ kau begitu cantik~, batin Ravi sembari menggenggam tangan Hyuk erat.
Tiba-tiba, Lyn masuk ke ruang VIP tersebut.
"Ravi-ssi bagaimana tuxe- aaa!" , teriak Lyn shock mengetahui pasangan Ravi tertidur pucat di tempat tidur.
Ravi dengan cepat mendekati Lyn dan menutup mulutnya.
"Jangan kau bilang siapa-siapa, Lyn. Atau kau mau aku bunuh sekalian?" , nada ancaman terdengar dari kata-kata Ravi.
Lyn yang ketakutan hanya bisa mengangguk. "Permisi Ravi-ssi.." , ujar Lyn pamit.
"Hei Lyn, aku akan keluar setelah toko ini tutup. Ini rahasia kita berdua, jangan sekali-kali kau menelepon polisi atau kau akan menerima akibatnya. Mengerti?" , kata Ravi dengan tatapan yang mendominasi.
"Y-y-y-ya Ravi-ssi."
Setelah itu, Lyn langsung kembali ke toko dan berkelakuan seperti tidak terjadi apa-apa.
Author POV end
-END-
Author's note :
Hufttt akhirnya ff ini selesai.. semoga kalian suka ya~~ aku masih butuh banyak belajar nulis ff.. hehehe
Review juseyo~~ Don't be a silent reader~~
